Latihan Kimia Kelas XII Makromolekul
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
1
Salah
1
Dilewati
8

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 3
2. 3
3. 2
4. 2
5. 0
6+. 2
  • Pilgan
    0

    Salah satu fungsi protein adalah untuk pengatur reaksi. Protein yang dimaksud adalah ....

    A

    enzim

    B

    lipoprotein

    C

    ovalbumin

    D

    insulin

    E

    keratin

    Pembahasan:

    Protein merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer asam amino. Asam amino mengandung gugus karboksil (-COOH) dan gugus amino (-NH2).

    Protein memiliki beberapa fungsi. Salah satunya sebagai pengatur reaksi. Protein yang berfungsi sebagai pengatur reaksi di dalam tubuh adalah insulin, yang berperan dalam mengubah glukosa menjadi glikogen.

    Jadi, protein yang dimaksud sebagai pengatur reaksi adalah insulin.


    *Keratin --> berfungsi sebagai pelindung zat yang ada di bawahnya.

    *Ovalbumin --> berfungsi sebagai cadangan makanan.

    *Lipoprotein --> berfungsi sebagai pelindung zat yang ada di bawahnya.

    *Enzim --> berfungsi sebagai biokatalis atau mempercepat jalannya reaksi.

  • Pilgan

    Jenis polimer yang terbentuk melalui reaksi kondensasi adalah ....

    A

    polietilena dan nilon

    B

    nilon 6,6 dan dakron

    C

    dakron dan polietilena

    D

    teflon dan polipropilena

    E

    PVC dan SBR

    Pembahasan:

    Reaksi kondensasi adalah reaksi menggabungkan dua monomer dengan melepas molekul kecil seperti air. Polimer yang terbentuk dari reaksi kondensasi adalah nilon dan dakron. Berikut strukturnya:


    Jadi, pasangan polimer yang terbentuk dari reaksi kondensasi adalah nilon dan dakron.

  • Pilgan

    Uji yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya gugus fenil dalam protein adalah ....

    A

    uji timbel(II) asetat

    B

    uji Xantoproteat

    C

    uji belerang

    D

    uji Biuret

    E

    uji ninhidrin

    Pembahasan:

    Protein merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer asam amino. Asam amino mengandung gugus karboksil (-COOH) dan gugus amino (-NH2).

    Uji yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya gugus fenil atau cincin benzena dalam protein adalah uji Xantoproteat.

    • Pereaksi yang digunakan yaitu asam nitrat, asam asetat pekat, atau asam sulfat pekat.
    • Caranya adalah 3 ml larutan sampel yang mengandung protein ditambah 2 ml HNO3 pekat dan dipanaskan dalam penangas air. Jika sudah dingin, ditambah NH3 atau NaOH.
    • Hasil positif: jika ditambah NH3 akan berwarna kuning dan jika ditambah NaOH berwarna jingga.

    Jadi, uji yang digunakan untuk mendeteksi adanya gugus fenil dalam sampel protein adalah uji Xantoproteat.


    *Uji Ninhidrin --> untuk mendeteksi adanya protein dalam sampel.

    *Uji Biuret --> untuk mendeteksi adanya ikatan peptida dalam sampel.

    *Uji Belerang --> untuk mendeteksi adanya belerang dalam protein.

    *Uji Timbel(II) asetat --> untuk mendeteksi adanya belerang dalam protein.

  • Pilgan

    Perhatikan struktur berikut!

    Nama polimer yang terbentuk adalah ....

    A

    polipropilena

    B

    polistirena

    C

    polibutadiena

    D

    polietilena

    E

    polikloroprena

    Pembahasan:

    Reaksi tersebut merupakan reaksi polimerisasi adisi karena terjadi pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal sehingga monomer dapat saling berikatan.

    Berdasarkan persamaan reaksi di atas, monomer yang digunakan adalah etena atau etilena sehingga polimernya dinamakan polietena atau polietilena.

    Jadi, nama polimer yang terbentuk adalah polietilena.

  • Pilgan

    Diketahui reaksi polimerisasi sebagai berikut: 

    Berdasarkan reaksi pembentukan polimer di atas, prosesnya melalui reaksi .... 

    A

    substitusi

    B

    adisi

    C

    kondensasi

    D

    eliminasi

    E

    pembakaran

    Pembahasan:

    Struktur pada soal adalah sebagai berikut:

    Pada struktur tersebut terjadi pelepasan molekul kecil air sehingga proses polimerisasi tersebut terjadi melalui reaksi kondensasi.

    Jadi, polimer terbentuk melalui reaksi kondensasi.

  • Pilgan

    Di antara senyawa-senyawa berikut:

    1. Amilum

    2. Sukrosa

    3. Selulosa

    4. Glikogen 

    5. Maltosa

    Yang merupakan polisakarida adalah nomor .... 

    A

    2, 4, dan 5 

    B

    1, 3, dan 4

    C

    1, 2, dan 3

    D

    3, 4, dan 5

    E

    1, 3, dan 5 

    Pembahasan:

    Berdasarkan pada letak gugus -OH pada atom C nomor 1: jika gugus -OH terletak di atas maka disebut kedudukan β\beta, sedangkan jika gugus -OH terletak di bawah maka disebut kedudukan α\alpha.

    Polisakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis menghasilkan banyak molekul monosakarida. Beberapa contoh polisakarida adalah amilum, selulosa, dan glikogen. 

    • Amilum

    Amilum merupakan polimer dari α\alpha-D-glukosa. Berikut strukturnya:


    • Selulosa

    Selulosa merupakan polimer dari β\beta-D-glukosa. Berikut strukturnya:


    • Glikogen 

    Glikogen merupakan polimer dari α\alpha-(1,4)-D-glikosida dan α\alpha-(1,6)-D-glikosida. Berikut strukturnya:

    Jadi, yang merupakan contoh polisakarida adalah nomor 1, 3, dan 4.


    *Sukrosa dan maltosa merupakan contoh disakarida karena jika dihidrolisis menghasilkan dua monosakarida yaitu:

    • sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa,
    • maltosa menjadi dua glukosa.
  • Pilgan

    Diketahui struktur zwitter ion sebagai berikut:

    Jika struktur tersebut memiliki pI 9,47, maka struktur yang tepat jika berada dalam pH 5 adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Struktur pada soal merupakan struktur zwitter ion. Jika berada dalam larutan dengan pH rendah atau pI > pH, maka struktur tersebut akan bermuatan positif.

    Jika berada dalam keadaan pH tinggi atau basa maka struktur akan bermuatan negatif.


    Jadi, struktur yang terbentuk jika berada pada keadaan asam yaitu .

  • Pilgan

    Berikut ini asam amino yang bersifat optis aktif, kecuali ....

    A

    lisin

    B

    arginin

    C

    glutamat

    D

    glisin

    E

    tirosin

    Pembahasan:

    Asam amino yang bersifat optis aktif adalah asam amino yang memiliki atom karbon dengan mengikat empat gugus yang berbeda. Berikut struktur dari masing-masing asam amino pada pilihan jawaban:


    Jadi, asam amino yang tidak bersifat optis aktif adalah glisin, karena di dalamnya terdapat atom karbon yang mengikat dua gugus yang sama (mengikat 2 atom H).


  • Pilgan
    2

    Diketahui struktur dari:

    Asam adipat

    Heksametilendiamina

    Jika kedua senyawa tersebut direaksikan melalui cara polimerisasi kondensasi, maka struktur senyawa hasil yang tepat adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Polimerisasi kondensasi adalah proses pembentukan polimer melalui reaksi kondensasi dengan melepaskan molekul kecil berupa H2O atau CH3OH. Berikut persamaan reaksinya: 

    Jadi, struktur senyawa hasil yang benar adalah nilon 6,6 dengan struktur berikut:

  • Pilgan

    Perhatikan struktur berikut!

    Jumlah isomer optis dari struktur tersebut adalah ....

    A

    3

    B

    6

    C

    5

    D

    4

    E

    7

    Pembahasan:

    Isomer optis adalah senyawa yang memiliki atom karbon asimetris atau atom karbon kiral. Atom karbon kiral yaitu atom karbon yang mengikat empat gugus yang berbeda. Jumlah isomer optis dapat diperoleh dari perhitungan 2n, dengan n adalah jumlah atom karbon asimetris. Karena struktur tersebut memiliki 2 atom karbon asimetris maka jumlah isomernya adalah 22 = 4. Isomer dari struktur tersebut adalah sebagai berikut:

    Jadi, jumlah isomer optis dari struktur tersebut adalah 4.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.