Latihan Kimia Kelas XII Berbagai Unsur Golongan Utama
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 6
2. 2
3. 2
4. 1
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan tabel unsur logam alkali berikut!

    Berdasarkan ciri-ciri pada tabel di atas, urutan kenaikan jari-jari atom yang benar adalah ....

    A

    >> E >> D >> C >> B >> A

    B

    >> E >> C >> D >> B >> A

    C

    >> B >> C >> D >> E >> F

    D

    >> C >> D >> F >> E >> B

    E

    >> F >> C >> D >> B >> E

    Pembahasan:

    Logam alkali adalah logam yang berada pada golongan IA.

    Yang termasuk logam alkali adalah (dalam satu golongan dari atas ke bawah):

    1. Li (Litium)
    2. Na (Natrium)
    3. K (Kalium)
    4. Rb (Rubidium)
    5. Cs (Cesium)
    6. Fr (Fransium)

    Sifat dari logam alkali adalah sebagai berikut.

    1. Logam yang paling reaktif karena energi ionisasinya rendah, sehingga mudah melepas elektronnya
    2. Termasuk logam lunak (mudah diiris dengan pisau) dengan massa jenis yang rendah (dapat mengapung di air)
    3. Daya hantar listrik dan panas baik
    4. Memiliki elektron valensi 1 (ns1)
    5. Mampu bereaksi hebat dengan halogen membentuk garam halida
    6. Logam Li, Na, dan K berwarna putih mengilap, sedangkan logam Cs berwarna kuning keemasan


    Analisis karakteristik unsur.

    Dalam satu golongan, semakin ke bawah maka jari-jari atom akan semakin besar sehingga urutan kenaikan jari-jari atom yang benar adalah Li >> Na >> K >> Rb >> Cs >> Fr atau A >> C >> D >> F >> E >> B.

  • Pilgan

    Suatu unsur halogen Y memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

    (1) Dapat membentuk asam lemah HY

    (2) Memiliki kemampuan menarik elektron yang tinggi

    (3) Dapat membentuk unsur diatom

    (4) Mampu membentuk ikatan hidrogen

    Apabila unsur Y yang berikatan dengan logam alkali (M) direaksikan dengan unsur diatom dari unsur klorin, produk yang dapat diperoleh adalah ....

    A

    tidak ada

    B

    X2 dan Y2

    C

    Y2 saja

    D

    X2 dan MX

    E

    Y2 dan MX

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen (dari atas ke bawah dalam satu golongan):

    • F (Fluorin)
    • Cl (Klorin)
    • Br (Bromin)
    • I (Iodin)
    • At (Astatin)


    Suatu unsur halogen Y memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

    (1) Dapat membentuk asam lemah HY

    Asam yang berasal dari unsur halogen disebut asam halida. Satu-satunya asam halida yang termasuk asam lemah adalah HF.

    (2) Memiliki kemampuan menarik elektron yang tinggi

    Unsur F merupakan unsur dengan keelektronegatifan tertinggi atau memiliki kemampuan menarik elektron yang tinggi jika membentuk ikatan.

    (3) Dapat membentuk unsur diatom

    Unsur F dalam keadaan bebas berbentuk unsur diatom, yaitu F2.

    (4) Mampu membentuk ikatan hidrogen

    Ikatan hidrogen adalah ikatan antarmolekul yang terdiri dari atom H yang berikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif, seperti F, O, dan N. Unsur F dapat membentuk ikatan hidrogen ketika membentuk molekul HF.

    Maka jelas bahwa unsur halogen Y yang dimaksud adalah unsur F.


    Unsur F jika berikatan dengan logam alkali akan membentuk garam halida dengan rumus molekul MF (M adalah kode untuk logam alkali).

    Garam halida jika direaksikan dengan unsur diatom dari klorin (Cl2), maka:

    MF ++ Cl2 \longrightarrow tidak dapat bereaksi

    Potensial reduksi Cl2 lebih rendah dari F2 sehingga Cl2 tidak dapat mendesak F2. Akibatnya, tidak terjadi reaksi apapun dan tidak terbentuk produk apapun.

    Jadi apabila unsur Y yang berikatan dengan logam alkali (M) direaksikan dengan unsur diatom dari unsur klorin, produk yang dapat diperoleh adalah tidak ada.

  • Pilgan

    Logam alkali yang terletak pada periode 3 mampu berikatan dengan unsur halogen dengan cara melepas elektron. Ion yang terbentuk adalah ... yang berasal dari hasil pelepasan elektron pada subkulit ....

    A

    K, 4s

    B

    Na-, 2s

    C

    Na, 3s

    D

    Na+, 3s

    E

    K+, 3s

    Pembahasan:

    Logam alkali adalah logam yang berada pada golongan IA.

    Yang termasuk logam alkali adalah (dalam satu golongan dari atas ke bawah):

    1. Li (Litium)
    2. Na (Natrium)
    3. K (Kalium)
    4. Rb (Rubidium)
    5. Cs (Cesium)
    6. Fr (Fransium)


    Logam alkali periode 3 adalah Natrium (Na) dengan nomor atom 11.

    Untuk berikatan dengan unsur halogen, natrium akan melepas 1 elektron dan membentuk ion Na+.

    Konfigurasi unsur natrium adalah sebagai berikut.

    11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1

    Konfigurasi ion natrium adalah sebagai berikut.

    11Na+ : 1s2 2s2 2p6

    Maka ion yang terbentuk adalah Na+ yang berasal dari hasil pelepasan elektron pada subkulit 3s.

  • Pilgan

    Logam alkali tanah memiliki elektron valensi 2 sehingga logam ini akan cenderung melepas dua elektron untuk mencapai kestabilan. Energi untuk mencapai kestabilan logam alkali tanah akan lebih besar dibanding logam alkali. Hal ini disebabkan oleh ....

    A

    jumlah elektron yang harus dilepas logam alkali lebih sedikit

    B

    logam alkali lebih ringan dibanding logam alkali tanah

    C

    logam alkali tidak perlu melepaskan elektron

    D

    jumlah elektron yang harus dilepas logam alkali lebih banyak

    E

    pelepasan elektron kedua dari logam alkali tanah sangat sulit

    Pembahasan:

    Logam alkali tanah adalah logam yang berada pada golongan IIA.

    Yang termasuk logam alkali tanah adalah:

    1. Be (Berilium)
    2. Mg (Magnesium)
    3. Ca (Kalsium)
    4. Sr (Stronsium)
    5. Ba (Barium)
    6. Ra (Radium)

    Perbedaan utama antara logam alkali dan alkali tanah adalah konfigurasi dari elektronnya. Hasil konfigurasi menunjukan bahwa logam alkali memiliki satu elektron pada kulit terluar sedangkan alkali tanah memiliki dua elektron di kulit terluar. Untuk mencapai kestabilan yaitu konfigurasi seperti gas mulia, logam alkali harus melepas satu elektron (tidak berpasangan), sedangkan logam alkali tanah harus melepas dua elektron (berpasangan). Energi ionisasi atau energi untuk mencapai kestabilan pada alkali lebih rendah sebab hanya perlu melepas satu elektron tak berpasangan, sedangkan pada alkali tanah perlu melepas elektron satu per satu dari dua elektron yang berpasangan.


    Sehingga energi untuk mencapai kestabilan logam alkali tanah akan lebih besar dibanding logam alkali sebab jumlah elektron yang harus dilepas logam alkali lebih sedikit.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Senyawa di atas merupakan hasil reaksi antarunsur dalam golongan halogen. Jika bola berwarna ungu adalah X dan bola berwarna hijau adalah Y, bagaimanakah perbandingan keelektronegatifan X dan Y?

    A

    Kelektronegatifan X sama dengan Y.

    B

    Kelektronegatifan X sepertiga dari Y.

    C

    Kelektronegatifan X lebih besar dari Y.

    D

    Kelektronegatifan X lebih kecil dari Y.

    E

    Kelektronegatifan X tiga kali dari Y.

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen:

    1. F (Fluorin)
    2. Cl (Klorin)
    3. Br (Bromin)
    4. I (Iodin)
    5. At (Astatin)

    Unsur-unsur pada golongan halogen dapat membentuk ikatan antarhalogen sendiri dengan rumus senyawa XYm. Unsur X lebih kecil keelektronegatifannya dibanding Y dan m adalah bilangan ganjil.

    X2 + mY2 \longrightarrow 2XYm

    Keelektronegatifan unsur pada golongan halogen adalah F >> Cl >> Br >> I.

    Contoh senyawa antarhalogen XY3 adalah ICl3 dan ClF3. Senyawa antarhalogen mudah terurai menjadi atom-atom halogen yang sangat reaktif sehingga sering dipakai sebagai oksidator kuat.

    Berdasarkan teori tersebut, maka perbandingan keelektronegatifan X dan Y adalah kelektronegatifan X lebih kecil dari Y.

  • Pilgan

    Reaksi antara unsur halogen dan air berikut yang mengalami reaksi disproporsionasi adalah ....

    A

    air dan iodin

    B

    air dan fluorin

    C

    air dan astatin

    D

    air dan bromin

    E

    air dan klorin

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen:

    1. F (Fluorin)
    2. Cl (Klorin)
    3. Br (Bromin)
    4. I (Iodin)
    5. At (Astatin)


    Reaksi antara unsur halogen dengan air hanya dapat terjadi pada fluorin dan klorin. Unsur bromin dan iodin tidak bereaksi di dalam air.

    Reaksi yang terjadi antara air dan fluorin adalah sebagai berikut.

    F2(g) ++ H2O(l) \longrightarrow 2HF(aq) ++ 12\frac{1}{2}O2(g)

    Pada reaksi di atas, terjadi reaksi reduksi-oksidasi di mana F mengalami reduksi dengan penurunan biloks 0 menjadi -1. Sementara, unsur O mengalami reaksi oksidasi dengan peningkatan biloks dari -2 menjadi 0.

    Reaksi yang terjadi antara air dan klorin adalah sebagai berikut.

    Cl2(g) ++ H2O(l) \rightleftharpoons HCl(aq) ++ HClO(aq)

    Unsur Cl mengalami dua reaksi sekaligus, yaitu

    • reaksi reduksi dari Cl2 menjadi HCl dengan penurunan biloks 0 menjadi -1, dan
    • reaksi oksidasi dari Cl2 menjadi HClO dengan peningkatan biloks 0 menjadi +1

    Karena unsur Cl mengalami reaksi reduksi dan oksidasi sekaligus, maka Cl disebut mengalami reaksi disproporsionasi.


    Maka reaksi antara unsur halogen dan air yang mengalami reaksi disproporsionasi adalah air dan klorin.

  • Pilgan

    Senyawa oksida halogen merupakan senyawa yang terdiri dari unsur halogen dan oksigen. Salah satu senyawa oksida halogen terkenal akan fungsinya sebagai bahan bakar roket. Oksida halogen ini terbentuk dari pengaliran gas halogen secara cepat melalui NaOH. Jika diketahui senyawa ini berwarna kuning jingga dan berbentuk padatan, tentukanlah rumus molekul, biloks unsur O, dan biloks unsur F pada senyawa tersebut!

    A

    O2F2, -1, dan +1

    B

    O2F2, +1, dan -1

    C

    OF2, +2, dan -1

    D

    OF2, -2, dan +1

    E

    OF, -1, dan +1

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen (dari atas ke bawah dalam satu golongan):

    • F (Fluorin)
    • Cl (Klorin)
    • Br (Bromin)
    • I (Iodin)
    • At (Astatin)


    Ciri-ciri senyawa oksida halogen:

    1. Terdiri dari unsur halogen dan oksigen.
    2. Salah satu senyawa oksida halogen terkenal akan fungsinya sebagai bahan bakar roket.
    3. Oksida halogen ini terbentuk dari pengaliran gas halogen secara cepat melalui larutan NaOH.
    4. Berwarna kuning jingga dan berbentuk padatan.

    Senyawa oksida logam yang sesuai dengan semua ciri-ciri di atas adalah O2F2.

    Unsur O umumnya memiliki biloks negatif. Namun, dalam senyawa O2F2, keelektronegatifan F jauh lebih besar daripada O, sehingga biloks F yang bernilai negatif.

    2 ×\times Biloks F ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    2 ×\times (-1) ++ 2 ×\times (Biloks O) == 0

    -2 ++ 2 ×\times (Biloks O) == 0

    2 ×\times Biloks O == 2

    Biloks O == +1

    Jadi rumus molekul, biloks unsur O, dan biloks unsur F pada senyawa tersebut adalah O2F2, +1, dan -1.

  • Pilgan

    Hasil konfigurasi elektron gas mulia memberikan jumlah elektron valensi 2 (hanya untuk He) atau 8. Apakah pengaruh konfigurasi elektron ini terhadap kestabilan gas mulia?

    A

    Kestabilan terjadi karena ukuran atom sangat kecil.

    B

    Kestabilan terjadi karena elektron dapat dilepaskan dengan mudah.

    C

    Kestabilan terjadi karena elektron dapat menangkap elektron lain.

    D

    Kestabilan terjadi sebab tidak ada lagi elektron yang tidak berpasangan.

    E

    Kestabilan terjadi karena orbital terisi setengah penuh.

    Pembahasan:

    Golongan gas mulia adalah atom pada golongan VIIIA.

    Atom yang termasuk dalam golongan gas mulia:

    1. He (Helium)
    2. Ne (Neon)
    3. Ar (Argon)
    4. Kr (Krypton)
    5. Xe (Xenon)
    6. Rn (Radon)

    Salah satu penyebab gas mulia sukar bereaksi adalah karena konfigurasi elektron menghasilkan elektron valensi 2 atau 8. Jumlah ini menunjukkan bahwa semua elektron pada orbital telah berpasangan sehingga bersifat stabil. Kestabilan ini menyebabkan energi untuk melepaskan elektron sangat tinggi.

    Jadi pengaruh konfigurasi elektron ini terhadap kestablian gas mulia adalah kestabilan terjadi sebab tidak ada lagi elektron yang tidak berpasangan.

  • Pilgan

    Unsur halogen dapat bereaksi hebat dengan berbagai jenis logam. Senyawa berikut yang terbentuk dari hasil reaksi antara logam alkali dengan salah satu unsur halogen adalah ....

    A

    LiBr

    B

    BrI

    C

    I2

    D

    MgCl2

    E

    HF

    Pembahasan:

    Golongan halogen adalah atom pada golongan VIIA yang bersifat sangat reaktif.

    Atom yang termasuk dalam golongan halogen:

    1. F (Fluorin)
    2. Cl (Klorin)
    3. Br (Bromin)
    4. I (Iodin)
    5. At (Astatin)

    Logam alkali adalah logam pada golongan IA dengan elektron valensi 1. Unsur yang termasuk golongan alkali adalah Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr.

    LiBr merupakan senyawa yang sangat higroskopis (kemampuan menyerap molekul air sangat baik) sehingga dimanfaatkan dalam mesin pendingin atau sebagai dessicant (pengering/penyerap air). Litium bromida disintesis dari reaksi asam basa antara litium hidroksida (basa) dengan asam bromida (asam). LiOH dalam larutan akan terurai menjadi ion dan akan bereaksi dengan HBr (yang terurai menjadi ionnya pula) secara spontan.

    LiOH(aq++ HBr(aq\longrightarrow LiBr(s) ++ H2O(l)

    Jadi senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi antara logam alkali dengan salah satu unsur halogen adalah LiBr.

  • Pilgan

    Logam alkali periode 3 dapat membentuk basa jika direaksikan dengan air. Pemanfaatan yang tepat terkait basa alkali tersebut adalah ....

    A

    menghasilkan gas klorin dari proses elektrolisis

    B

    bahan baku pembuatan kaca gelas

    C

    penyepuhan emas untuk membuat senyawa kompleks

    D

    sebagai bahan pembuatan pupuk

    E

    pemisahan logam dari bijihnya

    Pembahasan:

    Logam alkali adalah logam yang berada pada golongan IA.

    Yang termasuk logam alkali adalah (dalam satu golongan dari atas ke bawah):

    1. Li (Litium)
    2. Na (Natrium)
    3. K (Kalium)
    4. Rb (Rubidium)
    5. Cs (Cesium)
    6. Fr (Fransium)


    Logam alkali yang berada pada periode 3 adalah natrium. Jika natrium direaksikan dengan air maka akan menghasilkan basa, yaitu natrium hidroksida (NaOH) dan gas hidrogen. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Na(s) ++ H2O(l) \longrightarrow NaOH(aq) ++ H2(g)

    Analisis opsi jawaban.

    • Menghasilkan gas klorin dari proses elektrolisis : fungsi dari NaCl
    • Penyepuhan emas untuk membuat senyawa kompleks : fungsi dari K2CO3
    • Bahan baku pembuatan kaca gelas : fungsi dari Na2CO3
    • Sebagai bahan pembuatan pupuk : fungsi dari KCl
    • Pemisahan logam dari bijihnya : fungsi dari NaOH

    Maka pemanfaatan yang tepat terkait basa alkali NaOH adalah dimanfaatkan untuk pemisahan logam dari bijihnya.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.