Andi sedang mengendarai sepedanya dan menuruni lereng bukit yang curam dengan kemiringan 30o. Tinggi lereng bukit tersebut adalah 20 m dari permukaan tanah. Selama menuruni lereng bukit, roda sepeda Andi berputar sebanyak 130 kali. Kecepatan sudut yang dialami oleh sepeda Andi adalah ... rad/s.
Sudut putaran θ = 130 putaran = (130)(2π) rad = 260 rad
1) Mencari kecepatan linear
Energi mekanik merupakan penjumlahan dari Energi Kinetik dan Energi Potensial.
EM=EK+EP
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena kecepatannya.
EK=21mv2
Energi potensial adalah energi yang dipengaruhi oleh posisi atau kedudukannya.
EP=mgh
Berdasarkan hukum kekelan energi mekanik, posisi awal benda dan posisi akhir dari benda memiliki total energi yang sama.
EM=EM′
EM adalah energi mekanik pada posisi awal dan EM′ adalah energi mekanik pada posisi akhir
Sebelum bergerak, sepeda dalam keadaan diam, sehingga v=0 yang berarti EK=0. Pada saat tiba di bawah, ketinggian bukit h=0 yang artinya EP=0.
EM=EM′
EK+EP=EK′+EP′
0+EP=EK′+0
EP=EK′
mgh=21mv2
gh=21v2
(9,8)(20)=21(v)2
(9,8)(40)=(v)2
v2=392
v=392
v=19,8m/s
2) Mencari panjang lintasan
Dengan menggunakan prinsip Phytagoras, maka:
sin30o=sh
21=s20
s=40 m
3) Mencari jari-jari
Nilai sudut θ dalam radian merupakan perbandingan antara jarak linier s dan jari-jari r, θ=rs
s=θr
40=260r
r=26040
r=0,15 m
4) Mencari kecepatan sudut
Untuk kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωr.
ω=rv
ω=0,1519,8
ω=132 rad/s
Jadi, kecepatan sudut dari sepeda setelah berputar sebanyak 130 kali adalah 132 rad/s.
Faisal mengayuh sepeda hingga gir sepeda berputar sebanyak 50 putaran setiap 1 menit. Massa Faisal dan sepeda adalah 60 kg dan 12 kg. Diameter gir adalah 24 cm, maka energi yang dihasilkan Faisal saat mengayuh sepeda adalah ... J.
Kecepatan sudut adalah banyaknya putaran tiap satuan waktu (ω=tθ). Jika meninjau hubungan kecepatan sudut dengan frekuensi, maka kecepatan sudut di sini merupakan hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya (ω=T2π). Karena T1=f, maka ω=2πf. Frekuensi sendiri merupakan banyaknya putaran yang terjadi tiap satuan waktu, f=tn.
Penyelesaiannya menjadi:
ω=2πf
ω=2π(tn)
ω=2π(6050)
ω=35π
2) Mencari E
Kasus pada soal meninjau sebuah benda yang bergerak, sehingga energi yang dicari adalah energi kinetik, di mana massanya merupakan gabungan massa Faisal dan sepedanya.
m=mf+ms=60+12=72kg
E=21mv2
E=21m(ωr)2
E=21(72)((35π)(0,12))2
E=21(72)(0,2π)2
E=21(72)(0,04π2)
E=1,44π2 J
Jadi, energi yang dihasilkan saat 1 menit mengayuh sepeda adalah 1,44π2 J.
Sepeda motor dan becak memiliki diameter roda masing-masing 50 cm dan 80 cm. Keduanya berjalan di jalan raya. Selama 1 menit, roda sepeda motor berputar sebanyak 5 putaran, sedangkan becak 3 putaran. Perbandingan kecepatan linear sepeda motor dan becak adalah ....
Untuk kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωr. Kecepatan sudut (ω) adalah hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya, ω=T2π. Karena T1=f, maka persamaannya menjadi ω=2πf, di mana frekuensi adalah banyaknya putaran setiap waktu, f=tn.
Menentukan perbandingan vm:vb
vbvm=ωbrbωmrm
vbvm=2πfbrb2πfmrm
vbvm=fbrbfmrm
vbvm=(tnb)rb(tnm)rm
vbvm=nbrbnmrm
vbvm=(3)(0,4)(5)(0,25)
vbvm=1,21,25=120125=2425
25 : 24
Jadi, perbandingan antara vm:vb adalah 25 : 24.
Seorang anak laki-laki memutar sebuah bandul dengan kecepatan sudut 30 rpm. Panjang tali bandul tersebut adalah 10 cm. Pada ketinggian 150 cm, tali bandul tersebut putus dan bandul terjatuh. Kecepatan bandul saat sampai ke tanah adalah ... m/s.
Kecepatan linear saat memutar bandul adalah kecepatan awal saat bandul akhirnya putus dan jatuh ke tanah. sehingga
vputaran=v0
Untuk kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωr.
1) Menentukan vputaran
vputaran=ωr (rdiambil dari panjang tali)
vputaran=π(0,1)
vputaran=0,1π m/s
vputaran=v0=0,1π m/s
Bandul mengalami gerak parabola, sehingga kecepatan yang terbentuk adalah
vxdan vy
2) Menentukan vx
vx=v0x
vx=v0cosθ
vx=(0,1π)(cos60)
vx=(0,1π)(0,5)
vx=(0,1)(3,14)(0,5)
vx=0,157 m/s ≈0,16 m/s
3) Menentukan vy
vy2=v0y2+2gh
vy2=(v0sin60)2+2gh
vy2=(0,1π(0,8))2+2(10)(1,5)
vy2=(0,08π)2+30
vy2=(0,0064(3,14)2)+30
vy2=0,063+30
vy2=30,063
vy=30,063=5,48 m/s ≈5,5 m/s
4) Menentukan v dengan rumus resultan seperti persamaan di bawah ini.
v=vx2+vy2
v=0,162+5,52
v=0,0256+30,25
v=30,28=5,5 m/s
Jadi, kecepatan bandul saat tiba di tanah adalah 5,5 m/s.
Sebuah cakram dengan jari-jari r berputar dengan kecepatan sudut ω. Tiba-tiba, cakram tersebut menabrak tembok dan memantul. Apabila koefisien restitusi e=0,3, maka kecepatan sudut setelah benturan adalah .... (e=−(v2−v1)(v2′−v1′))
Cakram mengalami tumbukan lenting sebagian karena nilai koefisien restitusi e bernilai 0,3 dan hanya cakram yang bergerak baik sebelum maupun setelah tumbukan. Koefisein restitusi dapat dirumuskan dengan:
e=−(v2−v1)(v2′−v1′)
v1 dan v1′ adalah kecepatan cakram sebelum dan sesudah tumbukan, kemudian v2 dan v2′ adalah kecepatan tembok sebelum dan sesudah tumbukan. Tembok tidak bergerak sehingga kecepatannya adalah 0.
Untuk kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωr.
e=−(v2−v1)(v2′−v1′)
0,3=−(0−ωr)(0−ω′r)
0,3=−ωrω′r
−0,3=ωω′
−0,3ω=ω′(tanda negatif menunjukkan arah berlawanan)
Jadi, kecepatan sudut setelah menabrak tembok adalah 0,3ωrad/s berlawanan arah.
Andi mengendarai sepeda yang bermassa 12 kg. Daya yang dihasilkan Andi selama 1 jam mengayuh sepeda adalah 500 watt. Apabila diameter gir adalah 30 cm dan massa Andi 50 kg, maka kecepatan sudut yang diberikan Andi adalah ... rad/s.
Daya adalah besarnya energi yang digunakan tiap satu satuan waktu.
P=tE
500=3.600E
E=(500)(3.600)
E=1,8×106 J
Kerena selama dikayuh sepeda bergerak, maka energi yang digunakan adalah energi kinertik. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena kecepatannya,
E=21mv2
Untuk kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωr.
Penyelesaiannya menjadi:
E=21mv2
E=21m(ωr)2, dengan massa totalm=mA+ms=50+12=62 kg
Satu lingkaran penuh pada stopwatch ditempuh dalam waktu 1 menit atau 60 detik, artinya
1 putaran = 60 detik. Waktu yang diperlukan oleh partikel untuk menempuh satu lingkaran penuh disebut sebagai periode.
Jika meninjau hubungan kecepatan sudut dengan periode, maka kecepatan sudut di sini merupakan hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya.
ω=602π=30πrad/s
Jadi, kecepatan sudut jarum panjang stopwatch adalah 30π rad/s.
Jari-jari roda A, B, C dan D secara berturut-turut adalah 2 cm, 6 cm, 3 cm dan 4 cm. Apabila kecepatan linear A adalah 6 m/s, maka kecepatan sudut roda D adalah ... rad/s.
Pada kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωr, sehingga ω=rv.
1) Hubungan roda A dengan roda B
Pada gambar, roda A dan roda B dihubungkan dengan tali, sehingga kecepatan linearnya sama,
vA=vB
vB=6 m/s
2) Hubungan roda B dengan roda C
Selanjutnya, roda B dengan roda C adalah sepusat, sehingga kecepatan sudutnya sama,
ωB=ωC
rBvB=ωC
6×10−26=ωC
ωC=102=100 rad/s
3) Hubungan roda C dengan roda D
Roda C dengan roda D dihubungkan dengan tali, sehingga kecepatan linearnya sama,
Nurul mengaduk teh hingga gulanya larut selama 2 menit sebanyak 70 putaran. Jika luas permukaan gelas berbentuk tabung yang dia gunakan adalah 4π cm2, maka kecepatan sudut gerakan sendok tehnya adalah ... rad/s.
Suatu benda berada di posisi 5 rad. Kemudian benda tersebut bergerak melingkar selama 3 detik dengan kecepatan 5 m/s. Apabila jarak benda dengan pusat 2 cm, maka posisi akhir benda adalah ... rad.
Sudut akhir θ1 berarti hasil penjumlahan besar sudut awal dengan besar sudut yang ditempuh benda setelah bergerak dengan kecepatan sudut ω dalam waktu t. Untuk kecepatan sudut ω tertentu, kecepatan linear v sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya r, v=ωr. Sehingga, ω=rv.