Latihan Kimia Kelas XI Nilai pH dan Prinsip Kerja Larutan Penyangga
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Asam format adalah cairan bening tak berwarna yang mudah menguap. Asam jenis ini dapat digunakan untuk membentuk sistem penyangga sebab termasuk jenis asam lemah. Konsentrasi H+ dari larutan penyangga yang mengandung asam format dapat dinyatakan oleh persamaan ....

    A

    [H+]=Ka[HCOO−][HCOOH]\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\left[\text{HCOO}^-\right]\left[\text{HCOOH}\right]

    B

    [H+]=Ka[HCOO−][HCOOH]\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\frac{\left[\text{HCOO}^-\right]}{\left[\text{HCOOH}\right]}

    C

    [H+]=Ka[HCOOH][HCOO−]\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\frac{\left[\text{HCOOH}\right]}{\left[\text{HCOO}^-\right]}

    D

    [H+]=Ka[HCOOH]\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\left[\text{HCOOH}\right]

    E

    [H+]=[HCOOH][HCOO−]\left[\text{H}^+\right]=\frac{\left[\text{HCOOH}\right]}{\left[\text{HCOO}^-\right]}

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.

    HCOOH termasuk asam lemah.

    HCOOH ⇌\rightleftharpoons H+ + +\ HCOO-

    Jadi basa konjugasi dari HCOOH adalah HCOO-.

    Jadi konsentrasi H+ dari larutan penyangga yang mengandung asam format dapat dinyatakan oleh persamaan

    [H+]=Ka[HCOOH][HCOO−]\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\frac{\left[\text{HCOOH}\right]}{\left[\text{HCOO}^-\right]}

  • Pilgan

    Untuk mendapatkan nilai pH suatu larutan penyangga sama dengan nilai pKa-nya, maka kondisi berikut yang benar adalah ....

    A

    mol asam lemah == mol garam

    B

    mol asam lemah >> mol garam

    C

    mol asam lemah >> mol basa konjugasi

    D

    mol basa konjugasi == mol garam

    E

    mol asam lemah << basa konjugasi

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g} atau pH=pKa−log⁡ag\text{pH}=\text{p}K_{\text{a}}-\log\frac{a}{g}

    Keterangan:

    aa == mol asam lemah (mol)

    g == mol garam/basa konjugasi (mol)

    Ka == tetapan ionisasi asam


    Agar nilai pH sama dengan pKa, maka nilai log⁡ag=0\log\frac{a}{g}=0.

    Nilai logaritma yang bernilai 0 adalah log (1).

    Maka ag=1\frac{a}{g}=1; sehingga nilai a=ga=g.

    Jadi untuk mendapatkan nilai pH suatu larutan penyangga asam sama dengan nilai pKa-nya, maka kondisi yang benar adalah mol asam lemah == mol garam/basa konjugasinya.

  • Pilgan

    Suatu campuran larutan A memiliki pH 2. Penambahan sedikit asam membuat pH nya berubah menjadi 1,95 sedangkan penambahan basa membuat pH nya berubah menjadi 2,05. Jenis campuran larutan tersebut adalah ....

    A

    larutan penyangga basa

    B

    larutan netral

    C

    larutan asam kuat

    D

    larutan penyangga asam

    E

    larutan basa kuat

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Berdasarkan soal, penambahan sedikit asam dan basa tidak mengubah nilai pH secara signifikan sebab perubahan hanya sekitar 0,05. Larutan semacam ini termasuk larutan penyangga. Dan berdasarkan pH awal yaitu 2, maka larutan termasuk larutan penyangga asam (menjaga kondisi pH asam).

    Maka jenis campuran larutan tersebut adalah larutan penyangga asam.

  • Pilgan

    Suatu larutan penyangga asam terbentuk dari asam asetat dan basa konjugasinya. Jika ke dalam larutan tersebut ditambahkan H2SO4, maka reaksi yang terjadi adalah ....

    A

    CH3COOH ++ H2SO4 ⟶\longrightarrow CH4COOH ++ HSO4-

    B

    CH3COOH ++ H2SO4 ⟶\longrightarrow CH5COOH ++ SO42-

    C

    CH3COOH ++ H2SO4 ⟶\longrightarrow CH3COO- ++ H3SO4+

    D

    CH3COO- ++ H2SO4 ⟶\longrightarrow CH3COOH ++ SO42-

    E

    CH3COO- ++ H2SO4 ⟶\longrightarrow CH3COOH ++ HSO4-

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    • Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
    • Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.


    Larutan penyangga asam bekerja dengan dua cara:

    1. Penambahan sedikit asam akan bereaksi dengan basa konjugasi.
    2. Penambahan sedikit basa akan bereaksi dengan asam lemah.

    Asam asetat : CH3COOH

    CH3COOH ⟶\longrightarrow H+ ++ CH3COO-

    Basa konjugasi : CH3COO-

    Karena larutan yang ditambahkan adalah asam sulfat (bersifat asam), maka asam sulfat akan bereaksi dengan basa konjugasi dari asam asetat.

    Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    CH3COO- ++ H2SO4 ⟶\longrightarrow CH3COOH ++ HSO4-

  • Pilgan

    Diketahui mol suatu asam lemah adalah 0,3 mol. Berapakah mol garam jika nilai konsentrasi H+ yang diinginkan adalah dua kali dari Ka-nya?

    A

    0,50 mol

    B

    0,10 mol

    C

    1,00 mol

    D

    1,50 mol

    E

    0,15 mol

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    Keterangan:

    aa == mol asam lemah (mol)

    g == mol garam/basa konjugasi (mol)

    Ka == tetapan ionisasi asam


    Diketahui:

    a=0,3 mola=0,3\ \text{mol}

    [H+]=2Ka\left[\text{H}^+\right]=2K_{\text{a}}

    Ditanya: gg?

    Dijawab:

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    2Ka=Ka×0,3g2K_{\text{a}}=K_{\text{a}}\times\frac{0,3}{g}

    2=0,3g2=\frac{0,3}{g}

    g=0,32g=\frac{0,3}{2}

    g=0,15g=0,15

    Jadi mol garam yang digunakan adalah 0,15 mol.

  • Pilgan

    Perhatikan reaksi berikut!

    Fe(OH)2 ++ HCl ⟶\longrightarrow Fe(OH)Cl ++ H2O

    Untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH 9, mol besi(II) hidroksida yang digunakan adalah 0,46 mol dan pereaksi pembatasnya adalah asam klorida. Massa dari garam yang terbentuk adalah ....

    (Kb Fe(OH)2 == 5 ×\times 10-5; Ar H == 1 g/mol; O == 16 g/mol; Cl == 35,5 g/mol; Fe == 56 g/mol)

    A

    0,24 g

    B

    41,23 g

    C

    24,41 g

    D

    2,44 g

    E

    4,12 g

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion hidroksida pada larutan penyangga basa adalah sebagai berikut.

    [OH−]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_b\times\frac{b}{g} atau pOH=pKb−log⁡bg\text{pOH}=\text{p}K_{\text{b}}-\log\frac{b}{g}

    Keterangan:

    bb == mol basa lemah (mol)

    g == mol garam/asam konjugasi (mol)

    Kb == tetapan ionisasi basa


    Diketahui:

    pH akhir=9\text{pH akhir}=9

    Kb Fe(OH)2=5×10−5K_{\text{b}}\ \text{Fe}\left(\text{OH}\right)_2=5\times10^{-5}

    n Fe(OH)2=0,46 moln\ \text{Fe}\left(\text{OH}\right)_2=0,46\ \text{mol}

    ArFe=56 g.mol−1A_{\text{r}}\text{Fe}=56\ \text{g.mol}^{-1}

    ArH=1 g.mol−1A_{\text{r}}\text{H}=1\ \text{g.mol}^{-1}

    ArO=16 g.mol−1A_{\text{r}}\text{}\text{O}=16\ \text{g.mol}^{-1}

    ArCl=35,5 g.mol−1A_{\text{r}}\text{C}\text{l}=35,5\ \text{g.mol}^{-1}

    Ditanya: massa garam\text{massa garam}?

    Dijawab:

    Penentuan konsentrasi pOH larutan akhir

    pOH=14−pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =14−9=14-9

    =5=5


    Penentuan konsentrasi OH- pada larutan akhir

    [OH−]=10−pOH\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}

    =10−5=10^{-5}


    Perhatikan bagan berikut!

    Mol yang digunakan untuk bereaksi adalah mol yang tersisa setelah reaksi antara asam dan basa.

    b=mol Fe(OH)2=(0,46−x) molb=\text{mol Fe}\left(\text{OH}\right)_2=\left(0,46-x\right)\ \text{mol}

    g=mol Fe(OH)Cl=x molg=\text{mol Fe}\left(\text{OH}\right)\text{Cl}=x\ \text{mol}


    [OH−]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_{\text{b}}\times\frac{b}{g}

    10−5=5×10−5×0,46−xx10^{-5}=5\times10^{-5}\times\frac{0,46-x}{x}

    x10−5=5×10−5×(0,46−x)x10^{-5}=5\times10^{-5}\times\left(0,46-x\right)

    x10−5=(2,3×10−5)−(5x×10−5)x10^{-5}=\left(2,3\times10^{-5}\right)-\left(5x\times10^{-5}\right)

    x10−5+5x×10−5=2,3×10−5x10^{-5}+5x\times10^{-5}=2,3\times10^{-5}

    (x+5x)10−5=2,3×10−5\left(x+5x\right)10^{-5}=2,3\times10^{-5}

    6x=2,36x=2,3

    x=0,38x=0,38

    Maka,

    g=mol Fe(OH)Cl=x mol=0,38 molg=\text{mol Fe}\left(\text{OH}\right)\text{Cl}=x\ \text{mol}=0,38\ \text{mol}


    Penentuan Mr Fe(OH)Cl

    Mr=ArFe+ArO+ArH+ArClM_{\text{r}}=A_{\text{r}}\text{Fe}+A_{\text{r}}\text{O}+A_{\text{r}}\text{H}+A_{\text{r}}\text{Cl}

    =(56+16+1+35,5) g.mol−1=\left(56+16+1+35,5\right)\ \text{g.mol}^{-1}

    =108,5 g.mol−1=108,5\ \text{g.mol}^{-1}


    Penentuan massa Fe(OH)Cl

    mol Fe(OH)Cl=massaMr\text{mol Fe(OH)}\text{Cl}\text{}=\frac{\text{massa}}{M_{\text{r}}}

    0,38 mol=massa108,5 gmol−10,38\ \text{mol}=\frac{\text{massa}}{108,5\ \text{gmol}^{-1}}

    massa=0,38 mol×108,5 gmol−1\text{massa}=0,38\ \text{mol}\times108,5\ \text{gmol}^{-1}

    massa=41,23 g\text{massa}=41,23\ \text{}\text{g}

    Maka garam yang terbentuk adalah Fe(OH)Cl dengan massa 41,23 g.

  • Pilgan

    Jika diketahui konsentrasi suatu asam lemah dan basa konjugasinya memiliki perbandingan 1 : 1, kondisi berikut yang sesuai adalah ....

    A

    tidak dapat disimpulkan

    B

    pH == pKa

    C

    [H+] << Ka

    D

    [H+] << Ka

    E

    pH >> pKa

    Pembahasan:

    Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH << 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH >> 7).

    Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.

    Jika dimisalkan asam lemah sebagai HA, maka reaksi ionisasi yang terjadi adalah sebagai berikut:

    HA ⇌\rightleftharpoons H+ ++ A-

    Ka=[A−][H+][HA]K_{\text{a}}=\frac{\left[\text{A}^-\right]\left[\text{H}^+\right]}{\left[\text{HA}\right]}

    [H+]=Ka[HA][A−]\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\frac{\left[\text{HA}\right]}{\left[\text{A}^-\right]}

    Jika diketahui [HA][A−]=11=1\frac{\left[\text{HA}\right]}{\left[\text{A}^-\right]}=\frac{1}{1}=1, maka:

    [H+]=Ka(1)\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\left(1\right)

    [H+]=Ka\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}

    pH=pKa\text{pH}=\text{p}K_{\text{a}}

    Maka kondisi berikut yang sesuai adalah pH == pKa.

  • Pilgan

    Suatu wadah berisi 100 mL larutan HCl ditambahkan 25 mL larutan NH3 dengan pH 12. Jika diketahui garam yang terbentuk sebanyak 160,5 mg dan larutan HCl tidak tersisa di akhir reaksi, maka pH dari campuran yang terbentuk adalah ....

    (Kb NH3 == 1,8 ×\times 10-5; Ar H == 1 g/mol; N == 14 g/mol; O == 16 g/mol; Cl == 35,5 g/mol)

    A

    10,91

    B

    6,24

    C

    12,91

    D

    13,38

    E

    8,57

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion hidroksida pada larutan penyangga basa adalah sebagai berikut.

    [OH−]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_b\times\frac{b}{g} atau pOH=pKb−log⁡bg\text{pOH}=\text{p}K_{\text{b}}-\log\frac{b}{g}

    Keterangan:

    bb == mol basa lemah (mol)

    g == mol garam/asam konjugasi (mol)

    Kb == tetapan ionisasi basa


    Diketahui:

    pH NH3=12\text{pH NH}_3=12

    VNH3=25 mLV_{\text{NH}_3}=25\ \text{mL}

    massa garam=160,5 mg\text{massa garam}=160,5\ \text{mg}

    mol HCl sisa=0\text{mol HCl sisa}=0

    VHCl=100 mLV_{\text{HCl}}=100\ \text{mL}

    Kb=1,8×10−5K_{\text{b}}=1,8\times10^{-5}

    ArH=1 g.mol−1A_{\text{r}}\text{H}=1\ \text{g.mol}^{-1}

    ArN=14 g.mol−1A_{\text{r}}\text{N}=14\ \text{g.mol}^{-1}

    ArO=16 g.mol−1A_{\text{r}}\text{}\text{O}=16\ \text{g.mol}^{-1}

    ArCl=35,5 g.mol−1A_{\text{r}}\text{C}\text{l}=35,5\ \text{g.mol}^{-1}

    Ditanya: pH campuran?

    Dijawab:

    Penentuan konsentrasi pOH NH3

    pOH=14−pH\text{pOH}=14-\text{pH}

    =14−12=14-12

    =2=2


    [OH−]=10−pOH\left[\text{OH}^-\right]=10^{-\text{pOH}}

    =10−2=10^{-2}


    Penentuan konsentrasi NH3

    [OH−]=Kb×[NH3]\left[\text{OH}^-\right]=\sqrt{K_{\text{b}}\times\left[\text{NH}_3\right]}

    10−2=1,8×10−5×[NH3]10^{-2}=\sqrt{1,8\times10^{-5}\times\left[\text{NH}_3\right]}

    (10−2)2=1,8×10−5×[NH3]\left(10^{-2}\right)^2=1,8\times10^{-5}\times\left[\text{NH}_3\right]

    10−4=1,8×10−5×[NH3]10^{-4}=1,8\times10^{-5}\times\left[\text{NH}_3\right]

    [NH3]=10−41,8×10−5\left[\text{NH}_3\right]=\frac{10^{-4}}{1,8\times10^{-5}}

    [NH3]=5,56\left[\text{NH}_3\right]=5,56


    Penentuan mol NH3

    mol NH3=[NH3]×VNH3\text{mol NH}_3=\left[\text{NH}_3\right]\times V_{\text{NH}_3}

    =5,56 M×25 mL =5,56\ \text{M}\times25\ \text{mL}\ 

    =139 mmol=139\ \text{mmol}

    =0,139 mol=0,139\ \text{mol}


    Reaksi yang terjadi antara HCl dan NH3 adalah sebagai berikut.

    HCl ++ NH3 ⟶\longrightarrow NH4Cl

    Garam yang terbentuk adalah NH4Cl.


    Penentuan Mr NH4Cl

    Mr=ArN+4(ArH)+ArClM_{\text{r}}=A_{\text{r}}\text{N}+4\left(A_{\text{r}}\text{H}\right)+A_{\text{r}}\text{Cl}

    =(14+(4×1)+35,5) g.mol−1=\left(14+\left(4\times1\right)+35,5\right)\ \text{g.mol}^{-1}

    =53,5 g.mol−1=53,5\ \text{g.mol}^{-1}


    Penentuan mol NH4Cl

    mol NH4Cl=massaMr\text{mol NH}_4\text{Cl}\text{}=\frac{\text{massa}}{M_{\text{r}}}

    =160,5 mg53,5 gmol−1=\frac{160,5\ \text{mg}}{53,5\ \text{gmol}^{-1}}

    =3 mmol=3\ \text{mmol}

    =0,003 mol=0,003\ \text{mol}


    Perhatikan bagan berikut!

    Karena di akhir reaksi tersisa basa lemah (NH3) dan asam konjugasi (NH4+ dalam NH4Cl), maka campuran yang terbentuk merupakan larutan penyangga basa.

    Penentuan pH akhir, berdasarkan pH larutan penyangga basa NH3 - NH4Cl.

    [OH−]=Kb×bg\left[\text{O}\text{H}^-\right]=K_b\times\frac{b}{g} 

    =1,8×10−5×0,1360,003=1,8\times10^{-5}\times\frac{0,136}{0,003}

    =8,16×10−4=8,16\times10^{-4}


    pOH=−log⁡[OH−]\text{pOH}=-\log\left[\text{O}\text{H}^-\right]

    =−log⁡(8,16×10−4)=-\log\left(8,16\times10^{-4}\right)

    =4−log⁡8,16=4-\log8,16


    pH=14−pOH\text{pH}=14-\text{pOH}

    =14−(4−log⁡8,16)=14-\left(4-\log8,16\right)

    =10+log⁡8,16=10+\log8,16

    =10,91=10,91

    Maka perubahan pH larutan penyangga yang terbentuk adalah 10,91.

  • Pilgan

    Ke dalam 50 mL larutan CH3COOH 0,4 M ditambahkan 50 mL larutan NaOH 0,2 M. Tentukan pH sebelum dan sesudah direaksikan dengan basa! (Ka == 1 ×\times 10-5)

    A

    2,0 dan 7,0

    B

    1,2 dan 2,7

    C

    9,0 dan 2,7

    D

    5,0 dan 8,7

    E

    2,7 dan 5,0

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    Keterangan:

    aa == mol asam lemah (mol)

    g == mol garam/basa konjugasi (mol)

    Ka == tetapan ionisasi asam


    Diketahui:

    [CH3COOH]=0,4 M\left[\text{CH}_3\text{COOH}\right]=0,4\ \text{M}

    VCH3COOH=50 mLV_{\text{CH}_3\text{COOH}}=50\ \text{mL}

    [NaOH]=0,2 M\left[\text{NaOH}\right]=0,2\ \text{M}

    VNaOH=50 mLV_{\text{NaOH}}=50\ \text{mL}

    Ditanya: pH sebelum dan sesudah direaksikan dengan basa?

    Dijawab:

    Penentuan pH sebelum direaksikan dengan basa, didasarkan pada pH asam lemah CH3COOH

    [H+]=Ka×[CH3COOH]\left[\text{H}^+\right]=\sqrt{K_{\text{a}}\times\left[\text{CH}_3\text{COOH}\right]}

    =1×10−5×0,4 =\sqrt{1\times10^{-5}\times0,4\ }

    =2×10−3=2\times10^{-3}

    pH=−log⁡[H+]\text{pH}=-\log\left[\text{H}^+\right]

    =−log⁡(2×10−3)=-\log\left(2\times10^{-3}\right)

    =3−log⁡2=3-\log2

    =2,70=2,70


    Penentuan pH sesudah direaksikan dengan basa

    mol CH3COOH=[CH3COOH]×VCH3COOH\text{mol CH}_3\text{COOH}=\left[\text{CH}_3\text{COOH}\right]\times V_{\text{CH}_3\text{COOH}}

    =0,4 M×50 mL =0,4\ \text{M}\times50\ \text{mL}\ 

    =20 mmol=20\ \text{mmol}


    mol NaOH=[NaOH]×VNaOH\text{mol NaOH}=\left[\text{NaOH}\right]\times V_{\text{NaOH}}

    =0,2 M×50 mL=0,2\ \text{M}\times50\ \text{mL}

    =10 mmol=10\ \text{mmol}


    Perhatikan bagan berikut!

    Karena yang tersisa adalah asam lemah (CH3COOH) dan garam/basa konjugasinya (CH3COONa), maka perhitungan pH berdasarkan jenis larutan penyangga asam.

    g=mol CH3COONa=10 mmolg=\text{mol CH}_3\text{COONa}=10\ \text{mmol}

    a=mol CH3COOH=10 mmola=\text{mol CH}_3\text{COOH}=10\ \text{mmol}


    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    =1×10−5×1010=1\times10^{-5}\times\frac{10}{10}

    =1×10−5=1\times10^{-5}

    pH=−log⁡[H+]\text{pH}=-\log\left[\text{H}^+\right]

    =−log⁡(1×10−5)=-\log\left(1\times10^{-5}\right)

    =5=5

    Maka pH larutan sebelum dan sesudah direaksikan dengan basa adalah 2,7 dan 5,0.

  • Pilgan

    Suatu sistem penyangga asam terdiri dari 0,55 mol asam lemah dan 0,11 mol garamnya, maka hubungan pH dan pKa berikut yang benar adalah ....

    A

    pH>pKa\text{pH}>\text{p}K_{\text{a}}

    B

    pH<pKa\text{pH}<\text{p}K_{\text{a}}

    C

    pH=12pKa\text{pH}=\frac{1}{2}\text{p}K_{\text{a}}

    D

    pH=pKa\text{pH}=\text{p}K_{\text{a}}

    E

    pH=2pKa\text{pH}=2\text{p}K_{\text{a}}

    Pembahasan:

    Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    Keterangan:

    aa == mol asam lemah (mol)

    g == mol garam/basa konjugasi (mol)

    Ka == tetapan ionisasi asam

    Diketahui:

    a=0,55 mola=0,55\ \text{mol}

    g=0,11 molg=0,11\ \text{mol}

    Ditanya: Hubungan pH dan pKa?

    Dijawab:

    [H+]=Ka×ag\left[\text{H}^+\right]=K_{\text{a}}\times\frac{a}{g}

    pH=pKa−log⁡ag\text{pH}=\text{p}K_{\text{a}}-\log\frac{a}{g}

    =pKa−log⁡0,55 mol0,11 mol=\text{p}K_{\text{a}}-\log\frac{0,55\ \text{mol}}{0,11\ \text{mol}}

    =pKa−log⁡5=\text{p}K_{\text{a}}-\log5

    Karena nilai pH=pKa−log⁡5\text{pH}=\text{p}K_{\text{a}}-\log5; maka pH<pKa\text{pH}<\text{p}K_{\text{a}}.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.