Latihan Kimia Kelas X Larutan Elektrolit, Non-Elektrolit, dan Reaksi Redoks
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
1
Salah
0
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 7
2. 6
3. 1
4. 1
5. 1
6+. 1
  • Pilgan
    1

    Rumus kimia untuk merkuri(I) nitrat dan merkuri(II) nitrat adalah ....

    A

    Hg(NO3)2 dan HgNO3

    B

    Pb(NO3)2 dan PbNO3

    C

    HgNO3 dan Hg(NO3)2

    D

    Cu(NO3)2 dan CuNO3

    E

    PbNO3 dan Pb(NO3)2

    Pembahasan:

    Penamaan menggunakan angka romawi menunjukkan bilangan oksidasi yang dimiliki oleh unsur.

    Merkuri(I) nitrat artinya merkuri dengan biloks +1 berikatan dengan anion nitrat (NO3-) dengan jumlah biloks -1, maka rumus kimia yang benar adalah HgNO3.

    Merkuri(II) nitrat artinya merkuri dengan biloks +2 berikatan dengan 2 anion nitrat (NO3-) dengan jumlah biloks -2, maka rumus kimia yang benar adalah Hg(NO3)2.

    Jadi, rumus kimia untuk merkuri(I) nitrat dan merkuri(II) nitrat adalah HgNO3 dan Hg(NO3)2.

    

    CuNO3: tembaga(I) nitrat

    Cu(NO3)2: tembaga(II) nitrat

    PbNO3: timbal(I) nitrat

    Pb(NO3)2: timbal(II) nitrat

  • Pilgan

    Reaksi yang mampu menghasilkan elektron adalah reaksi ….

    A

    ionisasi

    B

    oksidasi

    C

    reduksi

    D

    redoks

    E

    disosiasi

    Pembahasan:

    Dalam hubungannya dengan elektron, kita dapat mendefinisikan reaksi reduksi sebagai reaksi yang memerlukan elektron, sedangkan reaksi oksidasi sebagai reaksi yang melepas elektron.

    Perhatikan contoh berikut.

    • Reaksi reduksi (memerlukan elektron): Na+ ++ e- \longrightarrow Na(s)
    • Reaksi oksidasi (menghasilkan elektron): Li(s) \longrightarrow Li+ ++ e-

    Jadi reaksi yang mampu menghasilkan elektron adalah reaksi oksidasi.


    *Jawaban "ionisasi" --> salah karena ionisasi merupakan proses terurainya atom/molekul menjadi ion dengan cara menangkap atau melepas elektron.

    *Jawaban "disosiasi" --> salah karena disosiasi merupakan proses perubahan atom/molekul menjadi zat yang lebih sederhana, seperti ion.

  • Pilgan

    Bilangan oksidasi Cl pada ClO4- adalah ....

    A

    +4

    B

    +7

    C

    -1

    D

    -4

    E

    -7

    Pembahasan:

    ClO4-

    Karena ClO4- memiliki muatan -1, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah -1.

    Unsur O termasuk unsur pada golongan VIA, sehingga memiliki bilangan oksidasi -2.

    Dari informasi tersebut, kita dapat menentukan biloks Cl.

    Biloks Cl ++ 4 ×\times Biloks O == -1

    Biloks Cl ++ 4(-2) == -1

    Biloks Cl ++ (-8) == -1

    Biloks Cl == +7

  • Pilgan

    Derajat ionisasi/disosiasi dari kalium hidroksida, asam sulfat, dan metanol berturut-turut adalah ….

    A

    1;1; dan 0,5

    B

    1; 0,5; dan 0,5

    C

    1; 1; dan 0

    D

    1; 0,5; dan 0

    E

    0; 0,5; dan 1

    Pembahasan:

    Konsep yang harus dipahami adalah konsep perbedaan larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non-elektrolit.

    • Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang memiliki daya hantar listrik baik/kuat.
    • Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang memiliki daya hantar listrik yang lemah.
    • Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak memiliki daya hantar listrik.

    Banyaknya zat terlarut yang terurai dalam pelarut air dapat ditunjukkan oleh derajat ionisasi/disosiasi. Derajat ionisasi dan disosiasi dibedakan oleh zat terlarut. Jika zat terlarut adalah senyawa ionik, maka digunakan istilah derajat disosiasi, sedangkan jika zat terlarut adalah senyawa kovalen polar, maka digunakan istilah derajat ionisasi.

    • Larutan elektrolit kuat akan memiliki derajat disosiasi 1 (terdisosiasi sempurna/seluruhnya).
    • Larutan elektrolit lemah akan memiliki derajat disosiasi lebih besar dari 0 dan kurang dari 1 (terdisosiasi sebagian).
    • Larutan nonelektrolit akan memiliki derajat disosiasi 0 (tidak terdisosiasi).

    Kalium hidroksida dan asam sulfat termasuk jenis larutan elektrolit kuat sehingga memiliki derajat disosiasi/ionisasi = 1. Sebaliknya, metanol termasuk jenis larutan non-elektrolit sehingga memiliki derajat disosiasi/ionisasi = 0.

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan derajat ionisasi/disosiasi dari kalium hidroksida, asam sulfat, dan metanol adalah 1; 1; dan 0.

  • Pilgan

    Bilangan oksidasi O pada senyawa berikut bernilai -2, kecuali ….

    A

    LiOH

    B

    Be(OH)2

    C

    OF2

    D

    Mn2O3

    E

    OH2

    Pembahasan:

    OF2

    Karena oksigen difluorida tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.

    Pada senyawa oksigen difluorida, terdapat pengecualian untuk biloks O di mana bukan sama dengan -2. Hal ini karena unsur F lebih elektronegatif daripada O sehingga biloks F yang bernilai negatif, yaitu -1 (golongan VIIA).

    Biloks O ++ 2 ×\times Biloks F == 0

    Biloks O ++ 2(-1) == 0

    Biloks O ++ (-2) == 0

    Biloks O == +2


    Be(OH)2

    Karena berilium hidroksida tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.

    Unsur Be termasuk dalam golongan IIA, sehingga memiliki bilangan oksidasi +2. Sedangkan H umumnya memiliki bilangan oksidasi +1.

    Biloks Be ++ 2 ×\times Biloks H ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    +2 ++ 2(+1) ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    +4 ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    2 ×\times Biloks O == -4

    Biloks O == -2


    OH2

    Karena OH2 tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.

    Unsur H umumnya memiliki bilangan oksidasi +1.

    Biloks O ++ 2 ×\times Biloks H == 0

    Biloks O ++ 2(+1) == 0

    Biloks O ++ 2 == 0

    Biloks O == -2


    Mn2O3

    Pada senyawa ini, biloks dari O adalah -2 karena unsur O termasuk dalam golongan VIA.


    LiOH

    Karena LiOH tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.

    Unsur Li termasuk dalam golongan IA, sehingga memiliki bilangan oksidasi +1, sedangkan unsur H umumnya memiliki bilangan oksidasi +1.

    Biloks Li ++ Biloks H ++ Biloks O == 0

    +1 ++ (+1) ++ Biloks O == 0

    +2 ++ Biloks O == 0

    Biloks O == -2


    Bilangan oksidasi O pada senyawa umumnya bernilai -2, kecuali pada senyawa OF2.

  • Pilgan

    Bilangan oksidasi dari unsur O yang terdapat pada senyawa ozon, oksigen difluorida, dan natrium peroksida adalah ….

    A

    -6, -2, dan +1

    B

    +2, -1, dan -2

    C

    0, -2, dan -2

    D

    0, +2, dan -1

    E

    +2, -2, dan -1

    Pembahasan:

    Senyawa ozon, oksigen difluorida, dan natrium peroksida memiliki rumus kimia berturut-turut adalah O3, OF2, dan Na2O2.

    Ozon atau O3

    Bilangan oksidasi O pada O3 adalah 0 sebab ozon merupakan unsur bebas.

    Oksigen difluorida atau OF2

    Karena oksigen difluorida tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.

    Pada senyawa oksigen difluorida, terdapat pengecualian untuk biloks O di mana bukan sama dengan -2. Hal ini karena unsur F lebih elektronegatif daripada O sehingga biloks F yang bernilai negatif, yaitu -1 (golongan VIIA).

    Biloks O ++ 2 ×\times Biloks F == 0

    Biloks O ++ 2(-1) == 0

    Biloks O ++ (-2) == 0

    Biloks O == +2

    Sehingga biloks O pada oksigen difluorida adalah +2.

    Natrium peroksida atau Na2O2

    Karena natrium peroksida tidak memiliki muatan, maka nilai penjumlahan biloks unsur penyusunnya adalah 0.

    Pada senyawa peroksida, terdapat pengecualian untuk biloks O di mana bukan sama dengan -2. Untuk menentukan biloks O, unsur Na digunakan sebagai pembanding. Unsur Na termasuk dalam golongan IA, sehingga memiliki biloks +1.

    2 ×\times Biloks Na ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    2(+1) ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    +2 ++ 2 ×\times Biloks O == 0

    2 ×\times Biloks O == -2

    Biloks O == -1

    Sehingga biloks O pada natrium peroksida adalah -1.


    Jadi, bilangan oksidasi dari unsur O yang terdapat pada senyawa ozon, oksigen difluorida, dan natrium peroksida adalah 0, +2, dan -1.

  • Pilgan

    Pada suatu pagi, Anna tiba-tiba dimintai tolong oleh ayahnya untuk mengecek apakah bohlam lampu yang dibeli bermasalah. Anna kemudian teringat pelajaran kimia di sekolah mengenai percobaan daya hantar listrik larutan, sehingga dia mulai mengumpulkan material-material yang diperlukan seperti kawat, elektrode, dan sumber listrik.

    Sebagai pembanding, Anna menggunakan bohlam lampu yang ia gunakan di kamarnya yang masih menyala terang. Kemudian untuk melengkapi rangkaian alat tersebut, Anna menambahkan larutan di mana elektrode akan dicelupkan. Anna kemudian menelusuri seisi rumah dan menemukan cuka, gula, garam, alkohol, dan aseton. Bahan yang sebaiknya dipilih oleh Anna adalah ….

    A

    alkohol

    B

    aseton

    C

    garam

    D

    gula

    E

    cuka

    Pembahasan:

    Dari ilustrasi yang diberikan, kita dapat menyimpulkan bahwa Anna ingin melihat apakah lampu yang dibeli ayahnya bisa menyala terang atau tidak. Sehingga larutan yang diperlukan adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik atau disebut larutan elektrolit. Larutan elektrolit yang sebaiknya dipilih adalah larutan elektrolit kuat sehingga daya hantar listrik maksimal.

    Dikarenakan yang dibutuhkan Anna adalah larutan, maka beberapa bahan yang berbentuk padatan, seperti gula dan garam perlu dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Sehingga sekarang Anna memiliki cuka, larutan gula, larutan garam, alkohol, dan aseton.

    Seperti disebutkan sebelumnya, untuk mendapatkan daya hantar maksimal, Anna harus memilih larutan elektrolit kuat di antara bahan yang ada. Yang termasuk elektrolit kuat adalah larutan garam.

    *Cuka merupakan jenis larutan elektrolit lemah, sedangkan larutan gula, alkohol, dan aseton merupakan larutan non-elektrolit.

    Maka dapat disimpulkan, bahan yang sebaiknya dipilih oleh Anna adalah garam.

  • Pilgan

    Pada sebuah percobaan dilakukan pelarutan 3 mol X2Y pada suhu 70 oC dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer. Telah diketahui bahwa senyawa ini membutuhkan waktu reaksi selama dua jam dengan kecepatan reaksi yang sama. Dan sebagai tambahan, X2Y tidak dapat larut pada suhu kamar. Jika analis ingin mengukur daya hantar listrik larutan ini pada saat setengah dari jumlah awalnya masih berbentuk X2Y, tindakan yang dapat dilakukan adalah ….

    A

    setelah reaksi berlangsung satu jam, menurunkan suhu reaksi menjadi 25 oC

    B

    setelah reaksi berlangsung satu setengah jam, menurunkan suhu reaksi menjadi setengahnya, yaitu 35 oC

    C

    setelah reaksi berlangsung satu setengah jam, menurunkan suhu reaksi menjadi 25 oC

    D

    setelah reaksi berlangsung setengah jam, menambah volume pelarut yang digunakan

    E

    setelah reaksi berlangsung setengah jam, mengurangi kecepatan magnetic stirrer

    Pembahasan:

    Jika analis ingin mengukur daya hantar listrik larutan ini pada saat setengah dari jumlah awalnya masih berbentuk X2Y, maka yang harus dilakukan adalah dengan menghentikan proses pelarutan setelah reaksi telah berlangsung setengahnya. Dari soal, diberikan keterangan bahwa reaksi membutuhkan waktu reaksi dua jam dengan kecepatan reaksi yang sama, maka dapat diprediksi reaksi setelah satu jam akan menyebabkan ionisasi terjadi setengah dari jumlah awalnya. Maka tindakan penghentian reaksi harus dilakukan setelah satu jam reaksi.

    Keterangan tambahan yang diberikan adalah X2Y tidak dapat larut pada suhu kamar (suhu kamar = 25 oC). sehingga cara penghentian reaksi paling efektif adalah penurunan suhu menjadi suhu kamar, yaitu 25 oC.

    Sehingga jika analis ingin mengukur daya hantar listrik larutan ini pada saat setengah dari jumlah awalnya masih berbentuk X2Y, tindakan yang dapat dilakukan adalah setelah reaksi berlangsung satu jam, menurunkan suhu reaksi menjadi 25 oC.


    *Menambah volume pelarut yang digunakan justru akan mempercepat proses pelarutan sehingga tidak dapat dipastikan lagi waktu yang tepat untuk menghentikan reaksi.

    *Magnetic stirrer adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses pengadukan di atas pemanas (hotplate). Mengurangi kecepatan magnetic stirrer tidak akan menghentikan proses pelarutan. Hal ini hanya akan mengurangi kecepatan proses pelarutan sehingga tindakan ini kurang tepat.

  • Pilgan

    Reaksi respirasi merupakan salah satu reaksi yang menerapkan konsep reaksi redoks dimana proses ini menghasilkan karbondioksida dan air dengan cara pembakaran glukosa menggunakan oksigen. Reaksi kimia yang terjadi pada saat respirasi merupakan kebalikan dari fotosintesis. Perubahan yang terjadi jika reaksi respirasi diubah menjadi reaksi fotosintesis adalah ....

    A

    reduksi tidak lagi berlangsung

    B

    hanya terjadi proses oksidasi

    C

    reduktor berubah dari glukosa menjadi air

    D

    oksidator berubah dari O2 menjadi CO2

    E

    reduksi dan oksidasi tidak dapat berlangsung

    Pembahasan:

    Reaksi respirasi merupakan salah satu jenis reaksi redoks yang terjadi di alam. Reaksi ini merupakan kebalikan dari reaksi fotosintesis dan dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Reaksi ini merupakan pembakaran glukosa yang memerlukan oksigen dan akan menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi.

    Reaksi respirasi

    C6H12O6 ++ 6O2 \longrightarrow 6CO2 ++ 6H2O ++ energi

    Penentuan biloks ditunjukkan pada gambar berikut.

    Reaksi fotosintesis sebagai reaksi balik dari respirasi akan mereaksikan karbon dioksida dan air dengan bantuan energi matahari untuk menghasilkan glukosa dan oksigen.

    Reaksi fotosintesis dituliskan sebagai berikut.

    6CO2 ++ 6H2O ++ energi \longrightarrow C6H12O6 ++ 6O2

    Setelah dibandingkan, terjadi perbedaan pada oksidator dan reduktor.

    • Oksidator pada reaksi respirasi adalah oksigen, sedangkan pada reaksi fotosintesis adalah karbon dioksida.
    • Reduktor pada reaksi respirasi adalah glukosa, sedangkan pada reaksi fotosintesis adalah air.

    Maka perubahan yang terjadi jika reaksi respirasi diubah menjadi reaksi fotosintesis adalah oksidator berubah dari O2 menjadi CO2.

  • Pilgan

    Seorang warga mengklaim bahwa dirinya pingsan akibat sengatan listrik saat tidak sengaja memasukkan kakinya dalam suatu penampungan cairan. Diketahui di dalam cairan tersebut juga terdapat kabel yang memiliki arus listrik. Setelah dilakukan uji laboratorium terhadap cairan tersebut, peneliti menemukan fakta bahwa larutan tersebut tidak menyebabkan lampu menyala atau pun menghasilkan gas pada elektroda. Analisis yang dapat diberikan peneliti terhadap kesaksian korban adalah ....

    A

    korban menjadi lebih sehat

    B

    korban seharusnya mengalami luka bakar yang serius

    C

    korban mengalami luka dalam akibat sengatan listrik tersebut

    D

    korban sewajarnya mengalami sedikit sengatan listrik

    E

    korban seharusnya tidak mengalami dampak apapun

    Pembahasan:

    Konsep yang harus dipahami adalah konsep perbedaan antara larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang memiliki daya hantar listrik baik/kuat. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang memiliki daya hantar listrik yang lemah. Sedangkan larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak memiliki daya hantar listrik.

    Penentuan jenis larutan dapat diketahui menggunakan rangkaian alat yang terdiri dari lampu, sumber arus listrik, dan elektroda yang dihubungkan dengan kawat. Elektroda kemudian dicelupkan pada cairan yang akan diuji.

    • Jika cairan tersebut menyebabkan lampu menyala terang dan menimbulkan gelembung gas di elektroda, maka cairan tersebut adalah larutan elektrolit kuat.
    • Jika cairan tersebut menyebabkan lampu tidak menyala atau menyala redup dan menimbulkan gelembung gas di elektroda, maka cairan tersebut adalah larutan elektrolit lemah.
    • Jika cairan tersebut tidak menyebabkan lampu menyala dan tidak menimbulkan gelembung gas di elektroda, maka cairan tersebut adalah larutan non-elektrolit.

    Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa cairan tersebut adalah larutan non-elektrolit sehingga arus listrik dari kabel tidak dapat dihantarkan oleh cairan tersebut. Oleh sebab itu, seharusnya korban tidak mengalami dampak apapun.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.