Latihan Fisika Kelas X Gaya Pemulih dan Persamaan Gerak
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 4
2. 4
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Suatu osilator mengalami gerak harmonik sederhana. Pernyataan yang benar saat osilator berada pada simpangan maksimum adalah ....

    A

    energi kinetiknya minimum sedangkan energi potensalnya maksimum

    B

    energi kinetiknya maksimum sedangkan energi potensalnya minimum

    C

    kecepatan dan percepatannya maksimum

    D

    kecepatannya maksimum dan percepatannya nol

    E

    kecepatan dan energi mekaniknya maksimum

    Pembahasan:

    Pada gerak harmonis sederhana, ketika berada pada titik simpangan maksimumnya kecepatannya sama dengan nol, sedangkan energi kinetiknya minimum dan energi potensialnya maksimum. Karena percepatan pada gerak harmonis sederhana dipengaruhi oleh posisi (simpangan), maka pada simpangan maksimumnya, bandul masih memiliki percepatan dan akan bernilai maksimum jika θ=ωt=90\theta=\omega t=90^{\circ}. Secara konsep gerak harmonis sederhana berlaku hukum kekekalan energi, sehingga jumlah energi kinetik dan energi potensialnya yaitu energi mekanik adalah selalu tetap.

    Jadi, pernyataan yang benar saat osilator berada pada simpangan maksimum adalah energi kinetiknya minimum sedangkan energi potensalnya maksimum.

  • Pilgan

    Berikut ini yang bukan merupakan contoh gerak harmonik sederhana adalah ....

    A

    gelombang yang berpropagasi terus-menerus

    B

    pemberat jam tua yang bergerak dengan kecepatan konstan

    C

    bandul yang bergerak diperlambat

    D

    pegas yang diberi beban tanpa gaya gesekan

    E

    ayunan di taman yang berayun tanpa berhenti

    Pembahasan:

    Gerak harmonik merupakan salah satu bentuk gerakan yang terjadi berulang terhadap suatu titik keseimbangan. Terdapat dua jenis gerak harmonik, yaitu:

    1. Gerak harmonik sederhana, gerak harmonik dengan asumsi benda yang bergerak memiliki amplitudo yang tetap.
    2. Gerak harmonik kompleks, gerak harmonik dengan asumsi benda yang bergerak memiliki amplitudo yang berubah-ubah.

    Jadi, pilihan yang bukan merupakan gerak harmonik sederhana adalah bandul yang bergerak diperlambat karena perlambatan pada gerak bandul akan menyebabkan amplitudo berkurang seiring waktu sehingga gerakan ini disebut gerak harmonik kompleks.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Suatu bandul dengan beban bermassa 150 gram dan tali tak bermassa sepanjang LL diletakkan di dalam mobil diam seperti pada gambar. Ketika mobil mula-mula bergerak, bandul menyimpang membentuk sudut sebesar θ\theta sehingga bandul berosilasi. Jika besar gaya pemulih bandul adalah 0,105 N dan percepatan gravitasi adalah 10 m/s², maka besar sudut simpangan bandul tersebut adalah ....

    Catatan:

    A

    22^{\circ}

    B

    66^{\circ}

    C

    33^{\circ}

    D

    55^{\circ}

    E

    44^{\circ}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Sistem bandul di dalam mobil:

    Massa beban mm = 150 g = 0,15 kg

    Gaya pemulih FF = 0,105 N

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s²

    Ditanya:

    Sudut simpangan θ=\theta=?

    Jawab:

    Gaya pemulih (restoring force) merupakan gaya yang dibutuhkan pada sistem yang mengalami gerak harmonik untuk kembali ke titik keseimbangannya. Pada ayunan sederhana atau bandul, gaya pemulih bisa didapatkan melalui persamaan berikut.

    F=mgsinθF=-mg\sin\theta  

    Dimana mgmg merupakan berat beban (massa beban dikalikan percepatan gravitasi), θ\theta besarnya sudut simpangan awal. Karena sinθ=yL\sin\theta=\frac{y}{L}, maka diperoleh persamaan berikut.

    F=mg yLF=-mg\ \frac{y}{L}

    Dengan yy adalah besar simpangan, dan LL adalah panjang tali ayunan.

    Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya pemulih selalu berlawanan arah dengan arah simpangan. Sehingga besarnya gaya pemulih dapat dihitung dengan persamaan F=mgsinθF=mg\sin\theta. Maka pada kasus ini besarnya gaya sudut simpangan adalah:

    F=mgsinθF=mg\sin\theta

    sinθ=Fmg\sin\theta=\frac{F}{mg}

    sinθ=(0,105)(0,15)(10)\sin\theta=\frac{\left(0,105\right)}{\left(0,15\right)\left(10\right)}

    sinθ=(0,105)(1,5)\sin\theta=\frac{\left(0,105\right)}{\left(1,5\right)}

    sinθ=0,07\sin\theta=0,07

    θ=sin1(0,07)\theta=\sin^{-1}\left(0,07\right)

    θ=4\theta=4^{\circ}

    Jadi, besar sudut simpangan bandul tersebut adalah 44^{\circ}.

  • Pilgan

    Sebuah bandul digantung pada sebuah tali sepanjang 10 cm. Pada waktu tertentu, bandul membentuk sudut 37°37\degree dari pusat keseimbangan. Berapa besar simpangan bandul?

    A

    6 cm

    B

    12 cm

    C

    4 cm

    D

    8 cm

    E

    10 cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Amplitudo = Panjang Tali AA = 10 cm

    Sudut yang dibentuk θ =ωt =37°\theta\ =\omega t\ =37\degree

    Ditanya:

    Besar simpangan yy = ?

    Jawab:

    Gerak harmonik sederhana dapat dimodelkan dalam persamaan Gerak Harmonik Sederhana, y =Asin(ωt)y\ =A\sin\left(\omega t\right) dimana AA merupakan amplitudo (simpangan maksimal) dan ωt\omega t merupakan sudut yang dibentuk.

    Sehingga:

    y =Asin(ωt)y\ =A\sin\left(\omega t\right)

    =10sin(37°)=10\sin\left(37\degree\right)

    =6=6 cm

    Jadi, besarnya simpangan adalah sebesar 6 cm.

  • Pilgan

    Sebuah bandul bergetar harmonis dengan amplitudo AA dalam cm. Berapa besar simpangan bandul saat kecepatannya sama dengan 35\frac{3}{5} kecepatan maksimumnya?

    A

    0,8AA cm

    B

    0,4AA cm

    C

    0,2AA cm

    D

    0,6AA cm

    E

    0,7AA cm

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Amplitudo = AA

    Kecepatan  v = 35vmaksv\ =\ \frac{3}{5}v_{\text{maks}}

    Ditanya:

    yy saat v = 35vmaksv\ =\ \frac{3}{5}v_{\text{maks}} ?

    Jawab:

    Gerak harmonik sederhana merupakan gerak yang terjadi secara periodik (berulang pada suatu siklus). Disebut sederhana karena gerakan terjadi berulang-ulang tanpa berhenti (tidak ada peredaman). Bentuk dari gerak harmonik sederhana dapat dimodelkan dalam persamaan gerak harmonik sederhana:

    y=Asin(ωt)y=A\sin\left(\omega t\right)

    Apabila diturunkan satu kali, maka akan didapatkan persamaan kecepatan gerak harmonik sederhana:

    v=Aωcos(ωt)v=A\omega\cos\left(\omega t\right)

    Pertama-tama, cari terlebih dahulu berapa besar sudut yang dibentuk saat v = 35vmaksv\ =\ \frac{3}{5}v_{\text{maks}}

    v=Aωcos(ωt)v=A\omega\cos\left(\omega t\right)

    35vmaks=Aωcos(ωt)\frac{3}{5}v_{\text{maks}}=A\omega\cos\left(\omega t\right)

    35Aω=Aωcos(ωt)\frac{3}{5}A\omega=A\omega\cos\left(\omega t\right)

    cos(ωt)=35\cos\left(\omega t\right)=\frac{3}{5}

    ωt=arccos(35)=53°\omega t=\arccos\left(\frac{3}{5}\right)=53\degree

    Lalu, cari simpangan yang dibentuk oleh sudut tersebut

    y=Asin(ωt)y=A\sin\left(\omega t\right)

    =Asin(53°)=A\sin\left(53\degree\right)

    =0,8A=0,8A cm

    Jadi, jawaban yang benar adalah 0,8AA cm.

  • Pilgan

    Ayunan sederhana dengan bandul bermassa mm bergerak harmonik sesuai dengan persamaan y=0,4sinθy=0,4\sin\theta. Jika pada sudut simpangan θ=3\theta=3^{\circ} besar gaya pemulihnya adalah 0,4 N, maka massa bandul dari ayunan sederhana tersebut adalah .... (g=10 m/s2; sin3=0,05;cos 3= 0,998g=10\ \text{m/s}^2;\ \sin3^{\circ}=0,05;\cos\ 3^{\circ}=\ 0,998)

    A

    0,2 kg

    B

    0,8 kg

    C

    0,4 kg

    D

    0,1 kg

    E

    0,6 kg

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Persamaan simpangan y=0,4sinθy=0,4\sin\theta

    Sudut simpangan θ=3\theta=3^{\circ}

    Gaya pemulih FF = 0,4 N

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Massa bandul m=m=?

    Dijawab:

    Pada kasus ini, massa bandul dapat dihitung melalui persamaan gaya pemulih. Gaya pemulih (restoring force) merupakan gaya yang dibutuhkan pada sistem yang mengalami gerak harmonik untuk kembali ke titik keseimbangannya. Pada ayunan sederhana atau bandul, gaya pemulih bisa didapatkan melalui persamaan berikut.

    F=mgsinθF=-mg\sin\theta 

    Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya pemulih selalu berlawanan arah dengan arah simpangan. Sehingga massa bandul dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    F=mgsinθF=-mg\sin\theta

    m=Fgsinθm=-\frac{F}{g\sin\theta}

    m=(0,4)(10)(sin3) m=-\frac{\left(-0,4\right)}{\left(10\right)\left(\sin3^{\circ}\right)}\ \rightarrow gaya pemulih bernilai negatif karena arahnya selalu berlawanan dengan arah simpangan.

    m=0,4(10)(0,05)m=\frac{0,4}{\left(10\right)\left(0,05\right)}

    m=0,40,5m=\frac{0,4}{0,5}

    m=0,8m=0,8 kg

    Jadi, massa bandul dari ayunan sederhana tersebut adalah 0,8 kg.

  • Pilgan

    Image result for titanic freepik

    Pada tahun 1912 sebuah kapal pesiar raksasa RMS Titanic menabrak gunung es di Samudra Atlantik. Sesaat setelah tabrakan tersebut, orang-orang melakukan evakuasi menggunakan perahu sekoci. Derasnya ombak di Samudra Atlantik menyebabkan perahu sekoci tersebut terombang-ambing ombak hingga setinggi 10 meter dan serendah -10 meter dari permukaan air laut sebanyak 2 kali tiap detik. Manusia akan muntah apabila menerima percepatan vertikal lebih dari 50 m/s². Pada kasus ini, apakah penumpang perahu sekoci mengalami muntah? Jika ya, berapa percepatan maksimal yang dialami penumpang? (Asumsikan π2=10\pi^2=10)

    A

    Ya, 400 m/s²

    B

    Ya, 100 m/s²

    C

    Ya, 200 m/s²

    D

    Tidak

    E

    Ya, 300 m/s²

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Amplitudo AA = 10 m

    Frekuensi ff = 2 Hz

    Ditanya:

    Percepatan maksimal aya_y = ?

    Penumpang muntah/tidak?

    Jawab:

    Gerak harmonik adalah gerakan secara bolak-balik terhadap suatu titik keseimbangan. Jarak terjauh dari titik keseimbangan disebut amplitudo (AA) dan banyaknya siklus yang terjadi tiap sekonnya disebut frekuensi (ff). Simpangan pada tiap waktu di gerak harmonik sederhana dapat dimodelkan dengan persamaan matematis y=Asin(ωt)y=A\sin\left(\omega t\right) dimana ω=2πf\omega=2\pi f. Kecepatan simpangan pada gerak harmonik didapat melalui turunan persamaan simpangan yaitu vy=Aωcos(ωt)v_y=A\omega\cos\left(\omega t\right). Lalu, percepatan simpangan didapat melalui turunan persamaan kecepatan simpangan yaitu ay=Aω2sin(ωt)a_y=-A\omega^2\sin\left(\omega t\right).

    Sehingga untuk mencari percepatan vertikalnya

    ay=Aω2sin(ωt) a_y=-A\omega^2\sin\left(\omega t\right)\ 

    =A(2πf)2sin(2πft) =-A\left(2\pi f\right)^2\sin\left(2\pi ft\right)\ 

    =10(2π(2))2sin(2π(2)t) =-10\left(2\pi\left(2\right)\right)^2\sin\left(2\pi\left(2\right)t\right)\ 

    =400sin(4πt) =-400\sin\left(4\pi t\right)\ m/s²

    Karena nilai sin berada pada rentang -1 sampai 1 dan amplitudo percepatan bernilai negatif, maka nilai negatif terbesar yang harus diberikan agar keseluruhan ay a_{y\ }menjadi maksimal. Sehingga, percepatan maksimal didapat ketika sin(4πt)=1\sin\left(4\pi t\right)=-1

    ay,maks=400(1)a_{\text{y,maks}}=-400\left(-1\right)

    =400=400 m/s²

    Jadi, percepatan maksimal yang mungkin terjadi pada perahu sekoci adalah sebesar 400 m/s². Penumpang akan mengalami muntah pada keadaan ini.

  • Pilgan

    Image result for titanic freepik

    Pada tahun 1912 sebuah kapal pesiar raksasa RMS Titanic menabrak gunung es di Samudra Atlantik. Sesaat setelah tabrakan tersebut, orang-orang melakukan evakuasi menggunakan perahu sekoci. Derasnya ombak di Samudra Atlantik menyebabkan perahu sekoci tersebut terombang-ambing ombak hingga setinggi 10 meter dan serendah -10 meter dari permukaan air laut sebanyak 2 kali tiap detik. Arus laut juga menyebabkan perahu sekoci terbawa menjauh dari RMS Titanic dengan kecepatan 25 m/s. Berapa resultan kecepatan dari sekoci pada saat tt = 4 detik? (Asumsikan π2=10\pi^2=10)

    A

    16.725\sqrt{16.725} m/s

    B

    16.825\sqrt{16.825} m/s

    C

    16.225\sqrt{16.225} m/s

    D

    16.525\sqrt{16.525} m/s

    E

    16.625\sqrt{16.625} m/s

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Amplitudo AA = 10 m

    Frekuensi ff = 2 Hz

    Kecepatan linier vxv_x = 25 m/s

    Saat tt = 0 menit, yy = 0 m

    Ditanya:

    Resultan kecepatan sekoci saat tt = 4 s = ?

    Jawab:

    Pada persoalan ini, perahu sekoci mengalami gerak harmonik sekaligus gerak linier.

    Gerak harmonik adalah gerakan secara bolak-balik terhadap suatu titik keseimbangan. Jarak terjauh dari titik keseimbangan disebut amplitudo (AA) dan banyaknya siklus yang terjadi tiap sekonnya disebut frekuensi (ff). Simpangan pada tiap waktu di gerak harmonik sederhana dapat dimodelkan dengan persamaan matematis y=Asin(ωt)y=A\sin\left(\omega t\right) dimana ω=2πf\omega=2\pi f. Kecepatan simpangan pada gerak harmonik didapat melalui turunan persamaan simpangan yaitu vy=Aωcos(ωt)v_y=A\omega\cos\left(\omega t\right).

    Gerak linier adalah gerakan sepanjang garis lurus. Jarak pada tiap waktu di gerak linier dapat dimodelkan dengan persamaan matematis s=vts=vt. Pada gerak linier beraturan, kecepatan vv tidak berubah (konstan).

    Pertama-tama, kita akan cari besarnya kecepatan vertikal perahu sekoci terlebih dahulu menggunakan persamaan kecepatan simpangan

    vy=Aωcos(ωt)v_y=A\omega\cos\left(\omega t\right)

    =A(2πf)cos(2πft)=A\left(2\pi f\right)\cos\left(2\pi ft\right)

    =10(2π(2))cos(2π(2)t)=10\left(2\pi\left(2\right)\right)\cos\left(2\pi\left(2\right)t\right)

    =40πcos(4πt)=40\pi\cos\left(4\pi t\right) m/s

    Sehingga saat t = 4t\ =\ 4 s,

    vy=40πcos(4π(4))v_y=40\pi\cos\left(4\pi\left(4\right)\right)

    =40πcos(16π)=40\pi\cos\left(16\pi\right)

    =40π(1)=40\pi\left(1\right)

    =40π=40\pi m/s

    Jadi, kecepatan vertikal perahu sekoci adalah sebesar 40π40\pi m/s.

    Karena pada soal perahu sekoci bergerak linier dengan kecepatan konstan 25 m/s, maka kecepatan resultannya bisa didapatkan dengan persamaan pythagoras

    vr=vy2+vx2v_r=\sqrt{v_y^2+v_x^2}

    =(40π)2+(252)=\sqrt{\left(40\pi\right)^2+\left(25^2\right)}

    =402π2+252=\sqrt{40^2\pi^2+25^2}

    =1.600(10)+625=\sqrt{1.600\left(10\right)+625} (masukkan asumsi awal π2=10\pi^2=10)

    =16.000+625=\sqrt{16.000+625}

    =16.625=\sqrt{16.625} m/s

    Maka besarnya resultan kecepatan perahu adalah 16.625\sqrt{16.625} m/s.

  • Pilgan

    Suatu bandul sederhana bergerak harmonik sesuai dengan persamaan y=0,1sinθy=0,1\sin\theta dengan yy dan AAdalam meter. Ketika bandul berada pada titik setimbang, kecepatan maksimumnya adalah 2,5 m/s. Jika massa bandul adalah 0,2 kg, maka kecepatan bandul ketika berada pada simpangan 8 cm dari titik setimbangnya adalah ... m/s.

    A

    2,0

    B

    0,5

    C

    1,0

    D

    5,0

    E

    1,5

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Persamaan simpangan x=0,1sinθx=0,1\sin\theta

    Kecepatan maksimum vmaksv_{\text{maks}} = 2,5 m/s

    Massa bandul mm = 0,2 kg

    SImpangan yy = 8 cm = 0,08 m

    Ditanya:

    Kecepatan v=v=?

    Jawab:

    Persamaan kecepatan pada gerak harmonis sederhana pada merupakan turunan pertama dari persamaan simpangan gerak terhadap waktu. Secara matematis persamaan kecepatannya adalah sebagai berikut.

    v=Aωcosθv=A\omega\cos\theta

    Dengan AA adalah amplitudo atau simpangan terjauh, ω\omega adalah kecepatan sudut atau frekuensi sudut, tt adalah waktu, dan θ\theta adalah sudut fase dimana θ=ωt+θ0\theta=\omega t+\theta_0.

    Untuk menentukan besar kecepatan bandul pada simpangan tertentu, mula-mula hitung besar kecepatan sudutnya terlebih dahulu melalui persamaan kecepatan maksimumnya. Ketika suatu benda yang bergerak harmonik berada pada titik setimbangnya, kecepatan benda tersebut akan bernilai maksimum, dimana secara matermatis persamaannya adalah sebagai berikut.

    vmaks=Aωv_{\text{maks}}=A\omega

    Sehingga,

    ω=vmaksA\omega=\frac{v_{\text{maks}}}{A}

    ω=(2,5)(0,1)\omega=\frac{\left(2,5\right)}{\left(0,1\right)}

    ω=25\omega=25 rad/s

    Berdasarkan persamaan simpangan, yaitu:

    x=0,1sinθx=0,1\sin\theta

    Dapat dilihat bahwa amplitudo gerak harmonik bandul adalah A=0,1A=0,1 m. Ketika y=0,08y=0,08 m, nilai sudut yang terbentuk adalah sebagai berikut.

    y=0,1sinθy=0,1\sin\theta

    0,08=0,1sinθ0,08=0,1\sin\theta

    sinθ=(0,08)(0,1)\sin\theta=\frac{\left(0,08\right)}{\left(0,1\right)}

    sinθ=0,8\sin\theta=0,8

    sinθ=810\sin\theta=\frac{8}{10}

    Mengikuti prinsip phytagoras pada sudut siku-siku sebagai berikut:

    maka diperoleh bahwa cosθ=610    cosθ=0,6\cos\theta=\frac{6}{10}\ \ \rightarrow\ \ \cos\theta=0,6.

    Sehingga, kecepatan bandul ketika di x=0,08x=0,08 m adalah sebagai berikut.

    v=Aωcosθv=A\omega\cos\theta

    v=(0,1)(25)(0,6)v=\left(0,1\right)\left(25\right)\left(0,6\right)

    v=(2,5)(0,6)v=\left(2,5\right)\left(0,6\right)

    v=1,5v=1,5 m/s

    Jadi, kecepatan bandul ketika berada pada simpangan 8 cm dari titik setimbangnya adalah 1,5 m/s.

  • Pilgan

    Suatu bandul sederhana memiliki beban bermassa 250 gram digantungkan dengan tali tak bermassa sepanjang LL. Bandul tersebut kemudian disimpangkan sehingga bergerak secara harmonik dengan frekuensi sudut 3 rad/s. Jika energi potensial bandul saat di simpangan terjauhnya adalah 18×10418\times10^{-4} J dan besar amplitudo bandul adalah 10 cm, maka besar gaya pemulih bandul tersebut dari simpangan terjauhnya ke titik setimbangnya adalah ....

    A

    5 N

    B

    3 N

    C

    4 N

    D

    1 N

    E

    2 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa beban mm = 250 gram = 0,25 kg

    Panjang tali L=LL=L

    Frekuensi sudut ω\omega = 3 rad/s

    Energi potensial maksimum EP=18×104EP=18\times10^{-4} J

    Simpangan terjauh/ Amplitudo AA = 10 cm = 0,1 m

    Ditanya:

    Gaya pemulih F=F=?

    Dijawab:

    Menentukan nilai sinθ\sin\theta

    Pada gerak harmonik sederhana, ketika bandul atau pegas berada pada simpangan terjauhnya energi potensialnya bernilai maksimum sedangkan energi kinetiknya minimum. Energi potensial dari sistem yang mengalami gerak harmonik sederhana dirumuskan dengan persamaan berikut.

    EP=12mω2A2sin2θEP=\frac{1}{2}m\omega^2A^2\sin^2\theta

    Dengan ω\omega adalah frekuensi sudut atau kecepatan sudut dari gerak harmonis sederhana bandul/pegas dan AA adalah amplitudo (simpangan terjauh bandul/pegas), dan θ\theta adalah sudut fase yang besarnya sama dengan θ=ωt+θ0\theta=\omega t+\theta_0.

    Maka, pada kasus ini nilai sinθ\sin\theta dapat diperoleh sebagai berikut.

    EP=12mω2A2sin2θEP=\frac{1}{2}m\omega^2A^2\sin^2\theta

    sin2θ=2EPmω2A2\sin^2\theta=\frac{2EP}{m\omega^2A^2}

    sin2θ=2(18×104)(0,25)(3)2(0,1)2\sin^2\theta=\frac{2\left(18\times10^{-4}\right)}{\left(0,25\right)\left(3\right)^2\left(0,1\right)^2}

    sin2θ=2(0,0018)(0,25)(9)(0,01)\sin^2\theta=\frac{2\left(0,0018\right)}{\left(0,25\right)\left(9\right)\left(0,01\right)}

    sin2θ=0,00360,0225\sin^2\theta=\frac{0,0036}{0,0225}

    sin2θ=0,16\sin^2\theta=0,16

    sinθ=0,16\sin\theta=\sqrt{0,16}

    sinθ=0,4\sin\theta=0,4

    Menentukan gaya pemulih

    Gaya pemulih (restoring force) merupakan gaya yang dibutuhkan pada sistem yang mengalami gerak harmonik untuk kembali ke titik keseimbangannya. Pada ayunan sederhana atau bandul, gaya pemulih bisa didapatkan melalui persamaan berikut.

    F=mgsinθF=-mg\sin\theta 

    Dimana mgmg merupakan berat beban (massa beban dikalikan percepatan gravitasi), θ\theta besarnya sudut simpangan awal. Karena sinθ=yL\sin\theta=\frac{y}{L}, maka diperoleh persamaan berikut.

    F=mg yLF=-mg\ \frac{y}{L}

    Dengan yy adalah besar simpangan, dan LL adalah panjang tali ayunan.

    Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya pemulih selalu berlawanan arah dengan arah simpangan.

    Sehingga pada kasus ini besarnya gaya pemulih bandul tersebut dari simpangan terjauh ke titik setimbangnya adalah:

    F=mgsinθF=-mg\sin\theta

    F=(0,25)(10)(0,4)F=-\left(0,25\right)\left(10\right)\left(0,4\right)

    F=(2,5)(0,4)F=-\left(2,5\right)\left(0,4\right)

    F=1F=-1 N

    Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya pemulih selalu berlawanan arah dengan arah simpangan.

    Jadi, besar gaya pemulih bandul tersebut dari simpangan terjauhnya ke titik setimbangnya adalah 1 N.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.