Latihan Fisika Kelas XI Hukum II Termodinamika
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 9
2. 2
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan
    0

    Perhatikan beberapa siklus termodinamika berikut!

    1. Siklus Brayton
    2. Siklus Otto
    3. Siklus Diesel
    4. Siklus Carnot

    Siklus termodinamika yang digunakan pada mesin riil adalah ....

    A

    (1), (2), dan (3)

    B

    semua benar

    C

    (4) saja

    D

    (2) dan (4)

    E

    (1) dan (3)

    Pembahasan:

    Siklus Carnot merupakan siklus termodinamika ideal (teoritis) yang digunakan untuk menghitung efisiensi tertinggi yang mungkin terjadi pada sebuah mesin yang bekerja di antara dua suhu reservoir. Aplikasi mesin secara riil di dunia nyata selalu memiliki efisiensi di bawah efisiensi Carnot.

    Contoh siklus yang diaplikasikan di dunia nyata antara lain:

    • Siklus Rankine → pada pembangkit listrik tenaga uap.
    • Siklus Brayton → pada pembangkit listrik tenaga gas.
    • Siklus Otto → pada kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine) dengan bahan bakar bensin.
    • Siklus Diesel → pada kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine) dengan bahan bakar solar.

    Jadi, siklus termodinamika yang digunakan pada mesin riil adalah (1), (2), dan (3).

  • Pilgan

    Siklus termodinamika berikut yang diaplikasikan pada kendaraan bermotor adalah .... (pilih semua jawaban yang benar!)

    A

    siklus Otto

    B

    siklus Brayton

    C

    siklus Rankine

    D

    siklus Carnot

    E

    siklus Diesel

    Pembahasan:

    Siklus Carnot merupakan siklus termodinamika ideal (teoritis) yang digunakan untuk menghitung efisiensi tertinggi yang mungkin terjadi pada sebuah mesin yang bekerja di antara dua suhu reservoir. Aplikasi mesin secara riil di dunia nyata selalu memiliki efisiensi di bawah efisiensi Carnot.

    Contoh siklus yang diaplikasikan di dunia nyata antara lain:

    • Siklus Rankine → pada pembangkit listrik tenaga uap.
    • Siklus Brayton → pada pembangkit listrik tenaga gas.
    • Siklus Otto → pada kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine) dengan bahan bakar bensin.
    • Siklus Diesel → pada kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine) dengan bahan bakar solar.

    Jadi, siklus termodinamika yang diaplikasikan pada kendaraan bermotor adalah siklus Otto dan siklus Diesel.

  • Pilgan

    Mobil keluaran terbaru dirancang memiliki mesin yang mendekati performa mesin carnot. Apabila suhu gas buang (reservoir dingin) adalah 27 °C, berapa suhu ruang pembakaran (reservoir panas) yang harus dicapai untuk mendapatkan efisiensi sebesar 80%?

    A

    1.000 °C

    B

    1.500 °C

    C

    1.227 °C

    D

    1.992 °C

    E

    1.773 °C

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Suhu reservoir dingin TCT_{\text{C}} = 27 °C = 300 K

    Efisiensi η\eta = 80% = 0,8

    Ditanya:

    Suhu reservoir panas THT_{\text{H}} = ?

    Jawab:

    Mesin Kalor adalah mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}} di mana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin.

    Lakukan sedikit manipulasi terhadap persamaan tersebut

    η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}

    TCTH=1η\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}=1-\eta

    TH=TC1ηT_{\text{H}}=\frac{T_{\text{C}}}{1-\eta}

    Sehingga,

    TH=TC1ηT_{\text{H}}=\frac{T_{\text{C}}}{1-\eta}

    =30010,8=\frac{300}{1-0,8}

    =3000,2=\frac{300}{0,2}

    =1.500=1.500 K

    atau

    T(°C)=T(K)273T\left(°\text{C}\right)=T\left(\text{K}\right)-273

    =1.500273=1.500-273

    =1.227=1.227 °C

    Jadi, suhu pada reservoir panas adalah sebesar 1.227 °C.

  • Pilgan

    Image result for refrigerator freepik

    Sebuah freezer pada kulkas diasumsikan sebagai mesin pendingin ideal yang memiliki koefisien performansi 4,5. Jika suhu ruangan adalah 27 °C, suhu di dalam mesin pendingin tersebut adalah ....

    A

    -15,15 °C

    B

    -25,85 °C

    C

    -15,10 °C

    D

    -27,55 °C

    E

    -20,55 °C

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Koefisien performansi CPC_P = 4,5

    Suhu ruang di luar mesin atau suhu reservoir panas THT_{\text{H}} = 27 °C = 300 K

    Ditanya:

    Suhu di dalam mesin pendingin atau suhu reservoir dingin TCT_{\text{C}} = ?

    Jawab:

    Mesin pendingin disebut juga sebagai pompa kalor (heat pump). Mesin ini memanfaatkan usaha (WW) untuk memindahkan kalor melawan gradien suhu, yaitu dari reservoir dingin ( TCT_{\text{C}}) menuju reservoir panas (THT_{\text{H}}). Efisiensi pada mesin pendingin dapat dicari menggunakan koefisien performansi CP=TCTHTCC_P=\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}-T_{\text{C}}} dimana THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas dan TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin.

    CP=TCTHTCC_P=\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}-T_{\text{C}}}

    4,5=TC300TC4,5=\frac{T_{\text{C}}}{300-T_{\text{C}}}

    1.3504,5TC=TC1.350-4,5T_{\text{C}}=T_{\text{C}}

    5,5TC=1.3505,5T_{\text{C}}=1.350

    TC=245,45T_{\text{C}}=245,45 K

    atau

    T(°C)=T(K)273T\left(°\text{C}\right)=T\left(\text{K}\right)-273

    =245,45273=245,45-273

    =27,55=-27,55 °C

    Jadi, suhu di dalam mesin pendingin tersebut adalah -27,55 °C.

  • Pilgan

    Perhatikan grafik siklus termodinamika berikut!

    Besarnya usaha yang dilakukan oleh siklus tersebut adalah ....

    A

    450 J

    B

    500 J

    C

    125 J

    D

    375 J

    E

    250 J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Grafik siklus carnot.

    Suhu reservoir dingin TCT_{\text{C}} = 300 K

    Suhu reservoir panas THT_{\text{H}} = 400 K

    Kalor dari reservoir panas QHQ_{\text{H}} = 500 J

    Ditanya:

    Besar usaha WW = ?

    Jawab:

    Mesin Kalor adalah mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal dimana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}} dimana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin.

    Efisiensi ini adalah perbandingan antara energi yang menjadi usaha dengan total kalor yang masuk ke dalam sistem dari reservoir panas, dengan kata lain η=WQH\eta=\frac{W}{Q_{\text{H}}} dimana WW adalah usaha dan QHQ_{\text{H}} adalah kalor dari reservoir panas.

    Cari efisiensinya terlebih dahulu.

     η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}

    =1300400=1-\frac{300}{400}

    =10,75=1-0,75

    =0,25=0,25

    Lalu, cari usaha yang dihasilkan.

     η=WQH\eta=\frac{W}{Q_{\text{H}}}

     W=ηQHW=\eta Q_{\text{H}}

    =0,25(500)=0,25\left(500\right)

    =125=125 J

    Jadi, besarnya usaha yang dilakukan oleh siklus tersebut adalah 125 J.

  • Pilgan

    Perhatikan tabel berikut!

    Tabel tersebut menggambarkan 3 buah mesin carnot yang bekerja pada suhu tertentu. Urutan besarnya efisiensi mesin dari yang tertinggi adalah ....

    A

    semua mesin memiliki efisiensi yang sama

    B

    A > C > B

    C

    C > B > A

    D

    A > B > C

    E

    C > A > B

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Suhu reservoir dari beberapa mesin.

    Ditanya:

    Efisiensi (η\eta) tertinggi hingga terendah = ?

    Jawab:

    Mesin Kalor adalah mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}  di mana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin. 

    Hitung efisiensi dari masing-masing mesin terlebih dahulu.

    Mesin A

     ηA=1TCATHA\eta_{\text{A}}=1-\frac{T_{\text{C}_{\text{A}}}}{T_{\text{H}_{\text{A}}}}

    =1200400=1-\frac{200}{400}

    =10,5=1-0,5

    =0,5=0,5

    Mesin B

     ηB=1TCBTHB\eta_{\text{B}}=1-\frac{T_{\text{C}_{\text{B}}}}{T_{\text{H}_{\text{B}}}}

    =15001.000=1-\frac{500}{1.000}

    =10,5=1-0,5

    =0,5=0,5

    Mesin C

     ηC=1TCCTHC\eta_{\text{C}}=1-\frac{T_{\text{C}_{\text{C}}}}{T_{\text{H}_{\text{C}}}}

    =1150300=1-\frac{150}{300}

    =10,5=1-0,5

    =0,5=0,5

    Jadi, urutan efisiensi mesin dari yang tertinggi adalah semua mesin memiliki efisiensi yang sama.

  • Pilgan

    PT. Kecit Heavy Industries, Tbk merupakan sebuah perusahaan manufaktur nasional. Perusahaan ini membeli sebuah mesin yang bekerja pada suhu 400 K - 800 K untuk membantu proses operasionalnya. Ketika quality check dilakukan, kalor masukan sebesar 30 kJ menghasilan usaha sebesar 10 kJ. Besarnya rugi-rugi usaha yang dialami mesin ini adalah sebesar ....

    A

    20 kJ

    B

    10 kJ

    C

    15 kJ

    D

    0 kJ

    E

    5 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Suhu reservoir panas THT_{\text{H}} = 800 K

    Suhu reservoir dingin TCT_{\text{C}} = 400 K

    Kalor masukan dari reservoir panas QHQ_{\text{H}} = 30 kJ

    Usaha riil yang dihasilkan WriilW_{\text{riil}} = 10 kJ

    Ditanya:

    Rugi-rugi usaha WrugiW_{\text{rugi}} = ?

    Jawab:

    Mesin Kalor adalah mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin.

    Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}  di mana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin.

    Pada mesin kalor di kondisi riil, terdapat rugi-rugi daya yang dihasilkan akibat adanya rugi panas, rugi bunyi, rugi gesekan, dan rugi inersia. Sehingga, persamaan efisiensi sebelumnya tidak berlaku lagi. Efisiensi pada mesin kalor secara umum didefinisikan perbandingan antara energi yang menjadi usaha dengan total kalor yang masuk ke dalam sistem dari reservoir panas, dengan kata lain η=WQH\eta=\frac{W}{Q_{\text{H}}} di mana WW adalah usaha dan QHQ_{\text{H}} adalah kalor dari reservoir panas.

    Cari efisiensi carnotnya terlebih dahulu

     ηcarnot=1TCTH\eta_{\text{carnot}}=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}  

    =1400800=1-\frac{400}{800}

    =112=1-\frac{1}{2}

    =12=\frac{1}{2}

    Sehingga apabila mesin bekerja secara maksimal tanpa adanya rugi-rugi daya yang seharusnya dihasilkan adalah

     ηcarnot=WidealQH\eta_{\text{carnot}}=\frac{W_{\text{ideal}}}{Q_{\text{H}}}

    Wideal=ηcarnotQHW_{\text{ideal}}=\eta_{\text{carnot}}Q_{\text{H}}

    =12(30)=\frac{1}{2}\left(30\right)

    =15=15 kJ

    Maka besarnya energi yang hilang adalah sebesar

    Wrugi=WidealWriilW_{\text{rugi}}=W_{\text{ideal}}-W_{\text{riil}}

    =1510=15-10

    =5=5 kJ

    Jadi, rugi-rugi usaha yang dialami mesin ini adalah sebesar 5 kJ.

  • Pilgan

    Image result for biogas plant freepik

    Sebuah pabrik pemrosesan biogas memiliki mesin ideal yang bekerja antara suhu 1.200 K dan 400 K. Kalor pembuangan dari mesin tersebut digunakan untuk memanaskan air bersuhu 30 °C menjadi air panas. Debit air yang dialirkan adalah 0,01 m3/s. Jika kalor yang disuplai ke dalam pembangkit sebanyak 1.200 kJ/s, maka suhu air naik menjadi .... (diketahui kalor jenis air = 4.200 J/kg °C dan massa jenis air ρ\rho = 1.000 kg/m3)

    A

    21,94 °C

    B

    42,83 °C

    C

    31,95 °C

    D

    39,52 °C

    E

    55,67 °C

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Suhu reservoir panas THT_{\text{H}} = 1.200 K

    Suhu reservoir dingin TCT_{\text{C}} = 400 K

    Suhu awal air T0T_0 = 30 °C

    Debit air DD = 0,01 m3/s (simbol debit air diganti DD untuk mencegah kerancuan dengan kalor QQ)

    Kalor yang disuplai ke dalam pembangkit QHt\frac{Q_{\text{H}}}{t} = 1.200 kJ/s

    Kalor jenis air cc = 4.200 J/kg °C

    Massa jenis air ρ\rho = 1.000 kg/m3

    Ditanya:

    Suhu akhir air TT = ?

    Jawab:

    Mesin Kalor adalah mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Efisiensi pada sebuah mesin kalor adalah perbandingan antara energi yang menjadi usaha dengan total kalor yang masuk ke dalam sistem dari reservoir panas, dengan kata lain η=WQH=1QCQH\eta=\frac{W}{Q_{\text{H}}}=1-\frac{Q_{\text{C}}}{Q_{\text{H}}} di mana WW adalah usaha, QHQ_{\text{H}} adalah kalor dari reservoir panas, dan QCQ_{\text{C}} adalah kalor dari reservoir dingin.

    Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}  di mana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin. 

    Hitung efisiensi pembangkit dan kalor yang dilepaskan ke reservoir dingin (kalor buang). Bagi masing-masing QQ dengan tt untuk mendapatkan laju aliran kalor.

    η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}

    1(QCtQHt)=1TCTH1-\left(\frac{\frac{Q_{\text{C}}}{t}}{\frac{Q_{\text{H}}}{t}}\right)=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}

    QCt=TCTH(QHt)\frac{Q_{\text{C}}}{t}=\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}\left(\frac{Q_{\text{H}}}{t}\right)

    QCt=4001.200(1.200)\frac{Q_{\text{C}}}{t}=\frac{400}{1.200}\left(1.200\right)

    QCt=400\frac{Q_{\text{C}}}{t}=400 kJ/s

    QCt=400.000\frac{Q_{\text{C}}}{t}=400.000 J/s

    Kemudian, hitung laju alir massa air.

    mt=ρD\frac{m}{t}=\rho D

    mt=(1.000)(0,01)\frac{m}{t}=\left(1.000\right)\left(0,01\right)

    mt=10\frac{m}{t}=10 kg/s

    Besarnya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1 K atau 1 oC^o\text{C} dengan nilai kalor jenis tertentu memenuhi persamaan Q=mcΔTQ=mc\Delta T di mana mm adalah massa, cc adalah kalor jenis, dan ΔT\Delta T adalah perubahan suhu.

    Terakhir, hitung kenaikan suhu. Bagi tt pada kedua ruas untuk mendapatkan laju aliran kalor. QQ yang digunakan adalah suhu buangan yaitu QCQ_{\text{C}}

    Q=mcΔTQ=mc\Delta T

    QCt=mcΔTt\frac{Q_{\text{C}}}{t}=\frac{mc\Delta T}{t}

    ΔT=(QCt)(mt)c\Delta T=\frac{\left(\frac{Q_{\text{C}}}{t}\right)}{\left(\frac{m}{t}\right)c}

    ΔT=400.00010(4.200)\Delta T=\frac{400.000}{10\left(4.200\right)}

    ΔT=9,52\Delta T=9,52 °C

    Sehingga suhunya menjadi

    T=T0+ΔTT=T_0+\Delta T

    T=30+9,52T=30+9,52

    T=39,52T=39,52 °C

    Jadi, suhu air naik menjadi 39,52 °C.

  • Pilgan

    Terdapat dua buah mesin Carnot yaitu mesin A dan B. Mesin A bekerja antara suhu 1.000 K dan 500 K sementara mesin B bekerja antara suhu 500 K dan 300 K. Kalor hasil gas buang mesin A digunakan kembali pada mesin B. Jika kalor sebesar 100 kJ disuplai ke mesin A, maka besarnya kalor gas buang mesin B adalah ....

    A

    20 kJ

    B

    50 kJ

    C

    40 kJ

    D

    60 kJ

    E

    30 kJ

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Suhu reservoir panas mesin A THAT_{\text{H}_{\text{A}}}= 1.000 K

    Suhu reservoir dingin mesin A TCAT_{\text{C}_{\text{A}}}= 500 K

    Suhu reservoir panas mesin B THBT_{\text{H}_{\text{B}}}= 500 K

    Suhu reservoir dingin mesin B TCBT_{\text{C}_{\text{B}}}= 300 K

    Kalor panas ke mesin A QHAQ_{\text{H}_{\text{A}}}= 100 kJ

    Ditanya:

    Kalor dingin dari mesin B QCBQ_{\text{C}_{\text{B}}}= ?

    Jawab:

    Mesin Kalor adalah mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Efisiensi pada sebuah mesin kalor adalah perbandingan antara energi yang menjadi usaha dengan total kalor yang masuk ke dalam sistem dari reservoir panas, dengan kata lain η=WQH=QHQCQH\eta=\frac{W}{Q_{\text{H}}}=\frac{Q_{\text{H}}-Q_{\text{C}}}{Q_{\text{H}}} di mana WW adalah usaha, QHQ_{\text{H}} adalah kalor dari reservoir panas, dan QCQ_{\text{C}} adalah kalor dari reservoir dingin.

    Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}  di mana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin. 

    Hitung efisiensi dari masing-masing mesin terlebih dahulu.

    Mesin A

     ηA=1TCATHA\eta_{\text{A}}=1-\frac{T_{\text{C}_{\text{A}}}}{T_{\text{H}_{\text{A}}}}

    =15001.000=1-\frac{500}{1.000}

    =10,5=1-0,5

    =0,5=0,5

    Mesin B

     ηB=1TCBTHB\eta_{\text{B}}=1-\frac{T_{\text{C}_{\text{B}}}}{T_{\text{H}_{\text{B}}}}

    =1300500=1-\frac{300}{500}

    =10,6=1-0,6

    =0,4=0,4

    Ubah persamaan efisiensi untuk mendapatkan nilai QCQ_{\text{C}}.

    η=QHQCQH\eta=\frac{Q_{\text{H}}-Q_{\text{C}}}{Q_{\text{H}}}

    η=1QCQH\eta=1-\frac{Q_{\text{C}}}{Q_{\text{H}}}

    QC=(1η)QHQ_{\text{C}}=\left(1-\eta\right)Q_{\text{H}}

    Besar kalor yang keluar dari mesin A adalah

    QCA=(1ηA)QHAQ_{\text{C}_{\text{A}}}=\left(1-\eta_{\text{A}}\right)Q_{\text{H}_{\text{A}}}

    =(10,5)(100)=\left(1-0,5\right)\left(100\right)

    =50=50 kJ

    Karena dipakai kembali, kalor buangan dari mesin A akan menjadi kalor masukan bagi mesin B. Besar kalor yang keluar dari mesin B adalah

    QCB=(1ηB)QHBQ_{\text{C}_{\text{B}}}=\left(1-\eta_{\text{B}}\right)Q_{\text{H}_{\text{B}}}

    =(10,4)(50)=\left(1-0,4\right)\left(50\right)

    =30=30 kJ

    Jadi, besarnya kalor gas buang mesin B adalah 30 kJ.

  • Pilgan

    Image result for train freepik

    Sebuah lokomotif kereta menggunakan mesin diesel yang efisiensi mesinnya hanya 25% dari efisiensi maksimum yang mungkin. Ruang pembakaran lokomotif bersuhu 2.000 K dan gas buangnya bersuhu 400 K Jika massa lokomotif adalah 10 ton, maka berapa kalor yang dibutuhkan untuk mengerakkan lokomotif sejauh 100 km di sebuah rel dengan koefisien gesekan μ\ \mu = 1? (gg = 10 m/s2)

    A

    5×1085\times10^8 J

    B

    5×10105\times10^{10} J

    C

    5×10115\times10^{11} J

    D

    5×1095\times10^9 J

    E

    5×10125\times10^{12} J

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa lokomotif mm = 10 ton = 10.000 kg

    Reservoir suhu tinggi THT_{\text{H}} = 2.000 K

    Reservoir suhu rendah TCT_{\text{C}} = 400 K

    Efisiensi mesin η\eta = 25%×ηmaks25\%\times\eta_{\text{maks}}

    Jarak dd = 100 km = 100.000 m

    Koefisien gesekan μ\mu = 1

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s

    Ditanya:

    Kalor yang dibutuhkan QHQ_{\text{H}} = ?

    Jawab:

    Mesin pembakaran internal merupakan salah satu jenis mesin kalor riil, mesin yang mengubah energi panas (kalor) menjadi energi dalam bentuk lain (usaha), seperti energi mekanik. Mesin Kalor mampu menghasilkan usaha karena menurut Hukum 2 Termodinamika, kalor mengalir secara spontan dari reservoir panas ke reservoir dingin. Mesin carnot adalah bentuk khusus dari mesin kalor yang sangat ideal di mana kalor yang dialirkan akan berbanding lurus dengan suhu pada reservoir sehingga pada mesin carnot berlaku persamaan efisiensi η=1TCTH\eta=1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}} di mana TCT_{\text{C}} merupakan suhu di reservoir dingin dan THT_{\text{H}} merupakan suhu di reservoir panas. Suhu harus dinyatakan dalam satuan kelvin.

    Efisiensi ini adalah perbandingan antara energi yang menjadi usaha dengan total kalor yang masuk ke dalam sistem dari reservoir panas, dengan kata lain η=WQH\eta=\frac{W}{Q_{\text{H}}} di mana WW adalah usaha dan QHQ_{\text{H}} adalah kalor dari reservoir panas.

    Pertama, cari terlebih dahulu usaha yang diperlukan oleh lokomotif kereta. Karena koefisien gesekan rel adalah 1, maka besarnya gaya gesek sama dengan gaya beratnya.

    W=FdW=Fd

    W=mgdW=mgd

    W=(10.000)(10)(100.000)W=\left(10.000\right)\left(10\right)\left(100.000\right)

    W=1010W=10^{10} J

    Efisiensi tertinggi yang bisa dicapai oleh sebuah mesin kalor adalah efisiensi mesin carnot. Karena efisiensi mesin hanya 25% dari efisiensi maksimalnya, maka:

    η=14ηmaks\eta=\frac{1}{4}\eta_{\text{maks}}

    WQH=14(1TCTH)\frac{W}{Q_{\text{H}}}=\frac{1}{4}\left(1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}\right)

    QH=W14(1TCTH)Q_{\text{H}}=\frac{W}{\frac{1}{4}\left(1-\frac{T_{\text{C}}}{T_{\text{H}}}\right)}

    QH=101014(14002.000)Q_{\text{H}}=\frac{10^{10}}{\frac{1}{4}\left(1-\frac{400}{2.000}\right)}

    QH=5×1010Q_{\text{H}}=5\times10^{10} J

    Jadi, kalor yang dibutuhkan untuk mengerakkan lokomotif adalah 5×10105\times10^{10} J.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.