Sebuah satelit planet Mars yang sedang mengorbit dalam lintasan melingkar berpindah ke orbit lain yang jari-jarinya lebih kecil. Besaran berikut yang dimiliki satelit di mana nilainya akan tetap ketika berpindah adalah ....
Gaya gravitasi, percepatan gravitasi, kecepatan sudut dan kecepatan tangensial adalah besaran-besaran yang terpengaruh oleh jarak objek ke planet. Ketika berpindah ke orbit yang jari-jarinya lebih kecil, maka gaya gravitasi, percepatan gravitasi, kecepatan sudut dan kecepatan tangensial akan semakin besar. Sedangkan sudut tempuh akan selalu sama yaitu 360o meskipun radius planet berubah-ubah.
Jika masa satelit A adalah tiga kali massa satelit B yang sedang mengelilingi bumi dengan radius yang sama, maka pernyataan berikut yang benar adalah ....
Sebuah satelit berada pada jarak R dari pusat sebuah planet memiliki percepatan gravitasi g dan kecepatan v. Jika satelit bergerak menjauh sehingga jaraknya menjadi 2R dari pusat planet dan percepatan gravitasinya menjadi 43g, maka kecepatan satelit akan menjadi ....
Periode planet X mengelilingi matahari adalah enam puluh empat kali periode planet Y mengelilingi matahari. Maka rasio jarak planet X dan planet Y dari matahari adalah ....
Rasio jarak planet X dan planet Y dari matahari rx:ry=?
Jawaban:
Untuk menentukan jarak planet B ke Matahari, dapat berpacu pada hukum ketiga Kepler yang menyatakan bahwa perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah panjang sumbu elips adalah sama untuk semua planet. Sehingga, persamaannya menjadi:
(TBTA)2=(RBRA)3
Untuk menentukan rasio jarak tiap planet dari matahari, maka digunakan persamaan Kepler.
(TyTx)2=(ryrx)3
(Ty64Ty)2=(ryrx)3
(64)2=(ryrx)3
(ryrx)3=4.096
ryrx=116
Jadi rasio jarak planet X dan planet Y dari matahari adalah 16 : 1.
Sebuah satelit bergerak dengan kecepatan v mengelilingi sebuah planet yang bermassa M pada ketinggian 2R dari pusat planet. Jika satelit yang sama mengelilingi planet lain yang memiliki massa 4M pada ketinggian yang sama, maka kecepatan satelit pada kondisi ini adalah .... (R adalah jari-jari planet)
Dua planet A dan B mengelilingi Matahari. Perbandingan periode planet A dan planet B ke Matahari adalah 1 : 3. Apabila jarak planet A ke Matahari adalah 2×108 km, maka jarak planet B ke Matahari adalah ....
Perbandingan periode planet A dan B TA : TB = 1 : 3
Jarak planet A ke Matahari RA=2×108 km
Ditanya:
Jarak planet B ke Matahari RB=?
Jawaban:
Untuk menentukan jarak planet B ke Matahari, dapat berpacu pada hukum ketiga Kepler yang menyatakan bahwa perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah panjang sumbu elips adalah sama untuk semua planet. Sehingga, persamaannya menjadi:
(TBTA)2=(RBRA)3
(31)2=(RB2×108)3=RB38×1024
91=RB38×1024
RB3=72×1024
RB=4,2×108 km
Jadi, jarak planet B ke Matahari adalah 4,2×108 km.
Sebuah satelit berada pada jarak R dari pusat sebuah planet memiliki percepatan gravitasi g, kecepatan v dan energi kinetik K. Jika satelit bergerak menjauh sehingga jaraknya menjadi 2R dari pusat planet dan percepatan gravitasinya menjadi 43g, maka energi kinetik satelit akan menjadi ....
Dua satelit A dan B mengelilingi Bumi pada ketinggian 4.000 km dan 4.200 km di atas permukaan Bumi. Jika dianggap pada kedua posisi tersebut mengalami percepatan gravitasi yang sama, maka perbandingan kecepatan sudut masing-masing satelit adalah .... (Radius Bumi 6.000 km)
Perbandingan kecepatan sudut masing-masing satelit ωA:ωB=?
Jawaban:
Kecepatan sudut ω adalah besar sudut pusat yang ditempuh oleh partikel dalam waktu tertentu. Hubungannya dengan kecepatan linear adalah bahwa untuk kecepatan sudut tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak dari pusat lingkarannya r. Kecepatan sudut satelit dalam mengelilingi planet yang kedua dapat ditentukan menggunakkan persamaan berikut ini
ω2ω1=r2v2r1v1
Satelit dapat mengorbit planet karena terdapat gaya sentripetal yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi.
Fsp=rmv2
r2GMm=rmv2
v2=rGM
v=rGM
Percepatan gravitasi di tempat-tempat yang dekat dengan permukaan planet dapat dinyatakan dengan:
g=r2GM⟶GM=gr2
Jika disubstitusikan ke dalam v, persamaannya menjadi:
Satelit A bermassa 1×1010 kg mengelilingi Bumi pada ketinggian 4.000 km di atas permukaan Bumi. Jika percepatan gravitasi di lokasi itu adalah 8m/s2, maka berapa besar momentum satelit tersebut, di mana momentum merupakan hasil perkalian massa dengan kecepatan gerak benda? (Radius Bumi = 6.000 km)
Momentum adalah ukuran kesukaran untuk memberhentikan benda bermassa m yang bergerak dengan kecepatan v. Satelit dapat mengorbit planet karena terdapat gaya sentripetal yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi.
Fsp=rmv2
r2GMm=rmv2
v2=rGM
v=rGM
Percepatan gravitasi di tempat-tempat yang dekat dengan permukaan planet dapat dinyatakan dengan:
g=r2GM⟶GM=gr2
Jika disubstitusikan ke dalam v, persamaannya menjadi:
v=rgr2=gr
Sehingga, untuk menentukan kecepatan satelit, dapat digunakan persamaan berikut.
v=gR , dengan R=rB+rs
p=mv=m(gR)=1×1010((8)(6×106+4×106))
=1×1010(80×106)=8,9×1013 kgm/s
Jadi, momentum satelit pada posisi ini adalah 8,9×1013 kgm/s .
Satelit A mengelilingi sebuah planet X yang bermassa 4×1030kg pada ketinggian 10.000 km dari pusat planet. Jika massa satelit adalah 1×1020kg, maka energi kinetik satelit tersebut adalah .... (G=7×10−11N m2/kg2)
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak. Oleh karena itu, energi kinetik memerlukan besar kecepatan. Satelit dapat mengorbit planet karena terdapat gaya sentripetal yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi.
Fsp=rmv2
r2GMm=rmv2
v2=rGM
Sehingga, energi kinetik satelit dalam mengelilingi planet dapat ditentukan menggunakan persamaan berikut ini