Latihan Kimia Kelas X Ikatan Kimia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 7
2. 6
3. 5
4. 2
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Atom yang membentuk ikatan ion dengan atom X bernomor atom 35 adalah ....

    A

    16S

    B

    9F

    C

    8O

    D

    17Cl

    E

    19K

    Pembahasan:

    Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (nonlogam). Atom logam setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom nonlogam setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).

    • Unsur dengan elektron valensi 1, 2, 3 cenderung melepaskan elektron membentuk ion positif ⟶ Unsur logam.
    • Unsur dengan elektron valensi 4, 5, 6, 7 cenderung menangkap elektron membentuk ion negatif ⟶ Unsur non logam.

    Konfigurasi elektron untuk unsur 35X sebagai berikut.

    35X = 2, 8, 18, 7 → elektron valensi 7 → agar stabil menarik 1e- membentuk muatan -1

    Unsur X akan membentuk ikatan ion apabila berikatan dengan unsur yang melepaskan elektron atau membentuk ion positif.

    Adapun konfigurasi elektron untuk unsur-unsur yang terdapat pada pilihan jawaban sebagai berikut.

    • 8O = 2, 6 → elektron valensi 6 → agar stabil menarik 2e- membentuk muatan -2
    • 9F = 2, 7 → elektron valensi 7 → agar stabil menarik 1e- membentuk muatan -1 
    • 16S = 2, 8, 6 → elektron valensi 6 → agar stabil menarik 2e- membentuk muatan -2 
    • 17Cl = 2, 8, 7 → elektron valensi 7 → agar stabil menarik 1e- membentuk muatan -1 
    • 19K = 2, 8, 8, 1 → elektron valensi 1 → agar stabil melepas 1e- membentuk muatan +1 


    Jadi, atom yang membentuk ikatan ion dengan atom X bernomor atom 35 adalah atom 19K.

  • Pilgan

    ICl4- mempunyai bentuk molekul ....

    A

    bentuk V

    B

    segitiga planar

    C

    oktahedral

    D

    bentuk T

    E

    segiempat planar

    Pembahasan:
    • Konfigurasi elektron 53I : 2 8 18 18 7
    • Konfigurasi elektron 17Cl : 2 8 7

    Muatan ICl4- adalah -1

    Elektron valensi atom pusat (I) = 7 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 4 atom Cl (masing-masing 1) = 4 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 7 + 4 + 1 = 12 elektron atau 6 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 4 pasang. --> berikatan dengan 4 atom Cl

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 6 - 4 = 2 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX4E2 sehingga bentuk molekul dari ICl4- adalah segiempat planar.

    sumber: https://chem.libretexts.org

  • Pilgan

    Suatu senyawa memiliki jumlah domain elektron ikatan 3 dan domain elektron bebas 1. Bentuk molekul dari senyawa tersebut adalah ....

    A

    tetrahedral

    B

    trigonal bipiramida

    C

    oktahedral

    D

    segiempat planar

    E

    trigonal piramida

    Pembahasan:

    Jumlah domain elektron ikatan di sekitar atom pusat adalah 3 maka PEI = 3.

    Jumlah domain elektron bebas 1 maka PEB = 1.

    Bentuk dasar molekul tersebut AX3E1 sehingga bentuk molekulnya adalah trigonal piramida. Bentuk molekul dapat dilihat sebagai berikut:

  • Pilgan

    Ikatan hidrogen yang terbentuk dalam DNA terdapat pada ....

    A

    gugus gula deoksiribosa

    B

    gugus fosfat dan gula pentosa

    C

    pirimidin

    D

    gugus gula ribosa

    E

    basa nitrogen

    Pembahasan:

    Ikatan hidrogen adalah ikatan antara atom hidrogen (H) dari suatu molekul dengan atom yang memiliki keelektronegatifan besar (F, N, O) yang juga mengikat atom H dari molekul yang lainnya.

    DNA tersusun atas rangkaian nukleotida. Nukleotida merupakan gabungan antara gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen. Basa nitrogen pada DNA selalu berpasangan antara kelompok purin dan pirimidin. Basa purin yakni adenin (A) dan guanin (G), sedangkan basa pirimidin, yakni sitosin (C) dan timin (T). Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T) dan membentuk dua ikatan hidrogen (A = T), sedangkan sitosin (C) selalu berpasangan dengan guanin (G) membentuk 3 ikatan hidrogen (C \equiv G). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.

    Maka jawaban yang paling tepat adalah basa nitrogen.

  • Pilgan

    Ikatan yang terdapat dalam molekul (antara atom H dengan atom F) dan antarmolekul HF adalah ….

    A

    ikatan ion dan ikatan kovalen

    B

    ikatan kovalen dan ikatan hidrogen

    C

    ikatan kovalen dan gaya London

    D

    ikatan ion dan gaya van der Waals

    E

    ikatan kovalen dan gaya dipol terimbas

    Pembahasan:

    Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh dua atom (James E. Brady, 1990). Ikatan kovalen terbentuk di antara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron (sesama unsur nonlogam).

    Ikatan antar atom H dan F (HF) → Ikatan kovalen

    • 1H = 1 → elektron valensi 1 → Golongan IA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 1e-
    • 9F = 2 7 → elektron valensi 7 → Golongan VIIA (non logam) → agar stabil memerlukan 1e-

    Ikatan antar molekul HF adalah ikatan hidrogen.

    Ikatan hidrogen terjadi antara atom hidrogen suatu molekul dengan atom-atom yang memiliki keelektronegatifan paling besar seperti fluorin (F), oksigen (O) dan nitrogen (N) dari molekul lainnya. Perbedaan keelektronegatifan yang sangat besar inilah yang akan menyebabkan elektron atom hidrogen menjadi tertarik sangat kuat ke atom yang lebih elektronegatif.

    Jadi Ikatan yang terdapat dalam molekul (antara atom H dengan atom F) dan antarmolekul HF adalah ikatan kovalen dan ikatan hidrogen.

  • Pilgan

    Senyawa yang memiliki bentuk molekul tetrahedral adalah ....

    A

    BrF3

    B

    BeCl2

    C

    CHCl3

    D

    IF3

    E

    XeF2

    Pembahasan:
    • Senyawa CHCl3

    Konfigurasi elektron:

    • 6C : 2 4
    • 1H : 1
    • 17Cl : 2 8 7

    Elektron valensi atom pusat (C) = 4 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 1 atom H = 1 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 3 atom Cl (masing-masing 1) = 3 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat adalah 4 + 1 + 3 = 8 elektron atau 4 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 1 + 3 = 4 pasang. --> berikatan dengan 1 atom H dan 3 atom Cl

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 4 - 4 = 0 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX4 dan bentuk molekul dari CHCl3 adalah bentuk tetrahedral.

    • Senyawa XeF2

    Konfigurasi elektron

    • 54Xe : 2 8 18 18 8
    • 9F : 2 7

    Elektron valensi atom pusat (Xe) = 8 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 2 atom F (masing-masing 1) = 2 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 8 + 2 = 10 elektron atau 5 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 2 pasang. --> berikatan dengan 2 atom F

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 5 - 2 = 3 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX2E3 sehingga bentuk molekul dari XeF2 adalah linear.

    • Senyawa BeCl2

    Konfigurasi elektron:

    4Be : 2 2

    17Cl : 2 8 7

    Muatan BeCl2 = 0

    Elektron valensi atom pusat (Be) = 2 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 2 atom Cl (masing-masing 1) = 2 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 2 + 2 = 4 elektron atau 2 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 2 pasang. --> berikatan dengan 2 atom Cl

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 2 - 2 = 0 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX2 sehingga bentuk molekul dari BeCl2 adalah linear.

    • Senyawa BrF3

    Konfigurasi elektron:

    • 35Br : 2 8 18 7
    • 9F : 2 7

    Elektron valensi atom pusat (Br) = 7 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 3 atom F (masing-masing 1) = 3 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 7 + 3 = 10 elektron atau 5 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 3 pasang. --> berikatan dengan 3 atom F

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 5 - 3 = 2 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX3E2 sehingga bentuk molekul dari BrF3 adalah bentuk T.

    • Senyawa IF3

    Konfigurasi elektron:

    • 53I : 2 8 18 18 7
    • 9F : 2 7

    Elektron valensi atom pusat (I) = 7 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 3 atom F (masing-masing 1) = 3 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 7 + 3 = 10 elektron atau 5 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 3 pasang. --> berikatan dengan 3 atom F

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 5 - 3 = 2 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX3E2 sehingga bentuk molekul dari IF3 adalah bentuk T.

    Maka, senyawa yang memiliki bentuk molekul tetrahedral adalah CHCl3.

  • Pilgan

    Unsur di bawah ini yang melepas satu elektron untuk mendapatkan konfigurasi elektron yang stabil adalah ....

    A

    20Ca

    B

    9F

    C

    13Al

    D

    8O

    E

    11Na

    Pembahasan:

    Umumnya, konfigurasi elektron unsur akan stabil jika elektron terluarnya (elektron valensi) berjumlah 2 (duplet) atau 8 (oktet).

    Konfigurasi elektron untuk unsur unsur-unsur dalam pilihan jawaban adalah sebagai berikut:

    11Na = 2, 8, 1 → elektron valensi 1 → agar stabil melepas 1e-

    13Al = 2, 8, 3 → elektron valensi 3 → agar stabil melepas 3e-

    8O = 2, 6 → elektron valensi 6 → agar stabil menarik 2e-

    20Ca = 2, 8, 8, 2 → elektron valensi 2 → agar stabil melepas 2e-

    9F = 2, 7 → elektron valensi 7 → agar stabil menarik 1e-

    Jadi unsur yang melepas satu elektron untuk mendapatkan konfigurasi elektron yang stabil adalah unsur 11Na.

  • Pilgan

    Unsur A dengan nomor atom 6 berikatan dengan unsur B nomor atom 17 membentuk senyawa AB4. Bentuk molekulnya adalah ....

    A

    segiempat planar

    B

    trigonal piramida

    C

    piramida segiempat

    D

    tetrahedral

    E

    trigonal bipiramida

    Pembahasan:

    6A : 2 4

    17B : 2 8 7

    Muatan AB4 adalah 0

    Elektron valensi atom pusat (A) = 4 elektron

    Elektron yang dibutuhkan untuk berikatan dari 4 atom B (masing-masing 1) = 4 elektron

    Jumlah elektron di sekitar atom pusat = 4 + 4 = 8 elektron atau 4 pasang.

    Pasangan elektron ikatan (PEI) = 4 pasang. --> berikatan dengan 4 atom B

    Pasangan elektron bebas (PEB) = 4 - 4 = 0 pasang.

    Bentuk kerangka dasarnya AX4 sehingga bentuk molekul dari AB4 adalah tetrahedral.

  • Pilgan

    Kelompok senyawa di bawah ini yang mempunyai ikatan ion adalah ....

    A

    KCl, HCl, dan BaO

    B

    KCl, K2O, dan H2O

    C

    MgO, CaCl2, dan BaCl2

    D

    BaCl2, CO2, dan K2O

    E

    K2O, CO2, dan HCl

    Pembahasan:

    Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain (serah terima elektron). Ikatan ion terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menangkap elektron (nonlogam). Atom logam setelah melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Sedangkan atom nonlogam setelah menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).

    Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat pemakaian elektron bersama. Umumnya, ikatan kovalen terjadi antara atom-atom nonlogam.


    Konfigurasi elektron dan jenis ikatan yang dimiliki oleh senyawa-senyawa dalam pilihan jawaban adalah sebagai berikut.

    • KCl → Ikatan ion

    19K = 2, 8, 8, 1 → elektron valensi 1 → Golongan IA (logam) → agar stabil melepas 1e-

    17Cl = 2, 8, 7 → elektron valensi 7 → Golongan VIIA (nonlogam) → agar stabil menarik 1e-

    Reaksi: K+ + Cl- → KCl


    • K2O → Ikatan ion

    19K = 2, 8, 8, 1 → elektron valensi 1 → Golongan IA (logam) → agar stabil melepas 1e-

    8O = 2, 6 → elektron valensi 6 → Golongan VIA → (nonlogam) → agar stabil menarik 2e-

    Reaksi: 2K+ + O2- → K2O


    • H2O → Ikatan kovalen

    1H = 1 → elektron valensi 1 → Golongan IA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 1e-

    8O = 2, 6 → elektron valensi 6 → Golongan VIA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 2e-

    Terbentuk 2 ikatan kovalen tunggal H-O-H


    • CO2 → Ikatan kovalen

    6C = 2, 4 → elektron valensi 4 → Golongan IVA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 4e-

    8O = 2, 6 → elektron valensi 6 → Golongan VIA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 2e-

    Terbentuk 2 ikatan kovalen rangkap O==C==O


    • HCl → Ikatan kovalen

    1H = 1 → elektron valensi 1 → Golongan IA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 1e-

    17Cl = 2, 8, 7 → elektron valensi 7 → Golongan VIIA (nonlogam) → agar stabil memerlukan 1e-

    Terbentuk 1 ikatan kovalen tunggal H-Cl


    • MgO → Ikatan ion

    12Mg = 2, 8, 2 → elektron valensi 2 → Golongan IIA (logam) → agar stabil melepas 2e-

    8O = 2, 6 → elektron valensi 6 → Golongan VIA (nonlogam) → agar stabil menarik 2e-

    Reaksi: Mg2+ + O2- → MgO


    • CaCl2 → Ikatan ion

    20Ca = 2, 8, 8, 2 → elektron valensi 2 → Golongan IIA (logam) → agar stabil melepas 2e-

    17Cl = 2, 8, 7 → elektron valensi 7 → Golongan VIIA (nonlogam) → agar stabil menarik 1e-

    Reaksi: Ca2+ + 2Cl- → CaCl2


    • BaCl2 → Ikatan ion

    4Ba = 2, 2 → elektron valensi 2 → Golongan IIA (logam) → agar stabil melepas 2e-

    17Cl = 2, 8, 7 → elektron valensi 7 → Golongan VIIA (nonlogam) → agar stabil menarik 1e-

    Reaksi: Ba2+ + 2Cl- → BaCl2


    Jadi kelompok senyawa yang mempunyai ikatan ion adalah MgO, CaCl2, dan BaCl2.

  • Pilgan

    Kestabilan dari atom yang memiliki energi ionisasi rendah dilakukan dengan ....

    A

    melepaskan neutron

    B

    menangkap proton

    C

    melepaskan elektron

    D

    menangkap elektron

    E

    melepaskan proton

    Pembahasan:

    Energi ionisasi merupakan energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron, semakin besar energi ionisasi maka semakin sukar untuk melepaskan elektron. Atom dengan energi ionisasi rendah akan cenderung mencapai kestabilan dengan melepaskan elektron. Salah satu contohnya adalah atom Na.

    Konfigurasi elektron 11Na : 2 8 1

    Untuk mencapai kestabilan, atom Na melepas sebuah elektron dan membentuk ion Na+, sehingga konfigurasinya menjadi sama dengan atom Ne (golongan gas mulia yang telah stabil).

    11Na \longrightarrow Na+ + e

    (2 8 1) ⟶ (2 8)

    Proses pelepasan e(elektron) pada atom Na mudah terjadi karena memiliki ionisasi rendah.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.