Latihan Fisika Kelas XII Daya dan Energi Listrik
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
2
Dilewati
8

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan
    0

    Suatu electromotor digunakan untuk mengangkat beban bermassa 2,5 kg secara vertikal ke atas. Electromotor tersebut dapat beroperasi pada tegangan 10 V dengan kuat arus sebasar 2,5 A. Jika electromotor dapat mengangkat beban tersebut setinggi 2 m dalam waktu 4 detik, maka efisiensi electromotor adalah .... (g = 10 m/s2)

    A

    40%

    B

    80%

    C

    100%

    D

    20%

    E

    50%

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa beban mm = 2,5 kg

    Tegangan VV = 10 V

    Kuat arus II = 2,5 A

    Ketinggian beban hh = 2 m

    Waktu tt = 4 detik

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Efisiensi electromotor η=\eta=?

    Dijawab:

    Soal merupakan gabungan antara konsep listrik dan mekanika khususnya energi potensial. Efisiensi merupakan perbandingan daya yang dihasilkan dengan daya yang diperlukan. Karena terjadi perubahan energi listrik menjadi energi mekanik, maka efisiensi electromotor dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    η=PakhirPawal×100%\eta=\frac{P_{\text{akhir}}}{P_{\text{awal}}}\times100\%

    η=PmekanikPlistrik×100%\eta=\frac{P_{\text{mekanik}}}{P_{\text{listrik}}}\times100\%

    Dengan daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=WtP=\frac{W}{t}

    Berdasarkan konsep mekanika, energi potensial dirumuskan dengan persamaan berikut.

    EP=mghEP=mgh

    Sehingga daya mekanik dapat dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Pmekanik=EPtP_{\text{mekanik}}=\frac{EP}{t}

    Pmekanik=mghtP_{\text{mekanik}}=\frac{mgh}{t}

    Sedangkan daya listrik merupakan energi persatuan waktu atau perkalian antara tegangan dengan arus listrik yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Plistrik=VIP_{\text{listrik}}=VI

    Maka efisiensi electromotor adalah sebagai berikut.

    η=PmekanikPlistrik×100%\eta=\frac{P_{\text{mekanik}}}{P_{\text{listrik}}}\times100\%

    η=mghtVI×100%\eta=\frac{\frac{mgh}{t}}{VI}\times100\%

    η=mghVIt×100%\eta=\frac{mgh}{VIt}\times100\%

    η=(2,5)(10)(2)(10)(2,5)(4)×100%\eta=\frac{\left(2,5\right)\left(10\right)\left(2\right)}{\left(10\right)\left(2,5\right)\left(4\right)}\times100\%

    η=0,5×100%\eta=0,5\times100\%

    η=50%\eta=50\%

    Jadi, efisiensi electromotor adalah 50%.

  • Pilgan

    Berikut merupakan satuan energi, kecuali .... (pilih semua jawaban yang benar!)

    A

    kalori

    B

    watt

    C

    kWh

    D

    mAh

    E

    joule

    Pembahasan:

    Contoh satuan-satuan energi antara lain:

    • joule → satuan internasional dari energi (paling umum digunakan).
    • kWh → banyaknya daya yang digunakan tiap jamnya (umum digunakan untuk menyatakan energi listrik).
    • kalori → banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air sebesar 1 derajat Celsius pada tekanan 1 atmosfer (umum digunakan untuk menyatakan energi panas).

    Sementara mAh (miliAmpere-hour) merupakan satuan muatan dan watt merupakan satuan daya.

    Jadi, berikut merupakan satuan energi, kecuali mAh dan watt.

  • Pilgan

    Indra melakukan percobaan dengan merangkai 2 resistor dan 3 baterai seperti pada gambar berikut.

    Besar daya listrik yang terdisipasi di dalam resistor 5 Ω5\ \Omega adalah ....

    A

    25 W

    B

    20 W

    C

    5 W

    D

    15 W

    E

    10 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Hambatan 1 R1=5 ΩR_1=5\ \Omega

    Hambatan 2 R2=4 ΩR_2=4\ \Omega

    Tegangan baterai 1 ε1\varepsilon_1 = 14 V

    Tegangan baterai 2 ε2\varepsilon_2 = 24 V

    Tegangan baterai 3 ε3\varepsilon_3 = 20 V

    Ditanya:

    Daya di hambatan 1 P1=P_1=?

    Dijawab:

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 1 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Sehingga, misal arah loop dibuat searah jarum jam, maka:

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    (ε1+ε2+ε3)+I(R1+R2)=0\left(\varepsilon_1+\varepsilon_2+\varepsilon_3\right)+I\left(R_1+R_2\right)=0

    (1424+20)+I(5+4)=0\left(-14-24+20\right)+I\left(5+4\right)=0

    18+9I=0-18+9I=0

    9I=189I=18

    I=189I=\frac{18}{9}

    I=2I=2 A

    Menghitung daya yang terdisipasi di dalam hambatan 1.

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Maka,

    P1=I2R1P_1=I^2R_1

    P1=(2)2(5)P_1=\left(2\right)^2\left(5\right)

    P1=(4)(5)P_1=\left(4\right)\left(5\right)

    P1=20P_1=20 W

    Jadi, besar daya listrik yang terdisipasi di dalam resistor 5 Ω5\ \Omega adalah 20 W.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar rangkaian berikut.

    Besar daya pada hambatan 6 Ω6\ \Omega adalah ....

    A

    54 W

    B

    36 W

    C

    48 W

    D

    9 W

    E

    18 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 V1V_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1=6 ΩR_1=6\ \Omega

    Tegangan sumber 2 V2V_2 = 6 V

    Hambatan 2 R2=0R_2=0

    Hambatan 3 R3=4 ΩR_3=4\ \Omega

    Ditanya:

    Daya pada hambatan 1 P1=P_1=?

    Dijawab:

    Menghitung arus yang mengalir pada hambatan 6 Ω6\ \Omega

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Sesuai dengan hukum I KIrchhoff, berlaku:

    I3=I1+I2I_3=I_1+I_2

    Karena loop II lebih sederhana, maka dapat dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff.

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    6+I2(0)+I3(4)=06+I_2\left(0\right)+I_3\left(4\right)=0

    6+4I3=06+4I_3=0

    4I3=64I_3=-6

    I3=64I_3=-\frac{6}{4}

    I3=1,5I_3=-1,5 A

    Selanjutnya menghitung arus pada loop I.

    Loop I

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε1+I1R1+I3R3=0\varepsilon_1+I_1R_1+I_3R_3=0

    12+I1(6)+(1,5)(4)=0-12+I_1\left(6\right)+\left(-1,5\right)\left(4\right)=0

    12+6I16=0-12+6I_1-6=0

    18+6I1=0-18+6I_1=0

    6I1=186I_1=18

    I1=186I_1=\frac{18}{6}

    I1=3I_1=3 A

    Menghitung daya

    Energi tiap satuan waktu merupakan daya yang dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Maka, besar daya pada hambatan 1 adalah sebagai berikut.

    P1=I12R1P_1=I_1^2R_1

    P1=(3)2(6)P_1=\left(3\right)^2\left(6\right)

    P1=(9)(6)P_1=\left(9\right)\left(6\right)

    P1=54P_1=54 W

    Jadi, besar daya pada hambatan 6 Ω6\ \Omega adalah 54 W.

  • Pilgan

    Sebuah motor listrik DC memiliki spesifikasi 1.000 W/220 V. Jika motor tersebut dipasang pada tegangan 55 V, maka daya lampu yang bekerja adalah ....

    A

    25 W

    B

    62,5 W

    C

    75 W

    D

    12,5 W

    E

    47,5 W

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya motor P1P_1 = 1.000 W

    Tegangan motor V1V_1 = 220 V

    Tegangan yang berlaku V2V_2 = 55 V

    Ditanya:

    Daya motor pada tegangan tersebut P2P_2 = ?

    Jawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Dari persamaan tersebut, daya berbanding lurus dengan kuadrat tegangan.

    P1P2=(V1V2)2\frac{P_1}{P_2}=\left(\frac{V_1}{V_2}\right)^2

    1.000P2=(22055)2\frac{1.000}{P_2}=\left(\frac{220}{55}\right)^2

    P2=1.00042P_2=\frac{1.000}{4^2}

    P2=62,5P_2=62,5 W

    Jadi, daya motor yang bekerja adalah 62,5 W.

  • Pilgan

    Anak kos "Bunda Maia" ingin mendidihkan 1,2 kg air ke dalam panci yang berkapasitas kalor 50 kalori/C^{\circ}\text{C} dengan menggunakan kompor listrik 500 W, 220 V. Jika suhu awal air adalah 28 C28\ ^{\circ}\text{C}, maka waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air hingga 100 C100\ ^{\circ}\text{C} adalah ... menit. (cair=4.200c_{\text{air}}=4.200 J/kg C\ ^{\circ}\text{C}; 1 kalori = 4,2 joule)

    A

    25,2

    B

    6,3

    C

    10,0

    D

    12,6

    E

    5,0

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa air mm = 1,2 kg

    Kapasitas kalor panci CpanciC_{\text{panci}} = 50 kalori/ C=(50)(4,2)=210 J/ C\ ^{\circ}\text{C}=\left(50\right)\left(4,2\right)=210\ \text{J/ }^{\circ}\text{C}\rightarrow karena 1 kalori = 4,2 joule

    Spesifikasi kompor listrik

    Daya kompor listrik PkomporP_{\text{kompor}} = 500 W

    Tegangan kompor listrik VV = 220 V

    Suhu awal air T1=28 CT_1=28\ ^{\circ}\text{C}

    Suhu akhir air T2=100 CT_2=100\ ^{\circ}\text{C}

    Kalor jenis air cair=4.200c_{\text{air}}=4.200 J/kg C\ ^{\circ}\text{C}

    Ditanya:

    Waktu untuk mendidihkan air t=t=?

    Dijawab:

    Soal merupakan gabungan antara energi listrik dengan kalor. Berdasarkan konsep, energi listrik dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Elistrik=VItE_{\text{listrik}}=VIt

    Dengan P=VIP=VI, maka:

    Elistrik=PtE_{\text{listrik}}=Pt

    Karena proses mendidihkan air dengan kompor listrik melibatkan perubahan energi listrik menjadi panas, maka:

    Elistrik=EkalorE_{\text{listrik}}=E_{\text{kalor}}

    Pkomport=m cairΔT+CpanciΔTP_{\text{kompor}}t=m\ c_{\text{air}}\Delta T+C_{\text{panci}}\Delta T

    t=(m cairΔT+CpanciΔT)Pkomport=\frac{\left(m\ c_{\text{air}}\Delta T+C_{\text{panci}}\Delta T\right)}{P_{\text{kompor}}}

    t=((1,2)(4.200)(10028)+(210)(10028))500t=\frac{\left(\left(1,2\right)\left(4.200\right)\left(100-28\right)+\left(210\right)\left(100-28\right)\right)}{500}

    t=362.880+15.120500t=\frac{362.880+15.120}{500}

    t=378.000500t=\frac{378.000}{500}

    t=756t=756 sekon

    t=75660t=\frac{756}{60}

    t=12,6t=12,6 menit

    Jadi, waktu yang diperlukan untuk mendidihkan air hingga 100 C100\ ^{\circ}\text{C} adalah 12,6 menit.

  • Pilgan

    Di Indonesia, petani buah naga biasa menggunakan lampu pada setiap tanaman buah naga untuk mempercepat masa panen. Suatu ketika pak Ogah ingin membuka lahan baru untuk kebun buah naganya, sehingga pak Ogah menambah daya listrik ke PLN sebesar 500 W dengan tegangan 110 V. Jika pak Ogah menggunakan lampu dengan spesifikasi 20 W 220V dan semua lampu akan dipasang paralel, maka jumlah lampu maksimal yang dapat dipasang pak Ogah adalah ....

    A

    125 lampu

    B

    100 lampu

    C

    25 lampu

    D

    40 lampu

    E

    50 lampu

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya sumber PSP_{\text{S}} = 500 W

    Tegangan sumber VSV_{\text{S}} = 110 V

    Daya lampu PLP_{\text{L}} = 20 W

    Tegangan lampu VLV_{\text{L}} = 220 V

    Ditanya:

    Jumlah lampu yang dapat dipasang n=n=?

    Dijawab:

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Jika nn buah lampu dipasang paralel, maka hambatan total rangkaian listrik adalah sebagai berikut.

    1Rtotal=1Rp=nRL\frac{1}{R_{\text{total}}}=\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{n}{R_{\text{L}}}

    Rtotal=Rp=RLnR_{\text{total}}=R_{\text{p}}=\frac{R_{\text{L}}}{n}

    Sehingga,

    Rtotal=RLnR_{\text{total}}=\frac{R_{\text{L}}}{n}

    Berdasarkan persamaan:

    PL=VL2RL RL=VL2PLP_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{R_{\text{L}}}\rightarrow\ R_{\text{L}}=\frac{V_{\text{L}}^2}{P_{\text{L}}}

    Maka,

    RL=(220)220R_{\text{L}}=\frac{\left(220\right)^2}{20}

    Sehingga,

    Rtotal=(220)220nR_{\text{total}}=\frac{\frac{\left(220\right)^2}{20}}{n}

    Rtotal=(220)220nR_{\text{total}}=\frac{\left(220\right)^2}{20n}

    Ketika nn buah lampu dirangkai dan dipasang pada sumber tegangan, maka:

    PS=VS2RtotalP_{\text{S}}=\frac{V_{\text{S}}^2}{R_{\text{total}}}

    500=(110)2(220)220n500=\frac{\left(110\right)^2}{\frac{\left(220\right)^2}{20n}}

    500=(110)2(220)2(20n)500=\frac{\left(110\right)^2}{\left(220\right)^2}\left(20n\right)

    500=(12)2(20n)500=\left(\frac{1}{2}\right)^2\left(20n\right)

    500=(14)(20n)500=\left(\frac{1}{4}\right)\left(20n\right)

    500=5n500=5n

    n=5005n=\frac{500}{5}

    n=100n=100 lampu

    Jadi, jumlah lampu maksimal yang dapat dipasang pak Ogah adalah 100 lampu.

  • Pilgan
    0

    Lintang memiliki sebuah lampu dengan spesifikasi 20 W, 110 V dan lampu tersebut selalu menyala 15 jam sehari. Jika 1 kWh seharga Rp560,00, maka biaya yang harus dibayar Lintang per hari adalah ....

    A

    Rp280,00

    B

    Rp336,00

    C

    Rp1.680,00

    D

    Rp2.800,00

    E

    Rp168,00

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya lampu PP = 20 W

    Tegangan VV = 110 V

    Waktu lampu bekerja sehari tt = 15 jam = 15 h

    Biaya 1 kWh = Rp560,00

    Ditanya:

    Biaya yang dibayar dalam satu hari?

    Dijawab:

    Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    W=VItW=VIt atau W=PtW=Pt

    Maka, energi yang digunakan lampu dalam sehari adalah:

    W=PtW=Pt

    W=(20)(15)W=\left(20\right)\left(15\right)

    W=300W=300 Wh

    W=0,3W=0,3 kWh

    Maka biaya lampu yang harus dibayarkan Lintang perhari adalah:

    Biaya=(W)(tarif)\text{Biaya}=\left(W\right)\left(\text{tarif}\right)

    Biaya=(0,3)(Rp560,00)\text{Biaya}=\left(0,3\right)\left(\text{Rp}560,00\right)

    Biaya=Rp168,00\text{Biaya}=\text{Rp}168,00

    Jadi, biaya yang harus dibayar Lintang per hari adalah Rp168,00.

  • Pilgan

    Suatu setrika listrik memiliki daya 120 W. Jika setrika tersebut digunakan 1,5 jam sehari selama 1 bulan, maka energi listrik yang digunakan untuk setrika tersebut adalah ... kWh.

    A

    0,54

    B

    5,4

    C

    5.400

    D

    54

    E

    540

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Daya setrika PP = 120 W

    Waktu setrika bekerja sehari tt = 1,5 jam = 1,5 h

    Waktu pemakaian = 1 bulan = 30 hari

    Ditanya:

    Energi listrik yang digunakan selama 1 bulan untuk setrika W=W=?

    Dijawab:

    Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    W=VItW=VIt atau W=PtW=Pt

    Maka, energi yang digunakan lampu dalam sebulan adalah:

    W=PtW=Pt

    W=(120)(1,5×30 hari)W=\left(120\right)\left(1,5\times30\ \text{hari}\right)

    W=(120)(45)W=\left(120\right)\left(45\right)

    W=5.400W=5.400 Wh

    W=5,4W=5,4 kWh

    Jadi, energi listrik yang digunakan untuk setrika tersebut adalah 5,4 kWh.

  • Pilgan

    Tiga buah lampu identik dirangkai seperti pada gambar di atas. Ketiga lampu memiliki besar hambatan dan spesifikasi yang sama, sehingga terdapat 4 pernyataan, yaitu:

    (1) Daya AC tiga per dua kali daya BC.

    (2) Tegangan AB < tegangan BC.

    (3) Arus yang melalui lampu 3 adalah yang paling besar.

    (4) Daya AB > daya BC.

    Pernyataan yang benar adalah ....

    A

    (1), (2), dan (3)

    B

    (1), (3), dan (4)

    C

    (1), (2), dan (4)

    D

    (1), (2), (3), dan (4)

    E

    (2), (3), dan (4)

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Hambatan lampu 1 = lampu 2 = lampu 3 R1=R2=R3=RR_1=R_2=R_3=R

    Tegangan V=VV=V

    Ditanya:

    Pernyataan yang benar?

    Dijawab:

    Karena ketiga lampu identik, misal hambatan lampu masing-masing adalah RR, maka gambaran rangkaian listrik akan terlihat seperti berikut.

    Berdasarkan tipe soal, maka harus menganalisis setiap pernyataan yang disajikan.

    Menghitung hambatan di AB, BC, dan AC.

    Karena lampu 1 dan lampu 2 disusun secara paralel, maka hambatan AB dihitung dengan persamaan berikut.

    1Rp=1RAB=1R+1R\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{1}{R_{\text{AB}}}=\frac{1}{R}+\frac{1}{R}

    1RAB=2R\frac{1}{R_{\text{AB}}}=\frac{2}{R}

    RAB=12RR_{\text{AB}}=\frac{1}{2}R

    Sedangkan lampu 3 disusun seri, sehingga besarnya adalah:

    RBC=RR_{\text{BC}}=R

    Maka, hambatan total dari A ke C adalah sebagai berikut.

    RAC=RAB+RBCR_{\text{AC}}=R_{\text{AB}}+R_{\text{BC}}

    RAC=12R+RR_{\text{AC}}=\frac{1}{2}R+R

    RAC=32RR_{\text{AC}}=\frac{3}{2}R

    Berdasarkan prinsip tegangan V  RV\ \sim\ R, maka:

    VAB=12VV_{\text{AB}}=\frac{1}{2}V

    Sedangkan,

    VBC=VV_{\text{BC}}=V

    Sehingga,

    VAC=VAB+VBCV_{\text{AC}}=V_{\text{AB}}+V_{\text{BC}}

    VAC=12V+VV_{\text{AC}}=\frac{1}{2}V+V

    VAC=32VV_{\text{AC}}=\frac{3}{2}V

    Menghitung daya lampu pada rangkaian.

    Daya merupakan energi persatuan waktu dan dirumuskan dengan persamaan berikut.

    P=Wt=V I=I2R=V2RP=\frac{W}{t}=V\ I=I^2R=\frac{V^2}{R}

    Untuk perbandingan antara data AC dan daya BC dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    PACPBC=VAC2RACVBC2RBC\frac{P_{\text{AC}}}{P_{\text{BC}}}=\frac{\frac{V_{\text{AC}}^2}{R_{\text{AC}}}}{\frac{V_{\text{BC}}^2}{R_{\text{BC}}}}

    PACPBC=(VACVBC)2(RBCRAC)\frac{P_{\text{AC}}}{P_{\text{BC}}}=\left(\frac{V_{\text{AC}}}{V_{\text{BC}}}\right)^2\left(\frac{R_{\text{BC}}}{R_{\text{AC}}}\right)

    PAC=(VACVBC)2(RBCRAC)(PBC)P_{\text{AC}}=\left(\frac{V_{\text{AC}}}{V_{\text{BC}}}\right)^2\left(\frac{R_{\text{BC}}}{R_{\text{AC}}}\right)\left(P_{\text{BC}}\right)

    PAC=(32VV)2(R32R)(PBC)P_{\text{AC}}=\left(\frac{\frac{3}{2}V}{V}\right)^2\left(\frac{R}{\frac{3}{2}R}\right)\left(P_{\text{BC}}\right)

    PAC=(94V2V2)(R32R)(PBC)P_{\text{AC}}=\left(\frac{\frac{9}{4}V^2}{V^2}\right)\left(\frac{R}{\frac{3}{2}R}\right)\left(P_{\text{BC}}\right)

    PAC=(94)(23)(PBC)P_{\text{AC}}=\left(\frac{9}{4}\right)\left(\frac{2}{3}\right)\left(P_{\text{BC}}\right)

    PAC=32PBCP_{\text{AC}}=\frac{3}{2}P_{\text{BC}}

    Maka, pernyataan (1) benar.

    Berdasarkan persamaan daya di atas, karena VAB<VBCV_{\text{AB}}<V_{\text{BC}} maka pernyataan (2) benar, dan RAB<RBCR_{\text{AB}}<R_{\text{BC}}, maka PAB<PBCP_{\text{AB}}<P_{\text{BC}}. Sehingga pernyataan (4) salah.

    Selanjutnya, karena lampu 1 dan lampu 2 disusun secara paralel, maka arus yang mengalir pada lampu 1 dan lampu 2 merupakan arus percabangan yang besarnya masing-masing arus pada lampu otomatis lebih kecil dari arus total yang mengalir pada rangkaian. Sedangkan lampu 3 disusun secara seri, sehingga arus yang mengalir padanya adalah sama dengan arus yang mengalir pada rangkaian. Sehingga arus yang melalui lampu 3 adalah yang paling besar. Maka, pernyataan (3) adalah benar.

    Jadi, pernyataan yang benar adalah (1), (2), dan (3).


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.