Latihan Kimia Kelas XII Berbagai Unsur Periode Ketiga
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 6
2. 3
3. 3
4. 2
5. 1
6+. 0
  • Pilgan

    Senyawa belerang yang menjadi salah satu penyebab terjadinya hujan asam adalah ....

    A

    H2S

    B

    K2SO4

    C

    SO2

    D

    Na2SO4

    E

    H2SO3

    Pembahasan:

    Hujan asam adalah suatu fenomena alam yang diakibatkan oleh pencemaran udara, di mana sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) merupakan senyawa kimia utama yang menyebabkan terbentuknya hujan asam. Aktivitas vulkanik dari gunung berapi, asap pabrik, kendaraan bermotor, pembangkit listrik tenaga batu bara, serta pembakaran minyak bumi adalah beberapa contoh aktivitas yang dapat melepaskan SO2 dan NOx ke udara.

    Hujan asam memiliki beberapa dampak negatif, sepertinya munculnya penyakit asma dan bronkitis. Dampak negatif lain dari adanya hujan asam adalah munculnya kerusakan hutan, merusak ekosistem perairan, serta timbulnya kerusakan bangunan akibat terjadinya korosi.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!

    1. Tubuh dapat mengalami keracunan akut akibat terpapar fosfor putih.
    2. Pemanfaatan natrium tripolifosfat dapat menyebabkan tumbuhnya gulma yang tidak terkendali.
    3. Penggunaan pupuk fosfat berlebihan dapat mengakibatkan rusaknya tekstur tanah.

    Dampak negatif dari penggunaan fosfor dan senyawa fosfat yang benar ditunjuk oleh nomor ....

    A

    1, 2, dan 3

    B

    2 dan 3

    C

    1

    D

    3

    E

    1 dan 3

    Pembahasan:

    Dampak negatif pemanfaatan fosfor dan senyawa fosfat adalah sebagai berikut.

    1. Fosfor putih bersifat racun, di mana ketika zat ini terpapar pada tubuh, dapat menyebabkan keracunan akut.
    2. Penggunaan natrium tripolifosfat pada deterjen dapat menyebabkan tumbuhnya gulma yang tidak terkendali.
    3. Pemanfaatan pupuk fosfat secara berlebihan dapat mengakibatkan rusaknya tekstur tanah, yang dalam jangka panjang dapat membuat tanah menjadi keras dan tidak produktif.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah 1, 2, dan 3.

  • Pilgan

    Unsur periode ketiga yang dapat membentuk senyawa hidrida adalah ....

    A

    Ar

    B

    P

    C

    Na

    D

    Si

    E

    S

    Pembahasan:

    Senyawa hidrida terbentuk ketika logam alkali (L) bereaksi dengan gas hidrogen. Hidrogen pada hidrida memiliki bilangan oksidasi yang tidak umum, yakni 1-1. Unsur pada periode ketiga yang tergolong logam alkali adalah Na.

    2L(s) + H2(g) \longrightarrow 2LH(s)

  • Pilgan

    Konfigurasi elektron yang menyatakan atom dari unsur periode ketiga adalah ....

    A

    [He] 3s2 3p4

    B

    [Ne] 3d2

    C

    [Ne] 3s2 3p1

    D

    [Ar] 4s2 3d5

    E

    [He] 3s2 3p1

    Pembahasan:

    Konfigurasi elektron untuk unsur periode ketiga ditandai dengan subkulit 3s ataupun 3p sebagai subkulit terluar. Unsur periode ketiga dimulai dari nomor atom 11 sampai 18, sehingga konfigurasi yang mungkin adalah = [Ne] 3s2 3p1.

    Meskipun memiliki 12 elektron, konfigurasi [Ne] 3d2 tidaklah tepat, karena tidak sesuai dengan aturan Aufbau, dimana pengisian elektron dimulai pada subkulit dengan tingkat energi terendah. Subkulit 3s memiliki tingkat energi lebih rendah dari 3d, sehingga elektron harus diisi terlebih dahulu pada subkulit 3s.

  • Pilgan

    Berikut yang bukan merupakan oksida unsur periode ketiga adalah ....

    A

    Na2O

    B

    Al2O3

    C

    SO3

    D

    SiO3

    E

    SO2

    Pembahasan:

    Unsur-unsur pada periode ketiga (kecuali argon) dapat bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa oksida. Oksida natrium (Na2O), magnesium (MgO) dan aluminium (Al2O3) adalah struktur ionik, sedangkan oksida fosfor (P4O6, P4O10), silikon (SiO2), belerang (SO2, SO3) dan klorin (Cl2O7) membentuk struktur kovalen sederhana.

    Jadi, yang bukan oksida unsur periode ketiga adalah SiO3.

  • Pilgan

    Urutan yang tepat berdasarkan nilai afinitas elektronnya adalah ....

    A

    S < P < Si

    B

    Si < P < S

    C

    P < S < Si

    D

    P < Si < S

    E

    S < Si < P

    Pembahasan:

    Afinitas elektron adalah energi yang dibutuhkan oleh suatu atom ataupun ion dalam proses penangkapan elektron dari luar dalam keadaan gas. Elektron akan semakin mudah ditangkap ketika energi yang dilibatkan menjadi semakin besar. Afinitas elektron berhubungan dengan ukuran atom tersebut. Semakin kecil ukuran atom, maka elektron akan semakin mudah ditangkap, karena elektron yang ditangkap akan berada lebih dekat dengan inti atom. Ini berarti, dalam satu periode, afinitas elektron cenderung bertambah dari kiri ke kanan. Semakin negatif nilai afinitas elektron suatu unsur, maka semakin mudah pula unsur tersebut untuk menangkap elektron. Unsur dengan nilai afinitas elektron paling negatif dianggap sebagai unsur dengan afinitas elektron terkuat.

    Pada opsi jawaban, terlihat ada 3 unsur pada periode ketiga, yakni Si (silikon), P (fosfor), dan S (belerang). Sesuai dengan penjelasan di atas, maka unsur yang paling mudah menangkap elektron adalah S, lalu diikuti oleh P dan Si.

    Afinitas Elektron | Ilmu Kimia | Artikel dan Materi Kimia

    sumber: ilmukimia.org

    Akan tetapi, ini tidaklah sesuai dengan fakta yang ada (lihat grafik di atas). Faktanya, nilai afinitas elektron dari unsur P lebih positif dari afinitas elektron Si. Ini terjadi karena konfigurasi elektron P lebih stabil dibanding Si, sehingga unsur P lebih sulit menangkap elektron.

    Si: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2 (konfigurasi orbital 3p kurang stabil).

    P: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 (konfigurasi lebih stabil, karena orbital 3p terisi setengah penuh).

    Jadi, jawaban yang tepat adalah S < Si < P.

  • Pilgan

    Ketika dilarutkan ke dalam larutan basa kuat, logam aluminium akan membentuk ....

    A

    Al2O3

    B

    Al(OH)3

    C

    Al2(SO4)3

    D

    Al3+

    E

    Al(OH)4-

    Pembahasan:

    Aluminium termasuk sebagai unsur logam. Ketiga unsur logam dalam periode ketiga (Na, Mg, Al) dapat larut dalam asam, membentuk kation tunggalnya. Selain larut dalam asam, aluminium juga dapat larut dalam larutan basa, membentuk anion Al(OH)4- dan gas hidrogen, sesuai dengan reaksi di bawah ini.

    2Al(s) + 2OH-(aq) + 6H2O(l) \rightarrow 2Al(OH)4-(aq) + 3H2(g)

  • Pilgan

    Ketika dilarutkan dalam asam, logam natrium akan larut dan membentuk ....

    A

    NaOH

    B

    Na2O

    C

    Na+

    D

    NaH

    E

    Na2+

    Pembahasan:

    Natrium termasuk dalam unsur periode ketiga yang tergolong sebagai logam. Ketika dilarutkan dalam asam, natrium, magnesium, dan aluminium akan membentuk kation tunggal dan melepaskan gas H2 sesuai dengan reaksi di bawah ini.

    2Na(s) + 2H+(aq) \rightarrow 2Na+(aq) + H2(g)

    Mg(s) + 2H+ (aq) \rightarrow Mg2+(aq) + H2(g)

    2Al(s) + 6H+(aq) \rightarrow 2Al3+(aq) + 3H2(g)

    Jadi, ketika dilarutkan dalam asam, logam natrium akan larut dan membentuk Na+.

  • Pilgan

    Asam sulfat memiliki manfaat yang sangat luas. Kegunaan asam sulfat yang tidak tepat adalah ....

    A

    pelarut lignin dalam industri pengolahan kertas

    B

    cairan pengisi aki

    C

    bahan aditif pada bensin

    D

    bahan baku pembuatan amonium sulfat

    E

    katalis reaksi esterifikasi

    Pembahasan:

    Asam sulfat adalah salah satu senyawa belerang yang sangat luas pemanfaatannya. Berikut beberapa manfaat dari asam sulfat.

    • Pelarut lignin dalam industri pengolahan kertas
    • Bahan baku pembuatan pupuk amonium sulfat
    • Katalis reaksi esterifikasi untuk membuat biodiesel
    • Regenerasi kation pada resin.
    • Pengatur keasaman pada proses water treatment
    • Cairan pengisi aki (elektrolit)

    Jadi, yang bukan kegunaan asam sulfat adalah bahan aditif pada bensin.

  • Pilgan

    Unsur-unsur pada periode ketiga dapat membentuk senyawaan hidroksida, M(OH)x, dimana M = unsur periode ketiga. Akan tetapi, ada beberapa senyawa hidroksida yang tidak stabil, karena melepas molekul ....

    A

    O2

    B

    H2

    C

    H2SO4

    D

    Cl2

    E

    H2O

    Pembahasan:

    Hidroksida unsur periode ketiga dapat dinyatakan sebagai unsur M(OH)x, dimana M adalah unsur periode ketiga (kecuali argon) dan \text{}x = nomor golongan. Namun, Si(OH)4, P(OH)5, S(OH)6, dan Cl(OH)7 tidaklah stabil, karena dapat terurai dan melepaskan molekul air. Salah satunya terlihat dari reaksi berikut ini.

    P(OH)5 \rightarrow H3PO4 + H2O

    Sifat hidroksida unsur periode ketiga bergantung pada perbedaan keelektronegatifan dari unsur periode ketiga dengan oksigen. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan, maka ikatan M-O bersifat ionik dan hidroksidanya bersifat basa, sehingga dalam air akan melepaskan ion OH-.

    Jika perbedaan keelektronegatifan semakin kecil, maka ikatan M-O akan bersifat kovalen dan tidak dapat lagi melepas OH-. Karena ikatan O-H bersifat polar, maka ikatan itu dapat mengalami hidrolisis, sehingga dalam air akan melepas ion H+ dan larutannya bersifat asam.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.