Latihan Fisika Kelas X Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
∞
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
∞
Benar
0
Salah
0
Dilewati
10

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
2. 0
3. 0
  • Pilgan

    Sepeda motor dan becak memiliki diameter roda masing-masing 50 cm dan 80 cm. Keduanya berjalan di jalan raya. Selama 1 menit, roda sepeda motor berputar sebanyak 5 putaran, sedangkan becak 3 putaran. Perbandingan kecepatan linear sepeda motor dan becak adalah ....

    A

    25 : 24

    B

    18 : 15

    C

    15 : 18

    D

    18 : 25

    E

    24 : 25

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Diameter motor dm = 50 cm = 0,5 m

    Jari-jari motor rm = 0,25 m

    Diameter becak db = 80 cm = 0,8 m

    Jari-jari becak rb = 0,4 m

    Waktu motor tm = tb =t = 1 menit

    Banyaknya putaran roda motor nm = 5

    Banyaknya putaran roda becak nb = 3

    Ditanya:

    Perbandingan kecepatan vm : vbv_m\ :\ v_b = ?

    Jawab:

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r. Kecepatan sudut (ω\omega) adalah hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya, ω=2πT\omega=\frac{2\pi}{T}. Karena 1T=f\frac{1}{T}=f, maka persamaannya menjadi ω=2πf\omega=2\pi f, di mana frekuensi adalah banyaknya putaran setiap waktu, f=ntf=\frac{n}{t}.

    Menentukan perbandingan vm: vbv_m:\ v_b

    vmvb=ωmrmωbrb\frac{v_m}{v_b}=\frac{\omega_m r_m}{\omega_b r_b}

    vmvb=2π fm rm2π fb rb\frac{v_m}{v_b}=\frac{2\pi\ f_m\ r_m}{2\pi\ f_b\ r_b}

    vmvb=fm rm fb rb \frac{v_m}{v_b}=\frac{f_m\ r_m}{\ f_b\ r_b}\ 

    vmvb=(nmt) rm (nbt) rb \frac{v_m}{v_b}=\frac{\left(\frac{n_m}{t}\right)\ r_m}{\ \left(\frac{n_b}{t}\right)\ r_b}\ 

    vmvb=nm rm nb rb \frac{v_m}{v_b}=\frac{n_m\ r_m}{\ n_b\ r_b}\ 

    vmvb=(5)(0,25) (3)(0,4) \frac{v_m}{v_b}=\frac{\left(5\right)\left(0,25\right)}{\ \left(3\right)\left(0,4\right)}\ 

    vmvb=1,25 1,2 =125120=2524\frac{v_m}{v_b}=\frac{1,25}{\ 1,2}\ =\frac{125}{120}=\frac{25}{24}

    25 : 24

    Jadi, perbandingan antara vm : vbv_{m\ }:\ v_b adalah 25 : 24.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Sebuah becak bergerak di jalan yang bergelombang dengan kecepatan vv. Tiba-tiba ban kiri becak bocor karena paku, sehingga kecepatan becak menjadi 34v\frac{3}{4}v. Apabila jari-jari roda becak adalah rr, maka jari-jari roda yang berkurang sebesar ....

    A

    2r3\frac{2r}{3}

    B

    r4\frac{r}{4}

    C

    r3\frac{r}{3}

    D

    3r4\frac{3r}{4}

    E

    r2\frac{r}{2}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari awal roda becak rr

    Jari-jari akhir roda becak r′r'

    Kecepatan awal becak vv

    Kecepatan akhir becak v′=34vv'=\frac{3}{4}v

    Ditanya:

    Jari-jari yang berkurang xx = ?

    Jawab:

    Pada kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    Roda pada becak merupakan hubungan roda sepusat, sehingga kecepatan sudutnya sama.

    ω=ω′\omega=\omega'

    vr=v′r′\frac{v}{r}=\frac{v'}{r'}, di mana r′=r−xr'=r-x

    vr=34vr−x\frac{v}{r}=\frac{\frac{3}{4}v}{r-x}

    r−xr=34\frac{r-x}{r}=\frac{3}{4}

    4(r−x)=3r4\left(r-x\right)=3r

    4r−4x=3r4r-4x=3r

    4r−3r=4x4r-3r=4x

    r=4xr=4x

    r4=x\frac{r}{4}=x

    Jadi, jari-jari roda yang berkurang sebesar r4.\frac{r}{4}.

  • Pilgan

    Kipas angin yang berjari-jari 10 cm mula-mula berputar dengan kecepatan 15 m/s pada sudut 2 rad. Setelah 20 detik, besar sudut menjadi ... rad.

    A

    3.002

    B

    3.500

    C

    2.000

    D

    2.361

    E

    6.632

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kecepatan vv = 15 m/s

    Waktu t = 20 s

    Sudut awal θ0\theta_0 = 2 rad

    Jari-jari r = 10 cm = 0,1 m

    Ditanya:

    Sudut akhir θ1\theta_1= ?

    Jawab:

    Sudut akhir θ1\theta_1 berarti hasil penjumlahan besar sudut awal dengan besar sudut yang ditempuh kipas angin setelah bergerak dengan kecepatan sudut ω\omega dalam waktu t. Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    θ1=θ0+ωt\theta_1=\theta_0+\omega t

    θ1=θ0+vrt\theta_1=\theta_0+\frac{v}{r}t

    θ1=2+150,1(20)\theta_1=2+\frac{15}{0,1}\left(20\right)

    θ1=2+3.000\theta_1=2+3.000

    θ1=3.002\theta_1=3.002 rad

    Jadi, besar sudut setelah 20 s adalah 3.002 rad.

  • Pilgan

    Fauzi memutar bandul dengan kecepatan sudut 20 rpm. Tiba-tiba bandul tersebut mengenai adiknya seperti pada gambar di atas. Kecepatan sudutnya berubah menjadi 5 rpm berlawanan arah semula. Apabila massa bandul 100 gram dan panjang tali 20 cm, maka perbandingan kecepatan linear bandul sebelum dan sesudah mengenai kepala adik Fauzi adalah ... m/s.

    A

    2 : 3

    B

    1 : 2

    C

    3 : 2

    D

    4 : 1

    E

    1 : 4

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kecepatan sudut bandul sebelum mengenai adik Fauzi ω1\omega_1 = 20 rpm

    Kecepatan sudut bandul setelah mengenai adik Fauzi ω2\omega_2 = 5 rpm

    Massa m = 100 g = 0,1 kg

    Jari-jari r = 20 cm = 0,2 m

    Ditanya:

    Perbandingan kecepatan bandul sebelum dan sesudah mengenai adik Fauzi

    v1 : v2 v_1\ :\ v_2\  = ?

    Jawab:

    1 rotasi = 2π\pi rad

    1 menit = 60 s

    ω1\omega_1 = 20 rpm = 20 rotasi/menit = 20 rotasimenit \frac{20\ \text{rotasi}}{\text{menit}\ } = (20)(2π)rad60 s \frac{\left(20\right)\left(2\pi\right)\text{rad}}{60\ \text{s}\ } =4060π\frac{40}{60}\pi rad/s = 23π\frac{2}{3}\pi rad/s

    ω2\omega_2 = 5 rpm = 5 rotasi/menit = 5 rotasimenit \frac{5\ \text{rotasi}}{\text{menit}\ } = (5)(2π)rad60 s \frac{\left(5\right)\left(2\pi\right)\text{rad}}{\text{60 s}\ } = 10π60\frac{10\pi}{60} rad/s = 16π\frac{1}{6}\pi rad/s

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r. Kemudian untuk menentukan kecepatan bandul sebelum dan sesudah menganai adik Fauzi, dimana v1 v_1\ adalah kecepatan sebelum benturan dan v2 v_2\ kecepatan setelah benturan, maka persamaannya

    v1v2=ω1r1ω2r2\frac{v_1}{v_2}=\frac{\omega_1r_1}{\omega_2r_2}

    v1v2=23π(0,2)16π(0,2)\frac{v_1}{v_2}=\frac{\frac{2}{3}\pi\left(0,2\right)}{\frac{1}{6}\pi\left(0,2\right)}

    v1v2=2316\frac{v_1}{v_2}=\frac{\frac{2}{3}}{\frac{1}{6}}

    v1v2=(23)(61)\frac{v_1}{v_2}=\left(\frac{2}{3}\right)\left(\frac{6}{1}\right)

    v1v2=123\frac{v_1}{v_2}=\frac{12}{3}

    v1v2=41\frac{v_1}{v_2}=\frac{4}{1}

    Jadi, perbandingan kecepatan linear bandul sebelum dan setelah terbentur adalah 4 : 1.

  • Pilgan

    Boruto melempar sebuah shuriken yang bermassa 200 g ke papan kayu. Shuriken mampu menancap di papan kayu hingga 2 cm dengan gaya penghambat dari papan sebesar 80 N. Apabila jari-jari shuriken 8 cm, maka kecepatan sudut yang harus diberikan Boruto adalah ... rad/s.

    A

    30

    B

    50

    C

    15

    D

    26

    E

    45

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa m = 200 g = 0,2 kg

    Kedalaman shuriken menancap di kayu ll = 2 cm = 2×10−22\times10^{-2}\text{}m

    Gaya F = 80 N

    Jari-jari r = 8 cm = 8×10−28\times10^{-2}\text{} m

    Ditanya:

    Kecepatan sudut ω=?\omega=?

    Jawab:

    1) Menentukan perlambatan

    Sesuai dengan hukum II Newton, bahwa besarnya percepatan suatu benda sebanding dengan besar gaya yang menyebabkan benda tersebut bergerak dan berbanding terbalik dengan massa yang dimilikinya.

    ΣF=ma\Sigma F=ma

    Gaya di sini merupakan gaya hambat yang diterima shuriken dari papan kayu. Sehingga, penyelesaiannya menjadi:

    80 = 0,2 a80\ =\ 0,2\ a

    a=800,2a=\frac{80}{0,2}

    a=400a=400 m/s2

    Karena mendapat gaya hambat, artinya shuriken mengalami perlambatan, sehingga aa bernilai negatif

    a=−400a=-400 m/s2

    2) Menentukan kecepatan awal

    Sebelum menancap kedalam kayu, ada kecepatan awal v0v_0 yang dimiliki shuriken hingga akhirnya berhenti (vt=0)\left(v_t=0\right). Secara perlahan, pada saat shuriken masuk kedalam kayu hingga kemudian berhenti, shuriken mengalami gerak lurus berubah beraturan

    vt2=v02+2alv_t^2=v_0^2+2al

    0=v02​+2(−400)(2×10−2) 0=v_0^2​+2(−400)\left(2\times10^{-2}\right)\ 

    0=v02​−(1.600×10−2 )0=v_0^2​-\left(1.600\times10^{-2}\ \right)

    v02=16v_0^2=16

    v0=16v_0^{ }=\sqrt{16}

    v0=4v_0^{ }=4 m/s

    3) Menentukan kecepatan sudut

    Kecepatan awal saat shuriken memasuki kayu sama dengan kecepatan awal Boruto saat melemparkan shurikan. Karena shuriken bergerak lurus beraturan, maka kecepatan sudut yang harus diberikan Boruto adalah dengan menggunakan persamaan gerak melingkar beraturan. Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr, v=ωrv=\omega r. Sehingga, ω=vr\omega=\frac{v}{r}.

    ω=v0r\omega=\frac{v_0}{r}

    =48×10−2=\frac{4}{8\times10^{-2}}

    =0,5×102=0,5\times10^2

    =50=50 rad/s

    Jadi, kecepatan sudut yang harus diberikan Boruto adalah 50 rad/s.

  • Pilgan

    Suatu benda berada di posisi 5 rad. Kemudian benda tersebut bergerak melingkar selama 3 detik dengan kecepatan 5 m/s. Apabila jarak benda dengan pusat 2 cm, maka posisi akhir benda adalah ... rad.

    A

    1.000

    B

    2.500

    C

    1.250

    D

    1.255

    E

    2.555

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Sudut awal θ0\theta_0 = 5 rad

    Waktu t = 5 s

    Kecepatan vv = 5 m/s

    Jari-jari r = 2 cm = 0,02 m

    Ditanya:

    Posisi akhir θ1=\theta_1= ?

    Jawab:

    Sudut akhir θ1\theta_1 berarti hasil penjumlahan besar sudut awal dengan besar sudut yang ditempuh benda setelah bergerak dengan kecepatan sudut ω\omega dalam waktu t. Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr, v=ωrv=\omega r. Sehingga, ω=vr\omega=\frac{v}{r}.

    θ1=θ0+ωt\theta_1=\theta_0+\omega t

    =θ0+vrt=\theta_0+\frac{v}{r}t  

    =5+(50,02)( 5)=5+(\frac{5}{0,02})(\ 5)

    =5+2.5002=5+\frac{2.500}{2}

    =5+1.250=5+1.250

    =1.255=1.255 rad

    Jadi, posisi akhir benda adalah 1.255 rad.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Kecepatan sudut roda 3 adalah 4π\pi rad. Jari-jari roda 1, 2 dan 3 masing-masing adalah 5 cm, 12 cm, dan 8 cm. Perbandingan percepatan sentripetal roda 1 dan 3 adalah ....

    A

    9 : 32

    B

    50 : 71

    C

    71 : 50

    D

    32 : 45

    E

    71 : 32

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari 1 r1 = 5 cm = 0,05 m

    Jari-jari 2 r2 = 12 cm = 0,12 m

    Jari-jari 3 r3 = 8 cm = 0,08 m

    Kecepatan sudut 3 ω\omega\text{}3 = 4π\pi rad/s

    Ditanya:

    Perbandingan percepatan sentripetal as1 :as3a_{s1}\ :a_{s3} = ?

    Jawab:

    Roda 2 dan 3 termasuk dua roda yang dihubungkan dengan tali, sehingga besar kecepatan linear kedua roda sama. Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    1) Menentukan ω2\omega_2 dan ω1\omega_1

    v2=v3v_2=v_3

    ω2r2=ω3r3\omega_2r_2=\omega_3r_3

    ω2(0,12)=(4π)(0,08)\omega_2\left(0,12\right)=\left(4\pi\right)\left(0,08\right)

    ω2=(4π)(0,08)0,12\omega_2=\frac{\left(4\pi\right)\left(0,08\right)}{0,12}

    ω2=2,67π\omega_2=2,67\pi

    Roda 2 sepusat dengan roda 1, sehingga kecepatan sudut keduanya sama.

    ω1=ω2=2,67π\omega_1=\omega_2=2,67\pi

    2) Menentukan perbandingan  as1: as3a_{s1}:\ a_{s3} 

    Percepatan sentripetal as​a_s​ adalah percepatan yang diakibatkan oleh gaya yang selalu mengarah ke pusat lingkaran. Sehingga persamaannya menjadi as​=v2r=ω2ra_s​=\frac{v^2}{r}=\omega^2r. Perbandingan percepatannya yaitu:

    as1as3=ω12r1ω32r3\frac{a_{s1}}{a_{s3}}=\frac{\omega_1^2r_1}{\omega_3^2r_3}

    as1as3=(2,67π)22(0,05)(4π)22(0,08)\frac{a_{s1}}{a_{s3}}=\frac{\left(2,67\pi\right)_2^2\left(0,05\right)}{\left(4\pi\right)_2^2\left(0,08\right)}

    as1as3=(7,13π2)(0,05)(16π2)(0,08)\frac{a_{s1}}{a_{s3}}=\frac{\left(7,13\pi^2\right)\left(0,05\right)}{\left(16\pi^2\right)\left(0,08\right)}

    as1as3=0,36π21,28π2\frac{a_{s1}}{a_{s3}}=\frac{0,36\pi^2}{1,28\pi^2}

    as1as3=36128\frac{a_{s1}}{a_{s3}}=\frac{36}{128}

    as1as3=932\frac{a_{s1}}{a_{s3}}=\frac{9}{32}

    Jadi, perbandingan  as1: as3 a_{s1}:\ a_{s3}\  adalah 9 : 32.

  • Pilgan

    Sebuah satelit dengan kecepatan 114.000 km/jam berevolusi pada lintasan bumi yang jari-jarinya 1.500 km. Tiba-tiba seorang hacker menggeser lintasan satelit sejauh 25 m dari mula-mula. Apabila kecepatan tetap, maka perbandingan periode revolusi setelah dan sebelum lintasan satelit digeser adalah ....

    A

    114.000 : 114.009

    B

    55.000 : 55.003

    C

    15.000 : 15.007

    D

    60.000 : 60.001

    E

    25.000 : 25.003

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari lintasan rA = 1.500 km = 1.500.000 m

    Perubahan jari-jari lintasan Δ\Deltar = 25 m

    Kecepatan vv = 114.200 km/jam

    Ditanya:

    Perbandingan periode sebelum dan sesudah bergeser TA : TB = ?

    Jawab:

    1 km = 1.000 m

    1 jam = 3.600 s

    Kecepatan vv = 114.200 km/jam = 114.200 km jam \frac{114.200\ \text{km}\ }{\text{jam}\ }= (114.200)(1.000 ) m(3.600) s \frac{\left(114.200\right)\left(1.000\ \right)\text{ m}}{\left(3.600\right)\text{ s}}\  = 31.722,2 m/s

    Jari-jari lintasan yang berubah rB = rA+Δrr_A+\Delta r =1.500.000+251.500.000+25 =1.500.025 m

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    Kecepatan sudut (ω\omega) adalah hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya ω=2πT\omega=\frac{2\pi}{T}.

    vAvB=ωA rAωB rB\frac{v_A}{v_B}=\frac{\omega_A\ r_A}{\omega_B\ r_B}

    vAvB=2πTA rA2πTB rB\frac{v_A}{v_B}=\frac{\frac{2\pi}{T_A}\ r_A}{\frac{2\pi}{T_B}\ r_B}

    vAvB=TB rATA rB\frac{v_A}{v_B}=\frac{T_B\ r_A}{T_{A\ }r_B}

    31.722,231.722,2=(TB)(1.500.000)(TA)(1.500.025) \frac{31.722,2}{31.722,2}=\frac{\left(T_B\right)\left(1.500.000\right)}{\left(T_A\right)\left(1.500.025\right)}\ 

    TATB=1.500.0001.500.025=60.00060.001\frac{T_A}{T_B}=\frac{1.500.000}{1.500.025}=\frac{60.000}{60.001}

    Jadi, perbandingan periode sebelum dan sesudah digeser adalah 60.000 : 60.001.

  • Pilgan

    Seorang anak memainkan bandul bermassa 200 gram seperti gambar di atas. Kecepatan sudut bandul apabila tegangan tali 36 N dan panjang tali 30 cm adalah ... rad/s. (Fs=mω2rF_s=m\omega^2r )

    A

    24,02

    B

    87,4

    C

    36,8

    D

    33.5

    E

    44,7

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa m = 200 g = 0,2 kg

    Tegangan tali T = 36 N

    Jari-jari r = 30 cm = 0,3 m

    Sudut θ\theta = 45o

    Ditanya:

    Kecepatan sudut ω\omega = ?

    Jawab:

    Untuk menyelesaikan kasus pada soal, kita menggunakan gaya sentripetal FsF_s di mana gaya tersebut merupakan gaya yang menyebabkan benda dapat bergerak melingkar yang diakibatkan oleh percepatan sentripetal (asa_s) yang selalu mengarah ke pusat lingkaran.

    Gaya-gaya yang bekerja pada sistem ditunjukkan seperti pada gambar berikut.

    Karena bandul memiliki massa dan dihubungkan dengan tali, maka tali tersebut akan memiliki gaya tegangan tali TT yang arahnya searah dengan gaya sentripetal.

    Penyelesaiannya menjadi:

    Fs=T−F_s=T- w cos⁡θ\cos\theta

    m as=T−m\ a_s=T- w cos⁡ θ\cos\ \theta

    m ω2 r=T−m\ \omega^2\ r=T- w cos⁡θ\cos\theta

    mω2r=T−m\omega^2r=T- mgcos⁡θmg\cos\theta

    (0,2)(ω2)(0,3)=36−(0,2)(9,8)cos⁡ 45\left(0,2\right)\left(\omega^2\right)\left(0,3\right)=36-\left(0,2\right)\left(9,8\right)\cos\ 45

    0,06 ω2 = 36 − (0,2)(9,8)(0,7)0,06\ \omega^{2\ }=\ 36\ -\ (0,2)(9,8)(0,7)

    0,06 ω2 = 36 − 1,3720,06\ \omega^{2\ }=\ 36\ -\ 1,372

    ω2 = 34,6280,06\omega^{2\ }=\ \frac{34,628}{0,06}

    ω= 577,13\omega=\ \sqrt{577,13}

    ω= 24,02\omega=\ 24,02 rad/s

    Jadi, kecepatan sudut bandul adalah 24,02 rad/s.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar di bawah ini!

    Jari-jari roda A, B, C, dan D secara berturut-turut adalah 2 cm, 6 cm, 3 cm, dan 4 cm. Apabila kecepatan linear A adalah 6 m/s, maka kecepatan sudut roda C adalah ... rad/s.

    A

    80

    B

    20

    C

    125

    D

    231

    E

    100

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari A rA = 2 cm = 0,02 m

    Jari-jari B rB = 6 cm = 0,06 m

    Jari-jari C rC = 3 cm = 0,03 cm

    Jari-jari D rD = 4 cm = 0,04 cm

    Kecepatan A vAv_A = 6 m/s

    Ditanya:

    Kecepatan sudut C ωC\omega_C = ?

    Jawab:

    Pada kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    Hubungan roda A dan B adalah dua roda yang dihubungkan dengan tali, sehingga kecepatan linearnya sama, vA=vBv_A=v_B.

    vA=vB=6 v_A=v_B=6\ m/s

    Hubungan roda B dan C adalah dua roda yang memiliki pusat yang sama atau sepusat, sehingga kecepatan sudutnya sama ωB=ωC\omega_B=\omega_C

    ωB=ωC\omega_B=\omega_C

    vBrB=ωC\frac{v_B} {r_B}=\omega_C

    66×10−2=ωC\frac{6}{6\times10^{-2}}=\omega_C

    100 =ωC100\ =\omega_C

    Jadi, kecepatan sudut roda C adalah 100 rad/s.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 158.615 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.