Latihan Kimia Kelas XI Kesetimbangan Kimia
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
  • Pilgan
    0

    Diketahui reaksi kesetimbangan:

    H2(g) + I2(g) ⇌ 2 HI(g)  Kc = 16

    Jika konsentrasi H2 dan I2 pada awal reaksi adalah 1 M, konsentrasi H2 pada kesetimbangan tersebut adalah ... M.

    A

    33 \frac{3}{3}\ 

    B

    23 \frac{2}{3}\ 

    C

    53 \frac{5}{3}\ 

    D

    13 \frac{1}{3}\ 

    E

    43 \frac{4}{3}\ 

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Persamaan reaksi: H2(g) + I2(g) 2HI(g)
    • M awal H2 = 1 M
    • M awal I2 = 1 M
    • KC = 16


    Ditanyakan:

    M HI saat setimbang

    Dijawab:

    Tetapan Kesetimbangan Pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi zat-zat produk yang dipangkatkan koefisien reaksinya, dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.

    Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:

    aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)

    rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (KcK_{\text{c}}) adalah 

    Kc=[C]c[D]d[A]a[B]bK_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^c\left[\text{D}\right]^d}{\left[\text{A}\right]^a\left[\text{B}\right]^b}

    Keterangan:

    •  [A] = konsentrasi kesetimbangan A
    •  [B] = konsentrasi kesetimbangan B
    •  [C] = konsentrasi kesetimbangan C
    •  [D] = konsentrasi kesetimbangan D

    *Zat padat murni (s) dan zat cair murni (l) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.


    Untuk reaksi:

    H2(g) + I2(g) 2HI(g)

    Tetapan kesetimbangannya adalah

    Kc=[HI]2[H2][I2] K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{HI}\right]^2}{\left[\text{H}_2\right]\left[\text{I}_2\right]}\ 


    • Buat persamaan reaksi kesetimbangan dan tentukan mol mula-mula, mol reaksi, dan mol saat setimbang

    • Cari konsentrasi H2 yang bereaksi (x) menggunakan rumus tetapan kesetimbangan

    Kc=[HI]2[H2][I2]  K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{HI}\right]^2}{\left[\text{H}_2\right]\left[\text{I}_2\right]}\ \ 

    16=[2x]2[1-x][1-x]   16=\frac{\left[\text{2x}\right]^2}{\left[\text{1-x}\right]\left[\text{1-x}\right]}\ \ \ 

    16=(2x)2(1-x)2    16=\frac{\left(\text{2x}\right)^2}{\left(\text{1-x}\right)^2}\ \ \ \ 

    16=(2x)2(1-x)2\sqrt{16}=\sqrt{\frac{\left(\text{2x}\right)^2}{\left(\text{1-x}\right)^2}}

    4=2x1-x      4=\frac{\text{2x}}{\text{1-x}}\ \ \ \ \ \ 

    44x=2x4-4\text{x}=2\text{x}

    6x=4 6\text{x}=4\ 

    x=46=23\text{x}=\frac{4}{6}=\frac{2}{3}

    Konsentrasi H2 saat setimbang = 123=3323=13 M1-\frac{2}{3}=\frac{3}{3}-\frac{2}{3}=\frac{1}{3}\ \text{M}

    Jadi konsentrasi H2 saat setimbang adalah 13\frac{1}{3} M.

  • Pilgan

    Diketahui reaksi kesetimbangan

    Br2(g) ⇌ 2Br(g)

    pada suhu 4.000 K mempunyai nilai Kp = 2.550. Hitunglah nilai Kc untuk reaksi kesetimbangan tersebut jika diketahui R = 0,082 L.atm/mol.K adalah ….

    A

    128,6

    B

    1.286

    C

    0,1286

    D

    1,286

    E

    12,86

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Persamaan reaksi: Br2(g) ⇌ 2Br(g)
    • T = 4.000 K
    • Kp = 2550 L
    • = 0,082 L.atm/mol.K

    Ditanyakan:

    Kc​? 

    Dijawab:

    Hubungan Kp dan Kc

    Kp=Kc(RT)Δn K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\left(RT\right)^{\Delta n}\ 

    dengan:

    • Δn\Delta n = jumlah koefisien gas produk dikurangi jumlah koefisien gas pereaksi
    • T = suhu
    • R = tetapan gas ideal

    Untuk reaksi

       Br2(g) ⇌ 2Br(g)

    Δn=21=1\Delta n=2-1=1


    Kp=Kc(RT)Δn K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\left(RT\right)^{\Delta n}\ 

    2.550=Kc(0,082×4.000)12.550=K_{\text{c}}\left(0,082\times4.000\right)^1

    Kc=0,082×4.0002.550K_{\text{c}}=\frac{0,082\times4.000}{2.550}

    Kc=0,1286K_{\text{c}}=0,1286  


    Jadi Kc untuk soal di atas adalah 0,1286.

  • Pilgan

    Di bawah ini yang merupakan reaksi kesetimbangan heterogen adalah ....

    A

    Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)  

    B

    CO(g) + 3H2(g)  ⇌  CH4(g) + H2O(g)

    C

    4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g)

    D

    PCl5 ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)

    E

    I2(g) ⇌ 2I(g

    Pembahasan:

    Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia di mana seluruh zat yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud sama.

    Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan kimia di mana zat-zat yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud berbeda-beda.

    Untuk reaksi

    • I2 (g) ⇌ 2I(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.

    • CO(g) + 3H2(g)  ⇌  CH4(g) + H2O(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.

    • Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)  

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni larutan atau aqueous.

    • 4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan heterogen karena zat-zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang berbeda, yakni zat FeS dan Fe2O3 yang memiliki wujud padatan, sedangkan O2 dan SO2 yang memiliki wujud gas.

    • PCl5 ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)

    merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.


    Jadi, yang merupakan reaksi kesetimbangan heterogen adalah reaksi 4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g).

  • Pilgan

    Gas HI dapat terdekomposisi menjadi gas H2 dan I2 membentuk reaksi kesetimbangan:

    2HI(g) ⇌ H2(g + I2(g

    Bila pada suhu 500 oC, Kp untuk reaksi tersebut adalah 1/9 dan tekanan total sistem adalah 5, maka banyaknya HI yang terurai adalah ....

    A

    20%

    B

    80%

    C

    100%

    D

    60%

    E

    40%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    • Kp = 1/9
    • Ptotal = 5 atm

    Ditanyakan:

    α?\alpha?

    Dijawab:

    Kp ⟶ tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan parsial.

    Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:

    aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)

    rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan (KpK_{\text{p}}) adalah 

    KP=(PC)c(PD)d(PA)a(PB)b  K_{\text{P}}=\frac{\left(P_{\text{C}}\right)^c\left(P_{\text{D}}\right)^d}{\left(P_{\text{A}}\right)^a\left(P_{\text{B}}\right)^b}\ \ 

    Keterangan:

    • 𝑃𝐴 = Tekanan parsial zat A saat setimbang
    • 𝑃𝐵 = Tekanan parsial zat B saat setimbang
    • 𝑃= Tekanan parsial zat C sat setimbang
    • 𝑃𝐷 = Tekanan parsial zat D saat setimbang 

    *HANYA fasa gas (g) yang disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan.


    Untuk reaksi:

    2HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g

    Tetapan kesetimbangannya adalah

    Kp=(PH2)(PI2)(PHI)2  K_{\text{p}}=\frac{\left(\text{P}_{\text{H}_2}\right)\left(\text{P}_{\text{I}_2}\right)\text{}\text{}}{\left(\text{P}_{\text{HI}}\right)^2}\ \ 


    • Buat persamaan reaksi kesetimbangan dan tentukan mol mula-mula, mol reaksi, dan mol saat setimbang

    misal mol awal HI = 1 mol dan mol HI saat bereaksi = x, maka:


    n total = mol pereaksi pada saat setimbang + mol produk pada saat setimbang

    n total = mol HI + mol H2 + mol I2

    n total = (1-x) + 1/2x + 1/2x

    n total = 1 mol

    • Tentukan tekanan parsial masing-masing zat

    P=mol gas yang ditanyakanmol gas total×Ptotal P=\frac{\text{mol gas yang ditanyakan}}{\text{mol gas total}}\times P_{\text{total}}\ 


    PHI=mol HI mol gas total×PtotalP_{\text{HI}}=\frac{\text{mol HI }}{\text{mol gas total}}\times P_{\text{total}} =1 - x 1×5 atm =  55x atm =\frac{\text{1 - x }}{\text{1}}\times5\ \text{atm = }\ 5-5\text{x}\ \text{atm}\ 

    PH2=mol H2mol gas total×PtotalP_{\text{H}_2}=\frac{\text{mol H}_2}{\text{mol gas total}}\times P_{\text{total}} =121×5 atm = 2,5x atm=\frac{\frac{1}{2}\text{x }}{\text{1}}\times5\ \text{atm = }2,5\text{x}\text{ atm}

    PI2=mol I2mol gas total×PtotalP_{\text{I}_2}=\frac{\text{mol I}_2}{\text{mol gas total}}\times P_{\text{total}} =121×5 atm = 2,5x atm=\frac{\frac{1}{2}\text{x }}{\text{1}}\times5\ \text{atm = 2,}5\text{x}\ \text{atm}


    • Tentukan mol yang bereaksi (x) dari rumus Kp

    Kp=(PH2)(PI2)(PHI)2  K_{\text{p}}=\frac{\left(P_{\text{H}_2}\right)\left(P_{\text{I}_2}\right)\text{}\text{}}{\left(P_{\text{HI}}\right)^2}\ \ 

    19=(2,5x)(2,5x)(5 - 5x)2\frac{1}{9}=\frac{\left(\text{2,5x}\right)\left(\text{2,5x}\right)\text{}\text{}}{\left(\text{5 - 5x}\right)^2}

    19  =(2,5 x)2(5-5x)2    \sqrt{\frac{1}{9}\ \ }=\frac{\sqrt{\left(\text{2,5 x}\right)^2}}{\sqrt{\left(\text{5-5x}\right)^2}}\ \ \ \ 

    13=2,5 x55x   \frac{1}{3}=\frac{2,5\ \text{x}}{5-\text{5x}}\ \ \ 

    55x=7,5x   5-\text{5x}=7,5\text{x}\ \ \ 

    12,5=5    12,5\text{x}\ =5\ \ \ \ 

    x=512,5\text{x}=\frac{5}{12,5}

    x=0,4 \text{x}=0,4\ 

    mol HI saat bereaksi = x = 0,4

    • Tentukan % HI yang terurai

    α=mol yang terdisosiasimol mula−mula×100% \alpha=\frac{\text{mol yang terdisosiasi}}{\text{mol mula−mula}}\times100\%\ =0,401×100% = 40%=\frac{0,40}{1}\times100\%\ =\ 40\%


    Jadi banyaknya HI yang terurai adalah 40%.

  • Pilgan

    Perhatikan ungkapan tetapan kesetimbangan berikut.

    Kc=[C]2[D]3[A]2 K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^2\left[\text{D}\right]^3}{\left[\text{A}\right]^2}\ 

    Persamaan reaksi yang tepat berdasarkan ungkapan tetapan kesetimbangan tersebut adalah ….

    A

    2A(aq) + B(l) 2C(g) + 3D(aq)

    B

    2A(g) + B(aq) 2C(g) + 3D(l)

    C

    2A(s) + B(s) 2C(g) + 3D(g)

    D

    A(g) + 2B(g) 2C(g) + 3D(g)

    E

    2A(g) + B(g) 2C(g) + 3D(g)

    Pembahasan:

    Tetapan Kesetimbangan Pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi zat-zat produk yang dipangkatkan koefisien reaksinya, dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.

    Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:

    aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)

    rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (KcK_{\text{c}}) adalah: 

    Kc=[C]c[D]d[A]a[B]bK_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^c\left[\text{D}\right]^d}{\left[\text{A}\right]^a\left[\text{B}\right]^b}

    Keterangan:

    •  [A] = konsentrasi kesetimbangan A
    •  [B] = konsentrasi kesetimbangan B
    •  [C] = konsentrasi kesetimbangan C
    •  [D] = konsentrasi kesetimbangan D

    *Zat padat murni (s) dan zat cair murni (l) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.


    Untuk reaksi:

    • A(g) + 2B(g) 2C(g) + 3D(g) Kc=[C]2[D]3[A][B]2  K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^2\left[\text{D}\right]^3}{\left[\text{A}\right]\left[\text{B}\right]^2}\ \ 


    • 2A(g) + B(g) 2C(g) + 3D(g) Kc=[C]2[D]3[A]2[B]   K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^2\left[\text{D}\right]^3}{\left[\text{A}\right]^2\left[\text{B}\right]}\ \ \ 


    • 2A(s) + B(s) 2C(g) + 3D(g)Kc=[C]2[D]3   K_{\text{c}}=\left[\text{C}\right]^2\left[\text{D}\right]^3\ \ \ 


    • 2A(g) + B(aq) 2C(g) + 3D(l)Kc=[C]2[A]2[B]  K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^2}{\left[\text{A}\right]^2\left[\text{B}\right]^{ }}\ \ 


    • 2A(aq) + B(l) 2C(g) + 3D(aq)Kc=[C]2[D]3[A]2   K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^2\left[\text{D}\right]^3}{\left[\text{A}\right]^2}\ \ \ 

    Persamaan reaksi yang tepat berdasarkan ungkapan tetapan kesetimbangan dalam soal adalah:

    2A(aq) + B(l) 2C(g) + 3D(aq)

  • Pilgan

    N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)

    Berdasarkan persamaan reaksi kesetimbangan di atas, berlaku ....

    A

    Kp=KcRTK_{\text{p}}=\frac{K_{\text{c}}}{RT}

    B

    Kp=Kc(RT)2K_{\text{p}}=\frac{K_{\text{c}}}{\left(RT\right)^2}

    C

    Kp=KcRT K_{\text{p}}=K_{\text{c}}RT\ 

    D

    Kp=Kc K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\ 

    E

    Kp=Kc(RT )2K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\left(RT\ \right)^2

    Pembahasan:

    Hubungan Kp dan Kc

    Kp=Kc(RT)Δn K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\left(RT\right)^{\Delta n}\ 

    dengan:

    • Δn\Delta n = jumlah koefisien gas produk dikurangi jumlah koefisien gas pereaksi
    • T = suhu
    • R = tetapan gas ideal


    Untuk reaksi

    N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)

    Δn =\Delta n\ = koefisien produk (kanan) - koefisien pereaksi (kiri)

    Δn =2(1+3)=24=2 \Delta n\ =2-\left(1+3\right)=2-4=-2\ 


    Kp=Kc(RT)Δn K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\left(RT\right)^{\Delta n}\ 

    Kp=Kc(RT)2 K_{\text{p}}=K_{\text{c}}\left(RT\right)^{-2}\ 

    Kp=Kc(RT)2  K_{\text{p}}=\frac{K_{\text{c}}}{\left(RT\right)^2}\ \ 


    Jadi, untuk rekasi N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g) berlaku Kp=Kc(RT)2K_{\text{p}}=\frac{K_{\text{c}}}{\left(RT\right)^2}.

  • Pilgan

    Manakah reaksi kesetimbangan di bawah ini yang menghasilkan lebih banyak produk jika tekanan diperbesar?

    A

    N2O4(g) ⇌ 2NO2(g)

    B

    PCl5(g) ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)

    C

    2HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g)

    D

    Br2(g) ⇌ 2Br(g

    E

    N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3 (g)

    Pembahasan:

    Perubahan tekanan hanya akan berpengaruh pada konsentrasi gas-gas yang ada pada kesetimbangan. Oleh karena itu, pada sistem reaksi setimbang yang tidak melibatkan gas, perubahan tekanan tidak menggeser letak kesetimbangan.

    • Jika tekanan dinaikkan, kesetimbangan ke arah jumlah koefisien lebih kecil
    • Jika tekanan diturunkan, kesetimbangan ke arah jumlah koefisien lebih besar


    Agar produk yang dihasilkan banyak pada saat tekanan diperbesar, maka jumlah koefisien produk (kanan) harus lebih kecil dibandingkan jumlah koefisien pereaksi (kiri). karena apabila tekanan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah koefisien kecil.

    Pada reaksi :

    Br2(g) ⇌ 2Br(g

    koefisien gas kiri (pereaksi) = 1

    koefisien gas kanan (produk) = 2

    koefisien gas pereaksi < koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah pereaksi


    N2O4(g) ⇌ 2NO2(g

    koefisien gas kiri (pereaksi) = 1

    koefisien gas kanan (produk) = 2

    koefisien gas pereaksi < koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah pereaksi 


    PCl5(g) ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)

    koefisien gas kiri (pereaksi) = 1

    koefisien gas kanan (produk) = 1 + 1 = 2

    koefisien gas pereaksi < koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah pereaksi 


    N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)

    koefisien gas kiri (pereaksi) = 1 + 3 = 4

    koefisien gas kanan (produk) = 2

    koefisien gas pereaksi > koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah produk


    2HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g)

    koefisien gas kiri (pereaksi) = 2

    koefisien gas kanan (produk) = 1 + 1 = 2

    koefisien gas pereaksi = koefisien gas produk ⟶ tidak terjadi pergeseran.

    Jadi reaksi kesetimbangan yang menghasilkan lebih banyak produk jika tekanan diperbesar adalah reaksi N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3 (g).

  • Pilgan

    Di bawah ini pernyataan yang tidak tepat mengenai ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah ....

    A

    zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula

    B

    reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis

    C

    reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis

    D

    reaksi berlangsung dari dua arah

    E

    reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan

    Pembahasan:

    Reaksi reversible atau reaksi bolak balik adalah reaksi di mana zat pereaksi dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-ciri dari reaksi bolak-balik sebagai berikut.

    • Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan ().
    • Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.
    • Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
    • Zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.


    Reaksi irreversible atau reaksi satu arah yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil, sedangkan zat hasil tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-ciri reaksi satu arah sebagai berikut.

    • Reaksi ditulis dengan satu anak panah
    • Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
    • Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
    • Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.


    Jadi pernyataan yang tidak tepat mengenai ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.

  • Pilgan

    Berikut merupakan grafik reaksi kesetimbangan antara gas A, gas B, dan gas C pada suhu tertentu.

    Berdasarkan grafik di atas, reaksi kesetimbangan dan persamaan KC yang tepat adalah ….

    A

    5B(g) + 4C(g) ⇌ 4A(g) dan Kc=[A]4[B]5[C]4    K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{A}\right]^4}{\left[\text{B}\right]^5\left[\text{C}\right]^4}\ \ \ \ 

    B

    5B(g) + 4C(g) ⇌ 3A(g) dan Kc=[A]3[B]5[C]4   K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{A}\right]^3}{\left[\text{B}\right]^5\left[\text{C}\right]^4}\ \ \ 

    C

     3A(g) ⇌ 5B(g) + 4C(g) dan Kc=[B]5[C]4[A]3   K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{B}\right]^5\left[\text{C}\right]^4}{\left[\text{A}\right]^3}\ \ \ 

    D

     7A(g) ⇌ 5B(g) + 4C(g) dan Kc=[B]5[C]4[A]7   K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{B}\right]^5\left[\text{C}\right]^4}{\left[\text{A}\right]^7}\ \ \ 

    E

    4A(g) ⇌ 5B(g) + 4C(g) dan Kc=[B]5[C]4[A]4   K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{B}\right]^5\left[\text{C}\right]^4}{\left[\text{A}\right]^4}\ \ \ 

    Pembahasan:

    Tetapan Kesetimbangan Pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi zat-zat produk yang dipangkatkan koefisien reaksinya, dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.

    Diketahui:

    Berdasarkan grafik kesetimbangan pada soal, konsentrasi mula-mula:

    • A = 0,7 M
    • B dan C = 0 M.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa A merupakan pereaksi serta B dan C adalah produk.

    Ditanyakan:

    Persamaan reaksi dan persamaan KC


    Dijawab:

    Berdasarkan grafik, pada saat kesetimbangan tercapai konsentrasi A = 0,3 M; B = 0,5 M; dan C = 0,4 M.

    Sehingga konsentrasi A, B, dan C pada saat reaksi adalah:

    Konsentrasi pereaksi = konsentrasi awal - konsentrasi setimbang

    • Konsentrasi A = 0,7 M - 0,3 M = 0,4 M

    Konsentrasi produk = konsentrasi setimbang

    • Konsentrasi B = 0,5 M
    • Konsentrasi C = 0,4 M


    Saat bereaksi jumlah zat memiliki perbandingan tertentu, sesuai dengan perbandingan koefisien setimbang masing-masing zat.

    Perbandingan konsentrasi zat pada saat bereaksi adalah:

    A : B : C = 0,4 : 0,5 : 0,4 = 4 : 5 : 4

    Jadi koefisien zat dalam persamaan reaksi yang tepat adalah

    4A(g) ⇌ 5B(g) + 4C(g)


    Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:

    aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)

    rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (KcK_{\text{c}} ) adalah 

    Kc=[C]c[D]d[A]a[B]bK_{\text{c}}=\frac{\left[\text{C}\right]^c\left[\text{D}\right]^d}{\left[\text{A}\right]^a\left[\text{B}\right]^b}

    Keterangan:

    •  [A] = konsentrasi kesetimbangan A
    •  [B] = konsentrasi kesetimbangan B
    •  [C] = konsentrasi kesetimbangan C
    •  [D] = konsentrasi kesetimbangan D

    *Zat padat murni (s) dan zat cair murni (l) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.

    Untuk reaksi:

    4A(g) ⇌ 5B(g) + 4C(g)

    tetapan kesetimbangan yang tepat adalah

    Kc=[B]5[C]4[A]4K_{\text{c}}=\frac{\left[\text{B}\right]^5\left[\text{C}\right]^4}{\left[\text{A}\right]^4}

  • Pilgan

    Di antara reaksi-reaksi berikut yang merupakan reaksi bolak balik adalah ....

    A

    reaksi pembakaran bahan bakar fosil

    B

    reaksi pembentukan karbon dioksida dari karbon dan oksigen

    C

    reaksi fotosintesis pada tumbuhan

    D

    reaksi pembentukan garam dari natrium hidroksida dan asam klorida

    E

    reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen

    Pembahasan:

    Reaksi reversible atau reaksi bolak balik adalah reaksi di mana zat pereaksi dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-ciri dari reaksi bolak balik sebagai berikut.

    • Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan ().
    • Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.
    • Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
    • Zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.

    Contoh reaksi bolak-balik adalah reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen.

    N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)


    Reaksi irreversible atau reaksi satu arah yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil, sedangkan zat hasil tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-ciri reaksi satu arah sebagai berikut.

    • Reaksi ditulis dengan satu anak panah
    • Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
    • Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
    • Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.

    Contoh reaksi satu arah pada pilihan jawaban antara lain:

    *Reaksi fotosintesis pada tumbuhan

    • CO2(g) + H2O(l) ⟶ C6H12O6 + O2(g)

    *Reaksi pembakaran bahan bakar fosil

    • bahan bakar fosil + O2(g) H2O(l) + CO2(g) + energi

    *Reaksi pembentukan karbon dioksida dari karbon dan oksigen

    • C(s) + O2(g) CO2(g)

    *Reaksi pembentukan garam dari natrium hidroksida dan asam klorida

    NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l


    Jadi salah satu contoh reaksi bolak balik pada pilihan jawaban adalah reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.