Latihan Kimia Kelas X Atom dan Sistem Periodik Unsur
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
1
Salah
6
Dilewati
3

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 1
2. 0
3. 0
  • Pilgan
    0

    Bila suatu unsur memiliki 14 neutron, memiliki 3 kulit, serta 3 elektron valensi, maka nomor atom (Z) dan nomor massa (A) unsur tersebut adalah ….

    A

    14 dan 13

    B

    13 dan 27

    C

    13 dan 20

    D

    14 dan 17

    E

    13 dan 14

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Sehingga jika suatu atom memiliki 3 kulit serta 3 elektron valensi, maka konfigurasinya adalah 2, 8, 3.

    Dari konfigurasi elektron dapat diperoleh jumlah elektron = jumlah proton = no. atom = 13

    No. Massa = jumlah proton + jumlah neutron = 13 + 14 = 27


    Jadi nomor atom (Z) dan nomor massa (A) unsur yang memiliki 14 neutron, memiliki 3 kulit, serta 3 elektron valensi adalah 13 dan 27.

  • Pilgan

    Dua elektron dalam 1 orbital harus mempunyai spin yang berlawanan. Pernyataan ini sesuai dengan ….

    A

    prinsip Aufbau

    B

    hipotesis de Broglie

    C

    larangan Pauli

    D

    azas Heisenberg

    E

    aturan Hund

    Pembahasan:

    Prinsip Aufbau

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut:


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut :

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Aturan Hund

    Pada tahun 1927, Friedrich Hund menyatakan aturan untuk menggambarkan arah rotasi elektron. Aturan ini dikenal sebagai aturan Hund yang berbunyi:

    "Elektron-elektron yang berada di suatu orbital akan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar. Setelah itu, elektron-elektron lainnya menempati orbital tersebut dengan arah rotasi yang berlawanan".


    Larangan Pauli

    Prinsip larangan Pauli berkaitan dengan bilangan kuantum spin. Menurut Wolfgang Pauli, tidak ada elektron di dalam atom yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Oleh karena itu, dua elektron dalam 1 orbital harus mempunyai spin yang berlawanan, yaitu +1/2 dan -1/2.

    Jadi, pernyataan dua elektron dalam 1 orbital harus mempunyai spin yang berlawanan sesuai dengan pernyataan larangan Pauli.


    *Adapun azas Heisenberg dan hipotesis de Broglie merupakan penemuan pada teori atom modern / mekanika kuantum.

  • Pilgan
    0

    Suatu atom memiliki 2 elektron dalam kulit pertama, 8 elektron dalam kulit kedua, 8 elektron dalam kulit ketiga dan 2 elektron dalam kulit keempat. Jumlah total elektron dalam subkulit p adalah ....

    A

    12

    B

    2

    C

    20

    D

    10

    E

    8

    Pembahasan:

    Menurut Teori Atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada jalur-jalur lintasan tertentu yang disebut kulit (tingkat energi). Jumlah maksimum elektron yang dapat menempati satu kulit harus memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

    Berdasarkan soal, atom memiliki 2 elektron dalam kulit pertama, 8 elektron dalam kulit kedua, 8 elektron dalam kulit ketiga dan 2 elektron dalam kulit keempat. Jika diterjemahkan dalam konfigurasi elektron Bohr makan konfigurasinya adalah sebagai berikut.

    Kulit K L M N = 2 8 8 2 ⟶ Jumlah e- yang dimiliki atom dalam soal = 20.

    Dari konfigurasi elektron menurut teori Bohr, kita hanya dapat mengetahui jumlah elektron pada setiap kulit. Untuk mengetahui elektron pada setiap subkulit, harus menggunakan konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau.


    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern) ternyata suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut :


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ...dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut :

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Untuk atom dengan jumlah elektron 20, konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau adalah

    1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

    Untuk mengetahui jumlah elektron pada subkulit p, maka kita jumlahkan elektron pada setiap subkulit p.

    2p6 3p6 6e- + 6e- = 12e-


    Jadi jumlah total elektron dalam subkulit p untuk atom dalam soal adalah 12e-.

  • Pilgan
    0

    Bilangan kuantum magnetik (m) = -3 dimiliki oleh elektron dari atom yang memiliki kulit elektron minimal sebanyak ....

    A

    2

    B

    5

    C

    4

    D

    1

    E

    3

    Pembahasan:

    Bilangan kuantum adalah bilangan-bilangan yang menyatakan keadaan energi suatu elektron dalam atom, sehingga elektron tersebut eksklusif (dapat dibedakan) dari yang lainnya. Setiap elektron mempunyai empat buah bilangan kuantum, yaitu: n, l, m dan s


    Bilangan kuantum magnetik (m) menunjukkan orientasi orbital dalam ruang (nomor orbital).

    Syarat: nilai m berkisar antara (–l) sampai dengan (+l)

    untuk atom yang memiliki nilai m = -3 nilai l = 3


    Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan bentuk orbital (nomor subkulit).

    • subkulit s (l = 0)                  
    • subkulit p (l = 1) 
    • subkulit d (l = 2)
    • subkulit f (l = 3)

    Syaratl harus lebih kecil dari n (l < n)

    untuk atom yang memiliki nilai l = 3, maka nilai n minimal adalah 4.


    Sehingga,

    Nilai m = -3 akan dimiliki oleh atom yang memiliki kulit minimal sebanyak 4.

  • Pilgan

    Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan ke lintasan yang lain disertai penyerapan atau pemancaran energi. Teori ini merupakan penyempurnaan teori atom Rutherford yang dikemukakan oleh ….

    A

    Dalton

    B

    Niels Bohr

    C

    Goldstein

    D

    J.J. Thomson

    E

    Heisenberg

    Pembahasan:

    Model Atom Niels Bohr (1913)

    Pada tahun 1913, didasarkan pada analisis spektrum atom dan teori kuantum, Niels Bohr mengajukan model atom hidrogen sebagai berikut.

    1. Dalam atom terdapat lintasan-lintasan tertentu tempat elektron dapat mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energi. Lintasan tersebut disebut kulit atom, yakni orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu. Tiap lintasan ditandai dengan satu bilangan bulat yang disebut bilangan kuantum utama (n), mulai dari 1, 2, 3, 4, dan seterusnya, yang dinyatakan dengan lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Lintasan pertama, dengan n = 1, dinamai kulit K. Lintasan kedua, dengan n = 2, dinamai kulit L, dan seterusnya. Makin besar harga n (makin jauh dari inti), makin besar energi elektron yang mengorbit pada kulit itu.
    2. Elektron hanya boleh berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan dan tidak boleh berada di antara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh elektron bergantung pada energinya. Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat terendah. Keadaan seperti itu disebut tingkat dasar (ground state).
    3. Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah tertentu energi. Perpindahan elektron ke kulit lebih luar akan disertai penyerapan energi. Sebaliknya, perpindahan elektron ke kulit lebih dalam akan disertai pelepasan energi.

    Model atom Niels Bohr ini dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom Rutherford tentang alasan elektron tidak jatuh ke intinya.

    Jadi teori yang menyempurnakan teori atom Rutherford dikemukakan oleh Niels Bohr.

  • Pilgan
    1

    Seorang tokoh menganalogikan atom seperti sebuah tata surya mini. Pada tata surya, planet-planet beredar mengelilingi matahari, sedangkan pada atom, elektron-elektron beredar mengelilingi atom. Perbedaannya adalah pada sistem tata surya setiap lintasan (orbit) hanya ditempati 1 planet, sedangkan pada atom setiap lintasan (kulit) dapat ditempati lebih dari 1 elektron. Tokoh yang dimaksud adalah ....

    A

    Niels Bohr

    B

    John Dalton

    C

    Schrodinger

    D

    Ernest Rutherford

    E

    J.J. Thomson

    Pembahasan:

    Perkembangan Model Atom

    • Model Atom John Dalton (1803)

    Atom merupakan partikel terkecil suatu materi yang berbentuk bola pejal.


    • Model Atom J. J. Thomson (1897)

    Berdasarkan percobaan menggunakan sinar katoda, Thomson menemukan adanya pembelokan sinar katoda oleh muatan listrik ke arah kutub positif. Berdasarkan percobaan tersebut, Thomson berkesimpulan bahwa sinar katoda merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif yang selanjutnya disebut elektron. Berdasarkan hal ini maka menurut Thomson, atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan elektron di seluruh bagian atom seperti roti kismis.

    • Model Atom Rutherford (1910)

    Berdasarkan percobaan penembakan lempengan tipis emas dengan partikel alfa, Rutherford menemukan bahwa sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempengan emas, partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan gaya tolak inti dan yang menuju inti atom dipantulkan karena inti atom bermuatan positif.

    Menurut Rutherford, atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif seperti tata surya.

    • Model Atom Niels Bohr (1913)

    Melalui percobaan mengenai spektrum atom hidrogen berhasil memberikan penjelasan bagaimana elektron-elektron berada di daerah sekitar inti atom. Menurut model atom Bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut dengan kulit elektron atau tingkat energi. Penjelasan Bohr didasarkan pada dua postulat.

    1. Elektron mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu yang disebut orbit atau kulit
    2. Elektron dapat berpindah dari kulit yang satu ke kulit yang lain dengan memancarkan atau menyerap energi


    Sehingga tokoh yang mengemukakan elektron-elektron beredar mengelilingi atom seperti sistem tata surya dan memiliki lintasan-lintasan tertentu adalah Niels Bohr.

  • Pilgan

    Partikel alfa yang ditembakkan pada lempeng tipis sebagian besar diteruskan, tetapi sebagian lagi dibelokkan atau dipantulkan. Partikel alfa yang lintasannya mengalami pembelokan adalah ….

    A

    partikel alfa yang berenergi rendah

    B

    partikel alfa yang menabrak inti atom

    C

    partikel alfa yang menabrak elektron

    D

    partikel alfa yang melewati ruang kosong mendekati inti atom

    E

    partikel alfa yang melewati ruang kosong jauh dari inti atom

    Pembahasan:

    Percobaan penembakan lempengan tipis emas dengan partikel alfa

    Ernest Rutherford melakukan percobaan penembakan lempengan tipis emas dengan partikel alfa (partikel bermuatan positif). Rutherford menemukan sebagian besar partikel alfa dapat menembus lempengan emas, partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan, dan yang menuju inti atom dipantulkan karena inti bermuatan positif.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka partikel alfa yang dibelokkan yakni partikel alfa yang mendekati inti atom.

  • Pilgan
    0

    Argon (18Ar) dan Xenon (54Xe) berada dalam satu golongan karena ....

    A

    jumlah kulit sama

    B

    konfigurasi elektronnya sama

    C

    jumlah proton sama

    D

    jumlah elektron valensi sama

    E

    jumlah elektron sama

    Pembahasan:

    Konfigurasi elektron untuk :

    18Ar : 2, 8, 8

    54Xe : 2, 8, 18, 18, 8

    Berdasarkan konfigurasi elektron di atas dapat disimpulkan bahwa Ar dan Xe memiliki elektron valensi yang sama yakni 8. Hal ini juga menunjukkan bahwa Ar dan Xe terletak pada golongan yang sama yakni golongan VIIIA atau disebut juga golongan gas mulia.


    H. G. Moseley, mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.

    • Baris-baris horizontal (dari kiri ke kanan) disebut periode. Unsur yang jumlah kulitnya sama, terletak pada periode yang sama.
    • Baris-baris vertikal (dari atas ke bawah) disebut golongan. Unsur yang struktur elektron terluarnya (elektron valensi) sama terletak pada golongan yang sama.
  • Pilgan
    0

    Struktur elektron dari suatu atom unsur sebagai berikut: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

    Unsur tersebut terletak pada golongan dan periode ....

    A

    VIA dan 4

    B

    VIIIA dan 2

    C

    VA dan 2

    D

    VIIIA dan 3

    E

    VIA dan 3

    Pembahasan:

    Penentuan Periode dan Golongan Berdasarkan Konfigurasi Subkulit

    Sistem periodik modern disusun berdasarkan konfigurasi elektron (nomor atom) yang dituangkan dalam bentuk tabel. Tabel periodik terdiri atas baris dan kolom. Baris disebut dengan periode, sedangkan kolom disebut golongan. Unsur yang jumlah kulitnya sama diletakkan pada periode yang sama.


    Untuk konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 ⟶ Berakhir di subkulit p ⟶ Unsur golongan utama (A).

    Unsur utama (A) adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. Struktur elektron valensi golongan utama.

    nsx atau ns2 npy

    n = periode

    x = nomor golongan atau 2 + y = nomor golongan

    Elektron valensinya: 3s2 3p6

    ⟶ jumlah elektron valensi = 2 + 6 = 8 ⟶ golongan VIIIA.

    jumlah kulit = periode = 3

    Jadi, unsur pada soal terletak pada golongan VIIIA dan periode 3.

  • Pilgan
    0

    Berikut ini tabel pengisian elektron dalam orbital.

    1) [Ar]

    2) [Ar]

    3) [Ar]

    4) [Ar]

    Pengisian elektron yang sesuai dengan prinsip Aufbau dan aturan Hund adalah ....

    A

    2) dan 4)

    B

    2) dan 3)

    C

    1) dan 2)

    D

    3) dan 4)

    E

    1) dan 3)

    Pembahasan:

    TEORI ATOM MODERN / TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM

    Menurut Teori Atom Mekanika Kuantum (Teori Atom Modern), suatu kulit (tingkat energi) terdiri dari subkulit-subkulit (sub tingkat energi) dan suatu subkulit terdiri dari orbital.

    1. Subkulit s memiliki 1 orbital ⟶ maksimum ditempati 2 elektron
    2. Subkulit p memiliki 3 orbital ⟶ maksimum ditempati 6 elektron
    3. Subkulit d memiliki 5 orbital ⟶ maksimum ditempati 10 elektron
    4. Subkulit f memiliki 7 orbital ⟶ maksimum ditempati 14 elektron

    Pengisian elektron ke dalam subkulit mengikuti prinsip Aufbau, yakni elektron-elektron mengisi subkulit mulai dari yang berenergi rendah ke subkulit yang berenergi lebih tinggi, menurut bagan sebagai berikut:


    Urutan pengisian elektron menurut prinsip Aufbau:

    1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s ...dst

    Untuk mempermudah menghafal urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau, maka dapat dibuat jembatan keledainya sebagai berikut:

    saya suka pisang suka pisang suka dengan pisang suka dengan pisang suka feeling donat pisang suka feeling donat pisang sekali

    Huruf depan dari setiap kata merepresentasikan subkulit s, p, d dan f.


    Aturan Hund

    Pada tahun 1927, Friedrich Hund menyatakan aturan untuk menggambarkan arah rotasi elektron. Aturan ini dikenal sebagai aturan Hund yang berbunyi:

    "Elektron-elektron yang berada di suatu orbital akan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar. Setelah itu, elektron-elektron lainnya menempati orbital tersebut dengan arah rotasi yang berlawanan".


    1) [Ar] Mengikuti aturan Hund

    • Konfigurasi e- = [Ar] 4s1 3d10 Mengikuti prinsip Aufbau dan prinsip pengisian orbital d

    Pada pengisian elektron subkulit d cenderung penuh (berisi 10 elektron) atau setengah penuh (berisi 5 elektron), sehingga dalam atom dengan struktur ns2 (n-1)d9 akan berubah menjadi ns1 (n-1)d10.


    2) [Ar] Mengikuti aturan Hund

    • Konfigurasi e- = [Ar] 4s1 3d6Tidak mengikuti prinsip Aufbau. Harusnya kulit s diisi penuh terlebih dahulu, baru kemudian elektron diisikan pada subkulit d. Konfigurasi yang benar adalah 4s2 3d5.


    3) [Ar] Mengikuti aturan Hund

    • Konfigurasi e- = [Ar] 4s2 3d6Mengikuti prinsip Aufbau.


    4) [Ar] Tidak mengikuti aturan Hund. Pada orbital di subkulit d, pengisian elektron harusnya dimulai dengan menempati orbital yang kosong dengan arah rotasi sejajar (ke atas) bila sudah tidak ada orbital kosong kemudian dilanjutkan dengan pengisian elektron arah rotasi berlawanan (ke bawah). Pengisian elektron ini dimulai dari orbital dengan energi paling rendah (paling kiri) terlebih dahulu.


    Jadi, pengisian elektron yang sesuai dengan prinsip Aufbau dan aturan Hund adalah 1) dan 3).


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.