Latihan Kimia Kelas XI Reaksi Hidrolisis dan Jenis Garam
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
2
Salah
7
Dilewati
1

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 3
2. 2
  • Pilgan
    0

    Garam adalah hasil pencampuran senyawa asam dan basa. Pasangan asam dan basa berikut ini yang menghasilkan garam bersifat basa adalah .... 

    A

    NH4OH dan HBr

    B

    HI dan Fe(OH)2

    C

    HNO3 dan AgOH

    D

    KOH dan HCl

    E

    Mg(OH)2 dan HCN

    Pembahasan:

    Garam bersifat basa adalah garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, sehingga untuk menjawab pertanyaan tersebut harus ditentukan terlebih dahulu sifat asam dan basa dari larutan. 


    • Pilihan: KOH dan HCl

    KOH : Basa kuat

    HCl : Asam Kuat

    Garam yang terbentuk bersifat netral.

    • Pilihan: NH4OH dan HBr

    NH4OH: Basa lemah

    HBr: Asam kuat. 

    Garam yang terbentuk bersifat asam.

    • Pilihan: Mg(OH)2 dan HCN

    Mg(OH)2: Basa kuat

    HCN: Asam lemah

    Garam yang terbentuk bersifat basa.

    • Pilihan: HI dan Fe(OH)2

    HI: Asam kuat

    Fe(OH)2: Basa lemah

    Garam yang terbentuk bersifat asam.

    • Pilihan: HNO3 dan AgOH

    HNO3: Asam kuat

    AgOH: Basa lemah

    Garam yang terbentuk bersifat asam.


    Jadi, pasangan asam dan basa yang dapat membentuk garam bersifat basa adalah Mg(OH)2 dan HCN.

  • Pilgan
    2

    Larutan garam berikut ini yang harga pH-nya tidak dipengaruhi oleh konsentrasi senyawa penyusunnya yaitu .... 

    A

    Na2CO3

    B

    NaCN

    C

    MgCN

    D

    Na2SO4

    E

    NH4NO3

    Pembahasan:

    Harga pH larutan garam yang tidak dipengaruhi oleh konsentrasi senyawa penyusunnya adalah garam yang bersifat netral. Garam yang bersifat netral di dalam larutannya jumlah ion H+ dan OH- sama, sehingga adanya garam tidak mempengaruhi nilai pH air murni yaitu pH 7.

    Berikut ini analisis masing-masing larutan garam pada pilihan jawaban: 

    Garam Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
    • Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis dan bersifat netral.

    Jadi, larutan garam yang harga pH-nya tidak dipengaruhi konsentrasi zat penyusunnya yaitu garam Na2SO4.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan pernyataan ini! 

    1. Anion garamnya terbentuk dari basa lemah FeOH

    2. Bersifat basa

    3. Terhidrolisis sempurna

    4. Memerahkan kertas lakmus biru

    5. Anion dari asam lemah dan kation dari basa lemah

    Pernyataan yang tepat tentang larutan garam FeCO3 adalah ....

    A

    4 dan 5

    B

    2 dan 4

    C

    3 dan 5

    D

    1 dan 5

    E

    2 dan 3

    Pembahasan:

    Garam FeCO3

    Garam FeCO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    FeCO3(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + CO32-(aq


    Ion Fe2+ dari garam Fe(CO3)2 berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    Fe2+(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq


    Ion CO32- dari garam Fe(CO3)2 berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CO32-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ HCO3(aq) + 2OH-(aq) 


    Berdasarkan penjelasan di atas maka pernyataan yang benar adalah :

    • (1) Anion garamnya terbentuk dari basa lemah FeOH (Salah)

    Anion dari garam berupa basa lemah Fe(OH)2

    • (2) Bersifat basa (Mungkin Benar atau Salah)

    Garam tersebut tersusun dari asam lemah dan basa lemah, sehingga untuk menentukan sifat larutan harus dibandingkan dengan harga Ka dan Kb-nya.

    • (3) Terhidrolisis sempurna (Benar)

    Karena kedua ion garam dapat bereaksi dengan air.

    • (4) Memerahkan kertas lakmus biru (Mungkin Benar atau Salah)

    Garam tersebut tersusun dari asam lemah dan basa lemah, sehingga untuk menentukan sifat larutan harus dibandingkan dengan harga Ka dan Kb-nya.

    • (5) Anion dari asam lemah dan kation dari basa lemah (Benar)

    Anion dari asam lemah berupa H2CO3 dan kation dari basa lemah berupa Fe(OH)2.


    Jadi, pernyataan yang tepat adalah pernyataan 3 dan 5.

  • Pilgan
    1

    Suatu bahan pembersih noda pada pakaian mengandung 5% garam NaOCl yang memiliki sifat sangat reaktif. Garam NaOCl adalah garam yang bersifat .... 

    A

    garam

    B

    asam

    C

    netral

    D

    asam kuat

    E

    basa

    Pembahasan:

    Pembahasan 

    Garam NaOCl terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaOCl(aq)  \longrightarrow\ Na+(aq) + OCl-(aq

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
    • Ion OCl- berasal dari asam lemah HOCl sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    OCl-(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ HOCl(aq) + OH-(aq)

    Garam NaOCl merupakan garam yang terhidrolisis sebagian. Di dalam larutan tersebut konsentrasi ion OH- akan bertambah dan konsentrasi ion H+ akan turun, sehingga larutan akan bersifat basa.

    Jadi, garam NaOCl merupakan garam yang bersifat basa.

  • Pilgan
    0

    Diketahui data Ka dan Kb di bawah ini:

    Larutan garam yang dapat terbentuk dan bersifat basa adalah ....

    A

    NH4NO2

    B

    NH4F

    C

    CH3NH3F

    D

    CH3NH3NO2

    E

    NH4CN

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui larutan garam manakah yang memiliki sifat basa maka harus dianalisis nilai Ka dan Kb dari masing-masing zat penyusun garam.

    • Garam NH4F

    Garam NH4F dalam air akan terion menjadi: NH4F(aq)  \longrightarrow\ NH4+(aq) + F-(aq)

    Ion NH4+ berasal dari basa lemah NH3 dan ion F- berasal dari asam lemah HF.

    Nilai Ka HF > Kb NH3, sehingga larutan garam bersifat asam.


    • Garam NH4CN

    Garam NH4CN dalam air akan terion menjadi: NH4CN(aq)  \longrightarrow\ NH4+(aq) + CN-(aq)

    Ion NH4+ berasal dari basa lemah NH3 dan ion CN- berasal dari asam lemah HCN.

    Nilai Ka HCN < Kb NH3, sehingga larutan garam bersifat basa.


    • Garam CH3NH3F

    Garam CH3NH3F dalam air akan terion menjadi: CH3NH3F(aq)  \longrightarrow\ CH3NH3+(aq) + F-(aq)

    Ion CH3NH3+ berasal dari basa lemah CH3NH2 dan ion F- berasal dari asam lemah HF.

    Nilai Ka HF > Kb CH3NH2, sehingga larutan garam bersifat asam.


    • Garam CH3NH3NO2

    Garam CH3NH3NO2 dalam air akan terion menjadi: CH3NH3NO2(aq)  \longrightarrow\ CH3NH3+(aq) + NO2-(aq)

    Ion CH3NH3+ berasal dari basa lemah CH3NH2 dan ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2.

    Nilai Ka HNO2 > Kb CH3NH2, sehingga larutan garam bersifat asam.


    • Garam NH4NO2

    Garam NH4NO2 dalam air akan terion menjadi: NH4NO2(aq)  \longrightarrow\ NH4+(aq) + NO2-(aq)

    Ion NH4+ berasal dari basa lemah NH3 dan ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2.

    Nilai Ka HNO2 > Kb NH3, sehingga larutan garam bersifat asam.


    Jadi, larutan garam yang dapat terbentuk dan bersifat basa yaitu larutan garam NH4CN.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan senyawa-senyawa garam berikut ini: 

    (1) Aluminium sulfat

    (2) Barium nitrit 

    (3) Kalium nitrat

    (4) Amonium klorida

    (5) Natrium sulfat

    Garam yang bersifat netral adalah .... 

    A

    (3) dan (4) 

    B

    (1) dan (2) 

    C

    (3) dan (5)

    D

    (1) dan (4) 

    E

    (2) dan (5)

    Pembahasan:

    Garam yang bersifat netral adalah garam yang tidak terhidrolisis.

    • Garam KNO3

    KNO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    KNO3(aq) ⟶ K+(aq) + NO3-(aq

    Ion K+ berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam KNO3 merupakan garam tidak terhidrolisis, sehingga jumlah ion H+ dan ion OH- sama. Larutan garam tidak memengaruhi pH air murni, akibatnya larutan bersifat netral.


    • Garam Na2SO4 

    Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq) ⟶ 2Na+(aq) + SO42-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam Na2SO4 merupakan garam tidak terhidrolisis, sehingga jumlah ion H+ dan ion OH- sama. Larutan garam tidak memengaruhi pH air murni, akibatnya larutan bersifat netral.


    Jadi, garam yang bersifat netral adalah garam kalium nitrat dan natrium sulfat.

  • Pilgan
    0

     Berikut ini merupakan laruatan garam yang terdapat pada suatu lruang laboratorium. 

    (1) NaBr

    (2) Na2SO4

    (3) Mg(ClO4)2

    (4) ZnCO3

    (5) CH3COONa

    Berdasarkan senyawa tersebut yang merupakan garam tidak terhidrolisis yaitu .... 

    A

    3, 4, dan 5

    B

    2, 4, dan 5

    C

    1, 2, dan 3

    D

    1, 3, dan 5

    E

    2, 3, dan 5

    Pembahasan:

    Garam yang tidak terhidrolisis adalah garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat.

    • Garam NaBr

    NaBr terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaBr(aq) \longrightarrow Na+(aq) + Br-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion Br- berasal dari asam kuat HBr sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam NaBr merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam Na2SO4

    Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq) \longrightarrow 2Na+(aq) + SO42-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam Mg(ClO4)2

    Mg(ClO4)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Mg(ClO4)2(aq) \longrightarrow Mg2+(aq) + 2ClO4-(aq

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion ClO4- berasal dari asam kuat HClO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi garam Mg(ClO4)2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    • Garam ZnCO3

    ZnCO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    ZnCO3(aq) \longrightarrow Zn2+(aq) + CO32-(aq

    Ion Zn2+ berasal dari basa lemah Zn(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Zn2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Zn(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    CO32- (aq) + 2H2O(l) \longrightarrow H2CO3(aq) + 2OH-(aq)

    Jadi garam ZnCO3 merupakan garam yang hidrolisis total.


    • Garam CH3COONa

    CH3COONa terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CH3COONa(aq) \longrightarrow Na+(aq) + CH3COO-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion CH3COO- berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    CH3COO- (aq) + H2O(l) \longrightarrow CH3COOH(aq) + OH-(aq)

    Jadi garam CH3COONa merupakan garam yang terhidrolisis sebagian.


    Jadi, garam yang tidak terhidrolisis yaitu 1, 2, dan 3 atau NaBr, Na2SO4, dan Mg(ClO4)2.

  • Pilgan
    0

    Diketahui beberapa senyawa garam berikut ini:

    1) Li2S

    2) CaSO4

    3) NH4NO2 

    4) NaCN

    5) BNO3 

    Pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah .... 

    A

    3) dan 5)

    B

    2) dan 3) 

    C

    1) dan 2) 

    D

    4) dan 5) 

    E

    1) dan 4)

    Pembahasan:

    Garam yang memiliki pH > 7 berarti garam tersebut bersifat basa. Garam yang bersifat basa terbentuk dari larutan asam lemah dan basa kuat. 

    • Garam Li2S berasal dari asam lemah H2S dan basa kuat LiOH, sehingga garam tersebut bersifat basa.
    • Garam CaSO4 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 dan asam kuat H2SO4, sehingga garam tersebut bersifat netral
    • Garam NH4NO2 berasal dari basa lemah NH3 dan asam lemah HNO2. Garam tersebut terbentuk dari komponen asam-basa lemah sehingga sifat keasamannya bergantung pada nilai Ka dan Kb-nya. Jika nilai Ka > Kb maka larutan bersifat asam, sedangkan jika Ka < Kb maka larutan garam bersifat basa. 
    • Garam NaCN berasal dari basa kuat NaOH dan asam lemah HCN, sehingga garam tersebut bersifat basa.
    • Garam BNO3 berasal dari basa lemah B(OH)3 dan asam kuat HNO3, sehingga garam tersebut bersifat asam.


    Jadi, pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah 1) Li2S dan 4) NaCN.

  • Pilgan
    0

    Ketika dilarutkan, garam yang dapat menurunkan derajat keasaman air adalah .... 

    A

    magnesium asetat

    B

    perak(I) nitrat

    C

    aluminium karbonat

    D

    natrium sulfat

    E

    ammonium sianida

    Pembahasan:

    Menurunkan derajat keasaman menandakan larutan tersebut memiliki pH kurang dari 7 atau bersifat asam. Untuk mengetahui sifat dari larutan tersebut berikut analisisnya:


    Garam AgNO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AgNO3(aq)  \longrightarrow\ Ag+(aq) + NO3-(aq

    • Ion Ag+ berasal dari basa lemah AgOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    Ag+(aq) + H2O(aq)  \longrightarrow\ AgOH(aq) + H+(aq)

    • Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Pada larutan tersebut jumlah konsentrasi H+ bertambah dan konsentrasi ion OH- menurun sehingga larutan tersebut bersifat asam.

    Jadi, larutan yang dapat menurunkan nilai derajat keasaman air adalah perak(I) nitrat.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang memiliki kesamaan sifat dengan garam NaCl adalah .... 

    A

    BaSO4

    B

    K3PO3

    C

    ZnBr2

    D

    (HCOO)2Mg

    E

    AgCl

    Pembahasan:

    Garam NaCl adalah garam yang kationnya berasal dari basa kuat NaOH dan anionnya berasal dari asam kuat HCl, sehingga kedua ion tidak terhidrolisis dalam air dan garam bersifat netral. Garam yang tidak terhidrolisis memiliki jumlah ion H+ dan ion OH- tetap. Oleh karena itu, adanya garam tidak memengaruhi pH air murni. Berikut penjelasannya:

    • Garam ZnBr2

    ZnBr2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    ZnBr2(aq) ⟶ Zn2+(aq) + 2Br-(aq

    Ion Zn2+ berasal dari basa lemah Zn(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Zn2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Zn(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion Br- berasal dari asam kuat HBr sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam ZnBr2 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.


    • Garam (HCOO)2Mg

    (HCOO)2Mg terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    (HCOO)2Mg(aq) ⟶ Mg2+(aq) + 2HCOO-(aq

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion HCOO- berasal dari asam lemah HCOOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    HCOO-(aq) + H2O(l) \longrightarrow HCOOH(aq) + OH-(aq)

    Jadi, garam (HCOO)2Mg merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.


    • Garam K3PO3

    K3PO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    K3PO3(aq) ⟶ 3K+(aq) + PO33-(aq

    Ion K+ berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion PO33- berasal dari asam lemah H3PO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    PO33-(aq) + 3H2O(l) \longrightarrow H3PO3(aq) + 3OH-(aq)

    Jadi, garam K3PO3 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat basa.


    • Garam BaSO4

    BaSO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    BaSO4(aq) ⟶ Ba2+(aq) + SO42-(aq

    Ion Ba2+ berasal dari basa kuat Ba(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam BaSO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis dan bersifat netral.


    • Garam AgCl

    AgCl terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AgCl(aq) ⟶ Ag+(aq) + Cl-(aq

    Ion Ag+ berasal dari basa lemah AgOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Ag+(aq) + H2O(l) \longrightarrow AgOH(aq) + H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dari air.

    Jadi, garam AgCl merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan bersifat asam.


    Jadi, larutan garam yang memiliki kesamaan sifat dengan garam NaCl adalah garam BaSO4.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.