Latihan Sejarah Indonesia Kelas XII Upaya Bangsa Indonesia Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Sejarah Indonesia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 8
2. 3
3. 1
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Pengakuan kemerdekaan Indonesia tidak hanya diberikan oleh negara Asia & Afrika, melainkan juga dari salah satu negara penting Eropa, yakni Vatikan. Pengakuan tersebut adalah hasil perjuangan diplomasi salah satu tokoh Indonesia, yaitu ....

    A

    Kasman Singodimejo

    B

    Christian Soumokil

    C

    J. Leimena

    D

    Franz Magnis Suseno

    E

    Albertus Sugiyapranata

    Pembahasan:

    Pengakuan kemerdekaan Indonesia yang diberikan Vatikan (negara pusat agama Katolik dunia) menjadi sangat penting demi meraih simpati umat Katolik dunia. Keberhasilan pengakuan Vatikan tersebut dilakukan oleh tokoh Katolik Indonesia: Mgr. Albertus Sugiyapranata.

    Jadi, jawabannya adalah Albertus Sugiyapranata.

  • Pilgan

    Bagaimana jasa pejuang Daan Mogot dalam revolusi kemerdekaan dan mempertahankan integrasi bangsa?

    A

    Gugur dalam Pertempuran Blitar.

    B

    Gugur dalam pertempuran Surabaya.

    C

    Gugur dalam Pertempuran Ambarawa.

    D

    Gugur dalam Pertempuran Lengkong.

    E

    Gugur dalam Pertempuran Manado.

    Pembahasan:

    Daan Mogot adalah pejuang militer berusia muda asal Manado yang gugur dalam Peristiwa Pertempuran Lengkong (Serpong, Tangerang Selatan) pada 25 Januari 1946. Mayor Daan Mogot memimpin misi melucuti senjata tentara Jepang yang ada di Lengkong, Serpong, secara damai. Namun, naas, saat tiba di markas Jepang, pasukan dari Akademi Militer Tangerang tewas dalam pertempuran yang tidak seimbang.

    Tercatat 34 prajurit muda dan 3 perwira Tentara Republik Indonesia tewas saat itu, termasuk Daan Mogot. Mereka tewas di usia muda, 16-24 tahun. Sebagian prajurit luka berat dan sebagian yang tidak dapat melarikan diri ditawan Jepang.

    Nama Daan Mogot kini diabadikan menjadi nama jalan yang membentang dari Grogol, Jakarta Barat, hingga Kota Tangerang. Bersama Daan Mogot, dua perwira gugur, yaitu Letnan Satu Soebianto Djojohadikusumo dan Letnan Satu Sutopo.

    Jadi, jawabannya adalah Gugur dalam Pertempuran Lengkong.

  • Pilgan

    Mengapa mayoritas bangsa Indonesia tidak menghendaki federasi dan memilih kembali ke bentuk negara kesatuan (NKRI)?

    A

    Bentuk kesatuan dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi

    B

    Karena Belanda terbiasa dengan bentuk federal/federasi dalam mengelola negaranya

    C

    Karena bangsa Indonesia tidak pernah mengenal bentuk federasi sebelumnya

    D

    Karena bentuk negara kesatuan didukung oleh blok timur

    E

    Karena bentuk federal/federasi dianggap sebagai cermin keinginan Belanda

    Pembahasan:

    Mayoritas bangsa Indonesia menganggap bentuk federal/ federasi adalah cermin keinginan Belanda. Hal itu ditambah kekisruhan di berbagai negara bagian tidak memberi gairah untuk mempertahankan bentuk negara serikat.

    Bagi Belanda dengan bentuk federasi akan lebih mudah memecah belah persatuan bangsa Indonesia karena setiap negara bagian memiliki pemerintahan sendiri yang dapat diintervensi Belanda.

    Maka, jawaban yang tepat adalah Karena bentuk federal/federasi dianggap sebagai cermin keinginan Belanda.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Ahmad Yani.jpg

    Sumber: www.wikipedia.org

    Tokoh tersebut adalah Jenderal Ahmad Yani. Ia berperan dalam penumpasan gerakan PRRI-PERMESTA melalui gerakan militer, yaitu ....

    A

    Operasi Mandala

    B

    Operasi Mawar

    C

    Operasi Seroja

    D

    Operasi 17 Agustus

    E

    Operasi Sandi Yudha

    Pembahasan:

    Pada Agustus 1958, Ahmad Yani memerintahkan Operasi 17 Agustus terhadap PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatra Barat. Pasukannya berhasil merebut kembali Padang & Bukittiinggi.

    Hal itu menyebabkan ia dipromosikan menjadi wakil kepala Angkatan Darat ke-2 staf pada 1 September 1962, dan kemudian Kepala Angkatan Darat stafnya pada 13 November 1963 (otomatis menjadi anggota kabinet), menggantikan Jenderal Nasution.

    Jadi, jawabannya adalah Operasi 17 Agustus.

  • Pilgan

    Tragedi G30S 1965 hingga kini masih menimbulkan pertanyaan. Di era Orde Baru, PKI menjadi pihak mutlak dan satu-satunya yang harus bertanggung jawab. Namun menurut ilmuwan Ben Anderson, penyebab terjadinya Tragedi G30S 1965 adalah ....

    A

    Konflik internal Angkatan Darat

    B

    Campur tangan Tiongkok

    C

    Konflik Sukarno dengan Tentara

    D

    Intervensi Blok Barat khususnya Amerika Serikat

    E

    Intervensi pihak asing yakni Uni Soviet

    Pembahasan:

    Tragedi G30S 1965 hingga kini masih menimbulkan pertanyaan. Di era Orde Baru, PKI menjadi pihak mutlak dan satu-satunya yang harus bertanggung jawab. Namun menurut ilmuwan Ben Anderson, penyebab terjadinya Tragedi G30S 1965 adalah konflik internal Angkatan Darat.

    Alasannya terdapat pada pernyataan pemimpin Gerakan tersebut, yaitu Letnan Kolonel Untung. Ia menyatakan bahwa para pemimpin Angkatan Darat hidup bermewahmewahan dan memperkaya diri sehingga mencemarkan nama baik Angkatan Darat.

    Jadi, jawabannya yaitu Konflik internal Angkatan Darat.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Sumber: www.ziarahnews.com

    Tokoh tersebut adalah Yos Sudarso, salah satu pahlawan nasional, berlatar berlakang Angkatan Laut (Laksamana Madya TNI, Anumerta).

    Bagaimana pengorbanan penting Yos Sudarso dalam perjuangan mengatasi ancaman disintegrasi bangsa serta mempertahankan kemerdekaan?

    A

    Gugur dalam Pertempuran Laut Jawa di atas KRI Macan Tutul pada 1960.

    B

    Gugur dalam Pertempuran Laut Aru di atas KRI Macan Tutul pada 1962.

    C

    Berperang melawan pemberontak RMS (Republik Maluku Selatan).

    D

    Gugur dalam Pertempuran Laut Aru di atas KRI Jaguar pada 1965.

    E

    Gugur dalam Pertempuran Laut Banda di atas KRI Macan Tutul pada 1962.

    Pembahasan:

    Laksamana Madya TNI (Ant.) Yosaphat (Yos) Sudarso merupakan pahlawan nasional dari kalangan Angkatan Laut. Ia dinyatakan sebagai pahlawan nasional terutama setelah gugur pada peristiwa Pertempuran Laut Aru di atas KRI Macan Tutul pada 1962. Ia ditembak Kapal Patroli Belanda: Hr. Ms. Eversten.

    Jadi, jawabannya adalah Gugur dalam Pertempuran Laut Aru di atas KRI Macan Tutul pada 1962.

  • Pilgan

    Penumpasan gerakan DI/TII berlangsung dalam waktu cukup lama karena hal-hal berikut, kecuali ...

    A

    Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang di antaranya pemilik perkebunan, dan para pendukung Negara pasundan.

    B

    Tempat tinggal pasukan DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya.

    C

    Pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk.

    D

    Terjadi perebutan kepentingan internal antara elit militer (TNI).

    E

    Suasana politik yang tidak konsisten, serta prilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.

    Pembahasan:

    Penumpasan gerakan DI/TII ini memakan waktu cukup lama karena beberapa faktor, yaitu:

    • tempat tinggal pasukan DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya
    • pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk,
    • pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang di antaranya pemilik perkebunan, dan para pendukung Negara pasundan
    • suasana politik yang tidak konsisten, serta prilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.

    Jadi, jawabannya adalah Terjadi perebutan kepentingan internal antara elit militer (TNI).

  • Pilgan

    Proklamasi kemerdekaan Indonesia awalnya tidak digubris oleh pihak yang bersengketa dalam Perang Dunia II. Pada 2 September 1945, Jepang menandatangani perjanjian tanda menyerah kepada Sekutu di atas kapal ....

    A

    USS Renville

    B

    USS Franklin

    C

    USS Liberty

    D

    USS Arizona

    E

    USS Missouri

    Pembahasan:

    Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, pada 2 September 1945, Jepang menandatangani perjanjian penyerahan kerpada Sekutu di atas kapal USS Missouri. Perjanjian tersebut menganggap Indonesia sebagai daerah status quo.

    Singkatnya, hal tersebut berarti pihak Sekutu (Belanda) mengklaim berhak mendapatkan kembali Indonesia karena sebelumnya Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang, dan Sekutu telah berhasil memenangkan Perang Dunia II.

    Jadi, jawabannya adalah USS Missouri.

  • Pilgan

    Akhir-akhir ini gesekan politik berdampak pada masyarakat. Salah satunya politik identitas (menguatnya sentimen agama dan kesukuan) yang memecah belah persatuan bangsa. Bagaimana seharusnya pemerintah dalam mengatasinya, berdasarkan perspektif sejarah?

    A

    Melihat fenomena tersebut sebagai campur tangan asing sehingga pemerintah harus menutup akses elit asing masuk ke Indonesia.

    B

    Belajar dari sejarah era Orde Baru yang berhasil mempersatukan elemen masyarakat dalam demokrasi pancasila.

    C

    Melihat fenomena tersebut sebagai ketidakmerataan ekonomi dari masa lalu.

    D

    Belajar dari sejarah periode reformasi yang berhasil menumbangkan rezim otoriter Order Baru.

    E

    Belajar dari sejarah terutama periode 1945-1965 yang penuh dengan ancaman disintegrasi bangsa.

    Pembahasan:

    Ancaman disintegrasi bangsa pernah dialami Indonesia sangat kuat di periode awal kemerdekaan (1945-1965). Dalam kurun waktu tersebut terdapat banyak peristiwa/pemberontakan: PKI Madiun, DI/TII, APRA, Andi Azis, RMS, PRRI-PERMESTA, hingga G30S.

    Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi karena menguatnya pembelahan politik terutama melalui sentimen ideologi, agama dan kesukuan. Melihat fenomena saat ini, pemerintah dalam perspektif sejarah seharusnya belajar dari sejarah masa lalu, khususnya era 1945-1965 yang penuh gejolak dalam negeri.


    Berdasarkan penjabaran tersebut, maka jawabannya adalah

    Belajar dari sejarah terutama periode 1945-1965 yang penuh dengan ancaman disintegrasi bangsa.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Sumber: www.ikpni.or.id

    Tokoh tersebut merupakan salah satu putra asli Papua yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan membuktikan bahwa Papua adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), yaitu ....

    A

    Marthen Indey

    B

    Freddy Numberi

    C

    Frans Kaisiepo

    D

    Johannes Abraham Dimara

    E

    Silas Papare

    Pembahasan:

    Tokoh tersebut adalah Frans Kaisiepo. Namanya diabadikan menjadi nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak serta diabadikan di salah satu kapal yaitu KRI Frans Kaisiepo dan wajahnya diabadikan dalam mata uang Rp.10.000,00.

    Beberapa peran pentingnya yaitu:

    1. Mendirikan Partai Indonesia Merdeka di Biak, Papua.
    2. Menjadi anggota delegasi Konferensi Malino 1946.
    3. Menentang pembentukan NIT (Negara Indonesia Timur).
    4. Memimpin perlawanan rakyat Biak 1948 terhadap Belanda.
    5. Mendirikan Partai Politik Irian menuntut penyatuan Papua ke dalam NKRI.
    6. Menyatukan suara rakyat Papua dalam PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) ke dalam NKRI.

    Jadi, jawaban yang tepat adalah Frans Kaisiepo.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.073 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.