Latihan Fisika Kelas XI Dinamika Benda Tegar
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 1
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Jika kamu ingin melakukan putaran dengan gaya sekecil mungkin, maka kamu harus memutar kunci pada posisi ....

    A

    D

    B

    A

    C

    B

    D

    C

    E

    semua posisi sama besar

    Pembahasan:

    Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Torsi atau momen gaya dapat dicari dengan mengalikan gaya dengan lengannya (jarak gaya tersebut terhadap poros). Dengan catatan perpanjangan garis gaya dan perpanjangan garis lengannya tersebut harus saling tegak lurus.

    Jika seseorang ingin memutar poros suatu benda dengan torsi tertentu, maka semakin jauh jarak gaya diberikan dari poros, jumlah gaya yang dibutuhkan akan semakin kecil.

    Jadi, kamu harus memutar kunci pada posisi A.

  • Pilgan

    Memutar baling-baling sebuah kincir angin lebih sulit daripada memutar sebuah baling-baling mainan. Hal ini disebabkan oleh ... dari baling-baling kincir angin lebih besar daripada baling-baling mainan.

    A

    massa

    B

    jari-jari

    C

    luas

    D

    massa jenis

    E

    momen inersia

    Pembahasan:

    Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Besarnya momen inersia dipengaruhi oleh geometri, massa, dan kuadrat dari jari-jari benda tersebut terhadap titik beratnya atau secara matematis dituliskan sebagai I=kmR2I=kmR^2.

    Hal yang menyebabkan baling-baling kincir angin lebih sulit diputar dibanding baling-baling mainan adalah karena momen inersianya (gabungan dari massa dan jari-jari) yang lebih besar. Massa yang lebih besar atau jari-jari yang lebih besar saja tidak menjamin suatu benda akan lebih sulit diputar dibanding benda lainnya.

    Jadi, hal ini disebabkan oleh momen inersia dari baling-baling kincir angin lebih besar daripada baling-baling mainan.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Bola tipis berongga dengan massa 5 kg dan jari-jari 25 cm diputar dengan poros tepat di ujung bola. Momen inersia bola tersebut adalah ....

    A

    0,1208 kg m2

    B

    0,6201 kg m2

    C

    0,2056 kg m2

    D

    0,5208 kg m2

    E

    0,7808 kg m2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bola tipis berongga

    Massa MM = 5 kg

    Jari-jari RR = 25 cm = 0,25 m

    Ditanya:

    Momen inersia I=?I=?

    Jawab:

    Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Momen inersia bola tipis berongga dapat dicari dengan mengalikan 23\frac{2}{3} massa dan kuadrat jari-jari bola tipis berongga tersebut. Pada soal, porosnya tidak tepat di tengah-tengah bola tersebut. Jadi kita dapat menggunakan rumusan untuk momen inersia pada poros sembarang (teorema sumbu sejajar). Momen inersia pada poros sembarang bisa dicari dengan persamaan Is=Ipm+Md2I_{\text{s}}=I_{\text{pm}}+Md^2 . Dengan IsI_{\text{s}} merupakan momen inersia di poros sembarang, IpmI_{\text{pm}} merupakan momen inersia di pusat, MM merupakan massa dan dd merupakan jarak poros dari pusat massa.

    Karena porosnya berada tepat di ujung bola, maka jarak poros dengan pusat massa (tengah bola) adalah RR.

    I=Ipm+Md2I=I_{\text{pm}}+Md^2

    =23MR2+MR2=\frac{2}{3}MR^2+MR^2

    =53MR2=\frac{5}{3}MR^2

    =53(5)(0,25)2=\frac{5}{3}\left(5\right)\left(0,25\right)^2

    =0,5208=0,5208 kg m2

    Jadi, momen inersia bola tersebut adalah 0,5208 kg m2.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Tiga bola dihubungkan dengan tongkat ringan yang massanya dapat diabaikan membentuk posisi seperti pada gambar. Jika sumbu-XX sebagai sumbu putar, maka momen inersianya sebesar ....

    A

    2,52,5 kg m2

    B

    99 kg m2

    C

    55 kg m2

    D

    1010 kg m2

    E

    1,21,2 kg m2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar tiga bola dihubungkan dengan tongkat

    Ditanya:

    Momen inersia I=?I=?

    Dijawab:

    Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Momen inersia partikel dapat dicari dengan hasil kali antara massa dan kuadrat jarak tegak lurus sumbu rotasi ke partikel. Partikel yang terdapat pada sumbu rotasinya tidak menghasilkan momen inersia. Sehingga partikel yang menghasilkan momen inersia pada soal hanya partikel A.

    Untuk memudahkan, kita gambarkan terlebih dahulu.

    I=mR2I=mR^2

    I=mARA2I=m_{\text{A}}R_{\text{A}}^2

    I=(9)(1)2I=\left(9\right)\left(1\right)^2

    I=9I=9 kg m2

    Jadi, momen inersianya sebesar 99 kg m2.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Bola tipis berongga dengan massa 1 kg dan jari-jari 50 cm diputar dengan poros 20 cm dari pusatnya. Momen inersia bola tersebut adalah ....

    A

    0,622 kg m2

    B

    0,501 kg m2

    C

    0,304 kg m2

    D

    0,409 kg m2

    E

    0,207 kg m2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Bola tipis berongga

    Massa MM = 1 kg

    Jari-jari RR = 50 cm = 0,5 m

    Jarak poros ke pusat massa (tengah bola) dd = 20 cm = 0,2 m

    Ditanya:

    Momen inersia I=?I=?

    Dijawab:

    Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Momen inersia bola tipis berongga dapat dicari dengan mengalikan 23\frac{2}{3} massa dan kuadrat jari-jari bola tipis berongga tersebut. Pada soal, porosnya tidak tepat di tengah-tengah bola tersebut. Jadi kita dapat menggunakan rumusan untuk momen inersia pada poros sembarang (teorema sumbu sejajar). Momen inersia pada poros sembarang bisa dicari dengan persamaan Is=Ipm+Md2I_{\text{s}}=I_{\text{pm}}+Md^2 . Dengan IsI_{\text{s}} merupakan momen inersia di poros sembarang, IpmI_{\text{pm}} merupakan momen inersia di pusat, MM merupakan massa dan dd merupakan jarak poros dari pusat massa.

    I=Ipm+Md2I=I_{\text{pm}}+Md^2

    =23MR2+Md2=\frac{2}{3}MR^2+Md^2

    =23(1)(0,5)2+(1)(0,2)2=\frac{2}{3}\left(1\right)\left(0,5\right)^2+\left(1\right)\left(0,2\right)^2

    =0,167+0,04=0,167+0,04

    =0,207=0,207 kg m2

    Jadi, momen inersia bola tersebut adalah 0,207 kg m2.

  • Pilgan

    Sebuah silinder pejal memiliki massa 5 kg. Silinder pejal tersebut memiliki diameter 200 cm. Kemudian silinder pejal tersebut menggelinding dengan kecepatan 4 m/s. Energi kinetik total silinder pejal tersebut adalah .... (Momen inersia silinder pejal I=12mR2I=\frac{1}{2}mR^2)

    A

    400400 Joule

    B

    100100 Joule

    C

    55 Joule

    D

    160160 Joule

    E

    6060 Joule

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa m=5m=5 kg

    Diameter d=200d=200 cm =2=2 m →\rightarrow Jari-jari R=1R=1 m

    Kecepatan v=4v=4 m/s

    Momen inersia silinder pejal I=12mR2I=\frac{1}{2}mR^2

    Ditanya:

    Energi kinetik total EK=?EK=?

    Dijawab:

    Energi kinetik total benda yang menggelinding merupakan jumlah dari energi kinetik benda tersebut berotasi dan energi kinetik benda tersebut bertranslasi.

    EK=EKrot+EKtransEK=EK_{\text{rot}}+EK_{\text{trans}}

    EK=12Iω2+12mv2EK=\frac{1}{2}I\omega^2+\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(12mR2)(vR)2+12mv2EK=\frac{1}{2}\left(\frac{1}{2}mR^2\right)\left(\frac{v}{R}\right)^2+\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(12mR2v2R2)+12mv2EK=\frac{1}{2}\left(\frac{1}{2}mR^2\frac{v^2}{R^2}\right)+\frac{1}{2}mv^2

    EK=12(12mv2)+12mv2EK=\frac{1}{2}\left(\frac{1}{2}mv^2\right)+\frac{1}{2}mv^2

    EK=(12+1)(12mv2)EK=\left(\frac{1}{2}+1\right)\left(\frac{1}{2}mv^2\right)

    EK=(32)(12mv2)EK=\left(\frac{3}{2}\right)\left(\frac{1}{2}mv^2\right)

    EK=(32)(12(5)(4)2)EK=\left(\frac{3}{2}\right)\left(\frac{1}{2}\left(5\right)\left(4\right)^2\right)

    EK=(32)(40)EK=\left(\frac{3}{2}\right)\left(40\right)

    EK=60EK=60 Joule

    Jadi, energi kinetik total silinder pejal tersebut adalah 6060 Joule.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Besarnya torsi total di titik A tersebut adalah ....

    A

    100100 N m berlawanan arah jarum jam

    B

    100100 N m searah jarum jam

    C

    500500 N m searah jarum jam

    D

    500500 N m berlawanan arah jarum jam

    E

    300300 N m berlawanan arah jarum jam

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar gaya-gaya yang bekerja pada benda tegar

    Ditanya:

    Torsi di titik O τO=?\tau_{\text{O}}=?

    Dijawab:

    Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Torsi atau momen gaya dapat dicari dengan mengalikan gaya dengan lengannya (jarak gaya tersebut terhadap poros). Dengan catatan perpanjangan garis gaya dan perpanjangan garis lengannya tersebut harus saling tegak lurus.

    Pertama-tama kita gambar dahulu untuk mempermudah pengerjaan.

    Kemudian kita buat kesepakatan jika arahnya searah jarum jam, maka nilainya positif (+). Namun, jika arahnya berlawanan arah jarum jam, maka nilainya negatif (-).

    τA=τ1−τ2\tau_{\text{A}}=\tau_1-\tau_2 (torsi oleh F2 bernilai negatif karena gayanya menghasilkan torsi yang berlawanan arah jarum jam)

    τA=F1l1−F2l2\tau_{\text{A}}=F_1l_1-F_2l_2

    τA=(5)(20)−(10)(40)\tau_{\text{A}}=\left(5\right)\left(20\right)-\left(10\right)\left(40\right)

    τA=100−400\tau_{\text{A}}=100-400

    τA=−300\tau_{\text{A}}=-300 N m (negatif menunjukkan arahnya berlawanan arah jarum jam)

    Jadi, besarnya torsi total di titik A tersebut adalah 300300 N m berlawanan arah jarum jam.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Besarnya torsi total di titik O tersebut adalah .... (sin⁡37o=0,6\sin37^o=0,6; cos⁡37o=0,8\cos37^o=0,8)

    A

    6464 N m searah jarum jam

    B

    4343 N m berlawanan arah jarum jam

    C

    8686 N m searah jarum jam

    D

    8686 N m berlawanan arah jarum jam

    E

    4343 N m searah jarum jam

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar gaya-gaya yang bekerja pada benda tegar

    sin⁡37o=0,6\sin37^o=0,6

    cos⁡37o=0,8\cos37^o=0,8

    Ditanya:

    Torsi di titik O τO=?\tau_{\text{O}}=?

    Dijawab:

    Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Torsi atau momen gaya dapat dicari dengan mengalikan gaya dengan lengannya (jarak gaya tersebut terhadap poros). Dengan catatan perpanjangan garis gaya dan perpanjangan garis lengannya tersebut harus saling tegak lurus.

    Pertama-tama kita gambar dahulu untuk mempermudah pengerjaan.

    Kemudian kita buat kesepakatan jika arahnya searah jarum jam, maka nilainya positif (+). Namun, jika arahnya berlawanan arah jarum jam, maka nilainya negatif (-).

    τO=τ1+τ2−τ3\tau_{\text{O}}=\tau_1+\tau_2-\tau_3 (Torsi oleh F4 tidak berpengaruh karena gayanya berada diporos. Torsi oleh F3 bernilai negatif karena gayanya menghasilkan torsi yang berlawanan arah jarum jam)

    τO=F1l1+F2xl2−F3l3\tau_{\text{O}}=F_1l_1+F_{2x}l_2-F_3l_3

    τO=(5)(OC)+F2cos⁡37o(OC)−(10)(OB)\tau_{\text{O}}=\left(5\right)\left(\text{OC}\right)+F_2\cos37^o\left(\text{OC}\right)-\left(10\right)\left(\text{OB}\right)

    τO=(5)(202)+(8)(0,8)(202)−(10)(402)\tau_{\text{O}}=\left(5\right)\left(\frac{20}{2}\right)+\left(8\right)\left(0,8\right)\left(\frac{20}{2}\right)-\left(10\right)\left(\frac{40}{2}\right)

    τO=(5)(10)+(6,4)(10)−(10)(20)\tau_{\text{O}}=\left(5\right)\left(10\right)+\left(6,4\right)\left(10\right)-\left(10\right)\left(20\right)

    τO=50+64−200\tau_{\text{O}}=50+64-200

    τO=−86\tau_{\text{O}}=-86 N m (negatif menunjukkan arahnya berlawanan arah jarum jam)

    Jadi, besarnya torsi total di titik O tersebut adalah 8686 N m berlawanan arah jarum jam.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

    Sebuah batang silinder diputarkan pada poros putar seperti pada gambar tersebut. Jika momen inersianya sebesar 11,2 kg m2, maka massa batang tersebut sebesar ....

    A

    1.2001.200 gram

    B

    900900 gram

    C

    1.8001.800 gram

    D

    300300 gram

    E

    600600 gram

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Batatang silinder

    Panjang L=6+4L=6+4 m =10=10 m

    Momen inersia I=11,2I=11,2 kg m2

    Ditanya:

    Massa M=?M=?

    Dijawab:

    Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Momen inersia batang silinder yang porosnya melalui pusat dapat dicari dengan mengalikan 112\frac{1}{12} massa dan kuadrat panjang batang silinder tersebut. Pada soal, porosnya tidak tepat di tengah-tengah batang silinder tersebut. Jadi kita dapat menggunakan rumusan untuk momen inersia pada poros sembarang. Momen inersia pada poros sembarang bisa dicari dengan persamaan Is=Ipm+Md2I_{\text{s}}=I_{\text{pm}}+Md^2 . Dengan IsI_{\text{s}} merupakan momen inersia di poros sembarang, IpmI_{\text{pm}} merupakan momen inersia di pusat, MM merupakan massa dan dd merupakan jarak poros dari pusat massa.

    Kita gambarkan terlebih dahulu.

    Is=Ipm+Md2I_{\text{s}}=I_{\text{pm}}+Md^2

    11,2=112M(10)2+M(1)211,2=\frac{1}{12}M\left(10\right)^2+M\left(1\right)^2

    11,2=10012M+M11,2=\frac{100}{12}M+M

    11,2=11212M11,2=\frac{112}{12}M

    M=11,2(12112)M=11,2\left(\frac{12}{112}\right)

    M=0,1(12)M=0,1\left(12\right)

    M=1,2M=1,2 kg

    M=1.200M=1.200 gram

    Jadi, massa batang tersebut sebesar 1.2001.200 gram.

  • Pilgan

    Sebuah batang silinder yang homogen dengan panjang 12 meter memiliki massa 2 kg. Poros O membagi panjang AO dan OB dengan perbandingan AO dan OB adalah 2 : 1 seperti pada gambar.

    Momen inersia pada poros O adalah ....

    A

    1616 kg m2

    B

    9696 kg m2

    C

    3232 kg m2

    D

    88 kg m2

    E

    2424 kg m2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Batatang silinder

    Panjang L=12L=12 m

    Perbandingan AO dan OB AOOB=21 → AO=2OB\frac{\text{AO}}{\text{OB}}=\frac{2}{1}\ \rightarrow\ \text{AO}=2\text{OB}

    Massa M=2M=2 kg

    Ditanya:

    Momen inersia I=?I=?

    Dijawab:

    Momen inersia adalah kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Momen inersia batang silinder yang porosnya melalui pusat dapat dicari dengan mengalikan 112\frac{1}{12} massa dan kuadrat panjang batang silinder tersebut. Pada soal, porosnya tidak tepat di tengah-tengah batang silinder tersebut. Jadi kita dapat menggunakan rumusan untuk momen inersia pada poros sembarang. Momen inersia pada poros sembarang bisa dicari dengan persamaan Is=Ipm+Md2I_{\text{s}}=I_{\text{pm}}+Md^2 . Dengan IsI_{\text{s}} merupakan momen inersia di poros sembarang, IpmI_{\text{pm}} merupakan momen inersia di pusat, MM merupakan massa dan dd merupakan jarak poros dari pusat massa.

    Pertama-tama kita cari panjang OB.

    AO+OB=12\text{AO}+\text{OB}=12

    2OB+OB=122\text{OB}+\text{OB}=12

    3OB=123\text{OB}=12

    OB=123\text{OB}=\frac{12}{3}

    OB=4\text{OB}=4 m

    Kemudian kita cari panjang AO

    AO=2OB\text{AO}=2\text{OB}

    AO=2(4)\text{AO}=2\left(4\right)

    AO=8\text{AO}=8 m

    Kemudian kita gambarkan.

    Is=Ipm+Md2I_{\text{s}}=I_{\text{pm}}+Md^2

    Is=112ML2+M(2)2I_{\text{s}}=\frac{1}{12}ML^2+M\left(2\right)^2

    Is=112(2)(12)2+(2)(4)I_{\text{s}}=\frac{1}{12}\left(2\right)\left(12\right)^2+\left(2\right)\left(4\right)

    Is=24+8I_{\text{s}}=24+8

    Is=32I_{\text{s}}=32 kg m2

    Jadi, momen inersia batang silinder tersebut sebesar 3232 kg m2.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.