Latihan Kimia Kelas XI Konsep Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan
# 4
Pilgan

Dalam suatu percobaan, Fey mencoba melarutkan padatan A ke dalam 50 mL air dan 50 mL eter. 25 gram padatan tersebut dapat larut dalam air sedangkan pada eter hanya 5 gram yang dapat larut. Berdasarkan informasi ini, pelarut paling sesuai untuk padatan A adalah ... karena A termasuk senyawa ... dengan kelarutan .... (Mr A  50 g/mol; ρair=\rho_{\text{air}}= 1 g/mL; ρeter=\rho_{\text{eter}}= 0,713 g/mL)

A

pelarut air; polar; 50 g/100 g air

B

pelarut air; nonpolar; 10 mol/L

C

pelarut eter; polar; 2 mol/L

D

pelarut eter; nonpolar; 14,03 g/100 g eter

E

pelarut eter; semipolar; 10 mol/L

Pembahasan:

Kelarutan adalah jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan dalam sejumlah pelarut. Kelarutan dapat dinyatakan dalam dua jenis.

  1. Untuk zat yang mudah larut: dinyatakan dalam gram/100 gram air.
  2. Untuk zat yang sukar larut: dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran.

Kelarutan padatan A dalam dua pelarut:

Pelarut air (50 mL) : dapat melarutkan 25 g padatan A

Pelarut eter (50 mL) : dapat melarutkan 5 g padatan A

Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa kelarutan padatan A lebih tinggi dalam pelarut air (pelarut polar) dibandingkan dalam pelarut eter (pelarut nonpolar). Senyawa yang dapat larut lebih baik dalam pelarut polar termasuk jenis senyawa polar.

Diketahui:

Vair=Veter=50 mLV_{\text{air}}=V_{\text{eter}}=50\ \text{mL}

ρair=1 gml\rho_{\text{air}}=1\ \frac{\text{g}}{\text{ml}}

ρeter=0,713 gml\rho_{\text{eter}}=0,713\ \frac{\text{g}}{\text{ml}}

mA dalam air=25 gm_{\text{A dalam air}}=25\ \text{g}

mA dalam eter=5 gm_{\text{A dalam eter}}=5\ \text{g}

Mr A=50 g.mol1M_{\text{r}}\ \text{A}=50\ \text{g.mol}^{-1}

Ditanya: s untuk pelarut air dan eter dalam g/100 g air dan dalam mol/L?

Dijawab:

mair=ρair×Vairm_{\text{air}}=\rho_{\text{air}}\times V_{\text{air}}

=1 gmL×50 mL=1\ \frac{\text{g}}{\text{mL}}\times50\ \text{mL}

=50 g=50\ \text{g}

meter=ρeter×Veterm_{\text{eter}}=\rho_{\text{eter}}\times V_{\text{eter}}

=0,713 gmL×50 mL=0,713\ \frac{\text{g}}{\text{mL}}\times50\ \text{mL}

=35,65 g=35,65\ \text{g}

Menyatakan kelarutan padatan A dalam air

mol A=mA dalam airMr\text{mol A}=\frac{m_{\text{A dalam air}}}{M_{\text{r}}}

=25 g50 gmol1=\frac{25\ \text{g}}{50\ \text{gmol}^{-1}}

=0,5 mol=0,5\ \text{mol}

Cara pertama : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran

sA=mol AVairs_{\text{A}}=\frac{\text{mol A}}{V_{\text{air}}}

=0,5 mol0,05 L=\frac{0,5\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}

=10 molL=10\ \frac{\text{mol}}{\text{L}}

Cara kedua : dinyatakan dalam gram/100 gram air

sA=mA dalam airmair=25 g50 g air=50 g100 g airs_{\text{A}}=\frac{m_{\text{A dalam air}}}{m_{\text{air}}}=\frac{25\ \text{g}}{50\ \text{g air}}=\frac{50\ \text{g}}{100\ \text{g air}}

Menyatakan kelarutan padatan A dalam eter

mol A=mA dalam eterMr\text{mol A}=\frac{m_{\text{A dalam eter}}}{M_{\text{r}}}

=5 g50 gmol1=\frac{5\ \text{g}}{50\ \text{gmol}^{-1}}

=0,1 mol=0,1\ \text{mol}

Cara pertama : dinyatakan dalam mol/L atau kemolaran

sA=mol AVeters_{\text{A}}=\frac{\text{mol A}}{V_{\text{eter}}}

=0,1 mol0,05 L=\frac{0,1\ \text{mol}}{0,05\ \text{L}}

=2 molL=2\ \frac{\text{mol}}{\text{L}}

Cara kedua : dinyatakan dalam gram/100 gram air

sA=mA dalam etermeter=5 g35,65 g eter=14,03 g100 g eters_{\text{A}}=\frac{m_{\text{A dalam eter}}}{m_{\text{eter}}}=\frac{5\ \text{g}}{35,65\ \text{g eter}}=\frac{14,03\ \text{g}}{100\ \text{g eter}}

Pelarut paling sesuai untuk padatan A adalah pelarut air karena A termasuk senyawa polar dengan kelarutan 10 mol/L atau 50 g/100 g air.