Asam format adalah cairan bening tak berwarna yang mudah menguap. Asam jenis ini dapat digunakan untuk membentuk sistem penyangga sebab termasuk jenis asam lemah. Konsentrasi H+ dari larutan penyangga yang mengandung asam format dapat dinyatakan oleh persamaan ....
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.
HCOOH termasuk asam lemah.
HCOOH ⇌ H++HCOO-
Jadi basa konjugasi dari HCOOH adalah HCOO-.
Jadi konsentrasi H+ dari larutan penyangga yang mengandung asam format dapat dinyatakan oleh persamaan
Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.
[H+]=Ka×ga atau pH=pKa−logga
Keterangan:
a= mol asam lemah (mol)
g= mol garam/basa konjugasi (mol)
Ka= tetapan ionisasi asam
Agar nilai pH sama dengan pKa, maka nilai logga=0.
Nilai logaritma yang bernilai 0 adalah log (1).
Maka ga=1; sehingga nilai a=g.
Jadi untuk mendapatkan nilai pH suatu larutan penyangga asam sama dengan nilai pKa-nya, maka kondisi yang benar adalah mol asam lemah = mol garam/basa konjugasinya.
Suatu campuran larutan A memiliki pH 2. Penambahan sedikit asam membuat pH nya berubah menjadi 1,95 sedangkan penambahan basa membuat pH nya berubah menjadi 2,05. Jenis campuran larutan tersebut adalah ....
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Berdasarkan soal, penambahan sedikit asam dan basa tidak mengubah nilai pH secara signifikan sebab perubahan hanya sekitar 0,05. Larutan semacam ini termasuk larutan penyangga. Dan berdasarkan pH awal yaitu 2, maka larutan termasuk larutan penyangga asam (menjaga kondisi pH asam).
Maka jenis campuran larutan tersebut adalah larutan penyangga asam.
Suatu larutan penyangga asam terbentuk dari asam asetat dan basa konjugasinya. Jika ke dalam larutan tersebut ditambahkan H2SO4, maka reaksi yang terjadi adalah ....
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.
Larutan penyangga asam bekerja dengan dua cara:
Penambahan sedikit asam akan bereaksi dengan basa konjugasi.
Penambahan sedikit basa akan bereaksi dengan asam lemah.
Asam asetat : CH3COOH
CH3COOH ⟶ H+ + CH3COO-
Basa konjugasi : CH3COO-
Karena larutan yang ditambahkan adalah asam sulfat (bersifat asam), maka asam sulfat akan bereaksi dengan basa konjugasi dari asam asetat.
Untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH 9, mol besi(II) hidroksida yang digunakan adalah 0,46 mol dan pereaksi pembatasnya adalah asam klorida. Massa dari garam yang terbentuk adalah ....
(Kb Fe(OH)2= 5 × 10-5; Ar H = 1 g/mol; O = 16 g/mol; Cl = 35,5 g/mol; Fe = 56 g/mol)
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Jika dimisalkan asam lemah sebagai HA, maka reaksi ionisasi yang terjadi adalah sebagai berikut:
HA ⇌ H++ A-
Ka=[HA][A−][H+]
[H+]=Ka[A−][HA]
Jika diketahui [A−][HA]=11=1, maka:
[H+]=Ka(1)
[H+]=Ka
pH=pKa
Maka kondisi berikut yang sesuai adalah pH = pKa.
Suatu wadah berisi 100 mL larutan HCl ditambahkan 25 mL larutan NH3 dengan pH 12. Jika diketahui garam yang terbentuk sebanyak 160,5 mg dan larutan HCl tidak tersisa di akhir reaksi, maka pH dari campuran yang terbentuk adalah ....
(Kb NH3= 1,8 × 10-5; Ar H = 1 g/mol; N = 14 g/mol; O = 16 g/mol; Cl = 35,5 g/mol)