Latihan Kimia Kelas XI Hidrolisis Garam
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Kimia
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan ini! 

    1. Anion garamnya terbentuk dari basa lemah FeOH

    2. Bersifat basa

    3. Terhidrolisis sempurna

    4. Memerahkan kertas lakmus biru

    5. Anion dari asam lemah dan kation dari basa lemah

    Pernyataan yang tepat tentang larutan garam FeCO3 adalah ....

    A

    3 dan 5

    B

    2 dan 4

    C

    2 dan 3

    D

    4 dan 5

    E

    1 dan 5

    Pembahasan:

    Garam FeCO3

    Garam FeCO3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    FeCO3(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + CO32-(aq


    Ion Fe2+ dari garam Fe(CO3)2 berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    Fe2+(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq


    Ion CO32- dari garam Fe(CO3)2 berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya sebagai berikut:

    CO32-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ HCO3(aq) + 2OH-(aq) 


    Berdasarkan penjelasan di atas maka pernyataan yang benar adalah :

    • (1) Anion garamnya terbentuk dari basa lemah FeOH (Salah)

    Anion dari garam berupa basa lemah Fe(OH)2

    • (2) Bersifat basa (Mungkin Benar atau Salah)

    Garam tersebut tersusun dari asam lemah dan basa lemah, sehingga untuk menentukan sifat larutan harus dibandingkan dengan harga Ka dan Kb-nya.

    • (3) Terhidrolisis sempurna (Benar)

    Karena kedua ion garam dapat bereaksi dengan air.

    • (4) Memerahkan kertas lakmus biru (Mungkin Benar atau Salah)

    Garam tersebut tersusun dari asam lemah dan basa lemah, sehingga untuk menentukan sifat larutan harus dibandingkan dengan harga Ka dan Kb-nya.

    • (5) Anion dari asam lemah dan kation dari basa lemah (Benar)

    Anion dari asam lemah berupa H2CO3 dan kation dari basa lemah berupa Fe(OH)2.


    Jadi, pernyataan yang tepat adalah pernyataan 3 dan 5.

  • Pilgan

    Sebanyak 100 ml NaOH 1 M dan 100 ml HCl 1 M direaksikan dalam sebuah tabung reaksi menghasilkan larutan garam. Berdasarkan reaksi tersebut maka larutan garam tersebut memiliki pH sebesar ....

    A

    4,0

    B

    9,0

    C

    8,5

    D

    6,5

    E

    7,0

    Pembahasan:

    Pada tabung reaksi tersebut terjadi reaksi yang dapat dituliskan seperti pada persamaan reaksi berikut:

    NaOH(aq) + HCl(aq) \longrightarrow NaCl(aq) + H2O(l)

    Larutan garam yang terbentuk yaitu larutan NaCl. Larutan garam NaCl tersebut akan terion dalam air menjadi:

    NaCl(aq) \longrightarrow Na+(aq) + Cl-(aq)

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH dan ion Cl- berasal dari asam kuat HCl. Kedua ion tersebut tidak dapat dihidrolisis oleh air, sehingga jumlah [H+] = [OH-]. Karena jumlah konsentrasi ion H+ dan ion OH- sama, maka penambahan garam tersebut tidak memengaruhi pH larutan atau memiliki pH netral seperti air, yaitu 7.

    Jadi, larutan garam yang terbentuk memiliki pH 7,0.

  • Pilgan

    Sebanyak 100 ml larutan NaOH 1,92 M direaksikan dengan 200 ml larutan H2S 0,48 M, maka pH dari larutan tersebut adalah .... (Ka H2S = 1,2 ×\times 10-7 )

    A

    3log1,033-\log1,03

    B

    10+log1,63 10+\log1,63\ 

    C

    10+log3,5610+\log3,56

    D

    3log1,63 3-\log1,63\ 

    E

    8log1,63 8-\log1,63\ 

    Pembahasan:

    Diketahui:

    V NaOH = 100 ml = 0,1 L

    M NaOH = 1,92 M

    V H2S = 200 ml = 0,2 L

    M H2S = 0,48 M

    Ka H2S = 1,2 ×\times 10-7


    Ditanya:

    Berapa nilai pH dari larutan tersebut?


    Dijawab:

    Larutan NaOH merupakan larutan basa sedangkan larutan H2S merupakan larutan asam, sehingga jika kedua larutan tersebut direaksikan maka akan menghasilkan larutan garam.


    n NaOH = M × V n\ \text{NaOH }=\ M\ \times\ V\ 

    = 1,92 M × 0,1 L =\ 1,92\ \text{M}\ \times\ 0,1\ \text{L}\ 

    = 0,192 mol  =\ 0,192\ \text{mol }\ 


    n H2S= M × V  n\ \text{H}_2\text{S}=\ M\ \times\ V\ \ 

    = 0,48 M × 0,2 L =\ 0,48\ \text{M}\ \times\ 0,2\ \text{L}\ 

    = 0,096 mol  =\ 0,096\ \text{mol }\ 


    Setelah bereaksi, dihasilkan senyawa Na2S dalam volume 300 ml, maka konsentrasi larutan tersebut adalah:

    M= molvolume total(L) M\text{}=\ \frac{\text{mol}}{\text{volume total}\left(\text{L}\right)}\ 

    = 0,096 mol0,3 liter =\ \frac{0,096\ \text{mol}}{0,3\ \text{liter}}\ 

    = 0,32 mol.L1 =\ 0,32\ \text{mol.L}^{-1}\ 


    [OH+] = KwK × [S2] \left[\text{OH}^+\right]\ =\ \sqrt{\frac{K_{\text{w}}}{K_{\text{a }}}\ \times\ \left[\text{S}^{2-}\right]}\ 

    = 10141,2 × 107 × 3,2 ×101 =\ \sqrt{\frac{10^{-14}}{1,2\ \times\ 10^{-7}}\ \times\ 3,2\ \times10^{-1}}\ 

    = 2,67 ×108  =\ \sqrt{2,67\ \times10^{-8}\ \ }

    =1,63 × 104 =1,63\ \times\ 10^{-4}\ 


    pOH =  log [OH]  \text{pOH}\ =\ -\ \text{l}\text{og}\ \left[\text{OH}^-\right]\ \ 

    =log(1,63 × 104)=-\log\left(\text{1},63\ \times\ 10^{-4}\right)

    = 4log1,63=\ 4-\log1,63


    pH = 14pOH  \text{pH}\ =\ 14-\text{pOH}\ \ 

    = 14(4log1,63)=\ 14-\left(4-\log1,63\right)

    = 10+log1,63=\ 10+\log1,63


    Jadi, pH dari larutan tersebut adalah sebesar 10 + log1,6310\ +\ \log1,63.

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang terhidrolisis sempurna adalah .... 

    A

    Na2S

    B

    NaNO2

    C

    AlCl3

    D

    Mg(NO3)2

    E

    Fe(NO2)2

    Pembahasan:

    Garam terhidrolisis sempurna adalah larutan garam yang ion-ion penyusunnya dapat mengalami reaksi hidrolisis dengan air. Berikut ini analisis dari masing-masing garam:

    • Garam AlCl3

    AlCl3 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AlCl3(aq)  \longrightarrow\ Al3+(aq) + 3Cl-(aq

    Ion Al3+ berasal dari basa lemah Al(OH)3 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Al3+(aq) + 3H2O(l)  \longrightarrow\ Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Garam AlCl3 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion Al3+.


    • Garam Na2S

    Na2S terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2S(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + S2-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion S2- dari garam Na2S berasal dari asam lemah H2S sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    S2-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ H2S(aq) + 2OH-(aq)

    Garam Na2S merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion S2-.


    • Garam NaNO2

    NaNO2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NaNO2(aq)  \longrightarrow\ Na+(aq) + NO2-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO2- dari garam NaNO2 berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    NO2-(aq) + H2O(l)  \longrightarrow\ HNO2(aq) + OH-(aq)

    Garam NaNO2 merupakan garam yang terhidrolisis sebagian karena hanya satu ion garam yang terhidrolisis dengan air, yaitu ion NO2-.


    • Garam Fe(NO2)2

    Fe(NO2)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Fe(NO2)2(aq)  \longrightarrow\ Fe2+(aq) + 2NO2-(aq

    Ion Fe2+ berasal dari basa lemah Fe(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Fe2+(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ Fe(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion NO2- berasal dari asam lemah HNO2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    NO2-(aq) + H2O  \longrightarrow\ HNO2(aq) + OH-(l)

    Garam Fe(NO2)2 merupakan garam yang terhidrolisis sempurna karena kedua ion garam terhidrolisis dengan air.


    • Garam Mg(NO3)2

    Mg(NO3)2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Mg(NO3)2(aq)  \longrightarrow\ Mg2+(aq) + 2NO3-(aq

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion NO3- berasal dari asam kuat HNO3 sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Garam Mg(NO3)2 merupakan garam yang tidak terhidrolisis.


    Jadi, garam yang terhidrolisis sempurna adalah Fe(NO2)2.

  • Pilgan

    Jika suatu larutan garam XCl2 0,008 M memiliki pH 5, maka harga Kb XOH adalah ....

    A

    8×1012  8\times10^{-12}\ \ 

    B

    5×105 5\times10^{-5}\ 

    C

    8×108 8\times10^{-8}\ 

    D

    7×102 7\times10^{-2}\ 

    E

    8×107 8\times10^{-7}\ 

    Pembahasan:

    Diketahui:

    M XCl2 = 0,008 M

    pH = 5


    Ditanya:

    Berapa nilai Kb XOH dari larutan tersebut?


    Dijawab:

    Larutan garam XCl2 dalam air akan mengalami ionisasi seperti pada persamaan berikut ini:

    XCl2(aq) \longrightarrow X2+(aq) + 2Cl-(aq)

    Larutan garam XCl2 merupakan larutan yang terbentuk dari basa lemah XOH dan asam kuat HCl, sehingga larutan garam tersebut terhidrolisis sebagian dan bersifat asam. Berikut perhitungannya:

    pH = 5

    pH =  log [H+]  \text{pH}\ =\ -\ \text{log}\ \left[\text{H}^+\right]\ \ 

    5 =  log [H+]   5\ =\ -\ \text{log}\ \left[\text{H}^+\right]\ \ \ 

    [H+] = 105  \left[\text{H}^+\right]\ =\ 10^{-5}\ \ 


    [H+] = Kw Kb × [X2+]  \left[\text{H}^+\right]\ =\ \sqrt{\frac{K_{\text{w}}\ }{K_{\text{b}}}\ \times\ \left[\text{X}^{2+}\right]\ }\ 

     105 = 1014Kb× 8 ×103   10^{-5}\ =\ \sqrt{\frac{10^{-14}}{K_{\text{b}}}\times\ 8\ \times10^{-3}\ \ }\ 

    (105)2 = (1014Kb× 8 ×103)2\left(10^{-5}\right)^2\ =\ \left(\sqrt{\frac{10^{-14}}{K_{\text{b}}}\times\ 8\ \times10^{-3}}\right)^2

    1010 =1014Kb× 8 ×103   10^{-10}\ =\frac{10^{-14}}{K_{\text{b}}}\times\ 8\ \times10^{-3}\ \ \ 

    1010 × Kb = 8 ×1017    10^{-10}\ \times\ K_{\text{b}}\ =\ 8\ \times10^{-17}\ \ \ \ 

    Kb = 8 × 107     K_{\text{b}}\ =\ 8\ \times\ 10^{-7}\ \ \ \ \ 


    Jadi, nilai Kb larutan tersebut adalah sebesar 8 ×1078\ \times10^{-7}.

  • Pilgan

    Diketahui beberapa senyawa garam berikut ini:

    1) Li2S

    2) CaSO4

    3) NH4NO2 

    4) NaCN

    5) BNO3 

    Pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah .... 

    A

    2) dan 3) 

    B

    1) dan 4)

    C

    4) dan 5) 

    D

    3) dan 5)

    E

    1) dan 2) 

    Pembahasan:

    Garam yang memiliki pH > 7 berarti garam tersebut bersifat basa. Garam yang bersifat basa terbentuk dari larutan asam lemah dan basa kuat. 

    • Garam Li2S berasal dari asam lemah H2S dan basa kuat LiOH, sehingga garam tersebut bersifat basa.
    • Garam CaSO4 berasal dari basa kuat Ca(OH)2 dan asam kuat H2SO4, sehingga garam tersebut bersifat netral
    • Garam NH4NO2 berasal dari basa lemah NH3 dan asam lemah HNO2. Garam tersebut terbentuk dari komponen asam-basa lemah sehingga sifat keasamannya bergantung pada nilai Ka dan Kb-nya. Jika nilai Ka > Kb maka larutan bersifat asam, sedangkan jika Ka < Kb maka larutan garam bersifat basa. 
    • Garam NaCN berasal dari basa kuat NaOH dan asam lemah HCN, sehingga garam tersebut bersifat basa.
    • Garam BNO3 berasal dari basa lemah B(OH)3 dan asam kuat HNO3, sehingga garam tersebut bersifat asam.


    Jadi, pasangan garam yang memiliki pH > 7 adalah 1) Li2S dan 4) NaCN.

  • Pilgan

    Perhatikan persamaan reaksi hidrolisis di bawah ini! 

    CO32-(aq) + 2H2O(l)  \longrightarrow\ H2CO3(aq) + 2OH-(aq

    Senyawa garam berikut yang hanya mengalami hidrolisis seperti persamaan reaksi di atas adalah .... 

    A

    K2SO4

    B

    Na2CO3

    C

    FeCO3

    D

    Al2(CO3)3

    E

    BaCl2

    Pembahasan:

    Persamaan reaksi tersebut membuktikan bahwa larutan garam bersifat basa karena ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 yang bereaksi dengan air, sehingga melepaskan ion OH-. Akibatnya jumlah ion OH- bertambah dan larutan bersifat basa. 

    Berdasarkan pilihan jawaban di atas yang merupakan garam bersifat basa adalah Na2CO3

    Garam Na2CO3 jika dalam air terion menjadi Na2CO3(aq)  \longrightarrow\ 2Na+(aq) + CO32-(aq

    • Ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga dapat bereaksi dengan air.

    Persamaan reaksinya yaitu:

    CO32-(aq) + 2H2O(aq) ⟶ H2CO3(aq) + 2OH-(aq)

    • Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.


    Jadi, jawaban yang benar adalah Na2CO3.

  • Pilgan

    Suatu larutan MgCO3 memiliki konsentrasi sebesar 0,016 M. Jika diketahui nilai KbH2CO3=4×107K_{\text{b}}\text{H}_2\text{CO}_3=4\times10^{-7} maka nilai pH dari larutan tersebut adalah .... (log 2 = 0,30)

    A

    10,4

    B

    4,4

    C

    9,3

    D

    8,4

    E

    6,4

    Pembahasan:

    Diketahui:

    M MgCO3 = 0,016 M

    Ka H2CO3=4×107 K_{\text{a}}\ \text{H}_2\text{CO}_3=4\times10^{-7}\ 

    log 2 = 0,30


    Ditanya:

    Berapa nilai pH dari larutan tersebut?


    Dijawab:

    Larutan MgCO3 di dalam air akan terion seperti pada persamaan berikut ini:

    MgCO3(aq) \longrightarrow Mg2+(aq) + CO32-(aq)

    Ion Mg2+ berasal dari basa kuat Mg(OH)2 dan ion CO32- berasal dari asam lemah H2CO3 sehingga larutan garam tersebut bersifat basa. Berikut perhitungan pH-nya:


    [OH] = Kw Ka × [CO32] \left[\text{OH}^-\right]\ =\ \sqrt{\frac{K_{\text{w}}\ }{K_{\text{a}}}\ \times\ \left[\text{CO}_3^{2-}\right]\ }

     = 10144 × 107× 16 ×103 =\ \sqrt{\frac{10^{-14}}{4\ \times\ 10^{-7}}\times\ 16\ \times10^{-3}\ }

    = 4 ×1010  =\ \sqrt{4\ \times10^{-10}\ \ }

    = 2 × 105  =\ 2\ \times\ 10^{-5}\ \ 


    pOH =  log [OH]  \text{pOH}\ =\ -\ \text{log}\ \left[\text{OH}^-\right]\ \ 

    =  log 2 × 105    =\ -\ \text{log 2}\ \times\ 10^{-5}\ \ \ \ 

    = 5  log 2   =\ 5\ -\ \text{log}\ 2\ \ \ 


    pH = 14  pOH  \text{pH}\ =\ 14\ -\ \text{pOH}\ \ 

    = 14  (5 log 2)   =\ 14\ -\ \left(5-\ \text{log}\ 2\right)\ \ \ 

    = 9 + log 2   =\ 9\ +\ \text{log}\ 2\ \ \ 

    = 9 + 0,3  =\ 9\ +\ 0,3\ \ 

    = 9,3  =\ 9,3\ \ 


    Jadi, pH dari larutan tersebut adalah sebesar 9,3.

  • Pilgan

    Persamaan reaksi berikut ini yang menunjukkan bahwa larutan NiCl2 merupakan larutan garam bersifat asam adalah .... 

    A

    Ni2+(aq) + H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    B

    Cl(aq) + H2O(l) \longrightarrow HCl(aq) + OH-(aq)

    C

    Cl-(aq) + H2O(l) \longrightarrow HCl(aq) + OH-(aq

    D

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    E

    NiCl2(aq) \longrightarrow Ni2+(aq) + 2Cl-(aq

    Pembahasan:

    Larutan garam bersifat asam merupakan larutan yang terhidrolisis sebagian dengan air menghasilkan ion H+ sehingga konsentrasi ion H+ lebih besar dari OH-.


    NiCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    NiCl2(aq) \longrightarrow Ni2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Ni2+ berasal dari basa lemah Ni(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.


    Jadi, persamaan reaksi yang menunjukkan sifat asam pada larutan NiCl2 adalah

    Ni2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Ni(OH)2(aq) + 2H+(aq)

  • Pilgan

    Larutan garam berikut ini yang bersifat netral adalah .... 

    A

    AgBr

    B

    Na2SO4

    C

    K3PO3

    D

    CH3COONa

    E

    ZnCl2

    Pembahasan:

    Garam yang bersifat netral yaitu garam yang tidak terhidrolisis, sehingga jumlah ion H+ dan ion OH- tetap. Oleh karena itu adanya garam tidak mempengaruhi pH air murni. Berikut penjelasannya:

    • Garam ZnCl2

    ZnCl2 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    ZnCl2(aq) \longrightarrow Zn2+(aq) + 2Cl-(aq

    Ion Zn2+ berasal dari basa lemah Zn(OH)2 sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Zn2+(aq) + 2H2O(l) \longrightarrow Zn(OH)2(aq) + 2H+(aq)

    Ion Cl- berasal dari asam kuat HCl, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam ZnCl2 terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion H+ sehingga larutan tersebut akan bersifat asam.


    • Garam CH3COONa

    CH3COONa terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    CH3COONa(aq) \longrightarrow Na+(aq) + CH3COO-(aq

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion CH3COO- berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    CH3COO-(aq) + H2O(l) \longrightarrow CH3COOH(aq) + OH-(aq)

    Jadi, garam CH3COONa merupakan garam yang terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion OH- sehingga larutan tersebut akan bersifat basa.


    • Garam K3PO3

    K3PO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    K3PO4(aq) \longrightarrow 3K+(aq) + PO33-(aq

    Ion K+ berasal dari basa kuat KOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion PO33- berasal dari asam lemah H3PO3, sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    PO33-(aq) + 3H2O(l) \longrightarrow H3PO3(aq) + 3OH-(aq)

    Jadi, garam K3PO3 terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion OH- sehingga larutan tersebut akan bersifat basa.


    • Garam Na2SO4

    Na2SO4 terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    Na2SO4(aq) \longrightarrow 2Na+(aq) + SO42-(aq)

    Ion Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Ion SO42- berasal dari asam kuat H2SO4, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, pada garam Na2SO4 merupakan garam yang tidak terhidrolisis, sehingga konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH- dan larutan tersebut akan bersifat netral.


    • Garam AgBr

    AgBr terionisasi dalam air menurut persamaan reaksi berikut:

    AgBr(aq) \longrightarrow Ag+(aq) + Br-(aq)

    Ion Ag+ berasal dari basa lemah AgOH sehingga dapat bereaksi dengan air. Persamaan reaksinya yaitu:

    Ag+(aq) + H2O(l) \longrightarrow AgOH(aq) + H+(aq)

    Ion Br- berasal dari asam kuat HBr, sehingga tidak dapat bereaksi dengan air.

    Jadi, garam AgBr terhidrolisis sebagian dan menghasilkan ion H+ sehingga larutan tersebut akan bersifat asam.


    Jadi, larutan garam yang bersifat netral adalah Na2SO4.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.