Latihan Fisika Kelas XI Hukum I Termodinamika
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
2
Salah
3
Dilewati
5

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 0
3. 0
4. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Besarnya perubahan energi dalam pada sistem tersebut adalah ....

    A

    200 J

    B

    100 J

    C

    -100 J

    D

    -200 J

    E

    0 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Diagram aliran energi dari sebuah sistem termodinamika.

    QmasukQ_{\text{masuk}} = 300 J

    QkeluarQ_{\text{keluar}} = -200 J (bernilai negatif karena dilepaskan dari sistem ke lingkungan)

    Ditanya:

    Perubahan energi dalam ΔU\Delta U = ?

    Jawab:

    Energi dalam merupakan energi yang dimiliki oleh sistem terkait dengan interaksi antar partikel di dalam sistem tersebut. Nilai absolutnya sulit dihitung. Namun, perubahan energi dalam (ΔU\Delta U) nya dapat dihitung dengan mudah. Selama proses termodinamika terjadi, energi dalam dapat berkurang maupun bertambah.

    Menurut hukum kekekalan energi, besarnya perubahan energi dalam suatu sistem adalah:

    ΔU=QW\Delta U=Q-W, di mana Q merupakan kalor yang diterima dari lingkungan dan W merupakan usaha yang diberikan ke lingkungan. Kalor yang dilepas ke lingkungan akan bernilai negatif serta usaha yang diberikan oleh lingkungan juga akan bernilai negatif.

    ΔU=QW\Delta U=Q-W

    =(Qmasuk+Q keluar)0=\left(Q_{\text{masuk}}+Q_{\text{ keluar}}\right)-0

    =(300+(200))=\left(300+\left(-200\right)\right)

    =100=100 J

    Jadi, besarnya perubahan energi dalam adalah 100 J.

  • Pilgan
    2

    Sebanyak 3 mol gas ideal dengan suhu 127°C memiliki tekanan sebesar 4 atm. Gas tersebut mengembang secara isotermik sehingga tekanannya menjadi 2 atm. Jika RR = 8,31 J/mol.K dan ln 2 = 0,7, maka besarnya usaha yang dilakukan oleh gas tersebut adalah ....

    A

    11.114 J

    B

    9.701 J

    C

    6.980,4 J

    D

    10.000 J

    E

    7.980,4 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Proses isotermal.

    Suhu TT = 127°C = 400 K

    Tekanan awal P1P_1 = 4 atm

    Tekanan akhir P2P_2 = 2 atm

    Konstanta gas umum RR = 8,31 J/mol.K

    Banyaknya molekul gas nn = 3 mol

    Ditanya:

    Usaha yang dilakukan WW = ?

    Jawab:

    Proses isotermal merupakan suatu proses termodinamika yang terjadi pada suhu konstan. Ciri-ciri proses ini adalah kurva yang berbentuk lengkungan yang condong ke bawah pada grafik tekanan terhadap volume.

    Besarnya usaha yang dilakukan oleh gas pada proses isotermal adalah W=nRTln(V2V1)W=nRT\ln\left(\frac{V_2}{V_1}\right) dimana nn merupakan jumlah mol gas, RR merupakan konstanta gas ideal, TT merupakan suhu, dan VV merupakan volume. Pada proses isotermal juga berlaku P1V1=P2V2P_1V_1=P_2V_2 dimana PP adalah tekanan dan VV adalah volume.

    Pertama-tama, cari perbandingan V2V1\frac{V_2}{V_1} terlebih dahulu. Dengan cara menyusun ulang persamaan P1V1=P2V2P_1V_1=P_2V_2 didapatkan V2V1=P1P2\frac{V_2}{V_1}=\frac{P_1}{P_2}. Sehingga,

    V2V1=P1P2\frac{V_2}{V_1}=\frac{P_1}{P_2}

    V2V1=42\frac{V_2}{V_1}=\frac{4}{2}

    V2V1=2\frac{V_2}{V_1}=2

    Lalu, hitung besarnya usaha yang dilakukan.

    W=nRTln(V2V1)W=nRT\ln\left(\frac{V_2}{V_1}\right)

    =(3)(8,31)(400)ln(2)=\left(3\right)\left(8,31\right)\left(400\right)\ln\left(2\right)

    =9.972ln(2)=9.972\ln\left(2\right)

    =9.972(0,7)=9.972\left(0,7\right)

    =6.980,4=6.980,4 J

    Jadi, besarnya usaha yang dilakukan adalah 6.980,4 J.

  • Pilgan

    Perhatikan siklus kerja gas berikut!

    Berapa jumlah usaha yang dihasilkan setiap siklusnya?

    A

    12 kJ

    B

    16 kJ

    C

    20 kJ

    D

    18 kJ

    E

    14 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kurva siklus kerja gas.

    PAP_{\text{A}} = PBP_{\text{B}} = 10 kPa

    PDP_{\text{D}} = PCP_{\text{C}} = 6 kPa

    VAV_{\text{A}} = VDV_{\text{D}} = 4 m3

    VBV_{\text{B}} = VCV_{\text{C}} = 8 m3

    Ditanya:

    Usaha total tiap siklus Wtot W_{\text{tot }}=?

    Jawab:

    Usaha yang dilakukan pada sebuah siklus merupakan penjumlahan dari usaha-usaha pada masing-masing langkahnya.

    Pada kurva ini, terdapat siklus gas yang tidak umum, yaitu pada proses di mana tekanan, volume, dan suhu ketiganya berubah. Maka, usaha pada siklus ini akan dicari melalui persamaan dasar usaha pada gas yaitu V1V2P dV\int_{V_1}^{V_2}P\ dV. Persamaan ini merupakan luas daerah di bawah grafik.

    Sehingga usaha dapat dicari menggunakan luas dari persegi, yaitu

    Wtot =(AD)(AB)W_{\text{tot }}​=\left(\text{AD}\right)\left(\text{}\text{}\text{AB}\right)

    =(106)(84)=\left(10-6\right)\left(8-4\right)

    =(4)(4)=\left(4\right)\left(4\right)

    =16=16 kJ

    Jadi, gas melakukan usaha sebesar 16 kJ.

  • Pilgan
    0

    Perhatikan besaran-besaran berikut!

    1. Suhu
    2. Tekanan
    3. Volume
    4. Aliran kalor

    Besaran yang tidak berubah pada proses adiabatik adalah ....

    A

    (2) dan (4)

    B

    (1) dan (3)

    C

    semua benar

    D

    (1), (2), dan (3)

    E

    (4) saja

    Pembahasan:

    Proses adiabatik merupakan suatu proses dimana tidak ada aliran kalor yang masuk maupun keluar dari suatu sistem. Sehingga transfer energi antara sistem dan lingkungan yang terjadi hanya berupa usaha. Pada proses ini volume, suhu, maupun tekanan bisa berubah.

    Jadi, besaran yang tidak berubah pada proses adiabatik adalah (4) saja.

  • Pilgan

    Berikut yang bukan merupakan contoh sistem terbuka adalah ....

    A

    air laut yang menguap

    B

    teh hangat yang diletakkan di suhu ruangan

    C

    logam yang berkarat

    D

    air di dalam termos

    E

    gas buang pada kendaraan

    Pembahasan:

    Dalam termodinamika terdapat 3 jenis sistem, yaitu:

    • Sistem terbuka, sistem yang mengalami perpindahan kalor dan massa
    • Sistem tertutup, sistem yang mengalami perpindahan kalor namun tidak ada perpindahan massa
    • Sistem terisolasi, sistem yang tidak mengalami perpindahan kalor dan massa

    Teh hangat yang diletakkan di suhu ruangan, logam yang berkarat, air laut yang menguap, dan gas buang pada kendaraan merupakan contoh fenomena sistem terbuka di mana terjadi perpindahan kalor maupun massa.

    Sementara air dalam termos merupakan sistem terisolasi karena tidak ada perpindahan massa dan kalor.

    Jadi, yang bukan merupakan contoh sistem terbuka adalah air di dalam termos.

  • Pilgan
    2

    Usaha yang dihasilkan oleh gas yang berekspansi dari 5 m3 ke 15 m3 pada tekanan 10 kPa secara isobarik adalah ....

    A

    100 kJ

    B

    -200 kJ

    C

    -100 kJ

    D

    200 kJ

    E

    300 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Proses isobarik (tekanan sama).

    Tekanan kerja PP = 10 kPa

    Volume awal V1V_1 = 5 m3

    Volume akhir V2V_2 = 15 m3

    Ditanya:

    Usaha yang diperlukan WW = ?

    Jawab:

    Proses isobarik merupakan suatu proses termodinamika yang terjadi pada tekanan yang sama. Ciri-ciri proses ini adalah kurva yang berbentuk horizontal pada grafik tekanan terhadap volume. Besarnya usaha yang dilakukan oleh gas pada proses isobarik adalah W=P(V2V1)W=P\left(V_2-V_1\right) dimana PP adalah tekanan dan VV adalah volume.

    Sehingga,

    W=P(V2V1)W=P\left(V_2-V_1\right)

    =10(155)=10\left(15-5\right)

    =10(10)=10\left(10\right)

    =100=100 kJ (tanda positif menandakan bahwa usaha pada proses ini diberikan oleh sistem ke lingkungan)

    Jadi, besar usaha yang dibutuhkan adalah sebesar 100 kJ.

  • Pilgan

    Image result for chemcial reaction freepik

    Pada suatu percobaan kimia, 2 mol gas ideal dengan suhu 350 K memiliki tekanan sebesar 500 kPa. Gas tersebut mengembang secara isotermik sehingga tekanannya menjadi 250 kPa. Jika RR = 8,31 J/mol.K dan ln 2 = 0,7, maka besarnya usaha yang dilakukan oleh gas tersebut adalah ....

    A

    5.701,2 J

    B

    4.071,9 J

    C

    3.943,1 J

    D

    6.000,8 J

    E

    9.114,5 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Proses isotermal.

    Suhu TT = 350 K

    Tekanan awal P1P_1 = 500 kPa

    Tekanan akhir P2P_2 = 250 kPa

    Konstanta gas umum RR = 8,31 J/mol.K

    Banyaknya molekul gas nn = 2 mol

    Ditanya:

    Usaha yang dilakukan WW = ?

    Jawab:

    Proses isotermal merupakan suatu proses termodinamika yang terjadi pada suhu konstan. Ciri-ciri proses ini adalah kurva yang berbentuk lengkungan yang condong ke bawah pada grafik tekanan terhadap volume.

    Besarnya usaha yang dilakukan oleh gas pada proses isotermal adalah W=nRTln(V2V1)W=nRT\ln\left(\frac{V_2}{V_1}\right) dimana nn merupakan jumlah mol gas, RR merupakan konstanta gas ideal, TT merupakan suhu, dan VV merupakan volume. Pada proses isotermal juga berlaku P1V1=P2V2P_1V_1=P_2V_2 dimana PP adalah tekanan dan VV adalah volume.

    Pertama-tama, cari perbandingan V2V1\frac{V_2}{V_1} terlebih dahulu. Dengan cara menyusun ulang persamaan P1V1=P2V2P_1V_1=P_2V_2 didapatkan V2V1=P1P2\frac{V_2}{V_1}=\frac{P_1}{P_2}. Sehingga,

    V2V1=P1P2\frac{V_2}{V_1}=\frac{P_1}{P_2}

    V2V1=500250\frac{V_2}{V_1}=\frac{500}{250}

    V2V1=2\frac{V_2}{V_1}=2

    Lalu, hitung besarnya usaha yang dilakukan.

    W=nRTln(V2V1)W=nRT\ln\left(\frac{V_2}{V_1}\right)

    =(2)(8,31)(350)ln(2)=\left(2\right)\left(8,31\right)\left(350\right)\ln\left(2\right)

    =5.817ln(2)=5.817\ln\left(2\right)

    =5.817(0,7)=5.817\left(0,7\right)

    =4.071,9=4.071,9 J

    Jadi, besarnya usaha yang dilakukan adalah 4.071,9 J.

  • Pilgan

    Perhatikan siklus kerja gas berikut!

    Apabila proses B-C terjadi pada suhu 300 K, berapa besarnya dan bagaimana arah usaha gas tersebut setiap siklusnya? (diketahui RR = 8,31 J/mol.K dan ln 2 = 0,7).

    A

    44 kJ dari sistem ke lingkungan

    B

    22 kJ dari lingkungan ke sistem

    C

    44 kJ dari lingkungan ke sistem

    D

    66 kJ dari lingkungan ke sistem

    E

    22 kJ dari sistem ke lingkungan

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kurva siklus kerja gas:

    PAP_{\text{A}} = PBP_{\text{B}} = 20 kPa

    PCP_{\text{C}} =PDP_{\text{D}} = 10 kPa

    VAV_{\text{A}} = VDV_{\text{D}} = 2 m3

    VBV_{\text{B}} = 3 m3

    VCV_{\text{C}} = 6 m3

    Suhu TT = 300 K (tidak digunakan)

    Konstanta gas ideal, RR = 8,31 J/mol.K (tidak digunakan)

    Ditanya:

    Usaha total tiap siklus WtotW_{\text{tot}} = ? arah aliran energi?

    Jawab:

    Usaha yang dilakukan pada sebuah siklus merupakan penjumlahan dari usaha-usaha pada masing-masing langkahnya.

    Pada kurva ini, terdapat proses isobarik, proses isokhorik, dan proses isotermal. Proses isobarik merupakan proses termodinamika yang terjadi pada tekanan konstan dan dapat digambarkan dengan kurva lurus horizontal pada grafik tekanan terhadap volume. Proses isokhorik merupakan proses termodinamika yang terjadi pada volume konstan dan dapat digambarkan dengan kurva lurus vertikal pada grafik tekanan terhadap volume. Sementara proses isotermal merupakan proses termodinamika yang terjadi pada suhu konstan dan dapat digambarkan dengan kurva melengkung ke arah bawah pada grafik tekanan terhadap volume.

    Besarnya usaha pada proses isobarik adalah W=P(V2V1)W=P\left(V_2-V_1\right) dimana PP adalah tekanan dan VV adalah volume, besarnya usaha pada proses isokhorik adalah 0 karena tidak terjadi perubahan volume gas, sementara besarnya usaha yang dilakukan pada proses isotermal adalah W=nRTln(V2V1)W=nRT\ln\left(\frac{V_2}{V_1}\right) dimana nn merupakan jumlah mol gas, RR merupakan konstanta gas ideal, TT merupakan suhu, dan VV merupakan volume.

    Hitung besarnya usaha di tiap langkahnya.

    Pada A-B

    WAB=P(V BVA)W_{\text{AB}}=P\left(V_{\text{ B}}-V_{\text{A}}\right) (proses isobarik)

    =20(32)=20\left(3-2\right)

    =20=20 kJ

    Pada B-C

    WBC=nRTln(VCVB)W_{\text{BC}}=nRT\ln\left(\frac{V_{\text{C}}}{V_{\text{B}}}\right) (proses isotermal)

    menggunakan persamaan gas ideal PV=nRTPV=nRT , maka

    WBC=PBVBln(VCVB)W_{\text{BC}}=P_{\text{B}}V_{\text{B}}\ln\left(\frac{V_{\text{C}}}{V_{\text{B}}}\right) (usaha juga bisa dihitung menggunakan PCVCP_{\text{C}}V_{\text{C}})

    =(20)(3)ln(63)=\left(20\right)\left(3\right)\ln\left(\frac{6}{3}\right)

    =60ln(2)=60\ln\left(2\right)

    =42=42 kJ

    Pada C-D

    WCD=P(VDVC)W_{\text{CD}}=P\left(V_{\text{D}}-V_{\text{}\text{C}}\right) (proses isobarik)

    =10(26)=10\left(2-6\right)

    =40=-40 kJ

    Pada D-A

    WDA=0W_{\text{DA}}=0 J (proses isokhorik)

    Sehingga besar usaha totalnya,

    Wtot=WAB+WBC+WCD+WDAW_{\text{tot}}=W_{\text{AB}}+W_{\text{BC}}+W_{\text{CD}}+W_{\text{DA}\text{}}

    =20+42+(40)+0=20+42+\left(-40\right)+0

    =22=22 kJ

    Tanda positif menandakan bahwa energi mengalir dari sistem ke lingkungan.

    Jadi, besarnya dan arah dari gas tersebut adalah 22 kJ dari sistem ke lingkungan.

  • Pilgan
    0

    Satu mol gas berikut pada suhu 200 °C yang memiliki energi dalam paling besar adalah ....

    A

    nitrogen

    B

    karbon dioksida

    C

    karbon monoksida

    D

    oksigen

    E

    helium

    Pembahasan:

    Energi dalam adalah total energi yang dikandung dalam sebuah sistem dengan mengecualikan energi kinetik pergerakan sistem sebagai satu kesatuan dan energi potensial sistem akibat gaya-gaya dari luar.

    Besarnya energi dalam adalah U=f2nRTU=\frac{f}{2}nRT di mana ff merupakan koefisien derajat kebebasan (untuk gas monoatomik, diatomik, dan poliatomik masing-masing nilainya 3, 5, dan 6), nn merupakan jumlah mol gas, RR merupakan konstanta gas ideal yang besarnya 8,31 J/mol.K, dan TT merupakan suhu gas yang dinyatakan dalam kelvin.

    Pada jumlah dan suhu yang sama, gas yang memiliki energi dalam paling besar adalah gas poliatomik. Helium merupakan contoh gas monoatomik. Oksigen, nitrogen, dan karbon monoksida merupakan contoh gas diatomik. Sementara karbon dioksida merupakan contoh gas poliatomik.

    Jadi, gas memiliki energi dalam paling besar adalah karbon dioksida.

  • Pilgan
    0

    Dari aliran energi pada sistem berikut yang merupakan proses adiabatik adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Proses adiabatik merupakan suatu proses di mana tidak ada aliran kalor yang masuk maupun keluar dari suatu sistem. Sehingga transfer energi antara sistem dan lingkungan yang terjadi hanya berupa usaha.

    Ulas satu per satu gambar.

    → Terjadi aliran kalor dan usaha pada proses ini. Bukan merupakan proses adiabatik.

    → Hanya terjadi usaha pada proses ini. Merupakan proses adiabatik.

    → Hanya terjadi aliran kalor pada proses ini. Bukan merupakan proses adiabatik.

    → Terjadi aliran kalor dan usaha pada proses ini. Bukan merupakan proses adiabatik.

    → Hanya terjadi aliran kalor pada proses ini. Bukan merupakan proses adiabatik.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah gambar berikut.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.