Latihan Kimia Kelas XI Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
1
Salah
7
Dilewati
2

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 2
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 2
  • Pilgan
    0

    50 mL larutan seng hidroksida 0,2 M dicampurkan dengan 50 mL larutan asam sulfida 0,3 M pada suhu x K. Padatan yang terbentuk kemudian dipisahkan dan dimurnikan. Kemudian untuk penelitian lebih lanjut, padatan ini dilarutkan dalam 100 kg air sehingga membentuk larutan jenuh. Berapakah tetapan hasil kali kelarutan dari padatan tersebut? (ρair=1 \rho_{\text{air}}=1\ g ml-1)

    A

    1,0 ×\times 10-8

    B

    5,0 ×\times 10-11

    C

    1,0 ×\times 10-5

    D

    2,5 ×\times 10-9

    E

    1,5 ×\times 10-15

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Seng hidroksida : Zn(OH)2

    Asam sulfida : H2S

    [Zn(OH)2== 0,2 M

    V Zn(OH)2  == 50 mL

    [H2S] == 0,3 M

    V H2S == 50 mL

    mair == 100 kg == 105 g

    ρair=1 \rho_{\text{air}}=1\ g ml-1

    Ditanya: Ksp padatan yang terbentuk?

    Dijawab:

    mol Zn(OH)2=V Zn(OH)2×[Zn(OH)2]\text{mol}\ \text{Zn}\left(\text{OH}\right)_2=V\ \text{Zn}\left(\text{OH}\right)_2\times\left[\text{Zn}\left(\text{OH}\right)_2\right]

    =50 mL×0,2 M=50\ \text{mL}\times0,2\ \text{M}

    =10 mmol=10\ \text{mmol}

    mol H2S=V H2S×[H2S]\text{mol}\ \text{H}_2\text{S}=V\ \text{H}_2\text{S}\times\left[\text{H}_2\text{S}\right]

    =50 mL×0,3 M=50\ \text{mL}\times0,3\ \text{M}

    =15 mmol=15\ \text{mmol}

    Padatan yang terbentuk adalah ZnS (seng sulfida)

    Jika ZnS dilarutkan dalam air, reaksi pelarutannya adalah sebagai berikut.

    Dimisalkan kelarutan sebagai s.

    ZnS(s) \rightleftharpoons Zn2+(aq) ++ S2-(aq)

    mol ZnS=10 mmol\text{mol}\ \text{Zn}\text{S}=10\ \text{mmol}

    Vair=mairρairV_{\text{air}}=\frac{m_{\text{air}}}{\rho_{\text{air}}}

    =105g1 g mL1=\frac{10^5\text{g}}{1\ \text{g}\ \text{mL}^{-1}}

    =105 mL=10^5\ \text{mL}

    [ZnS]=mol ZnSVair\left[\text{ZnS}\right]=\frac{\text{mol ZnS}}{V_{\text{air}}}

    =10 mmol105 mL=\frac{10\ \text{mmol}}{10^5\ \text{mL}}

    =104 M=10^{-4}\ \text{M}

    Berdasarkan reaksi pelarutan, maka:

    [ZnS]=s\left[\text{ZnS}\right]=s\text{}

    104 M=s10^{-4}\ \text{M}=s

    s=104 Ms=10^{-4}\ \text{M}

    Ksp=[Zn2+][S2]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Zn}^{2+}\right]\left[\text{S}^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =(104 )2=\left(10^{-4}\ \right)^2

    =108=10^{-8}

    =1×108=1\times10^{-8}

    Maka tetapan hasil kali kelarutan dari padatan yang terbentuk (ZnS) adalah 1,0 ×\times 10-8.

  • Pilgan
    0

    Reaksi antara larutan besi(II) klorida dan amonium hidroksida mampu membentuk larutan dan padatan yang sukar larut dalam air. Nama padatan dan larutan tersebut berturut-turut, yaitu ....

    A

    besi(I) amonium dan klorin hidroksida

    B

    amonium(I) klorida dan besi(I) hidroksida

    C

    amonium klorida dan besi(II) hidroksida

    D

    besi(II) hidroksida dan amonium klorida

    E

    klorin hidroksida dan besi(I) amonium

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.


    Larutan besi(II) klorida : FeCl2

    Amonium hidroksida : NH4OH

    Reaksi antara kedua larutan di atas terjadi sebagai berikut.

    FeCl2(aq) ++ 2NH4OH(aq) \longrightarrow Fe(OH)2(s) ++ 2NH4Cl(aq)

    Padatan yang terbentuk adalah besi(II) hidroksida atau Fe(OH)2 yang tidak larut dalam air, sedangkan larutan yang terbentuk adalah amonium klorida atau NH4Cl.

    Jadi nama padatan dan larutan tersebut berturut-turut yaitu besi(II) hidroksida dan amonium klorida.

  • Pilgan

    0,15 g garam AxBy dapat larut dalam 1 mL pelarut air. Berapakah tetapan hasil kali kelarutannya? (Mr AxBy = 45 g/mol)

    A

    (xy)(yx)(3,33x+y)

    B

    (xx)(yy)(3,33x+y)

    C

    (xy)(3,33x+y)

    D

    (xyxy)(3,33x+y)

    E

    (3,33xy)x+y

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis:

    1. Untuk zat yang mudah larut : dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    massa AxBy == 0,15 g

    Vpelarut == 1 mL == 10-3 L

    Ditanya: Ksp AxBy?

    Dijawab:

    mol AxBy=m  AxByMr AxBy\text{mol}\ \text{A}_x\text{B}_y=\frac{m\ \ \text{A}_x\text{B}_y}{M_{\text{r}}\ \text{A}_x\text{B}_y}

    =0,15 g45 g mol1=\frac{0,15\ \text{g}}{45\ \text{g}\ \text{mol}^{-1}}

    =3,33×103 mol=3,33\times10^{-3}\ \text{mol}

    [AxBy]=mol  AxByVpelarut\left[\text{A}_x\text{B}_y\right]=\frac{\text{mol}\ \ \text{A}_x\text{B}_y}{V_{\text{pelarut}}}

    =3,33×103 mol103 L=\frac{3,33\times10^{-3}\ \text{mol}}{10^{-3}\ \text{L}}

    =3,33 M=3,33\ \text{M}

    s=kelarutan AxBy dalam molaritas=3,33 Ms=\text{kelarutan}\ \text{A}_x\text{B}_y\ \text{dalam molaritas}=3,33\ \text{M}

    Reaksi pelarutan garam AxBy

    Dimisalkan kelarutan sebagai s.

    AxBy(s⇌ xAy+(aq++ yBx-(aq)

    Ksp=[Ay+]x[Bx]yK_{\text{sp}}=\left[\text{A}^{y+}\right]^x\left[\text{}\text{B}^{x-}\right]^y

    =(xs)x(ys)y=\left(xs\right)^x\left(ys\right)^y

    =(x(3,33))x(y(3,33))y=\left(x\left(3,33\right)\right)^x\left(y\left(3,33\right)\right)^y

    =(3,33x)x(3,33y)y=\left(3,33x\right)^x\left(3,33y\right)^y

    =(3,33)x(x)x(3,33)y(y)y=\left(3,33\right)^x\left(x\right)^x\left(3,33\right)^y\left(y\right)^y

    =(xx)(yy)(3,33x+y )=\left(x^x\right)\left(y^y\right)\left(3,33^{x+y\ }\right)

    Maka tetapan hasil kali kelarutan dari AxBy adalah (xx)(yy)(3,33x+y).

  • Pilgan
    0

    Dalam suatu percobaan, Fey mencoba melarutkan padatan A ke dalam 50 mL air dan 50 mL eter. 25 gram padatan tersebut dapat larut dalam air sedangkan pada eter hanya 5 gram yang dapat larut. Berdasarkan informasi ini, pelarut paling sesuai untuk padatan A adalah ... karena A termasuk senyawa ... dengan kelarutan .... (Mr A  50 g/mol; ρair=\rho_{\text{air}}= 1 g/mL; ρeter=\rho_{\text{eter}}= 0,713 g/mL)

    A

    pelarut eter; semipolar; 10 mol/L

    B

    pelarut eter; nonpolar; 14,03 g/100 g eter

    C

    pelarut air; polar; 50 g/100 g air

    D

    pelarut eter; polar; 2 mol/L

    E

    pelarut air; nonpolar; 10 mol/L

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Kelarutan padatan A dalam dua pelarut:

    Pelarut air (50 mL) : dapat melarutkan 25 g padatan A

    Pelarut eter (50 mL) : dapat melarutkan 5 g padatan A

    Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa kelarutan padatan A lebih tinggi dalam pelarut air (pelarut polar) dibandingkan dalam pelarut eter (pelarut nonpolar). Senyawa yang dapat larut lebih baik dalam pelarut polar termasuk jenis senyawa polar.

    Diketahui:

    Vair=Veter=50 mLV_{\text{air}}=V_{\text{eter}}=50\ \text{mL}

    ρair=1 gml\rho_{\text{air}}=1\ \frac{\text{g}}{\text{ml}}

    ρeter=0,713 gml\rho_{\text{eter}}=0,713\ \frac{\text{g}}{\text{ml}}

    mA dalam air=25 gm_{\text{A dalam air}}=25\ \text{g}

    mA dalam eter=5 gm_{\text{A dalam eter}}=5\ \text{g}

    Mr A=50 g.mol1M_{\text{r}}\ \text{A}=50\ \text{g.mol}^{-1}

    Ditanya: s untuk pelarut air dan eter dalam g/100 g air dan dalam mol/L?

    Dijawab:

    mair=ρair×Vairm_{\text{air}}=\rho_{\text{air}}\times V_{\text{air}}

    =1 gmL×50 mL=1\ \frac{\text{g}}{\text{mL}}\times50\ \text{mL}

    =50 g=50\ \text{g}

    meter=ρeter×Veterm_{\text{eter}}=\rho_{\text{eter}}\times V_{\text{eter}}

    =0,713 gmL×50 mL=0,713\ \frac{\text{g}}{\text{mL}}\times50\ \text{mL}

    =35,65 g=35,65\ \text{g}

    Menyatakan kelarutan padatan A dalam air

    mol A=mA dalam airMr\text{mol A}=\frac{m_{\text{A dalam air}}}{M_{\text{r}}}

    =25 g50 gmol1=\frac{25\ \text{g}}{50\ \text{gmol}^{-1}}

    =0,5 mol=0,5\ \text{mol}

    Cara pertama : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran

    sA=mol AVairs_{\text{A}}=\frac{\text{mol A}}{V_{\text{air}}}

    =0,5 mol0,05 L=\frac{0,5\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}

    =10 molL=10\ \frac{\text{mol}}{\text{L}}

    Cara kedua : dinyatakan dalam gram/100 gram air

    sA=mA dalam airmair=25 g50 g air=50 g100 g airs_{\text{A}}=\frac{m_{\text{A dalam air}}}{m_{\text{air}}}=\frac{25\ \text{g}}{50\ \text{g air}}=\frac{50\ \text{g}}{100\ \text{g air}}

    Menyatakan kelarutan padatan A dalam eter

    mol A=mA dalam eterMr\text{mol A}=\frac{m_{\text{A dalam eter}}}{M_{\text{r}}}

    =5 g50 gmol1=\frac{5\ \text{g}}{50\ \text{gmol}^{-1}}

    =0,1 mol=0,1\ \text{mol}

    Cara pertama : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran

    sA=mol AVeters_{\text{A}}=\frac{\text{mol A}}{V_{\text{eter}}}

    =0,1 mol0,05 L=\frac{0,1\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}

    =2 molL=2\ \frac{\text{mol}}{\text{L}}

    Cara kedua : dinyatakan dalam gram/100 gram air

    sA=mA dalam etermeter=5 g35,65 g eter=14,03 g100 g eters_{\text{A}}=\frac{m_{\text{A dalam eter}}}{m_{\text{eter}}}=\frac{5\ \text{g}}{35,65\ \text{g eter}}=\frac{14,03\ \text{g}}{100\ \text{g eter}}

    Pelarut paling sesuai untuk padatan A adalah pelarut air karena A termasuk senyawa polar dengan kelarutan 10 mol/L atau 50 g/100 g air.

  • Pilgan
    0

    Suatu zat dilarutkan dalam pelarut C hingga mencapai keadaan jenuh. Jika diketahui tetapan hasil kali kelarutan adalah 1 ×\times 10-14, maka nilai Qsp sebesar ....

    A

    1 ×\times 10-28

    B

    1 ×\times 10-7

    C

    5 ×\times 10-8

    D

    5 ×\times 10-15

    E

    1 ×\times 10-14

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Proses pelarutan dan pengendapan dapat dianalisis menggunakan data KspKsp atau tetapan hasil kali kelarutan adalah jumlah maksimum suatu zat yang dapat ditambahkan agar tetap larut. Qsp adalah hasil kali kelarutan yang menunjukkan hasil kali dari konsentrasi ion-ion penyusun suatu padatan. Perbandingan nilai Qsp dan Ksp dapat memberikan informasi apakah suatu larutan belum jenuh, tepat jenuh, atau jenuh. Kondisi ini dibagi menjadi 3 sebagai berikut.

    1. Qsp << Ksp menunjukkan larutan belum mencapai keadaan jenuh sehingga belum ada endapan. Pada kondisi ini, larutan memiliki jumlah zat terlarut lebih sedikit dibandingkan jumlah maksimum zat yang dapat terlarut.
    2. Qsp == Ksp menunjukkan larutan tepat jenuh dan belum terbentuk endapan. Pada kondisi ini, larutan memiliki jumlah zat terlarut tepat sama dengan jumlah maksimum zat yang dapat terlarut.
    3. Qsp >> Ksp menunjukkan larutan mencapai keadaan jenuh dan telah terbentuk endapan. Pada kondisi ini, larutan memiliki jumlah zat terlarut lebih banyak dibandingkan jumlah maksimum zat yang dapat terlarut.

    Karena proses pelarutan menghasilkan larutan jenuh yang artinya Qsp == Ksp, maka nilai Qsp adalah sebesar 1 ×\times 10-14.

  • Pilgan
    0

    Jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut disebut dengan ....

    A

    kelarutan

    B

    konsentrasi

    C

    kesetimbangan

    D

    jumlah mol

    E

    pengendapan

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis:

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.


    *Jumlah mol adalah massa suatu zat per massa molekul relatifnya.

    *Konsentrasi adalah mol suatu zat dibagi dengan volume larutan.

    *Kesetimbangan adalah keadaan di mana laju pembentukan produk sama dengan laju penguraian reaktan.

    *Pengendapan adalah kondisi di mana suatu pelarut tidak lagi mampu melarutkan zat terlarut.

  • Pilgan
    2

    Pencampuran larutan asam klorida dan timbal(II) nitrat dapat membentuk padatan dan asam kuat. Jika diketahui kelarutan padatan tersebut dalam air adalah 2aa, maka tetapan hasil kali kelarutannya adalah ....

    A

    4a34a^3

    B

    8a38a^3

    C

    16a316a^3

    D

    2a32a^3

    E

    32a332a^3

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Larutan timbal(II) nitrat : Pb(NO3)2

    Larutan asam klorida : HCl

    Reaksi antara kedua larutan di atas terjadi sebagai berikut.

    Pb(NO3)2(aq++ 2HCl(aq\longrightarrow PbCl2(s++ 2HNO3(aq)

    Padatan yang mungkin terbentuk adalah PbCl2 yang terdiri dari ion Pb2+ dan Cl-.

    Diketahui:

    s PbCl2=2as\ \text{PbCl}_2=2a

    Ditanya: KspK_{\text{sp}}?

    Dijawab:

    Reaksi pelarutan PbCl2 adalah sebagai berikut.

    PbCl2(s\longrightarrow Pb2+(aq++ 2Cl-(aq)

    Ksp=[Pb2+][Cl]2K_{\text{sp}}=\left[\text{Pb}^{2+}\right]\left[\text{Cl}^-\right]^2

    =(s)(2s)2=\left(s\right)\left(2s\right)^2

    =4s3=4s^3

    =4(2a)3=4\left(2a\right)^3

    =32a3=32a^3

    Jadi tetapan hasil kali kelarutan dari PbCl2 adalah 32a332a^3.

  • Pilgan
    0

    Jika kelarutan garam dalam air diasumsikan sebagai k, maka hasil kali kelarutan garam berikut yang tidak dinyatakan sebagai k2 adalah ....

    A

    SrCrO4

    B

    BaSO4

    C

    CuCl

    D

    CaSO4

    E

    HgI2

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis:

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Analisis opsi jawaban:

    Kelarutan (s) dinyatakan sebagai k.

    SrCrO4

    SrCrO4(s) \longrightarrow Sr2+(aq) ++ CrO42-(aq)

    Ksp=[Sr2+][CrO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Sr}^{2+}\right]\left[\text{CrO}_4^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    BaSO4

    BaSO4(s) \longrightarrow Ba2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ba2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ba}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    CuCl

    CuCl(s) \longrightarrow Cu+(aq) ++ Cl-(aq)

    Ksp=[Cu+][Cl]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Cu}^+\right]\left[\text{Cl}^-\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    CaSO4

    CaSO4(s) \longrightarrow Ca2+(aq) ++ SO42-(aq)

    Ksp=[Ca2+][SO42]K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Ca}^{2+}\right]\left[\text{SO}_4^{2-}\right]

    =(s)(s)=\left(s\right)\left(s\right)

    =s2=s^2

    =k2=k^2


    HgI2

    HgI2(s) \longrightarrow Hg2+(aq) ++ 2I-(aq)

    Ksp=[Hg2+][I]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Hg}^{2+}\right]\left[\text{I}^-\right]^2

    =s(2s)2=s\left(2s\right)^2

    =4s3=4s^3

    =4(k)3=4\left(k\right)^3

    =4k3=4k^3

    Maka nilai tetapan hasil kali kelarutan garam yang tidak dinyatakan sebagai k2 adalah HgI2.

  • Pilgan

    Hasil kali kelarutan 3,67 gram timbal(II) bromida dalam 100 mL air adalah .... (Ar Pb 207 g/mol; Br 80 g/mol)

    A

    2 ×\times 10-4

    B

    3 ×\times 10-5

    C

    4 ×\times 10-3

    D

    1 ×\times 10-3

    E

    1 ×\times 10-2

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Timbal(II) bromida == PbBr2

    massa PbBr2 == 3,67 g

    Vair == 100 mL == 0,1 L

    Ar Pb == 207 g/mol

    Ar Br == 80 g/mol

    Ditanya: Ksp PbBr2?

    Dijawab:

    MPbBr2=ArPb+2×ArBrM_{\text{r}\ }\text{PbBr}_2=A_{\text{r}}\text{Pb}+2\times A_{\text{r}}\text{Br}

    =[207+(2×80)] g.mol1=\left[207+\left(2\times80\right)\right]\text{ g.mol}^{-1}

    =367 gmol1=367\ \text{gmol}^{-1}

    mol PbBr2=massa PbBr2MrPbBr2\text{mol PbBr}_2=\frac{\text{massa PbBr}_2}{M_{\text{r}}\text{PbBr}_2}

    =3,67 g367 g.mol1=\frac{3,67\ \text{g}}{367\ \text{g.mol}^{-1}}

    =0,01 mol=0,01\ \text{mol}

    [PbBr2]=mol PbBr2V\left[\text{PbBr}_2\right]=\frac{\text{mol PbBr}_2}{V}

    =0,01 mol0,1 L=\frac{0,01\ \text{mol}}{0,1\ \text{L}}

    =0,1 M=0,1\ \text{M}

    s=[PbBr2]=0,1 Ms=\left[\text{PbBr}_2\right]=\text{0,1 }\text{M}

    Reaksi disosiasi yang terjadi karena pelarutan padatan PbBr2 dalam air adalah sebagai berikut.

    PbBr2(s) \longrightarrow Pb2+(aq) ++ 2Br-(aq)

    Ksp=[Pb2+][Br]2K_{\text{sp}}=\left[\text{}\text{Pb}^{2+}\right]\left[\text{Br}^-\right]^2

    =s(2s)2=s\left(2s\right)^2

    =4s3=4s^3

    =4(0,1)3=4\left(0,1\right)^3

    =4×103=4\times10^{-3}

    Maka tetapan hasil kali kelarutan dari PbBr2 adalah 4 ×\times 10-3.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan persamaan berikut!

    Ksp=[G2a+]b[Rb]2aK_{\text{sp}}=\left[\text{G}^{2a+}\right]^b\left[\text{}\text{}\text{R}^{b-}\right]^{2a}

    Berdasarkan rumus tetapan hasil kali kelarutan di atas, manakah rumus molekul garam yang sesuai persamaan di atas?

    A

    GbRa\text{G}_b\text{R}_a

    B

    G2bR2a\text{G}_{2b}\text{R}_{2a}

    C

    GaRb\text{G}_a\text{R}_b

    D

    GbR2a\text{G}_b\text{R}_{2a}

    E

    G2aR2b\text{G}_{2a}\text{R}_{2b}

    Pembahasan:

    Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

    1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
    2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

    Diketahui:

    Ksp=[G2a+]b[Rb]2aK_{\text{sp}}=\left[\text{G}^{2a+}\right]^b\left[\text{}\text{}\text{R}^{b-}\right]^{2a}

    Ditanya: Rumus molekul garam?

    Dijawab:

    Persamaan reaksinya dapat ditunjukkan sebagai penjumlahan ion-ionnya.

    Garam\text{Garam}\rightleftharpoons G2a++ Rb\text{}\text{G}^{2a+}+\ \text{}\text{}\text{R}^{b-}

    Agar muatannya sama (menghasilkan garam yang netral) maka setiap ion harus dikalikan suatu bilangan sebagai koefisien.

    Garam\text{Garam}\rightleftharpoons bG2a++ 2aRbb\text{}\text{G}^{2a+}+\ 2a\text{}\text{}\text{R}^{b-}

    Berdasarkan persamaan pelarutan di atas, dapat diketahui bahwa index dari G2a+ adalah b sedangkan index untuk ion Rb- adalah 2a.

    Rumus molekul garam : GbR2a\text{G}_b\text{R}_{2a}

    Maka rumus molekul dari garam yang sesuai adalah GbR2a\text{G}_b\text{R}_{2a}.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.