Integrasi fungsional adalah integrasi yang terjadi karena adanya adanya peran-peran dalam masyarakat yang saling melengkapi. Anggota masyarakat memiliki peran masing-masing, ada yang jadi pedagang, pilot, guru, atau dokter. Jika peran tersebut saling melengkapi maka integrasi akan terwujud.
Contohnya seorang dokter membutuhkan petani untuk menanam padi, sedangkan seorang petani juga membutuhkan dokter untuk berobat. Seorang guru membutuhkan pedagang sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan, sedangkan seorang pedagang sayuran juga membutuhkan guru untuk mendapatkan pendidikan. Karena saling membutuhkan dokter, petani, guru dan pedagang sayur tersebut berintegrasi.
Jika peran-peran dalam masyarakat saling memenuhi dan saling melengkapi maka integrasi akan terwujud. Sebab antaranggota masyarakat akan merasa saling membutuhkan dan tidak bisa hidup sendiri.
Kesimpulannya integrasi yang terjadi karena adanya peran-peran dalam masyarakat yang saling melengkapi adalah integrasi fungsional.
*Integrasi koersi adalah integrasi yang terjadi karena adanya kekuasaan penguasa yang memaksa terjadinya integrasi. Penguasa dapat menerapkan cara koersi (kekerasan/paksaan) sebagai salah satu alat pemersatu.
*Integrasi normatif adalah integrasi yang terjadi karena adanya norma atau nilai-nilai yang mempersatukan masyarakat. Contohnya Indonesia disatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika.