Sebanyak 100 ml NaOH 1 M dan 100 ml HCl 1 M direaksikan dalam sebuah tabung reaksi menghasilkan larutan garam. Berdasarkan reaksi tersebut maka larutan garam tersebut memiliki pH sebesar ....
Pada tabung reaksi tersebut terjadi reaksi yang dapat dituliskan seperti pada persamaan reaksi berikut:
NaOH(aq) + HCl(aq) ⟶ NaCl(aq) + H2O(l)
Larutan garam yang terbentuk yaitu larutan NaCl. Larutan garam NaCl tersebut akan terion dalam air menjadi:
NaCl(aq) ⟶ Na+(aq) + Cl-(aq)
Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH dan ion Cl- berasal dari asam kuat HCl. Kedua ion tersebut tidak dapat dihidrolisis oleh air, sehingga jumlah [H+] = [OH-]. Karena jumlah konsentrasi ion H+ dan ion OH- sama, maka penambahan garam tersebut tidak memengaruhi pH larutan atau memiliki pH netral seperti air, yaitu 7.
Jadi, larutan garam yang terbentuk memiliki pH 7,0.
Larutan NaOHmerupakan larutan basa sedangkan larutan H2S merupakan larutan asam, sehingga jika kedua larutan tersebut direaksikan maka akan menghasilkan larutan garam.
nNaOH =M×V
=1,92M×0,1L
=0,192mol
nH2S=M×V
=0,48M×0,2L
=0,096mol
Setelah bereaksi, dihasilkan senyawa Na2Sdalam volume 300 ml, maka konsentrasi larutan tersebut adalah:
M=volume total(L)mol
=0,3liter0,096mol
=0,32mol.L−1
[OH+]=Ka Kw×[S2−]
=1,2×10−710−14×3,2×10−1
=2,67×10−8
=1,63×10−4
pOH=−log[OH−]
=−log(1,63×10−4)
=4−log1,63
pH=14−pOH
=14−(4−log1,63)
=10+log1,63
Jadi, pH dari larutan tersebut adalah sebesar 10+log1,63.
Garam terhidrolisis sempurna adalah larutan garam yang ion-ion penyusunnya dapat mengalami reaksi hidrolisis dengan air. Berikut ini analisis dari masing-masing garam:
Garam AlCl3
AlCl3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
AlCl3(aq) ⟶Al3+(aq) + 3Cl-(aq)
Ion Al3+ berasal dari basa lemah Al(OH)3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
Al3+(aq) + 3H2O(l) ⟶Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)
Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Garam AlCl3 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion Al3+.
Garam Na2S
Na2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
Na2S(aq) ⟶2Na+(aq) + S2-(aq)
Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Ion S2- dari garam Na2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
S2-(aq) + 2H2O(l) ⟶H2S(aq) + 2OH-(aq)
Garam Na2S merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion S2-.
Garam NaNO2
NaNO2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
NaNO2(aq) ⟶Na+(aq) + NO2-(aq)
Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Ion NO2- dari garam NaNO2 berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
NO2-(aq) + H2O(l) ⟶HNO2(aq) + OH-(aq)
Garam NaNO2 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion NO2-.
Garam Fe(NO2)2
Fe(NO2)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
Fe(NO2)2(aq) ⟶Fe2+(aq) + 2NO2-(aq)
Ion Fe2+ berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
Fe2+(aq) + 2H2O(l) ⟶Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq)
Ion NO2-berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
NO2-(aq) + H2O ⟶HNO2(aq) + OH-(l)
Garam Fe(NO2)2 merupakan garam yang terhidrolisis sempurna karena kedua ion garam terhidrolisis dengan air.
Garam Mg(NO3)2
Mg(NO3)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
Mg(NO3)2(aq) ⟶Mg2+(aq) + 2NO3-(aq)
Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Garam Mg(NO3)2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.
Jadi, garam yang terhidrolisis sempurna adalah Fe(NO2)2.
Larutan garam XCl2 dalam air akan mengalami ionisasi seperti pada persamaan berikut ini:
XCl2(aq) ⟶ X2+(aq) + 2Cl-(aq)
Larutan garam XCl2 merupakan larutan yang terbentuk dari basa lemah XOH dan asam kuat HCl, sehingga larutan garam tersebut terhidrolisis sebagian dan bersifat asam. Berikut perhitungannya:
pH = 5
pH=−log[H+]
5=−log[H+]
[H+]=10−5
[H+]=KbKw×[X2+]
10−5=Kb10−14×8×10−3
(10−5)2=(Kb10−14×8×10−3)2
10−10=Kb10−14×8×10−3
10−10×Kb=8×10−17
Kb=8×10−7
Jadi, nilai Kb larutan tersebut adalah sebesar 8×10−7.
Garam yang memiliki pH > 7 berarti garam tersebut bersifat basa. Garam yang bersifat basa terbentuk dari larutan asam lemah dan basa kuat.
Garam Li2S berasal dari asam lemah H2S dan basa kuat LiOH, sehingga garam tersebut bersifat basa.
Garam CaSO4 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 dan asam kuat H2SO4, sehingga garam tersebut bersifat netral.
Garam NH4NO2 berasal dari basa lemah NH3 dan asam lemah HNO2. Garam tersebut terbentuk dari komponen asam-basa lemah sehingga sifat keasamannya bergantung pada nilai Ka dan Kb-nya. Jika nilai Ka > Kb maka larutan bersifat asam, sedangkan jika Ka < Kb maka larutan garam bersifat basa.
Garam NaCN berasal dari basa kuat NaOH dan asam lemah HCN, sehingga garam tersebut bersifat basa.
Garam BNO3 berasal dari basa lemah B(OH)3 dan asam kuat HNO3, sehingga garam tersebut bersifat asam.
Jadi, pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah 1) Li2S dan 4) NaCN.
Persamaan reaksi tersebut membuktikan bahwa larutan garam bersifat basa karena ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 yang bereaksi dengan air, sehingga melepaskan ion OH-. Akibatnya jumlah ion OH- bertambah dan larutan bersifat basa.
Berdasarkan pilihan jawaban di atas yang merupakan garam bersifat basa adalah Na2CO3.
Garam Na2CO3 jika dalam air terion menjadi Na2CO3(aq) ⟶2Na+(aq) + CO32-(aq)
Ion CO32-berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air.
Persamaan reaksinya yaitu:
CO32-(aq) + 2H2O(aq) ⟶ H2CO3(aq) + 2OH-(aq)
Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Suatu larutan MgCO3 memiliki konsentrasi sebesar 0,016 M. Jika diketahui nilai KbH2CO3=4×10−7 maka nilai pH dari larutan tersebut adalah .... (log 2 = 0,30)
Larutan MgCO3 di dalam air akan terion seperti pada persamaan berikut ini:
MgCO3(aq) ⟶ Mg2+(aq) + CO32-(aq)
Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 dan ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga larutan garam tersebut bersifat basa. Berikut perhitungan pH-nya:
[OH−]=KaKw×[CO32−]
=4×10−710−14×16×10−3
=4×10−10
=2×10−5
pOH=−log[OH−]
=−log 2×10−5
=5−log2
pH=14−pOH
=14−(5−log2)
=9+log2
=9+0,3
=9,3
Jadi, pH dari larutan tersebut adalah sebesar 9,3.
Larutan garam bersifat asam merupakan larutan yang terhidrolisis sebagian dengan air menghasilkan ion H+ sehingga konsentrasi ion H+ lebih besar dari OH-.
NiCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
NiCl2(aq) ⟶ Ni2+(aq) + 2Cl-(aq)
Ion Ni2+ berasal dari basa lemah Ni(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
Ni2+(aq) + 2H2O(l) ⟶ Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)
Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Jadi, persamaan reaksi yang menunjukkan sifat asam pada larutan NiCl2 adalah
Garam yang bersifat netral yaitu garam yang tidak terhidrolisis, sehingga jumlah ion H+ dan ion OH- tetap. Oleh karena itu adanya garam tidak mempengaruhi pH air murni. Berikut penjelasannya:
Garam ZnCl2
ZnCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
ZnCl2(aq) ⟶ Zn2+(aq) + 2Cl-(aq)
Ion Zn2+ berasal dari basa lemah Zn(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
Zn2+(aq) + 2H2O(l) ⟶ Zn(OH)2(aq) + 2H+(aq)
Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Jadi, garam ZnCl2 terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion H+ sehingga larutan tersebut akan bersifat asam.
Garam CH3COONa
CH3COONa terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
CH3COONa(aq) ⟶ Na+(aq) + CH3COO-(aq)
Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Ion CH3COO- berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
CH3COO-(aq) + H2O(l) ⟶ CH3COOH(aq) + OH-(aq)
Jadi, garam CH3COONa merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion OH- sehingga larutan tersebut akan bersifat basa.
Garam K3PO3
K3PO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
K3PO4(aq) ⟶ 3K+(aq) + PO33-(aq)
Ion K+ berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Ion PO33- berasal dari asam lemah H3PO3, sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
PO33-(aq) + 3H2O(l) ⟶ H3PO3(aq) + 3OH-(aq)
Jadi, garam K3PO3 terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion OH- sehingga larutan tersebut akan bersifat basa.
Garam Na2SO4
Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
Na2SO4(aq) ⟶ 2Na+(aq) + SO42-(aq)
Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Jadi, pada garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis, sehingga konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH- dan larutan tersebut akan bersifat netral.
Garam AgBr
AgBr terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:
AgBr(aq) ⟶ Ag+(aq) + Br-(aq)
Ion Ag+ berasal dari basa lemah AgOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:
Ag+(aq) + H2O(l) ⟶ AgOH(aq) + H+(aq)
Ion Br- berasal dari asam kuat HBr, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.
Jadi, garam AgBr terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion H+ sehingga larutan tersebut akan bersifat asam.
Jadi, larutan garam yang bersifat netral adalah Na2SO4.