Latihan Fisika Kelas X Penjumlahan Vektor Sebidang
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Pesawat komersial terbang dari titik A kemudian melewati titik B dan berakhir di titik C seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

    Jika 1 kotak mewakili 10 km, besar perpindahan total yang ditempuh pesawat adalah ....

    A

    90 km

    B

    50 km

    C

    80 km

    D

    60 km

    E

    70 km

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar arah gerak pesawat

    1 kotak mewakili 10 km

    Ditanya:

    Perpindahan total?

    Jawaban:

    Perpindahan adalah perubahan posisi suatu benda dalam selang waktu tertentu. Perpindahan dapat ditinjau dengan melihat posisi awal dan posisi akhirnya. Perpindahan total pesawat ditunjukkan vektor R pada gambar berikut.

    Titik A merupakan titik awal, dan C adalah titik akhir. Maka, dapat ditarik garis vertikal dan garis horizontal membentuk segitiga siku-siku, dan didapatkan perpindahan pada sumbu horizontal adalah 4 kotak yang berarti 40 km, kemudian perpindahan pada sumbu vertikal adalah 3 kotak atau 30 km.

    Dengan menggunakan dalil Pythagoras, diperoleh perpindahan total pesawat sebesar:

    R=(40)2+(30)2=1.600+900=2.500=50 kmR=\sqrt{\left(40\right)^2+\left(30\right)^2}=\sqrt{1.600+900}=\sqrt{2.500}=50\ \text{km}

    Jadi besar perpindahan pesawat adalah 50 km

  • Pilgan

    Dua vektor memiliki panjang l1=3,5 kml_1=3,5\ \text{km} dan l2=4 kml_2=4\ \text{km}. Besar maksimum dan minimum yang dapat dicapai oleh kedua vektor ini adalah ....

    A

    7,5 km dan 0 km

    B

    14 km dan 0.5 km

    C

    7,5 km dan 0,5 km

    D

    14 km dan 0 km

    E

    14 km dan 7,5 km

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Panjang l1=3,5 kml_1=3,5\ \text{km}

    Panjang l2=4 kml_2=4\ \text{km}

    Ditanya:

    Besar maksimum dan minimum yang dapat dicapai kedua vektor?

    Jawaban:

    Nilai resultan vektor maksimum dapat diperoleh jika dua atau lebih vektor memiliki arah yang sama, sedangkan nilai minimum dapat diperoleh jika vektor-vektor tersebut memiliki arah berlawanan.

    1) Besar maksimum vektor

    R == 3,5+4=7,5 km3,5+4=7,5\ \text{km}, atau

    R =(−3,5)+(−4)=−7,5 km=\left(-3,5\right)+\left(-4\right)=-7,5\ \text{km} (tanda negatif hanya menunjukkan arah)

    2) Besar minimum vektor

    R =4+(−3,5)=0,5 km=4+(-3,5)=0,5\ \text{km} , atau

    R =3,5+(−4)=−0,5 km=3,5+(-4)=-0,5\ \text{km} (tanda negatif hanya menunjukkan arah)

    Jadi, besar maksimum dan minimum yang dapat dicapai oleh kedua vektor ini adalah 7,5 km dan 0,5 km.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar kombinasi vektor di bawah!

    Besar resultan yang tepat untuk kombinasi vektor di atas adalah ....

    A

    16 unit

    B

    0 unit

    C

    6 unit

    D

    12 unit

    E

    20 unit

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar kombinasi vektor

    Ditanya:

    Resultan kombinasi vektor?

    Jawaban:

    Gambar pada soal merupakan metode penjumlahan vektor dengan pelukisan vektor metode poligon atau segitiga. Menentukan vektor resultan menggunakan metode poligon atau segitiga merupakan sebuah metode melukis penjumlahan dua vektor atau lebih yang dimulai dari melukis salah satu vektor, selanjutnya secara berurutan, melukis vektor kedua dengan titik tangkapnya di ujung vektor pertama, dan melukis vektor ketiga dengan titik tangkapnya di ujung vektor kedua, begitu seterusnya sampai semua vektor sudah dilukis. Vektor resultan adalah vektor yang berarah dari titik tangkap (pangkal) vektor pertama menuju ke ujung vektor terakhir.

    Telah didapatkan besar resultan vektor pertama adalah:

    Menentukan resultan kombinasi vektor artinya menentukan hasil penjumlahan gabungan vektor. Sehingga, untuk menentukannya adalah besar resultan vektor pertama dijumlahkan dengan resultan vektor kedua yang diperoleh dari hasil lukisan vektor yang sama, dan didapatkan hasil akhir sebagai berikut.

    Jadi, besar vektor dari kombinasi tiga vektor tersebut adalah 12 unit.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar tiga vektor di bawah ini.

    Jika 1 kotak mewakili 1 N, maka komponen resultan dari ketiga vektor tersebut adalah ....

    A

    (22i +1+1j) N

    B

    (22i −2-2j) N

    C

    (11i −1-1j) N

    D

    (11i +1+1j) N

    E

    (22i+2+2j) N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar vektor

    1 kotak mewakili 1 N

    Ditanya:

    Komponen resultan dari ketiga vektor?

    Jawaban:

    Penulisan vektor satuan pada sumbu-XX diberi lambang i dan vektor satuan pada sumbu-YY diberi lambang j. Jika 1 kotak pada gambar mewakili 1 N, maka terdapat tiga vektor yang dapat diuraikan menjadi berikut ini.

    Vektor searah sumbu-XX positif berjumlah 4 kotak sehingga bernilai 4i N.

    Vektor searah sumbu-YY negatif berjumlah 3 kotak sehingga bernilai −3-3j N.

    Vektor bidang yang terletak pada kuadran dua diuraikan lagi berdasarkan sumbu-XX dan sumbu-YY. Pada sumbu-YY positif terdapat 2 kotak dan pada sumbu-XX negatif terdapat 3 kotak, sehingga dapat ditulis menjadi (−3-3i ++ 2j) N.

    Menentukan komponen resultan berarti menjumlahkan ketiga vektor tersebut seperti operasi hitung biasa dengan mengelompokkan sesuai vektor satuannya.

    Penyelesaiannya menjadi:

    R =4=4i +(−3)+\left(-3\right)j ++ (−3-3i +2+2j)

    ==(4−34-3)i ++ (−3+2-3+2)j

    == (11i −1-1j) N

    Jadi, komponen resultan dari ketiga vektor tersebut adalah (11i −1-1j) N.

  • Pilgan

    Vektor A memiliki komponen 2i −- 3j, sedangkan vektor B memiliki komponen 4i ++ 1j. Komponen dari vektor C yang tepat apabila C = 2A ++ B adalah ....

    A

    8i −- 5j

    B

    5i −- 8j

    C

    5i ++ 5j

    D

    8i ++ 5j

    E

    5i ++ 8j

    Pembahasan:

    Diketahui:

    A = 2i −- 3j

    B = 4i ++ 1j

    Ditanya:

    Komponen vektor C? jika C = 2A ++ B

    Jawaban:

    Perhitungan pada vektor sama seperti operasi hitung biasa, tetapi harus dikelompokkan sesuai vektor satuannya.

    C = 2A ++ B

    = 2 (2i −- 3j) ++ (4i ++ 1j)

    = (4i −- 6j) ++ (4i ++ 1j)

    = (4 ++ 4)i ++ (-6 ++ 1)j

    = 8i −- 5j

    Jadi, komponen dari vektor C adalah 8i −- 5j

  • Pilgan

    Sebuah balon berisi gas helium terbang ke atas dengan kecepatan 8 m/s. Kemudian angin berembus ke kanan dengan kecepatan 5 m/s. Kecepatan akhir balon setelah tertiup angin adalah ....

    A

    79 m/s\sqrt{79}\ \text{m/s}

    B

    99 m/s\sqrt{99}\ \text{m/s}

    C

    109 m/s\sqrt{109}\ \text{m/s}

    D

    89 m/s\sqrt{89}\ \text{m/s}

    E

    119 m/s\sqrt{119}\ \text{m/s}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kecepatan balon ke atas 8 m/s

    Kecepatan angin ke kanan 5 m/s

    Ditanya:

    Kecepatan balon setelah tertiup angin?

    Jawaban:

    Pada saat balon bergerak vertikal ke atas, kemudian tertiup angin ke kanan, maka balon akan bergerak dengan lintasan seperti bidang miring pada segitiga siku-siku dan konsep vektor kecepatan di sini sama dengan konsep vektor perpindahan. Di mana, perpindahan adalah perubahan posisi suatu benda dalam selang waktu tertentu. Perpindahan dapat ditinjau dengan melihat posisi awal dan posisi akhirnya.

    Jika arah balon ke atas dengan kecepatan 8 m/s sebagai arah vertikal dan tertiup angin ke kanan dengan kecepatan 5 m/s sebagai arah horizontal, maka vektor kecepatan balon saat itu dapat ditentukan dengan menggunakan dalil Pythagoras:

    vR =82+52=64+25=89 m/s=\sqrt{8^2+5^2}=\sqrt{64+25}=\sqrt{89}\ \text{m/s}

    Jadi, kecepatan balon menjadi 89 m/s\sqrt{89}\ \text{m/s}

  • Pilgan

    Seorang pilot sedang menerbangkan helikopter. Ia kemudian melihat dua orang sedang menarik mobil yang mogok di jalanan, tepat di bawahnya seperti diilustrasikan gambar berikut.

    Berdasarkan besar gaya yang dikeluarkan dan sudut yang dibuat, total gaya yang dikeluarkan oleh kedua orang tersebut adalah ....

    A

    663,2 N

    B

    463,2 N

    C

    563,2 N

    D

    863,2 N

    E

    763,2 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar ilustrasi mobil ditarik oleh dua gaya

    Gaya F1=F_1= 400 N

    Gaya F2=F_2= 300 N

    Sudut terhadap sumbu vertikal θ=\theta= 37o

    Ditanya:

    Total gaya?

    Jawaban:

    Untuk menentukan total gaya, uraikan terlebih dahulu masing-masing gaya sesuai komponen-komponen vektornya terhadap sumbu-XX dan sumbu-YY.

    1) Sumbu-XX

    Jika F1F_1 dan F2F_2 diputar ke sumbu-XX, maka posisi akhir kedua gaya berada di depan sudut 37o37^o, oleh karena itu kita menggunakan sin⁡ 37o\sin\ 37^o. F1F_1 berada pada sumbu-XX negatif, sedangkan F2F_2 berada pada sumbu-XX positif. Komponen-komponen vektor gayanya menjadi:

    F1x=F1sin⁡θF_{1x}=F_1\sin\theta

    F1x=−400sin⁡37o=−400(35)−240 NF_{1x}=-400\sin37^o=-400\left(\frac{3}{5}\right)-240\ \text{N}

    F2x=F2sin⁡θF_{2x}=F_2\sin\theta

    F2x=300sin⁡37o=300(35)=180 NF_{2x}=300\sin37^o=300\left(\frac{3}{5}\right)=180\ \text{N}

    Total gaya pada sumbu-XX:

    Fx=−240+180=−60 NF_x=-240+180=-60\ \text{N}

    2) Sumbu-YY

    Jika F1F_1 dan F2F_2 diputar ke sumbu-YY, maka posisi akhir kedua gaya berada di samping sudut 37o37^o, oleh karena itu kita menggunakan cos⁡ 37o\cos\ 37^o. F1F_1 berada pada sumbu-YYpositif, dan F2F_2 juga berada pada sumbu-YY positif. Komponen-komponen vektor gayanya menjadi:

    F1y=F1cos⁡θF_{1y}=F_1\cos\theta

    F1y=400cos⁡37o=400(45)=320 NF_{1y}=400\cos37^o=400\left(\frac{4}{5}\right)=320\ \text{N}

    F2y=F2cos⁡θF_{2y}=F_2\cos\theta

    F2y=300cos⁡37o=300(45)=240 NF_{2y}=300\cos37^o=300\left(\frac{4}{5}\right)=240\ \text{N}

    Total gaya pada sumbu-YY:

    Fy=320+240=560 NF_y=320+240=560\ \text{N}

    Diperoleh gaya total kedua orang tersebut sesuai dalil Pythagoras adalah:

    F=Fx2+Fy2=(−60)2+(560)2=3.600+313.600=317.200=563,2 NF=\sqrt{F_x^2+F_y^2}=\sqrt{\left(-60\right)^2+\left(560\right)^2}=\sqrt{3.600+313.600}=\sqrt{317.200}=563,2\ \text{N}

    Jadi, total gaya yang dikeluarkan adalah 563,2 N.

  • Pilgan

    Dua pemain dari kesebelasan Nankatsu yaitu Misaki dan Tsubasa menendang bola secara bersama-sama seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

    sumber: www.bola.net

    Jika Tsubasa melepaskan tendangan 15 N dengan sudut 37o dari garis lurus ke gawang ke arah Misaki dan Misaki melepaskan tendangan 10 N dengan sudut 37o dari garis lurus ke gawang ke arah Tsubasa, maka bola akan melaju ke depan lurus ke arah gawang dengan gaya ....

    A

    35 N

    B

    50 N

    C

    18 N

    D

    20 N

    E

    17 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tsubasa melepaskan tendangan FT=F_T= 15 N dengan sudut 37o dari garis lurus ke gawang ke arah Misaki

    Misaki melepaskan tendangan FM=F_M= 10 N dengan sudut 37o dari garis lurus ke gawang ke arah Tsubasa

    Ditanya:

    Gaya pada bola yang lurus ke arah gawang?

    Jawaban:

    Anggap kita melihat gerak bola dari atas, sehingga berlaku diagram berikut.

    Gaya pada bola yang lurus ke arah gawang adalah kombinasi gaya mereka pada arah sumbu-YY, sehingga kita lihat pada gambar bahwa sudut diapit oleh gaya, maka menggunakan cos⁡\cos.

    FTy=FTcos⁡37o=15(45)=12 NF_{Ty}=F_T\cos37^o=15\left(\frac{4}{5}\right)=12\ \text{N}

    FMy=FMcos⁡37o=10(45)=8 NF_{My}=F_M\cos37^o=10\left(\frac{4}{5}\right)=8\ \text{N}

    Fy=FTy+FMy=12+8=20 NF_y=F_{Ty}+F_{My}=12+8=20\ \text{N}

    Jadi, gaya pada bola yang lurus ke arah gawang adalah 20 N

  • Pilgan

    Tiga buah vektor gaya masing-masing sebesar 10 N, 8 N dan 5 N, bekerja pada sebuah benda. Nilai resultan minimum yang dapat terjadi dari kombinasi ketiga gaya tersebut adalah ....

    A

    5 N

    B

    8 N

    C

    6 N

    D

    10 N

    E

    3 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tiga buah gaya masing-masing sebesar F1=F_1= 10 N; F2=F_2= 8 N; dan F3=F_3= 5 N

    Ditanya:

    Resultan minimum ketiga gaya (RminR_{\text{min}})?

    Jawaban:

    Nilai minimum dapat terjadi jika ketiga vektor gaya tersebut berada pada satu sumbu atau satu dimensi dan saling berbeda arah. Kombinasi yang tepat untuk mendapatkan nilai minimum adalah ketika gaya 10 N memiliki arah yang berbeda dengan gaya 8 N dan 5 N. Misalkan gaya 10 N ke kanan (bertanda positif) kemudian gaya 8 N dan 5 N keduanya ke kiri (bertanda negatif), maka resultan minimum yang dihasilkan dari ketiga gaya tersebut adalah:

    Rmin=F1+F2+F3R_{\text{min}}=F_1+F_2+F_3

    =10+(−8)+(−5)=−3 N=10+\left(-8\right)+\left(-5\right)=-3\ \text{N} (tanda negatif menunjukkan bahwa resultan gaya searah dengan gaya 8 N dan 5 N (ke kiri).

    Jadi, resultan minimum yang dapat terjadi adalah 3 N.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar tiga vektor di bawah ini.

    Hasil lukisan vektor resultan dari tiga vektor di atas dengan metode poligon yang tepat adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar tiga vektor

    Ditanya:

    Lukisan resultan ketiga vektor?

    Jawaban:

    Menentukan vektor resultan menggunakan metode poligon atau segitiga merupakan sebuah metode melukis penjumlahan dua vektor atau lebih yang dimulai dari melukis salah satu vektor, selanjutnya secara berurutan, melukis vektor kedua dengan titik tangkapnya di ujung vektor pertama, dan melukis vektor ketiga dengan titik tangkapnya di ujung vektor kedua, begitu seterusnya sampai semua vektor sudah dilukis. Vektor resultan adalah vektor yang berarah dari titik tangkap (pangkal) vektor pertama menuju ke ujung vektor terakhir.

    Hasil lukisannya seperti pada gambar berikut ini.

    Vektor resultan pada gambar ditunjukkan vektor berwarna biru.

    Jadi, hasil lukisan vektor resultan dari tiga vektor di atas dengan metode poligon yang tepat adalah


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.