Latihan Sejarah Indonesia Kelas XII Gerakan Pemuda Masa Penjajahan Belanda dan Jepang
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Sejarah Indonesia
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
  • Pilgan

    Penegasan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ditekankan pertama kali pada peristiwa ….

    A

    Sidang Umum PBB

    B

    Kongres Pemuda I

    C

    Rapat Raksasa di Alun-Alun Yogyakarta

    D

    Rapat PPKI Tanggal 20 Agustus 1945

    E

    Kongres Pemuda II

    Pembahasan:

    Kongres Pemuda II mulai menyatukan pemikiran para pemuda dari berbagai daerah untuk satu tujuan bersama, yakni berjuang melawan penjajahan. Kongres yang berjalan selama dua hari tersebut akhirnya melahirkan sebuah deklarasi yang dikenang hingga saat ini. Tokoh yang kembali berjasa dalam merumuskan deklarasi tersebut adalah Muhammad Yamin.

    Kongres pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), menghasilkan keputusan penting yang disebut sebagai Sumpah Pemuda. Selain itu pada kongres tersebut Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman juga ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

    Agenda utama dalam sidang yang ketiga pada 28 Oktober 1928 menghasilkan keputusan bersama dalam kongres. Adapun keputusannya, sebagai berikut:

    1.      Ikrar Sumpah Pemuda

    • Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
    • Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
    • Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

    2. Menetapkan lagu Indonesia Raya karya W. R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

    3. Menetapkan bendera Merah Putih sebagai bendera nasional Indonesia.

    Jadi, penegasan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan ditekankan pertama kali pada peristiwa “Kongres Pemuda II”. 

  • Pilgan

    Berikut ini yang termasuk karya Muhammad Yamin bertemakan sejarah, yaitu …

    A

    Aceh di Mata Kolonialis Jilid I dan II

    B

    Geschiedenis der Ondernemingen van het Mangoenagorosche Rijk

    C

    Kuntala, Sriwijaya, dan Suwarnabhumi

    D

    Dari Holotan ke Jayakarta

    E

    Tatanegara Madjapahit: Sapta Parwa Jilid I-VII

    Pembahasan:

    Mohammad Yamin dikenal sebagai sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang memelopori beragam penulisan. Mohammad Yamin memulai karier sebagai penulis pada dekade 1920-an. Karya pertamanya ditulis menggunakan bahasa Melayu dalam jurnal Jong Sumantra, sebuah jurnal berbahasa Belanda pada tahun 1920. Salah satu karyanya adalah puisi berjudul Tanah Air. Tanah Air merupakan himpunan puisi modern Melayu pertama yang pernah diterbitkan.

    Adapun salah satu karyanya yang terkenal mengenai kerajaan Majapahit yang berjudul Tatanegara Madjapahit: Sapta Parwa Jilid I-VII. Buku tersebut mengulas sejarah ketatanegaraan Majapahit yang disusun menggunakan metode sejarah dan berbagai pendekatan. Rencananya, karya ini akan ditulis hingga 7 jilid, namun hanya sampai 4 jilid saja. Hal ini dikarenakan Mohammad Yamin wafat terlebih dahulu sebelum menyelesaikan penulisannya.

    Jadi, yang termasuk karya Muhammad Yamin bertemakan sejarah, yaitu “Tatanegara Madjapahit: Sapta Parwa Jilid I-VII".

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan berikut!

    Salah satu organisasi pada masa Pergerakan Nasional memiliki pokok pikiran sebagai berikut:

    1. Kesatuan nasional; mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan membentuk kesatuan aksi melawan Belanda.

    2. Solidaritas; menentang kepentingan para penjajah dengan bersatu padu melalui gerakan masing-masing.

    3. Nonkooperasi; kemerdekaan bukan hadiah dari Belanda, melainkan harus direbut dengan kekuatan sendiri.

    4. Swadaya; mengandalkan kekuatan sendiri agar mandiri dalam struktur kehidupan nasional.

    Berdasarkan pernyataan di atas maka keempat pokok pikiran tersebut merupakan pokok pikiran dari organisasi ....

    A

    Perhimpunan Indonesia

    B

    Menteng 31

    C

    Gabungan Partai Politik Indonesia

    D

    Indonische Studie Club

    E

    Jong Sumantran Bond

    Pembahasan:

    Pada awalnya, organisasi Perhimpunan Indonesia merupakan perubahan dari organisasi mahasiswa Indonesia atau Indische Vereeniging yang didirikan oleh R.M Noto Suroto pada tahun 1908. Seiring berjalannya waktu, jiwa kebangsaan organisasi ini mulai terbentuk dan berganti menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925. Organisasi ini juga mempunyai terbitan majalah bernama “Indonesia Merdeka”.

    PI kemudian menjadi organisasi politik yang radikal karena pengaruh dari Mohammad Hatta. Dia yang menyebabkan PI berkembang dan mendorong rekan-rekannya untuk menyalurkan pemikirannya ke dalam organisasi. Oleh sebab itu, PI juga memiliki tujuannya, yaitu 1) Menyadarkan para mahasiswa agar mempunyai komitmen yang bulat tentang persatuan dan kemerdekaan Indonesia; 2) PI harus membuka mata rakyat Belanda bahwa pemerintah kolonial sangat opresif, dan meyakinkan rakyat Indonesia tentang kebenaran perjuangan kaum nasionalis; 3) Mengembangkan ideologi yang bebas dan kuat di luar pembatasan-pembatasan Islam dan komunisme.

    Berdasarkan tujuan organisasinya, organisasi PI juga memiliki empat pokok pikiran sebagai berikut:

    1. Kesatuan nasional; mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan membentuk kesatuan aksi melawan Belanda.

    2. Solidaritas; menentang kepentingan para penjajah dengan bersatu padu melalui gerakan masing-masing.

    3. Nonkooperasi; kemerdekaan bukan hadiah dari Belanda, melainkan harus direbut dengan kekuatan sendiri.

    4. Swadaya; mengandalkan kekuatan sendiri agar mandiri dalam struktur kehidupan nasional.

    Jadi, empat pokok pikiran di atas merupakan tujuan dari organisasi “Perhimpunan Indonesia”.

  • Pilgan

    Mengapa M.H Thamrin sangat menentang adanya kebijakan Poenale Sanctie yang digulirkan oleh pemerintah Hindia Belanda?

    A

    Dapat memberikan sanksi mengenai kerja paksa untuk proyek pemerintah apabila membangkang pemerintahan kolonial.

    B

    Dapat mengganggu proses perbaikan perkampungan orang-orang pribumi di Jakarta.

    C

    Dapat merugikan kuli kontrak yang melanggar perjanjian karena bisa diberi hukuman tanpa melalui proses peradilan.

    D

    Dapat merugikan pengrajin batik pribumi akibat kebijakan yang menguntungkan kepada pengrajin batik Belanda dan Tionghoa.

    E

    Dapat mengancam keberadaan sekolah swasta yang dianggap mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum (rust en orde).

    Pembahasan:

    Mohammad Husni Thamrin merupakan salah satu anggota Volksraad yang cukup vokal terhadap kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Husni Thamrin menjadi anggota Volksraad pertama di usia 24 tahun. Sebelum menjadi anggota Volksraad, dia menduduki jabatan di Geementeraad atau Dewan Kota Batavia untuk mengurusi masalah perkampungan di Batavia. Dia juga dikenal sebagai pelopor program perbaikan perkampungan orang-orang pribumi di Jakarta.

    Setelah menjadi anggota Volksraad, dia bersama Kusumo Utoyo melakukan peninjauan ke daerah Sumatera untuk menyelidiki nasib buruh perkebunan yang sangat menderita akibat adanya Poenale Sanctie. Sanksi tersebut berisi hukuman yang diberikan kepada kuli kontrak apabila melanggar perjanjian. Akhirnya, pada tanggal 27 Januari 1930, Thamrin menyampaikan hasil perjalanannya dan menyebut Poenale Sanctie merupakan tindakan yang kejam.

    Ancaman boikot tidak hanya berasal dari dalam negeri, melainkan hingga ke Eropa dan Amerika. Hal ini membuat kebijakan Poenale Sanctie dihapus oleh pemerintah Hindia Belanda.

    Jadi, alasan M.H Thamrin sangat menentang adanya kebijakan Poenale Sanctie yang digulirkan oleh pemerintah Hindia Belanda adalah “Dapat merugikan kuli kontrak yang melanggar perjanjian karena bisa diberi hukuman tanpa melalui proses peradilan”.

  • Pilgan

    Tokoh yang berpendapat bahwa Soekarno-Hatta yang harus menandatangani naskah proklamasi atas nama bangsa Indonesia, yaitu ....

    A

    Achmad Soebardjo

    B

    Wikana

    C

    Mohammad Yamin

    D

    Soekarni

    E

    Sajoeti Melik

    Pembahasan:

    Pada awalnya, naskah Proklamasi akan ditandatangani seluruh orang yang hadir pada rapat sehari sebelum tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno dan Hatta memberikan pendapat bahwa naskah proklamasi harus ditandatangani oleh semua pihak yang hadir seperti Declaration of Independence milik Amerika Serikat. Hal tersebut kemudian ditentang oleh Soekarni, penandatanganan naskah proklamasi cukup diwakili oleh Soekarno-Hatta saja. Hal ini kemudian disetujui oleh seluruh anggota rapat.

    Soekarni dikenal sebagai aktivis militan yang pantang berkompromi dan pernah menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru atau Kelompok Menteng 31. Pada perumusan Proklamasi Kemerdekaan, Soekarni merupakan pelopor ”penjem­putan paksa” Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Pada proses perumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dia juga melakukan hal penting mengenai penandatanganan naskah proklamasi.

    Jadi, tokoh yang berpendapat bahwa Soekarno-Hatta adalah kedua tokoh yang dapat mewakili untuk proses penandatanganan naskah Proklamasi atas nama Bangsa Indonesia adalah “Soekarni”.

  • Pilgan

    Salah satu organisasi politik masa Pergerakan Nasional yang sikapnya radikal (menuntut kemerdekaan) saat pembentukan awalnya adalah ....

    A

    THHK

    B

    Sarekat Islam

    C

    Jong Java

    D

    Indische Partij

    E

    Jamiatul Khair

    Pembahasan:

    Organisasi Indische Partij didirikan oleh Douwes Dekker (Dr. Danuardja Setia Budhi), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) yang dikenal dengan nama “Tiga Serangkai”, pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung. Organisasi ini memiliki keistimewaan berupa usianya yang pendek namun anggaran dasarnya dijadikan program politik pertama di Indonesia, Keanggotaan dari organisasi ini berisi orang Indo dan bumiputera.

    Para pemimpin Indische Partij sangat vokal menulis beberapa kritik di harian De Expres, antara lain tulisan Suwardi yang berjudul “Sekiranya aku seorang Belanda”. Kemudian, Cipto menulis karangan berjudul “Kekuatan atau Ketakutan”. Douwes Dekker juga menulis karangan yang berjudul “Pahlawan Kita”.

    Gerakan IP sangatlah mengkhawatirkan pemerintah Kolonial Belanda, karena IP bersifat radikal dalam menuntut kemerdekaan Indonesia. Keadaan itu yang menyebabkan pemerintah bersikap keras hingga membuang ketiga tokoh tersebut ke luar Jawa.

    Jadi, Salah satu organisasi politik masa Pergerakan Nasional yang sikapnya radikal (menuntut kemerdekaan) saat pembentukan awalnya adalah "Indische Partij".

  • Pilgan

    Perhatikan penggalan isi pembelaan berikut!

    “Kini telah menjadi jelas bahwa pergerakan nasionalisme di Indonesia bukanlah bikinan kaum intelektual dan komunis saja, tetapi merupakan reaksi umum yang wajar dari rakyat jajahan yang dalam batinnya telah merdeka. Revolusi Indonesia adalah revolusi zaman sekarang, bukan revolusinya sekelompok-kelompok kecil kaum intelektual, tetapi revolusinya bagian terbesar rakyat dunia yang terbelakang dan diperbodoh.”

    Berdasarkan penggalan isi pembelaan di atas, tulisan ini sesuai dengan pembelaan ….

    A

    Kobarkan Semangat Revolusi

    B

    Mendayung di Antara Dua Karang

    C

    Andai Aku Seorang Belanda

    D

    Indonesia Menggugat

    E

    Kekuatan atau Ketakutan

    Pembahasan:

    Kegiatan PNI yang makin meluas dianggap membahayakan pemerintahan kolonial. Oleh karena itu, pada 29 Desember 1929 tokoh-tokoh PNI ditangkap dan dimasukkan ke penjara Sukamiskin, Bandung. Ir. Soekarno dan rekan-rekannya ditangkap polisi di Yogyakarta, kemudian dibawa ke Bandung, lalu pada 29 Desember 1929 diajukan ke pengadilan Bandung.

    Pada 18 Agustus sampai dengan 29 September 1930, Ir. Soekarno menulis dalam pembelaannya yang terkenal dengan judul “Indonesia Menggugat”. Salah satu isi dari pembelaan sebagai berikut:

    “Kini telah menjadi jelas bahwa pergerakan nasionalisme di Indonesia bukanlah bikinan kaum intelektual dan komunis saja, tetapi merupakan reaksi umum yang wajar dari rakyat jajahan yang dalam batinnya telah merdeka. Revolusi Indonesia adalah revolusi zaman sekarang, bukan revolusinya sekelompok-kelompok kecil kaum intelektual, tetapi revolusinya bagian terbesar rakyat dunia yang terbelakang dan diperbodoh.”

    Jadi, berdasarkan penggalan isi pembelaan di atas, tulisan ini sesuai dengan pembelaan “Indonesia Menggugat”.

  • Pilgan

    Berikut ini yang bukan termasuk organisasi wanita yang didirikan pada masa Pergerakan Nasional, yaitu ....

    A

    Istri Sedar

    B

    Aisyiyah

    C

    Kaumataan Istri

    D

    Gerwani

    E

    Putri Mardika

    Pembahasan:

    Pada masa Pergerakan Nasional, banyak organisasi yang diisi oleh kaum perempuan. Pada tahun 1912, Budi Utomo mulai memprakarsai berdirinya organisasi Putri Merdika di Jakarta yang bertujuan untuk memajukan pengajaran anak-anak perempuan. Adapun organisasi Kautamaan Istri didirikan oleh Raden Dewi Sartika pada 16 Januari 1904 di Kabupaten Bandung. Organisasi Aisyiyah merupakan salah satu cabang organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan pada tanggal 19 Mei 1917 sebagai upaya untuk memberdayakan perempuan di berbagai bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, penguatan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

    Adapun Gerwani merupakan salah satu cabang organisasi wanita yang didirikan pada 25 Januari 1954. Organisasi ini merupakan lanjutan dari Gerwis yang merupakan afiliasi dari Partai Komunis Indonesia. Gerwani pada awalnya berfokus pada masalah sosialisme dan feminisme, termasuk reformasi hukum perkawinan, hak-hak buruh, dan nasionalisme Indonesia. Setelah kudeta 30 September 1965, organisasi ini praktis dilarang karena ikut bertanggung jawab dalam tragedi tersebut.

    Jadi, yang bukan termasuk organisasi wanita yang didirikan pada masa Pergerakan Nasional adalah “Gerwani”.

  • Pilgan

    Perhatikan foto berikut!

    Sumber: upload.wikimedia.org

    Berdasarkan foto di atas, tokoh ini memiliki peran penting saat Proklamasi Kemerdekaan dalam hal ....

    A

    membentuk Barisan Pelopor Istimewa untuk menjaga rumah Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta

    B

    mengamankan naskah tertulis teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    C

    menyiap­kan tiang bendera dari bambu untuk pengibaran bendera merah putih

    D

    petugas pengibar bendera merah putih saat Proklamasi Kemerdekaan

    E

    mengetik naskah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    Pembahasan:

    Latif Hendraningrat atau Abdul Latif Hendraningrat adalah seorang anggota pasukan Peta berpangkat cudacho (komandan kompi). Latar belakang kemiliterannya yang menyebabkan ia ditunjuk sebagai penanggung jawab keamanan upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ketika upacara berlangsung, Latif Hendraningrat bersama S. Soehoed dipercaya sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih.

    Ketika pengibaran bendera Merah Putih, ia mendampingi Latif Hendraningrat yang masih memakai seragam lengkap pasukan Peta mengibarkannya.

    Jadi, pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Latif Hendraningrat berperan penting sebagai "petugas pengibar bendera merah putih saat Proklamasi Kemerdekaan".

  • Pilgan

    Perhatikan nama tokoh berikut!

    (1) Haji Samanhudi

    (2) Mohammad Hatta

    (3) Achmad Soebardjo

    (4) H.O.S Tjokroaminoto

    (5) H. Agus Salim

    (6) Otto Iskandardinata

    Berdasarkan nama tokoh tersebut, tokoh yang termasuk anggota Sarekat Islam ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    (1), (3), dan (4)

    B

    (3), (5), dan (6)

    C

    (2), (3), dan (5)

    D

    (1), (4), dan (5)

    E

    (1), (3), dan (5)

    Pembahasan:

    Sarekat Islam didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi di Kota Surakarta. Organisasi ini pada awalnya didirikan untuk menentang hegemoni perdagangan batik orang Tionghoa dan Belanda. Seiring berjalannya waktu, sifat keanggotaannya mulai terbuka dan berkembang pesat dengan basis massa terbesar pada waktu itu.

    Adapun beberapa tokoh dari Sarekat Islam, yaitu Haji Samanhudi, H.O.S Tjokroaminoto, dan Agus Salim. H. Samanhudi dikenal sebagai pendiri dari organisasi Sarekat Dagang Islam. Adapun H.O.S Tjokroaminoto dikenal sebagai pemimpin dari organisasi Sarekat Islam bersamaan dengan H. Agus Salim. Keduanya bergabung dengan Sarekat Islam Putih semenjak pecahnya Sarekat Islam menjadi dua golongan, yaitu Sarekat Islam Merah berhaluan komunis dengan Sarekat Islam Putih berhaluan Islam.

    Jadi, berdasarkan nama tokoh tersebut, tokoh yang termasuk anggota Sarekat Islam ditunjukkan oleh nomor "(1), (4), dan (5)".


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.