Empat buah bandul sederhana yaitu A, B, C, dan D digantungkan pada satu atap yang sama. Diketahui bahwa panjang tali keempat bandul adalah lD>lC>lB>lA dan sudut simpangannya adalah θA=θC dan θB=θD. Jika mA=mD dan mB=mC dengan mA<mB, maka bandul yang memiliki frekuensi dan periode terkecil berturut-turut adalah ....
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Frekuensi gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1lg
Sedangkan periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Periode gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.
T=2πgl
Dimana g merupakan percepatan gravitasi dan l merupakan panjang bandul. Persamaan periode dan frekuensi tersebut menunjukkan bahwa amplitudo, sudut simpangan, dan massa beban tidak berpengaruh terhadap besarnya periode dan frekuensi osilasi bandul. Nilai periode dan frekuensi bandul hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan panjang tali.
Untuk frekuensi bandul:
Semakin panjang tali, maka frekuensi bandul semakin kecil.
Semakin besar percepatan gravitasi, maka frekuensi bandul semakin besar.
Untuk periode bandul:
Semakin panjang tali, maka periode bandul semakin besar.
Semakin besar percepatan gravitasi, maka periode bandul semakin kecil.
Karena bandul D merupakan bandul dengan panjang tali terpanjang, maka frekuensi bandul D adalah yang terkecil sedangkan periodenya yang terbesar. Sedangkan bandul A yang memiliki panjang tali terpendek, frekuensinya adalah yang terbesar sedangkan periodenya yang terkecil.
Jadi, bandul yang memiliki frekuensi dan periode terkecil berturut-turut adalah D dan A.
Dua bandul sederhana identik, yaitu bandul A dan bandul B diosilasikan secara bersamaan dengan sudut simpangan yang sama yaitu 8∘ pada dua tempat yang berbeda. Bandul A diosilasikan di atas permukaan laut, sedangkan bandul B diosilasikan di atas puncak gunung. Jika bandul A yang berosilasi di atas permukaan air laut memiliki frekuensi sebesar f, maka osilasi bandul B yang ada di puncak gunung akan ....
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. , Frekuensi gerak harmonik pada bandul sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1lg
Dimana g merupakan percepatan gravitasi dan l merupakan panjang bandul. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa amplitudo, sudut simpangan, dan massa beban tidak berpengaruh terhadap besarnya frekuensi osilasi bandul. Nilai frekuensi bandul hanya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan panjang tali. Semakin panjang tali maka frekuensinya semakin kecil dan sebaliknya. Begitu pula percepatan gravitasi, semakin besar percepatan gravitasi, maka semakin besar juga frekuensinya dan sebaliknya.
Secara konsep, percepatan gravitasi dipengaruhi oleh ketinggian benda terhadap pusat bumi dan secara matematis percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak benda ke pusat bumi g≈r21. Semakin tinggi posisi benda terhadap permukaan bumi maka semakin kecil percepatan gravitasinya. Sehingga bandul B yang berada di atas puncak gunung akan memiliki percepatan gravitasi yang lebih kecil dari percepatan gravitasi bandul A. Namun karena keduanya masih berada di atas permukaan bumi maka dapat dianggap bahwa perbedaannya tidak terlalu besar. Karena percepatan gravitasi bandul B sedikit lebih kecil dari bandul A, maka frekuensi bandul B akan sedikit lebih kecil dari bandul A. Jadi, osilasi bandul B yang ada di puncak gunung akan sedikit lebih lambat dari bandul A.
Sebuah sepatu bermassa M berosilasi dengan periode T dan frekuensi f pada ujung sebuah pegas. Jika frekuensi dari gerak osilasinya akan diubah menjadi 21f, maka beban harus diganti dengan sepatu yang bermassa ....
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1mk
Dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban. Berdasarkan persamaan frekuensi getaran pegas dapat diketahui bahwa frekuensi berbanding terbalik dengan akar massanya. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.
f≈m1
Sehingga, untuk mengetahui massa beban yang harus diberikan agar frekuensi osilasi pegas menjadi 21f dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut.
f2f1=m1m2
21ff=Mm2
(21f)2f2=Mm2
41f2f2=Mm2
411=Mm2
4=Mm2
m2=4M
Jadi, beban harus diganti dengan sepatu yang bermassa4M.
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Frekuensi kebalikan dari periode atau f=T1. Pada kurva y-t periode dapat didapatkan dengan cara menghitung besarnya satu lembah dan satu bukit.
Pada kurva tersebut dapat dilihat satu lembah dan satu bukit didapatkan pada rentang berikut
Besarnya periode adalah 2 sekon. Sehingga, besarnya frekuensi pegas adalah
Dua ayunan sederhana yaitu R dan S bergerak harmonik sederhana dengan frekuensi ayunan S adalah 5 kali frekuensi ayunan R. Jika panjang tali R adalah 1 m, maka panjang tali ayunan S adalah ... m.
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Frekuensi gerak harmonik pada bandul/ayunan sederhana dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1lg
Dimana g merupakan percepatan gravitasi dan l merupakan panjang bandul. Berdasarkan persamaan frekuensi, dapat dilihat bahwa frekuensi berbanding terbalik dengan akar panjang tali.
f≈l1
Sehingga, untuk menentukan panjang tali ayunan S dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut.
Tiga pegas dengan konstanta pegas masing-masing adalah k1=2π2 N/m, k2=3π2 N/m, dan k3=4π2 N/m disusun secara paralel dan diberi beban bermassa 4 kg seperti pada gambar. Rangkaian sisitem pegas tersebut kemudian ditarik sejauh x lalu dilepaskan sehingga bergerak secara harmonik sederhana.
Jika x = 20 cm, maka besar frekuensi sistem pegas tersebut adalah ... Hz.
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1mk
Dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari rangkaian, sehingga untuk menghitung frekuensinya, perlu dihitung kontanta pegas totalnya terlebih dahulu. Karena ketiga pegas disusun secara paralel, maka dapat digunakan persamaan konstanta pengganti pegas paralel berikut.
kp=ktotal=k1+k2+k3
ktotal=2π2+3π2+4π2
ktotal=9π2 N/m
Sehingga, frekuensinya dapat dihitung sebagai berikut.
f=2π1mk
f=2π149π2
f=2π1(23π)
f=43 Hz
f=0,75 Hz
Jadi, besar frekuensi sistem pegas tersebut adalah 0,75 Hz.
Dua pegas identik yang memiliki konstanta pegas yang sama yaitu k disusun menjadi dua jenis rangkaian, yaitu rangkaian A dan rangkaian B. Pada rangkaian A, kedua pegas disusun secara paralel, sedangkan pada rangkaian B, kedua pegas disusun secara seri. Jika rangkaian A dan rangkaian B diberi beban yang bermassa sama sebesar m lalu digetarkan harmonik secara bersamaan, maka perbandingan periode dari rangkaian pegas A dan B adalah ....
Massa beban rangkaian A dan rangkaian B mA=mB=m
Rangkaian A disusun paralel
Rangkaian B disusun seri
Ditanya:
Periode pegas rangkaian A dan rangkaian B TA:TB=?
Jawab:
Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.
T=2πkm
Dimana m merupakan massa beban dan k merupakan konstanta pegas. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari setiap rangkaian.
Konstanta pegas total rangkaian A.
Konstanta pegas total dari pegas 1 dan 2 yang disusun paralel dapat dihitung dengan persamaan berikut.
kp=ktotal B=k1+k2
ktotal B=k+k
ktotal B=2k
Konstanta pegas total rangkaian B.
Konstanta pegas total dari pegas 1 dan 2 yang disusun seri dapat dihitung dengan persamaan berikut.
ks1=k11+k21
ks1=k1+k1
ks1=k2
ks=ktotal A=2k
Sehingga untuk mencari perbandingan periodenya dapat menggunakan perbandingan sebagai berikut.
TBTA=2πktotal BmB2πktotal AmA
TBTA=21km2km
TB2TA2=k2m2km
TB2TA2=(2km)(2mk)
TB2TA2=41
TBTA=41
TBTA=21
Jadi, perbandingan periode dari rangkaian pegas A dan B adalah 1 : 2.
Tiga pegas yang memiliki konstanta pegas masing-masing yaitu k1=2 N/m, k2=2 N/m, dan k3=8 N/m disusun paralel-seri seperti pada gambar. Sistem pegas tersebut diberi beban bermassa 6 kg dan ditarik sejauh x lalu dilepaskan, sehingga bergetar secara harmonik sederhana. Jika g = 10 m/s2, maka besar periode gerak sistem pegas tersebut adalah ....
Periode getaran adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda yang bergerak harmonik untuk menyelesaikan satu siklusnya. Pada pegas, besarnya periode bisa didapatkan melalui persamaan berikut.
T=2πkm
Dimana m merupakan massa beban dan k merupakan konstanta pegas. Pada kasus ini, konstanta pegas yang digunakan merupakan konstanta pegas total dari rangkaian.
Mula-mula menghitung konstanta pegas 1 dan 2 yang disusun paralel sebagai berikut.
kp=k1+k2
kp=2+2
kp=4 N/m
Selanjutnya menghitung konstanta pegas total dari pegas pengganti paralel dan pegas 3 yang disusun seri sebagai berikut.
ks1=ktotal1=kp1+k31
ktotal1=41+61
ktotal1=82+1
ktotal1=83
ktotal=38
Sehingga besar periodenya dapat dihitung sebagai berikut.
T=2πktotalm
T=2π386
T=2π(6)(38)
T=2π16
T=2π(4)
T=8π s
Jadi, besar periode gerak sistem pegas tersebut adalah 8πs.
Beban dengan berat tertentu digantung pada sebuah pegas menyebabkan pegas bertambah panjang sejauh 10 cm. Jika percepatan gravitasi 10 m/s², maka frekuensi getaran pegas tersebut adalah ....
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan f=2π1mk dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban.
Pada soal ini, besarnya konstanta pegas maupun massa beban tidak diketahui sehingga kita dapat menggunakan bantuan dari persamaan gaya pemulih pegas. Besarnya gaya pemulih pegas setara dengan beban yang tergantung pada pegas,
F=w
karena besarnya gaya pemulih pegas adalah F=kx, didapatkan
kx=mg
mk=xg
Sehingga frekuensi pegas dapat dicari melalui persamaan
f=2π1xg
=2π10,110
=2π1100
=2π10
=π5 Hz
Jadi, besarnya frekuensi pegas adalah sebesar π5 Hz.
Dua pegas identik yaitu pegas A dan pegas B memiliki konstanta pegas yang sama yaitu k. Pegas A diberi beban bermassa 91 kg, sedangkan pegas B diberi beban bermassa 1 kg. Jika kedua pegas bergetar harmonik secara bersamaan, maka perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B adalah ....
Perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B fA:fB=?
Jawab:
Frekuensi merupakan banyaknya getaran yang terjadi setiap satuan waktu. Pada gerak harmonik sederhana pegas, besarnya frekuensi dapat dicari melalui persamaan berikut.
f=2π1mk
Dimana k merupakan konstanta pegas dan m merupakan massa beban. Karena pegas A dan pegas B identik dan memiliki konstanta pegas yang sama, maka berdasarkan persamaan frekuensi getaran pegas dapat diketahui bahwa frekuensi berbanding terbalik dengan akar massanya. Secara matematis dituliskan sebagai berikut.
f≈m1
Sehingga, perbandingan frekuensi getaran pegas dapat dihitung sebagai berikut.
fBfA=mAmB
fBfA=911
fBfA=311
fBfA=13
Jadi, perbandingan frekuensi getaran pegas A dan pegas B adalah 3 : 1.