Suatu larutan penyangga basa diketahui memiliki pH 12. Jika diketahui mol basa lemah setengah kali dari mol garamnya, nilai dari tetapan ionisasi basanya adalah ....
Larutan asam lemah HA tepat habis bereaksi dengan larutan basa kuat monovalen. Mol basa yang bereaksi diketahui 0,24 mol dan nilai tetapan ionisasi asam lemah adalah 2 × 10-4. Untuk membentuk sistem penyangga, ke dalam larutan akhir ditambahkan 20 g HA (Mr= 40 g/mol). Tentukan konsentrasi ion hidroksida yang terdapat dalam larutan!
Rumus yang digunakan untuk menentukan konsentrasi ion H+ pada larutan penyangga asam adalah sebagai berikut.
[H+]=Ka×ga
Keterangan:
a= mol asam lemah (mol)
g= mol garam/basa konjugasi (mol)
Ka= tetapan ionisasi asam
Diketahui:
massa HA=20g
MrHA=40g.mol−1
Ka=2×10−4
Mol basa yang bereaksi=0,24mol
Ditanya:[OH−]?
Dijawab:
Karena masing-masing asam lemah dan basa kuat yang direaksikan memiliki jumlah valensi 1, maka mol garam yang terbentuk dapat ditentukan sebagai berikut.
Mol garam yang terbentuk=mol basa yang bereaksi=0,24mol
Karena HA tepat habis bereaksi dengan basa monovalen maka di larutan akhir hanya terdapat garam yang terbentuk.
Mol HA yang ditambahkan
mol HA=Mrmassa
=40gmol−120g
=0,5mol
Di akhir campuran, terbentuk larutan penyangga asam HA - A-.
Konsentrasi H+ dapat dihitung dengan rumus berikut.
[H+]=Ka×ga
=2×10−4×0,240,5
=4,16×10−4
Pada suhu dan tekanan standar; Kw=10−14
Kw=[H+][OH−]
10−14=4,16×10−4×[OH−]
[OH−]=4,16×10−410−14
[OH−]=2,4×10−11
Maka konsentrasi ion hidroksida yang terdapat dalam larutan akhir adalah 2,4 × 10-11 M.
Suatu wadah berisi 100 mL larutan HCl ditambahkan 25 mL larutan NH3 dengan pH 12. Jika diketahui garam yang terbentuk sebanyak 160,5 mg dan larutan HCl tidak tersisa di akhir reaksi, maka pH dari campuran yang terbentuk adalah ....
(Kb NH3= 1,8 × 10-5; Ar H = 1 g/mol; N = 14 g/mol; O = 16 g/mol; Cl = 35,5 g/mol)
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Jika dimisalkan asam lemah sebagai HA, maka reaksi ionisasi yang terjadi adalah sebagai berikut:
HA ⇌ H++ A-
Ka=[HA][A−][H+]
[H+]=Ka[A−][HA]
Jika diketahui [A−][HA]=11=1, maka:
[H+]=Ka(1)
[H+]=Ka
pH=pKa
Maka kondisi berikut yang sesuai adalah pH = pKa.
Penambahan basa pada larutan penyangga asam akan menyebabkan berkurangnya konsentrasi asam lemah sehingga konsentrasi garam akan lebih besar dibanding asam lemah. Kondisi ini akan menyebabkan konsentrasi H+ menjadi ....
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Jika dimisalkan asam lemah sebagai HA, maka reaksi ionisasi yang terjadi adalah sebagai berikut:
HA ⇌ H++ A-
Ka=[HA][A−][H+]
[H+]=Ka[A−][HA]
Jika diketahui konsentrasi asam lemah atau [HA] < basa konjugasinya [A-], maka nilai perbandingan asam lemah terhadap basa konjugasinya akan semakin kecil dan konsentrasi dari H+ juga akan menurun. Namun, karena tidak terdapat informasi konsentrasi spesi yang terlibat, tingkat penurunan konsentrasinya tidak dapat ditentukan.
Maka dapat disimpulkan penambahan basa pada larutan penyangga asam akan menyebabkan konsentrasi H+ menjadi menurun.
Untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH 9, mol besi(II) hidroksida yang digunakan adalah 0,46 mol dan pereaksi pembatasnya adalah asam klorida. Massa dari garam yang terbentuk adalah ....
(Kb Fe(OH)2= 5 × 10-5; Ar H = 1 g/mol; O = 16 g/mol; Cl = 35,5 g/mol; Fe = 56 g/mol)
Sebanyak 9,7 gram HSO4- dan basa konjugasinya membentuk larutan penyangga dengan pH 3. Berapakah mol basa konjugasinya jika diketahui Ka= 1,2 × 10-2?
(Ar H = 1 g/mol; S = 32 g/mol; O = 16 g/mol).
Suatu larutan penyangga asam terbentuk dari asam asetat dan basa konjugasinya. Jika ke dalam larutan tersebut ditambahkan H2SO4, maka reaksi yang terjadi adalah ....
Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Larutan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Larutan penyangga asam adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH pada kondisi asam (pH < 7). Larutan penyangga basa adalah larutan yang akan mempertahankan nilai pH pada kondisi basa (pH > 7).
Larutan penyangga asam terdiri dari larutan asam lemah dan basa konjugasinya, sedangkan larutan penyangga basa terdiri dari larutan basa lemah dan asam konjugasinya.
Basa konjugasi terbentuk setelah asam lemah melepaskan satu H+, sedangkan asam konjugasi terbentuk setelah basa lemah menangkap satu H+.
Larutan penyangga asam bekerja dengan dua cara:
Penambahan sedikit asam akan bereaksi dengan basa konjugasi.
Penambahan sedikit basa akan bereaksi dengan asam lemah.
Asam asetat : CH3COOH
CH3COOH ⟶ H+ + CH3COO-
Basa konjugasi : CH3COO-
Karena larutan yang ditambahkan adalah asam sulfat (bersifat asam), maka asam sulfat akan bereaksi dengan basa konjugasi dari asam asetat.