Pereaksi yang digunakan untuk membedakan alkohol primer, sekunder dan tersier adalah pereaksi Lucas.
Pereaksi Lucas adalah pereaksi yang terdiri dari HCl pekat dan katalis ZnCl2. Berikut struktur alkohol primer, sekunder dan tersier:

Reaksi yang terjadi antara alkohol dengan pereaksi Lucas secara umum dapat dituliskan seperti berikut:

- Alkohol primer bereaksi sangat lambat. Gelembung-gelembung gas RCl akan terbentuk sangat lambat setelah reaksi dilakukan selama 20 menit.
- Alkohol sekunder akan terbentuk gelembung-gelembung gas RCl setelah 10 menit
- Alkohol tersier akan segera terbentuk gelembung-gelembung gas RCl.
Jadi, pereaksi untuk membedakan alkohol primer, sekunder dan tersier adalah pereaksi Lucas.
Pereaksi ini berupa fehling A dan fehling B. Pereaksi fehling A berupa larutan CuSO4 dan fehling B berupa garam kalium natrium tartrat yang jika bereaksi dengan senyawa golongan aldehida akan menghasilkan warna merah bata. Jadi pereaksi ini digunakan untuk mendeteksi adanya gugus aldehida dalam suatu senyawa.
Pereaksi ini adalah pereaksi hasil campuran AgNO3 dan amonia berlebih. Jika direaksikan dengan senyawa golongan aldehida akan menghasilkan cermin perak. Jadi, pereaksi ini digunakan untuk mendeteksi adanya gugus aldehida dalam suatu senyawa.
Merupakan pereaksi dengan rumus R-Mg-X dengan R adalah alkil dan X adalah halogen. Pereaksi tersebut digunakan untuk membuat senyawa alkohol kompleks dari senyawa alkanon.
Pereaksi ini merupakan pereaksi hasil campuran kalium hidroksida, kalium natrium tartrat dan tembaga sulfat yang digunakan untuk mendeteksi adanya ikatan peptida dalam protein.