Latihan Fisika Kelas X Konsep Impuls dan Momentum
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 2
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Rama menendang bola yang bermassa 0,2 kg ke arah Alif dengan kecepatan v. Kemudian Alif menendang bola dengan gaya F. Setelah bola menyentuh kaki Alif selama 0,25 s, kecepatan bola berubah menjadi 3v. Jika kecepatan bola yang ditendang Rama dan selang waktu bola menyentuh kaki Alif adalah sama namun gaya yang diberikan Alif pada bola menjadi 1/5 kali semula, maka kecepatan akhir bola berubah menjadi ....

    A

    1,4v

    B

    1,2v

    C

    1,1v

    D

    1,3v

    E

    1,0v

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa bola m = 0,2 kg

    Gaya pertama F = F

    Gaya kedua F'= 1/5 F

    Selang waktu Δt\Delta t1 = Δt\Delta t2 = 0,25 s

    Kecepatan awal bola v1 = v1' = v

    Kecepatan akhir bola saat diberi gaya pertama v2 = 3v

    Ditanya:

    Kecepatan akhir bola saat diberi gaya kedua v2' = ?

    Dijawab:

    Berdasarkan konsep, impuls merupakan hasil kali gaya impulsif dengan selang waktu dan dinyatakan dengan

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    Sedangkan momentum merupakan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda melalui hasil perkalian antara massa dengan kecepatan benda.

    p = mvp\ =\ mv

    Selanjutnya, impuls yang dikerjakan pada suatu benda juga sama dengan perubahan momentum yang dialami benda tersebut dan dinyatakan dengan persamaan

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p 

    FΔt=p2−p1F\Delta t=p_2-p_1

    sehingga untuk menemukan kecepatan akhir bola saat diberi gaya 1/5 F, dapat menggunakan perbandingan

    I1I2=Δp1Δp2\frac{I_1}{I_2}=\frac{\Delta p_1}{\Delta p_2}

    FΔtF′Δt=p2−p1p2′−p1′\frac{F\Delta t}{F'\Delta t}=\frac{p_2-p_1}{p'_2-p'_1}

    FΔtF′Δt=m(v2−v1)m(v2′−v1′)\frac{F\Delta t}{F'\Delta t}=\frac{m\left(v_2-v_1\right)}{m\left(v_2'-v_1'\right)}

    F(0,25)15F(0,25)=0,2(3v−v)0,2(v2′−v)\frac{F\left(0,25\right)}{\frac{1}{5}F\left(0,25\right)}=\frac{0,2\left(3v-v\right)}{0,2\left(v_2'-v\right)}

    F15F=2v(v2′−v)\frac{F}{\frac{1}{5}F}=\frac{2v}{\left(v_2'-v\right)}

    5FF=2v(v2′−v)\frac{5F}{F}=\frac{2v}{\left(v_2'-v\right)}

    5F(v2′−v)=(F)(2v)5F\left(v_2'-v\right)=\left(F\right)\left(2v\right)

    5v2′−5v=2v5v_2'-5v=2v

    5v2′=7v5v_2'=7v

    v2′=75v=1,4vv_2'=\frac{7}{5}v=1,4v

    Jadi, kecepatan akhir bola setelah ditendang dengan gaya 1/5F berubah menjadi 1,4v.

  • Pilgan

    Meelo, Ikki, dan Jinora mendapatkan tugas dari ibu Pema untuk berbelanja di supermarket. Saat di supermarket, Meelo bermain troli belanja dengan Ikki dan Jinora. Ikki yang bermassa 20 kg dan Jinora yang bermassa 33 kg menaiki troli, sedangkan Meelo mendorong troli berserta mereka berdua seperti pada gambar, lalu melepaskannya.

    Sebelum didorong oleh Meelo, troli berisi Ikki dan Jinora dalam keadaan diam. Namun setelah didorong oleh Meelo dengan gaya mendatar F yang berubah terhadap waktu yaitu F = t2 + 7t + 12, dengan F dalam N dan t dalam s, troli beserta Ikki dan jInora bergerak dengan kecepatan tertentu. Jika massa troli adalah 1,0 kg dan troli bergerak pada lantai yang licin, maka besar energi kinetik yang dihasilkan saat t = 6 s adalah ....

    A

    2.700 J

    B

    1.000 J

    C

    2.650 J

    D

    50 J

    E

    1.650 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa Ikki mIkki = 20 kg

    Massa Jinora mJinora = 33 kg

    Massa Troli mTroli = 1,0 kg

    Gaya F = (t2 + 7t + 12) N

    Kecepatan awal v0 = 0 m/s ⟶\longrightarrow dalam keadaan diam

    Selang waktu Δ\Deltat = 6 s

    Ditanya:

    Energi kinetik EK = ?

    Dijawab:

    1) Menentukan Gaya yang diberikan Meelo saat t= 6 s

    F = (t2 + 7t + 12) N

    F = ((6)2 + 7(6) + 12) N

    F = (36 + 42 + 12) N

    F = 90 N

    2) Menentukan impuls yang terjadi

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    I = (90)(6)I\ =\ \left(90\right)\left(6\right)

    I = 540I\ =\ 540 N

    2) Menentukan kecepatan troli berisi Ikki dan Jinora

    Untuk menentukan momentum batu berkaitan dengan impuls troli dengan Meelo. Hal ini disebabkan kerena impul yang dikerjakan suatu benda sama dengan perubahan momentum yang dialami benda, dimana dapat dinyatakan dalam persamaan yaitu:

    I = Δp=m(v2−v1)I\ =\ \Delta p=m\left(v_2-v_1\right)

    Massa yang digunakan dalam hal ini merupakan massa gabungan antara massa troli, massa Ikki, dan massa Jinora, sehingga

    I=Δp=(mtroli+mIkki+mJinora)(v2−v1)I=\Delta p=\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_2-v_1\right)

    Karena mula-mula batu berada dalam keadaan diam, maka momentum awal batu adalah nol diperoleh dari

    p1=(mtroli+mIkki+mJinora)(v1)p_1=\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_1\right)

    p1=(1+20+30)(0)p_1=\left(1+20+30\right)\left(0\right)

    p1=0p_1=0 kg m/s

    Sehingga,

    I = Δp=p2−p1I\ =\ \Delta p=p_2-p_1

    I = Δp=p2−0I\ =\ \Delta p=p_2-0

    I=(mtroli+mIkki+mJinora)(v2)I=\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_2\right)

    540= (54)(v2)540=\ \left(54\right)\left(v_2\right)

    v2=54054v_2=\frac{540}{54}

    v2=10v_2=10 m/s

    Maka, kecepatan troli berisi Ikki dan Jinora adalah 10 m/s

    3) Menentukan energi kinetik troli berisi Ikki dan Jinora

    Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki benda ketika benda bergerak dengan kecepatan tertentu dan dinyatakan dalam persamaan:

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    Karena telah diperoleh kecepatannya, maka:

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(mtroli+mIkki+mJinora)(v2)2EK=\frac{1}{2}\left(m_{\text{troli}}+m_{\text{Ikki}}+m_{\text{Jinora}}\right)\left(v_2\right)^2

    EK=12(54)(10)2EK=\frac{1}{2}\left(54\right)\left(10\right)^2

    EK=2.700EK=2.700 J

    Jadi, energi kinetik yang dihasilkan saat t = 6 s adalah 2.700 J.

  • Pilgan

    Mobil listrik Annisa yang bermassa 850 kg bergerak dari keadaan diam dengan percepatan tetap 2 m/s2. Momentum yang dimiliki mobil listrik Annisa saat bergerak selama 10 s adalah ... kg m/s.

    A

    17.000

    B

    20.000

    C

    8.500

    D

    10.000

    E

    1.700

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa mobil m = 850 kg

    Percepatan mobil a = 2 m/s2

    Kecepatan awal mobil v0 = 0 →\rightarrow karena mobil mula-mula diam

    Selang waktu Δt\Delta t = 10 s

    Ditanya:

    Momentum mobil p = ?

    Dijawab:

    Momentum merupakan hasil kali dari massa dengan kecepatan.

    p=mvp=mv

    Berdasarkan soal, kecepatan mobil belum diketahui. Gerak yang dilakukan mobil merupakan salah satu contoh GLBB dimana terjadi perubahan kecepatan dan percepatannya konstan. Maka dari itu, kecepatan benda dapat dihitung melalui persamaan

    vt=v0+atv_t=v_0+at

    sehingga

    vt=v0+atv_t=v_0+at

    vt=0+(2 )(10)v_t=0+\left(2\ \text{}\right)\left(10\right)

    vt=20v_t=20 m/s

    Setelah diperoleh kecepatan mobil listrik, maka dapat dihitung momentum mobil listrik saat bergerak adalah

    p=mvp=mv

    p=(850)(20)p=\left(850\right)\left(20\right)

    p=17.000p=17.000 kg m/s

    Jadi, momentum mobil listrik Annisa saat bergerak selama 10 s adalah 17.000 kg m/s.

  • Pilgan

    Mangga P dan Q memiliki massa yang berbeda yaitu berturut-turut m dan 2m. Mangga P berada pada ketinggian h, sedangkan mangga Q berada pada ketinggian 14\frac{1}{4}h. Jika secara bersamaan kedua mangga jatuh bebas dan mangga P menyentuh tanah dengan energi kinetik EK, maka mangga Q akan menyentuh tanah dengan momentum ....

    A

    14p\frac{1}{4}p

    B

    2p2p

    C

    4p4p

    D

    12p\frac{1}{2}p

    E

    pp

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa P mP = m

    Massa Q mQ = 2m

    Ketinggian P hP = h

    Ketinggian Q hQ = 14h\frac{1}{4}h

    Energi Kinetik P EKP = EK

    Ditanya:

    Momentum Q pQ = ?

    Dijawab:

    Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki benda saat benda bergerak dengan kecepatan tertentu. Hubungan antara energi kinetik dengan momentum dapat diuraikan melalui persamaan berikut

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2 →\rightarrow dengan p = mvp\ =\ mv

    EK=(mv22)(mm)EK=\left(\frac{mv^2}{2}\right)\left(\frac{m}{m}\right)

    EK=m2v22mEK=\frac{m^2v^2}{2m}

    EK=p22mEK=\frac{p^2}{2m}

    sehingga didapatkan hubungan yaitu EK ∼p2EK\ \sim p^2

    Sementara itu, berdasarkan teorema usaha-energi dalam kasus gerak jatuh bebas, energi kinetik sama dengan enegi potensial, sehingga

    EK =EPEK\ =EP

    p22m =mgh\frac{p^2}{2m}\ =mgh

    p2 =2m2ghp^2\ =2m^2gh

    Diperoleh hubungan lagi yaitu EK ∼p2 ∼m2hEK\ \sim p^2\ \sim m^2h , sehingga

    pP2pQ2 =mP2hPmQ2hQ\frac{p_P^2}{p_Q^2}\ =\frac{m_P^2h_P}{m_Q^2h_Q}

    p2pQ2 =m2h(2m)2(14h)\frac{p^2}{p_Q^2}\ =\frac{m^2h}{\left(2m\right)^2\left(\frac{1}{4}h\right)}

    p2pQ2 =m2h4m214h\frac{p^2}{p_Q^2}\ =\frac{m^2h}{4m^2\frac{1}{4}h}

    p2pQ2 =m2hm2h\frac{p^2}{p_Q^2}\ =\frac{m^2h}{m^2h}

    p2pQ2=1\frac{p^2}{p_Q^2}=1

    pQ =pp_Q\ =p

    Jadi, momentum mangga Q adalah sebesar p.

  • Pilgan

    Sebuah benda memiliki momentum sebesar 3 kg m/s. Kemudian benda tersebut diberikan gaya kontak selama 0,2 s sehingga momentumnya berubah menjadi 8 kg m/s. Gaya kontak pada benda tersebut sebesar ….

    A

    1515 N

    B

    2525 N

    C

    1010 N

    D

    55 N

    E

    2020 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Momentum pertama p1=3p_1=3 kg m/s

    Selang waktu Δt=0,2\Delta t=0,2 s

    Momentum kedua p2=8p_2=8 kg m/s

    Ditanya:

    Gaya kontak F=?F=?

    Dijawab:

    Impuls adalah gaya kontak sesaat atau gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang sangat singkat. Impuls juga dapat dimaknai sebagai besaran yang dapat menyebabkan benda mengalami perubahan momentum. Dengan demikian, impuls dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    I=ΔpI=\Delta p

    Selain itu, impuls juga dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    I=FΔtI=F\Delta t

    Kedua persamaan tersebut dapat kita gabungkan dalam persamaan seperti berikut.

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p

    F(0,2)=p2−p1F\left(0,2\right)=p_2-p_1

    0,2F=8−30,2F=8-3

    F=50,2F=\frac{5}{0,2}

    F=25F=25 N

    Jadi, gaya kontak pada benda tersebut sebesar 2525 N.

  • Pilgan

    Susi dan Susanti sedang berlatih tenis meja untuk persiapan SEA Games 2023. Susi mengumpankan bola pingpong yang bermassa 4 gram ke arah Susanti dengan kecepatan 12 m/s. Setelah Susanti memukul bola pingpong dengan gaya 5 N, kecepatan bola pingpong berubah menjadi 15 m/s. Berapakah impuls yang terjadi saat Susanti memukul bola pingpong?

    A

    0,052 Ns

    B

    0,048 Ns

    C

    0,060 Ns

    D

    0,012 Ns

    E

    0,032 Ns

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa bola pingpong m = 4 gram = 0,004 kg

    Kecepatan awal bola v1 = 12 m/s

    Kecepatan akhir bola v2 = 15 m/s

    Gaya F = 5 N

    Ditanya:

    Impuls I = ?

    Dijawab:

    Impuls yang dikerjakan pada suatu benda sama dengan perubahan momentum yang dialami benda tersebut dan dinyatakan dengan persamaan I = ΔpI\ =\ \Delta p. Sehingga, impuls yang diberikan pemukul bola tenis meja Susanti pada bola pingpong sama dengan perubahan momentum dari bola pingpong sebelum dan setelah dipukul.

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    I = p2−p1I\ =\ p_2-p_1

    I = mv2−mv1I\ =\ mv_2-mv_1

    I = m(v2−v1)I\ =\ m\left(v_2-v_1\right)

    I = 0,004(15−12)I\ =\ 0,004\left(15-12\right)

    I = 0,004(3)I\ =\ 0,004\left(3\right)

    I = 0,012I\ =\ 0,012 Ns

    Jadi, impuls yang terjadi saat Susanti memukul bola pingpong adalah 0,012 Ns.

  • Pilgan

    Grafik di atas menyatakan gaya yang bekerja pada suatu partikel bermassa 0,2 gram dari t = 0 s hingga t = 8 s. Jika pada saat t = 0 s partikel dalam keadaan diam. Berapakah energi kinetik partikel setelah 8 s ?

    A

    22,5 kJ

    B

    32,5 kJ

    C

    21,5 kJ

    D

    20,5 kJ

    E

    30,0 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa partikel m = 0,2 gram = 0,0002 kg

    Selang waktu Δt\Delta t = 8 s

    Kecepatan awal pertikel v0 = 0 m/s →\rightarrow diam

    Ditanya:

    Energi kinetik EK = ?

    Dijawab:

    Impuls termasuk besaran vektor dimana arah impuls searah dengan arah gaya impulsif. Jika gaya impulsif F berubah terhadap waktu dan ditunjukkan dalam bentuk grafik F-t, maka impuls sama dengan luas daerah di bawah grafik F-t. Sehingga untuk menentukan energi kinetik partikel, hitung terlebih dahulu impuls partikel dan kecepatan akhir partikel berdasarkan grafik F-t Grafik tersebut dapat diuraikan menjadi dua bangun yaitu segitiga dan trapesium:

    Maka,

    alas segitiga a = 4

    tinggi segitiga t = 3

    alas atas trapesium c = 2

    alas bawah trapesium d = 4

    tinggi trapesium t = -3

    sehingga

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    Luas segitiga+Luas Trapesium = m(vt−v0)Luas\ segitiga +Luas\ Trapesium\ =\ m\left(v_t-v_0\right)

    12at+12(c+d)t=m(vt−0)\frac{1}{2}at+\frac{1}{2}\left(c+d\right)t=m\left(v_t-0\right)

    12(4)(3)+12(2+4)(−3)=0,0002vt\frac{1}{2}\left(4\right)\left(3\right)+\frac{1}{2}\left(2+4\right)\left(-3\right)=0,0002v_t

    6−9=0,0002vt6-9=0,0002v_t

    −3=0,0002vt-3=0,0002v_t

    vt=−30,0002v_t=-\frac{3}{0,0002}

    vt=−15.000v_t=-15.000 m/s

    Menentukan energi kinetik partikel

    Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Secara matematis, energi kinetik sebanding dengan massa benda dan kuadrat kecepatan benda.

    EK=12mv2EK=\frac{1}{2}mv^2

    sehingga energi kinetik dari partikel adalah

    EK =12mv2EK\ =\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(0,0002)(15.000)2EK=\frac{1}{2}\left(0,0002\right)\left(15.000\right)^2

    EK=(0,0001)(225.000.000)EK=\left(0,0001\right)\left(225.000.000\right)

    EK=22.500EK=22.500 J

    EK =22,5EK\ =22,5 kJ

    Jadi, energi kinetik partikel setelah 8 s adalah 22,5 kJ.

  • Pilgan

    Batu raksasa bermassa 20 kg bergerak lurus dari keadaan diam ketika didorong oleh Toph dengan gaya mendatar F yang berubah terhadap waktu yaitu F = 2t2 + 10, dengan F dalam N dan t dalam s. Pernyataan berikut yang benar tentang gerak batu raksasa tersebut saat t = 5 s adalah ....

    A

    percepatan batu 2 m/s

    B

    perpindahan batu 35 m

    C

    momentum batu 225 kg m/s

    D

    energi kinetik batu 2.250 J

    E

    kecepatan batu 30 m/s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa batu m = 20 kg

    Gaya F = (2t2 + 10) N

    Kecepatan awal v0 = v1 = 0 m/s

    Selang waktu Δ\Deltat = 5 s

    Ditanya:

    Pernyataan yang benar?

    p? vt? a? s? EK?

    Dijawab:

    Berdasarkan tipe soal, kita harus menganalisis masing-masing pilihan jawaban yang ada agar dapat mengetahui pernyataan mana yang benar.

    1) Menentukan Gaya yang diberikan Toph saat t= 5 s

    F = (2t2 + 10) N

    F = (2 (5)2 + 10) N

    F = (2 (25) + 10) N

    F = (50 + 10) N

    F = 60 N

    2) Menentukan impuls yang terjadi

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    I = (60 N)(5 s)

    I = 300 Ns

    3) Menentukan momentum batu

    Untuk menentukan momentum batu berkaitan dengan impuls batu dengan Toph. Hal ini disebabkan kerena impul yang dikerjakan suatu benda sama dengan perubahan momentum yang dialami benda, dimana dapat dinyatakan dalam persamaan yaitu:

    I =  Δ\Delta p = p2 - p1

    Karena mula-mula batu berada dalam keadaan diam, maka momentum awal batu adalah nol diperoleh dari

    p1 = mv1

    p1 = (20 kg)(0 m/s)

    p1 = 0 kg m/s

    Sehingga,

    I = Δ\Deltap

    I = p2 - p1

    I = p2 - 0

    I = p2 = 300 kg m/s

    Maka, momentum batu adalah 300 kg m/s

    4) Menentukan kecepatan batu

    Apabila telah diperoleh hasil dari momentum batu, maka dapat dihitung kecepatan batu saat t= 5 s yaitu:

    p2 = mv2

    300 = 20v2

    v2 = 30020\frac{300}{20}

    v2 = 15 m/s

    Maka, kecepatan batu adalah 15 m/s

    5) Menetukan Percepatan Batu

    Peristiwa ini merupakan salah satu aplikasi dari Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Dalam konsep GLBB terdapat persamaan yaitu:

    vt = v0 + at atau a = vt−v0t\frac{vt-v0}{t}

    sehingga

    a = vt−v0t\frac{vt-v0}{t}

    a = 15−05\frac{15-0}{5}

    a = 3 m/s2

    Maka, percepatan batu adalah 3 m/s2

    6) Menentukan perpindahan batu

    Selama bergerak hingga t = 5 s, batu pasti mengalami perpindahan dimana berdasarkan konsep GLBB dapat dinyatakan dalam persamaan

    s = v0t + 12\frac{1}{2}at2

    sehingga

    s = v0t + 12\frac{1}{2}at2

    s = 0 + 12\frac{1}{2}(3)(5)2

    s = 12\frac{1}{2}(3)(25)

    s = 37,5 m

    Maka, perpindahan batu adalah 37,5 m

    7) Menentukan energi kinetik batu

    Energi kinetik merupakan energi yang dimiliki benda ketika benda bergerak dengan kecepatan tertentu dan dinyatakan dalam persamaan:

    EK = 12\frac{1}{2} mv2

    Karena telah diperoleh kecepatan batu, maka:

    EK = 12\frac{1}{2} mv2

    EK = 12\frac{1}{2} (20)(15)2

    EK = (10)(225)

    EK = 2.250 J

    Maka, energi kinetik batu saat t = 5 s adalah 2.250 J

    Jadi, berdasarkan hasil analisis jawaban, pernyataan yang benar yaitu energi kinetik batu 2.250 J.

  • Pilgan

    Akibat ulah dari Kapten Levi, sebuah kereta api yang melaju dengan kecepatan 75 m/s tidak dapat berhenti dan kehilangan kendali. Namun, Spiderman berusaha menghentikan kereta api tersebut dengan memberikan gaya melalui jaring laba-labanya. Setelah 5 menit, kereta api tersebut akhirnya berhenti dan semua penumpang selamat. Jika massa kereta adalah 50 ton, maka perlambatan rata-rata kereta api adalah ....

    A

    0,15 m/s2

    B

    0,25 m/s2

    C

    0,20 m/s2

    D

    0,10 m/s2

    E

    0,35 m/s2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kecepatan kereta api v0 = 75 m/s

    Kecepatan akhir kereta api vt = 0 →\rightarrow karena berhenti

    Selang waktu Δt\Delta t = 5 menit = 300 s

    Massa kereta api m = 50 ton = 50.000 kg

    Ditanya:

    Perlambatan a = ?

    Dijawab:

    Berdasarkan konsep, impuls merupakan hasil kali gaya impulsif dengan selang waktu dan dinyatakan dengan

    I = FΔtI\ =\ F\Delta t

    Sedangkan momentum merupakan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda melalui hasil perkalian antara massa dengan kecepatan benda.

    p = mvp\ =\ mv

    Selanjutnya, impuls yang dikerjakan pada suatu benda juga sama dengan perubahan momentum yang dialami benda tersebut dan dinyatakan dengan persamaan

    I = ΔpI\ =\ \Delta p

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p 

    Berdasarkan persamaan tersebut, selanjutnya dapat menghitung besar gaya yang diberikan Spiderman kepada kereta hingga kereta berhenti.

    FΔt=ΔpF\Delta t=\Delta p

    Sesuai dengan hukum II Newton, Gaya juga merupakan perubahan momentum terhadap waktu sehingga

    F=ΔpΔtF=\frac{\Delta p}{\Delta t}

    F=m(v2−v1)ΔtF=\frac{m\left(v_2-v_1\right)}{\Delta t}

    F=(50.000)(0−75)300F=\frac{\left(50.000\right)\left(0-75\right)}{300}

    F=−3.750.000300F=\frac{-3.750.000}{300}

    F=−12.500F=-12.500 N

    Tanda negatif menunjukkan besar gaya yang diberikan Spiderman berlawanan dengan arah gerak kereta api.

    Selanjutnya menentukan perlambatan kereta api dapat menggunakan persamaan hukum II Newton, yaitu

    F=maF=ma

    a=Fma=\frac{F}{m}

    a=−12.50050.000a=\frac{-12.500}{50.000}

    a=−0,25a=-0,25 m/s2

    Jadi, perlambatan rata-rata yang dialami kereta adalah 0,25 m/s2

  • Pilgan

    Sebuah bola bermassa 300 gram dilemparkan ke arah tembok dengan gaya 0,3 N sehingga memantul ke arah pelemparnya. Jika impulsnya sebesr 0,045 N s, maka selang waktu bola menyentuh tembok sebesar ....

    A

    0,10,1 s

    B

    0,30,3 s

    C

    0,250,25 s

    D

    0,20,2 s

    E

    0,150,15 s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa m=300m=300 gram

    Gaya F=0,3F=0,3 N

    Impuls I=0,045I=0,045 s

    Ditanya:

    Selang waktu Δt=?\Delta t=?

    Dijawab:

    Impuls adalah gaya kontak sesaat atau gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang sangat singkat. Impuls juga dapat dimaknai sebagai besaran yang dapat menyebabkan benda mengalami perubahan momentum. Impuls dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    I=FΔtI=F\Delta t

    0,045=0,3Δt0,045=0,3\Delta t

    Δt=0,0450,3\Delta t=\frac{0,045}{0,3}

    Δt=0,15\Delta t=0,15 s

    Jadi, selang waktu bola menyentuh tembok sebesar 0,150,15 s.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.