Dua bandul P dan Q digantungkan pada atap yang sama seperti pada gambar. Pernyataan yang benar tentang periode dan frekuensi ayunan P dan Q adalah ....
Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Periode gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.
T=2πgl
Sedangkan frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Frekuensi gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1lg
Dimana g merupakan percepatan gravitasi dan l merupakan panjang bandul. Persamaan periode dan frekuensi tersebut menunjukkan bahwa amplitudo, sudut simpangan, dan massa beban tidak berpengaruh terhadap besarnya periode dan frekuensi osilasi bandul. Nilai periode dan frekuensi bandul hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan panjang tali.
Untuk periode bandul:
Semakin panjang tali, maka periode bandul semakin besar.
Semakin besar percepatan gravitasi, maka periode bandul semakin kecil.
Untuk frekuensi bandul:
Semakin panjang tali, maka frekuensi bandul semakin kecil.
Semakin besar percepatan gravitasi, maka frekuensi bandul semakin besar.
Berdasarkan gambar bandul P dan Q, panjang tali bandul P lebih panjang dari bandul Q. Jadi, pernyataan yang benar tentang periode dan frekuensi ayunan P dan Q adalahTP<TQ dan fP>fQ.
Periode merupakan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 getaran penuh. Pada kasus pegas, 1 getaran penuh adalah gerakan dari titik keseimbangan - titik maksimal - titik keseimbangan - titik minimal - titik keseimbangan. Secara keseluruhan untuk menyelesaikan 1 periode, gerak yang diperlukan pada bandul ini adalah gerakan B-C-B-A-B.
Jadi, gerakan A-B-C merupakan gerakan 21 periode
Ketika pegas P digantungkan beban bermassa 1 kg, pegas bergetar secara harmonik dengan periode 3 s. Jika massa beban pada pegas P ditambah 3 kg, maka periode getarannya menjadi ....
Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.
T=2πkm
Dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban. Karena menggunakan 1 pegas yang sama, maka berdasarkan persamaan periode getaran pegas dapat diketahui bahwa periode berbanding lurus dengan akar massanya. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.
T≈m
Sehingga, periode pegas ketika diberi massa tambahan 3 kg dapat dihitung dengan perbandingan berikut.
Simpangan maksimal sebuah bandul yang memiliki panjang tali 10 cm dicapai pada sudut 37°. Bagaimana persamaan gerak bandul dalam bentuk persamaan simpangan? (asumsikan g = 10 m/s²)
Sebuah benda dikatakan memiliki gerakan harmonis apabila bergerak secara bolak-balik terhadap suatu titik keseimbangan. Jarak terjauh dari titik keseimbangan disebut amplitudo (A) dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1 siklus disebut periode (T). Simpangan pada tiap waktu di gerak harmonik sederhana dapat dimodelkan dengan persamaan matematis y=Asin(ωt) dimana ω=T2π . Pada bandul, periode bisa didapatkan menggunakan persamaan T=2πgl dimana l merupakan panjang tali dan g merupakan percepatan gravitasi.
Pertama, cari amplitudo dari gerak harmonik
Simpangan maksimal atau amplitudo dicapai pada saat θ = 37° sehingga besarnya amplitudo dapat didapat menggunakan persamaan trigonometri sebagai berikut
A=lsinθ
=10sin37°
=10(0,6)
=6 cm
Sehingga besarnya amplitudo adalah 6 cm.
Lalu, cari besarnya periode melalui persamaan periode bandul.
T=2πgl
=2π100,1
=2π1001
=2π(101)
=0,2π s
Masukkan ke dalam persamaan umum simpangan menjadi
Seorang pria mengamati seorang wanita bermain ayunan di pinggir pantai. Ketika dihitung menggunakan stopwatch, waktu yang dibutuhkan ayunan kembali dari titik maksimal ke titik keseimbangannya adalah 3 s. Besarnya periode ayunan adalah ....
Besarnya waktu dari titik maksimal ke titik keseimbangan t = 3 s.
Ditanya:
Periode ayunan T = ?
Jawab:
Periode merupakan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 getaran penuh. Pada kasus ayunan, 1 getaran penuh adalah gerakan dari titik keseimbangan - titik maksimal ke depan - titik keseimbangan - titik maksimal ke belakang - titik keseimbangan. Sehingga waktu dari titik maksimal ke titik keseimbangannya merupakan 41 periode.
Sebuah pegas bergetar secara harmonik sederhana sesuai dengan persamaan y=0,5sin62,8t, dengan y dan A dalam meter dan t dalam sekon. Jika π=3,14, maka besar frekuensi getaran pegas tersebut adalah ... kHz.
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya frekuensi dapat juga dicari melalui persamaan berikut.
ω=2πf→f=2πω
Dengan ω merupakan kecepatan sudut atau frekuensi sudut. Berdasarkan persamaan simpangan yaitu:
y=0,5sin6,28t
Dapat diketahui bahwa:
Amplitudo getaran pegas A=0,5 m
Kecepatan sudut getaran pegas ω=62,8 rad/s
Sehingga, frekuensi getarannya dapat dihitung sebagai berikut.
f=2πω
f=2(3,14)62,8
f=6,2862,8
f=10 Hz
f=0,01 kHz
Jadi, besar frekuensi getaran pegas tersebut adalah 0,01 kHz.
Tiga pegas identik yang memiliki konstanta pegas yang sama yaitu k disusun menjadi dua jenis rangkaian, yaitu rangkaian A dan rangkaian B seperti pada gambar. Jika rangkaian A dan rangkaian B diberi beban yang bermassa sama sebesar m lalu digetarkan harmonik secara bersamaan, maka perbandingan periode dari rangkaian pegas A dan B adalah ....
Massa beban rangkaian A dan rangkaian B mA=mB=m
Ditanya:
Periode pegas rangkaian A dan rangkaian B TA:TB=?
Jawab:
Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.
T=2πkm
Dimana m merupakan massa beban dan k merupakan konstanta pegas. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari setiap rangkaian.
Konstanta pegas total rangkaian A.
Mula-mula menghitung konstanta pegas 1 dan 2 yang disusun paralel sebagai berikut.
kp=k1+k2
kp=k+k
kp=2k
Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 3 yang disusun seri sebagai berikut.
ks1=ktotal A1=kp1+k31
ktotal A1=2k1+k1
ktotal A1=2k1+2
ktotal A1=2k3
ktotal A=32k
Konstanta pegas total rangkaian B.
Mula-mula menghitung konstanta pegas 2 dan 3 yang disusun paralel sebagai berikut.
kp=k2+k3
kp=k+k
kp=2k
Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 1 yang disusun seri sebagai berikut.
ks1=ktotal B1=k11+kp1
ktotal B1=k1+2k1
ktotal B1=2k2+1
ktotal B1=2k3
ktotal B=32k
Sehingga untuk mencari perbandingan periodenya dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut.
TBTA=2πktotal BmB2πktotal AmA
TBTA=32km32km
TBTA=11
Jadi, perbandingan periode dari rangkaian pegas A dan B adalah 1 : 1.
Pegas 1 (k1=2 N/m), pegas 2 (k2=8 N/m), dan pegas 3 (k3=8 N/m) disusun secara seri-paralel seperti pada gambar. Susunan pegas tersebut kemudian diberi beban bermassa 1 kg lalu ditarik dan dilepaskan, sehingga bergetar secara harmonik. Jika g = 10 m/s2, maka besar frekuensi getaran sistem pegas tersebut adalah ... Hz
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1mk
Dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari rangkaian.
Mula-mula menghitung konstanta pegas pengganti dari pegas 2 dan 3 yang disusun paralel sebagai berikut.
kp=k2+k3
kp=8+8
kp=16 N/m
Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 1 yang disusun seri sebagai berikut.
ks1=ktotal1=k11+kp1
ktotal1=21+161
ktotal1=168+1
ktotal1=169
ktotal=916
Sehingga, frekuensi getaran sistem pegas dapat dihitung sebagai berikut.
f=2π1mk
f=2π11(916)
f=2π1(916)
f=2π1(34)
f=3π2
f=3π2 Hz
Jadi, besar frekuensi getaran sistem pegas tersebut adalah 3π2Hz.
Tiga pegas yang memiliki konstanta pegas masing-masing yaitu k1=2 N/m, k2=2 N/m, dan k3=8 N/m disusun paralel-seri seperti pada gambar. Sistem pegas tersebut diberi beban bermassa 6 kg dan ditarik sejauh x lalu dilepaskan, sehingga bergetar secara harmonik sederhana. Jika g = 10 m/s2, maka besar periode gerak sistem pegas tersebut adalah ....
Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.
T=2πkm
Dimana m merupakan massa beban dan k merupakan konstanta pegas. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari rangkaian.
Mula-mula menghitung konstanta pegas 1 dan 2 yang disusun paralel sebagai berikut.
kp=k1+k2
kp=2+2
kp=4 N/m
Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 3 yang disusun seri sebagai berikut.
ks1=ktotal1=kp1+k31
ktotal1=41+61
ktotal1=82+1
ktotal1=83
ktotal=38
Sehingga besar periodenya dapat dihitung sebagai berikut.
T=2πktotalm
T=2π386
T=2π(6)(38)
T=2π16
T=2π(4)
T=8π s
Jadi, besar periode gerak sistem pegas tersebut adalah 8πs.
Dua pegas identik yaitu pegas A dan pegas B memiliki konstanta pegas yang sama yaitu k. Pegas A diberi beban bermassa 91 kg, sedangkan pegas B diberi beban bermassa 1 kg. Jika kedua pegas bergetar harmonik secara bersamaan, maka perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B adalah ....
Perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B fA:fB=?
Jawab:
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1mk
Dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban. Karena pegas A dan pegas B identik dan memiliki konstanta pegas yang sama, maka berdasarkan persamaan frekuensi getaran pegas dapat diketahui bahwa frekuensi berbanding terbalik dengan akar massanya. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.
f≈m1
Sehingga, perbandingan frekuensi getaran pegas dapat dihitung sebagai berikut.
fBfA=mAmB
fBfA=911
fBfA=311
fBfA=13
Jadi, perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B adalah 3 : 1.