Latihan Bahasa Indonesia Kelas IX Menggali Informasi Teks Diskusi
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Di kawasan Malioboro bakal diterapkan peraturan bebas kendaraan bermotor. Kawasan yang menjadi pusat tujuan wisata tersebut akan dicoba untuk ditertibkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Uji coba konsep semipedestrian akan dilakukan pada pertengahan tahun 2019. Mengenai konsep semipedestrian tersebut, hanya andong, becak kayuh, sepeda kayuh, bus Trans Jogja, dan kendaraan khusus lainnya yang diperbolehkan melintas. Namun apakah perubahan konsep tata wilayah tersebut didukung oleh masyarakat?

    (Sumber: Detik.com, dengan penyesuaian)

    Pernyataan yang digunakan untuk membatasi topik dalam teks di atas adalah ....

    A

    kalimat kedua

    B

    kalimat kesatu

    C

    kalimat keempat

    D

    kalimat ketiga

    Pembahasan:

    Kalimat pembatas topik berfungsi untuk membatasi pembahasan dalam sebuah teks.

    Kalimat pembatas topik teks di atas terdapat pada kalimat kesatu. Kalimat kesatu menyampaikan rencana penerapan kawasan bebas kendaraan bermotor di Malioboro, yang itu menjadi pembahasan dalam topik teks tersebut.

    Jadi jawaban yang benar adalah kalimat kesatu.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

    Penerbitan aturan berkendara di jalan belum begitu efektif membuat para pengendara motor patuh. Meskipun sudah ada personel polisi yang bertugas menertibkan lalu lintas, masih banyak pengendara yang bandel. Berangkat dari permasalahan tersebut, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menerapkan sistem tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement). ETLE rencananya mulai diperluas pada Februari 2020.

    Tilang elektronik akan diterapkan di beberapa titik di Jakarta dan Bekasi. Penerapan tilang tersebut dilakukan dengan memasang kamera-kamera di beberapa bahu jalan untuk merekam pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor. Foto dan video dari kamera ETLE nantinya akan diverifikasi oleh petugas dan akan dikirim ke rumah pengendara yang melanggar.

    Meskipun program ETLE bertujuan baik, masih ada masyarakat yang kurang setuju. Jaenal, seorang pengemudi ojek online asal Kebon Jeruk, kurang setuju dengan adanya tilang format baru tersebut. Jaenal merasa tilang ETLE akan merugikannya ketika mencari dan mendapatkan penumpang. "Saya kurang setuju dengan tilang eletronik. Kalau kebetulan saya lewat Bundaran Senayan Ratu Plaza (Salah satu titik kamera ETLE) sambil megang handphone karena menghubungi penumpang bagaimana?" ujar Jaenal.

    Di sisi lain, banyak pihak yang sepakat dengan penerapan tilang ETLE. Johan, pemuda asal Pondok Gede justru lebih menyukai sistem tilang ETLE. "Iya, kalau tilang yang ketemu polisi langsung kan suka ada transaksi ilegal, jadi kurang adil," ujar Johan. Ada juga Abidin yang berpendapat kalau tilang ETLE lebih efektif daripada tilang Ditlantas turun ke jalan. "Kalau yang ditangkap kamera kan lebih jelas pelanggarannya apa. Kalau yang tilang langsung di jalan kadang suka cari-cari kesalahan, kadang harus mengeluarkan uang lebih," ujar Abidin.

    Karena persoalannya adalah lalu lintas jalanan umum, maka yang harus diutamakan adalah kebaikan pengendara. Tilang ETLE hadir untuk meningkatkan ketertiban sekaligus keselamatan di jalan. Oleh karena itu bagi pengendara yang melakukan aktivitas lain ketika di jalan, sebaiknya berhenti atau minggir terlebih dahulu. Masyarakat dan polisi diharapkan saling bekerja sama menjaga ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas.

    (Sumber: Kompas.com, dengan penyesuaian)

    Alasan diadakannya sistem tilang elektronik atau ETLE adalah ....

    A

    karena rumitnya mengurus denda pelanggaran di kantor pengadilan

    B

    karena masih banyak pengendara motor bandel yang suka melanggar lalu lintas

    C

    karena banyaknya pengendara ojek online yang bermain handphone ketika di jalan

    D

    karena masih banyak polisi curang yang suka mencari-cari kesalahan dari pengendara motor

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui alasan diadakannya sistem tilang elektronik,kita harus membaca teks dengan cermat.

    Paragraf yang menyampaikan alasan diadakannya sistem tilang elektronik adalah paragraf kesatu. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menerapkan sistem tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement) karena masih banyak pengendara motor yang melanggar tata tertib berlalu lintas.

    Jadi jawaban yang benar adalah karena masih banyak pengendara motor bandel yang suka melanggar lalu lintas.

  • Pilgan

    Selain untuk menambah wawasan, membaca teks diskusi juga bermanfaat untuk ....

    A

    melatih jiwa kompetitif dan kecakapan dalam berdebat

    B

    menumbuhkan sikap toleran atau menghargai pendapat orang lain

    C

    menumbuhkan sikap sabar ketika mendapat kritikan dari orang lain

    D

    menumbuhkan sikap tegas dan teguh dalam memegang prinsip atau pendapat

    Pembahasan:

    Manfaat dari membaca teks diskusi adalah menambah wawasan dari berbagai perspektif tentang suatu topik. Manfaat lain dari membaca teks diskusi adalah melatih berpikir kritis dan menghargai pendapat orang lain.

    Jadi jawaban yang benar adalah menumbuhkan sikap toleran atau menghargai pendapat orang lain.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Polemik eSports Jadi Mata Pelajaran

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengutarakan rencana memasukkan olahraga elektronik atau eSports ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. "Pelajar saya kira harus diberikan kurikulum tentang pengetahuan eSports secara formal," kata Imam di Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara, 28 Januari 2019. Gagasan itu bukan tanpa alasan. Imam meyakini bahwa ide ini nantinya akan mampu mencetak atlet-atlet masa depan di cabang olahraga eSports. Tentu saja rencana tersebut mengundang banyak komentar dari masyarakat.

    Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut disambut baik oleh para siswa. Demam eSports atau olahraga elektronik seperti Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG, Clash Royale, DOTA, dan lain sebagainya memang sedang digandrungi oleh banyak anak di Indonesia. Bagi mereka, rencana ini menjadi hal yang positif. Seorang siswa bernama Andrew Danis, siswa SMAN 5 Depok, mengatakan bahwa eSports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian.

    Dukungan lain juga datang dari Rakha Fadhilah, siswa SMAN 9 Tangerang, yang berpendapat bahwa eSports bisa menekan perilaku negatif siswa seperti tawuran dan menggunakan obat-obatan terlarang. "Jadi, yang tadinya suka ngumpul-ngumpul, sekarang bisa lebih terarah. Mereka bisa beralih jadi bermain gim," kata Rakha.

    Berbeda dengan para siswa tersebut, Ubaid Matraji menilai gagasan tersebut akan menjadi beban bagi siswa ataupun sekolah. Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia tersebut berpendapat bahwa gagasan Imam Nahrawi terlalu dipaksakan. Mata pelajaran eSports bisa memunculkan ketimpangan antarsekolah. "Di beberapa daerah, masih banyak siswa yang tidak mempunyai gadget. Tentu ini akan menghambat pembelajaran mereka. Masih banyak juga tenaga pengajar yang belum melek teknologi," ungkap Ubaid.

    Pendapat penentangan lain juga muncul dari psikolog remaja, Ratih Zulhaqqi, yang mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan kecanduan pada anak. Dia menyebutkan dampak kecanduan yang muncul bisa menyerupai ketagihan narkoba. Ratih mengatakan bahwa kecanduan eSports tergolong berbahaya bagi anak-anak karena dapat memicu emosi yang tidak stabil dan memengaruhi nilai akademik.

    ESports mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak-dampak tersebut tergantung bagaimana pemakaiannya. Para siswa harus bijak dalam bermain eSports agar yang didapat berupa hal positif. Rencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah perlu dikaji ulang. Jika ingin memasukkan eSports dalam pembelajaran, lebih baik dijadikan ekstrakurikuler atau peminatan khusus. Sama seperti sepakbola, siswa yang berminat akan lebih tersaring.

    (Sumber: Indosport.com, dengan penyesuaian)

    Gagasan pokok paragraf kedua dari teks diskusi di atas adalah ...

    A

    Olahraga elektronik atau eSports sedang digandrungi oleh anak-anak.

    B

    Para siswa ingin mata pelajaran eSports segera resmi dimasukkan ke dalam kurikulum.

    C

    ESports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian anak.

    D

    Para siswa menyambut baik rencana pemasukan eSports ke dalam kurikulum sekolah.

    Pembahasan:

    Gagasan pokok paragraf adalah topik utama atau ide dasar dalam sebuah paragraf.

    Cara menemukan gagasan pokok dalam suatu paragraf adalah membaca dengan cermat paragraf tersebut dan mencari kalimat utama yang membatasi pembahasan sebuah paragraf. Kalimat utama biasanya terletak di awal paragraf atau akhir paragraf dan bentuknya berupa pernyataan umum.

    Paragraf kedua teks di atas membahas respons baik dari para siswa terhadap rencana pemasukan eSports ke dalam kurikulum sekolah. Pernyataan umum dari paragraf kedua terdapat pada kalimat pertama, Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut disambut baik oleh para siswa.

    Kalimat berikutnya, yaitu kalimat ketiga dan keempat, merupakan kalimat pendukung untuk menjelaskan kalimat pertama.

    Jadi, gagasan pokok paragraf kedua dari teks di atas adalah para siswa menyambut baik rencana pemasukan eSports ke dalam kurikulum sekolah.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Polemik eSports Jadi Mata Pelajaran

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengutarakan rencana memasukkan olahraga elektronik atau eSports ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. "Pelajar saya kira harus diberikan kurikulum tentang pengetahuan eSports secara formal," kata Imam di Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara, 28 Januari 2019. Gagasan itu bukan tanpa alasan. Imam meyakini bahwa ide ini nantinya akan mampu mencetak atlet-atlet masa depan di cabang olahraga eSports. Tentu saja rencana tersebut mengundang banyak komentar dari masyarakat.

    Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut disambut baik oleh para siswa. Demam eSports atau olahraga elektronik seperti Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG, Clash Royale, DOTA, dan lain sebagainya memang sedang digandrungi oleh banyak anak di Indonesia. Bagi mereka, rencana ini menjadi hal yang positif. Seorang siswa bernama Andrew Danis, siswa SMAN 5 Depok, mengatakan bahwa eSports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian.

    Dukungan lain juga datang dari Rakha Fadhilah, siswa SMAN 9 Tangerang, yang berpendapat bahwa eSports bisa menekan perilaku negatif siswa seperti tawuran dan menggunakan obat-obatan terlarang. "Jadi, yang tadinya suka ngumpul-ngumpul, sekarang bisa lebih terarah. Mereka bisa beralih jadi bermain gim," kata Rakha.

    Berbeda dengan para siswa tersebut, Ubaid Matraji menilai gagasan tersebut akan menjadi beban bagi siswa ataupun sekolah. Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia tersebut berpendapat bahwa gagasan Imam Nahrawi terlalu dipaksakan. Mata pelajaran eSports bisa memunculkan ketimpangan antarsekolah. "Di beberapa daerah, masih banyak siswa yang tidak mempunyai gadget. Tentu ini akan menghambat pembelajaran mereka. Masih banyak juga tenaga pengajar yang belum melek teknologi," ungkap Ubaid.

    Pendapat penentangan lain juga muncul dari psikolog remaja, Ratih Zulhaqqi, yang mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan kecanduan pada anak. Dia menyebutkan dampak kecanduan yang muncul bisa menyerupai ketagihan narkoba. Ratih mengatakan bahwa kecanduan eSports tergolong berbahaya bagi anak-anak karena dapat memicu emosi yang tidak stabil dan memengaruhi nilai akademik.

    ESports mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak-dampak tersebut tergantung bagaimana pemakaiannya. Para siswa harus bijak dalam bermain eSports agar yang didapat berupa hal positif. Rencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah perlu dikaji ulang. Jika ingin memasukkan eSports dalam pembelajaran, lebih baik dijadikan ekstrakurikuler atau peminatan khusus. Sama seperti sepakbola, siswa yang berminat akan lebih tersaring.

    (Sumber: Indosport.com, dengan penyesuaian)

    Berikut ini pernyataan yang tepat menurut teks diskusi di atas adalah ...

    A

    Tokoh psikolog remaja, Ratih Zulhaqqi, mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan gangguan kesehatan mata pada anak-anak.

    B

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Imam Nahrawi, berencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah.

    C

    Andrew Danis, siswa SMAN 5 Depok, mengatakan bahwa eSports bagus untuk menghilangkan kepenatan siswa akibat kegiatan sekolah yang padat.

    D

    Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia berpendapat bahwa penerapan eSports sebagai mata pelajaran akan memunculkan ketimpangan sosial antarsekolah.

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui pernyataan yang benar dari teks diskusi di atas, kita harus membaca keseluruhan teks dengan cermat.

    *Tokoh Perlindungan Anak, Ratih Zulhaqqi, mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan kecanduan pada anak. Kalimat tersebut salah karena yang benar Ratih Zulhaqqi adalah seorang psikolog remaja.

    *Andrew Danis, siswa SMAN 9 Tangerang, mengatakan bahwa eSports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian. Kalimat tersebut salah karena yang benar Andrew Danis merupakan siswa SMAN 5 Depok.

    *Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Imam Nahrawi, berencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah. Kalimat tersebut salah karena yang benar Imam Nahrawi adalah Menteri Pemuda dan Olahraga.

    Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia berpendapat penerapan eSports sebagai mata pelajaran akan memunculkan ketimpangan sosial antarsekolah benar karena terdapat pada paragraf keempat kalimat ketiga.

    Jadi, pernyataan yang tepat menurut teks diskusi di atas adalah Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia berpendapat bahwa penerapan eSports sebagai mata pelajaran akan memunculkan ketimpangan sosial antarsekolah.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Polemik eSports Jadi Mata Pelajaran

    (1) Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengutarakan rencana memasukkan olahraga elektronik atau eSports ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. "Pelajar saya kira harus diberikan kurikulum tentang pengetahuan eSports secara formal," kata Imam di Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara, 28 Januari 2019. (2) Gagasan itu bukan tanpa alasan. Imam meyakini bahwa ide ini nantinya akan mampu mencetak atlet-atlet masa depan di cabang olahraga eSports. (3) Tentu saja rencana tersebut mengundang banyak komentar dari masyarakat.

    (4) Rencana Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut disambut baik oleh para siswa. Demam eSports atau olahraga elektronik seperti Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG, Clash Royale, DOTA, dan lain sebagainya memang sedang digandrungi oleh banyak anak di Indonesia. Bagi mereka, rencana ini menjadi hal yang positif. Seorang siswa bernama Andrew Danis, siswa SMAN 5 Depok, mengatakan bahwa eSports bagus untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan mengasah kepedulian.

    Dukungan lain juga datang dari Rakha Fadhilah, siswa SMAN 9 Tangerang, yang berpendapat bahwa eSports bisa menekan perilaku negatif siswa seperti tawuran dan menggunakan obat-obatan terlarang. "Jadi, yang tadinya suka ngumpul-ngumpul, sekarang bisa lebih terarah. Mereka bisa beralih jadi bermain gim," kata Rakha.

    Berbeda dengan para siswa tersebut, Ubaid Matraji menilai gagasan tersebut akan menjadi beban bagi siswa maupun sekolah. Koordinator Nasional Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia tersebut berpendapat bahwa gagasan Imam Nahrawi terlalu dipaksakan. Mata pelajaran eSports bisa memunculkan ketimpangan antarsekolah. "Di beberapa daerah, masih banyak siswa yang tidak mempunyai gadget. Tentu ini akan menghambat pembelajaran mereka. Masih banyak juga tenaga pengajar yang belum melek teknologi," ungkap Ubaid.

    Pendapat penentangan lain juga muncul dari psikolog remaja, Ratih Zulhaqqi, yang mengatakan bermain eSports berkemungkinan menyebabkan kecanduan pada anak. Dia menyebutkan dampak kecanduan yang muncul bisa menyerupai ketagihan narkoba. Ratih mengatakan bahwa kecanduan eSports tergolong berbahaya bagi anak-anak karena dapat memicu emosi yang tidak stabil dan memengaruhi nilai akademik.

    ESports mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak-dampak tersebut tergantung bagaimana pemakaiannya. Para siswa harus bijak dalam bermain eSports agar yang didapat berupa hal positif. Rencana memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah perlu dikaji ulang. Jika ingin memasukkan eSports dalam pembelajaran, lebih baik dijadikan ekstrakurikuler atau peminatan khusus. Sama seperti sepak bola, siswa yang berminat akan lebih tersaring.

    (Sumber: Indosport.com, dengan penyesuaian)

    Latar belakang permasalahan atau perdebatan terdapat pada kalimat nomor ....

    A

    (2)

    B

    (3)

    C

    (4)

    D

    (1)

    Pembahasan:

    Latar belakang permasalahan adalah hal yang melandasi munculnya permasalahan dalam topik yang dibahas.

    Dalam teks di atas, hal yang menjadi latar belakang permasalahan terdapat pada kalimat kesatu. Kalimat kesatu menyampaikan rencana Menteri Pemuda dan Olahraga yang ingin memasukkan eSports ke dalam kurikulum sekolah. Hal itu kemudian mengundang banyak komentar dari masyarakat.

    Jadi jawaban yang benar adalah

    (1) Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengutarakan rencana untuk memasukkan olahraga elektronik atau eSports ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Perempuan yang mendapat anugerah Wanita Inspiratif majalah Nova tahun 2015, Yuli Supriati, mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghindari dampak buruk dari konsumsi SKM yang berlebihan adalah dengan mengedukasi masyarakat. Masyarakat harus disadarkan bahwa SKM tidak bisa dijadikan pengganti susu rutin. Suatu langkah yang tidak bijak jika pemerintah menarik SKM dari pasaran sebab SKM menjadi kebutuhan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai penjual makanan. Jika SKM ditarik dari pasaran, mata pencaharian beberapa kelompok masyarakat akan tergoyahkan.

    (Sumber: Jawapos.com, dengan penyesuaian)

    Rekomendasi yang disebutkan dalam teks di atas adalah ....

    A

    mengedukasi masyarakat bahwa SKM tidak bisa dijadikan pengganti susu rutin

    B

    meningkatkan kandungan gizi SKM agar menjadi produk yang baik untuk dikonsumsi

    C

    SKM seharusnya hanya dijual untuk masyarakat yang berprofesi sebagai penjual makanan

    D

    menarik SKM dari pasaran agar masyarakat menyadari akan bahaya konsumsi SKM berlebihan

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui rekomendasi yang diberikan dalam teks diskusi di atas, kita harus membaca teks dengan cermat.

    Bagian rekomendasi dalam teks diskusi di atas terdapat pada kalimat kedua. Kalimat kedua berisi ajakan dari Yuli Supriati agar pemerintah mengedukasi masyarakat perihal aturan konsumsi SKM.

    Jadi jawaban yang benar adalah mengedukasi masyarakat bahwa SKM tidak bisa dijadikan pengganti susu rutin.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Perdebatan Wacana Penghapusan Hasil Rapid Test Covid untuk Bepergian

    Wacana penghapusan hasil rapid test mulai mencuat pada bulan Juni 2020. Syarat hasil rapid test, PCR, atau minimal surat keterangan sehat memang masih menjadi salah satu syarat administratif untuk bepergian berdasarkan surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Hanya saja, beberapa waktu lalu Kementerian Kesehatan menyatakan rapid test tidak direkomendasikan lagi untuk mendiagnosis orang yang terinfeksi Covid-19. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, khususnya halaman 82 pada bagian definisi operasional.

    Mengenai wacana penghapusan rapid test Covid-19. Para pelaku usaha dan pengamat pariwisata memiliki pandangan berbeda. Pegiat pariwisata mendorong wacana penghapusan rapid test sebagai syarat bepergian.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Batam, Muhammad Mansyur, mengatakan rapid test tidak tepat diterapkan kepada orang yang hendak bepergian. "Karena tidak akurat dan harganya mahal," kata Mansyur kepada Tempo, Senin, 10 Agustus 2020. Calon penumpang harus membayar 85 ribu sampai 150 ribu.

    Berbeda dengan Muhammad Mansyur, Siska Mandalia tidak setuju jika hasil rapid test dicabut sebagai syarat administrasi bepergian. Menurut dia, selama kurva kasus Covid-19 tinggi, syarat ini masih diperlukan untuk memetakan zona penyebaran virus corona. "Salah satu prinsip dalam pariwisata adalah keselamatan," kata dosen jebolan Tourism Management dari Chung Hua University, Taiwan, tersebut.

    Apabila mengingat kondisi keselamatan negara pada saat ini, pelaksanaan tes kesehatan sangat diperlukan. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah tes kesehatan seharusnya tidak memberatkan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, ditambah keadaan sedang seperti ini. Jadi, baiknya tes kesehatan tetap diadakan, tetapi dengan biaya yang terjangkau atau bisa dilakukan klaster sesuai kemampuan masyarakat yang melakukan tes.

    (Sumber: Tempo.co, dengan penyesuaian)

    Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan dalam teks diskusi di atas adalah ...

    A

    Rapid test ditiadakan, tetapi protokol kesehatan lebih diperketat lagi.

    B

    Rapid test dilakukan hanya kepada orang yang berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

    C

    Pemerintah seharusnya menggratiskan pelaksanaan rapid test kepada masyarakat menengah ke bawah.

    D

    Tes kesehatan tetap diadakan, tetapi dengan biaya yang terjangkau.

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui solusi yang ditawarkan dalam teks diskusi di atas, kita bisa membaca paragraf terakhir teks.

    Solusi biasanya berisi rekomendasi atau saran. Bagian rekomendasi dalam teks diskusi di atas terdapat pada paragraf terakhir kalimat ketiga. Kalimat yang berisi rekomendasi adalah

    Jadi, baiknya tes kesehatan tetap diadakan, tetapi dengan biaya yang terjangkau atau bisa dilakukan klaster sesuai kemampuan masyarakat yang melakukan tes.

    Jadi, solusi yang tepat adalah tes kesehatan tetap diadakan, tetapi dengan biaya yang terjangkau.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Kelinci merupakan hewan yang cukup banyak dijadikan peliharaan oleh orang. Alasan paling banyak yang menjadikan orang memilih kelinci ialah karena kejinakan dan keimutannya. Anak-anak biasanya sangat senang melihat dan bermain dengan kelinci. Sering terjadi, ketika bertemu kelinci, anak-anak akan melompat-lompat dan mengejar kelinci yang berlari. Namun, apakah kelinci benar-benar bisa menjadi hewan peliharaan yang baik untuk anak?

    Berdasarkan bagian isu di atas, dapat kita ketahui topik teks di atas adalah ....

    A

    pro dan kontra bahaya penyakit yang terdapat dalam kelinci untuk kesehatan anak

    B

    perdebatan apakah kelinci baik untuk peliharaan anak

    C

    pro dan kontra memilih kelinci untuk diternak

    D

    perdebatan apakah anak-anak ramah untuk keselamatan hidup kelinci

    Pembahasan:

    Topik adalah pokok pembahasan sebuah teks. Langkah menentukan topik dalam teks adalah membaca teks dengan cermat, kemudian menemukan bagian-bagian penting tiap paragraf, lalu menentukan inti atau garis besar pembahasan teks.

    Bagian isu teks di atas berisi penjelasan bahwa kelinci menjadi hewan favorit untuk dipelihara dan pertanyaan apakah kelinci baik untuk peliharaan anak.

    Jadi jawaban yang benar adalah perdebatan apakah kelinci baik untuk peliharaan anak.

  • Pilgan

    Baca teks berikut ini dengan cermat.

    Perdebatan Wacana Penghapusan Hasil Rapid Test Covid untuk Bepergian

    Wacana penghapusan hasil rapid test mulai mencuat pada bulan Juni 2020. Syarat hasil rapid test, PCR, atau minimal surat keterangan sehat memang masih menjadi salah satu syarat administratif untuk bepergian berdasarkan surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    Hanya saja, beberapa waktu lalu Kementerian Kesehatan menyatakan rapid test tidak direkomendasikan lagi untuk mendiagnosis orang yang terinfeksi Covid-19. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, khususnya halaman 82 pada bagian definisi operasional.

    Mengenai wacana penghapusan rapid test Covid-19. Para pelaku usaha dan pengamat pariwisata memiliki pandangan berbeda. Pegiat pariwisata mendorong wacana penghapusan rapid test sebagai syarat bepergian.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Batam, Muhammad Mansyur, mengatakan rapid test tidak tepat diterapkan kepada orang yang hendak bepergian. "Karena tidak akurat dan harganya mahal," kata Mansyur kepada Tempo, Senin, 10 Agustus 2020. Calon penumpang harus membayar 85 ribu sampai 150 ribu.

    Berbeda dengan Muhammad Mansyur, Siska Mandalia tidak setuju jika hasil rapid test dicabut sebagai syarat administrasi bepergian. Menurut dia, selama kurva kasus Covid-19 tinggi, syarat ini masih diperlukan untuk memetakan zona penyebaran virus corona. "Salah satu prinsip dalam pariwisata adalah keselamatan," kata dosen jebolan Tourism Management dari Chung Hua University, Taiwan, tersebut.

    Apabila mengingat kondisi keselamatan negara pada saat ini, pelaksanaan tes kesehatan sangat diperlukan. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah tes kesehatan seharusnya tidak memberatkan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, ditambah keadaan sedang seperti ini. Jadi, tes kesehatan sebaiknya tetap diadakan, tetapi dengan biaya yang terjangkau atau bisa dilakukan klaster sesuai kemampuan masyarakat yang melakukan tes.

    (Sumber: Tempo.co, dengan penyesuaian)

    Pihak pro dalam teks diskusi di atas adalah ....

    A

    Dosen Pariwisata

    B

    PHRI Kota Batam

    C

    Siska Mandalia

    D

    Ketua Pariwisata Negara Indonesia

    Pembahasan:

    Untuk mengetahui pihak pro kepada Kementerian Kesehatan dalam teks diskusi di atas, kita harus membaca teks dengan cermat.

    Bagian penjelasan pihak yang pro kepada Kementerian Kesehatan dalam teks diskusi di atas terdapat pada paragraf ketiga dan keempat. Kalimat yang mendukung Kementerian Kesehatan mengenai wacana penghapusan rapid test adalah

    Pegiat pariwisata mendorong wacana penghapusan rapid test sebagai syarat bepergian.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Batam, Muhammad Mansyur mengatakan rapid test tidak tepat diterapkan kepada orang yang hendak bepergian.

    Jadi, pihak pro dalam teks diskusi di atas adalah PHRI Kota Batam.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.106 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.