Latihan Fisika Kelas XI Keseimbangan Benda Tegar
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
0
Salah
1
Dilewati
9

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 0
  • Pilgan
    0

    Dua buah bola berukuran kecil dan besar digantung pada poros yang dapat berputar 360°360\degree seperti berikut.

    Massa bola besar lebih berat daripada massa bola kecil. Awalnya, kedua bola diletakkan pada posisi yang sama dari poros. Posisi kedua bola ketika mencapai keadaan seimbang adalah ....

    A

    B

    C

    D

    E

    Pembahasan:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol. Pada keadaan tersebut, kondisi sistem tidak seimbang karena massa bola besar lebih berat dibanding bola kecil. Hal ini akan menyebabkan adanya torsi resultan ke arah putar bola besar. Sistem akan bergerak berlawanan arah jarum jam.

    Saat posisi kedua bola sudah vertikal (masing-masing bola berada tepat pada poros putar), torsi resultan barulah bernilai 0 akibat nilai jarak antara bola dengan poros sama-sama 0. Pada posisi ini, sistem berada pada keadaan seimbang.

    Jadi, posisi kedua bola ketika mencapai keadaan seimbang ditunjukkan oleh gambar berikut.

  • Pilgan

    Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

    1. Resultan gaya pada sumbu-XX bernilai nol
    2. Resultan torsi bernilai nol
    3. Resultan gaya pada sumbu-YY bernilai nol
    4. Resultan momen inersia bernilai nol

    Yang merupakan ciri-ciri sistem yang seimbang adalah ....

    A

    (4) saja

    B

    (1) dan (3)

    C

    (1), (2), dan (3)

    D

    semua benar

    E

    (2) dan (4)

    Pembahasan:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total gaya dan total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol. Total gaya dan total torsi yang sama dengan nol akan menyebabkan sistem tidak memiliki percepatan maupun percepatan sudut sehingga jika sistem diam, sistem akan tetap diam.

    Sementara resultan momen inersia yang nol tidaklah tepat karena momen inersia merupakan kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaan putarnya, baik tetap diam atau tetap bergerak memutar. Momen inersia dipengaruhi massa dan jari-jari sehingga tiap benda bermassa pasti memiliki momen inersia.

    Jadi, yang merupakan ciri-ciri sistem yang seimbang adalah (1), (2), dan (3).

  • Pilgan

    Sebuah balok dengan massa 10 kg diletakkan tepat di tengah sebuah papan bermassa 2 kg dan panjang 2 m yang diikat dengan 2 buah rantai di kedua ujungnya. Besar gaya tegangan tali pada rantai tersebut adalah .... (percepatan gravitasi = 10 m/s2)

    A

    40 N

    B

    20 N

    C

    50 N

    D

    60 N

    E

    30 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa papan mPm_{\text{P}} = 2 kg

    Massa balok mBm_{\text{B}} = 10 kg

    Panjang papan ll = 2 m

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Gaya tegangan tali T1T_1 = T2T_2 = ?

    Jawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol.

    Kita gambarkan dahulu gaya-gaya yang bekerja. Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Pada sistem ini, nilai T1T_1 dan T2T_2 akan sama karena peletakan benda bersifat simetris (balok tepat berada di tengah-tengah papan). Tentukan poros pada salah satu tumpuan. Misalnya, tumpuan T2T_2 akan dipilih sebagai poros sehingga torsi pada T2T_2 akan bernilai nol.

    Στ=0\Sigma\tau=0

    τT1τPτB=0\tau_{\text{T}_1}-\tau_{\text{P}}-\tau_{\text{B}}=0 (karena torsi akibat berat papan dan balok menyebabkan perputaran berlawanan arah jarum jam)

    τT1=τP+τB\tau_{\text{T}_1}=\tau_{\text{P}}+\tau_{\text{B}}

    T1lT1=wPlP+wBlBT_1l_{\text{T}_1}=w_{\text{P}}l_{\text{P}}+w_{\text{B}}l_{\text{B}\text{}}

    T1lT1=mPglP+mBglBT_1l_{\text{T}_1}=m_{\text{P}}gl_{\text{P}}+m_{\text{B}}gl_{\text{B}\text{}}

    T1(2)=2(10)(1)+10(10)(1)T_1\left(2\right)=2\left(10\right)\left(1\right)+10\left(10\right)\left(1\right)

    2T1=20+1002T_1=20+100

    2T1=1202T_1=120

    T1=60T_1=60 N

    Jadi, besar gaya tegangan tali pada rantai tersebut adalah 60 N.

  • Pilgan

    Sebuah balok dengan massa 5 kg diletakkan pada sebuah papan bermassa 1 kg yang diberi 2 tumpuan. Jika balok tepat berada di tengah tumpuan dan jarak antar tumpuan adalah 1 m, maka besar gaya normal yang terjadi pada kedua tumpuan adalah sebesar .... (percepatan gravitasi = 10 m/s2)

    A

    40 N

    B

    20 N

    C

    30 N

    D

    50 N

    E

    10 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa papan mPm_{\text{P}} = 1 kg

    Massa balok mBm_{\text{B}} = 5 kg

    Jarak antar tumpuan ll = 1 m

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Gaya normal N1N_1 = N2N_2 = ?

    Jawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol.

    Kita gambarkan dahulu gaya-gaya yang bekerja. Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Pada sistem ini, nilai N1N_1 dan N2N_2 akan sama karena peletakan benda bersifat simetris (balok tepat berada di tengah-tengah papan). Tentukan poros pada salah satu tumpuan. Misalnya, tumpuan N2N_2 akan dipilih sebagai poros sehingga torsi pada N2N_2 akan bernilai nol.

    Στ=0\Sigma\tau=0

    τN1τPτB=0\tau_{\text{N}_1}-\tau_{\text{P}}-\tau_{\text{B}}=0 (karena torsi akibat berat papan dan balok menyebabkan perputaran berlawanan arah jarum jam)

    τN1=τP+τB\tau_{\text{N}_1}=\tau_{\text{P}}+\tau_{\text{B}}

    N1lN1=wPlP+wBlBN_1l_{\text{N}_1}=w_{\text{P}}l_{\text{P}}+w_{\text{B}}l_{\text{B}\text{}}

    N1lN1=mPglP+mBglBN_1l_{\text{N}_1}=m_{\text{P}}gl_{\text{P}}+m_{\text{B}}gl_{\text{B}\text{}}

    N1(1)=1(10)(0,5)+5(10)(0,5)N_1\left(1\right)=1\left(10\right)\left(0,5\right)+5\left(10\right)\left(0,5\right)

    N1=5+25N_1=5+25

    N1=30N_1=30 N

    Jadi, besar gaya normal yang terjadi pada kedua tumpuan adalah sebesar 30 N.

  • Pilgan

    Sebuah kafe memasang kanopi di depan bangunannya untuk menghindari tempias dari air hujan. Kanopi tersebut dipasang dengan tampak samping sebagai berikut.

    Kanopi memiliki massa 5 kg dengan lebar 2 m. Besar gaya tegangan tali yang menopang kanopi tersebut adalah .... (percepatan gravitasi = 10 m/s2)

    A

    60 N

    B

    50 N

    C

    30 N

    D

    40 N

    E

    20 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa kanopi mKm_{\text{K}} = 5 kg

    Lebar kanopi ll = 2 m

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Gaya tegangan tali TT = ?

    Jawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol.

    Kita gambarkan dahulu gaya-gaya yang bekerja. Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Στ=0\Sigma\tau=0

    τT+τK=0-\tau_{\text{T}}+\tau_{\text{K}}=0 (karena torsi akibat gaya tegangan tali menyebabkan perputaran berlawanan arah jarum jam)

    τT=τK\tau_{\text{T}}=\tau_{\text{K}}

    TlT=wKlKT'l_{\text{T}}=w_{\text{K}}l_{\text{K}}

    (Tsinθ)lT=mKglK\left(T\sin\theta\right)l_{\text{T}}=m_{\text{K}}gl_{\text{K}}

    (Tsin30°)(2)=5(10)(1)\left(T\sin30\degree\right)\left(2\right)=5\left(10\right)\left(1\right)

    (12T)(2)=50\left(\frac{1}{2}T\right)\left(2\right)=50

    T=50T=50 N

    Jadi, besar gaya tegangan tali yang menopang kanopi tersebut adalah 50 N.

  • Pilgan

    Sebuah tiang transmisi listrik tiga fase dibuat asimetris untuk menghemat tempat.

    Fase A dan fase B diletakkan di bagian kanan tiang sementara fase C diletakkan di bagian kiri tiang dengan konfigurasi seperti pada gambar. Jika masing-masing kabel fase memiliki massa 20 kg, maka jarak fase C dari tiang haruslah sejauh ... dari tiang agar seimbang. (percepatan gravitasi = 10 m/s2)

    A

    4 m

    B

    4,5 m

    C

    3,5 m

    D

    3,25 m

    E

    3 m

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Konfigurasi tiang listrik.

     

    Massa kabel fase A, B, dan C mAm_{\text{A}} = mBm_{\text{B}} = mCm_{\text{C}} = 20 kg

    Jarak kabel fase A ke poros (tiang) lAl_{\text{A}} = 2 m

    Jarak kabel fase B ke poros (tiang) lBl_{\text{B}} = 1,5 m

    Percepatan gravitasi gg = 10 m/s2

    Ditanya:

    Jarak kabel fase C ke poros (tiang) lCl_{\text{C}} = ?

    Jawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol.

    Kita gambarkan dahulu gaya-gaya yang bekerja. Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Στ=0\Sigma\tau=0

    τA+τBτC=0\tau_{\text{A}}+\tau_{\text{B}}-\tau_{\text{C}}=0 ( karena kabel fase C menyebabkan tiang mengalami perputaran berlawanan arah jarum jam)

    τC=τA+τB\tau_{\text{C}}=\tau_{\text{A}}+\tau_{\text{B}}

    wClC=wAlA+wBlBw_{\text{C}}l_{\text{C}}=w_{\text{A}}l_{\text{A}}+w_{\text{B}}l_{\text{B}\text{}}

    mCglC=mAglA+mBglBm_{\text{C}}gl_{\text{C}}=m_{\text{A}}gl_{\text{}\text{A}}+m_{\text{B}}gl_{\text{B}}

    mClC=mAlA+mBlBm_{\text{C}}l_{\text{C}}=m_{\text{A}}l_{\text{}\text{A}}+m_{\text{B}}l_{\text{B}}

    20lC=20(2)+20(1,5)20l_{\text{C}}=20\left(2\right)+20\left(1,5\right)

    20lC=40+3020l_{\text{C}}=40+30

    20lC=7020l_{\text{C}}=70

    lC=3,5l_{\text{C}}=3,5 m

    Jadi, jarak fase C dari tiang haruslah sejauh 3,5 m dari tiang agar seimbang.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

     

    Sebuah beban digantungkan dengan tali seperti pada gambar. Keadaan beban tersebut berada pada keadaan seimbang. Apabila tegangan tali 1 (T1) sebesar 10 N, maka tegangan tali 2 (T2) adalah ....

    A

    20220\sqrt{2} N

    B

    1010 N

    C

    15315\sqrt{3} N

    D

    2020 N

    E

    10210\sqrt{2} N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar beban yang digantungkan pada dinding dan plafon menggunakan tali.

     

    Tegangan tali T1=10T_1=10 N

    Ditanya:

    Tegangan tali 2 T2=?T_2=?

    Dijawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total gaya yang bekerja pada suatu sistem adalah nol. Pada kondisi seperti soal, kita dapat proyeksikan gaya-gaya nya pada sumbu-XX dan sumbu-YY. Kita gambarkan sistem pada soal dengan mengganti gambar bebannya dengan garis gaya. 

    Kemudian gambarkan gaya-gaya tersebut pada sumbu-XX dan sumbu-YY.

     

    Kemudian gambarkan gaya-gaya proyeksinya.

     

    Kita tinjau untuk sumbu-XX.

    ΣFx=0\Sigma F_x=0

    T2xT1=0T_{2x}-T_1=0

    T2cos45o10=0T_2\cos45^o-10=0

    T2(122)=10T_2\left(\frac{1}{2}\sqrt{2}\right)=10

    T2=10122T_2=\frac{10}{\frac{1}{2}\sqrt{2}}

    T2=202T_2=\frac{20}{\sqrt{2}}

    T2=202(22)T_2=\frac{20}{\sqrt{2}}\left(\frac{\sqrt{2}}{\sqrt{2}}\right)

    T2=2022T_2=\frac{20}{2}\sqrt{2}

    T2=102T_2=10\sqrt{2} N

    Atau dengan menggunakan persamaan yang sudah ada, yaitu sebagai berikut.

    T1sinγ=T2sinβ=T3sinα\frac{T_1}{\sin\gamma}=\frac{T_2}{\sin\beta}=\frac{T_3}{\sin\alpha}

    T2sinβ=T1sinγ\frac{T_2}{\sin\beta}=\frac{T_1}{\sin\gamma}

    T2sin90o=10sin(45+90)o\frac{T_2}{\sin90^o}=\frac{10}{\sin\left(45+90\right)^o}

    T2=10sin135oT_2=\frac{10}{\sin135^o}

    T2=10122T_2=\frac{10}{\frac{1}{2}\sqrt{2}}

    T2=202T_2=\frac{20}{\sqrt{2}}

    T2=202(22)T_2=\frac{20}{\sqrt{2}}\left(\frac{\sqrt{2}}{\sqrt{2}}\right)

    T2=2022T_2=\frac{20}{2}\sqrt{2}

    T2=102T_2=10\sqrt{2} N

    Jadi, tegangan tali 2 (T2) sebesar 10210\sqrt{2} N.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

     

    Sebuah beban digantungkan dengan tali dan kayu seperti pada gambar. Massa kayu BC dan massa beban yang digantungkan sama, yaitu 20 kg. Gaya tegangan tali AC sebesar .... ( sin37o=0,6; cos37o=0,8\sin37^o=0,6;\ \cos37^o=0,8 )

    A

    300300 N

    B

    100100 N

    C

    200200 N

    D

    400400 N

    E

    500500 N

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Sebuah beban digantungkan dengan tali yang diberi penyangga.

     

    Panjang kayu M=20M=20 kg

    Massa beban m=20m=20 kg

    sin37o=0,6\sin37^o=0,6

    cos37o=0,8\cos37^o=0,8

    Ditanya:

    Gaya tegangan tali AC T=?T=?

    Dijawab:

    Gaya tegangan tali AC adalah gaya tegangan yang bekerja pada sebuah tali. Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol.

    Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu. Torsi atau momen gaya dapat dicari dengan mengalikan gaya dengan lengannya (jarak gaya tersebut terhadap poros). Dengan catatan gaya dan lengannya tersebut harus saling tegak lurus.

    Kita gambarkan gaya-gaya yang bekerja pada sistem terlebih dahulu. Berat kayu ada di tengah-tengah kayu.


    ΣτB=0\Sigma\tau_{\text{B}}=0 (Kita jadikan B sebagai poros)

    τkayu+τbebanτT=0\tau_{\text{kayu}}+\tau_{\text{beban}}-\tau_T=0 (τT\tau_{\text{T}} bertanda negatif karena menyebabkan arah perputaran berlawanan arah jarum jam).

    wkayu(12l)+wbebanl(Tsin37o)(l)=0w_{\text{kayu}}\left(\frac{1}{2}l\right)+w_{\text{beban}}l-\left(T\sin37^o\right)\left(l\right)=0

     Bagi dengan ll

    12wkayu+wbeban0,6 T=0\frac{1}{2}w_{\text{kayu}}+w_{\text{beban}}-0,6\ T=0

    12Mg+mg0,6T=0\frac{1}{2}Mg+mg-0,6T=0

    0,6T=12(20)(10)+(20)(10)0,6T=\frac{1}{2}\left(20\right)\left(10\right)+\left(20\right)\left(10\right)

    0,6T=100+2000,6T=100+200

    T=3000,6T=\frac{300}{0,6}

    T=500T=500 N

    Jadi, gaya tegangan tali AC sebesar 500500 N.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut.

     

    Sebuah bola bermassa 16 kg diletakkan di atas papan seperti pada gambar. Massa papan tersebut sebesar 4 kg. Massa yang harus diletakkan di titik C agar seimbang adalah .…

    A

    11 kg

    B

    22 kg

    C

    55 kg

    D

    33 kg

    E

    44 kg

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Gambar bola di atas papan.

     

    Massa A mA=16m_{\text{A}}=16 kg

    Massa papan M=4M=4 kg

    Jarak beban A ke titik tumpu lA=1l_{\text{A}}=1 m

    Jarak beban C ke titik tumpu lC=3l_{\text{C}}=3 m

    Ditanya:

    Massa di titik C mC=?m_{\text{C}}=?

    Dijawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol. Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu. Torsi atau momen gaya dapat dicari dengan mengalikan gaya dengan lengannya (jarak gaya tersebut terhadap poros). Dengan catatan gaya dan lengannya tersebut harus saling tegak lurus.

    Berat papan berada di pertengahan papan. Sehingga gambar gaya-gayanya menjadi seperti berikut

    ΣτB=0\Sigma\tau_{\text{B}}=0 (Jadikan B sebagai poros putarnya).

    τA+τpapan+τC=0-\tau_{\text{A}}+\tau_{\text{papan}}+\tau_{\text{C}}=0 ( τA-\tau_{\text{A}} karena berat A menyebabkan papan mengalami perputaran berlawanan arah jarum jam)

    wAlA+wpapanlpapan+wClC=0-w_{\text{A}}l_{\text{A}}+w_{\text{papan}}l_{\text{papan}}+w_{\text{C}}l_{\text{C}}=0

    mAglA+mpapanglpapan+mCglC=0-m_{\text{A}}gl_{\text{A}}+m_{\text{papan}}gl_{\text{papan}}+m_{\text{C}}gl_{\text{C}}=0

    Bagi dengan gg.

    (16)(1)+(4)(1)+mC(3)=0-\left(16\right)\left(1\right)+\left(4\right)\left(1\right)+m_{\text{C}}\left(3\right)=0

    16+4+3mC=0-16+4+3m_{\text{C}}=0

    3mC=123m_{\text{C}}=12

    mC=123m_{\text{C}}=\frac{12}{3}

    mC=4m_{\text{C}}=4 kg

    Jadi, massa yang harus diletakkan di titik C agar seimbang adalah 44 kg.

  • Pilgan

    Sebuah tangga dengan panjang 10 m dan memiliki massa 10 kg bersandar pada dinding vertikal dan membentuk sudut 53o terhadap lantai. Jika dinding dianggap licin dan koefisien gesek antara lantai dan tangga adalah 0,5, maka agar tidak tergelincir, seorang anak yang bermassa 50 kg dapat memanjat paling jauh sejauh … dari ujung tangga bagian bawah. ( sin53o=0,8; cos53o=0,6\sin53^o=0,8;\ \cos53^o=0,6 )

    A

    55 m

    B

    11 m

    C

    33 m

    D

    99 m

    E

    77 m

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Panjang tangga l=10l=10 m

    Massa tangga M=10M=10 kg

    Sudut θ=53o\theta=53^o

    Koefisien gesek antara lantai dan tangga μ=0,5\mu=0,5

    Massa seorang anak m=50m=50 kg

    Tidak tergelincir (berarti keadaan seimbang)

    sin53o=0,8\sin53^o=0,8

    cos53o=0,6\cos53^o=0,6

    Ditanya:

    Jarak terjauh yang dapat ditempuh seorang anak x=?x=?

    Dijawab:

    Keadaan seimbang adalah keadaan di mana total torsi yang bekerja pada suatu sistem adalah nol. Torsi atau momen gaya adalah besaran yang menunjukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu.

    Kita gambarkan dahulu gaya-gaya yang bekerja.

    Kita tinjau sumbu-YY. (Gaya dengan arah ke atas kita anggap positif. Gaya dengan arah ke bawah kita anggap negatif.)

    ΣFy=0\Sigma F_y=0

    wtanggaworang+NB=0-w_{\text{tangga}}-w_{\text{orang}}+N_{\text{B}}=0

    Mgmg+NB=0-Mg-mg+N_{\text{B}}=0

    NB=Mg+mgN_{\text{B}}=Mg+mg

    NB=(10)(10)+(50)(10)N_{\text{B}}=\left(10\right)\left(10\right)+\left(50\right)\left(10\right)

    NB=100+500N_{\text{B}}=100+500

    NB=600N_{\text{B}}=600 N

    Kita tinjau sumbu-XX. (Gaya dengan arah ke kanan kita anggap positif. Gaya dengan arah ke kiri kita anggap negatif.)

    ΣFx=0\Sigma F_x=0

    NAfges=0N_{\text{A}}-f_{\text{ges}}=0

    NA=fgesN_{\text{A}}=f_{\text{}\text{ges}}

    NA=NBμN_{\text{A}}=N_{\text{B}}\mu

    NA=(600)(0,5)N_{\text{A}}=\left(600\right)\left(0,5\right)

    NA=300N_{\text{A}}=300 N

    Kemudian kita gambarkan tangganya menjadi garis horizontal seperti berikut.

    Jadikan titik yang memiliki gaya terbanyak sebagai poros.

    ΣτB=0\Sigma\tau_{\text{B}}=0 (Jadikan B sebagai titik poros. ΣτB=0\Sigma\tau_{\text{B}}=0 karena keadaannya seimbang)

    τNAτworangτwtangga=0\tau_{N_{\text{A}}}-\tau_{w_{\text{orang}}}-\tau_{w_{\text{tangga}}}=0 (τworang-\tau_{w_{\text{orang}}} dan τwtengga-\tau_{w_{\text{tengga}}} karena worangw_{\text{orang}} dan wtanggaw_{\text{tangga}} menyebabkan perputaran berlawanan dengan arah jarum jam).

    (NAsin53o)(l)(worangcos53o)(x)(wtanggacos53o)(12l)=0\left(N_{\text{A}}\sin53^o\right)\left(l\right)-\left(w_{\text{orang}}\cos53^o\right)\left(x\right)-\left(w_{\text{tangga}}\cos53^o\right)\left(\frac{1}{2}l\right)=0

    ((300)(0,8))(10)((mg)(0,6))(x)(Mg(0,6))(12(10))=0\left(\left(300\right)\left(0,8\right)\right)\left(10\right)-\left(\left(mg\right)\left(0,6\right)\right)\left(x\right)-\left(Mg\left(0,6\right)\right)\left(\frac{1}{2}\left(10\right)\right)=0

    2.400((50))(10)(0,6)(x)((10)(10)(0,6))(5)=02.400-\left(\left(50\right)\right)\left(10\right)\left(0,6\right)\left(x\right)-\left(\left(10\right)\left(10\right)\left(0,6\right)\right)\left(5\right)=0

    2.400300x300=02.400-300x-300=0

    2.100=300x2.100=300x

    x=2.100300x=\frac{2.100}{300}

    x=7x=7 m

    Jadi, seorang anak yang bermassa 50 kg bisa memanjat paling jauh sejauh 77 m dari ujung tangga bagian bawah.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 155.841 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.