Latihan Kimia Kelas XI Dispersi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Batu apung terbentuk dari letusan gunung berapi. Sistem koloid dari batu apung yaitu ....

    A

    padat dalam cair

    B

    padat dalam gas

    C

    gas dalam padat

    D

    cair dalam padat

    E

    padat dalam padat

    Pembahasan:

    Sistem koloid dibedakan berdasarkan jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya. Batu apung merupakan salah satu contoh dari buih padat. Buih padat adalah koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya berupa zat padat.

    Jadi batu apung merupakan sistem koloid dari gas dalam padat.

  • Pilgan

    Jika detergen ditambahkan pada campuran air dan minyak maka akan diperoleh koloid yang stabil. Dalam hal ini detergen berperan sebagai ....

    A

    emulgator

    B

    katalisator

    C

    reduktor

    D

    stabilisator

    E

    de-foaming agent

    Pembahasan:

    Campuran air dan minyak merupakan contoh koloid atau emulsi yang memiliki sifat tidak stabil (mudah terpisah). Untuk memperoleh campuran air dan minyak yang stabil diperlukan pengemulsi (emulgator), misalnya detergen. Detergen akan mendispersi minyak dalam air sehingga diperoleh campuran air dan minyak yang stabil (tidak memisah). Detergen dapat berperan sebagai emulgator karena memiliki bagian yang bersifat polar (mengikat air) dan nonpolar (mengikat minyak).

    Jadi detergen berperan sebagai emulgator.


    *De-foaming agent atau agen anti buih adalah zat yang mampu mencegah terjadinya buih.

    *Stabilisator adalah zat yang membantu mempertahankan struktur campuran.

    *Katalisator adalah zat yang berfungsi mempercepat laju reaksi.

    *Reduktor adalah zat yang mampu mereduksi zat lain atau zat yang mengalami oksidasi.

  • Pilgan

    Pernyataan di bawah ini yang benar tentang campuran garam atau pati di dalam air adalah ....

    A

    garam dalam air dan pati dalam air bersifat heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra

    B

    secara makroskopis, garam dalam air bersifat heterogen, sedangkan pati dalam air bersifat homogen

    C

    pati dalam air bersifat stabil, tetapi garam dalam air tidak

    D

    nilai difusi garam dalam air lebih rendah dibandingkan pati dalam air

    E

    ukuran partikel garam dalam air lebih kecil dibandingkan pati dalam air

    Pembahasan:

    Pati dalam air merupakan contoh koloid. Koloid bersifat stabil (tidak memisah) dan memiliki nilai difusi yang rendah karena partikelnya berukuran lebih besar daripada molekul. Secara makroskopis bersifat homogen, tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra. Artinya jika diamati langsung dengan mata, partikelnya tidak dapat dibedakan atau mirip larutan. Namun, jika diamati dengan mikroskop ultra partikelnya baru dapat dibedakan. Ukuran partikel koloid antara 1 nm sampai 100 nm.

    Garam dalam air merupakan contoh larutan. Larutan bersifat stabil (tidak memisah), memiliki nilai difusi yang lebih lebih besar dibandingkan koloid, dan bersifat homogen meskipun diamati dengan mikroskop ultra. Ukuran partikel larutan kurang dari 1 nm.

    Jadi pernyataan yang benar adalah ukuran partikel garam dalam air lebih kecil dibandingkan pati dalam air.

  • Pilgan

    Bahan makanan berikut merupakan koloid yang fase terdispersinya cair, kecuali ....

    A

    susu

    B

    nasi

    C

    santan

    D

    krim kocok

    E

    mentega

    Pembahasan:

    Sistem koloid dibedakan berdasarkan jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya. Koloid yang fase terdispersinya cair dibedakan menjadi:

    • emulsi padat --> jika medium pendispersinya berupa zat padat, misalnya nasi dan mentega;
    • emulsi --> jika medium pendispersinya berupa zat cair, misalnya susu, mayones, dan santan;
    • aerosol cair --> jika medium pendispersinya berupa gas, misalnya awan dan kabut.

    Jadi bahan makanan yang fase terdispersinya bukan zat cair adalah krim kocok.

    *Krim kocok memiliki fase terdispersi gas dengan medium pendispersi cair.

  • Pilgan

    Dita mencampurkan asam klorida dengan air. Asam klorida tersebut dapat larut di dalam air. Sistem dispersi yang terbentuk memiliki karakteristik, yaitu ....

    A

    dapat dipisahkan dengan cara penyaringan

    B

    ukuran partikel antara 1 nm sampai 100 nm

    C

    secara mikroskopis bersifat homogen

    D

    tidak stabil atau mudah terpisah

    E

    di bawah mikroskop ultra, partikelnya dapat dibedakan

    Pembahasan:

    Campuran asam klorida dan air akan membentuk larutan asam klorida. Berikut ini merupakan karakteristik dari larutan.

    1) Secara makroskopis bersifat homogen artinya partikel tidak dapat dibedakan menggunakan mata secara langsung

    2) Secara mikroskopis bersifat homogen artinya partikel tidak dapat dibedakan menggunakan mikroskop ultra

    2) Ukuran partikelnya kurang dari 1 nm

    3) Sangat stabil (tidak memisah) dan tidak dapat disaring

    Jadi, karakteristik dari larutan asam klorida tersebut adalah secara mikroskopis bersifat homogen.

  • Pilgan

    Perbedaan dispersi molekuler dengan dispersi koloid adalah ....

    A

    secara mikroskopis, dispersi molekuler bersifat heterogen sedangkan dispersi koloid bersifat homogen

    B

    jika didiamkan, dispersi molekuler mengalami pengendapan sedangkan dispersi koloid tidak

    C

    partikel dispersi molekuler dapat dipisahkan dengan penyaring ultra sedangkan dispersi koloid tidak

    D

    ukuran partikel dispersi molekuler > 1 nm sedangkan ukuran partikel dispersi koloid < 1 nm

    E

    dispersi molekuler bersifat sangat stabil sedangkan dispersi koloid relatif stabil

    Pembahasan:

    Perbedaan dispersi molekuler (larutan) dengan dispersi koloid (koloid) sebagai berikut.

    1) Secara mikroskopis, dispersi molekuler bersifat homogen sedangkan dispersi koloid bersifat heterogen.

    2) Ukuran partikel dispersi molekuler < 1 nm sedangkan ukuran partikel dispersi koloid antara 1 nm - 100 nm.

    3) Dispersi molekuler bersifat sangat stabil artinya tidak memisah sedangkan dispersi koloid relatif stabil artinya sukar memisah.

    4) Partikel dispersi molekuler tidak dapat dipisahkan meskipun dengan penyaring ultra sedangkan dispersi koloid dapat dipisahkan menggunakan penyaring ultra.

    Jadi perbedaan dispersi molekuler dengan dispersi koloid adalah dispersi molekuler bersifat sangat stabil sedangkan dispersi koloid relatif stabil.

  • Pilgan

    Kerupuk, intan hitam, dan awan berturut-turut merupakan contoh dari sistem koloid ....

    A

    buih padat, sol padat, dan aerosol cair

    B

    buih padat, sol padat, dan aerosol padat

    C

    sol padat, emulsi padat, dan aerosol padat

    D

    emulsi padat, sol padat, dan aerosol padat

    E

    emulsi padat, buih padat, dan aerosol cair

    Pembahasan:

    Penggolongan sistem koloid didasarkan pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya.

    1) Buih merupakan koloid yang fase terdispersinya gas. Jika medium pendispersinya cair (buih) contohnya krim kocok ; jika medium pendispersinya padat (buih padat) contohnya kerupuk.

    2) Sol merupakan koloid yang fase terdispersinya padat. Jika medium pendispersinya cair (sol) contohnya tinta ; jika medium pendispersinya padat (sol padat) contohnya intan hitam.

    3) Aerosol merupakan koloid yang medium pendispersinya gas. Jika fase terdispersinya cair (aerosol cair) contohnya awan ; jika fase terdispersinya padat (aerosol padat) contohnya debu.

    4) Emulsi merupakan koloid yang fase terdispersinya cair. Jika medium pendispersinya cair (emulsi) contohnya santan ; jika medium pendispersinya padat (emulsi padat) contohnya mentega.

    Jadi kerupuk, intan hitam, dan awan berturut-turut merupakan contoh dari sistem koloid buih padat, sol padat, dan aerosol cair.

  • Pilgan

    Pemisahan campuran berikut ini tidak dapat dilakukan meskipun menggunakan penyaring ultra, kecuali ....

    A

    garam dengan air

    B

    asam klorida dengan air

    C

    gula dengan air

    D

    asam nitrat dengan air

    E

    susu dengan air

    Pembahasan:

    Larutan merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang sangat kecil (< 1 nm) sehingga sulit dibedakan antara partikel terdispersi dan pendispersinya, meskipun dengan mikroskop ultra. Larutan merupakan campuran yang sukar dipisahkan meskipun menggunakan penyaringan atau sentrifugasi karena memiliki sifat sangat stabil. Campuran yang akan menghasilkan larutan adalah garam dengan air, gula dengan air, asam klorida dengan air, dan asam nitrat dengan air.

    Penyaring ultra dapat digunakan untuk memisahkan koloid yang memiliki ukuran partikel 1 nm sampai 100 nm. Contoh koloid adalah campuran susu dengan air.

    Jadi campuran yang dapat dipisahkan dengan penyaring ultra adalah susu dengan air.

  • Pilgan

    Berikut ini merupakan contoh koloid yang terbentuk dari suatu sol di mana zat terdispersinya memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi medium pendispersinya, kecuali ....

    A

    gelatin

    B

    selai

    C

    keju

    D

    agar-agar

    E

    lem kanji

    Pembahasan:

    Gel merupakan jenis koloid setengah kaku (antara padat dan cair). Gel dapat terbentuk dari suatu sol di mana zat terdispersinya memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi medium pendispersinya sehingga terbentuk koloid yang agak padat. Contoh gel adalah selai, gelatin, agar-agar, lem kanji, gel sabun, dan gel silika.

    Jadi contoh koloid yang tidak terbentuk dari suatu sol di mana zat terdispersinya memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi medium pendispersinya adalah keju.

    *Keju merupakan contoh emulsi padat di mana zat cair terdispersi di dalam zat padat.

  • Pilgan

    Berikut ini merupakan campuran yang bersifat homogen secara makroskopis tetapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra, kecuali ....

    A

    mentega

    B

    bensin

    C

    sabun

    D

    lem

    E

    santan

    Pembahasan:

    Koloid merupakan sistem dispersi yang berada dalam bentuk antara larutan dan suspensi. Koloid termasuk sistem yang heterogen karena dibentuk dengan cara mendispersikan suatu zat ke dalam suatu media yang homogen. Koloid memiliki sifat homogen secara makroskopis dan heterogen secara mikroskopis.

    Campuran yang bersifat homogen secara makroskopis artinya partikel-partikelnya tidak dapat dibedakan jika dilihat menggunakan mata. Campuran bersifat heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra artinya partikel-partikelnya dapat dibedakan jika diamati menggunakan mikroskop ultra.

    Analisis opsi jawaban.

    • Sabun termasuk koloid dengan fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair.
    • Lem termasuk koloid dengan fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya cair.
    • Santan termasuk koloid dengan fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya cair.
    • Mentega termasuk koloid dengan fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya padat.
    • Bensin termasuk larutan sehingga campuran bersifat homogen, baik secara makroskopis maupun mikroskopis (diamati dengan mikroskop ultra).

    Jadi campuran yang bersifat homogen, secara makroskopis atau diamati dengan mikroskop ultra yaitu bensin.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.