Latihan Kimia Kelas XI Laju Reaksi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Jika perubahan konsentrasi pereaksi tidak memengaruhi laju reaksi, maka orde reaksi terhadap pereaksi tersebut adalah .…

    A

    2

    B

    3

    C

    4

    D

    0

    E

    1

    Pembahasan:

    Suatu reaksi kimia dikatakan mempunyai orde nol, jika besarnya laju reaksi tersebut tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. Artinya, seberapapun peningkatan konsentrasi pereaksi tidak akan memengaruhi besarnya laju reaksi. Adapun grafik orde 0 adalah sebagai berikut.

    Jadi, jika perubahan konsentrasi pereaksi tidak memengaruhi laju reaksi maka reaksi tersebut memiliki orde 0.


    *Adapun reaksi orde satu dan dua adalah sebagai berikut.

    • Pada reaksi orde satu, laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi. Jika konsentrasi dinaikkan dua kali, maka laju reaksinya pun akan dua kali lebih cepat dari semula, dst.

    • Pada reaksi orde dua, kenaikan laju reaksi akan sebanding dengan kenaikan konsentrasi pereaksi pangkat dua. Bila konsentrasi pereaksi dinaikkan dua kali, maka laju reaksinya akan naik menjadi empat kali lipat dari semula.

  • Pilgan

    Pernyataan berikut yang menyatakan reaksi orde satu adalah ....

    A

    laju reaksi berbanding lurus dengan kuadrat konsentrasi pereaksi

    B

    laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi

    C

    suhu tidak memengaruhi laju reaksi

    D

    laju reaksi tidak dipengaruhi oleh konsentrasi zat (konstan)

    E

    laju reaksi meningkat seiring dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi

    Pembahasan:

    Pada reaksi orde satu, laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi. Jika konsentrasi dinaikkan dua kali, maka laju reaksinya pun akan dua kali lebih cepat dari semula. Adapun grafik untuk reaksi orde satu adalah sebagai berikut.

    Jadi pernyataan dalam soal yang menyatakan reaksi orde satu adalah laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi.

  • Pilgan

    Berdasarkan reaksi berikut:

    H2S(g) + SO2(g) \rightarrow S(s) + H2O(l) (belum setara)

    Laju pengurangan SO2(g) tiap satuan waktu dibandingkan dengan laju pertambahan S(s) tiap satuan waktu adalah ....

    A

    1 : 2

    B

    2 : 1

    C

    1 : 1

    D

    3 : 1

    E

    1 : 3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    H2S(g) + SO2(g) \rightarrow S(s) + H2O(l) (belum setara)

    Ditanya:

    Laju pengurangan SO2(g) tiap satuan waktu dibandingkan dengan laju pertambahan S(s) tiap satuan waktu

    Dijawab:

    2H2S(g) + SO2(g) \rightarrow 3S(s) + 2H2O(l)

    Perbandingan laju reaksi zat-zat dalam reaksi sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya.

    Sehingga berdasarkan reaksi yang sudah disetarakan, maka rSO2: rS = 1 : 3r_{\text{SO}_2}:\ r_{\text{S}}\ =\ 1\ :\ 3

    Jadi laju pengurangan SO2(g) tiap satuan waktu dibandingkan dengan laju pertambahan S(s) tiap satuan waktu adalah 1 : 3.

  • Pilgan

    Di antara pernyataan berikut, yang tidak benar adalah ….

    A

    makin besar energi pengaktifan makin cepat reaksi berlangsung

    B

    katalisator akan memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia

    C

    semakin tinggi suhu, energi kinetik partikel meningkat sehingga reaksi lebih cepat

    D

    semakin tinggi suhu semakin besar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi

    E

    makin besar konsentrasi pereaksi makin besar frekuensi tumbukan

    Pembahasan:

    Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

    Konsentrasi

    Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

    Berdasarkan penjelasan ini maka pilihan jawaban: makin besar konsentrasi pereaksi makin besar frekuensi tumbukan --> benar.

    Suhu

    Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan suhu, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.

    Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi. Kenaikan suhu akan memperbesar laju reaksi.

    Berdasarkan penjelasan ini, maka jawaban: semakin tinggi suhu, energi kinetik partikel meningkat sehingga reaksi lebih cepat dan semakin tinggi suhu semakin besar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi --> benar.

    Katalis

    Katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea).

    Berdasarkan penjelasan ini, maka jawaban: katalisator akan memperbesar laju reaksi --> benar.


    Jadi pernyataan yang tidak benar pada soal di atas adalah makin besar energi pengaktifan makin cepat reaksi berlangsung.

    *Penyataan yang benar adalah semakin besar energi pengaktifan (energi aktivasi) maka semakin lama reaksi berlangsung, karena semakin besar energi yang dibutuhkan partikel untuk bertumbukan efektif menghasilkan produk.

  • Pilgan

    Dari percobaan laju reaksi 2A + 2B \rightarrow A2B2 diperoleh data sebagai berikut:

    Laju reaksi rata-ratanya adalah ....

    A

    5 ×103  M det15\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    B

    2 ×103  M det12\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    C

    2,5 ×103  M det12,5\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    D

    1,25 ×103  M det11,25\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    E

    10 ×103 M det110\ \times10^{-3}\ \text{M }\det^{-1}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • M1 = 0,1 M ; t1 = 0 detik
    • M2 = 0,08 M ; t2 = 10 detik
    • M3 = 0,075 M ; t3 = 20 detik

    Ditanya:

    Laju reaksi rata-rata

    Dijawab:

    Karena di soal yang diketahui merupakan data konsentrasi B, maka laju rata-rata diperoleh dengan menghitung laju rata-rata B tiap satuan waktu. Untuk mencari laju rata-rata, data yang dipakai yakni data konsentrasi dan waktu awal dan data konsentrasi dan waktu akhir. Sehingga, laju reaksi rata-rata B adalah

    r=[B] Δt=M1 M3t3  t1  r_{\text{}}=\frac{\left[\text{B}\right]}{\ \Delta t}=\frac{M_1-\ M_3}{t_{3\ }-\ t_1\ }\ 

    r=0,1 M  0,075 M 20det 0 detr_{\text{}}=\frac{0,1\ \text{M }-\ 0,075\ \text{M }}{20\det-\ 0\ \det}

    r=0,025  M 20 det r_{\text{}}=\frac{0,025\ \ \text{M }}{20\ \det}\ 

    r=0,00125  M det1=1,25 ×103  M det1r_{\text{}}=0,00125\ \ \text{M }\det^{-1}=1,25\ \times10^{-3}\ \ \text{M }\det^{-1}

    Jadi laju rata-rata reaksi di atas adalah 1,25 x 10-3 M det-1.

  • Pilgan

    H2O2(aq) + 2HI(aq) → 2H2O(l) + I2(aq)

    Berdasarkan reaksi di atas, diketahui bahwa konsentrasi I2 bertambah dari 0 menjadi 0,04 mol L-1 dalam waktu 5 sekon. Laju pembentukan I2 adalah ....

    A

    8×103 mol L1 det18\times10^{-3\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}

    B

    8×102 mol L1 det18\times10^{-2\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}

    C

    8×101 mol L1 det18\times10^{-1\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}

    D

    4×103 mol L1 det14\times10^{-3\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}

    E

    4×102 mol L1 det14\times10^{-2\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Konsentrasi awal I2 = 0 mol L-1
    • Konsentrasi I2 setelah 5 detik = 0,04 mol L-1
    • t = 5 detik

    Ditanya:

    Berapakah laju pembentukan I2?

    Dijawab:

    rI2= +Δ[I2]Δtr_{\text{I}_2}=\ +\frac{\Delta\left[\text{I}_2\right]}{\Delta t}

    rI2= +[0,04 mol L1 0  mol L1]5 det  0 detr_{\text{I}_2}=\ +\frac{\left[\text{0,04}\ \text{mol L}^{-1}-\ 0\ \ \text{mol L}^{-1}\right]}{5\ \det\ -\ 0\ \det}

    rI2= 0,04 mol L15 det r_{\text{I}_2}=\ \frac{\text{0,04}\ \text{mol L}^{-1}}{5\ \det\ }

    rI2=8×103 mol L1 det1r_{\text{I}_2}=8\times10^{-3\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}


    Maka laju pembentukan I2 adalah 8×103 mol L1 det18\times10^{-3\ }\text{mol L}^{-1}\ \det^{-1}.

  • Pilgan

    Berdasarkan reaksi

    4NO2(g) + O2(g\rightarrow 2N2O5(g)

    Diperoleh data sebagai berikut.

    Laju reaksi untuk percobaan ke-4 adalah ....

    A

    200

    B

    192

    C

    300

    D

    256

    E

    216

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Reaksi: 4NO2(g) + O2(g\rightarrow 2N2O5(g)
    • Data percobaan

    Ditanya:

    Laju reaksi pada saat [NO2] = 0,6 M dan [O2] = 0,2 M

    Dijawab:

    Menentukan orde reaksi

    Orde NO2 → Pilih reaksi yang memiliki konsentrasi NO2 berbeda dan O2 sama → percobaan 1 dan 3.

     r1r3=k[NO2]1x[ O2]1yk[NO2]3x [ O2]3y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{NO}_2\right]_1^x\left[\text{ O}_2\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{NO}_2\right]_3^x\ \left[\text{ O}_2\right]_3^y}

     2496=k[0,2]x[ 0,2]yk[0,4]x [0,2]y\ \frac{24}{96}=\frac{k\left[\text{0,2}\right]_{ }^x\left[\text{ 0,2}\right]^y}{k\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^x\ \left[\text{0,2}\right]_{ }^y}

     14=[0,2]x[0,4]x \ \frac{1}{4}=\frac{\left[\text{0,2}\right]_{ }^x}{\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^x\ }

    (12)2=(12)x\left(\frac{1}{2}\right)^2=\left(\frac{1}{2}\right)^x

    x=2x=2

    orde NO2 = 2


    Orde O2 → Pilih reaksi yang memiliki konsentrasi NO2 sama dan O2 berbeda→ percobaan 1 dan 2.

     r1r3=k[NO2]1x[ O2]1yk[NO2]2x [ O2]2y\ \frac{r_1}{r_3}=\frac{k\left[\text{NO}_2\right]_1^x\left[\text{ O}_2\right]_1^y}{k\left[\text{}\text{NO}_2\right]_2^x\ \left[\text{ O}_2\right]_2^y}

     2448=k[0,2]x[ 0,2]yk[0,2]x [0,4]y\ \frac{24}{48}=\frac{k\left[\text{0,2}\right]_{ }^x\left[\text{ 0,2}\right]^y}{k\left[\text{}\text{0,2}\right]_{ }^x\ \left[\text{0,4}\right]_{ }^y}

     12=[0,2]y[0,4]y \ \frac{1}{2}=\frac{\left[\text{0,2}\right]_{ }^y}{\left[\text{}\text{0,4}\right]_{ }^y\ }

    (12)1=(12)y\left(\frac{1}{2}\right)^1=\left(\frac{1}{2}\right)^y

    y=1y=1

    orde O2 = 1

    Persamaan laju : r = k [NO2]2 [O2]


    Mencari harga k

     r=k[NO2]2[ O2]\ r_{ }=k\left[\text{NO}_2\right]_{ }^2\left[\text{ O}_2\right]_{ }^{ }

    24=k[0,2]2[0,2]24=k\left[0,2\right]^2\left[0,2\right]

    k=248×103k=\frac{24}{8\times10^{-3}}

    k=3×103k=3\times10^3


    Laju reaksi untuk percobaan ke-4, saat [NO2] = 0,6 M dan [O2] = 0,2 M

    r=k[NO2]2[ O2]r_{ }=k\left[\text{NO}_2\right]_{ }^2\left[\text{ O}_2\right]_{ }^{ }

    r=3×103[0,6]2[ 0,2]r_{ }=3\times10^3\left[\text{0,6}\right]_{ }^2\left[\text{ 0,2}\right]_{ }^{ }

    r=3×103×36×102×2×101r_{ }=3\times10^3\times36\times10^{-2}\times2\times10^{-1}

    r=216r=216

    Maka laju reaksi untuk percobaan ke-4 adalah 216 M det-1.

  • Pilgan

    Data hasil percobaan reaksi X + 2Y \rightarrow 3Z adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan data percobaan di atas, akan diperoleh harga tetapan laju sebesar ....

    A

    16 x 10-3

    B

    0,4

    C

    1,6

    D

    4 x 10-3

    E

    4

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • reaksi X + 2Y \rightarrow 3Z
    • data percobaan :

    Ditanya:

    tetapan laju (k)

    Dijawab:

    Satuan laju reaksi adalah M det-1 → dari satuan laju dapat diketahui bahwa waktu berbanding terbalik dengan laju maka r = 1/t.


    Untuk mencari orde X, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi X yang berbeda dan konsentrasi Y yang sama → Percobaan 2 dan 3

     r2r3=k[X]2a[ Y]2bk[X]3a[ Y]3b\ \frac{r_2}{r_3}=\frac{k\left[\text{X}\right]_2^a\left[\text{ Y}\right]_2^b}{k\left[\text{}\text{X}\right]_3^a\left[\text{ Y}\right]_3^b}

    (1160)(1320)=k[0,25]a[0,125]bk[0,125]a[0,125]b\frac{\left(\frac{1}{160}\right)}{\left(\frac{1}{320}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}{k\left[0,125\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}

    320160=[0,25]a[0,125]a\frac{320}{160}=\frac{\text{}\left[0,25\right]_{ }^a}{\left[0,125\right]_{ }^a}

     2=2a \ 2=\text{}2^a\ 

     21=2a \ 2^1=\text{}2^a\ 

    a=1a=1

    orde X = 1


    Untuk mencari orde Y, bandingkan 2 percobaan yang memiliki konsentrasi X yang sama dan konsentrasi Y yang berbeda → Percobaan 1 dan 2

     r1r2=k[X]1a[ Y]1bk[X]2a[ Y]2b\ \frac{r_1}{r_2}=\frac{k\left[\text{X}\right]_1^a\left[\text{ Y}\right]_1^b}{k\left[\text{}\text{X}\right]_2^a\left[\text{ Y}\right]_2^b}

    (140)(1160)=k[0,25]a[0,25]bk[0,25]a[0,125]b\frac{\left(\frac{1}{40}\right)}{\left(\frac{1}{160}\right)}=\frac{\text{}k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,25\right]_{ }^b}{k\left[0,25\right]_{ }^a\left[0,125\right]_{ }^b}

    16040=[0,25]b[0,125]b\frac{160}{40}=\frac{\text{}\left[0,25\right]_{ }^b}{\left[0,125\right]_{ }^b}

     4=2b\ 4=\text{}2^b

     22=2b\ 2^2=\text{}2^b

    b=2b=2

    orde Y = 2

    Persamaan laju r = k [X] [Y]2

    Berdasarkan persamaan laju yang diperoleh, cari harga k menggunakan data konsentrasi dari salah satu percobaan.

    r=k[X][Y]2r=k\left[\text{X}\right]\left[\text{Y}\right]^2

    140=k[0,25][0,25]2\frac{1}{40}=k\left[\text{0,25}\right]\left[\text{0,25}\right]^2

    140=k[0,25]3\frac{1}{40}=k\left[\text{0,25}\right]^3

    k=140×1(14)3k=\frac{1}{40}\times\frac{1}{\left(\frac{1}{4}\right)^3}

    k=140×43k=\frac{1}{40}\times4^3

    k=140×64k=\frac{1}{40}\times64

    k=1,6k=1,6


    Harga k untuk reaksi di atas adalah 1,6.

  • Pilgan

    Ke dalam ruang yang volumenya 4 liter, dimasukkan 4 mol gas HI yang kemudian terurai menjadi gas H2 dan I2. Setelah 10 detik, dalam ruang tersebut terdapat 2 mol gas HI. Laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2 berturut-turut adalah …

    A

    0,5 mol L1 det1dan 0,025 mol L1 det10,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    B

    0,1 mol L1 det1dan 0,05 mol L1 det10,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    C

    0,01 mol L1 det1dan 0,5 mol L1 det10,01\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    D

    0,05 mol L1 det1dan 0,1 mol L1 det10,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    E

    0,01 mol L1 det1dan 0,1 mol L1 det10,01\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    Pembahasan:

    Diketahui :

    • V = 4 liter
    • mol awal gas HI = 4 mol
    • mol gas HI setelah 10 detik = 2 mol
    • t = 10 detik

    Ditanya :

    Laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2

    Dijawab :

    Konsentrasi HI

    M1=molV (Liter) = 4 mol4 L= 1 mol L1M_1=\frac{\text{mol}}{V\ \left(\text{Liter}\right)\ }=\ \frac{4\ \text{mol}}{4\text{ L}}=\ 1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}

    M2=molV (Liter) = 2 mol4 L= 0,5 mol L1M_2=\frac{\text{mol}}{V\ \left(\text{Liter}\right)\ }=\ \frac{2\ \text{mol}}{4\text{ L}}=\ 0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}

    Laju Penguraian HI setelah 10 detik

    rHI=Δ[HI]Δt  r_{\text{HI}}=-\frac{\Delta\left[\text{HI}\text{}\right]}{\Delta t}\ \ 

    rHI=0,5 mol L1 1 mol L110 det  =0,5 mol L110 det = 0,05 mol L1 det1r_{\text{HI}}=-\frac{0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}-\ 1\ \text{mol}\text{ L}^{-1}}{10\ \det\ }\ =\frac{0,5\ \text{mol}\text{ L}^{-1}}{10\ \det}\ =\ 0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}

    Laju pembentukan H2

    2HI \longrightarrow H2 + I2

    rHI : rH2 = 2 : 1r_{\text{HI}}\ :\ r_{\text{H}_2}\ =\ 2\ :\ 1

    persamaan menjadi

    rHI=2 rH2 r_{\text{HI}}=2\ r_{\text{H}_2}\ 

    rH2=0,05 mol L1 det12r_{\text{H}_2}=\frac{0,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}}{2}

    rH2= 0,025 mol L1 det1r_{\text{H}_2}=\ 0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}


    Maka laju reaksi penguraian gas HI dan laju reaksi pembentukan gas H2 adalah 0,05 mol L1 det1dan 0,025 mol L1 det10,05\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}\text{dan }0,025\ \text{mol}\text{ L}^{-1}\ \det^{-1}.

  • Pilgan

    Seorang siswa sedang melakukan percoban untuk mengetahui pengaruh luas permukaan bidang sentuh dengan jumlah partikel menggunakan teori tumbukan. Tabel data hasil percobaan untuk reaksi antara logam Fe dengan larutan H2SO4 adalah sebagai berikut.

    Berdasarkan data di atas, percobaan dan alasan yang paling tepat untuk mengetahui reaksi yang berlangsung paling lambat adalah ....

    A

    percobaan 5, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit)

    B

    percobaan 4, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    C

    percobaan 1, karena luas permukaan bidang sentuh besar dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    D

    percobaan 3, karena luas permukaan bidang sentuh besar dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit)

    E

    percobaan 2, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi besar (jumlah partikel banyak)

    Pembahasan:

    Konsentrasi

    Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

    Luas Permukaan

    Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.


    Fe 0,5 gram yang berbentuk lempengan lebih lama larut di dalam larutan H2SO4 1 M. Hal ini disebabkan luas permukaan bidang sentuh lebih kecil membuat kemungkinan tumbukan efektif antarpartikel semakin sedikit, sehingga laju reaksi berlangsung lebih lambat. Konsentrasi larutan juga ikut memengaruhi kecepatan laju reaksi. Semakin kecil konsentrasi larutan, maka semakin sedikit jumlah partikel di dalamnya, sehingga semakin sedikit kemungkinan tumbukan efektif partikel yang menyebabkan laju reaksi berlangsung lambat.

    Jadi berdasarkan data di atas, percobaan dan alasan yang paling tepat untuk mengetahui reaksi yang berlangsung paling lambat adalah percobaan 5, karena luas permukaan bidang sentuh kecil dan konsentrasi kecil (jumlah partikel sedikit).


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.