Latihan Fisika Kelas XII Daya dan Energi Listrik
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar rangkaian berikut.

    Energi yang diperlukan tiap detik dalam hambatan 4 Ω4\ \Omega adalah ....

    A

    24 W

    B

    15 W

    C

    18 W

    D

    12 W

    E

    9 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 V1V_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1=4 ΩR_1=4\ \Omega

    Tegangan sumber 2 V2V_2 = 6 V

    Hambatan 2 R2=0R_2=0

    Hambatan 3 R3=2 ΩR_3=2\ \Omega

    Ditanya:

    Daya pada hambatan 1 P1=P_1=?

    Dijawab:

    Menghitung arus yang mengalir pada hambatan 4 Ω4\ \Omega

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Sesuai dengan hukum I KIrchhoff, berlaku:

    I3=I1+I2I_3=I_1+I_2

    Karena loop II lebih sederhana, maka dapat dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff.

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    −6+I2(0)+I3(2)=0-6+I_2\left(0\right)+I_3\left(2\right)=0

    −6+2I3=0-6+2I_3=0

    2I3=62I_3=6

    I3=62I_3=\frac{6}{2}

    I3=3I_3=3 A

    Selanjutnya menghitung arus pada loop I.

    Loop I

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε1+I1R1+I3R3=0\varepsilon_1+I_1R_1+I_3R_3=0

    −12+I1(4)+(3)(2)=0-12+I_1\left(4\right)+\left(3\right)\left(2\right)=0

    −12+4I1+6=0-12+4I_1+6=0

    −6+4I1=0-6+4I_1=0

    4I1=64I_1=6

    I1=64I_1=\frac{6}{4}

    I1=1,5I_1=1,5 A

    Menghitung daya

    Energi tiap satuan waktu merupakan daya yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Maka, besar daya pada hambatan 1 adalah sebagai berikut.

    P1=I12R1P_1=I_1^2R_1

    P1=(1,5)2(4)P_1=\left(1,5\right)^2\left(4\right)

    P1=(2,25)(4)P_1=\left(2,25\right)\left(4\right)

    P1=9P_1=9 W

    Jadi, energi yang diperlukan tiap detik dalam hambatan 4Ω4\Omega adalah 9 W.

  • Pilgan

    Sebuah motor listrik DC memiliki spesifikasi 1.000 W/220 V. Jika motor tersebut dipasang pada tegangan 55 V, maka daya lampu yang bekerja adalah ....

    A

    12,5 W

    B

    25 W

    C

    75 W

    D

    47,5 W

    E

    62,5 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya motor P1P_1 = 1.000 W

    Tegangan motor V1V_1 = 220 V

    Tegangan yang berlaku V2V_2 = 55 V

    Ditanya:

    Daya motor pada tegangan tersebut P2P_2 = ?

    Jawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Dari persamaan tersebut, daya berbanding lurus dengan kuadrat tegangan.

    P1P2=(V1V2)2\frac{P_1}{P_2}=\left(\frac{V_1}{V_2}\right)^2

    1.000P2=(22055)2\frac{1.000}{P_2}=\left(\frac{220}{55}\right)^2

    P2=1.00042P_2=\frac{1.000}{4^2}

    P2=62,5P_2=62,5 W

    Jadi, daya motor yang bekerja adalah 62,5 W.

  • Pilgan

    Dua buah lampu yaitu lampu A dan B disusun secara seri dan dihubungkan dengan baterai bertegangan 220 V seperti pada gambar di bawah ini.

    Jika spesifikasi lampu A adalah 18 W; 220 V, dan lampu B adalah 36 W; 220 V, maka pernyataan yang benar tentang daya lampu A dan B setelah dirangkai adalah ....

    A

    daya pada lampu B adalah 8 W

    B

    daya pada lampu A adalah 4 W

    C

    daya pada lampu A adalah 18 W

    D

    jumlah daya lampu A dan B adalah 12 W

    E

    daya pada lampu B adalah 36 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tegangan baterai VV = 220 V

    Gambar rangkaian:

    Spesifikasi lampu:

    Daya lampu A sebelum dirangkai PAP_{\text{A}} = 18 W

    Tegangan lampu A VAV_{\text{A}} = 220 V

    Daya lampu B sebelum dirangkai PBP_{\text{B}} = 36 W

    Tegangan lampu B VBV_{\text{B}} = 220 V

    Ditanya:

    Pernyataan yang benar?

    Dijawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=V I=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=V\ I=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Untuk menentukan besar daya lampu setelah dirangkai, maka harus menentukan besar hambatan masing-masing lampu melalui persamaan daya seperti berikut.

    P=V2R → R=V2PP=\frac{V^2}{R}\ \rightarrow\ R=\frac{V^2}{P}

    Maka hambatan masing-masing lampu adalah:

    Lampu A

    RA=VA2PAR_{\text{A}}=\frac{V_{\text{A}}^2}{P_{\text{A}}}

    RA=(220)218R_{\text{A}}=\frac{\left(220\right)^2}{18}

    Lampu B

    RB=VB2PBR_{\text{B}}=\frac{V_{\text{B}}^2}{P_{\text{B}}}

    RB=(220)236R_{\text{B}}=\frac{\left(220\right)^2}{36}

    Menentukan arus yang mengalir pada rangkaian.

    Sesuai dengan hukum Ohm maka berlaku:

    Vtotal=IRtotalV_{\text{total}}=IR_{\text{total}}

    Karena lampu dirangkai seri, maka RtotalR_{\text{total}} merupakan penjumlahan dari hambatan dari setiap lampu. Sehingga:

    Vtotal=I(RA+RB)V_{\text{total}}=I\left(R_{\text{A}}+R_{\text{B}}\right)

    I=Vtotal(RA+RB)I=\frac{V_{\text{total}}}{\left(R_{\text{A}}+R_{\text{B}}\right)}

    I=220((220)218+(220)236)I=\frac{220}{\left(\frac{\left(220\right)^2}{18}+\frac{\left(220\right)^2}{36}\right)}

    I=1220(236+136)I=\frac{1}{220\left(\frac{2}{36}+\frac{1}{36}\right)}

    I=1220(336)I=\frac{1}{220\left(\frac{3}{36}\right)}

    I=166036I=\frac{1}{\frac{660}{36}}

    I=36660I=\frac{36}{660}

    I=355I=\frac{3}{55}

    Menentukan daya masing-masing lampu.

    Lampu A

    PA′=I2RAP_{\text{A}}'=I^2R_{\text{A}}

    PA′=(355)2(220218)P_{\text{A}}'=\left(\frac{3}{55}\right)^2\left(\frac{220^2}{18}\right)

    PA′=(93.025)(48.40018)P_{\text{A}}'=\left(\frac{9}{3.025}\right)\left(\frac{48.400}{18}\right)

    PA′=24.2003.025P_{\text{A}}'=\frac{24.200}{3.025}

    PA′=8P_{\text{A}}'=8 W

    Lampu B

    PB′=I2RBP_{\text{B}}'=I^2R_{\text{B}}

    PB′=(355)2(220236)P_{\text{B}}'=\left(\frac{3}{55}\right)^2\left(\frac{220^2}{36}\right)

    PB′=(93.025)(48.40036)P_{\text{B}}'=\left(\frac{9}{3.025}\right)\left(\frac{48.400}{36}\right)

    PB′=12.1003.025P_{\text{B}}'=\frac{12.100}{3.025}

    PB′=4P_{\text{B}}'=4 W

    Menghitung jumlah daya kedua lampu setelah dirangkai.

    Ptotal=PA′+PB′P_{\text{total}}=P_{\text{A}}'+P_{\text{B}}'

    Ptotal=8+4P_{\text{total}}=8+4

    Ptotal=12P_{\text{total}}=12 W

    Jadi, pernyataan yang benar tentang daya lampu A dan B setelah dirangkai adalah jumlah daya lampu A dan B adalah 12 W.

  • Pilgan

    Sebuah lampu pijar dengan spesifikasi 60 W pada 220 volt, dipasang pada suatu sumber potensial sebesar 110 volt. Daya yang diperlukan lampu adalah ....

    A

    30 W

    B

    120 W

    C

    60 W

    D

    240 W

    E

    15 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Spesifikasi daya lampu PLP_{\text{L}} = 60 W

    Spesifikasi tegangan lampu VLV_{\text{L}} = 220 V

    Tegangan sumber VSV_{\text{S}} = 110 V

    Ditanya:

    Daya yang diperlukan lampu PL′=P_{\text{L}}'=?

    Dijawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Berdasarkan persamaan:

    P=V2RP=\frac{V^2}{R}

    Daya sebanding dengan kuadrat tegangan P ∼ V2P\ \sim\ V^2 . Sehingga, karena tegangan lampu tidak sama dengan tegangan sumber, maka dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut.

    PLPL′=(VLVS)2\frac{P_{\text{L}}}{P_{\text{L}}'}=\left(\frac{V_{\text{L}}}{V_{\text{S}}}\right)^2

    PL′=(VSVL)2PLP_{\text{L}}'=\left(\frac{V_{\text{S}}}{V_{\text{L}}}\right)^2P_{\text{L}}

    PL′=(110220)2(60)P_{\text{L}}'=\left(\frac{110}{220}\right)^2\left(60\right)

    PL′=(12)2(60)P_{\text{L}}'=\left(\frac{1}{2}\right)^2\left(60\right)

    PL′=(14)(60)P_{\text{L}}'=\left(\frac{1}{4}\right)\left(60\right)

    PL′=15P_{\text{L}}'=15 W

    Jadi, daya yang diperlukan lampu adalah 15 W.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar rangkaian berikut.

    Besar daya pada hambatan 4 Ω4\ \Omega adalah ....

    A

    6 W

    B

    9 W

    C

    24 W

    D

    12 W

    E

    18 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 V1V_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1=6 ΩR_1=6\ \Omega

    Tegangan sumber 2 V2V_2 = 6 V

    Hambatan 2 R2=0R_2=0

    Hambatan 3 R3=4 ΩR_3=4\ \Omega

    Ditanya:

    Daya pada hambatan 3 P3=P_3=?

    Dijawab:

    Menghitung arus yang mengalir pada hambatan 4 Ω4\ \Omega

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Karena loop II lebih sederhana, maka arus yang melalui hambatan 3 akan lebih mudah jika dihitung dengan menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff pada loop II.

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    6+I2(0)+I3(4)=06+I_2\left(0\right)+I_3\left(4\right)=0

    6+4I3=06+4I_3=0

    4I3=−64I_3=-6

    I3=−64I_3=-\frac{6}{4}

    I3=−1,5I_3=-1,5 A

    Menghitung daya

    Energi tiap satuan waktu merupakan daya yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Maka, besar daya pada hambatan 1 adalah sebagai berikut.

    P3=I32R3P_3=I_3^2R_3

    P3=(−1,5)2(4)P_3=\left(-1,5\right)^2\left(4\right)

    P3=(2,25)(4)P_3=\left(2,25\right)\left(4\right)

    P3=9P_3=9 W

    Jadi, besar daya pada hambatan 4 Ω4\ \Omega adalah 9 W.

  • Pilgan

    Sebagai bentuk penghematan energi, Rena memasang sel surya di rumahnya. Sel surya yang Rena pasang mampu menerima intensitas Matahari yang besarnya 10310^3 W/m2 dan memiliki luas permukaan 0,002 m. Sel surya tersebut dapat menghasilkan 0,4 A arus listrik dengan tegangan 2 V. Efisiensi sel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik adalah ... %.

    A

    40

    B

    0,2

    C

    0,4

    D

    20

    E

    80

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Intensitas Matahari II = 103 W/m2

    Luas sel surya AA = 0,002 m

    Arus listrik IlistrikI_{\text{listrik}} = 0,4 A

    Tegangan VV = 2 V

    Ditanya:

    Efisiensi sel surya η=\eta=?

    Dijawab:

    Soal merupakan gabungan antara konsep listrik dan cahaya.

    Berdasarkan konsep cahaya, intensitas cahaya merupakan perbandingan antara daya cahaya dengan luas permukaan dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    I=PcahayaAI=\frac{P_{\text{cahaya}}}{A}

    Maka, daya cahaya adalah:

    Pcahaya=I AP_{\text{cahaya}}=I\ A

    Sedangkan daya listrik merupakan energi persatuan waktu atau perkalian antara tegangan dengan arus listrik yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Plistrik=VIlistrikP_{\text{listrik}}=VI_{\text{listrik}}

    Menghitung efisiensi sel surya

    Efisiensi merupakan perbandingan daya yang dihasilkan dengan daya yang diperlukan. Karena terjadi perubahan energi cahaya menjadi energi listrik, maka efisiensi sel surya dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    η=PlistrikPcahaya×100%\eta=\frac{P_{\text{listrik}}}{P_{\text{cahaya}}}\times100\%

    η=VIlistrikI A×100%\eta=\frac{VI_{\text{listrik}}}{I\ A}\times100\%

    η=(2)(0,4)(103)(0,002)×100%\eta=\frac{\left(2\right)\left(0,4\right)}{\left(10^3\right)\left(0,002\right)}\times100\%

    η=0,82×100%\eta=\frac{0,8}{2}\times100\%

    η=0,4×100%\eta=0,4\times100\%

    η=40%\eta=40\%

    Jadi, efisiensi sel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik adalah 40 %.

  • Pilgan

    Daya pada sebuah motor listrik tiap waktunya adalah sebagai berikut.

    Besarnya energi yang dikonsumsi motor dalam rentang waktu tersebut adalah ....

    A

    1.500 J

    B

    1.250 J

    C

    2.000 J

    D

    2.500 J

    E

    1.750 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Grafik daya terhadap waktu.

    Ditanya:

    Banyaknya energi yang dikonsumsi WW = ?

    Jawab:

    Daya merupakan energi yang dikonsumsi tiap detiknya. Pada kurva daya terhadap waktu, banyaknya energi yang dikonsumsi adalah hasil penjumlahan daya sesaat dikali partisi waktu atau W=ΣPΔtW=\Sigma P\Delta t. Dengan kata lain, banyaknya energi adalah luas di bawah grafik daya terhadap waktu tersebut.

    Luas grafik bisa dibagi menjadi 2 bangun sebagai berikut.

    Luas Bangun I

    LI=(panjang)(lebar)L_{\text{I}}=\left(\text{panjang}\right)\left(\text{lebar}\right)

    =(10−5)(150−100)=\left(10-5\right)\left(150-100\right)

    =(5)(50)=\left(5\right)\left(50\right)

    =250=250 J

    Luas Bangun II

    LII=(panjang)(lebar)L_{\text{II}}=\left(\text{panjang}\right)\left(\text{lebar}\right)

    =(15−0)(100−0)=\left(15-0\right)\left(100-0\right)

    =(15)(100)=\left(15\right)\left(100\right)

    =1.500=1.500 J

    Sehingga banyaknya energi yang dikonsumsi adalah

    W=LI+LIIW=L_{\text{I}}+L_{\text{II}}

    =250+1.500=250+1.500

    =1.750=1.750 J

    Jadi, besarnya energi yang dikonsumsi motor dalam rentang waktu tersebut adalah 1.750 J.

  • Pilgan

    Andin membeli kompor listrik yang memiliki tegangan 210 V dengan besar hambatannya adalah 15 Ohm. Agar dapat digunakan untuk memanaskan air, kompor tersebut harus dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 210 V. Jika kompor listrik itu digunakan Andin untuk memanaskan 1 kg air yang bersuhu 12 ∘C12\ ^{\circ}\text{C} selama 2 menit, maka suhu akhir air tersebut adalah .... (cair=4.200c_{\text{air}}=4.200 J/kg ∘C^{\circ}\text{C})

    A

    96 ∘C96\ ^{\circ}\text{C}

    B

    26 ∘C26\ ^{\circ}\text{C}

    C

    63 ∘C63\ ^{\circ}\text{C}

    D

    84 ∘C84\ ^{\circ}\text{C}

    E

    54 ∘C54\ ^{\circ}\text{C}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Spesifikasi kompor listrik

    Tegangan kompor listrik VkomporV_{\text{kompor}} = 210 V

    Hambatan kompor listrik Rkompor=15 ΩR_{\text{kompor}}=15\ \Omega

    Tegangan sumber VV = 210 V

    Massa air mm = 1 kg

    Suhu awal air T1=12 ∘CT_1=12\ ^{\circ}\text{C}

    Waktu memanaskan air t=2 menit=(2)(60)=120t=2\ \text{menit}=\left(2\right)\left(60\right)=120 s

    Kalor jenis air cair=4.200c_{\text{air}}=4.200 J/kg ∘C^{\circ}\text{C}

    Ditanya:

    Suhu akhir air T2=T_2=?

    Dijawab:

    Soal merupakan gabungan antara energi listrik dengan kalor. Berdasarkan konsep, energi listrik dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Elistrik=VItE_{\text{listrik}}=VIt

    Dengan P=VIP=VI, maka:

    Elistrik=PtE_{\text{listrik}}=Pt

    Dengan PP adalah daya, karena berdasarkan hukum Ohm I=VRI=\frac{V}{R} , maka persamaan energi listrik juga bisa diubah menjadi:

    Elistrik=V(VR)tE_{\text{listrik}}=V\left(\frac{V}{R}\right)t

    Elistrik=V2RtE_{\text{listrik}}=\frac{V^2}{R}t

    Menghitung suhu akhir air yang dipanaskan selama 120 s

    Karena proses mendidihkan air dengan kompor listrik melibatkan perubahan energi listrik menjadi panas, maka:

    Elistrik=EkalorE_{\text{listrik}}=E_{\text{kalor}}

    Pkomport=m cairΔTP_{\text{kompor}}t=m\ c_{\text{air}}\Delta T

    V2Rkomport=m cair(T2−T1)\frac{V^2}{R_{\text{kompor}}}t=m\ c_{\text{air}}\left(T_2-T_1\right)

    T2−T1=V2Rkomport(1m cair)T_2-T_1=\frac{V^2}{R_{\text{kompor}}}t\left(\frac{1}{m\ c_{\text{air}}}\right)

    T2=V2Rkomport(1m cair)+T1T_2=\frac{V^2}{R_{\text{kompor}}}t\left(\frac{1}{m\ c_{\text{air}}}\right)+T_1

    T2=(210)215(120)(1(1)(4.200))+12T_2=\frac{\left(210\right)^2}{15}\left(120\right)\left(\frac{1}{\left(1\right)\left(4.200\right)}\right)+12

    T2=(44.100)(120)63.000+12T_2=\frac{\left(44.100\right)\left(120\right)}{63.000}+12

    T2=(0,7)(120)+12T_2=\left(0,7\right)\left(120\right)+12

    T2=84+12T_2=84+12

    T2=96 ∘CT_2=96\ ^{\circ}\text{C}

    Jadi, maka suhu akhir air tersebut adalah 96 ∘C96\ ^{\circ}\text{C}.

  • Pilgan

    Empat buah lampu identik (40 W, 110V) dirangkai seri paralel seperti pada gambar berikut.

    Jika rangkaian keempat lampu dihubungkan dengan tegangan 220 V. Daya yang dihasilkan oleh keempat lampu tersebut adalah ... watt.

    A

    20

    B

    64

    C

    80

    D

    16

    E

    40

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jumlah lampu nn = 4 lampu

    Spesifikasi lampu

    Daya lampu 1 = lampu 2 = lampu 3 = lampu 4 P1=P2=P3=P4P_1=P_2=P_3=P_4 = 40 W

    Tegangan lampu 1 = lampu 2 = lampu 3 = lampu 4 V1=V2=V3=V4V_1=V_2=V_3=V_4 = 110 V

    DIsusun seri-paralel seperti pada gambar berikut:

    Tegangan sumber VSV_{\text{S}} = 220 V

    Ditanya:

    Daya yang dihasilkan keempat lampu setelah dirangkai Ptotal=P_{\text{total}}=?

    Dijawab:

    Yang tetap dari keempat lampu adalah hambatan lampu. Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Berdasarkan persamaan:

    PL=VL2RL→ RL=VL2PLP_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{R_{\text{L}}}\rightarrow\ R_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{P_{\text{L}}}

    Maka,

    RL=(110)240R_{\text{L}}=\frac{\left(110\right)^2}{40}

    Untuk 2 lampu yang dipasang seri dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    Rs=RL1+RL2R_{\text{s}}=R_{\text{L1}}+R_{\text{L2}}

    Rs=RL+RLR_{\text{s}}=R_{\text{L}}+R_{\text{L}}

    Rs=(110)240+(110)240R_{\text{s}}=\frac{\left(110\right)^2}{40}+\frac{\left(110\right)^2}{40}

    Rs=(2)(110)240R_{\text{s}}=\left(2\right)\frac{\left(110\right)^2}{40}

    Rs=(110)220 ΩR_{\text{s}}=\frac{\left(110\right)^2}{20}\ \Omega

    Sedangkan 2 lampu yang dipasang paralel dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    1RP=1RL3+1RL4\frac{1}{R_{\text{P}}}=\frac{1}{R_{\text{L3}}}+\frac{1}{R_{\text{L4}}}

    1RP=1RL+1RL\frac{1}{R_{\text{P}}}=\frac{1}{R_{\text{L}}}+\frac{1}{R_{\text{L}}}

    1RP=2RL\frac{1}{R_{\text{P}}}=\frac{2}{R_{\text{L}}}

    RP=RL2R_{\text{P}}=\frac{R_{\text{L}}}{2}

    RP=(110)2402R_{\text{P}}=\frac{\frac{\left(110\right)^2}{40}}{2}

    RP=(110)280 ΩR_{\text{P}}=\frac{\left(110\right)^2}{80}\ \Omega

    Sehingga, hambatan total pada rangkaian adalah:

    Rtotal=Rs+RPR_{\text{total}}=R_{\text{s}}+R_{\text{P}}

    Rtotal=(110)220 Ω+(110)280 ΩR_{\text{total}}=\frac{\left(110\right)^2}{20}\ \Omega+\frac{\left(110\right)^2}{80}\ \Omega

    Rtotal=(4+1)(110)280R_{\text{total}}=\frac{\left(4+1\right)\left(110\right)^2}{80}

    Rtotal=(5)(110)280R_{\text{total}}=\frac{\left(5\right)\left(110\right)^2}{80}

    Rtotal=(110)216R_{\text{total}}=\frac{\left(110\right)^2}{16}

    Menghitung daya total

    Ptotal=VS2RtotalP_{\text{total}}=\frac{V_{\text{S}}^2}{R_{\text{total}}}

    Ptotal=(220)2(110)216P_{\text{total}}=\frac{\left(220\right)^2}{\frac{\left(110\right)^2}{16}}

    Ptotal=(220)2(110)2(16)P_{\text{total}}=\frac{\left(220\right)^2}{\left(110\right)^2}\left(16\right)

    Ptotal=(2)2(16)P_{\text{total}}=\left(2\right)^2\left(16\right)

    Ptotal=(4)(16)P_{\text{total}}=\left(4\right)\left(16\right)

    Ptotal=64P_{\text{total}}=64 W

    Jadi, daya yang dihasilkan oleh keempat lampu tersebut adalah 64 watt.

  • Pilgan

    Lampu A (40 W, 120 V) dan lampu B (60 W, 120 V) dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan 120 V. Jumlah daya dari lampu A dan B adalah ....

    A

    24 W

    B

    100 W

    C

    30 W

    D

    20 W

    E

    50 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Spesifikasi lampu A

    Daya lampu A PLAP_{\text{LA}} = 40 W

    Tegangan lampu A VLAV_{\text{LA}} = 120 V

    Spesifikasi lampu B

    Daya lampu B PLBP_{\text{LB}} = 60 W

    Tegangan lampu B VLBV_{\text{LB}} = 120 V

    Tegangan sumber VSV_{\text{S}} = 120 V

    Ditanya:

    Jumlah daya dari kedua lampu Ptotal=P_{\text{total}}=?

    Dijawab:

    Yang tetap dari keempat lampu adalah hambatan lampu. Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Berdasarkan persamaan:

    PL=VL2RL→ RL=VL2PLP_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{R_{\text{L}}}\rightarrow\ R_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{P_{\text{L}}}

    Maka, hambatan masing-masing lampu adalah:

    Lampu A

    RLA=VLA2PLAR_{\text{LA}}=\frac{V_{\text{LA}}^2}{P_{\text{LA}}}

    RLA=(120)240 ΩR_{\text{LA}}=\frac{\left(120\right)^2}{40}\ \Omega

    Lampu B

    RLB=VLB2PLBR_{\text{LB}}=\frac{V_{\text{LB}}^2}{P_{\text{LB}}}

    RLB=(120)260 ΩR_{\text{LB}}=\frac{\left(120\right)^2}{60}\ \Omega

    Menghitung hambatan total lampu

    Karena kedua lampu dipasang seri, maka:

    Rtotal=RS=RLA+RLBR_{\text{total}}=R_{\text{S}}=R_{\text{LA}}+R_{\text{LB}}

    Rtotal=(120)240+(120)260 R_{\text{total}}=\frac{\left(120\right)^2}{40}+\frac{\left(120\right)^2}{60}\ 

    Rtotal=(60+40)(120)2(40)(60)R_{\text{total}}=\frac{\left(60+40\right)\left(120\right)^2}{\left(40\right)\left(60\right)}

    Rtotal=(100)(120)2(2.400)R_{\text{total}}=\frac{\left(100\right)\left(120\right)^2}{\left(2.400\right)}

    Menghitung data total

    Ptotal=VS2RtotalP_{\text{total}}=\frac{V_{\text{S}}^2}{R_{\text{total}}}

    Ptotal=(120)2(100)(120)2(2.400)P_{\text{total}}=\frac{\left(120\right)^2}{\frac{\left(100\right)\left(120\right)^2}{\left(2.400\right)}}

    Ptotal=(120)2(120)2(2.400100)P_{\text{total}}=\frac{\left(120\right)^2}{\left(120\right)^2}\left(\frac{2.400}{100}\right)

    Ptotal=2.400100P_{\text{total}}=\frac{2.400}{100}

    Ptotal=24P_{\text{total}}=24 W

    Jadi, jumlah daya dari lampu A dan B adalah 24 W.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.