Latihan Kimia Kelas XI Sifat-Sifat Koloid
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
  • Pilgan
    0

    Mengapa agar-agar mampu mengadsorpsi mediumnya sedangkan mayones tidak?

    A

    Penambahan larutan elektrolit akan menggumpalkan agar-agar sehingga lebih mudah larut.

    B

    Terdapat ikatan kovalen yang menyebabkan sifat adsorpsi agar-agar tinggi.

    C

    Terdapat gugus ionik atau gugus polar pada agar-agar yang tidak dimiliki mayones.

    D

    Kelarutan agar-agar pada mediumnya lebih rendah dibanding mayones.

    E

    Pada konsentrasi yang tinggi, kestabilan agar-agar lebih rendah dibanding mayones.

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
    5. Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.


    Koloid yang memiliki medium pendispersi cair dapat dibedakan menjadi koloid liofil dan liofob.

    • Koloid liofil adalah koloid yang memiliki gaya tarik-menarik yang cukup besar antara zat terdispersi dan medium pendispersinya.
    • Koloid liofob adalah koloid yang gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dan medium pendispersinya sangat lemah atau bahkan tidak ada.

    Jika medium pendispersinya adalah air, kedua jenis koloid di atas disebut dengan koloid hidrofil dan koloid hidrofob.

    • Contoh dari koloid hidrofil adalah agar-agar, kanji, dan gelatin.
    • Contoh dari koloid hidrofob adalah mayones, sol belerang, dan susu.

    Agar-agar lebih mudah menyerap atau mengadsoprsi medium dispersinya (air) karena agar-agar merupakan koloid hidrofil di mana koloid jenis ini memiliki gugus ionik atau gugus polar di permukaannya. Gugus polar ini dapat berinteraksi sangat baik dengan air karena air termasuk senyawa polar. Sedangkan mayones termasuk koloid hidrofob di mana tidak terdapat gugus polar yang mampu berinteraksi dengan air (senyawa polar).

    Jadi agar-agar mampu mengadsorpsi mediumnya sedangkan mayones tidak, sebab terdapat gugus ionik atau gugus polar pada agar-agar yang tidak dimiliki mayones.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

    1. Bersifat reversibel.
    2. Efek Tyndall lemah.
    3. Mampu mengadsorpsi mediumnya.
    4. Mudah mengalami penggumpalan.
    5. Hanya stabil pada konsentrasi kecil.

    Dari pernyataan di atas, sifat dari sol belerang adalah ....

    A

    4 dan 5

    B

    1 dan 2

    C

    2 dan 5

    D

    1 dan 3

    E

    2 dan 4

    Pembahasan:

    Koloid merupakan suatu bentuk campuran yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen karena dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Koloid yang memiliki medium pendispersi cair dapat dibedakan menjadi koloid liofil dan liofob.

    • Koloid liofil adalah koloid yang memiliki gaya tarik-menarik yang cukup besar antara zat terdispersi dan medium pendispersinya.
    • Koloid liofob adalah koloid yang gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dan medium pendispersinya sangat lemah atau bahkan tidak ada.

    Jika medium pendispersinya adalah air, kedua jenis koloid di atas disebut dengan koloid hidrofil dan koloid hidrofob.

    • Contoh dari koloid hidrofil adalah agar-agar, kanji, dan gelatin.
    • Contoh dari koloid hidrofob adalah mayones, sol belerang, sol sulfida, dan susu.

    Sifat dari koloid hidrofil

    • Mengadsorpsi mediumnya (air).
    • Stabil pada konsentrasi kecil maupun besar.
    • Tidak mudah menggumpal pada penambahan elektrolit.
    • Bersifat reversibel (jika menggumpal mudah untuk dijadikan koloid lagi).
    • Efek Tyndall lemah.

    Sifat dari koloid hidrofob

    • Tidak mengadsorpsi mediumnya (air).
    • Hanya stabil pada konsentrasi kecil.
    • Mudah menggumpal pada penambahan elektrolit.
    • Bersifat ireversibel (jika menggumpal sulit untuk dijadikan koloid lagi).
    • Efek Tyndall lebih jelas.

    Karena sol belerang termasuk koloid hidrofob, maka pernyataan yang menunjukkan sifat dari sol belerang yang benar adalah 4 dan 5.

  • Pilgan

    Koloid berikut tidak mudah mengalami penggumpalan jika ditambahkan larutan elektrolit, yaitu ....

    A

    mayones

    B

    sol sulfida

    C

    kanji

    D

    susu

    E

    sol belerang

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Koloid yang memiliki medium pendispersi cair dapat dibedakan menjadi koloid liofil dan liofob.

    • Koloid liofil adalah koloid yang memiliki gaya tarik-menarik yang cukup besar antara zat terdispersi dan medium pendispersinya.
    • Koloid liofob adalah koloid yang gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dan medium pendispersinya sangat lemah atau bahkan tidak ada.

    Jika medium pendispersinya adalah air, kedua jenis koloid di atas disebut dengan koloid hidrofil dan koloid hidrofob.

    • Contoh dari koloid hidrofil adalah agar-agar, kanji, dan gelatin.
    • Contoh dari koloid hidrofob adalah mayones, sol belerang, sol sulfida, dan susu.

    Koloid hidrofil memiliki gugus ionik atau gugus polar di permukaannya sehingga mampu berinteraksi sangat baik dengan air (air termasuk senyawa polar). Interaksi yang kuat dengan medium dispersi/air akan menyebabkan larutan elektrolit sulit menggumpalkan koloid jenis ini. Sebaliknya, koloid hidrofob akan sangat mudah menggumpal dengan penambahan larutan elektrolit.

    Jadi koloid yang tidak mudah mengalami penggumpalan jika ditambahkan elektrolit adalah kanji.

  • Pilgan

    Penghamburan cahaya pada koloid dapat terjadi sedangkan pada larutan tidak terjadi. Hal ini disebabkan ....

    A

    koloid lebih stabil dibanding larutan

    B

    ukuran partikel koloid lebih kecil dibanding partikel pada larutan

    C

    koloid mengalami sedimentasi sedangkan larutan tidak

    D

    ukuran partikel koloid lebih besar dibanding partikel pada larutan

    E

    koloid dan larutan sama-sama mengalami sedimentasi

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
    5. Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.


    Penghamburan cahaya pada koloid dapat terjadi sedangkan pada larutan tidak terjadi. Hal ini disebabkan ukuran partikel pada koloid lebih besar (1 nm - 100 nm) dibandingkan ukuran partikel pada larutan (kurang dari 1 nm). Partikel pada larutan berukuran kecil sehingga hamburan yang terjadi sangat sedikit dan sulit diamati sedangkan hamburan pada koloid banyak dan lebih mudah diamati.

    Jadi penghamburan cahaya pada koloid dapat terjadi sedangkan pada larutan tidak terjadi karena ukuran partikel pada koloid lebih besar dibanding partikel pada larutan.

  • Pilgan

    Ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid dapat dihilangkan dengan proses ....

    A

    elektrolisis

    B

    adsorpsi

    C

    dialisis

    D

    elektroforesis

    E

    koagulasi

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
    5. Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.


    Dialisis adalah proses perpindahan molekul terlarut dalam suatu pelarut karena difusi melalui membran semipermeabel. Proses ini dapat dimanfaatkan untuk memisahkan ion-ion yang mengganggu kestabilan dari sistem koloid. Cara kerjanya yaitu sistem koloid dimasukkan ke dalam kantong koloid (selaput semipermeabel). Kemudian kantong koloid ini dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air mengalir. Ion-ion akan keluar dari kantong tersebut sedangkan koloid yang memiliki ukuran partikel lebih besar tertahan di dalam kantong koloid.

    sumber: slideshare.net

    Jadi ion-ion yang dapat mengganggu kestabilan koloid dapat dihilangkan dengan proses dialisis.

  • Pilgan

    Pada suatu kesempatan, Dean mencoba mencampurkan air dengan susu. Ternyata campuran tersebut tidak mengalami sedimentasi meskipun didiamkan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan fenomena ini, Dean dapat menyimpulkan bahwa campuran tersebut memiliki sifat ....

    A

    elektroforesis

    B

    gerak Brown

    C

    koagulasi

    D

    osmosis

    E

    efek Tyndall

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.

    Susu yang dicampurkan dengan air akan membentuk sistem koloid. Ketika didiamkan, sistem ini tidak mengalami sedimentasi (pengendapan) karena adanya gerak Brown. Gerakan zig-zag yang terus-menerus ini membuat partikel koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi sehingga mencegah terjadinya pengendapan.

    Jadi berdasarkan fenomena ini, Dean dapat menyimpulkan bahwa campuran tersebut memiliki sifat gerak Brown.


    *Osmosis adalah perpindahan molekul pelarut melalui selaput semipermeabel dari bagian yang memiliki konsentrasi rendah ke bagian yang memiliki konsentrasi tinggi.

  • Pilgan

    Pengoperasian pabrik-pabrik besar di ibukota menyisakan asap dan debu yang sangat berbahaya. Karena semakin hari semakin meresahkan, para aktivis lingkungan bekerja sama untuk mencegah terjadinya polusi udara dengan memanfaatkan sifat dari koloid.

    Sifat koloid yang sesuai untuk tujuan tersebut adalah ....

    A

    adsorpsi

    B

    osmosis

    C

    koagulasi

    D

    efek Tyndall

    E

    gerak Brown

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
    5. Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.


    Pencegahan polusi udara dapat dilakukan dengan menggumpalkan asap dan debu yang dihasilkan menggunakan alat koagulasi listrik. Asap dan debu adalah sistem koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi gas. Alat ini memanfaatkan sifat koagulasi (penggumpalan) dari koloid.

    Gambar alat koagulasi listrik

    Sumber: Baig, K. Shahzad & Yousaf, Muhammad. (2017). Coal Fired Power Plants: Emission Problems and Controlling Techniques. Journal of Earth Science & Climatic Change. 08. 10.4172/2157-7617.1000404. 

    • Inlet gases from boiler: gas yang masih mengandung asap dan debu.
    • Dust outlet: bagian untuk mengeluarkan debu yang telah digumpalkan.
    • Dust collection: tempat pengumpulan debu yang telah digumpalkan.
    • Filter bags: alat penyaringan untuk memisahkan asap dan debu dari gas bersih.
    • Outlet clean gases: gas yang telah disaring dan bebas dari pengotor (asap dan debu).

    Cara kerja alat koagulasi listrik adalah sebagai berikut.

    1. Asap pabrik dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi.
    2. Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara.
    3. Ion-ion tersebut kemudian diserap oleh partikel asap dan menjadi bermuatan (sifat adsorpsi koloid yang mengikat zat pada permukaannya, termasuk ion).
    4. Partikel asap yang bermuatan tersebut akan tertarik pada elektrode dan menggumpal.

    Jadi sifat koloid yang sesuai untuk mencegah polusi udara adalah sifat koagulasi (penggumpalan).

  • Pilgan

    Perhatikan bahan makanan berikut!

    1) Santan

    2) Sirup

    3) Air kopi

    4) Air gula

    5) Air susu

    Jika bahan makanan di atas dikenai cahaya, maka penghamburan cahaya akan terjadi pada ....

    A

    2) dan 3)

    B

    4) dan 5)

    C

    1) dan 2)

    D

    3) dan 5)

    E

    3) dan 4)

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.


    Bahan makanan yang akan mengalami penghamburan cahaya adalah bahan makanan yang termasuk jenis koloid atau suspensi karena keduanya memiliki ukuran partikel yang besar.

    1) Santan adalah koloid (fase terdispersi cair dan medium pendispersi cair) sehingga dapat menghamburkan cahaya.

    2) Sirup adalah larutan (ukuran partikel sangat kecil) sehingga tidak dapat menghamburkan cahaya.

    3) Air kopi adalah suspensi (ukuran partikelnya besar) sehingga dapat menghamburkan cahaya.

    4) Air gula adalah larutan (ukuran partikel sangat kecil) sehingga tidak dapat menghamburkan cahaya.

    5) Air susu adalah koloid (fase terdispersi cair dan medium pendispersi cair) sehingga dapat menghamburkan cahaya.

    Jadi bahan makanan yang akan mengalami penghamburan cahaya adalah 3) dan 5).

  • Pilgan

    Dialisis merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menghilangkan ion-ion pengganggu dalam suatu koloid. Pemanfaatan teknik ini dalam dunia medis sangat penting yaitu untuk tujuan pembersihan atau cuci darah. Prinsip kerja dari mesin dialisis adalah ....

    A

    peningkatan kelarutan zat-zat dalam darah

    B

    penambahan kandungan urea dalam darah

    C

    penurunan tingkat kekentalan darah

    D

    pemisahan ion pengganggu dari sistem darah

    E

    penambahan ion-ion elektrolit ke dalam darah

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
    5. Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.

    Dialisis adalah proses perpindahan molekul terlarut dalam suatu pelarut karena difusi melalui membran semipermeabel. Dialisis ini dapat digunakan untuk proses cuci darah yaitu memisahkan ion-ion pengganggu dari darah (koloid).

    Cara kerjanya yaitu darah akan dialirkan ke mesin dialisis yang di dalamnya terdapat selaput semipermeabel. Ion-ion pengganggu akan melewati (lolos) dari membran sehingga terpisah dari darah dan dibuang. Darah yang memiliki ukuran partikel lebih besar tidak akan melewati selaput semipermeabel dan dipompa kembali ke dalam tubuh.

    Jadi prinsip kerja dari mesin dialisis adalah pemisahan ion pengganggu dari sistem darah.

  • Pilgan

    Beberapa produk industri merupakan sistem koloid yang perlu dijaga kestabilannya agar tidak rusak. Proses ini memanfaatkan koloid lain untuk menjaga agar produk tersebut tidak menggumpal. Produk industri berikut yang tidak memanfaatkan prinsip tersebut adalah ....

    A

    es krim

    B

    semir

    C

    cat

    D

    tawas

    E

    tinta

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen yang dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen.

    Sifat-sifat koloid sebagai berikut.

    1. Efek Tyndall: penghamburan berkas sinar oleh sistem koloid.
    2. Elektroforesis: partikel koloid memiliki muatan sehingga dapat bergerak dalam medan listrik.
    3. Koagulasi: penggumpalan pada sistem koloid yang dapat disebabkan oleh penambahan larutan elektrolit.
    4. Gerak Brown: partikel koloid yang bergerak terus-menerus dengan gerakan patah-patah atau zig-zag.
    5. Adsorpsi: kemampuan koloid untuk menyerap berbagai macam zat pada permukaannya.

    Penggunaan koloid lain untuk mempertahankan suatu sistem koloid agar tidak menggumpal atau mengelompok kembali disebut dengan koloid pelindung. Prinsip kerja dari koloid pelindung adalah membungkus partikel terdispersi sehingga tidak dapat lagi mengelompok.

    Produk yang menggunakan prinsip ini:

    1. Es krim menggunakan koloid pelindung gelatin.
    2. Cat menggunakan koloid pelindung silikon atau minyak silikon.
    3. Semir menggunakan koloid pelindung gum arab.
    4. Tinta menggunakan koloid pelindung silikon atau minyak silikon.

    Tawas bukan termasuk produk yang menggunakan prinsip koloid pelindung.

    Jadi produk industri yang tidak memanfaatkan prinsip koloid pelindung adalah tawas.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.