Bunyi terdengar sama saja baik pada saat musim penghujan ataupun kemarau.
Pembahasan:
Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dihasilkan dari benda yang bergetar. Dalam perambatannya dari satu tempat ke tempat lain, gelombang bunyi akan membutuhkan waktu.
Jika dilihat dari kelembapan udara, cepat rambat bunyi pada daerah lembap akan bernilai lebih besar. Sehingga pada daerah lembap, bunyi dapat mencapai hingga ke tempat yang jaraknya terbilang jauh dibandingkan pada daerah kering.
Jadi, cepat rambat bunyi pada keadaan lembap lebih besar daripada cepat rambat bunyi saat keadaan kering sehingga dapat mencapai tempat yang jaraknya lebih jauh pada saat musim penghujan dibandingkan musim kemarau.
Dawai adalah tali, senar atau benang yang dapat menghasilkan bunyi pada frekuensi tertentu bergantung dengan panjang dawai, rapat massa dawai dan tegangan yang diberikan. Dawai sangat berguna terutama dalam bidang musik sebagai alat-alat musik beberapa di antaranya adalah gitar, biola, kentrung dan harpa.
Sekarang mari kita analisis penggunaan dawai berdasarkan opsi yang diberikan pada soal.
(1) Kendang, tifa dan drum adalah alat musik yang dimainkan dengan cara ditepuk dan tidak memiliki dawai.
(2) Suling adalah alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Terbuat dari pipa panjang dengan sejumlah lubang dan salah satu ujungnya terbuka.
(3) Gitar adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Badan gitar biasanya terbuat dari kayu dan memiliki beberapa jumlah senar.
Jadi, yang termasuk pemanfaatan dawai adalah gitar.
Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dihasilkan dari benda yang bergetar. Dalam perambatannya dari satu tempat ke tempat lain, gelombang bunyi akan membutuhkan waktu. Sementara garpu tala adalah sebuah alat yang bergigi dua layaknya garpu dan akan beresonansi dengan frekuensi tertentu jika digetarkan.
Cepat rambat bunyi adalah kelajuan bunyi yang dinyatakan dengan perbandingan jarak dan waktu tempuh bunyi. Lamda adalah panjang gelombang bunyi yang dihasilkan. Frekuensi adalah jumlah getaran yang dihasilkan bunyi setiap detiknya.
Untuk mencari besar cepat rambat bunyi garpu tala, kita dapat menggunakan persamaan v=λf.
Pipa organa tertutup adalah sebatang pipa yang salah satu ujungnya terbuka dan satu ujung lainnya tertutup. Pipa organa tertutup dapat menghasilkan nada dengan frekuensi tertentu apabila pipa ditiup dan bergantung dengan panjang pipa dan cepat rambat bunyi di udara.
Untuk mencari frekuensi nada yang dihasilkan oleh pipa organa tertutup, kita dapat menggunakan persamaan fn=(4l2n+1)v.
fn=(4l2n+1)v
f3=(4l2(3)+1)v
=(4l7)v
=(4(1)7)340=595 Hz
Jadi, besar frekuensi nada atas ketiga pipa organa tertutup adalah 595 Hz.
Kedalaman laut lepas akan diukur menggunakan pantulan gelombang ultrasonik dari atas kapal. Getaran diterima kembali setelah menempuh waktu selama 12 detik. Jika cepat rambat bunyi di dalam air 1.200 m/s, maka kedalaman laut tersebut adalah ... m.
Bunyi adalah gelombang longitudinal yang dalam perambatannya membutuhkan medium. Salah satu pemanfaatan bunyi adalah untuk mengukur kedalaman laut dengan menggunakan persamaan v=ts.
v=ts
s=vt
Namun yang perlu diperhatikan adalah waktu yang ditempuh bunyi selama 12 sekon adalah waktu tempuh bolak-balik. Sementara untuk mengukur kedalaman laut, waktu yang digunakan hanyalah untuk satu kali perjalanan pergi atau balik, sehingga waktu yang ditempuh bunyi harus dibagi dua. Persamaan menjadi:
Sebuah mobil pemadam kebakaran menyalakan sirine dengan frekuensi fs. Sementara itu, seorang anak yang berdiri di pinggir jalan memperhatikan mobil pemadam yang bergerak mendekatinya dengan kecepatan vs. Jika cepat rambat bunyi di udara dinyatakan dalam v, maka persamaan frekuensi yang didengar anak dapat dinyatakan dengan ....
Konsep yang digunakan pada kasus kali ini adalah Efek Doppler. Efek Doppler adalah sebuah peristiwa yang disebabkan oleh perubahan frekuensi atau panjang gelombang terhadap seorang penerima yang sedang bergerak relatif terhadap sumber gelombang.
Efek Doppler dirumuskan dengan persamaan fp=v±vsv±vpfs dengan perjanjian sebagai berikut.
(1) Kecepatan sumber vs akan bernilai positif (+) jika menjauhi pendengar dan bernilai negatif (-) jika mendekati pendengar.
(2) Kecepatan pendengar vp akan bernilai positif (+) jika mendekati sumber dan bernilai negatif (-) jika menjauhi sumber.
Sekarang mari kita kembali pada soal. Karena pendengar hanya berdiri di pinggir jalan maka vp=0.
Karena sumber mendekati, maka vs bernilai negatif (-).
fp=v±vsv±vpfs
=v−vsv+0fs
=v−vsvfs
Jadi, frekuensi pendengar dapat dinyatakan dengan fp=v−vsvfs.
Dani berada di dalam kereta api 1 yang sedang berhenti. Pada saat yang sama kereta api 2 bergerak dengan kecepatan 5 m/s sambil membunyikan peluit berfrekuensi 670 Hz. Bila cepat rambat bunyi di udara sebesar 340 m/s, maka berapa perbandingan frekuensi yang didengar jika kereta api 2 bergerak mendekati dan menjauhi kereta api yang dinaiki Dani?
Perbandingan frekuensi pendengar apabila kereta api 2 bergerak mendekati dan menjauhi Dani fpd:fpj?
Jawab:
Konsep yang digunakan pada kasus kali ini adalah Efek Doppler. Efek Doppler adalah sebuah peristiwa yang disebabkan oleh perubahan frekuensi atau panjang gelombang terhadap seorang penerima yang sedang bergerak relatif terhadap sumber gelombang.
Efek Doppler dirumuskan dengan persamaan fp=v±vsv±vpfs dengan perjanjian sebagai berikut.
(1) Kecepatan sumber vs akan bernilai positif (+) jika menjauhi pendengar dan bernilai negatif (-) jika mendekati pendengar.
(2) Kecepatan pendengar vp akan bernilai positif (+) jika mendekati sumber dan bernilai negatif (-) jika menjauhi sumber.
Sekarang mari kita kembali pada soal. Karena kereta 1 yang ditumpangi Dani dalam keadaan berheti maka
vp=0. Karena soal meminta perbandingan frekuensi pendengar pada saat sumber bergerak mendekati dan menjauhi, maka kita harus mencari satu-satu nilainya.
(1) Ketika sumber bergerak mendekati kereta yang ditumpangi Dani
Karena sumber mendekati, maka vs bernilai negatif (-).
fpd=v±vsv±vpfs
=340−5340+0(670)
=335340(670)=680 Hz
(2) Ketika sumber bergerak menjauhi kereta yang ditumpangi Dani
Karena sumber menjauhi, maka vs bernilai positif (+).
fpj=v±vsv±vpfs
=340+5340+0(670)
=345340(670)=660 Hz
Kemudian kita cari nilai perbandingan keduanya seperti berikut ini.
fpjfpd=660680=3334
Jadi, perbandingan frekuensi pendengar apabila kereta api 2 bergerak mendekati dan menjauhi Dani adalah 34 : 33.
Massa relatif karbon dioksida MCO2 = 0,00198 g/cm3
Massa relatif oksigen MO2 = 0,00143 g/cm3
Massa relatif karbon monoksida MCO = 0,00130 g/cm3
Ditanya:
Gas yang memiliki cepat rambat bunyi paling besar?
Jawab:
Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dihasilkan dari benda yang bergetar. Dalam perambatannya dari satu tempat ke tempat lain, gelombang bunyi akan membutuhkan waktu.
Untuk membuktikan cepat rambat bunyi akan bernilai lebih besar pada medium gas, kita dapat menggunakan persamaan v=MγRT dengan γ adalah tetapan Laplace, R adalah tetapan umum gas, T adalah suhu mutlak dan M adalah massa molekul gas.
Kemudian kita lakukan perbandingan untuk mengetahui nilai cepat rambat bunyi yang lebih besar.
Dua buah gelombang dengan frekuensi masing-masing 250 Hz dan x Hz dibunyikan secara bersamaan. Jika terjadi 10 layangan dalam 2 sekon, maka kemungkinan nilai x adalah ... Hz.
Pelayangan adalah sebuah peristiwa perubahan frekuensi bunyi karena terdapat dua sumber bunyi dengan selisih frekuensi yang berbeda sedikit saja.
Besarnya frekuensi pelayangan buni dapat dicari menggunakan persamaan fL=tn atau fL=∣f1−f2∣ sesuai dengan informasi yang diberikan soal.
Untuk mencari nilai frekuensi kedua yang bernilai x Hz, pertama kali kita harus mencari frekuensi pelayangan menggunakan informasi yang diberikan soal yaitu jumlah pelayangan n dan waktu t. Sehingga kita akan menggunakan persamaan fL=tn.
fL=tn
=210=5 Hz
Setelah mengetahui besar frekuensi pelayangan, kita dapat kita cari besar frekuensi kedua yang bernilai x Hz menggunakan persamaan fL=∣f1−f2∣ . Karena frekuensi pelayangan bernilai mutlak maka harus kita cari kedua kemungkinan, yaitu nilai negatif dan positif sebagai berikut.
Pada sebuah jalan raya sedang terjadi proses pengejaran kawanan perampok oleh polisi. Mobil patroli polisi bergerak dengan kelajuan 50 m/s. Sementara mobil perampok bergerak dengan kelajuan 60 m/s dan mendengar sirine dari mobil patroli polisi sebesar 300 Hz. Jika cepat rambat bunyi di udara 350 m/s, maka besar frekuensi sirine mobil polisi adalah ... Hz.
Konsep yang digunakan pada kasus kali ini adalah Efek Doppler. Efek Doppler adalah sebuah peristiwa yang disebabkan oleh perubahan frekuensi atau panjang gelombang terhadap seorang penerima yang sedang bergerak relatif terhadap sumber gelombang.
Efek Doppler dirumuskan dengan persamaan fp=v±vsv±vpfs dengan perjanjian sebagai berikut.
(1) Kecepatan sumber vs akan bernilai positif (+) jika menjauhi pendengar dan bernilai negatif (-) jika mendekati pendengar.
(2) Kecepatan pendengar vp akan bernilai positif (+) jika mendekati sumber dan bernilai negatif (-) jika menjauhi sumber.
Sekarang mari kita kembali pada soal. Karena mobil polisi mengejar perampok maka, mobil polisi mendekati perampok (vs=−) dan mobil perampok menjauhi polisi (vp=−). Sehingga persamaan menjadi:
fp=v±vsv±vpfs
fp=v−vsv−vpfs
(fp)(v−vs)=(v−vp)(fs)
fs=v−vpv−vsfp
=(350−50)(350−60)(300)
=300490(300)=490 Hz
Jadi, frekuensi sirine mobil polisi adalah 490 Hz.