Tetapan Kesetimbangan ⟶Pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi zat-zat produk yang dipangkatkan koefisien reaksinya, dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.
Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:
aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)
rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah
Kc=[A]a[B]b[C]c[D]d
Keterangan:
[A] = konsentrasi kesetimbangan A
[B] = konsentrasi kesetimbangan B
[C] = konsentrasi kesetimbangan C
[D] = konsentrasi kesetimbangan D
*Zat padat murni (s) dan zat cair murni (l) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.
Untuk reaksi:
H2(g) + I2(g) ⇌ 2HI(g)
Tetapan kesetimbangannya adalah
Kc=[H2][I2][HI]2
Buat persamaan reaksi kesetimbangan dan tentukan mol mula-mula, mol reaksi, dan mol saat setimbang
Cari konsentrasi H2 yang bereaksi (x) menggunakan rumus tetapan kesetimbangan
Kc=[H2][I2][HI]2
16=[1-x][1-x][2x]2
16=(1-x)2(2x)2
16=(1-x)2(2x)2
4=1-x2x
4−4x=2x
6x=4
x=64=32
Konsentrasi H2 saat setimbang = 1−32=33−32=31M
Jadi konsentrasi H2 saat setimbang adalah 31 M.
Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia di mana seluruh zat yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud sama.
Kesetimbangan heterogenadalah kesetimbangan kimia di mana zat-zat yang terlibat dalam persamaan reaksi mempunyai wujud berbeda-beda.
Untuk reaksi
I2 (g) ⇌ 2I(g)
merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.
CO(g) + 3H2(g) ⇌ CH4(g) + H2O(g)
merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.
Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ FeSCN2+(aq)
merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yaknilarutan atau aqueous.
4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g)
merupakan reaksi kesetimbanganheterogen karena zat-zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang berbeda, yakni zat FeS dan Fe2O3 yang memiliki wujud padatan, sedangkanO2 dan SO2 yang memiliki wujud gas.
PCl5 ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)
merupakan reaksi kesetimbangan homogen karena seluruh zat yang terlibat dalam reaksi memiliki wujud yang sama, yakni gas.
Jadi, yang merupakan reaksi kesetimbangan heterogen adalah reaksi 4FeS(s) + 7O2(g) ⇌ 2Fe2O3(s) + 4SO2(g).
Tetapan Kesetimbangan ⟶Pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi zat-zat produk yang dipangkatkan koefisien reaksinya, dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.
Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:
aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)
rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah:
Kc=[A]a[B]b[C]c[D]d
Keterangan:
[A] = konsentrasi kesetimbangan A
[B] = konsentrasi kesetimbangan B
[C] = konsentrasi kesetimbangan C
[D] = konsentrasi kesetimbangan D
*Zat padat murni (s) dan zat cair murni (l) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.
Perubahan tekanan hanya akan berpengaruh pada konsentrasi gas-gas yang ada pada kesetimbangan. Oleh karena itu, pada sistem reaksi setimbang yang tidak melibatkan gas, perubahan tekanan tidak menggeser letak kesetimbangan.
Jika tekanan dinaikkan, kesetimbangan ke arah jumlah koefisien lebih kecil
Jika tekanan diturunkan, kesetimbangan ke arah jumlah koefisien lebih besar
Agar produk yang dihasilkan banyak pada saat tekanan diperbesar, maka jumlah koefisien produk (kanan) harus lebih kecil dibandingkan jumlah koefisien pereaksi (kiri). karena apabila tekanan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah koefisien kecil.
Pada reaksi :
Br2(g) ⇌ 2Br(g)
koefisien gas kiri (pereaksi) = 1
koefisien gas kanan (produk) = 2
koefisien gas pereaksi < koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah pereaksi
N2O4(g) ⇌ 2NO2(g)
koefisien gas kiri (pereaksi) = 1
koefisien gas kanan (produk) = 2
koefisien gas pereaksi < koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah pereaksi
PCl5(g) ⇌ PCl3(g) + Cl2(g)
koefisien gas kiri (pereaksi) = 1
koefisien gas kanan (produk) = 1 + 1 = 2
koefisien gas pereaksi < koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah pereaksi
N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)
koefisien gas kiri (pereaksi) = 1 + 3 = 4
koefisien gas kanan (produk) = 2
koefisien gas pereaksi > koefisien gas produk ⟶ reaksi bergeser ke arah produk
2HI(g) ⇌ H2(g) + I2(g)
koefisien gas kiri (pereaksi) = 2
koefisien gas kanan (produk) = 1 + 1 = 2
koefisien gas pereaksi = koefisien gas produk ⟶ tidak terjadi pergeseran.
Jadi reaksi kesetimbangan yang menghasilkan lebih banyak produk jika tekanan diperbesar adalah reaksiN2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3 (g).
reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan
Pembahasan:
Reaksi reversible atau reaksi bolak balik adalah reaksi di mana zat pereaksi dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-ciri dari reaksi bolak-balik sebagai berikut.
Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan (⇌).
Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.
Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
Zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.
Reaksi irreversibleatau reaksi satu arah yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil, sedangkan zat hasil tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-ciri reaksi satu arah sebagai berikut.
Reaksi ditulis dengan satu anak panah
Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.
Jadi pernyataan yang tidak tepat mengenai ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
Tetapan Kesetimbangan ⟶Pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi zat-zat produk yang dipangkatkan koefisien reaksinya, dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat reaktan yang dipangkatkan dengan koefisien reaksinya.
Diketahui:
Berdasarkan grafik kesetimbangan pada soal, konsentrasi mula-mula:
A = 0,7 M
B dan C = 0 M.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa A merupakan pereaksi serta B dan C adalah produk.
Ditanyakan:
Persamaan reaksi dan persamaan KC
Dijawab:
Berdasarkan grafik, pada saat kesetimbangan tercapai konsentrasi A =0,3 M; B =0,5 M; dan C = 0,4 M.
Sehingga konsentrasi A, B, dan C pada saat reaksi adalah:
Konsentrasi pereaksi = konsentrasi awal - konsentrasi setimbang
Konsentrasi A = 0,7 M - 0,3 M = 0,4 M
Konsentrasi produk = konsentrasi setimbang
Konsentrasi B = 0,5 M
Konsentrasi C = 0,4 M
Saat bereaksi jumlah zat memiliki perbandingan tertentu, sesuai dengan perbandingan koefisien setimbang masing-masing zat.
Perbandingan konsentrasi zat pada saat bereaksi adalah:
A : B : C = 0,4 : 0,5 : 0,4 = 4 : 5 : 4
Jadi koefisien zat dalam persamaan reaksi yang tepat adalah
4A(g) ⇌ 5B(g) + 4C(g)
Secara umum untuk reaksi kesetimbangan berikut:
aA(g) + bB(g) ⇌ cC(g) + dD(g)
rumusan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc ) adalah
Kc=[A]a[B]b[C]c[D]d
Keterangan:
[A] = konsentrasi kesetimbangan A
[B] = konsentrasi kesetimbangan B
[C] = konsentrasi kesetimbangan C
[D] = konsentrasi kesetimbangan D
*Zat padat murni (s) dan zat cair murni (l) tidak disertakan dalam persamaan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi.
reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen
Pembahasan:
Reaksi reversible atau reaksi bolak balik adalah reaksi di mana zat pereaksi dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-ciri dari reaksi bolak balik sebagai berikut.
Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan (⇌).
Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.
Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
Zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.
Contoh reaksi bolak-balik adalah reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen.
N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)
Reaksi irreversibleatau reaksi satu arah yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil, sedangkan zat hasil tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-ciri reaksi satu arah sebagai berikut.
Reaksi ditulis dengan satu anak panah
Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.
Contoh reaksi satu arah pada pilihan jawaban antara lain:
*Reaksi fotosintesis pada tumbuhan
CO2(g) + H2O(l) ⟶ C6H12O6 + O2(g)
*Reaksi pembakaran bahan bakar fosil
bahan bakar fosil + O2(g) ⟶ H2O(l) + CO2(g) + energi
*Reaksi pembentukan karbon dioksida dari karbon dan oksigen
C(s) + O2(g) ⟶ CO2(g)
*Reaksi pembentukan garam dari natrium hidroksida dan asam klorida
NaOH(aq) + HCl(aq) ⟶ NaCl(aq) + H2O(l)
Jadi salah satu contoh reaksi bolak balik pada pilihan jawaban adalah reaksi pembentukan ammonia dari nitrogen dan hidrogen.