Latihan Fisika Kelas XII Daya dan Energi Listrik
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 10
2. 7
3. 7
4. 2
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar rangkaian berikut.

    Energi yang diperlukan tiap detik dalam hambatan 4 Ω4\ \Omega adalah ....

    A

    18 W

    B

    24 W

    C

    9 W

    D

    12 W

    E

    15 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 V1V_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1=4 ΩR_1=4\ \Omega

    Tegangan sumber 2 V2V_2 = 6 V

    Hambatan 2 R2=0R_2=0

    Hambatan 3 R3=2 ΩR_3=2\ \Omega

    Ditanya:

    Daya pada hambatan 1 P1=P_1=?

    Dijawab:

    Menghitung arus yang mengalir pada hambatan 4 Ω4\ \Omega

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Sesuai dengan hukum I KIrchhoff, berlaku:

    I3=I1+I2I_3=I_1+I_2

    Karena loop II lebih sederhana, maka dapat dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff.

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    6+I2(0)+I3(2)=0-6+I_2\left(0\right)+I_3\left(2\right)=0

    6+2I3=0-6+2I_3=0

    2I3=62I_3=6

    I3=62I_3=\frac{6}{2}

    I3=3I_3=3 A

    Selanjutnya menghitung arus pada loop I.

    Loop I

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε1+I1R1+I3R3=0\varepsilon_1+I_1R_1+I_3R_3=0

    12+I1(4)+(3)(2)=0-12+I_1\left(4\right)+\left(3\right)\left(2\right)=0

    12+4I1+6=0-12+4I_1+6=0

    6+4I1=0-6+4I_1=0

    4I1=64I_1=6

    I1=64I_1=\frac{6}{4}

    I1=1,5I_1=1,5 A

    Menghitung daya

    Energi tiap satuan waktu merupakan daya yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Maka, besar daya pada hambatan 1 adalah sebagai berikut.

    P1=I12R1P_1=I_1^2R_1

    P1=(1,5)2(4)P_1=\left(1,5\right)^2\left(4\right)

    P1=(2,25)(4)P_1=\left(2,25\right)\left(4\right)

    P1=9P_1=9 W

    Jadi, energi yang diperlukan tiap detik dalam hambatan 4Ω4\Omega adalah 9 W.

  • Pilgan

    Catatan penggunaan peralatan listrik di rumah Yana adalah sebagai berikut.

    1. 5 lampu 20 W, 220 V menyala 18 jam sehari.
    2. 4 lampu kecil 10 W, 220 V menyala 10 jam sehari.
    3. 1 setrika 120 W, 220 V menyala 30 menit sehari.
    4. 1 televisi 240 W, 220 V menyala 12 jam sehari.
    5. 1 kulkas 350 W, 220 V menyala 24 sehari.

    Yana mendapatkan informasi bahwa biaya per kWh naik menjadi Rp500,00. Berdasarkan catatan penggunaan peralatan listrik tersebut, biaya yang harus dibayarkan Yana dalam 1 bulan adalah ....

    A

    Rp121.140,00

    B

    Rp161.520,00

    C

    Rp201.900,00

    D

    Rp181.710,00

    E

    Rp202.500,00

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lampu nn = 5

    Daya lampu P1P_1 = 20 W

    Waktu digunakan sehari t1t_1 = 18 jam = 18 h

    Tegangan lampu V1V_1 =220 V

    Jumlah lampu kecil nn = 4

    Daya lampu kecil P2P_2 = 10 W

    Waktu digunakan sehari t2t_2 = 10 jam = 10 h

    Tegangan lampu kecil V2V_2 = 220 V

    Jumlah setrika nn = 1

    Daya setrika P3P_3 = 120 W

    Waktu digunakan sehari t3t_3 = 30 menit = 0,5 jam = 0,5 h

    Tegangan setrika V3V_3 = 220 V

    Jumlah televisi nn = 1

    Daya televisi P4P_4 = 240 W

    Waktu digunakan sehari t4t_4 = 12 jam = 12 h

    Tegangan televisi V4V_4 = 220 V

    Jumlah kulkas nn = 1

    Daya kulkas P5P_5 = 350 W

    Waktu digunakan sehari t5t_5 = 24 jam = 24 h

    Tegangan kulkas V5V_5 = 220 V

    Biaya 1 kWh = Rp500,00

    Waktu pemakaian peralatan = 1 bulan = 30 hari

    Ditanya:

    Biaya yang dibayarkan dalam 1 bulan?

    Dijawab:

    Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    W=VItW=VIt

    Dengan P=VIP=VI , maka persamaan energi listrik juga dapat dirumuskan sebagai berikut.

    W=PtW=Pt

    Menghitung energi listrik yang digunakan setiap peralatan listrik di rumah Yana dalam sehari.

    Energi listrik 5 buah lampu

    W1=nP1t1W_1=nP_1t_1

    W1=(5)(20)(18)W_1=\left(5\right)\left(20\right)\left(18\right)

    W1=1.800W_1=1.800 Wh

    W1=1,8W_1=1,8 kWh

    Energi listrik 4 buah lampu kecil

    W2=nP2t2W_2=nP_2t_2

    W2=(4)(10)(10)W_2=\left(4\right)\left(10\right)\left(10\right)

    W2=400W_2=400 Wh

    W2=0,4W_2=0,4 kWh

    Energi listrik setrika

    W3=nP3t3W_3=nP_3t_3

    W3=(1)(120)(0,5)W_3=\left(1\right)\left(120\right)\left(0,5\right)

    W3=60W_3=60 Wh

    W3=0,06W_3=0,06 kWh

    Energi listrik televisi

    W4=nP4t4W_4=nP_4t_4

    W4=(1)(240)(12)W_4=\left(1\right)\left(240\right)\left(12\right)

    W4=2.800W_4=2.800 Wh

    W4=2,8W_4=2,8 kWh

    Energi listrik kulkas

    W5=nP5t5W_5=nP_5t_5

    W5=(1)(350)(24)W_5=\left(1\right)\left(350\right)\left(24\right)

    W5=8.400W_5=8.400 Wh

    W5=8,4W_5=8,4 kWh

    Sehingga energi listrik total yang dihabiskan semua peralatan listrik di rumah Yana selama 30 hari adalah:

    Wtotal=(W1+W2+W3+W4+W5)(30 hari)W_{\text{total}}=\left(W_1+W_2+W_3+W_4+W_5\right)\left(30\ \text{hari}\right)

    Wtotal=(1,8+0,4+0,06+2,8+8,4)(30)W_{\text{total}}=\left(1,8+0,4+0,06+2,8+8,4\right)\left(30\right)

    Wtotal=(13,46)(30)W_{\text{total}}=\left(13,46\right)\left(30\right)

    Wtotal=403,8W_{\text{total}}=403,8 kWh

    Selanjutnya biaya yang harus dibayarkan dalam 1 bulan:

    Biaya=(Wtotal)(tarif)\text{Biaya}=\left(W_{\text{total}}\right)\left(\text{tarif}\right)

    Biaya=(403,8)(Rp500,00)\text{Biaya}=\left(403,8\right)\left(\text{Rp}500,00\right)

    Biaya=Rp201.900,00\text{Biaya}=\text{Rp}201.900,00

    Jadi, biaya yang harus dibayarkan Yana dalam 1 bulan adalah Rp201.900,00.

  • Pilgan

    Sebuah lampu mempunyai spesifikasi 50 W/220 V. Jika lampu tersebut dipasang pada tegangan 110 V, maka daya lampu yang bekerja adalah ....

    A

    27,5 W

    B

    35 W

    C

    12,5 W

    D

    25 W

    E

    32,5 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya lampu P1P_1 = 50 W

    Tegangan lampu V1V_1 = 220 V

    Tegangan yang berlaku V2V_2 = 110 V

    Ditanya:

    Daya lampu pada tegangan tersebut P2P_2 = ?

    Jawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Dari persamaan tersebut, daya berbanding lurus dengan kuadrat tegangan.

    P1P2=(V1V2)2\frac{P_1}{P_2}=\left(\frac{V_1}{V_2}\right)^2

    50P2=(220110)2\frac{50}{P_2}=\left(\frac{220}{110}\right)^2

    P2=5022P_2=\frac{50}{2^2}

    P2=12,5P_2=12,5 W

    Jadi, daya lampu yang bekerja adalah 12,5 W.

  • Pilgan

    Motor listrik memiliki rating 220 V/2,2 kW. Pernyataan berikut yang benar adalah .... (pilih semua jawaban yang benar!)

    A

    arus rating-nya 20 A

    B

    hambatan dalamnya 20 Ω

    C

    hambatan dalamnya 20 Ω

    D

    hambatan dalamnya 24,2 Ω

    E

    arus rating-nya 10 A

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tegangan VV = 220 V

    Daya PP = 2,2 kW = 2.200 W

    Ditanya:

    Pernyataan yang benar = ?

    Jawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=VI=I2R=V2RP=VI=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Sehingga besar arus rating-nya adalah

    P=VIP=VI

    I=PVI=\frac{P}{V}

    I=2.200220I=\frac{2.200}{220}

    I=10I=10 A

    dan besar hambatan dalamnya adalah

    P=V2RP=\frac{V^2}{R}

    R=V2PR=\frac{V^2}{P}

    R=22026.000R=\frac{220^2}{6.000}

    R=24,2R=24,2 Ω

    Jadi, pernyataan yang benar adalah arus rating-nya 10 A dan hambatan dalamnya 24,2 Ω.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar rangkaian berikut.

    Energi listrik yang dihabiskan hambatan 4 Ω4\ \Omega selama 3 menit adalah ... kWh.

    A

    0,3×1040,3\times10^{-4}

    B

    1,8×1041,8\times10^{-4}

    C

    18×10418\times10^{-4}

    D

    3×1043\times10^{-4}

    E

    30×10430\times10^{-4}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 V1V_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1=4 ΩR_1=4\ \Omega

    Tegangan sumber 2 V2V_2 = 6 V

    Hambatan 2 R2=0R_2=0

    Hambatan 3 R3=2 ΩR_3=2\ \Omega

    Waktu tt = 3 menit = (3)(60)\frac{\left(3\right)}{\left(60\right)} = 0,05 jam = 0,05 h

    Ditanya:

    Energi listrik pada hambatan 1 selama 3 menit W1=W_1=?

    Dijawab:

    Menghitung arus yang mengalir pada hambatan 4 Ω4\ \Omega

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Sesuai dengan hukum I KIrchhoff, berlaku:

    I3=I1+I2I_3=I_1+I_2

    Karena loop II lebih sederhana, maka dapat dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff.

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    6+I2(0)+I3(2)=0-6+I_2\left(0\right)+I_3\left(2\right)=0

    6+2I3=0-6+2I_3=0

    2I3=62I_3=6

    I3=62I_3=\frac{6}{2}

    I3=3I_3=3 A

    Selanjutnya menghitung arus pada loop I.

    Loop I

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε1+I1R1+I3R3=0\varepsilon_1+I_1R_1+I_3R_3=0

    12+I1(4)+(3)(2)=0-12+I_1\left(4\right)+\left(3\right)\left(2\right)=0

    12+4I1+6=0-12+4I_1+6=0

    6+4I1=0-6+4I_1=0

    4I1=64I_1=6

    I1=64I_1=\frac{6}{4}

    I1=1,5I_1=1,5 A

    Menghitung energi listrik pada hambatan 4 Ω4\ \Omega

    Energi listrik merupakan energi suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus listrik. Secara matematis, energi listrik dirumuskan dengan perkalian daya dan waktu seperti berikut.

    W=PtW=Pt

    Sedangkan daya dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Sehingga energi listrik juga dapat dirumuskan dengan persamaan berikut.

    W=I2R tW=I^2R\ t

    Maka,

    W1=I12R1 tW_1=I_1^2R_1\ t

    W1=(1,5)(4)(0,05)W_1=\left(1,5\right)\left(4\right)\left(0,05\right)

    W1=0,3W_1=0,3 Wh

    W1=3×104W_1=3\times10^{-4} kWh

    Jadi, energi listrik yang dihabiskan hambatan 4 Ω4\ \Omega selama 3 menit adalah 3×1043\times10^{-4} kWh.

  • Pilgan

    Empat buah lampu identik (15 W, 220 V) dirangkai paralel dan dihubungkan dengan tegangan 110 V. Daya yang dihasilkan oleh keempat lampu tersebut adalah ... watt.

    A

    30

    B

    5

    C

    10

    D

    40

    E

    15

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lampu nn = 4 lampu

    Spesifikasi lampu

    Daya lampu 1 = lampu 2 = lampu 3 = lampu 4 P1=P2=P3=P4P_1=P_2=P_3=P_4 = 15 W

    Tegangan lampu 1 = lampu 2 = lampu 3 = lampu 4 V1=V2=V3=V4V_1=V_2=V_3=V_4 = 220 V

    DIsusun paralel

    Tegangan sumber VSV_{\text{S}} = 110 V

    Ditanya:

    Daya yang dihasilkan keempat lampu setelah dirangkai Ptotal=P_{\text{total}}=?

    Dijawab:

    Yang tetap dari keempat lampu adalah hambatan lampu. Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Karena 4 buah lampu dipasang paralel, maka hambatan total rangkaian listrik dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    1RP=1RL1+1RL2+1RL3+1RL4\frac{1}{R_{\text{P}}}=\frac{1}{R_{\text{L1}}}+\frac{1}{R_{\text{L2}}}+\frac{1}{R_{\text{L3}}}+\frac{1}{R_{\text{L4}}}

    1RP=1RL+1RL+1RL+1RL\frac{1}{R_{\text{P}}}=\frac{1}{R_{\text{L}}}+\frac{1}{R_{\text{L}}}+\frac{1}{R_{\text{L}}}+\frac{1}{R_{\text{L}}}

    1RP=4RL\frac{1}{R_{\text{P}}}=\frac{4}{R_{\text{L}}}

    RP=RL4R_{\text{P}}=\frac{R_{\text{L}}}{4}

    Rtotal=RL4R_{\text{total}}=\frac{R_{\text{L}}}{4}

    Berdasarkan persamaan:

    PL=VL2RL RL=VL2PLP_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{R_{\text{L}}}\rightarrow\ R_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{P_{\text{L}}}

    Maka,

    RL=(220)215R_{\text{L}}=\frac{\left(220\right)^2}{15}

    Sehingga,

    Rtotal=RP=(220)2154R_{\text{total}}=R_{\text{P}}=\frac{\frac{\left(220\right)^2}{15}}{4}

    Rtotal=(220)2(15)(4)R_{\text{total}}=\frac{\left(220\right)^2}{\left(15\right)\left(4\right)}

    Rtotal=(220)260R_{\text{total}}=\frac{\left(220\right)^2}{60}

    Menghitung daya total

    Ptotal=VS2RtotalP_{\text{total}}=\frac{V_{\text{S}}^2}{R_{\text{total}}}

    Ptotal=(110)2(220)260P_{\text{total}}=\frac{\left(110\right)^2}{\frac{\left(220\right)^2}{60}}

    Ptotal=(110)2(220)2(60)P_{\text{total}}=\frac{\left(110\right)^2}{\left(220\right)^2}\left(60\right)

    Ptotal=(12)2(60)P_{\text{total}}=\left(\frac{1}{2}\right)^2\left(60\right)

    Ptotal=(14)(60)P_{\text{total}}=\left(\frac{1}{4}\right)\left(60\right)

    Ptotal=15P_{\text{total}}=15 W

    Jadi, daya yang dihasilkan oleh keempat lampu tersebut adalah 15 watt.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar rangkaian berikut.

    Besar daya pada hambatan 4 Ω4\ \Omega adalah ....

    A

    12 W

    B

    24 W

    C

    6 W

    D

    9 W

    E

    18 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 V1V_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1=6 ΩR_1=6\ \Omega

    Tegangan sumber 2 V2V_2 = 6 V

    Hambatan 2 R2=0R_2=0

    Hambatan 3 R3=4 ΩR_3=4\ \Omega

    Ditanya:

    Daya pada hambatan 3 P3=P_3=?

    Dijawab:

    Menghitung arus yang mengalir pada hambatan 4 Ω4\ \Omega

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Karena loop II lebih sederhana, maka arus yang melalui hambatan 3 akan lebih mudah jika dihitung dengan menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff pada loop II.

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    6+I2(0)+I3(4)=06+I_2\left(0\right)+I_3\left(4\right)=0

    6+4I3=06+4I_3=0

    4I3=64I_3=-6

    I3=64I_3=-\frac{6}{4}

    I3=1,5I_3=-1,5 A

    Menghitung daya

    Energi tiap satuan waktu merupakan daya yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Maka, besar daya pada hambatan 1 adalah sebagai berikut.

    P3=I32R3P_3=I_3^2R_3

    P3=(1,5)2(4)P_3=\left(-1,5\right)^2\left(4\right)

    P3=(2,25)(4)P_3=\left(2,25\right)\left(4\right)

    P3=9P_3=9 W

    Jadi, besar daya pada hambatan 4 Ω4\ \Omega adalah 9 W.

  • Pilgan

    Andin membeli kompor listrik yang memiliki tegangan 210 V dengan besar hambatannya adalah 15 Ohm. Agar dapat digunakan untuk memanaskan air, kompor tersebut harus dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 210 V. Jika kompor listrik itu digunakan Andin untuk memanaskan 1 kg air yang bersuhu 12 C12\ ^{\circ}\text{C} selama 2 menit, maka suhu akhir air tersebut adalah .... (cair=4.200c_{\text{air}}=4.200 J/kg C^{\circ}\text{C})

    A

    54 C54\ ^{\circ}\text{C}

    B

    26 C26\ ^{\circ}\text{C}

    C

    84 C84\ ^{\circ}\text{C}

    D

    96 C96\ ^{\circ}\text{C}

    E

    63 C63\ ^{\circ}\text{C}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Spesifikasi kompor listrik

    Tegangan kompor listrik VkomporV_{\text{kompor}} = 210 V

    Hambatan kompor listrik Rkompor=15 ΩR_{\text{kompor}}=15\ \Omega

    Tegangan sumber VV = 210 V

    Massa air mm = 1 kg

    Suhu awal air T1=12 CT_1=12\ ^{\circ}\text{C}

    Waktu memanaskan air t=2 menit=(2)(60)=120t=2\ \text{menit}=\left(2\right)\left(60\right)=120 s

    Kalor jenis air cair=4.200c_{\text{air}}=4.200 J/kg C^{\circ}\text{C}

    Ditanya:

    Suhu akhir air T2=T_2=?

    Dijawab:

    Soal merupakan gabungan antara energi listrik dengan kalor. Berdasarkan konsep, energi listrik dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Elistrik=VItE_{\text{listrik}}=VIt

    Dengan P=VIP=VI, maka:

    Elistrik=PtE_{\text{listrik}}=Pt

    Dengan PP adalah daya, karena berdasarkan hukum Ohm I=VRI=\frac{V}{R} , maka persamaan energi listrik juga bisa diubah menjadi:

    Elistrik=V(VR)tE_{\text{listrik}}=V\left(\frac{V}{R}\right)t

    Elistrik=V2RtE_{\text{listrik}}=\frac{V^2}{R}t

    Menghitung suhu akhir air yang dipanaskan selama 120 s

    Karena proses mendidihkan air dengan kompor listrik melibatkan perubahan energi listrik menjadi panas, maka:

    Elistrik=EkalorE_{\text{listrik}}=E_{\text{kalor}}

    Pkomport=m cairΔTP_{\text{kompor}}t=m\ c_{\text{air}}\Delta T

    V2Rkomport=m cair(T2T1)\frac{V^2}{R_{\text{kompor}}}t=m\ c_{\text{air}}\left(T_2-T_1\right)

    T2T1=V2Rkomport(1m cair)T_2-T_1=\frac{V^2}{R_{\text{kompor}}}t\left(\frac{1}{m\ c_{\text{air}}}\right)

    T2=V2Rkomport(1m cair)+T1T_2=\frac{V^2}{R_{\text{kompor}}}t\left(\frac{1}{m\ c_{\text{air}}}\right)+T_1

    T2=(210)215(120)(1(1)(4.200))+12T_2=\frac{\left(210\right)^2}{15}\left(120\right)\left(\frac{1}{\left(1\right)\left(4.200\right)}\right)+12

    T2=(44.100)(120)63.000+12T_2=\frac{\left(44.100\right)\left(120\right)}{63.000}+12

    T2=(0,7)(120)+12T_2=\left(0,7\right)\left(120\right)+12

    T2=84+12T_2=84+12

    T2=96 CT_2=96\ ^{\circ}\text{C}

    Jadi, maka suhu akhir air tersebut adalah 96 C96\ ^{\circ}\text{C}.

  • Pilgan

    Sebuah motor listrik DC memiliki spesifikasi 1.000 W/220 V. Jika motor tersebut dipasang pada tegangan 55 V, maka daya lampu yang bekerja adalah ....

    A

    12,5 W

    B

    47,5 W

    C

    25 W

    D

    62,5 W

    E

    75 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya motor P1P_1 = 1.000 W

    Tegangan motor V1V_1 = 220 V

    Tegangan yang berlaku V2V_2 = 55 V

    Ditanya:

    Daya motor pada tegangan tersebut P2P_2 = ?

    Jawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Dari persamaan tersebut, daya berbanding lurus dengan kuadrat tegangan.

    P1P2=(V1V2)2\frac{P_1}{P_2}=\left(\frac{V_1}{V_2}\right)^2

    1.000P2=(22055)2\frac{1.000}{P_2}=\left(\frac{220}{55}\right)^2

    P2=1.00042P_2=\frac{1.000}{4^2}

    P2=62,5P_2=62,5 W

    Jadi, daya motor yang bekerja adalah 62,5 W.

  • Pilgan

    Sebagai bentuk penghematan energi, Rena memasang sel surya di rumahnya. Sel surya yang Rena pasang mampu menerima intensitas Matahari yang besarnya 10310^3 W/m2 dan memiliki luas permukaan 0,002 m. Sel surya tersebut dapat menghasilkan 0,4 A arus listrik dengan tegangan 2 V. Efisiensi sel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik adalah ... %.

    A

    0,4

    B

    0,2

    C

    20

    D

    40

    E

    80

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Intensitas Matahari II = 103 W/m2

    Luas sel surya AA = 0,002 m

    Arus listrik IlistrikI_{\text{listrik}} = 0,4 A

    Tegangan VV = 2 V

    Ditanya:

    Efisiensi sel surya η=\eta=?

    Dijawab:

    Soal merupakan gabungan antara konsep listrik dan cahaya.

    Berdasarkan konsep cahaya, intensitas cahaya merupakan perbandingan antara daya cahaya dengan luas permukaan dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    I=PcahayaAI=\frac{P_{\text{cahaya}}}{A}

    Maka, daya cahaya adalah:

    Pcahaya=I AP_{\text{cahaya}}=I\ A

    Sedangkan daya listrik merupakan energi persatuan waktu atau perkalian antara tegangan dengan arus listrik yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Plistrik=VIlistrikP_{\text{listrik}}=VI_{\text{listrik}}

    Menghitung efisiensi sel surya

    Efisiensi merupakan perbandingan daya yang dihasilkan dengan daya yang diperlukan. Karena terjadi perubahan energi cahaya menjadi energi listrik, maka efisiensi sel surya dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    η=PlistrikPcahaya×100%\eta=\frac{P_{\text{listrik}}}{P_{\text{cahaya}}}\times100\%

    η=VIlistrikI A×100%\eta=\frac{VI_{\text{listrik}}}{I\ A}\times100\%

    η=(2)(0,4)(103)(0,002)×100%\eta=\frac{\left(2\right)\left(0,4\right)}{\left(10^3\right)\left(0,002\right)}\times100\%

    η=0,82×100%\eta=\frac{0,8}{2}\times100\%

    η=0,4×100%\eta=0,4\times100\%

    η=40%\eta=40\%

    Jadi, efisiensi sel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik adalah 40 %.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.