Latihan Fisika Kelas XI Titik Berat
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 7
2. 4
3. 4
4. 2
5. 2
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (12,5; 15)\left(12,5;\ 15\right) cm

    B

    (15; 6,25)\left(15;\ 6,25\right) cm

    C

    (15,15)\left(15,15\right) cm

    D

    (6,25; 15)\left(6,25;\ 15\right) cm

    E

    (15; 12,5)\left(15;\ 12,5\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dimensi tiga pada sumbu-X dan sumbu-Y.

    Ditanya:

    Titik berat bangun yang diarsir (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi yang memiliki volume (V)\left(V\right). Bangun tiga dimensi pada soal merupakan bangun yang tidak homogen, sehingga dapat dicari dengan melihat bangun-bangun homogen yang membentuk bangun tersebut. Karena bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi, maka titik beratnya dapat dicari dengan persamaan berikut.

    x=x1V1x2V2V1V2x=\frac{x_1V_1-x_2V_2}{V_1-V_2}

    y=y1V1y2V2V1V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    Bangun tersebut merupakan bangun setengah bola yang digabungkan dengan kerucut.

    Jika dilihat, diameter kerucut dan diameter setengah bola memiliki nilai yang sama, yaitu 30 cm. Untuk bangun tiga dimensi berbentuk kerucut dan setengah bola, titik berat koordinat xx nya berada di setengah diameter. Jadi titik berat koordinat xx nya adalah sebagai berikut.

    x=12Dx=\frac{1}{2}D

    x=12(30)x=\frac{1}{2}\left(30\right)

    x=15x=15 cm

    Sedangkan untuk koordinat yy nya dapat dicari satu per satu dengan menandakan daerah yang hijau sebagai bangun 1, dan daerah yang kuning sebagai bangun 2.

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 1 (setengah bola) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y1=58ty_1=\frac{5}{8}t (58\frac{5}{8} karena bentuk setengah bolanya terbalik)

    y1=58(15)y_1=\frac{5}{8}\left(15\right)

    y1=9,375y_1=9,375 cm

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 2 (kerucut) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y2=14t+15y_2=\frac{1}{4}t+15 (ditambah 15 karena titik terendah dari bangun kerucut berada pada y = 15).

    y2=14(3015)+15y_2=\frac{1}{4}\left(30-15\right)+15

    y2=14(15)+15y_2=\frac{1}{4}\left(15\right)+15

    y2=3,75+15y_2=3,75+15

    y2=18,75y_2=18,75 cm

    Kemudian cari titik berat koordinat yy gabungan dari kedua bangun tersebut dengan persamaan berikut.

    y=y1V1y2V2V1V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    y=(9,375)((12)(43)πr3)+(18,75)(13πr2t)((12)(43)πr3)+(13πr2t)y=\frac{\left(9,375\right)\left(\left(\frac{1}{2}\right)\left(\frac{4}{3}\right)\pi r^3\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}{\left(\left(\frac{1}{2}\right)\left(\frac{4}{3}\right)\pi r^3\right)+\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}

    y=(9,375)(23πr3)+(18,75)(13πr2t)(23πr3)+(13πr2t)y=\frac{\left(9,375\right)\left(\frac{2}{3}\pi r^3\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}{\left(\frac{2}{3}\pi r^3\right)+\left(\frac{1}{3}\pi r^2t\right)}

    y=πr2[(9,375)(23r)+(18,75)(13t)]πr2[(23r)+(13t)]y=\frac{\pi r^2\left[\left(9,375\right)\left(\frac{2}{3}r\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}t\right)\right]}{\pi r^2\left[\left(\frac{2}{3}r\right)+\left(\frac{1}{3}t\right)\right]}

    y=[(9,375)(23(15))+(18,75)(13(15))][(23(15))+(13(15))]y=\frac{\left[\left(9,375\right)\left(\frac{2}{3}\left(15\right)\right)+\left(18,75\right)\left(\frac{1}{3}\left(15\right)\right)\right]}{\left[\left(\frac{2}{3}\left(15\right)\right)+\left(\frac{1}{3}\left(15\right)\right)\right]}

    y=93,75+93,7510+5y=\frac{93,75+93,75}{10+5}

    y=187,515y=\frac{187,5}{15}

    y=12,5y=12,5 cm

    Jadi, titik berat bangun diarsir adalah (15; 12,5)\left(15;\ 12,5\right) cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Sebuah benda berbentuk persegi panjang memiliki massa jenis yang tidak homogen. Massa jenis pada sisi merah lebih besar daripada massa jenis pada sisi biru. Letak titik berat benda tersebut yang mungkin adalah di posisi ....

    A

    B

    B

    D

    C

    A

    D

    C

    E

    E

    Pembahasan:

    Titik berat adalah titik di mana resultan gaya gravitasi dan torsi akibat gaya gravitasi dari bagian-bagian benda tersebut sama dengan nol. Resultan yang sama dengan nol ini mengakibatkan benda berada di posisi seimbang. Namun, titik berat tidak harus berada tepat di tengah-tengah posisi benda. Hal ini disesuaikan dengan geomteri dan distribusi massa dari benda tersebut.

    Pada gambar tersebut, massa jenis sisi berwarna merah yang berada di kanan lebih besar daripada massa jenis sisi berwarna biru yang berada di kiri. Hal ini akan menyebabkan pengaruh gaya gravitasi akan lebih condong ke arah kanan menyebabkan pusat massa bergeser ke arah kanan atau ke titik B.

    Jadi, letak titik berat benda tersebut yang mungkin adalah di posisi B.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (2, 3)\left(2,\ 3\right) cm

    B

    (3, 2)\left(3,\ 2\right) cm

    C

    (2, 2)\left(2,\ 2\right) cm

    D

    (1, 2)\left(1,\ 2\right) cm

    E

    (1, 1)\left(1,\ 1\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun satu dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun satu dimensi yang memiliki panjang (l)\left(l\right). Titik berat suatu bangun satu dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun satu dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan seperti berikut.

    x=x1l1+x2l2l1+l2x=\frac{x_1l_1+x_2l_2}{l_1+l_2} dan y=y1l1+y2l2l1+l2y=\frac{y_1l_1+y_2l_2}{l_1+l_2}.

    Kita bagi bangunnya terlebih dahulu dengan warna-warna berbeda.

    Warna merah kita beri indeks 1. Warna ungu kita beri indeks 2. Warna hijau kita beri indeks 3.

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    x=x1l1+x2l2+x3l3l1+l2+l3x=\frac{x_1l_1+x_2l_2+x_3l_3}{l_1+l_2+l_3}

    x=(1)(4)+(3)(4)+(5)(4)4+4+4x=\frac{\left(1\right)\left(4\right)+\left(3\right)\left(4\right)+\left(5\right)\left(4\right)}{4+4+4}

    x=4+12+2012x=\frac{4+12+20}{12}

    x=3612x=\frac{36}{12}

    x=3x=3 cm

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    y=y1l1+y2l2+y3l3l1+l2+l3y=\frac{y_1l_1+y_2l_2+y_3l_3}{l_1+l_2+l_3}

    y=(2)(4)+(2)(4)+(2)(4)4+4+4y=\frac{\left(2\right)\left(4\right)+\left(2\right)\left(4\right)+\left(2\right)\left(4\right)}{4+4+4}

    y=8+8+84+4+4y=\frac{8+8+8}{4+4+4}

    y=2412y=\frac{24}{12}

    y=2y=2 cm

    Jadi, titik berat bangun tersebut adalah (3, 2)\left(3,\ 2\right) cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun yang diarsir adalah ....

    A

    (2,25; 6)\left(2,25;\ 6\right) cm

    B

    (6; 4,125)\left(6;\ 4,125\right) cm

    C

    (6; 2,25)\left(6;\ 2,25\right) cm

    D

    (6, 6)\left(6,\ 6\right) cm

    E

    (4,125; 6)\left(4,125;\ 6\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dimensi tiga pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat bangun yang diarsir (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi yang memiliki volume (V)\left(V\right). Bangun tiga dimensi pada soal merupakan bangun yang tidak homogen, sehingga dapat dicari dengan melihat bangun-bangun homogen yang membentuk bangun tersebut. Karena bangun pada soal merupakan bangun tiga dimensi, maka titik beratnya dapat dicari dengan persamaan berikut.

    x=x1V1x2V2V1V2x=\frac{x_1V_1-x_2V_2}{V_1-V_2} dan y=y1V1y2V2V1V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    Bangun tersebut merupakan bangun silinder yang memiliki lubang berbentuk setengah bola.

    Jika dilihat, diameter silinder dan diameter setengah bola memiliki nilai yang sama, yaitu 12 cm. Untuk bangun tiga dimensi berbentuk silinder dan setengah bola, titik berat koordinat xx nya berada di setengah diameter. Jadi titik berat koordinat xx nya adalah sebagai berikut.

    x=12Dx=\frac{1}{2}D

    x=12(12)x=\frac{1}{2}\left(12\right)

    x=6x=6 cm

    Sedangkan untuk koordinat yy nya dapat dicari satu per satu dengan menandakan daerah yang biru sebagai bangun 1, dan daerah yang kuning sebagai bangun 2.

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 1 (silinder) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y1=12ty_1=\frac{1}{2}t

    y1=12(12)y_1=\frac{1}{2}\left(12\right)

    y1=6y_1=6 cm

    Untuk titik berat koordinat yy pada bangun 2 (setengah bola) dapat dicari dengan persamaan berikut.

    y2=58t+6y_2=\frac{5}{8}t+6 (58\frac{5}{8} karena bentuk setengah bolanya terbalik. Ditambah 6 karena titik terendah bangun setengah bolanya ada pada titik y = 6)

    y2=58(126)+6y_2=\frac{5}{8}\left(12-6\right)+6

    y2=58(6)+6y_2=\frac{5}{8}\left(6\right)+6

    y2=3,75+6y_2=3,75+6

    y2=9,75y_2=9,75 cm

    Kemudian cari titik berat koordinat yy gabungan dari kedua bangun tersebut dengan persamaan berikut.

    y=y1V1y2V2V1V2y=\frac{y_1V_1-y_2V_2}{V_1-V_2}

    y=(6)(πr2t)(9,75)((12)(43)πr3)(πr2t)((12)(43)πr3)y=\frac{\left(6\right)\left(\pi r^2t\right)-\left(9,75\right)\left(\left(\frac{1}{2}\right)\left(\frac{4}{3}\right)\pi r^3\right)}{\left(\pi r^2t\right)-\left(\left(\frac{1}{2}\right)\left(\frac{4}{3}\right)\pi r^3\right)}

    y=πr2[(6)(t)(9,75)(23r)]πr2(t23r)y=\frac{\pi r^2\left[\left(6\right)\left(t\right)-\left(9,75\right)\left(\frac{2}{3}r\right)\right]}{\pi r^2\left(t-\frac{2}{3}r\right)}

    y=(6)(12)(9,75)(23(6))(1223(6))y=\frac{\left(6\right)\left(12\right)-\left(9,75\right)\left(\frac{2}{3}\left(6\right)\right)}{\left(12-\frac{2}{3}\left(6\right)\right)}

    y=72398y=\frac{72-39}{8}

    y=338y=\frac{33}{8}

    y=4,125y=4,125 cm

    Jadi, titik berat bangun diarsir adalah (6; 4,125)\left(6;\ 4,125\right) cm.

  • Pilgan

    Sebuah tiang penampang jalan tol memiliki dimensi sebagai berikut.

    Letak titik berat tiang tersebut berada di ... m.

    A

    (6,9)

    B

    (6,10)

    C

    (6,7)

    D

    (6,8)

    E

    (6,6)

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dua dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Tiang tersebut dapat dibagi menjadi dua bangun, yaitu persegi panjang (bangun 1) dan persegi panjang (bangun 2).

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    Titik berat pada koordinat xx berada di posisi xx = 6 m karena tiang berbentuk simetris terhadap sumbu-XX.

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    y=(4)((75)(8))+(9)((12)(108))(75)(8)+(12)(108)y=\frac{\left(4\right)\left(\left(7-5\right)\left(8\right)\right)+\left(9\right)\left(\left(12\right)\left(10-8\right)\right)}{\left(7-5\right)\left(8\right)+\left(12\right)\left(10-8\right)}

    y=64+21616+24y=\frac{64+216}{16+24}

    y=28040y=\frac{280}{40}

    y=7y=7 m

    Jadi, letak titik berat tiang tersebut berada di (6, 7) m.

  • Pilgan

    The frame, dubai | Premium Photo

    Di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, terdapat sebuah bangunan bernama Dubai Frame. Bila digambarkan ke dalam koordinat, dimensi bangunan Dubai Frame adalah sebagai berikut.

    Letak titik berat Dubai Frame berada di ... m.

    A

    (50; 101,1)

    B

    (50; 112,8)

    C

    (50; 65)

    D

    (50; 75)

    E

    (50; 97,6)

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dua dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Bangunan tersebut dapat dibagi menjadi dua bangun, yaitu persegi panjang utama (bangun 1) dan lubangnya (bangun 2).

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    Titik berat pada koordinat xx berada di posisi xx = 50 m karena bangunan berbentuk simetris terhadap sumbu-XX.

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    y=y1A1y2A2A1A2y=\frac{y_1A_1-y_2A_2}{A_1-A_2} (dikurangi karena bangun 2 merupakan lubang)

    y=(75)((150)(100))(65)((130)(9010))(150)(100)(130)(9010)y=\frac{\left(75\right)\left(\left(150\right)\left(100\right)\right)-\left(65\right)\left(\left(130\right)\left(90-10\right)\right)}{\left(150\right)\left(100\right)-\left(130\right)\left(90-10\right)}

    y=1.125.000676.00015.00010.400y=\frac{1.125.000-676.000}{15.000-10.400}

    y=449.0004.600y=\frac{449.000}{4.600}

    y=97,6y=97,6 m

    Jadi, letak titik berat Dubai Frame berada di (50; 97,6) m.

  • Pilgan

    Jika sebuah benda ditopang tepat di titik beratnya, maka pernyataan yang tepat adalah ....

    A

    resultan gaya gravitasinya > 0

    B

    benda akan berada pada posisi keseimbangannya

    C

    benda tidak stabil dan kemungkinan akan jatuh

    D

    resultan torsi akibat gaya gravitasinya > 0

    E

    benda ditopang tepat di tengah-tengah posisi benda

    Pembahasan:

    Free Photo | 3d balancing stones in the ocean

    Titik berat adalah titik di mana resultan gaya gravitasi dan torsi akibat gaya gravitasi dari bagian-bagian benda tersebut sama dengan nol. Resultan yang sama dengan nol ini mengakibatkan benda berada di posisi seimbang. Namun, titik berat tidak harus berada tepat di tengah-tengah posisi benda. Hal ini disesuaikan dengan geomteri dan distribusi massa dari benda tersebut.

    Jadi, pernyataan yang tepat adalah benda akan berada pada posisi keseimbangannya.

  • Pilgan

    Sebuah kertas berbentuk persegi panjang dengan ukuran tertentu. Awalnya titik berat kertas tersebut berada di tengah-tengah. Kemudian pada kertas tersebut dibuat lubang berbentuk lingkaran seperti pada gambar berikut.

    Lubang tersebut memiliki jari-jari sebesar RR sehingga titik beratnya bergeser 11 cm ke arah kanan. Nilai RR adalah ....

    A

    6,62856,6285 cm

    B

    2,26252,2625 cm

    C

    8,86258,8625 cm

    D

    6,68256,6825 cm

    E

    8,86258,8625 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar bangun dua dimensi.

    Titik berat koordinat xx, x=(2R+11)x=\left(2R+11\right) cm (Karena bergeser kekanan sejauh 11 cm dari pertengahan persegi panjang)

    Ditanya:

    Jari-jari R=?R=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Kita bagi bangunnya terlebih dahulu.

    Kemudian gambarkan pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Tentukan titik berat koordinat xx (karena yang berubah adalah titik berat koordinat xx).

    x=x1A1x2A2A1A2x=\frac{x_1A_1-x_2A_2}{A_1-A_2} (dikurangi karena lingkarannya merupakan lubang).

    R+11=(2R)((4R)(2R))(R)(π(R)2)(4R)(2R)π(R)2R+11=\frac{\left(2R\right)\left(\left(4R\right)\left(2R\right)\right)-\left(R\right)\left(\pi\left(R\right)^2\right)}{\left(4R\right)\left(2R\right)-\pi\left(R\right)^2}

    R+11=16R3+3,14R38R23,14R2R+11=\frac{16R^3+3,14R^3}{8R^2-3,14R^2}

    R+11=R2(16R3,14R)R2(83,14)R+11=\frac{R^2\left(16R-3,14R\right)}{R^2\left(8-3,14\right)}

    R+11=12,86R4,86R+11=\frac{12,86R}{4,86}

    4,86R+53,46=12,86R4,86R+53,46=12,86R

    8R=53,468R=53,46

    R=6,6825R=6,6825 cm

    Jadi, nilai RR adalah 6,68256,6825 cm.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Di setiap penerbangan pesawat, kursi pesawat di bagian depan selalu diprioritaskan untuk di isi. Ini juga yang menjadi alasan kenapa penumpang kelas ekonomi (di belakang) terkadang dipersilakan untuk pindah ke kelas bisnis (di depan). Hal ini menyebabkan titik berat pesawat berada di titik ....

    A

    E

    B

    D

    C

    B

    D

    A

    E

    C

    Pembahasan:

    Titik berat adalah titik di mana resultan gaya gravitasi dan torsi akibat gaya gravitasi dari bagian-bagian benda tersebut sama dengan nol. Resultan yang sama dengan nol ini mengakibatkan benda berada di posisi seimbang. Namun, titik berat tidak harus berada tepat di tengah-tengah posisi benda. Hal ini disesuaikan dengan geomteri dan distribusi massa dari benda tersebut.

    Pada cerita tersebut, penumpang pesawat akan diprioritaskan untuk duduk di kursi bagian depan yang akan menyebabkan titik berat dari pesawat berada sedikit ke depan atau dekat dengan titik D.

    Jadi, hal ini menyebabkan titik berat pesawat berada di titik D.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Titik berat bangun tersebut adalah ....

    A

    (1,25; 1,75)\left(1,25;\ 1,75\right) cm

    B

    (1; 1,5)\left(1;\ 1,5\right) cm

    C

    (1, 1)\left(1,\ 1\right) cm

    D

    (1,5; 1)\left(1,5;\ 1\right) cm

    E

    (1,75; 1,25)\left(1,75;\ 1,25\right) cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bangun dua dimensi pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

    Ditanya:

    Titik berat (x,y)=?\left(x,y\right)=?

    Dijawab:

    Titik berat suatu benda adalah pusat masa suatu benda. Bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi yang memiliki luasan (A)\left(A\right). Titik berat suatu bangun dua dimensi yang tidak homogen dapat dicari dengan membagi bangun tersebut menjadi beberapa bangun homogen. Karena bangun pada soal merupakan bangun dua dimensi, maka untuk mencari titik beratnya kita dapat menggunakan persamaan luasan yaitu seperti berikut.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2} dan y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    Kita bagi bangunnya terlebih dahulu.

    1) Tentukan titik berat pada koordinat xx.

    x=x1A1+x2A2A1+A2x=\frac{x_1A_1+x_2A_2}{A_1+A_2}

    x=(0,5)((1)(4))+(3)((4)(1))(1)(4)+(4)(1)x=\frac{\left(0,5\right)\left(\left(1\right)\left(4\right)\right)+\left(3\right)\left(\left(4\right)\left(1\right)\right)}{\left(1\right)\left(4\right)+\left(4\right)\left(1\right)}

    x=2+124+4x=\frac{2+12}{4+4}

    x=148x=\frac{14}{8}

    x=1,75x=1,75 cm

    2) Tentukan titik berat pada koordinat yy.

    y=y1A1+y2A2A1+A2y=\frac{y_1A_1+y_2A_2}{A_1+A_2}

    y=(2)((1)(4))+(0,5)((4)(1))(1)(4)+(4)(1)y=\frac{\left(2\right)\left(\left(1\right)\left(4\right)\right)+\left(0,5\right)\left(\left(4\right)\left(1\right)\right)}{\left(1\right)\left(4\right)+\left(4\right)\left(1\right)}

    y=8+24+4y=\frac{8+2}{4+4}

    y=108y=\frac{10}{8}

    y=1,25y=1,25 cm

    Jadi, titik berat bangun tersebut adalah (1,75; 1,25)\left(1,75;\ 1,25\right) cm.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.