Latihan Fisika Kelas X Berbagai Jenis Gaya
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
2
Salah
7
Dilewati
1

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 7
2. 6
3. 4
4. 4
5. 0
6+. 6
  • Pilgan
    0

    Roda pada kendaraan seperti sepeda, motor, dan mobil selalu terdapat ulir di sepanjang permukaannya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kecelakaan yang terjadi apabila kendaraan harus melaju pada permukaan jalanan yang licin atau pun aspal setelah hujan. Konsep yang digunakan berdasarkan pernyataan tersebut adalah penerapan dari ....

    A

    gerak lurus beraturan

    B

    gaya gesek

    C

    hukum I Newton

    D

    hukum III Newton

    E

    gaya normal

    Pembahasan:

    Kita definisikan terlebih dahulu masing-masing konsep dan hukum yang diberikan.

    (1) Hukum I Newton menyatakan bahwa sebuah benda akan tetap pada keadaan diam atau pun bergerak dengan kecepatan konstan selama resultan gaya yang mengenai benda tersebut bernilai nol.

    (2) Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan aa berbanding lurus dengan gaya FF dan berbanding terbalik dengan massa benda m.m.

    (3) Hukum III Newton menyatakan bahwa jika benda A memberikan gaya FF kepada benda B maka benda B akan memberikan gaya kepada benda A dengan besar yang sama namun arahnya berlawanan.

    (4) Gaya gesek adalah gaya yang terjadi akibat dua permukaan benda bergesekan dan arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda.

    (5) Gaya normal adalah gaya tegak lurus benda terhadap permukaan bidang sentuh.

    Ulir pada roda sepeda, motor dan mobil dibuat untuk memperbesar gaya gesek yang terjadi pada saat permukaan ban bergesekan dengan permukaan jalan. Dengan begitu pada saat ban harus melewati jalanan yang licin seperti jembatan kayu ataupun jalanan sehabis hujan, maka ban kendaraan tidak tergelincir.

    Jadi, konsep yang digunakan pada pernyataan tersebut adalah gaya gesek.

  • Pilgan
    0

    Jika jumlah gaya yang bekerja pada sebuah benda bernilai nol, maka ....

    A

    benda pasti mengalami perlambatan

    B

    benda pasti mengalami percepatan

    C

    tidak mungkin benda berada dalam posisi bergerak

    D

    benda pasti bergerak dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya

    E

    tidak mungkin benda berada dalam posisi diam

    Pembahasan:

    Jawab:

    "Jika jumlah gaya yang bekerja pada sebuah benda bernilai nol, maka ...."

    Pernyataan tersebut adalah potongan dari bunyi hukum I Newton yang lengkapnya adalah "jika jumlah gaya (resultan) yang bekerja pada sebuah benda bernilai nol, maka benda yang diam akan tetap diam atau benda yang sedang bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan yang konstan (tetap atau sama)".

    Jadi, jawaban yang tepat adalah benda pasti bergerak dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut.

    Rudi sedang memancing di danau Toba dan mendapatkan ikan yang bermassa 1,5 kg sehingga senar pancingnya menegang. Jika percepatan gravitasi di atas danau adalah 10 m/s2 dan ikan tergantung diam seperti pada gambar, maka besar gaya tegang tali senar pancing Rudi adalah ....

    A

    15 N

    B

    18 N

    C

    10 N

    D

    20 N

    E

    5 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar ikan menggantung.

    Massa ikan mm = 1,5 kg

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Gaya tegang tali senar pancing T=T=?

    Dijawab:

    Karena ikan menggntung diam dengan senar pancing, maka berlaku hukum I Newton, yaitu sebagai berikut.

    ΣF=0\Sigma F=0

    Mula-mula meninjau gaya-gaya yang bekerja pada ikan melalui diagram bebas berikut.

    Berdasarkan diagram bebas di atas, gaya-gaya yang bekerja pada ikan hanya terjadi pada sumbu-Y. Sehingga sesuai dengan hukum I Newton, dapat dihitung besar gaya tegang tali senar adalah sebagai berikut.

    ΣFy=0\Sigma F_y=0

    Tw=0T-w=0

    T=wT=w

    Karena w=mgw=mg, maka persamaannya menjadi:

    T=mgT=mg

    T=(1,5)(10)T=\left(1,5\right)\left(10\right)

    T=15T=15 N

    Jadi, besar gaya tegang tali senar pancing Rudi adalah 15 N.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut.

    Sebuah batu bermassa 0,3 kg diikat pada ujung tali sepanjang 0,5 m. Batu tersebut kemudian diputar oleh Dudung secara horisontal seperti pada gambar sehingga membentuk lintasan satu lingkaran penuh. Jika kecepatan maksimum batu adalah 8 m/s2, maka tegangan maksimum tali sebelum tali putus adalah sebesar ... N.

    A

    38,4

    B

    19,2

    C

    9,60

    D

    12,6

    E

    4,80

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar Dudung memutar batu yang diikatkan pada tali.

    Massa batu mm = 0,3 kg

    Panjang tali = jari-jari lingkaran RR = 0,5 m

    Kecepatan maksimum batu vmaksv_{\text{maks}} = 8 m/s2

    Ditanya:

    Tegangan tali maksimum Tmaks=T_{\text{maks}}=?

    Dijawab:

    Pada kasus ini, gaya tegangan tali yang bekerja pada batu bertindak sebagai gaya sentripetal yang arahnya menuju ke pusat lingkaran. Secara matematis, gaya sentripetal dirumuskan melalui persamaan berikut.

    Fs=mv2RF_s=\frac{mv^2}{R}

    Karena Fs=TF_s=T, maka persamaan menjadi sebagai berikut.

    T=mv2RT=\frac{mv^2}{R}

    Sehingga tegangan tali maksimum tali yang mengikat batu adalah sebagai berikut.

    Tmaks=mvmaks2RT_{\text{maks}}=\frac{mv_{\text{maks}}^2}{R}

    Tmaks=(0,3)(8)20,5T_{\text{maks}}=\frac{\left(0,3\right)\left(8\right)^2}{0,5}

    Tmaks=(0,3)(64)0,5T_{\text{maks}}=\frac{\left(0,3\right)\left(64\right)}{0,5}

    Tmaks=19,20,5T_{\text{maks}}=\frac{19,2}{0,5}

    Tmaks=38,4T_{\text{maks}}=38,4 N

    Jadi, tegangan maksimum tali sebelum tali putus adalah sebesar 38,4 N.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut.

    Tiga kotak identik yaitu A, B, dan C masing-masing bermassa 5 kg. Jika ketiga balok diberi gaya yang sama yaitu F=50F=50 N, namun dengan sudut yang berbeda-beda seperti pada gambar, maka urutan gaya normal dari yang terkecil ke terbesar adalah ....

    Catatan:

    A

    ABC

    B

    CBA

    C

    CAB

    D

    BCA

    E

    BAC

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gabar gaya yang bekerja pada balok A, balok B, dan balok C.

    Massa balok A mAm_{\text{A}} = 5 kg

    Massa balok B mBm_{\text{B}} = 5 kg

    Massa balok C mCm_{\text{C}} = 5 kg

    Gaya pada balok A, balok B dan Balok C F=50F=50 N

    Sudut gaya balok A θA= 37\theta_{\text{A}}=\ 37^{\circ}

    Sudut gaya balok B θB= 53\theta_{\text{B}}=\ 53^{\circ}

    Sudut gaya balok C θC= 60\theta_{\text{C}}=\ 60^{\circ}

    Ditanya:

    Urutan gaya normal dari yang terkecil ke terbesar?

    Dijawab:

    Gaya normal merupakan gaya yang bekerja pada bidang sentuh antara dua permukaan yang bersentuhan dan arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh seperti pada gambar berikut.

    Karena buku berada dalam keadaan seimbang, maka resultan gaya yang bekerja pada benda adalah sama dengan nol.

    ΣFx=0  dan  ΣFy=0\Sigma F_x=0\ \ \text{dan}\ \ \Sigma F_y=0

    Untuk menentukan besar gaya normal yang bekerja pada benda, mula-mula gaya-gaya yang bekerja pada benda harus diuraikan melalui diagram bebas sebagai berikut.

    Perbedaan antara kegiga balok hanya terletak pada sudut kemiringan gaya yang diberikan kepada balok, sehingga persamaan yang digunakan pada ketiga balok adalah sama, yaitu sebagai berikut.

    ΣFy=0\Sigma F_y=0

    NwFsinθ=0N-w-F\sin\theta=0

    N=w+FsinθN=w+F\sin\theta

    Dengan ww adalah gaya berat dan persamaannya adalah sebagai berikut.

    w=mgw=mg

    Sehingga, persamaannya menjadi:

    N=mg+FsinθN=mg+F\sin\theta

    Maka gaya normal pada balok A adalah:

    NA=mAg+FsinθN_{\text{A}}=m_{\text{A}}g+F\sin\theta

    NA=(5)(10)+(50)sin37N_{\text{A}}=\left(5\right)\left(10\right)+\left(50\right)\sin37^{\circ}

    NA=50+(50)(0,6)N_{\text{A}}=50+\left(50\right)\left(0,6\right)

    NA=50+30N_{\text{A}}=50+30

    NA=80N_{\text{A}}=80 N

    Gaya normal pada balok B adalah:

    NB=mBg+FsinθN_{\text{B}}=m_{\text{B}}g+F\sin\theta

    NB=(5)(10)+(50)sin53N_{\text{B}}=\left(5\right)\left(10\right)+\left(50\right)\sin53^{\circ}

    NB=50+(50)(0,8)N_{\text{B}}=50+\left(50\right)\left(0,8\right)

    NB=50+40N_{\text{B}}=50+40

    NB=90N_{\text{B}}=90 N

    Sedangkan, gaya normal pada balok C adalah:

    NC=mCg+FsinθN_{\text{C}}=m_{\text{C}}g+F\sin\theta

    NC=(5)(10)+(50)sin60N_{\text{C}}=\left(5\right)\left(10\right)+\left(50\right)\sin60^{\circ}

    NC=50+(50)(0,86)N_{\text{C}}=50+\left(50\right)\left(0,86\right)

    NC=50+43N_{\text{C}}=50+43

    NC=93N_{\text{C}}=93 N

    Jadi, urutan gaya normal dari yang terkecil ke terbesar adalah ABC.

  • Pilgan

    Wahana permainan Negeri Raksasa bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan 5 m/s. Jika tegangan tali penarik wahana sebesar 4.500 N dan massa wahana 500 kg, maka gaya berat yang harus dilawan tegangan tali adalah ....

    A

    4.000 N

    B

    2.000 N

    C

    5.000 N

    D

    3.000 N

    E

    1.000 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Percepatan wahana aa = 5 m/s2

    Tegangan tali wahana TT = 4.500 N

    Massa wahana mm = 500 kg

    Ditanya:

    Gaya berat ww = ?

    Jawaban:

    Pertama, uraikan terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja pada sistem seperti gambar berikut ini.

    Serupa prinsip kerja elevator yang bergerak ke atas, terdapat dua gaya yang bekerja pada wahana yaitu gaya tegangan pada tali dan gaya berat. Gaya tegangan pada tali adalah gaya yang terjadi pada ujung-ujung tali akibat tali berada dalam posisi tegang. Gaya berat adalah gaya yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi dan arahnya selalu menuju ke pusat bumi.

    Pada kasus ini, kita gunakan hukum II Newton F=ma\sum_{ }^{ }F=\sum_{ }^{ }ma. Karena benda bergerak vertikal maka Fx=0\sum_{ }^{ }F_x=0.

    Penyelesaiannya menjadi:

    Fy=ma\sum_{ }^{ }F_y=ma

    Tw=maT-w=ma

    w=Tmaw=T-ma

    =4.500(500)(5)=4.500-\left(500\right)\left(5\right)

    =4.5002.500=4.500-2.500

    =2.000=2.000 N

    Jadi, gaya berat wahana adalah 2.000 N.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut.

    Balok A, B, dan C memiliki massa berturut-turut yaitu 6 kg, 8 kg, dan 2 kg. Ketiga balok disusun seperti pada gambar kemudian diberi gaya dorong ke kanan sebesar 19,2 N pada balok sehingga ketiga balok bergerak ke kanan. Besar gaya kontak yang diberikan balok B kepada balok C adalah ....

    A

    1,2 N

    B

    3,6 N

    C

    12 N

    D

    2,4 N

    E

    24 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar tiga balok.

    Massa balok A mAm_{\text{A}} = 6 kg

    Massa balok B mBm_{\text{B}} = 8 kg

    Massa balok C mCm_{\text{C}} = 2 kg

    Gaya dorong FF = 19,2 N

    Ditanya:

    Gaya kontak yang diberikan balok B kepada balok C Fkontak B-CF_{\text{kontak B-C}}= ?

    Jawab:

    Terdapat dua gaya yang bekerja pada sistem yaitu gaya dorong dan gaya kontak. Gaya dorong adalah jenis gaya yang terjadi akibat adanya dorongan. Gaya kontak adalah gaya yang terjadi akibat dua benda saling bersentuhan.

    Untuk menyelesaikan kasus ini, gunakan hukum II Newton sebagai berikut.

    ΣF=ma\Sigma F=ma

    Mula-mula uraikan terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja pada sistem seperti pada gambar berikut.

    Karena sistem bergerak secara horizontal, maka cukup tinjau sumbu-X saja, maka ΣFy=0ΣF_y=0. Anggap arah kanan sebagai sumbu-X positif, sebaliknya arah kiri sebagai sumbu-X negatif. Kemudian cari besar percepatan ketiga balok terlebih dahulu dengan menganggap balok A, balok B, dan balok C sebagai satu kesatuan (mtotal=mA+mB+mC)\left(m_{\text{total}}=m_{\text{A}}+m_{\text{B}}+m_{\text{C}}\right).

    Fx=ΣmaF_x=Σma

    F=(mA+mB+mC)aF=\left(m_{\text{A}}+m_{\text{B}}+m_{\text{C}}\right)a

    19,2=(6+8+2)a19,2=\left(6+8+2\right)a

    a=19,216a=\frac{19,2}{16}

    a=1,2a=1,2 m/s2

    Setelah itu, substitusikan besar percepatan yang sudah diperoleh untuk mencari gaya kontak antara benda B terhadap benda C melalui persamaan sebagai berikut.

    Fkontak B-C=mCaF_{\text{kontak B-C}}=m_{\text{C}}a

    Fkontak B-C=(2)(1,2)F_{\text{kontak B-C}}=\left(2\right)\left(1,2\right)

    Fkontak B-C=2,4F_{\text{kontak B-C}}=2,4 N

    Jadi, besar gaya kontak yang diberikan balok B kepada balok C adalah 2,4 N.

  • Pilgan
    3

    Perhatikan gambar berikut ini.

    Jika balok 1 dan balok 2 masing-masing memiliki massa 5 kg dan 7 kg didorong dengan gaya sebesar 120 N, maka secara berturut-turut besar percepatan dan gaya kontak sistem adalah ....

    A

    10 m/s2 dan 70 N

    B

    10 m/s2 dan 50 N

    C

    5 m/s2 dan 50 N

    D

    7 m/s2 dan 70 N

    E

    5 m/s2 dan 70 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa benda 1 m1m_1 = 5 kg

    Massa benda 2 m2m_2 = 7 kg

    Gaya dorong FF = 120 N

    Ditanya:

    Percepatan sistem aa = ?

    Gaya kontak FkontakF_{\text{kontak}} = ?

    Jawab:

    Terdapat dua gaya yang bekerja pada sistem yaitu gaya dorong dan gaya kontak. Gaya dorong adalah jenis gaya yang terjadi akibat adanya dorongan. Gaya kontak adalah gaya yang terjadi akibat dua benda saling bersentuhan.

    Untuk menyelesaikan kasus ini, gunakan hukum II Newton ΣF=ΣmaΣF=Σma. Uraikan terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja pada sistem seperti pada gambar berikut. Karena sistem bergerak secara horizontal, maka cukup tinjau sumbu-X saja. Anggap arah kanan sebagai sumbu-X positif, sebaliknya arah kiri sebagai sumbu-X negatif.

    Karena sistem bekerja secara horizontal saja maka ΣFy=0ΣF_y=0. Kemudian cari besar percepatan terlebih dahulu dengan menganggap balok 1 dan balok 2 sebagai satu kesatuan (mtotal=m1+m2)\left(m_{\text{total}}=m_1+m_2\right) .

    ΣFx=ΣmaΣF_x=Σma

    F=(m1+m2)aF=\left(m_1+m_2\right)a

    120=(5+7)a120=\left(5+7\right)a

    120=12a120=12a

    a=12012=10a=\frac{120}{12}=10 m/s2

    Setelah itu, substitusikan nilai percepatan yang sudah didapat untuk mencari gaya kontak dengan meninjau salah satu benda saja. Boleh balok 1 atau balok 2. Disini kita akan meninjau balok 1.

    ΣFx=ΣmaΣF_x=Σma

    Fkontak=m1aF_{\text{kontak}}=m_1a

    =(7)(10)=\left(7\right)\left(10\right)

    =70=70 N

    Jadi, secara berturut-turut besar percepatan dan gaya kontak adalah 10 m/s2 dan 70 N.

  • Pilgan
    3

    Rani sedang berada di dalam lift yang bergerak ke bawah dengan percepatan 3 m/s2. Jika Rani bermassa 45 kg, maka besar gaya desakan kaki Rani terhadap lantai lift adalah ... N.

    A

    400

    B

    315

    C

    135

    D

    450

    E

    475

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa Rani mm = 45 kg

    Percepatan lift aa = 3 m/s2

    Ditanya:

    Gaya desakan kaki terhadap lantai lift NN = ?

    Jawab:

    Pertama, uraikan gaya-gaya yang bekerja terhadap sumbu-X dan sumbu-Y seperti pada gambar berikut ini. Karena lift hanya bergerak arah vertikal, maka kita tinjau gaya-gaya pada sumbu-YY saja.

    Terdapat dua gaya yang bekerja pada sistem yaitu gaya berat dan gaya normal. Gaya berat adalah gaya yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi sehingga selalu mengarah ke pusat bumi. Gaya normal adalah gaya tegak lurus benda terhadap bidang sentuh permukaan.

    Untuk menyelesaikan soal ini gunakan hukum II Newton ΣF=ΣmaΣF=Σma. Karena sistem bergerak secara vertikal, maka ΣFx=0ΣF_x=0 dan sebab lift bergerak ke bawah maka percepatan aa bertanda negatif.

    ΣFy=maΣF_y=ma

    Nw=maN-w=-ma

    Nmg=maN-mg=-ma

    N=ma+mgN=-ma+mg

    =45(3)+(45)(10)=-45\left(3\right)+\left(45\right)\left(10\right)

    =135+450=-135+450

    =315=315 N

    Jadi, gaya desakan kaki Rani terhadap lift sebesar 315 N.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut.

    Balok A, B, dan C memiliki massa berturut-turut yaitu 6 kg, 8 kg, dan 2 kg. Ketiga balok disusun seperti pada gambar kemudian diberi gaya dorong ke kanan sebesar 19,2 N pada balok sehingga ketiga balok bergerak ke kanan. Besar gaya kontak yang diberikan balok A kepada balok B adalah ....

    A

    10 N

    B

    12 N

    C

    24 N

    D

    19 N

    E

    14 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar tiga balok.

    Massa balok A mAm_{\text{A}} = 6 kg

    Massa balok B mBm_{\text{B}} = 8 kg

    Massa balok C mCm_{\text{C}} = 2 kg

    Gaya dorong FF = 19,2 N

    Ditanya:

    Gaya kontak yang diberikan balok A kepada balok B Fkontak A-BF_{\text{kontak A-B}} = ?

    Jawab:

    Terdapat dua gaya yang bekerja pada sistem yaitu gaya dorong dan gaya kontak. Gaya dorong adalah jenis gaya yang terjadi akibat adanya dorongan. Gaya kontak adalah gaya yang terjadi akibat dua benda saling bersentuhan.

    Untuk menyelesaikan kasus ini, gunakan hukum II Newton sebagai berikut.

    ΣF=ma\Sigma F=ma

    Mula-mula uraikan terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja pada sistem seperti pada gambar berikut.

    Karena sistem bergerak secara horizontal, maka cukup tinjau sumbu-X saja, maka ΣFy=0ΣF_y=0. Anggap arah kanan sebagai sumbu-X positif, sebaliknya arah kiri sebagai sumbu-X negatif. Kemudian cari besar percepatan ketiga balok terlebih dahulu dengan menganggap balok A, balok B, dan balok C sebagai satu kesatuan (mtotal=mA+mB+mC)\left(m_{\text{total}}=m_{\text{A}}+m_{\text{B}}+m_{\text{C}}\right).

    Fx=ΣmaF_x=Σma

    F=(mA+mB+mC)aF=\left(m_{\text{A}}+m_{\text{B}}+m_{\text{C}}\right)a

    19,2=(6+8+2)a19,2=\left(6+8+2\right)a

    a=19,216a=\frac{19,2}{16}

    a=1,2a=1,2 m/s2

    Setelah itu, substitusikan besar percepatan yang sudah diperoleh untuk mencari gaya kontak antara benda A terhadap benda B. Karena balok B masih memiliki gaya kontak dengan balok C, maka massa yang digunakan untuk mencari gaya kontak pada balok B merupakan penjumlahan massa balok B dan balok C, sehingga dapat dihitung melalui persamaan sebagai berikut.

    Fkontak A-B=(mB+mC)aF_{\text{kontak A-B}}=\left(m_{\text{B}}+m_{\text{C}}\right)a

    Fkontak A-B=(8+2)(1,2)F_{\text{kontak A-B}}=\left(8+2\right)\left(1,2\right)

    Fkontak A-B=(10)(1,2)F_{\text{kontak A-B}}=\left(10\right)\left(1,2\right)

    Fkontak A-B=12F_{\text{kontak A-B}}=12 N

    Jadi, besar gaya kontak yang diberikan balok A kepada balok B adalah 12 N.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.