Latihan Sejarah Indonesia Kelas XII Upaya Bangsa Indonesia Mengatasi Ancaman Disintegrasi Bangsa
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Sejarah Indonesia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 2
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Menjelang puncak Pertempuran Surabaya, terjadi kontak senjata antara pasukan Sekutu dengan pemuda dan rakyat Surabaya. Sekutu lalu terdesak hingga Sukarno dan para pemimpin negara turun langsung ke Surabaya.

    Apa sebenarnya yang dilakukan Sukarno saat itu?

    A

    Berkeliling Surabaya dan meminta rakyat Surabaya melanjutkan kontak senjata.

    B

    Berkeliling Surabaya dan mengunjungi markas pasukan Sekutu, meminta Inggris pulang dengan baik-baik

    C

    Berkeliling Surabaya dan menyerukan gencatan senjata sambil menunggu hasil perundingan Indonesia dan Sekutu.

    D

    Datang ke Surabaya, berpidato satu kali untuk menyemangati rakyat Surabaya dalam perang fisik.

    E

    Datang ke Surabaya dan meminta secara langsung Gubernur Jawa Timur agar mengeluarkan Maklumat Penghentian Perang.

    Pembahasan:

    Setelah kontak senjata dengan rakyat Surabaya pada 27-28 Oktober 1945, Sekutu menghubungi Presiden Sukarno dan memintanya untuk menyelesaikan pertempuran.

    Besoknya, Sukarno dan para pemimpin negara tiba di Surabaya. Sukarno lalu berkeliling dan menyerukan gencatan senjata sambil menunggu hasil keputudan perundingan Indonesia dengan Sekutu.

    Jadi, jawabannya adalah Berkeliling Surabaya dan menyerukan gencatan senjata sambil menunggu hasil perundingan Indonesia dan Sekutu.

  • Pilgan
    0

    Akhir dari Peristiwa PKI Madiun 1948 adalah penumpasan dengan operasi militer TNI serta mengejar kedua pemimpin gerakan, yaitu Musso & Amir Syarifuddin hingga tewas.

    Bagaimanakah proses tewasnya kedua pemimpin PKI Madiun 1948 tersebut?

    A

    Musso kabur ke Ponorogo (Jawa Timur), dikejar lalu ditembak mati. Sedangkan Amir Syarifuddin ditangkap hidup-hidup lalu dijatuhi hukuman mati.

    B

    Musso & Amir Syarifuddin kabur bersama ke Ponorogo (Jawa Timur), dikejar lalu ditembak mati.

    C

    Musso dan Amir Syarifuddin ditangkap hidup-hidup dan dijatuhi hukuman mati secara bersamaan.

    D

    Musso kabur ke Semarang (Jawa Tengah), dikejar lalu ditembak mati. Sedangkan Amir Syarifuddin kabur ke Wonogiri (Jawa Tengah), lalu juga dikejar dan ditembak mati.

    E

    Musso ditangkap hidup-hidup dan dijatuhi hukuman mati. Sedangkan Amir Syarifuddin kabur ke Madura, dikejar lalu ditembak mati.

    Pembahasan:

    Untuk memulihkan keamanan secara menyeluruh di Madiun, pemerintah bertindak cepat. Provinsi Jawa Timur dijadikan daerah istimewa, selanjutnya Kolonel Sungkono diangkat sebagai gubernur militer. Operasi penumpasan dimulai pada tanggal 20 September 1948 dipimpin oleh Kolonel A. H. Nasution.

    Salah satu operasi penumpasan ini adalah pengejaran Musso yang melarikan diri ke Sumroto, sebelah barat Ponorogo (Jawa Timur), hingga berhasil ditembak mati. Sedangkan Amir Sjarifuddin dan tokoh-tokoh kiri lainnya berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Amir sendiri tertangkap di daerah Grobogan, Jawa Tengah.

    Berdasarkan penjabaran tersebut, maka jawabannya adalah Musso kabur ke Ponorogo (Jawa Timur), dikejar lalu ditembak mati. Sedangkan Amir Syarifuddin ditangkap hidup-hidup lalu dijatuhi hukuman mati.

  • Pilgan

    Kedatangan Belanda kembali ke Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan, membuat bangsa Indonesia melakukan revolusi. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan (revolusi) dilakukan dengan perang fisik dan diplomasi. Salah satu peristiwa perang fisik saat itu di Sumatra Utara adalah ....

    A

    Deli Serdang Area

    B

    Melayu Area

    C

    Batak Area

    D

    Medan Area

    E

    Toba Area

    Pembahasan:

    Salah satu peristiwa perang fisik di Sumatra Utara masa revolusi kemerdekaan Indonesia adalah Pertempuran Medan Area. Dimulai sejak 10 Desember 1945 ketika Sekutu (Belanda & Inggris) menyerang Kota Medan, Sumatra Utara.

    Dampaknya, pemerintah RI di Kota Medan terpaksa pindah ke Pematang Siantar. Perjuaangan/perang fisik kemudian dilanjutkan dengan membentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan pada Agustus 1946.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawabannya adalah Medan Area.

  • Pilgan

    Agresi Militer II yang dilakukan Belanda di Indonesia terjadi pada tanggal ....

    A

    18 Desember 1948

    B

    19 Desember 1948

    C

    19 November 1948

    D

    17 Desember 1948

    E

    16 November 1948

    Pembahasan:

    Agresi Militer Belanda II dilancarkan karena pihak Belanda merasa Indonesia mengkhianati isi Perundingan Renville. Belanda melalukan Agresi Militer keduanya tersebut pada 19 Desember 1948 di Yogyakarta.

    Jadi, jawabannya adalah 19 Desember 1948.

  • Pilgan

    Salah satu tokoh AU (Angkatan Udara) RI yang dianggap/disangka terlibat Peristiwa G30S 1965 yaitu ....

    A

    Marsekal Rusmin Nuryadin

    B

    Marsekal Suwoto Sukendar

    C

    Laksamana Suryadi Suryadarma

    D

    Marsekal Saleh Basarah

    E

    Marsekal Omar Dani

    Pembahasan:

    Salah satu tokoh AU (Angkatan Udara) RI yang dianggap/disangka terlibat Peristiwa G30S 1965 adalah Marsekal Omar Dani. Saat itu, ia menjabat sebagai Menteri Panglima AU. Omar Dani menganggap tragedi tersebut adalah konflik internal AD (Angkatan Darat).

    Beberapa hal yang memojokkan Omar Dani hingga dianggap terlibat, yaitu:

    1. Menerbitkan surat perintah harian berisi: AURI tidak turut campurdalam G30S dan AURI setuju dengan tiap gerakan pembersihan yang diadakan dalam tubuh tiap alat revolusi sesuai garis Pemimpin Besar Revolusi (Presiden Sukarno).
    2. Pangkalan AU Halim Perdana Kusumah kerap dijadikan tempat latihan Pemuda Rakyat, organ pemuda PKI.
    3. Selain itu, beberapa anggota AURI diduga terlibat dalam G30S.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawabannya adalah Omar Dani.

  • Pilgan

    Penumpasan gerakan DI/TII berlangsung dalam waktu cukup lama karena hal-hal berikut, kecuali ...

    A

    Terjadi perebutan kepentingan internal antara elit militer (TNI).

    B

    Suasana politik yang tidak konsisten, serta prilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.

    C

    Tempat tinggal pasukan DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya.

    D

    Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang di antaranya pemilik perkebunan, dan para pendukung Negara pasundan.

    E

    Pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk.

    Pembahasan:

    Penumpasan gerakan DI/TII ini memakan waktu cukup lama karena beberapa faktor, yaitu:

    • tempat tinggal pasukan DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya
    • pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk,
    • pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang di antaranya pemilik perkebunan, dan para pendukung Negara pasundan
    • suasana politik yang tidak konsisten, serta prilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.

    Jadi, jawabannya adalah Terjadi perebutan kepentingan internal antara elit militer (TNI).

  • Pilgan

    Tragedi G30S 1965 hingga kini masih menimbulkan pertanyaan. Di era Orde Baru, PKI menjadi pihak mutlak dan satu-satunya yang harus bertanggung jawab. Namun menurut ilmuwan Ben Anderson, penyebab terjadinya Tragedi G30S 1965 adalah ....

    A

    Intervensi pihak asing yakni Uni Soviet

    B

    Intervensi Blok Barat khususnya Amerika Serikat

    C

    Konflik Sukarno dengan Tentara

    D

    Konflik internal Angkatan Darat

    E

    Campur tangan Tiongkok

    Pembahasan:

    Tragedi G30S 1965 hingga kini masih menimbulkan pertanyaan. Di era Orde Baru, PKI menjadi pihak mutlak dan satu-satunya yang harus bertanggung jawab. Namun menurut ilmuwan Ben Anderson, penyebab terjadinya Tragedi G30S 1965 adalah konflik internal Angkatan Darat.

    Alasannya terdapat pada pernyataan pemimpin Gerakan tersebut, yaitu Letnan Kolonel Untung. Ia menyatakan bahwa para pemimpin Angkatan Darat hidup bermewahmewahan dan memperkaya diri sehingga mencemarkan nama baik Angkatan Darat.

    Jadi, jawabannya yaitu Konflik internal Angkatan Darat.

  • Pilgan

    Tujuan dari Agresi Militer Belanda II yaitu ...

    A
    • Mengganti status Republik Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Yogyakarta.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.
    B
    • Menghancurkan status Republik Indonesia sebagai kesatuan negara dan menggantinya sebagai negara persemakmuran (federasi) Belanda.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Yogyakarta.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.
    C
    • Menghancurkan status Republik Indonesia sebagai kesatuan negara.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Semarang.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.
    D
    • Menghancurkan status Republik Indonesia sebagai kesatuan negara.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Bukittinggi.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.
    E
    • Menghancurkan status Republik Indonesia sebagai kesatuan negara.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Yogyakarta.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.
    Pembahasan:

    Belanda kembali melanggar perjanjian damai Renville dengan melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948, dengan tujuan diantaranya yaitu:

    • Menghancurkan status Republik Indonesia sebagai kesatuan negara.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Yogyakarta.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah

    • Menghancurkan status Republik Indonesia sebagai kesatuan negara.
    • Menguasai Ibukota sementara Indonesia yang saat itu berada di Yogyakarta.
    • Menangkap pemimpin-pemimpin pemerintahan Indonesia.
  • Pilgan

    Latar belakang terjadinya Agresi Militer Belanda I diantaranya ...

    A
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    B
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 25 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    C
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara federasi dan menjadi persemakmuran Belanda.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 15 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    D
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara merdeka dan masuk ke dalam Blok Barat.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
    E
    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 20 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia khususnya Freeport di Papua.
    Pembahasan:

    Belanda melaksanakan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947. Agresi Militer Belanda I juga biasa disebut dengan Operatie Product. Berikut beberapa latar belakang Agresi Militer Belanda I, yaitu:

    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang benar adalah

    • Adanya keinginan Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai negara jajahannya kembali.
    • Pemerintah Indonesia menolak ultimatum dari Van Mook untuk menarik tentara Indonesia sejauh 10 km dari garis demarkasi.
    • Belanda ingin menguasai sumber daya alam Indonesia untuk membantu perekonomian Belanda yang mengalami krisis pasca perang.
  • Pilgan

    Bagaimana kondisi politik nasional menjelang G30S 1965 yang meruncingkan ancaman disintegrasi bangsa saat itu?

    A

    Segitiga kekuatan politik: Blok Barat, Presiden Sukarno, Blok Timur.

    B

    Segitiga kekuatan politik: Nasionalis, Agama, Komunis.

    C

    Segitiga kekuatan politik: Angkatan Darat, Presiden Sukarno, PKI.

    D

    Segitiga kekuatan politik: Angkatan Darat, Suharto, PKI.

    E

    Segitiga kekuatan politik: Angkatan Darat, Presiden Sukarno, Partai Masyumi.

    Pembahasan:

    Kondisi politik nasional di era Demokrasi Terpimpin khususnya menjelang G30S 1965, terbagi tiga kekuatan besar: Angkatan Darat, Presiden Sukarno, PKI (Partai Komunis Indonesia).

    Pasca PRRI-PERMESTA, partai oposisi terkuat terhadap Presiden Sukarno, Masyumi & PSI (Partai Sosialis Indonesia), dibubarkan. Sukarno lalu mendirikan Demokrasi Terpimpin dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

    Di era Demokrasi Terpimpin, Sukarno menjadi kekuasaan tunggal dan mutlak, bahkan ajaran serta kebijakannya wajib ditaati atas nama revolusi. PKI mendukung penuh Sukarno, menyebabkan Sukarno menjalin hubungan sangat akrab dengan PKI. Sementara Angkatan Darat, harus menyeimbangkan PKI dengan ikut merapat ke Presiden.

    Jadi, jawabannya adalah Segitiga kekuatan politik: Angkatan Darat, Presiden Sukarno, PKI.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.