Latihan Fisika Kelas XI Tegangan Permukaan Zat Cair dan Viskositas Fluida
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 10
2. 8
3. 3
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan penyataan-pernyataan di bawah ini!

    (1) Memanaskan air

    (2) Mencuci piring dengan sabun

    (3) Menggunakan hand sanitizer

    Pernyataan yang benar tentang kegiatan yang dapat menurunkan tegangan permukaan adalah ....

    A

    (1) dan (2)

    B

    (1) dan (3)

    C

    (1), (2), dan (3)

    D

    (2) saja

    E

    (2) dan (3)

    Pembahasan:

    Tegangan permukaan merupakan kecenderungan permukaan zat cair menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Persamaan tegangan permukaan dinyatakan dengan

    γ=Fd\gamma=\frac{F}{d}

    dimana d adalah panjang permukaan. Jika menggunakan batang panjang d=2l\rightarrow d=2l maka persamaannya menjadi

    γ=F2l\gamma=\frac{F}{2l}

    Selain itu, tegangan permukaan pada air berhubungan dengan kemampuan air dapat membasahi benda. Semakin besar tegangan permukaan, maka semakin sulit air dapat membasahi benda. Beberapa fenomena yang dapat menurunkan tegangan permukaan antara lain:

    1. Air hangat: semakin tinggi suhu air, maka semakin kecil tegangan permukaan air. Maka dari itu, ketika mencuci dengan menggunakan air panas lebih mudah karena air dengan sangat mudah membasahi pakaian.
    2. Mencampurkan surfaktan dengan air: contoh dari surfaktan adalah sabun dan detergen. Sabun dan detergen dibuat untuk meningkatkan kemampuan air membasahi benda yaitu dengan menurunkan tegangan permukaan air.
    3. Antiseptik: antiseptik seperti hand sanitizer memiliki tegangan permukaan yang rendah, sehingga dengan menggunakan antiseptik pada bagian tubuh tertentu, air akan mudah membasahi bagian tersebut.

    Jadi, pernyataan yang benar tentang kegiatan yang dapat menurunkan tegangan permukaan adalah (1), (2), dan (3).

  • Pilgan

    Naiknya cairan ke xilem batang pohon dipengaruhi oleh:

    (1) diameter xilem

    (2) tekanan atmosfer

    (3) sudut kontak cairan

    (4) massa jenis cairan

    Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ....

    A

    (1), (3) dan (4)

    B

    (1), (2), dan (3)

    C

    (1), (2), (3), dan (4)

    D

    (2),(3), dan (4)

    E

    (1), (2), dan (4)

    Pembahasan:

    Naiknya cairan ke xilem batang pohon merupakan contoh dari gejala kapilaritas. Kapilaritas adalah peristiwa naik/turunnya permukaan fluida di dalam pipa kapiler (pipa sempit) yang disebabkan oleh gaya kohesi dan gaya adesi. Gaya kohesi adalah gaya tarik antar molekul sejenis, sedangkan gaya adesi adalah gaya tarik molekul tak sejenis.

    Secara matematis, kenaikan/penurunan zat cair dalam pipa kapiler dinyatakan dengan persamaan:

    h=2γcosθρgrh=\frac{2\gamma\cos\theta}{\rho gr}

    di mana h adalah ketinggian naik/turunnya fluida, γ\gamma adalah tegangan permukaan, θ\theta adalah sudut kontak, ρ\rho adalah massa jenis fluida, dan r adalah jari-jari pipa kapiler.

    Dengan demikian, faktor yang memengaruhi kapilaritas antara lain besarnya tegangan permukaan, massa jenis fluida/zat cair, sudut kontak zat cair, massa jenis, dan jari-jari pipa kapiler.

    Berdasarkan soal, diameter xilem memengaruhi jari-jari xilem. Jadi, pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor (1), (3), dan (4).

  • Pilgan

    Sebuah bola besi bermassa jenis 1,2 g/cm3 yang berjari-jari 2 cm jatuh ke dalam cairan kental yang memiliki massa jenis 0,8 g/cm3. Jika koefisien viskositas cairan kental adalah 1,2 kg/m s dan percepatan gravitasi adalah 9,8 m/s2, maka kecepatan terminal bola tersebut adalah ....

    A

    0,35 m/s

    B

    0,41 m/s

    C

    0,24 m/s

    D

    0,33 m/s

    E

    0,29 m/s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa jenis bola besi ρb\rho_{\text{b}} = 1,2 g/cm3 = 1.200 kg/m3

    Jari-jari bola besi r = 2 cm = 0,02 m

    Massa jenis cairan kental ρf\rho_{\text{f}} = 0,8 g/cm3 = 800 kg/m3

    Viskositas cairan η\eta = 1,2 kg/m s

    Percepatan gravitasi g = 9,8 m/s2

    Ditanya:

    Kecepatan terminal bola besi vT = ?

    Dijawab:

    Ketika sebuah benda jatuh ke dalam fluida dengan kekentalan tertentu, benda tersebut akan memiliki kecepatan terbesar saat bergerak lurus di dalam cairan kental itu. Kecepatan terbesar itu disebut sebagai kecepatan terminal. Kecepatan terminal adalah kecepatan benda yang paling besar dan konstan. Kecepatan terminal pada umumnya terjadi pada suatu benda yang jatuh bebas dalam zat cair kental dan dinyatakan dengan persamaan:

    vT=2r2g9 η(ρbρf)v_{\text{T}}=\frac{2r^2g}{9\ \eta}\left(\rho_{\text{b}}-\rho_{\text{f}}\right)

    Berdasarkan persamaan di atas, faktor yang mempengaruhi kecepatan terminal antara lain:

    • Jari-jari benda
    • Percepatan gravitasi
    • Koefisien viskositas (kekentalan zat cair)
    • Massa jenis benda
    • Massa jenis zat cair

    sehingga,

    vT=2r2g9 η(ρbρf)v_{\text{T}}=\frac{2r^2g}{9\ \eta}\left(\rho_{\text{b}}-\rho_{\text{f}}\right)

    vT=2(0,02)2(9,8)9 (1,2)(1.200800)v_{\text{T}}=\frac{2\left(0,02\right)^2\left(9,8\right)}{9\ \left(1,2\right)}\left(1.200-800\right)

    vT=0,0078410,8(400)v_{\text{T}}=\frac{0,00784}{10,8}\left(400\right)

    vT=0,29v_{\text{T}}=0,29 m/s

    Jadi, kecepatan terminal dari bola besi adalah 0,29 m/s.

  • Pilgan

    Sebuah benda berjari-jari 5 cm jatuh ke dalam minyak yang memiliki massa jenis 0,9 g/cm3 dan koefisien viskositas 1,5 kg/m s. Jika kecepatan terminal benda itu adalah 10 m/s dan percepatan gravitasi adalah 10 m/s2, maka massa jenis benda tersebut adalah ....

    A

    3,2 g/cm3

    B

    2,7 g/cm3

    C

    4,2 g/cm3

    D

    4,5 g/cm3

    E

    3,6 g/cm3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari benda r = 5 cm = 0,05 m

    Massa jenis minyak ρf\rho_{\text{f}} = 0,9 g/cm3 = 900 kg/m3

    Viskositas cairan η\eta = 1,5 kg/m s

    Kecepatan terminal bola besi vT = 10 m/s

    Percepatan gravitasi g = 10 m/s2

    Ditanya:

    Massa jenis benda ρb\rho_{\text{b}}= ?

    Dijawab:

    Ketika sebuah benda jatuh ke dalam fluida dengan kekentalan tertentu, benda tersebut akan memiliki kecepatan terbesar saat bergerak lurus di dalam cairan kental itu. Kecepatan terbesar itu disebut sebagai kecepatan terminal. Kecepatan terminal adalah kecepatan benda yang paling besar dan konstan. Kecepatan terminal pada umumnya terjadi pada suatu benda yang jatuh bebas dalam zat cair kental dan dinyatakan dengan persamaan:

    vT=2r2g9 η(ρbρf)v_{\text{T}}=\frac{2r^2g}{9\ \eta}\left(\rho_{\text{b}}-\rho_{\text{f}}\right)

    Berdasarkan persamaan di atas, faktor yang mempengaruhi kecepatan terminal antara lain:

    • Jari-jari benda
    • Percepatan gravitasi
    • Koefisien viskositas (kekentalan zat cair)
    • Massa jenis benda
    • Massa jenis zat cair

    sehingga,

    vT=2r2g9 η(ρbρf)v_{\text{T}}=\frac{2r^2g}{9\ \eta}\left(\rho_{\text{b}}-\rho_{\text{f}}\right)

    10=2(0,05)2(10)9 (1,5)(ρb900)10=\frac{2\left(0,05\right)^2\left(10\right)}{9\ \left(1,5\right)}\left(\rho_{\text{b}}-900\right)

    10=(0,0025)(20)13,5(ρb900)10=\frac{\left(0,0025\right)\left(20\right)}{13,5}\left(\rho_{\text{b}}-900\right)

    10=0,0513,5(ρb900)10=\frac{0,05}{13,5}\left(\rho_{\text{b}}-900\right)

    135=0,05(ρb900)135=0,05\left(\rho_{\text{b}}-900\right)

    (ρb900)=1350,05\left(\rho_{\text{b}}-900\right)=\frac{135}{0,05}

    (ρb900)=2.700\left(\rho_{\text{b}}-900\right)=2.700

    ρb=2.700+900\rho_{\text{b}}=2.700+900

    ρb=3.600\rho_{\text{b}}=3.600 kg/m3

    ρb=3,6\rho_{\text{b}}=3,6 g/cm3

    Jadi, massa jenis benda tersebut adalah 3,6 g/cm3.

  • Pilgan

    Sebuah bola bervolume 4,5π×1044,5\pi\times10^{-4} m3 bergerak turun di dalam cairan kental dengan kelajuan 0,01 m/s. Jika gaya gesekan cairan kental terhadap bola adalah 0,0021 N, maka koefisien viskositas cairan kental tersebut adalah ....

    A

    0,18 Pa s

    B

    0,16 Pa s

    C

    0,22 Pa s

    D

    0,12 Pa s

    E

    0,24 Pa s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Volume mutiara V = 4,5π×1044,5\pi\times10^{-4} m3

    Kelajuan bola di cairan v = 0,01 m/s

    Gaya viskositas FvF_{\text{v}} = 0,0021 N

    Ditanya:

    Koefisien viskositas cairan kental η\eta = ?

    Dijawab:

    Viskositas pada aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada gerak benda padat. Jika benda padat bergerak dengan kelajuan tertentu di dalam fluida kental tersebut, gerak benda akan dihambat oleh gaya gesekan fluida pada benda tersebut. Gaya gesekan fluida tersebut disebut dengan gaya viskositas dan dinyatakan melalui hukum Stokes dalam persamaan

    Fv=6πηrvF_{\text{v}}=6\pi\eta rv

    dengan π=3,14\pi=3,14

    1) Manentukan jari-jari bola melalui volume bola. Secara matematis, volume bola dinyatakan dengan

    V=43πr3V=\frac{4}{3}\pi r^3

    sehingga

    4,5π×104=43π(r)34,5\pi\times10^{-4}=\frac{4}{3}\pi\left(r\right)^3

    (4,5×104)(3)=4r3\left(4,5\times10^{-4}\right)\left(3\right)=4r^3

    r3=(4,5×104)(3)4r^3=\frac{\left(4,5\times10^{-4}\right)\left(3\right)}{4}

    r3=3,375×104r^3=3,375\times10^{-4}

    r= 33,375×104r=\ ^3\sqrt{3,375\times10^{-4}}

    r=0,0696r=0,0696 m

    2) Menentukan viskositas cairan kental:

    Fv=6πηrvF_{\text{v}}=6\pi\eta rv

    0,0021=6(3,14)(η)(0,0696)(0,01)0,0021=6\left(3,14\right)\left(\eta\right)\left(0,0696\right)\left(0,01\right)

    0,0021=0,01311264η0,0021=0,01311264\eta

    η=0,00210,01311264\eta=\frac{0,0021}{0,01311264}

    η=0,16\eta=0,16 Pa s

    Jadi, koefisien viskositas cairan kental tersebut adalah 0,16 Pa s.

  • Pilgan

    Pipa kapiler berjari-jari 1 mm berisi raksa yang memiliki massa jenis 13,6 g/cm3. Jika sudut kontak raksa dan pipa adalah 120120^{\circ} dan tegangan permukaan 2,72 N/m, maka penurunan tinggi raksa dalam pipa kapiler adalah sebesar .... (g = 10 m/s2)

    A

    0,02 cm

    B

    0,5 cm

    C

    1,0 cm

    D

    0,2 cm

    E

    2,0 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa jenis raksa ρraksa\rho_{\text{raksa}} = 13,6 g/cm3 = 13.600 kg/m3

    Jari-jari pipa kapiler r = 1 mm = 0,001 m

    Tegangan permukaan γ\gamma = 2,72 N/m

    Sudut kontak θ\theta =120120^{\circ}

    Percepatan gravitasi g = 10 m/s2

    Ditanya:

    Penurunan tinggi raksa dalam pipa kapiler h = ?

    Dijawab:

    Naiknya air dalam pipa kapiler merupakan contoh dari gejala kapilaritas. Kapilaritas adalah peristiwa naik/turunnya permukaan fluida di dalam pipa kapiler (pipa sempit) yang disebabkan oleh gaya kohesi dan gaya adesi. Gaya kohesi adalah gaya tarik antar molekul sejenis, sedangkan gaya adesi adalah gaya tarik molekul tak sejenis. Secara matematis, kenaikan/penurunan zat cair dalam pipa kapiler dinyatakan dengan persamaan:

    h=2γcosθρgrh=\frac{2\gamma\cos\theta}{\rho gr}

    dimana h adalah ketinggian naik/turunnya fluida, γ\gamma adalah tegangan permukaan, θ\theta adalah sudut kontak, ρ\rho adalah massa jenis fluida, dan r adalah jari-jari pipa kapiler. Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi kapilaritas antara lain besarnya tegangan permukaan, massa jenis fluida/zat cair, sudut kontak zat cair, massa jenis, dan jari-jari pipa kapiler.

    Sehingga,

    h=2γcos θρgrh=\frac{2\gamma\cos\ \theta}{\rho gr}

    h=(2)(2,72)cos120(13.600)(10)(0,001)h=\frac{\left(2\right)\left(2,72\right)\cos120^{\circ}}{\left(13.600\right)\left(10\right)\left(0,001\right)}

    h=(2)(2,72)(0,5)(13.600)(10)(0,001)h=\frac{\left(2\right)\left(2,72\right)\left(-0,5\right)}{\left(13.600\right)\left(10\right)\left(0,001\right)}

    h=2,72136h=\frac{-2,72}{136}

    h=0,02h=-0,02 m

    h=2h=-2 cm

    Tanda negatif menunjukkan bahwa terjadi penurunan zat cair.

    Jadi, penurunan tinggi raksa dalam pipa kapiler adalah sebesar 2 cm.

  • Pilgan

    Dua tabung kapiler identik masing-masing memiliki pipa kapiler dengan jari-jari 0,5 mm. Pada tabung kapiler 1 diisi dengan air murni bersuhu 2020^{\circ} yang memiliki tegangan permukaan 0,073 N/m, sedangkan pada tabung kapiler 2 diisi dengan air sabun yang memiliki tegangan permukaan sebesar 0,025 N/m. Jika sudut kontak zat cair pada kedua tabung kapiler adalah 00^{\circ} dan massa jenis kedua cairan dianggap sama yaitu ρ\rho , maka perbandingan tinggi kolom air murni dan air sabun adalah mendekati ....

    A

    1 : 2

    B

    3 : 2

    C

    3 : 1

    D

    1 : 3

    E

    2 : 3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari pipa kapiler 1 dan 2 r1 = r2 = 0,5 mm = 0,0005 m

    Massa jenis air murni dan air sabun ρ1=ρ2=ρ\rho_1=\rho_2=\rho

    Tegangan permukaan air murni γ1\gamma_1 = 0,073 N/m

    Tegangan permukaan air sabun γ2\gamma_2 = 0,025 N/m

    Sudut kontak θ\theta = 0\ 0^{\circ}

    Ditanya:

    Perbandingan ketinggian air murni dan air sabun di dalam pipa kapiler h1 : h2 = ?

    Dijawab:

    Naiknya zat cair dalam pipa kapiler merupakan contoh dari gejala kapilaritas. Kapilaritas adalah peristiwa naik/turunnya permukaan fluida di dalam pipa kapiler (pipa sempit) yang disebabkan oleh gaya kohesi dan gaya adesi. Gaya kohesi adalah gaya tarik antar molekul sejenis, sedangkan gaya adesi adalah gaya tarik molekul tak sejenis. Secara matematis, kenaikan/penurunan zat cair dalam pipa kapiler dinyatakan dengan persamaan:

    h=2γcosθρgrh=\frac{2\gamma\cos\theta}{\rho gr}

    dimana h adalah ketinggian naik/turunnya fluida, γ\gamma adalah tegangan permukaan, θ\theta adalah sudut kontak, ρ\rho adalah massa jenis fluida, dan r adalah jari-jari pipa kapiler. Dengan demikian, faktor yang memengaruhi kapilaritas antara lain besarnya tegangan permukaan, massa jenis fluida/zat cair, sudut kontak zat cair, massa jenis, dan jari-jari pipa kapiler.

    Sehingga,

    h1h2=(2γ1cos θρ1gr1)(2γ2cos θρ2gr2)\frac{h_1}{h_2}=\frac{\left(\frac{2\gamma_1\cos\ \theta}{\rho_1gr_1}\right)}{\left(\frac{2\gamma_2\cos\ \theta}{\rho_2gr_2}\right)}

    h1h2=(2γ1cos  0ρ1gr1)(2γ2cos  0ρ2gr2)\frac{h_1}{h_2}=\frac{\left(\frac{2\gamma_1\cos\ \ 0^{\circ}}{\rho_1gr_1}\right)}{\left(\frac{2\gamma_2\cos\ \ 0^{\circ}}{\rho_2gr_2}\right)}

    h1h2=(2γ1ρ1gr1)(ρ2gr22γ2)\frac{h_1}{h_2}=\left(\frac{2\gamma_1}{\rho_1gr_1}\right)\left(\frac{\rho_2gr_2}{2\gamma_2}\right)

    h1h2=(2(0,073)ρg(0,0005))(ρg(0,0005)2(0,025))\frac{h_1}{h_2}=\left(\frac{2\left(0,073\right)}{\rho g\left(0,0005\right)}\right)\left(\frac{\rho g\left(0,0005\right)}{2\left(0,025\right)}\right)

    h1h2=0,0730,025\frac{h_1}{h_2}=\frac{0,073}{0,025}

    h1h2=2,92131\frac{h_1}{h_2}=\frac{2,92}{1}\approx\frac{3}{1}

    Jadi, perbandingan tinggi kolom air murni dan air sabun adalah mendekati 3 : 1.

  • Pilgan

    Sebuah mutiara yang berbentuk bola dijatuhkan ke dalam gelas yang berisi oli yang memiliki koefisien viskositas 0,11 Pa s. Jika kelajuan mutiara di dalam oli adalah 0,25 m/s dan gaya gesekan oli pada mutiara adalah 0,03 N, maka volume mutiara tersebut adalah ....

    A

    801,4π801,4\pi cm3

    B

    173,1π173,1\pi cm3

    C

    422,6π422,6\pi cm3

    D

    102,7π102,7\pi cm3

    E

    258,8π258,8\pi cm3

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Koefisien viskositas oli η\eta = 0,11 Pa s

    Kelajuan mutiara di dalam oli v = 0,25 m/s

    Gaya viskositas FvF_{\text{v}} = 0,03 N

    Ditanya:

    Volume mutiara V = ?

    Dijawab:

    Viskositas pada aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada gerak benda padat. Jika benda padat bergerak dengan kelajuan tertentu di dalam fluida kental tersebut, gerak benda akan dihambat oleh gaya gesekan fluida pada benda tersebut. Gaya gesekan fluida tersebut disebut dengan gaya viskositas dan dinyatakan melalui hukum Stokes dalam persamaan

    Fv=6πηrvF_{\text{v}}=6\pi\eta rv

    dengan π=3,14\pi=3,14

    1) Menentukan jari-jari mutiara:

    Fv=6πηrvF_{\text{v}}=6\pi\eta rv

    0,03=6(3,14)(0,11)(r)(0,25)0,03=6\left(3,14\right)\left(0,11\right)\left(r\right)\left(0,25\right)

    0,03=0,5181r0,03=0,5181r

    r=0,030,5181r=\frac{0,03}{0,5181}

    r=0,0579r=0,0579 m

    r=5,79r=5,79 cm

    2) Manentukan volume mutiara. Secara matematis, volume bola dinyatakan dengan

    V=43πr3V=\frac{4}{3}\pi r^3

    sehingga

    V=43π(5,79)3V=\frac{4}{3}\pi\left(5,79\right)^3

    V=43π(194,1)V=\frac{4}{3}\pi\left(194,1\right)

    V=258,8πV=258,8\pi cm3

    Jadi, volume mutiara tersebut adalah 258,8π258,8\pi cm3.

  • Pilgan

    Sebuah mutiara dijatuhkan ke dalam gelas yang berisi gliserin yang memiliki koefisien viskositas 1,5 Pa s. Jika volume mutiara yang berbentuk bola adalah 3,6π×1083,6\pi\times10^{-8} m3 dan kelajuan mutiara di dalam gliserin adalah 0,04 m/s, maka besar gaya viskositas gliserin pada mutiara mendekati ....

    A

    3,4×1033,4\times10^3 N

    B

    34×10334\times10^3 N

    C

    0,34×1040,34\times10^{-4} N

    D

    3,4×1033,4\times10^{-3} N

    E

    34×10334\times10^{-3} N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Koefisien viskositas gliserin η\eta = 1,5 Pa s

    Volume mutiara V = 3,6π×1083,6\pi\times10^{-8} m3

    Kelajuan mutiara di dalam gliserin v = 0,04 m/s

    Ditanya:

    Gaya viskositas FvF_{\text{v}} = ?

    Dijawab:

    Viskositas pada aliran fluida kental sama saja dengan gesekan pada gerak benda padat. Jika benda padat bergerak dengan kelajuan tertentu di dalam fluida kental tersebut, gerak benda akan dihambat oleh gaya gesekan fluida pada benda tersebut. Gaya gesekan fluida tersebut disebut dengan gaya viskositas dan dinyatakan melalui hukum Stokes dalam persamaan

    Fv=6πηrvF_{\text{v}}=6\pi\eta rv

    dengan π=3,14\pi=3,14

    Sebelum menentukan gaya viskositas pada mutiara, terlebih dahulu menentukan jari-jari mutiara melalui volume mutiara. Secara matematis, volume bola dinyatakan dengan

    V=43πr3V=\frac{4}{3}\pi r^3

    sehingga

    3,6π×108=43πr33,6\pi\times10^{-8}=\frac{4}{3}\pi r^3

    3,6×108=43r33,6\times10^{-8}=\frac{4}{3}r^3

    4r3=(3,6×108)(3)4r^3=\left(3,6\times10^{-8}\right)\left(3\right)

    r3=(3,6×108)(3)4r^3=\frac{\left(3,6\times10^{-8}\right)\left(3\right)}{4}

    r3=10,8×1084r^3=\frac{10,8\times10^{-8}}{4}

    r3=2,7×108r^3=2,7\times10^{-8}

    r= 32,7×108r=\ ^3\sqrt{2,7\times10^{-8}}

    r= 0,003r=\ 0,003 m

    Maka, gaya viskositasnya

    Fv=6πηrvF_{\text{v}}=6\pi\eta rv

    Fv=6(3,14)(1,5)(0,003)(0,04)F_{\text{v}}=6\left(3,14\right)\left(1,5\right)\left(0,003\right)\left(0,04\right)

    Fv=0,0034F_{\text{v}}=0,0034 N

    Fv=3,4×103F_{\text{v}}=3,4\times10^{-3} N

    Jadi, gaya viskositas gliserin pada mutiara mendekati 3,4×1033,4\times10^{-3} N.

  • Pilgan

    Sebuah batang kawat hitam dibengkokkan dan kemudian batang kawat biru bermassa 0,2 g dan panjang 0,1 m dipasang pada kawat hitam tersebut seperti pada gambar. Selanjutnya, kawat-kawat tersebut dicelupkan dalam cairan sabun dan diangkat vertikal sehingga terbentang lapisan sabun sehingga kawat biru mengalami gaya tarik ke atas. Jika kawat biru digantungkan dengan beban bermassa 0,3 g, agar sistem kawat setimbang, maka besar tegangan permukaan cairan sabun itu adalah ... N/m. (g = 10 m/s2)

    A

    0,015 N/m

    B

    0,012 N/m

    C

    0,050 N/m

    D

    0,025 N/m

    E

    0,075 N/m

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa kawat biru mkb = 0,2 g = 0,0002 kg

    Massa beban mb = 0,3 g = 0,0003 kg

    Panjang kawat biru l = 0,1 m

    Percepatan gravitasi g = 10 m/s2

    Ditanya:

    Tegangan permukaan cairan γ\gamma = ?

    Dijawab:

    Tegangan permukaan merupakan kecenderungan permukaan zat cair menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Persamaan tegangan permukaan dinyatakan dengan

    γ=Fd\gamma=\frac{F}{d}

    dimana d adalah panjang permukaan. Jika menggunakan batang panjang d=2l\rightarrow d=2l maka persamaannya menjadi

    γ=F2l\gamma=\frac{F}{2l}

    Karena sistem berada dalam keadaan setimbang (berlaku hukum I Newton), maka gaya-gaya yang bekerja adalah sama besar. Gaya ke bawah adalah gaya berat kawat dan gaya berat beban, sedangkan gaya ke atas adalah gaya tegang permukaan.

    Gaya berat adalah gaya yang bekerja pada benda akibat dari percepatan gravitasi.

    w=mgw=mg

    Sehingga,

    ΣF=0\Sigma F=0

    Fwkbwb=0F-w_{\text{kb}}-w_{\text{b}}=0

    F=wkb+wbF=w_{\text{kb}}+w_{\text{b}}

    F=mkbg+mbgF=m_{\text{kb}}g+m_{\text{b}}g

    F=(mkb+mb)gF=\left(m_{\text{kb}}+m_{\text{b}}\right)g

    Maka persamaan tegangan permukaan menjadi

    γ=(mkb+mb)g2l\gamma=\frac{\left(m_{\text{kb}}+m_{\text{b}}\right)g}{2l}

    γ=(0,0002+0,0003)(10)2(0,1)\gamma=\frac{\left(0,0002+0,0003\right)\left(10\right)}{2\left(0,1\right)}

    γ=(0,0005)(10)0,2\gamma=\frac{\left(0,0005\right)\left(10\right)}{0,2}

    γ=0,0050,2\gamma=\frac{0,005}{0,2}

    γ=0,025\gamma=0,025 N/m

    Jadi, besar tegangan permukaan cairan sabun itu adalah 0,025 N/m.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.