Latihan Fisika Kelas XI Titik Berat
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Sebuah benda berbentuk persegi panjang memiliki massa jenis yang tidak homogen. Massa jenis pada sisi merah lebih besar daripada massa jenis pada sisi biru. Letak titik berat benda tersebut yang mungkin adalah di posisi ....

    A

    C

    B

    D

    C

    E

    D

    B

    E

    A

    Pembahasan:

    Titik berat adalah titik di mana resultan gaya gravitasi dan torsi akibat gaya gravitasi dari bagian-bagian benda tersebut sama dengan nol. Resultan yang sama dengan nol ini mengakibatkan benda berada di posisi seimbang. Namun, titik berat tidak harus berada tepat di tengah-tengah posisi benda. Hal ini disesuaikan dengan geomteri dan distribusi massa dari benda tersebut.

    Pada gambar tersebut, massa jenis sisi berwarna merah yang berada di kanan lebih besar daripada massa jenis sisi berwarna biru yang berada di kiri. Hal ini akan menyebabkan pengaruh gaya gravitasi akan lebih condong ke arah kanan menyebabkan pusat massa bergeser ke arah kanan atau ke titik B.

    Jadi, letak titik berat benda tersebut yang mungkin adalah di posisi B.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (15; 6,25)\left(15;\ 6,25\right) cm

    B

    (12,5; 15)\left(12,5;\ 15\right) cm

    C

    (6,25; 15)\left(6,25;\ 15\right) cm

    D

    (15; 12,5)\left(15;\ 12,5\right) cm

    E

    (15,15)\left(15,15\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dimensi tiga pada sumbu-X dan sumbu-Y.

    Ditanya:

    Titik berat bangun yang diarsir (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi yang memiliki volume (V)\left(V\right). Bangun tiga dimensi pada soal merupakan bangun yang tidak homogen, sehingga dapat dicari dengan melihat bangun-bangun homogen yang membentuk bangun tersebut. Karena bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi, maka titik beratnya dapat dicari dengan persamaan berikut.

    x=x1V1−x2V2V1−V2x=\frac{x_1V_1-x_2V_2}{V_1-V_2}

    y=y1V1−y2V2V1−V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    Bangun tersebut merupakan bangun setengah bola yang digabungkan dengan kerucut.

    Jika dilihat, diameter kerucut dan diameter setengah bola memiliki nilai yang sama, yaitu 30 cm. Untuk bangun tiga dimensi berbentuk kerucut dan setengah bola, titik berat koordinat xx nya berada di setengah diameter. Jadi titik berat koordinat xx nya adalah sebagai berikut.

    x=12Dx=\frac{1}{2}D

    x=12(30)x=\frac{1}{2}\left(30\right)

    x=15x=15 cm

    Sedangkan untuk koordinat yy nya dapat dicari satu per satu dengan menandakan daerah yang hijau sebagai bangun 1, dan daerah yang kuning sebagai bangun 2.

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 1 (setengah bola) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y1=58ty_1=\frac{5}{8}t (58\frac{5}{8} karena bentuk setengah bolanya terbalik)

    y1=58(15)y_1=\frac{5}{8}\left(15\right)

    y1=9,375y_1=9,375 cm

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 2 (kerucut) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y2=14t+15y_2=\frac{1}{4}t+15 (ditambah 15 karena titik terendah dari bangun kerucut berada pada y = 15).

    y2=14(30−15)+15y_2=\frac{1}{4}\left(30-15\right)+15

    y2=14(15)+15y_2=\frac{1}{4}\left(15\right)+15

    y2=3,75+15y_2=3,75+15

    y2=18,75y_2=18,75 cm

    Kemudian cari titik berat koordinat yy gabungan dari kedua bangun tersebut dengan persamaan berikut.

    y=y1V1−y2V2V1−V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    y=(9,375)((12)(43)πr3)+(18,75)(13πr2t)((12)(43)πr3)+(13πr2t)y=\frac{\left(9,375\right)\left(\left(\frac{1}{2}\right)\left(\frac{4}{3}\right)\pi r^3\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}{\left(\left(\frac{1}{2}\right)\left(\frac{4}{3}\right)\pi r^3\right)+\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}

    y=(9,375)(23πr3)+(18,75)(13πr2t)(23πr3)+(13πr2t)y=\frac{\left(9,375\right)\left(\frac{2}{3}\pi r^3\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}{\left(\frac{2}{3}\pi r^3\right)+\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}

    y=πr2[(9,375)(23r)+(18,75)(13t)]πr2[(23r)+(13t)]y=\frac{\pi r^2\left[\left(9,375\right)\left(\frac{2}{3}r\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}t\right)\right]}{\pi r^2\left[\left(\frac{2}{3}r\right)+\left(\frac{1}{3}t\right)\right]}

    y=[(9,375)(23(15))+(18,75)(13(15))][(23(15))+(13(15))]y=\frac{\left[\left(9,375\right)\left(\frac{2}{3}\left(15\right)\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}\left(15\right)\right)\right]}{\left[\left(\frac{2}{3}\left(15\right)\right)+\left(\frac{1}{3}\left(15\right)\right)\right]}

    y=93,75+93,7510+5y=\frac{93,75+93,75}{10+5}

    y=187,515y=\frac{187,5}{15}

    y=12,5y=12,5 cm

    Jadi, titik berat bangun diarsir adalah (15; 12,5)\left(15;\ 12,5\right) cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (2; 2,8)\left(2;\ 2,8\right) cm

    B

    (2,3; 2)\left(2,3;\ 2\right) cm

    C

    (2,3; 2,3)\left(2,3;\ 2,3\right) cm

    D

    (2; 2,3)\left(2;\ 2,3\right) cm

    E

    (2, 8)\left(2,\ 8\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun satu dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun satu dimensi yang memiliki panjang (l)\left(l\right). Titik berat suatu bangun satu dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun satu dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan seperti berikut.

    x=x1l1+x2l2l1+l2x=\frac{x_1l_1+x_2l_2}{l_1+l_2} dan y=y1l1+y2l2l1+l2y=\frac{y_1l_1+y_2l_2}{l_1+l_2}.

    Kita bagi bangunnya terlebih dahulu dengan warna-warna berbeda.

    Warna merah kita beri indeks 1. Warna ungu kita beri indeks 2. Warna hijau kita beri indeks 3.

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    x=x1l1+x2l2+x3l3l1+l2+l3x=\frac{x_1l_1+x_2l_2+x_3l_3}{l_1+l_2+l_3}

    x=(3)(4)+(1)(4)+(2)(2)4+4+2x=\frac{\left(3\right)\left(4\right)+\left(1\right)\left(4\right)+\left(2\right)\left(2\right)}{4+4+2}

    x=12+4+410x=\frac{12+4+4}{10}

    x=2010x=\frac{20}{10}

    x=2x=2 cm

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    y=y1l1+y2l2+y3l3l1+l2+l3y=\frac{y_1l_1+y_2l_2+y_3l_3}{l_1+l_2+l_3}

    y=(4)(4)+(2)(4)+(2)(2)4+4+2y=\frac{\left(4\right)\left(4\right)+\left(2\right)\left(4\right)+\left(2\right)\left(2\right)}{4+4+2}

    y=16+8+410y=\frac{16+8+4}{10}

    y=2810y=\frac{28}{10}

    y=2,8y=2,8 cm

    Jadi, titik berat bangun tersebut adalah (2; 2,8)\left(2;\ 2,8\right) cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun yang diarsir adalah ....

    A

    (12; 12)\left(12;\ 12\right) cm

    B

    (12; 11,4)\left(12;\ 11,4\right) cm

    C

    (10,2; 12)\left(10,2;\ 12\right) cm

    D

    (12; 10,2)\left(12;\ 10,2\right) cm

    E

    (11,4; 12)\left(11,4;\ 12\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun tiga dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat bangun yang diarsir (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi yang memiliki volume (V)\left(V\right). Bangun tiga dimensi pada soal merupakan bangun yang tidak homogen, sehingga dapat dicari dengan melihat bangun-bangun homogen yang membentuk bangun tersebut. Karena bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi, maka titik beratnya dapat dicari dengan persamaan berikut.

    x=x1V1−x2V2V1−V2x=\frac{x_1V_1-x_2V_2}{V_1-V_2}

    y=y1V1−y2V2V1−V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    Bangun tersebut merupakan bangun silinder yang memiliki lubang berbentuk kerucut.

    Jika dilihat, diameter silinder dan diameter kerucut memiliki nilai yang sama, yaitu 24 cm. Untuk bangun tiga dimensi berbentuk silinder dan kerucut, titik berat koordinat xx nya berada di setengah diameter. Jadi titik berat koordinat xx nya adalah sebagai berikut.

    x=12Dx=\frac{1}{2}D

    x=12(24)x=\frac{1}{2}\left(24\right)

    x=12x=12 cm

    Sedangkan untuk koordinat yy nya dapat dicari satu per satu dengan menandakan daerah yang biru sebagai bangun 1, dan daerah yang ungu sebagai bangun 2.

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 1 (silinder) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y1=12ty_1=\frac{1}{2}t

    y1=12(24)y_1=\frac{1}{2}\left(24\right)

    y1=12y_1=12 cm

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 2 (kerucut) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y2=34t+12y_2=\frac{3}{4}t+12 (34\frac{3}{4} karena bentuk kerucutnya terbalik. Ditambah 12 karena titik terendah bangun kerucutnya ada pada titik y = 12)

    y2=34(24−12)+12y_2=\frac{3}{4}\left(24-12\right)+12

    y2=34(12)+12y_2=\frac{3}{4}\left(12\right)+12

    y2=9+12y_2=9+12

    y2=21y_2=21 cm

    Kemudian cari titik berat koordinat yy gabungan dari kedua bangun tersebut dengan persamaan berikut.

    y=y1V1−y2V2V1−V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    y=(12)(πr2ts)−(21)(13πr2tk)(πr2ts)−(13πr2tk)y=\frac{\left(12\right)\left(\pi r^2t_{\text{s}}\right)-\left(21\right)\left(\frac{1}{3}\pi r^2t_{\text{k}}\right)}{\left(\pi r^2t_{\text{s}}\right)-\left(\frac{1}{3}\pi r^2t_{\text{k}}\right)}

    y=πr2(12ts−7tk)πr2(ts−13tk)y=\frac{\pi r^2\left(12t_{\text{s}}-7t_{\text{k}}\right)}{\pi r^2\left(t_{\text{s}}-\frac{1}{3}t_{\text{k}}\right)}

    y=(12(24)−7(12))((24)−13(12))y=\frac{\left(12\left(24\right)-7\left(12\right)\right)}{\left(\left(24\right)-\frac{1}{3}\left(12\right)\right)}

    y=288−8424−4y=\frac{288-84}{24-4}

    y=20420y=\frac{204}{20}

    y=10,2y=10,2 cm

    Jadi, titik berat bangun diarsir adalah (12; 10,2)\left(12;\ 10,2\right) cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (8, 3)\left(8,\ 3\right) cm

    B

    (8, 5)\left(8,\ 5\right) cm

    C

    (8, 4)\left(8,\ 4\right) cm

    D

    (3, 8)\left(3,\ 8\right) cm

    E

    (5, 8)\left(5,\ 8\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dimensi tiga pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi yang memiliki volume (V)\left(V\right). Bangun tiga dimensi pada soal merupakan bangun yang homogen, yaitu berbentuk setengah bola. Untuk bentuk setengah bola, titik berat koordinat xx nya berada di setengah diameter. Jadi titik berat koordinat xx nya adalah sebagai berikut.

    x=12Dx=\frac{1}{2}D

    x=12(16)x=\frac{1}{2}\left(16\right)

    x=8x=8 cm

    Sedangkan untuk koordinat yy nya dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y=38ty=\frac{3}{8}t

    y=38(8)y=\frac{3}{8}\left(8\right)

    y=3y=3 cm

    Jadi, titik berat bangun tersebut adalah (8, 3)\left(8,\ 3\right) cm.

  • Pilgan

    Sebuah kertas berbentuk persegi panjang dengan ukuran tertentu. Awalnya titik berat kertas tersebut berada di tengah-tengah. Kemudian pada kertas tersebut dibuat lubang berbentuk lingkaran seperti pada gambar berikut.

    Lubang tersebut memiliki jari-jari sebesar RR sehingga titik beratnya bergeser 11 cm ke arah kanan. Nilai RR adalah ....

    A

    2,26252,2625 cm

    B

    6,62856,6285 cm

    C

    6,68256,6825 cm

    D

    8,86258,8625 cm

    E

    8,86258,8625 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar bangun dua dimensi.

    Titik berat koordinat xx, x=(2R+11)x=\left(2R+11\right) cm (Karena bergeser kekanan sejauh 11 cm dari pertengahan persegi panjang)

    Ditanya:

    Jari-jari R=?R=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Kita bagi bangunnya terlebih dahulu.

    Kemudian gambarkan pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Tentukan titik berat koordinat xx (karena yang berubah adalah titik berat koordinat xx).

    x=x1A1−x2A2A1−A2x=\frac{x_1A_1-x_2A_2}{A_1-A_2} (dikurangi karena lingkarannya merupakan lubang).

    R+11=(2R)((4R)(2R))−(R)(π(R)2)(4R)(2R)−π(R)2R+11=\frac{\left(2R\right)\left(\left(4R\right)\left(2R\right)\right)-\left(R\right)\left(\pi\left(R\right)^2\right)}{\left(4R\right)\left(2R\right)-\pi\left(R\right)^2}

    R+11=16R3+3,14R38R2−3,14R2R+11=\frac{16R^3+3,14R^3}{8R^2-3,14R^2}

    R+11=R2(16R−3,14R)R2(8−3,14)R+11=\frac{R^2\left(16R-3,14R\right)}{R^2\left(8-3,14\right)}

    R+11=12,86R4,86R+11=\frac{12,86R}{4,86}

    4,86R+53,46=12,86R4,86R+53,46=12,86R

    8R=53,468R=53,46

    R=6,6825R=6,6825 cm

    Jadi, nilai RR adalah 6,68256,6825 cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut pada koordinat y adalah ....

    A

    8,86 cm

    B

    3,58 cm

    C

    6,81 cm

    D

    5,78 cm

    E

    4,38 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar bangun datar pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat pada koordinat y y=?y=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Bangun tersebut dapat dipecah menjadi 2 bangun yang berbeda.

    Tentukan titik berat pada koordinat yy .

    y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    y=(5)((10)(10))+(12)(π(12−10)2)(10)(10)+π(12−10)2y=\frac{\left(5\right)\left(\left(10\right)\left(10\right)\right)+\left(12\right)\left(\pi\left(12-10\right)^2\right)}{\left(10\right)\left(10\right)+\pi\left(12-10\right)^2}

    y=500+48π100+4πy=\frac{500+48\pi}{100+4\pi} (masukkan π=3,14\pi=3,14)

    y=650,80112,57y=\frac{650,80}{112,57}

    y=5,78y=5,78 cm

    Jadi, titik berat bangun tersebut pada koordinat y adalah 5,78 cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Di setiap penerbangan pesawat, kursi pesawat di bagian depan selalu diprioritaskan untuk di isi. Ini juga yang menjadi alasan kenapa penumpang kelas ekonomi (di belakang) terkadang dipersilakan untuk pindah ke kelas bisnis (di depan). Hal ini menyebabkan titik berat pesawat berada di titik ....

    A

    B

    B

    D

    C

    A

    D

    E

    E

    C

    Pembahasan:

    Titik berat adalah titik di mana resultan gaya gravitasi dan torsi akibat gaya gravitasi dari bagian-bagian benda tersebut sama dengan nol. Resultan yang sama dengan nol ini mengakibatkan benda berada di posisi seimbang. Namun, titik berat tidak harus berada tepat di tengah-tengah posisi benda. Hal ini disesuaikan dengan geomteri dan distribusi massa dari benda tersebut.

    Pada cerita tersebut, penumpang pesawat akan diprioritaskan untuk duduk di kursi bagian depan yang akan menyebabkan titik berat dari pesawat berada sedikit ke depan atau dekat dengan titik D.

    Jadi, hal ini menyebabkan titik berat pesawat berada di titik D.

  • Pilgan

    sumber: www.avitaliahealth.com

    Hermina Tower merupakan gedung berbentuk unik yang terletak di Kemayoran, Jakarta yang memiliki lubang di tengahnya. Bila digambarkan ke dalam koordinat, dimensi bangunan Hermina Tower adalah sebagai berikut.

    Letak titik berat Hermina Tower berada di ... m.

    A

    (40,28; 35)

    B

    (60,22; 35)

    C

    (45,12; 35)

    D

    (50,67; 35)

    E

    (42,88; 35)

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dua dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Bangunan tersebut dapat dibagi menjadi dua bangun, yaitu persegi panjang utama (bangun 1) dan lubangnya (bangun 2).

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    x=x1A1−x2A2A1−A2x=\frac{x_1A_1-x_2A_2}{A_1-A_2} (dikurangi karena bangun 2 merupakan lubang)

    x=(40)((70)(80))−(35)((50−20)(40−30))(70)(80)−(50−20)(40−30)x=\frac{\left(40\right)\left(\left(70\right)\left(80\right)\right)-\left(35\right)\left(\left(50-20\right)\left(40-30\right)\right)}{\left(70\right)\left(80\right)-\left(50-20\right)\left(40-30\right)}

    x=224.000−10.5005.600−300x=\frac{224.000-10.500}{5.600-300}

    x=213.5005.300x=\frac{213.500}{5.300}

    x=40,28x=40,28 m

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    Titik berat pada koordinat yy berada di posisi yy = 35 m karena bangunan berbentuk simetris terhadap sumbu-YY.

    Jadi, letak titik berat Hermina Tower berada di (40,28; 35) m.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (4, 2)\left(4,\ 2\right) cm

    B

    (213, 123)\left(2\frac{1}{3},\ 1\frac{2}{3}\right) cm

    C

    (2, 4)\left(2,\ 4\right) cm

    D

    (3, 3)\left(3,\ 3\right) cm

    E

    (2, 2)\left(2,\ 2\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar bangun datar pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Kita bagi bangunnya terlebih dahulu.

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2}

    x=(1)((2)(2))+(3)((2)(4))(2)(2)+(2)(4)x=\frac{\left(1\right)\left(\left(2\right)\left(2\right)\right)+\left(3\right)\left(\left(2\right)\left(4\right)\right)}{\left(2\right)\left(2\right)+\left(2\right)\left(4\right)}

    x=4+244+8x=\frac{4+24}{4+8}

    x=2812x=\frac{28}{12}

    x=213x=2\frac{1}{3} cm

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    y=(1)((2)(2))+(2)((2)(4))(2)(2)+(2)(4)y=\frac{\left(1\right)\left(\left(2\right)\left(2\right)\right)+\left(2\right)\left(\left(2\right)\left(4\right)\right)}{\left(2\right)\left(2\right)+\left(2\right)\left(4\right)}

    y=4+164+8y=\frac{4+16}{4+8}

    y=2012y=\frac{20}{12}

    y=123y=1\frac{2}{3} cm

    Jadi, titik berat bangun tersebut adalah (213, 123)\left(2\frac{1}{3},\ 1\frac{2}{3}\right) cm.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.