Latihan Kimia Kelas XII Reaksi Redoks dan Elektrokimia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Melapisi besi dengan magnesium merupakan salah satu cara pencegahan korosi pada besi. Metode ini disebut juga dengan ....

    A

    elektrolisis

    B

    anodizing

    C

    tin plating

    D

    cromium plating

    E

    sacrificial protection

    Pembahasan:

    Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) dibandingkan besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium akan berkarat, tetapi besi tidak berkarat.

    Fe2+(aq) + 2e- ⇌ Fe(s) Eo = −-0,44 V

    Mg2+(aq) + 2e- ⇌ Mg(s) Eo = −-2,34 V

    Hal ini terjadi karena potensial reduksi besi lebih positif daripada magnesium, sehingga besi yang mengalami kontak dengan magnesium akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian, besi terlindungi dan magnesium yang akan mengalami oksidasi. Metode ini disebut dengan sacrificial protection (pengorbanan anode). Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah ataupun pada badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.

  • Pilgan

    Sel elektrokimia yang pereaksi-pereaksinya (oksigen dan hidrogen) dialirkan secara terus-menerus adalah ....

    A

    sel aki

    B

    baterai alkalin

    C

    sel bahan bakar

    D

    sel nikel-kadmium

    E

    baterai lithium-ion

    Pembahasan:

    Sel elektrokimia di mana pereaksinya adalah oksigen dan hidrogen yang dialirkan secara terus-menerus (kontinu) merupakan sel bahan bakar (fuel cell). Pada sel bahan bakar, nikel digunakan sebagai anode, nikel oksida sebagai katode, dan KOH sebagai elektrolit. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Katoda: O2(g) + 2H2O(l) + 4e- →\rightarrow 4OH-(aq)

    Anoda: 2H2(g) + 4OH-(aq) →\rightarrow 4H2O(l) + 4e-

    Reaksi sel: 2H2(g) + O2(g) →\rightarrow 2H2O(l)

    Sel bahan bakar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan dan pembangkit listrik.


    Definisi Sel Bahan Bakar - Mengenal Lebih Jauh  Pengertiannya-Teknisimobil.com

    sumber: teknisimobil.com

  • Pilgan

    Pencegahan korosi pada besi dapat dilakukan dengan beberapa cara, kecuali ....

    A

    anodizing

    B

    mengecat

    C

    melumuri dengan oli

    D

    pelapisan dengan zink

    E

    dibalut dengan plastik

    Pembahasan:

    Korosi besi adalah suatu proses elektrokimia. Korosi pada besi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur material besi. Korosi pada besi terjadi akibat kontak besi dengan udara ataupun air.

    Fe ⇌ Fe2+ + 2e

    O2 + 2H2O + 4e ⇌ 4OH-

    Ion besi(II) yang telah terbentuk akan mengalami oksidasi lebih lanjut membentuk ion besi(III), yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3\text{}⋅\cdotχ\chiH2O, yaitu karat besi.

    Sebenarnya, korosi pada besi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel). Akan tetapi, proses ini membutuhkan biaya lebih besar. Cara lain yang dapat digunakan untuk mencegah korosi pada besi adalah sebagai berikut.

    1. Mengecat: cat menghindarkan kontak besi dengan udara dan air.
    2. Melumuri dengan oli: oli mencegah kontak besi dengan air.
    3. Dibalut dengan plastik: plastik mencegah kontak besi dengan udara dan air.
    4. Pelapisan dengan timah (tin plating): timah tergolong logam yang tahan karat, sehingga besi yang dilapisi dengan timah tidak mengalami korosi, karena tidak ada kontak dengan udara dan air.
    5. Pelapisan dengan zink (galvanisasi): zink melindungi besi dari korosi, sehingga besi tidak mengalami oksidasi, melainkan zink yang yang mengalami oksidasi.
    6. Pelapisan dengan kromium (cromium plating): kromium memberi perlindungan pada besi, di mana besi tidak akan mengalami oksidasi, melainkan kromium yang akan teroksidasi.

    Jadi, jawaban yang benar adalah anodizing.

    *Anodizing adalah suatu proses penebalan lapisan oksida pada permukaan aluminium melalui proses elektrolisis.

  • Pilgan

    Diketahui nilai potensial reduksi standar berikut ini!

    Zn + Ni2+ ⇌ Ni + Zn2+ Eo = ++0,48 V

    Zn2+ + 2e- ⇌ Zn Eo = −-0,76 V

    Sn2+ + 2e- ⇌ Sn Eo = −-0,14 V

    Potensial standar yang tepat bagi reaksi Ni + Sn2+ →\rightarrow Ni2+ + Sn adalah ....

    A

     −\ -0,14 V

    B

    ++0,14 V

    C

    ++0,34 V

    D

     −\ -0,62 V

    E

    ++0,62 V

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Zn + Ni2+ ⇌ Ni + Zn2+ ⟹ \ \Longrightarrow\ Eo= +0,48 V

    Zn2+ + 2e- ⇌ Zn  ⟹ \ \Longrightarrow\ Eo = −-0,76 V

    Sn2+ + 2e- ⇌ Sn  ⟹ \ \Longrightarrow\ Eo = −-0,14 V

    Ditanya:

    Ni + Sn2+  →  \ \rightarrow\ \ Ni2+ + Sn  ⟹ \ \Longrightarrow\  Eo?

    Dijawab:

    Potensial standar sel (Eosel) dapat dihitung berdasarkan data potensial katode dan potensial anode. Pada reaksi di atas, diketahui bahwa Ni mengalami oksidasi, sehingga Ni berperan sebagai anode. Sn mengalami reduksi, sehingga Sn berperan sebagai katode. Nilai potensial reduksi standar Sn sudah diketahui, tetapi nilai potensial reduksi standar Ni belum diketahui.

    Nilai Eo Ni dapat dihitung dengan

    Zn + Ni2+ ⇌ Ni + Zn2+ Eo = +0,48 V ..... (persamaan 1)

    Zn2+ + 2e- ⇌ Zn Eo = −-0,76 V ..... (persamaan 2)

    Dari persamaan 1, diketahui bahwa Zn mengalami oksidasi (anode) dan Ni mengalami reduksi (katode).

    Eosel == Eokatode −- Eoanode

    Eokatode == Eosel ++ Eoanode

    =0,48+(− 0,76)=0,48+\left(-\ 0,76\right)

    =0,48−0,76=0,48-0,76

    =−0,28 V=-0,28\ \text{V}

    Maka, nilai potensial reduksi standar Ni adalah −-0,28 V.


    Nilai Eosel untuk reaksi Ni + Sn2+ →\rightarrow Ni2+ + Sn

    Eosel == Eo Sn −- Eo Ni

    =−0,14 −(−0,28 )=-0,14\ -(-0,28\ )

    =−0,14 + 0,28=-0,14\ +\ 0,28

    =0,14 V=0,14\ \text{V}

    Jadi, nilai Eosel untuk reaksi tersebut adalah ++0,14 V.

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini!

    4Zn(s) + NO3-(aq) + 5H2O(l) →\rightarrow 4ZnO22-(aq) + NH3(g) + 7H+(aq)

    Pernyataan yang tepat untuk reaksi di atas adalah ....

    A

    atom N mengalami penurunan bilangan oksidasi

    B

    mengalami reaksi autoredoks (disproporsionasi)

    C

    logam Zn berperan sebagai oksidator

    D

    ion NO3- berperan sebagai reduktor

    E

    bilangan oksidasi atom Zn tidak mengalami perubahan

    Pembahasan:

    Reaksi redoks pada soal adalah reaksi yang setara. Ini dibuktikan dengan jumlah atom dan jumlah muatan sebelum dan sesudah reaksi berjumlah sama.

    • Spesi Zn memiliki biloks = 0 karena merupakan atom bebas.
    • Spesi ZnO22-. Biloks atom O adalah -2 sehingga biloks atom Zn adalah +2 →\rightarrow 2 + (-2 ×\times 2) = -2
    • Spesi NO3-. Biloks atom O adalah -2 sehingga biloks atom N adalah +5 →\rightarrow 5 + (-2 ×\times 3) = -1
    • Spesi NH3. Biloks atom H adalah +1 sehingga biloks atom N adalah -3 →\rightarrow -3 + (1 ×\times 3) = 0
    • Atom Zn mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2, sehingga Zn (s) disebut sebagai reduktor (spesi yang mengalami oksidasi).
    • Atom N mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +5 menjadi -3, sehingga NH3 disebut sebagai oksidator (spesi yang mengalami reduksi).

    Dari seluruh penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah atom N mengalami penurunan bilangan oksidasi.

  • Pilgan

    Manaman melakukan elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda inert. Ia mengaliri sel elektrolisis tersebut dengan arus listrik sebesar 10,1 ampere selama 5 menit. Jika Ar Cu = 63,5 , maka banyaknya logam Cu yang dapat dibebaskan adalah ....

    A

    1,0 gram

    B

    2,0 gram

    C

    0,5 gram

    D

    3,5 gram

    E

    2,5 gram

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Arus listrik = II = 10,1 A

    waktu = tt = 5 menit = 300 detik

    Massa atom relatif Cu = Ar Cu = 63,5

    Ditanya:

    Massa Cu yang dibebaskan = GG ?

    Dijawab:

    Penggabungan hukum Faraday 1 dan hukum Faraday 2 menghasilkan persamaan :

    G=Q × Ar96.500 × n=I × t × Ar96.500 × nG=\frac{Q\ \times\ A_r}{96.500\ \times\ n}=\frac{I\ \times\ t\ \times\ A_r}{96.500\ \times\ n}

    keterangan:

    • G=G= massa zat yang dibebaskan (dalam gram)
    • Q=Q= muatan listrik (dalam Coulomb)
    • I=I= kuat arus (dalam ampere)
    • t=t= waktu (dalam detik)
    • Ar=A_r= massa atom relatif
    • n=n= banyaknya elektron


    Pada katode, terjadi reaksi reduksi : Cu2+ + 2e- →\rightarrow Cu

    G=I × t × Ar96.500 × nG=\frac{I\ \times\ t\ \times\ A_r}{96.500\ \times\ n}

    =10,1 × 300 × 63,5 96.500 × 2=\frac{10,1\ \times\ 300\ \times\ 63,5\ }{96.500\ \times\ 2}

    =192.405193.000=\frac{192.405}{193.000}

    =0,9969=0,9969

    Jadi, banyaknya logam Cu yang dibebaskan adalah 0,9969 gram ≈\approx 1 gram.

  • Pilgan

    Dalam suatu susunan sel volta, tempat terjadinya reaksi oksidasi disebut ....

    A

    anode

    B

    kawat penghantar

    C

    jembatan garam

    D

    katode

    E

    voltmeter

    Pembahasan:

    Sel volta adalah suatu sel elektrokimia, di mana energi kimia dari reaksi redoks spontan diubah menjadi energi listrik.

    Secara umum, sel volta tersusun sebagai berikut.

    • Anode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi.
    • Katode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi.
    • Elektrolit, yaitu zat yang dapat menghantarkan listrik.
    • Rangkaian luar, yaitu kawat konduktor yang menghubungkan anode dengan katode.
    • Jembatan garam, yaitu rangkaian dalam yang terdiri dari larutan garam. Jembatan garam memungkinkan adanya aliran ion-ion dari setengah sel anode ke setengah sel katode, dan sebaliknya sehingga terbentuk rangkaian listrik tertutup.
    • Voltmeter untuk mengukur tegangan listrik yang dihasilkan.

    Sel Volta & Deret Volta - Susunan, Notasi, Potensial Standar, Contoh Soal

    sumber: studiobelajar.com

    Jadi, dalam suatu susunan sel volta, tempat terjadinya reaksi oksidasi disebut anode.

  • Pilgan

    Anita ingin merancang suatu sel elektrolisis. Ia akan mencoba melakukan elektrolisis larutan NaCl dengan elektroda grafit. Reaksi yang akan terjadi pada katode adalah ....

    A

    oksidasi air

    B

    reduksi ion Na+ menjadi Na

    C

    oksidasi anion Cl- menjadi Cl2

    D

    reduksi air

    E

    oksidasi Na menjadi Na+

    Pembahasan:

    Elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode grafit (elektrode karbon).

    NaCl(aq) →\rightarrow Na+(aq) + Cl-(aq)

    Reaksi katode: bergantung pada jenis kation. Dalam hal ini, kationnya adalah Na+, yaitu kation logam aktif (sulit direduksi), sehingga reaksi pada katode adalah reduksi air. Jika digunakan kation yang mudah direduksi, maka kation tersebut akan tereduksi.

    • 2H2O(l) + 2e- →\rightarrow 2OH-(aq) + H2(g)

    Reaksi anode: bergantung pada jenis anode dan anion. Ketika digunakan elektrode inert (Pt, Au, C), maka reaksi pada anode bergantung pada jenis anionnya. Anion klorida (Cl-) tergolong anion yang mudah teroksidasi, sehingga akan terjadi oksidasi anion Cl- menjadi Cl2. Jika digunakan anion yang sulit dioksidasi (anion sisa asam oksi, seperti SO42-, PO43-, NO3-), maka air yang akan teroksidasi.

    • 2Cl-(aq) →\rightarrow Cl2(g) + 2e-


    Jadi, reaksi yang akan terjadi pada katode adalah reduksi air.

  • Pilgan

    Banyaknya besi yang dapat diperoleh dari elektrolisis Fe(OH)2 dengan arus listrik 95,75 A adalah 50 gram (Ar Fe = 56). Maka, waktu yang dibutuhkan untuk proses elektrolisis tersebut adalah ....

    A

    5 menit

    B

    20 menit

    C

    15 menit

    D

    30 menit

    E

    1 jam

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Arus listrik =I = 95,75 A=I\ =\ 95,75\ \text{A}

    Massa zat yang dibebaskan =G = 50 gram=G\ =\ 50\ \text{gram}

    Massa atom Fe =56=56

    Ditanya:

    waktu = tt ?

    Dijawab:

    Penggabungan hukum Faraday 1 dan hukum Faraday 2 menghasilkan persamaan :

    G = Q ×Ar96.500 × n G\ =\ \frac{Q\ \times A_r}{96.500\ \times\ n}\  = I × t ×Ar96.500 × n=\ \frac{I\ \times\ t\ \times A_r}{96.500\ \times\ n}

    • G = massa zat yang dibebaskan (dalam gram)
    • QQ = muatan listrik (coulomb)
    • II = kuat arus (dalam ampere)
    • t = waktu (dalam detik)
    • Ar = massa atom relatif
    • n = banyaknya elektron


    Reaksi di katode : Fe2+ + 2e- →\rightarrow Fe

    sehingga diperoleh n = 2

    Menentukan waktu elektrolisis

    G=I ×t ×Ar96.500 ×nG=\frac{I\ \times t\ \times A_r}{96.500\ \times n}

    t =G×96.500 ×nI×Art\ =\frac{G\times96.500\ \times n}{I\times A_r}

    =50 ×96.500 ×295,75×56=\frac{50\ \times96.500\ \times2}{95,75\times56}

    =1.800 detik=1.800\ \text{detik}

    =30 menit=30\ \text{menit}

    Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk proses elektrolisis adalah 30 menit.

  • Pilgan

    Perhatikan reaksi di bawah ini!

    Hg2+(aq) + 2e- →\rightarrow Hg(s) Eo = ++0,79 V

    Co2+(aq) + 2e- →\rightarrow Co(s) Eo = −-0,28 V

    Nilai Eosel yang tepat untuk sel volta di atas adalah ....

    A

     −\ -0,79 V

    B

    ++1,07 V

    C

    ++0,49 V

    D

     −\ -1,07 V

    E

     −\ -0,49 V

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hg2+(aq) + 2e- →\rightarrow Hg(s) Eo = ++0,79 V

    Co2+(aq) + 2e- →\rightarrow Co(s) Eo = −-0,28 V

    Ditanya:

    Eosel?

    Dijawab:

    Dari kedua nilai potensial reduksi, dapat disimpulkan bahwa Hg akan berperan sebagai katode, sedangkan Co akan berperan sebagai anode. Hal ini terjadi karena nilai Eo Hg > Eo Co, sehingga Hg lebih mudah direduksi dan Co akan lebih mudah teroksidasi.

    Eosel == Eokatode −- Eoanode

    =+0,79−(−0,28)=+0,79-\left(-0,28\right)

    =+0,79+0,28=+0,79+0,28

    =+1,07 V=+1,07\ \text{V}


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.