Latihan Fisika Kelas XII Rangkaian Arus Searah
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 5
2. 2
3. 0
4. 0
5. 0
6+. 0
  • Pilgan

    Tiga buah lampu dihubungkan dalam satu rangkaian arus searah sebagai berikut.

    Berapa jumlah lampu yang menyala pada rangkaian tersebut?

    A

    semua lampu menyala

    B

    tidak ada lampu yang menyala

    C

    informasi tidak cukup untuk mengetahui keadaan lampu

    D

    satu lampu menyala

    E

    dua lampu menyala

    Pembahasan:

    Resistor, kapasitor, dan induktor memiliki sifat yang berbeda-beda pada rangkaian arus searah.

    Induktor akan bersifat sama seperti kawat tanpa hambatan sehingga hambatan yang berlaku hanya hambatan dalam dari lampu. Arus mengalir lebih banyak pada cabang dengan induktor. Lampu akan menyala dengan intensitas penuh.

    Kapasitor akan bersifat sama seperti saklar yang terbuka sehingga tidak ada arus yang mengalir ke lampu. Lampu tidak menyala.

    Resistor akan bersifat sebagai penghambat arus. Karena resistor dan lampu tersusun seri, maka hambatan total pada cabang dengan resistor akan menjadi lebih besar. Arus mengalir lebih sedikit pada cabang dengan resistor. Lampu akan menyala dengan intensitas yang berkurang.

    Jadi, jumlah lampu yang menyala pada rangkaian tersebut adalah dua lampu menyala.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar dua rangkaian di bawah ini.

    Diketahui bahwa arus listrik pada rangkaian 1 adalah A sedangkan arus listrik pada rangkaian 2 adalah B, dan tegangan jepit baterai rangkaian 1 adalah C, sedangkan tegangan jepit baterai rangkaian 2 adalah D. Jika baterai rangkaian 1 dan 2 adalah sama, maka pernyataan yang benar adalah ....

    A

    A > B dan C > D

    B

    A > B dan C < D

    C

    A < B dan C < D

    D

    A < B dan C > D

    E

    A < B dan C = D

    Pembahasan:

    Pada rangkaian 2 ketika lampu R2R_2 diparalel lagi dengan lampu R3R_3, hambatan total rangkaian akan berkurang atau menjadi lebih kecil dari rangkaian 1. Sehingga arus yang mengalir dalam rangkaian 2 akan lebih besar dari rangkaian 1. Selanjutnya, jika arus yang mengalir dalam rangkaian membesar, maka akan menyebabkan penurunan tegangan yang lebih besar pada hambatan dalam baterai. Sehingga karena arus listrik yang mengalir pada rangkaian 2 lebih besar dari rangkaian 1, maka tegangan jepit pada rangkaian 2 akan lebih kecil dari tegangan jepit pada rangkaian 1.

    Jadi, pernyataan yang benar adalah A < B dan C > D.

  • Pilgan

    Indra melakukan percobaan dengan merangkai 2 resistor dan 3 baterai seperti pada gambar berikut.

    Besar kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut adalah ....

    A

    2 A

    B

    1 A

    C

    4 A

    D

    5 A

    E

    3 A

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Hambatan 1 R1=5 ΩR_1=5\ \Omega

    Hambatan 2 R2=4 ΩR_2=4\ \Omega

    Tegangan baterai 1 ε1\varepsilon_1 = 14 V

    Tegangan baterai 2 ε2\varepsilon_2 = 24 V

    Tegangan baterai 3 ε3\varepsilon_3 = 20 V

    Ditanya:

    Kuat arus listrik I=I=?

    Dijawab:

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 1 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Sehingga, misal arah loop dibuat searah jarum jam, maka:

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    (ε1+ε2+ε3)+I(R1+R2)=0\left(\varepsilon_1+\varepsilon_2+\varepsilon_3\right)+I\left(R_1+R_2\right)=0

    (1424+20)+I(5+4)=0\left(-14-24+20\right)+I\left(5+4\right)=0

    18+9I=0-18+9I=0

    9I=189I=18

    I=189I=\frac{18}{9}

    I=2I=2 A

    Jadi, besar kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut adalah 2 A.

  • Pilgan

    Arus pada sebuah rangkaian tiap waktunya adalah sebagai berikut.

    Besarnya muatan yang mengalir dalam rentang waktu tersebut adalah ....

    A

    250 C

    B

    100 C

    C

    300 C

    D

    200 C

    E

    150 C

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Grafik arus terhadap waktu.

    Ditanya:

    Banyaknya muatan yang mengalir QQ = ?

    Jawab:

    Arus merupakan banyaknya muatan yang mengalir tiap detiknya. Pada kurva arus terhadap waktu, banyaknya muatan yang mengalir adalah hasil penjumlahan arus sesaat dikali partisi waktu atau Q=ΣIΔtQ=\Sigma I\Delta t. Dengan kata lain, banyaknya muatan adalah luas di bawah grafik arus terhadap waktu tersebut.

    Luas grafik bisa dibagi menjadi 2 bangun sebagai berikut.

    Luas Bangun I

    LI=(panjang)(lebar)L_{\text{I}}=\left(\text{panjang}\right)\left(\text{lebar}\right)

    =(105)(2010)=\left(10-5\right)\left(20-10\right)

    =(5)(10)=\left(5\right)\left(10\right)

    =50=50 C

    Luas Bangun II

    LII=(panjang)(lebar)L_{\text{II}}=\left(\text{panjang}\right)\left(\text{lebar}\right)

    =(150)(100)=\left(15-0\right)\left(10-0\right)

    =(15)(10)=\left(15\right)\left(10\right)

    =150=150 C

    Sehingga banyaknya muatan yang mengalir adalah

    Q=LI+LIIQ=L_{\text{I}}+L_{\text{II}}

    =50+150=50+150

    =200=200 C

    Jadi, besarnya muatan yang mengalir dalam rentang waktu tersebut adalah 200 C.

  • Pilgan

    Sebuah rangkaian terdiri dari 3 buah resistor yang masing-masing memiliki resistansi RR, 2R2R, dan 3R3R.

    Ketika dihubungkan dengan sumber VV, arus yang mengalir adalah 2 A. Jika resistor yang bernilai 2R2R dicabut dan rangkaian disambung, maka arus yang mengalir adalah ....

    A

    19\frac{1}{9} A

    B

    9 A

    C

    13\frac{1}{3} A

    D

    3 A

    E

    27 A

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Rangkaian listrik.

    R1R1 = RR

    R2R2 = 2R2R

    R3R3 = 3R3R

    Arus yang mengalir I1I_1 = 2 A

    Ditanya:

    Jika R2R_2 dicabut, maka arus yang mengalir I2I_2 = ?

    Jawab:

    Hambatan pengganti seri bisa didapatkan dengan menjumlahkan seluruh hambatan.

    Rs=R1+R2+...R_{\text{s}}=R_1+R_2+...

    Menurut hukum Ohm, besar arus listrik yang mengalir jika diberi sumber tegangan tertentu akan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan (resistansi). Secara matematis dituliskan sebagai:

    I=VRI=\frac{V}{R}

    Resistansi total awalnya adalah

    Rs=R1+R2+R3R_{\text{s}}=R_1+R_2+R_3

    Rs=R+2R+3RR_{\text{s}}=R+2R+3R

    Rs=6RR_{\text{s}}=6R

    Sehingga besar tegangan sumber adalah

    V=I1RsV=I_1R_{\text{s}}

    V=2(6R)V=2\left(6R\right)

    V=12RV=12R

    Lalu, ketika R2R_2 dicabut, besar resistansi totalnya menjadi

    Rs=R1+R3R_{\text{s}}'=R_1+R_3

    Rs=R+3RR_{\text{s}}'=R+3R

    Rs=4RR_{\text{s}}'=4R

    Besar arusnya menjadi

    I2=VRs2I_2=\frac{V}{R_{\text{s2}}}

    I2=12R4RI_2=\frac{12R}{4R}

    I2=3I_2=3 A

    Jadi, arus yang mengalir adalah 3 A.

  • Pilgan

    Banyaknya elektron yang mengalir pada sebuah penampang kawat yang dialiri arus listrik sebesar 2 A selama 1 menit adalah ... elektron. (ee = 1,6×10191,6\times10^{-19} C)

    A

    7,5×10217,5\times10^{21}

    B

    5,5×10215,5\times10^{21}

    C

    5,5×10195,5\times10^{19}

    D

    7,5×10207,5\times10^{20}

    E

    5,5×10205,5\times10^{20}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Arus listrik II = 2 A

    Waktu tt = 1 menit = 60 s

    Muatan elektron ee = 1,6×10191,6\times10^{-19} C

    Ditanya:

    Banyaknya elektron nn = ?

    Jawab:

    Arus merupakan banyaknya muatan yang mengalir tiap detiknya. Secara matematis dituliskan sebagai

    I=QtI=\frac{Q}{t}

    QQ merupakan muatan dan tt merupakan waktu.

    Q=ItQ=It

    Q=2(60)Q=2\left(60\right)

    Q=120Q=120 C

    Sehingga banyaknya elektron yang mengalir sebanyak

    n=Qen=\frac{Q}{e}

    n=1201,6×1019n=\frac{120}{1,6\times10^{-19}}

    n=7,5×1020n=7,5\times10^{20} elektron

    Jadi, banyaknya elektron yang mengalir adalah 7,5×10207,5\times10^{20} elektron.

  • Pilgan

    Tiga buah resistor masing-masing dengan hambatan 3 Ω3\ \Omega, 4 Ω4\ \Omega, dan 6 Ω6\ \Omega disusun seri paralel seperti pada gambar berikut.

    Rangkaian tersebut dihubungkan dengan baterai yang memiliki ggl sebesar 12 V dan hambatan dalam 2 Ω2\ \Omega. Kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah ....

    A

    0,8 A

    B

    1,2 A

    C

    1,8 A

    D

    1,5 A

    E

    2,0 A

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Hambatan 1 R1=4 ΩR_1=4\ \Omega

    Hambatan 2 R2=3 ΩR_2=3\ \Omega

    Hambatan 3 R3=6 ΩR_3=6\ \Omega

    Tegangan ggl baterai ε\varepsilon = 12 V

    Hambatan dalam rr = 2 Ω2\ \Omega

    Gambar susunan rangkaian.

    Ditanya:

    Kuat arus listrik rangkaian I=I=?

    Dijawab:

    Untuk mennetukan arus yang mengalir pada rangkaian, maka terlebih dahulu menentukan hambatan pengganti pada rangkaian.

    Menentukan hambatan pengganti

    Karena hambatan 2 dan hambatan 3 disusun paralel, maka hambatan penggantinya dihitung dengan persamaan berikut.

    1Rp=1R2+1R3\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{1}{R_2}+\frac{1}{R_3}

    1Rp=13+16\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{1}{3}+\frac{1}{6}

    1Rp=26+16\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{2}{6}+\frac{1}{6}

    1Rp=36\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{3}{6}

    Rp=63R_{\text{p}}=\frac{6}{3}

    Rp=2 ΩR_{\text{p}}=2\ \Omega

    Karena hambatan 1 disusun seri dengan hambatan pengganti paralel, maka hambatan pengganti totalnya dihitung dengan persamaan berikut.

    Rtotal=R1+RpR_{\text{total}}=R_1+R_{\text{p}}

    Rtotal=4+2R_{\text{total}}=4+2

    Rtotal=6 ΩR_{\text{total}}=6\ \Omega

    Menghitung arus listrik yang mengalir

    Besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian tertutup yang memiliki hambatan dalam, dapat dihitung dengan persamaan berikut.

    I=εRtotal+rI=\frac{\varepsilon}{R_{\text{total}}+r}

    Sehingga,

    I=εRtotal+rI=\frac{\varepsilon}{R_{\text{total}}+r}

    I=126+2I=\frac{12}{6+2}

    I=128I=\frac{12}{8}

    I=1,5I=1,5 A

    Jadi, kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah 1,5 A.

  • Pilgan

    Rama merangkai suatu komponen listrik seperti pada gambar berikut.

    Besar tegangan yang melalui titik a-b adalah ....

    A

    1,5 V

    B

    2,0 V

    C

    2,5 V

    D

    1,0 V

    E

    0,5 V

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:

    Berdasarkan gambar rangkaian listrik:

    Tegangan sumber 1 ε1\varepsilon_1 = 12 V

    Hambatan 1 R1= 4 ΩR_1=\ 4\ \Omega

    Tegangan sumber 2 ε2\varepsilon_2 = 8 V

    Hambatan 2 R2= 4 ΩR_2=\ 4\ \Omega

    Hambatan 3 R3= 2 ΩR_3=\ 2\ \Omega

    Ditanya:

    Tegangan yang melalui titik a-b Vab=V_{\text{ab}}=?

    Dijawab:

    Rangkaian listrik pada soal dapat dihitung dengan menggunakan hukum II Kirchhoff pada 2 loop. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa dalam rangkaian tertutup, jumlah ggl dan penurunan tegangannya sama dengan nol. Secara matematis dirumuskan dengan persamaan berikut.

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    Dengan cacatan bahwa ggl bertanda positif (+) jika saat mengikuti arah loop, kutub positif sumber dijumpai terlebih dahulu. Jika arah arus sama dengan arah loop, maka arusnya bernilai positif (+).

    Gambar rangkaian listrik dapat diubah menjadi seperti berikut.

    Mencari persamaan di loop I dan loop II menggunakan persamaan hukum II Kirchhoff.

    Loop I

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε1+I1R1+I3R3=0\varepsilon_1+I_1R_1+I_3R_3=0

    12+I1(4)+I3(2)=0-12+I_1\left(4\right)+I_3\left(2\right)=0

    12+4I1+2I3=0-12+4I_1+2I_3=0

    4I1+2I3=124I_1+2I_3=12 ....................(1)

    Loop II

    Σ ε+Σ IR=0\Sigma\ \varepsilon+\Sigma\ IR=0

    ε2+I2R2+I3R3=0\varepsilon_2+I_2R_2+I_3R_3=0

    8+I2(4)+I3(2)=08+I_2\left(4\right)+I_3\left(2\right)=0

    8+4I2+2I3=08+4I_2+2I_3=0

    4I2+2I3=84I_2+2I_3=-8

    Sesuai dengan hukum I KIrchhoff, berlaku:

    I3=I1+I2I_3=I_1+I_2

    Maka,

    I2=I3I1I_2=I_3-I_1

    Sehingga persamaan pada loop II dapat menjadi:

    4I2+2I3=84I_2+2I_3=-8

    4(I3I1)+2I3=84\left(I_3-I_1\right)+2I_3=-8

    4I34I1+2I3=84I_3-4I_1+2I_3=-8

    4I1+6I3=8-4I_1+6I_3=-8 ....................(2)

    Selanjutnya mengeliminasi persamaan (1) dan (2).

       4I1+2I3=12\ \ \ 4I_1+2I_3=12

    4I1+6I3=8-4I_1+6I_3=-8

    8I3=48I_3=4

    I3=48I_3=\frac{4}{8}

    I3=0,5I_3=0,5 A

    Menghitung tegangan di titik a-b.

    Vab=I3R3V_{\text{ab}}=I_3R_3

    Vab=(0,5)(2)V_{\text{ab}}=\left(0,5\right)\left(2\right)

    Vab=1V_{\text{ab}}=1 V

    Jadi, besar tegangan yang melalui titik a-b adalah 1,0 V.

  • Pilgan

    Rani melakukan percobaan yaitu menghubungkan seutas kawat penghantar sepanjang 8 m dengan baterai bertegangan 10 V. Akibatnya, arus sebesar 2 A mengalir pada kawat penghantar tersebut. Rani tidak mengetahui jenis kawat yang dia gunakan sehinga dia mencari informasi dan didapatkan tabel hambatan jenis beberapa bahan seperti berikut.

    Jika luas penampang kawat penghantar adalah 4,24×1084,24\times10^{-8} m, maka jenis kawat penghantar yang digunakan dalam percobaan Rani adalah ....

    A

    perak

    B

    platina

    C

    alumunium

    D

    tembaga

    E

    besi

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tabel hambatan jenis beberapa bahan penghantar.

    Panjang kawat ll = 8 m

    Beda potensial baterai VV = 10 V

    Kuat arus yang mengalir II = 2 A

    Luas penampang kawat AA = 4,24×1084,24\times10^{-8} m

    Ditanya:

    Jenis kawat penghantar?

    Dijawab:

    Untuk mengetahui jenis suatu kawat penghantar, maka harus menentukan hambatan jenis dari penghantar tersebut yang mana selanjutnya akan dicocokkan dengan informasi pada tabel.

    Menentukan besar hambatan pada kawat

    Besar hambatan dapat diperoleh melalui persamaan hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang dipasang pada rangkaian tersebut. Persamaan hukum Ohm adalah sebagai berikut.

    V=IRV=IR

    Sehingga, untuk mencari hambatan dapat diubah menjadi:

    R=VIR=\frac{V}{I}

    Maka,

    R=102R=\frac{10}{2}

    R=5 ΩR=5\ \Omega

    Menentukan nilai hambatan jenis kawat penghantar

    Secara matematis, nilai hambatan dapat dihitung melalui persamaan berikut.

    R=ρlAR=\rho\frac{l}{A}

    Maka,

    R=ρlAR=\rho\frac{l}{A}

    RA=ρlRA=\rho l

    ρ=R Al\rho=R\ \frac{A}{l}

    ρ=(5) (4,24×108)(8)\rho=\left(5\right)\ \frac{\left(4,24\times10^{-8}\right)}{\left(8\right)}

    ρ=2,65×108 Ωm\rho=2,65\times10^{-8}\ \Omega\text{m}

    Berdasarkan tabel, jenis kawat penghantar yang memiliki hambatan jenis sebesar 2,65×108 Ωm2,65\times10^{-8}\ \Omega\text{m} adalah aluminium.

    Jadi, jenis kawat penghantar yang digunakan dalam percobaan Rani adalah alumunium.

  • Pilgan

    Perhatikan rangkaian listrik di bawah ini!

    Beda potensial di resistor 2 Ω2\ \Omega adalah ....

    A

    2,5 V

    B

    5,0 V

    C

    3,0 V

    D

    1,25 V

    E

    1,0 V

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar rangkaian listrik:


    Berdasarkan gambar, dimisalkan bahwa:

    Hambatan 1 R1=5 ΩR_1=5\ \Omega

    Hambatan 2 R2=4 ΩR_2=4\ \Omega

    Hambatan 3 R3=1 ΩR_3=1\ \Omega

    Hambatan 4 R4=2 ΩR_4=2\ \Omega

    Hambatan 5 R5=3 ΩR_5=3\ \Omega

    Hambatan 6 R6=7 ΩR_6=7\ \Omega

    Tegangan sumber VV = 18 V

    Ditanya:

    Beda potensial di 2 Ω2\ \Omega V4=V_4=?

    Dijawab:

    Menentukan hambatan pengganti rangkaian seri R3R_3, R4R_4, dan R5R_5 dengan persamaan berikut.

    Rs1=R3+R4+R5R_{\text{s}1}=R_3+R_4+R_5

    Rs1=1+2+3R_{\text{s}1}=1+2+3

    Rs1=6 ΩR_{\text{s}1}=6\ \Omega

    Sehingga rangkaiannya menjadi:

    Menentukan hambatan pengganti rangakaian paralel R2R_2 dan Rs1R_{\text{s}1} dengan persamaan berikut.

    1Rp=1R2+1Rs1\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{1}{R_2}+\frac{1}{R_{\text{s}1}}

    1Rp=14+16\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{1}{4}+\frac{1}{6}

    1Rp=312+212\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{3}{12}+\frac{2}{12}

    1Rp=512\frac{1}{R_{\text{p}}}=\frac{5}{12}

    Rp=125R_{\text{p}}=\frac{12}{5}

    Rp=2,4 ΩR_{\text{p}}=2,4\ \Omega

    Sehingga rangkaiannya berubah lagi menjadi:

    Menentukan hambatan total (hambatan pengganti) dari rangkaian seri R1R_1, RpR_{\text{p}}, dan R6R_6 dengan persamaan berikut.

    Rs2=Rtotal=R1+Rp+R6R_{\text{s}2}=R_{\text{total}}=R_1+R_{\text{p}}+R_6

    Rtotal=5+2,4+7R_{\text{total}}=5+2,4+7

    Rtotal=14,4 ΩR_{\text{total}}=14,4\ \Omega

    Setelah diketahui hambatan totalnya, maka dapat dihitung arus total yang mnegalir pada rangkaian dengan menggunakan hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang dipasang pada rangkaian tersebut. Persamaan hukum Ohm adalah sebagai berikut.

    I=VRI=\frac{V}{R}

    Sehingga, arus totalnya adalah:

    Itotal=VRtotalI_{\text{total}}=\frac{V}{R_{\text{total}}}

    Itotal=1814,4I_{\text{total}}=\frac{18}{14,4}

    Itotal=1,25I_{\text{total}}=1,25 A

    Pada rangkaian hambatan seri, arus yang mengalir pada setiap hambatan adalah sama namun tegangannya berbeda. Sehingga arus yang mengalir pada hambatan RpR_{\text{p}} adalah sama dengan 1,25 A, sedangkan tegangannya adalah sebagai berikut.

    Vp=I RpV_{\text{p}}=I\ R_{\text{p}}

    Vp=(1,25)(2,4)V_{\text{p}}=\left(1,25\right)\left(2,4\right)

    Vp=3V_{\text{p}}=3 V

    Berdasarkan gambar rangkaian berikut:

    Sesuai dengan konsep hambatan yang dirangkai paralel, tegangan di R2R_2 dan Rs1R_{\text{s}1} adalah sama yaitu 3 V, sedangkan arus yang melalui hambatan berbeda. Sehingga arus yang melalui R2R_2 dan Rs1R_{\text{s}1} adalah sebagai berikut.

    Pada hambatan 2

    I2=VpR2I_2=\frac{V_{\text{p}}}{R_2}

    I2=34I_2=\frac{3}{4}

    I2=0,75I_2=0,75 A

    Pada hambatan seri 1

    Is1=VpRs1I_{\text{s}1}=\frac{V_{\text{p}}}{R_{\text{s}1}}

    Is1=36I_{\text{s}1}=\frac{3}{6}

    Is1=0,5I_{\text{s}1}=0,5 A

    Karena arus yang mengalir pada setiap hambatan yang disusun seri adalah sama, maka arus listrik yang mengalir pada hambatan 3, 4, dan 5 adalah sama yaitu 0,5 A. Sehingga, besar tegangan di hambatan 4 adalah sebagai berikut.

    V4=Is1R4V_4=I_{\text{s1}}R_4

    V4=(0,5)(2)V_4=\left(0,5\right)\left(2\right)

    V4=1V_4=1 V

    Jadi, beda potensial di resistor 2 Ω2\ \Omega adalah 1,0 V.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.