Latihan Fisika Kelas X Angka Penting
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    sumber: https://gonogini.com/

    Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan merupakan satelit terbesar ke lima dalam tata surya. Jarak rata-rata Bumi ke Bulan adalah 384.400.000 meter. Penulisan jarak tersebut ke dalam notasi ilmiah beserta jumlah angka penting yang benar adalah ....

    A

    3,844×10−5 m3,844\times10^{-5}\ \text{m} dan 5 angka penting

    B

    3,844×108 m3,844\times10^8\ \text{m} dan 4 angka penting

    C

    3844×10−3 m3844\times10^{-3}\ \text{m} dan 9 angka penting

    D

    3,844×109 m3,844\times10^9\ \text{m} dan 9 angka penting

    E

    3844×105 m3844\times10^5\ \text{m} dan 5 angka penting

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jarak Bulan ke Bumi =384.400.000 m=384.400.000\ \text{m}

    Ditanyakan:

    Notasi ilmiah dan jumlah angka penting?

    Jawab:

    Aturan angka penting di antaranya adalah:

    1) Semua angka bukan nol yang diperoleh dari hasil pengukuran termasuk angka penting

    2) Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting

    3) Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal adalah angka penting

    4) Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting

    5) Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut termasuk angka penting atau bukan. Sebagai alternatif, dapat juga digunakan garis di bawah angka yang masih termasuk angka penting

    Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai a,... ×10na,...\ \times10^n, dengan aa adalah bilangan asli dan nn adalah eksponen.

    Untuk menuliskan notasi ilmiah dari 384.400.000 m384.400.000\ \text{m}, maka tanda koma digeser ke kiri melalui 8 angka, sehingga penulisannya menjadi 3,844×108 m3,844\times10^8\ \text{m}, dengan jumlah angka penting ada 4 angka penting.

    Jadi notasi ilmiahnya adalah 3,844×108 m3,844\times10^8\ \text{m} dan mengandung 4 angka penting.

  • Pilgan

    Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri atas angka eksak dan satu angka terakhir yang ditaksir (atau diragukan). Penulisan angka penting sendiri memiliki beberapa aturan. Berikut ini bilangan-bilangan yang memiliki 4 angka penting adalah ....

    A

    0,1004; 36,02; 1,800×10−31,800\times10^{-3}; dan 17.500

    B

    0,04500; 72,130; 4,000×1024,000\times10^{2}; dan 20.100

    C

    0,1013; 4,020; 2,450×10−62,450\times10^{-6}; dan 100.000

    D

    0,1500; 99,56; 1,2050×1031,2050\times10^{3}; dan 27.100

    E

    0,0345; 450,1; 1,750×1041,750\times10^4; dan 16.000

    Pembahasan:

    Aturan angka penting di antaranya adalah:

    1) Semua angka bukan nol yang diperoleh dari hasil pengukuran termasuk angka penting

    2) Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting

    3) Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal adalah angka penting

    4) Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting

    5) Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut termasuk angka penting atau bukan. Sebagai alternatif, dapat juga digunakan garis di bawah angka yang masih termasuk angka penting

    Berdasarkan uraian di atas, dapat kita tinjau masing-masing jawaban sebagai beriku.

    *0,0345; 450,1; 1,750×1041,750\times10^4; dan 16.000

    0,0345 memiliki 3 angka penting, yaitu 3, 4, dan 5

    *0,1004; 36,02; 1,800×10−31,800\times10^{-3}; dan 17.500

    Semua bilangan memiliki 4 angka penting

    *0,1013; 4,020; 2,450×10−62,450\times10^{-6}; dan 100.000

    100.000 memiliki 5 angka penting, yaitu 1 dan keempat angka nol sampai yang diberi garis bawah

    *0,04500; 72,130; 4,000×1024,000\times10^{2}; dan 20.100

    72,130 memiliki 5 angka penting, yaitu semua angka adalah angka penting

    *0,1500; 99,56; 1,2050×1031,2050\times10^{3}; dan 27.100

    1,2050×1031,2050\times10^3 memiliki 5 angka penting, yaitu semua angka adalah angka penting.

    Jadi, bilangan yang memiliki 4 angka penting adalah 0,1004; 36,02; 1,800×10−31,800\times10^{-3}; dan 17.500

  • Pilgan

    Sebuah gaya FF mendatar dikerjakan pada sebuah benda di atas lantai datar hingga benda tersebut berpindah sejauh ss. Besar gaya FF tercatat (10,0±0,04)N\left(10,0\pm0,04\right)\text{N} dan perpindahan ss adalah (9,0±0,1) m\left(9,0\pm0,1\right)\ \text{m}. Jika besar usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan benda adalah W=FsW=Fs, maka dengan mengetahui ketidakpastian disipasi usaha (ΔW)\left(\Delta W\right) dapat dilaporkan hasil perhitungan usaha WW menjadi ....

    A

    W=(90,0±1,4)JW=\left(90,0\pm1,4\right)\text{J}

    B

    W=(90,0±0,015)JW=\left(90,0\pm0,015\right)\text{J}

    C

    W=(90±1,5)JW=\left(90\pm1,5\right)\text{J}

    D

    W=(90±0,14)JW=\left(90\pm0,14\right)\text{J}

    E

    W=(90±1,35)JW=\left(90\pm1,35\right)\text{J}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Besar gaya FF (10,0±0,04)N\left(10,0\pm0,04\right)\text{N}

    Besar perpindahan ss (9,0±0,1) m\left(9,0\pm0,1\right)\ \text{m}

    Besar usaha W=FsW=Fs

    Ditanyakan:

    Penulisan laporan perhitungan usaha WW ?

    Jawab:

    Bentuk persamaan usaha adalah W=FsW=Fs

    Ketidakpastian untuk kasus perkalian dan eksponen dengan bentuk fungsi z=xyz=xy memiliki persamaan Δzz0=∣Δxx0∣+∣Δyy0∣\frac{\Delta z}{z_0}=\left|\frac{\Delta x}{x_0}\right|+\left|\frac{\Delta y}{y_0}\right|, dengan

    F=(F0±ΔF)F=\left(F_0\pm\Delta F\right) ⇔F=(10,0±0,04) N\Leftrightarrow F=\left(10,0\pm0,04\right)\ \text{N}

    dan s=(s0±Δs)s=\left(s_0\pm\Delta s\right) ⇔s=(9,0±0,1) m\Leftrightarrow s=\left(9,0\pm0,1\right)\ \text{m}

    Penyelesaiannya menjadi:

    ΔWW0=∣ΔFF0∣+∣Δss0∣\frac{\Delta W}{W_0}=\left|\frac{\Delta F}{F_0}\right|+\left|\frac{\Delta s}{s_0}\right|

    =∣0,0410,0∣+∣0,19,0∣=\left|\frac{0,04}{10,0}\right|+\left|\frac{0,1}{9,0}\right|

    =∣0,004∣+∣0,011∣=\left|0,004\right|+\left|0,011\right|

    =∣0,015∣=0,015=\left|0,015\right|=0,015

    ketidakpastian relatif =ΔWW0×100%=\frac{\Delta W}{W_0}\times100\%

    =0,015×100%=1,5%=0,015\times100\%=1,5\%

    Ketidakpastian relatif 1,5% (dekat dengan 1%) berhak atas 3 angka penting.

    W0=FsW_0=Fs

    =(10)(9)=\left(10\right)\left(9\right)

    =90=90,0 J=90=90,0\ \text{J} (3 angka penting)

    Ketidakpastian disipasi usaha ΔW\Delta W dapat dicari dengan:

    ΔWW0=∣ΔFF0∣+∣Δss0∣\frac{\Delta W}{W_0}=\left|\frac{\Delta F}{F_0}\right|+\left|\frac{\Delta s}{s_0}\right|

    ΔW90,0=1,5%\frac{\Delta W}{90,0}=1,5\%

    ΔW=1,5%×90,0=1,35 J\Delta W=1,5\%\times90,0=1,35\ \text{J}

    Hasil perhitungan usaha dapat dilaporkan menjadi:

    W=W0±ΔWW=W_0\pm\Delta W

    =(90,0±1,35)J=\left(90,0\pm1,35\right)\text{J}, agar nilai WWtetap mengandung 3 angka penting, maka 1,35 dibulatkan menjadi 1,4

    =(90,0±1,4)J=\left(90,0\pm1,4\right)\text{J}

    Jadi, penulisan laporan perhitungan usaha W=(90,0±1,4)JW=\left(90,0\pm1,4\right)\text{J}

  • Pilgan

    sumber: https://www.freepik.com/

    Tujuh puluh lima buku sejenis disimpan dalam satu deret rak hingga penuh. Jika tebal satu buku adalah 3,85 cm, maka panjang rak satu deret yang dipenuhi buku-buku tersebut sesuai dengan aturan angka penting adalah ....

    A

    290,0 cm290,0\ \text{cm}

    B

    288,75 cm288,75\ \text{cm}

    C

    289 cm289\ \text{cm}

    D

    288,8 cm288,8\ \text{cm}

    E

    288,80 cm288,80\ \text{cm}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah buku =75=75

    Tebal 1 buku =3,85 cm=3,85\ \text{cm}

    Ditanyakan:

    Panjang rak satu deret?

    Jawab:

    Jumlah buku di sini merupakan bilangan eksak, sedangkan ukuran ketebalan buku adalah bilangan penting. Untuk mengetahui panjang rak, maka jumlah buku dikali dengan tebal satu buku.

    Sesuai aturan angka penting, hasil perkalian atau pembagian antara bilangan penting dengan bilangan eksak hanya boleh memiliki angka penting sebanyak angka penting pada bilangan pentingnya.

    Penyelesaiannya menjadi:

    panjang rak =75×3,85 cm=75\times3,85\ \text{cm} (bilangan penting mengandung 3 angka penting)

    =288,75 cm=288,75\ \text{cm} (lakukan pembulatan dengan aturan bahwa angka 5 atau lebih dibulatkan ke atas dan angka kurang dari 5 dibulatkan ke bawah)

    =289 cm=289\ \text{cm} (ditulis dalam 3 angka penting)

    Jadi, panjang raknya adalah 289 cm289\ \text{cm}

  • Pilgan

    Tidak hanya dalam penulisan angka saja yang mengacu pada aturan angka penting. Berhitung atau mengoperasikan bilangan penting juga ada aturannya. Operasi hitung berikut yang benar sesuai aturan angka penting adalah ....

    A

    (1,2 m)2=1,44 m2\left(1,2\ \text{m}\right)^2=1,44\ \text{m}^2

    B

    1,24 cm×0,5 cm=0,62 cm21,24\ \text{cm}\times0,5\ \text{cm}=0,62\ \text{cm}^2

    C

    16,84 kg:2,2 m3=7,654 kg/m316,84\ \text{kg}:2,2\ \text{m}^3=7,654\ \text{kg/m}^3

    D

    218,17 s−120 s=98 s218,17\ \text{s}-120\ \text{s}=98\ \text{s}

    E

    0,213 m+2,8 m=3,013 m0,213\ \text{m}+2,8\ \text{m}=3,013\ \text{m}

    Pembahasan:

    Berhitung dengan angka penting memiliki beberapa aturan, yaitu:

    1) Aturan pada penjumlahan dan pengurangan hasilnya hanya boleh mengandung satu angka taksiran.

    2) Aturan pada perkalian dan pembagian hasil akhirnya hanya boleh mengandung angka penting sebanyak angka penting dari bilangan penting yang jumlah angka pentingnya paling sedikit.

    Berdasarkan uraian di atas, dapat ditinjau masing-masing jawaban sebagai berikut.

    *1,24 cm×0,5 cm=0,62 cm21,24\ \text{cm}\times0,5\ \text{cm}=0,62\ \text{cm}^2. Operasi perkalian, sehingga hasilnya harus memiliki 1 angka penting saja yaitu 0,6 cm20,6\ \text{cm}^2

    *16,84 kg:2,2 m3=7,654 kg/m316,84\ \text{kg}:2,2\ \text{m}^3=7,654\ \text{kg/m}^3. Operasi pembagian, sehingga hasilnya harus memiliki 2 angka penting yaitu 7,7 kg/m37,7\ \text{kg/m}^3

    *0,213 m+2,8 m=3,013 m0,213\ \text{m}+2,8\ \text{m}=3,013\ \text{m}. Operasi penjumlahan, sehingga hasilnya harus mengandung satu angka taksiran yaitu 3,0 m3,0\ \text{m}

    *218,17 s−120 s=98 s218,17\ \text{s}-120\ \text{s}=98\ \text{s}. Operasi pengurangan, sehingga hasilnya harus mengandung satu angka taksiran, dan jawaban sudah benar

    *(1,2 m)2=1,44 m2\left(1,2\ \text{m}\right)^2=1,44\ \text{m}^2. Operasi perkalian, sehingga hasilnya harus memiliki 2 angka penting yaitu 1,4 m21,4\ \text{m}^2

    Jadi, operasi hitung yang benar adalah 218,17 s−120 s=98 s218,17\ \text{s}-120\ \text{s}=98\ \text{s}

  • Pilgan

    Ibu memiliki persediaan gula pasir 0,35 kilogram. Pagi itu ibu membuat kue lapis dan menggunakan gula sebanyak 0,120 kilogram. Untuk melengkapi hidangan, ibu membuat teh untuk ayah ditambah gula 0,0125 kilogram. Jika dihitung sesuai dengan aturan angka penting, berapa kilogram gula yang masih ibu miliki?

    A

    0,2175 kg

    B

    0,22 kg

    C

    0,217 kg

    D

    0,2 kg

    E

    0,218 kg

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa persediaan gula =0,35 kg=0,35\ \text{kg}

    Massa gula untuk kue lapis =0,120 kg=0,120\ \text{kg}

    Massa gula untuk teh =0,0125 kg=0,0125\ \text{kg}

    Ditanya:

    Massa gula akhir?

    Jawab:

    Penyelesaian penjumlahan dan pengurangan berdasarkan aturan angka penting dapat dilakukan dengan operasi penjumlahan atau pengurangan secara biasa, kemudian bulatkan hasilnya hingga hanya memiliki satu angka taksiran.

    Perhitungannya menjadi:

    0,35 kg (5 adalah angka taksiran) −- 0,120 kg (0 adalah angka taksiran) −- 0,0125 kg (5 adalah angka taksiran)

    == 0,2175 kg; dibulatkan menjadi 0,22 kg karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran.

    Jadi, persediaan gula milik ibu masih 0,22 kg.

  • Pilgan

    Sebuah partikel bermassa mm yang terletak sejauh rr dari titik putarnya digerakkan memutar sehingga mengalami gerak rotasi dengan momen inersia II. Besar massa mm tercatat (1,24±0,06)kg\left(1,24\pm0,06\right)\text{kg} dan jarak rr adalah (3,2±0,3)m\left(3,2\pm0,3\right)\text{m}. Jika besar momen inersia partikel tersebut adalah I=mr2I=mr^2, maka besar ketidakpastian relatif ΔII0\frac{\Delta I}{I_0} adalah ....

    A

    18,8%

    B

    4,8%

    C

    14,2%

    D

    19%

    E

    23,6%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Besar massa mm (1,24±0,06)kg\left(1,24\pm0,06\right)\text{kg}

    Besar jarak rr (3,2±0,3)m\left(3,2\pm0,3\right)\text{m}

    Besar momen inersia partikel I=mr2I=mr^2

    Ditanyakan:

    Ketidakpastian relatif ΔII0\frac{\Delta I}{I_0} ?

    Jawab:

    Bentuk persamaan momen inersia adalah I=mr2I=mr^2

    Ketidakpastian untuk kasus perkalian dan eksponen dengan bentuk fungsi z=axnymz=ax^ny^m memiliki persamaan

    Δzz0=∣n∣∣Δxx0∣+∣m∣∣Δyy0∣\frac{\Delta z}{z_0}=\left|n\right|\left|\frac{\Delta x}{x_0}\right|+\left|m\right|\left|\frac{\Delta y}{y_0}\right|, dengan

    m=(m0±Δm)m=\left(m_0\pm\Delta m\right) ⇔m=(1,24±0,06)kg\Leftrightarrow m=\left(1,24\pm0,06\right)\text{kg}

    dan r=(r0±Δr)r=\left(r_0\pm\Delta r\right) ⇔r=(3,2±0,3)m\Leftrightarrow r=\left(3,2\pm0,3\right)\text{m}

    Penyelesaiannya menjadi:

    ΔII0=∣n∣∣Δmm0∣+∣m∣∣Δrr0∣\frac{\Delta I}{I_0}=\left|n\right|\left|\frac{\Delta m}{m_0}\right|+\left|m\right|\left|\frac{\Delta r}{r_0}\right|

    =∣1∣∣0,061,24∣+∣2∣∣0,33,2∣=\left|1\right|\left|\frac{0,06}{1,24}\right|+\left|2\right|\left|\frac{0,3}{3,2}\right|

    =∣0,048∣+2∣0,094∣=\left|0,048\right|+2\left|0,094\right|

    =0,048+0,188=0,236=0,048+0,188=0,236

    ketidakpastian relatif =Δzz0×100%=\frac{\Delta z}{z_0}\times100\%

    =0,236×100%=23,6%=0,236\times100\%=23,6\%

    Jadi, besar ketidakpastian relatif ΔII0\frac{\Delta I}{I_0} adalah 23,6%

  • Pilgan

    Hasil pengukuran sebuah benda dengan menggunakan mikrometer sekrup menunjukkan nilai 0,00897 m0,00897\ \text{m}. Bentuk notasi ilmiah beserta jumlah angka penting dari bilangan tersebut adalah ....

    A

    897 ×103 m897\ \times10^3\ \text{m} dan 5 angka penting

    B

    8,97 ×10−3 m8,97\ \times10^{-3}\ \text{m} dan 3 angka penting

    C

    0,897 ×10−3 m0,897\ \times10^{-3}\ \text{m} dan 3 angka penting

    D

    897 ×10−3 m897\ \times10^{-3}\ \text{m} dan 5 angka penting

    E

    8,97 ×103 m8,97\ \times10^3\ \text{m} dan 3 angka penting

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hasil sebuah pengukuran =0,00897 m=0,00897\ \text{m}

    Ditanyakan:

    Notasi ilmiah dan jumlah angka penting?

    Jawab:

    Aturan angka penting di antaranya adalah:

    1) Semua angka bukan nol yang diperoleh dari hasil pengukuran termasuk angka penting

    2) Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol adalah angka penting

    3) Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal adalah angka penting

    4) Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting

    5) Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut termasuk angka penting atau bukan. Sebagai alternatif, dapat juga digunakan garis di bawah angka yang masih termasuk angka penting

    Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai a,... ×10na,...\ \times10^n, dengan aa adalah bilangan asli dan nn adalah eksponen.

    Untuk menuliskan notasi ilmiah dari 0,00897 m0,00897\ \text{m}, maka tanda koma digeser ke kanan melalui 3 angka, sehingga penulisannya menjadi 8,97 ×10−3 m8,97\ \times10^{-3}\ \text{m} dengan jumlah angka penting ada 3 angka penting.

    Jadi notasi ilmiahnya adalah 8,97 ×10−3 m8,97\ \times10^{-3}\ \text{m} dan mengandung 3 angka penting.

  • Pilgan

    Sebuah kelapa tua bermassa 2,4 kg2,4\ \text{kg} terlepas dari tangkainya dan jatuh bebas menumbuk tanah dengan kecepatan vv. Dikarenakan pergerakannya, kelapa tersebut memiliki energi kinetik sebesar 1.080 J, di mana persamaan energi kinetik EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2. Besar kecepatan kelapa saat tiba di tanah dengan memperhatikan aturan angka penting adalah ....

    A

    0,30×102 m/s0,30\times10^2\ \text{m/s}

    B

    30 m/s30\ \text{m/s}

    C

    30,0 m/s30,0\ \text{m/s}

    D

    3×10 m/s3\times10\ \text{m/s}

    E

    3,0×10 m/s3,0\times10\ \text{m/s}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa m=2,4 kgm=2,4\ \text{kg}

    Energi kinetik EK=1.080 JEK=1.080\ \text{J}

    Ditanyakan:

    Kecepatan v=?v=?, sesuai aturan angka penting

    Jawab:

    Untuk mencari energi kinetik digunakan persamaan EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2, sehingga kita menggunakan operasi hitung akar.

    Sesuai aturan angka penting, pada bilangan yang dipangkatkan atau yang ditarik akarnya, maka jumlah angka penting hasil perhitungannya harus mengikuti jumlah angka penting bilangan komponennya (yang dipangkatkan atau ditarik akarnya).

    Penyelesaiannya menjadi:

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    1.080=12(2,4)v21.080=\frac{1}{2}\left(2,4\right)v^2

    1.080=1,2v21.080=1,2v^2

    1.0801,2=v2\frac{1.080}{1,2}=v^2

    v2=900v^2=900

    v=900v=\sqrt{900} (1 AP)

    =30 m/s=30\ \text{m/s}

    Hasil akhirnya harus mengandung 1 angka penting, sehingga v=3×10 m/sv=3\times10\ \text{m/s}

    Jadi, besar kecepatan kelapa saat tiba di tanah adalah 3×10 m/s3\times10\ \text{m/s}

  • Pilgan

    Surya bersepeda dari rumahnya dan berhenti setelah menempuh jarak 1,05×105 cm1,05\times10^5\ \text{cm} karena menunggu temannya di belakang. Setelah temannya tiba, mereka melanjutkan perjalanan kembali sejauh 8,450×104 cm8,450\times10^4\ \text{cm} dan berhenti di sebuah warung untuk membeli minum. Jarak yang telah ditempuh oleh Surya dan temannya sesuai dengan aturan angka penting dan notasi ilmiah yang tepat adalah ....

    A

    1,8950×105 cm1,8950\times10^5\ \text{cm}

    B

    19,0×104 cm19,0\times10^4\ \text{cm}

    C

    18,950×104 cm18,950\times10^4\ \text{cm}

    D

    1,90×105 cm1,90\times10^5\ \text{cm}

    E

    18,9×104 cm18,9\times10^4\ \text{cm}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jarak pertama =1,05×105 cm=1,05\times10^5\ \text{cm}

    Jarak kedua =8,450×104 cm=8,450\times10^4\ \text{cm}

    Ditanya:

    Total jarak yang ditempuh sesuai aturan angka penting dan notasi ilmiah yang tepat?

    Jawab:

    Penyelesaian penjumlahan dan pengurangan berdasarkan aturan angka penting dapat dilakukan dengan operasi penjumlahan atau pengurangan secara biasa, kemudian bulatkan hasilnya hingga hanya memiliki satu angka taksiran.

    Perhitungannya menjadi:

    1,05×105 cm+ 8,450×104 cm1,05\times10^5\ \text{cm}+\ 8,450\times10^4\ \text{cm} (samakan orde besar keduanya agar dapat dijumlahkan)

    == 10,5×104 cm\times10^4\ \text{cm} (5 adalah angka taksiran) ++ 8,450×104 cm\times10^4\ \text{cm} (0 adalah angka taksiran)

    == 18,950×104 cm\times10^4\ \text{cm}; dibulatkan menjadi 19,0×104 cm\times10^4\ \text{cm} karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran. Dalam notasi ilmiah, dituliskan sebagai

    1,90×105 cm1,90\times10^5\ \text{cm}.

    Jadi, hasil penjumlahannya adalah 1,90×105 cm1,90\times10^5\ \text{cm}


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.