Latihan Biologi Kelas XII Tautan, Pindah Silang, dan Gagal Berpisah
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Biologi
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 8
2. 5
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Gen suatu kromatid bertukar dengan gen kromatid komolognya disebut ....

    A

    gen letal

    B

    gen rekombinasi

    C

    pindah silang

    D

    tautan seks

    E

    tautan gen

    Pembahasan:

    Pindah silang terjadi apabila ada pertukaran sebagian gen-gen suatu kromatid dengan gen-gen dari kromatid pasangan homolognya. Pada peristiwa meiosis, kromatid berdekatan dengan kromosom homolog tidak selalu berjajar, berpasangan, dan beraturan, tetapi kadang-kadang saling melilit satu sama lain.

    sumber: google.com

    Berdasarkan contoh di atas, akibat peristiwa pindah silang (crossing over), macam gamet yang dihasilkan F1 bukan dua macam, tetapi empat macam (AB, Ab, aB, ab). Dua gamet memiliki gen seperti induknya disebut gamet tipe parental (AB dan ab) dan dua gamet berbeda dengan induk disebut sebagai gamet tipe rekombinan (Ab dan aB).

    Jadi jawaban yang tepat adalah pindah silang.


    *Tautan gen, dua gen atau lebih yang tidak dapat memisahkan diri secara bebas.

    *Tautan seks, sifat bawaan yang terkait dengan kromosom seks.

    *Gen letal, gen yang apabila terekspresi menyebabkan kematian individu.

  • Pilgan

    sumber: google.com

    Diagram di atas menunjukan terjadinya peristiwa ....

    A

    nondisjunction

    B

    pautan gen

    C

    gen letal

    D

    pautan seks

    E

    pindah silang

    Pembahasan:

    Pindah silang terjadi apabila ada pertukaran sebagian gen-gen suatu kromatid dengan gen-gen dari kromatid pasangan homolognya. Pada peristiwa meiosis, kromatid berdekatan dengan kromosom homolog tidak selalu berjajar, berpasangan, dan beraturan, tetapi kadang-kadang saling melilit satu sama lain.

    sumber: google.com

    Berdasarkan contoh di atas, akibat peristiwa pindah silang (crossing over), macam gamet yang dihasilkan F1 bukan dua macam, tetapi empat macam (AB, Ab, aB, ab). Dua gamet memiliki gen seperti induknya disebut gamet tipe parental (AB dan ab) dan dua gamet berbeda dengan induk disebut sebagai gamet tipe rekombinan (Ab dan aB).

    Jadi jawaban yang tepat adalah pindah silang.


    *Tautan gen, dua gen atau lebih yang tidak dapat memisahkan diri secara bebas.

    *Tautan seks, sifat bawaan yang terkait dengan kromosom seks.

    *Nondisjunction, gagal berpisahnya kromosom homolog saat anafase.

    *Gen letal, gen yang apabila terekspresi menyebabkan kematian individu.

  • Pilgan

    Lalat jantan disilangkan dengan lalat betina. Kromosom pada lalat jantan mengalami nondisjunction. Genotipe dari hasil persilangan tersebut adalah ....

    A

    XYY dan X0

    B

    XX dan XY

    C

    XX dan Y0

    D

    XY dan Y0

    E

    XXY dan X0

    Pembahasan:

    Gagal berpisah atau nondisjunction terjadi ketika benang spindel tidak mampu menarik kromosom sehingga kromosom yang telah mengganda tertarik semua ke salah satu kutub. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penambahan atau pengurangan kromosom pada gamet yang terbentuk.

    • XXY
    • X0

    Jawaban yang tepat adalah XXY dan X0.

  • Pilgan

    Warna merah pada mata lalat buah dikendalikan oleh gen M dan warna putih dikendalikan oleh gen m. Gen M terpaut dengan kromosom X. Jika lalat betina mata merah heterozigot disilangkan dengan lalat jantan mata putih, maka akan menghasilkan perbandingan individu mata merah dan mata putih pada fenotipe F1, yaitu ....

    A

    1 : 2

    B

    2 : 1

    C

    3 : 2

    D

    2 : 3

    E

    1 : 1

    Pembahasan:

    Lalat betina mata merah heterozigot = XMXm

    Lalat jantan mata putih = XmY (karena gen terpaut kromosom X)

    • 1 XMXm = betina mata merah
    • 1 XmXm = betina mata putih
    • 1 XMY   = jantan mata merah
    • 1 XmY = jantan mata putih


    Mata merah = XMXm + XMY = 1 + 1 = 2

    Mata putih = XmXm + XmY = 1 + 1 = 2

    Perbandingan individu mata merah dan mata putih sebagai berikut.

    Mata merah : Mata putih = 2 : 2 = 1 : 1


    Jadi, jawaban yang tepat adalah 1 : 1.

  • Pilgan

    Perkawinan antara laki-laki dan perempuan apabila gen XX gagal berpisah kemungkinan akan menghasilkan fenotipe yaitu ....

    A

    sindrom Down

    B

    laki-laki normal

    C

    laki-laki super

    D

    sindrom Klinefelter

    E

    perempuan normal

    Pembahasan:

    Gagal berpisah atau nondisjunction terjadi ketika benang spindel tidak mampu menarik kromosom sehingga kromosom yang telah mengganda tertarik semua ke salah satu kutub. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penambahan atau pengurangan kromosom pada gamet yang terbentuk.

    Persilangan antara laki-laki dan perempuan, di mana gonosom pada perempuan (XX) gagal berpisah.

    • XXX (perempuan super, biasanya letal)
    • XXY (sindrom Klinefelter)
    • X0 (perempuan steril)
    • Y0 (letal)

    Jadi, jawaban yang tepat adalah sindrom Klinefelter.

  • Pilgan

    Persilangan antara individu begenotipe MMNN dan mmnn menghasilkan individu bergenotipe MmNn. Setelah dilakukan testcross, didapatkan individu bergenotipe M_N_ berjumlah 135, individu bergenotipe mm_N berjumlah 203, individu bergenotipe M_nn berjumlah 90, dan individu bergenotipe mmnn berjumlah 40. Berdasarkan data tersebut, telah terjadi pindah silang sebanyak ....

    A

    76,3%

    B

    62,6%

    C

    37,4%

    D

    12,8%

    E

    44,7%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tesscross (uji silang) adalah persilangan dengan genotipe homozigot resesif. Dalam kasus ini, persilangan terjadi antara MmNn dengan mmnn (homozigot resesif).

    • P1 : MmNn X mmnn
    • Keturunan rekombinan (berbeda dengan parental) = mm_N + M_nn = 203 + 90 = 293
    • Jumlah seluruh keturunan = M_N_ + mm_N + M_nn + mmnn = 135 + 203 + 90 + 40 = 468

    Ditanya: Nilai pindah silang ?

    Dijawab:

    Nilai pindah silang (NPS) =Jumlah rekombinanJumlah keseluruhan×100%=\frac{\text{Jumlah rekombinan}}{\text{Jumlah keseluruhan}}\times100\%

    Nilai pindah silang (NPS) =293468×100%=62,6%=\frac{293}{468}\times100\%=62,6\%

    Jadi, jawaban yang tepat adalah 62,6%.

  • Pilgan

    Persilangan antara lalat buah mata merah sayap normal dengan mata ungu sayap keriput dihasilkan F1 bermata merah sayap normal. Kemudian dilakukan uji silang antara F1 heterozigot dengan induk jantan resesif, diperoleh hasil sebagai berikut.

    • Lalat buah mata merah sayap normal sebanyak 824
    • Lalat buah mata ungu sayap keriput sebanyak 126
    • Lalat buah mata merah sayap keriput sebanyak 25
    • Lalat buah mata ungu sayap normal sebanyak 275

    Kedua gen tersebut terletak pada kromosom yang sama dan mengalami pindah silang. Berdasarkan keterangan tersebut, nilai pindah silang sebesar ....

    A

    50%

    B

    24%

    C

    100%

    D

    12%

    E

    76%

    Pembahasan:

    Berdasarkan uji silang (testcross) di atas diketahui fenotipe rekombinan (RK) adalah merah sayap keriput dan ungu sayap normal. 

    Nilai Pindah Silang (NPS) =  tipe rekombinantotal individu× 100%\ \frac{tipe\ rekombinan}{total\ individu}\times\ 100\%

    NPS = 275 + 25824 + 25 + 275 + 126×100%\ \frac{275\ +\ 25}{824\ +\ 25\ +\ 275\ +\ 126}\times 100\%

    NPS = 3001.250× 100%\ \frac{300}{1.250}\times\ 100\%

    NPS = 24%24\%

    Jadi jawaban yang tepat adalah 24%.

  • Pilgan

    Warna hitam dikendalikan oleh gen H, sedangkan gen h mengendalikan warna abu-abu. Adapun sayap panjang dikendalikan oleh gen P, sedangkan gen p mengendalikan sayap pendek. Jika jarak antara HP adalah 20%, rasio genotipe hasil testcross HhPp yang mengalami pindah silang yaitu ....

    A

    4 : 3 : 2 : 1

    B

    9 : 3 : 3 : 1

    C

    1 : 2 : 1

    D

    4 : 1 : 1 : 4

    E

    2 : 3 : 3 : 2

    Pembahasan:

    Tesscross (uji silang) adalah persilangan dengan genotipe homozigot resesif. Dalam kasus ini, persilangan terjadi antara HhPp dengan hhpp (homozigot resesif).

    Jarak gen rekombinan = 20%, maka kombinasi parental (KP) adalah 100% - 25% = 80%.

    Perbandingan KP yaitu HhPp : hhpp = 50% : 50%

    Perbandingan RK yaitu Hhpp : hhPp = 50% : 50%

    maka:

    • HhPp = 50% ×\times 80% = 40%
    • Hhpp = 50% ×\times 20% = 10%
    • hhPp = 50% ×\times 20% = 10%
    • hhpp = 50% ×\times 80% = 40%

    Rasio genotipe akibat pindah silang adalah sebagai berikut.

    HhPp : Hhpp : hhPp : hhpp = 40 % : 10% : 10% : 40%

    Jadi, jawaban yang tepat adalah 4 : 1 : 1 : 4.

  • Pilgan

    Persilangan antara tanaman labu berbuah bulat-kuning dengan tanaman labu berbuah keriput-hijau dihasilkan F1 tanaman labu bulat-kuning. Kemudian dilakukan uji silang antara F1 heterozigot dengan tetua resesif, diperoleh hasil sebagai berikut.

    1. Tanaman labu bulat-kuning sebanyak 988
    2. Tanaman labu bulat-hijau sebanyak 225
    3. Tanaman labu keriput-kuning sebanyak 95
    4. Tanaman labu keriput-hijau sebanyak 242

    Kedua gen tersebut terletak pada kromosom yang sama dan mengalami pindah silang. Berdasarkan keterangan tersebut maka persilangan tersebut memiliki nilai pindah silang sebesar ....

    A

    20,64%

    B

    40,64%

    C

    50%

    D

    10,5%

    E

    30,5%

    Pembahasan:

    Berdasarkan uji silang (testcross) di atas diketahui fenotipe rekombinan adalah tanaman labu berbuah bulat-hijau dan tanaman labu berbuah keriput-kuning.

    Nilai Pindah Silang (NPS) = jumlah tipe rekombinanjumlah total×\frac{jumlah\ tipe\ rekombinan}{jumlah\ total}\times 100%

    NPS = (225+95)(988+225+95+242)×\frac{\left(225+95\right)}{\left(988+225+95+242\right)}\times 100%

    NPS = (320)(1.550)×\frac{\left(320\right)}{\left(1.550\right)}\times 100%

    NPS = 20,64%

    Jadi jawaban yang tepat adalah 20,64%.

  • Pilgan

    Persilangan antara lalat buah mata merah sayap normal dengan mata ungu sayap keriput dihasilkan F1 bermata merah sayap normal. Kemudian dilakukan uji silang antara F1 heterozigot dengan induk jantan resesif, diperoleh hasil sebagai berikut.

    1. Lalat buah mata merah sayap normal sebanyak 824
    2. Lalat buah mata ungu sayap keriput sebanyak 126
    3. Lalat buah mata merah sayap keriput sebanyak 25
    4. Lalat buah mata ungu sayap normal sebanyak 275

    Kedua gen tersebut terletak pada kromosom yang sama dan mengalami pindah silang. Berdasarkan keterangan tersebut maka diperoleh total individu rekombinan sebanyak ....

    A

    151

    B

    950

    C

    1.250

    D

    300

    E

    401

    Pembahasan:

    Pindah silang atau crossing over terjadi apabila ada pertukaran sebagian gen-gen suatu kromatid dengan gen-gen dari kromatid pasangan homolognya. Berdasarkan contoh di atas, akibat peristiwa pindah silang (crossing over), macam gamet yang dihasilkan F1 bukan dua macam, tetapi empat macam (MN, Mn, mN, mn). Dua gamet memiliki gen seperti induknya disebut gamet tipe parental (MN dan mn) dan dua gamet berbeda dengan induk disebut sebagai gamet tipe rekombinan (Mn dan mN).

    Berdasarkan uji silang di atas diketahui fenotipe rekombinan (RK) adalah merah sayap keriput dan ungu sayap normal. Sehingga total individu rekombinan (RK) keturunan kedua yaitu

    25 + 275 = 300 individu.

    Jadi jawaban yang tepat adalah 300.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.