Latihan Fisika Kelas X Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Admin Cube
Soal
10
Kesulitan
Reguler
Waktu
Mata Pelajaran
Fisika
Selesai
Benar
1
Salah
3
Dilewati
6

Komposisi Skor

Peringkat

 
1. 9
2. 7
3. 6
4. 3
5. 0
6+. 3
  • Pilgan
    0

    Perhatikan gambar berikut!

    Andi sedang mengendarai sepedanya dan menuruni lereng bukit yang curam dengan kemiringan 30o. Tinggi lereng bukit tersebut adalah 20 m dari permukaan tanah. Selama menuruni lereng bukit, roda sepeda Andi berputar sebanyak 130 kali. Kecepatan sudut yang dialami oleh sepeda Andi adalah ... rad/s.

    A

    179

    B

    140

    C

    176

    D

    154

    E

    132

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Sudut kemiringan bukit α\alpha = 30o

    Tinggi bukit h = 20 m

    Jumlah putaran roda θ\theta = 130 putaran

    Tetapan gravitasi g = 9,8 m/s2

    Ditanya:

    Kecepatan sudut ω\omega = ?

    Jawab:

    1 putaran = 2π\pi rad

    maka

    Sudut putaran θ\theta = 130 putaran = (130)(2π)\left(130\right)\left(2\pi\right) rad = 260 rad

    1) Mencari kecepatan linear

    Energi mekanik merupakan penjumlahan dari Energi Kinetik dan Energi Potensial.

    EM=EK+EPEM=EK+EP

    Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena kecepatannya.

    EK = 12mv2EK\ =\ \frac{1}{2}mv^2

    Energi potensial adalah energi yang dipengaruhi oleh posisi atau kedudukannya.

    EP =mghEP\ =mgh

    Berdasarkan hukum kekelan energi mekanik, posisi awal benda dan posisi akhir dari benda memiliki total energi yang sama.

    EM=EMEM=EM'

    EMEM adalah energi mekanik pada posisi awal dan EMEM' adalah energi mekanik pada posisi akhir

    Sebelum bergerak, sepeda dalam keadaan diam, sehingga v=0v=0 yang berarti EK=0EK=0. Pada saat tiba di bawah, ketinggian bukit h=0h=0 yang artinya EP=0EP=0.

    EM=EMEM=EM'

    EK+EP=EK+EPEK+EP=EK'+EP'

    0+EP=EK′​+00+EP​=EK′​+0

    EP=EK′​EP​=EK′​

    mgh=12mv2mgh=\frac{1}{2}mv^2

    gh=12v2gh=\frac{1}{2}v^2

    (9,8)(20)=12(v)2\left(9,8\right)\left(20\right)=\frac{1}{2}\left(v\right)^2

    (9,8)(40)=(v)2\left(9,8\right)\left(40\right)=\left(v\right)^2

    v2=392v^2=392

    v=392v^{ }=\sqrt{392}

    v=19,8 v=19,8\ m/s

    2) Mencari panjang lintasan

    Dengan menggunakan prinsip Phytagoras, maka:

    sin 30\sin\ 30o =hs=\frac{h}{s}

    12=20s\frac{1}{2}=\frac{20}{s}

    s=40s=40 m

    3) Mencari jari-jari

    Nilai sudut θ\theta dalam radian merupakan perbandingan antara jarak linier s dan jari-jari rr, θ=sr\theta=\frac{s}{r}

    s=θ r s=\theta\ r\ 

    40=260 r40=260\ r

    r=40260r=\frac{40}{260}

    r=0,15r=0,15 m

    4) Mencari kecepatan sudut

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    ω=vr\omega=\frac{v}{r}

    ω=19,80,15\omega=\frac{19,8}{0,15}

    ω=132\omega=132 rad/s

    Jadi, kecepatan sudut dari sepeda setelah berputar sebanyak 130 kali adalah 132 rad/s.

  • Pilgan

    Faisal mengayuh sepeda hingga gir sepeda berputar sebanyak 50 putaran setiap 1 menit. Massa Faisal dan sepeda adalah 60 kg dan 12 kg. Diameter gir adalah 24 cm, maka energi yang dihasilkan Faisal saat mengayuh sepeda adalah ... J.

    A

    9,57π2\pi^2

    B

    7,15π2\pi^2

    C

    6,14π2\pi^2

    D

    2,26π2\pi^2

    E

    1,44π2\pi^2

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Banyaknya putaran n = 50

    Waktu t = 1 menit = 60 s

    Massa sepeda ms = 12 kg

    Massa Faisal mf = 60 kg

    Diameter gir d = 24 cm = 0,24 m

    Jari-jari gir r = 0,12 m

    Ditanya:

    Energi E = ?

    Jawab:

    1) Mencari ω\omega 

    Kecepatan sudut adalah banyaknya putaran tiap satuan waktu (ω=θt\omega=\frac{\theta}{t}). Jika meninjau hubungan kecepatan sudut dengan frekuensi, maka kecepatan sudut di sini merupakan hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya (ω=2πT\omega=\frac{2\pi}{T}). Karena 1T=f\frac{1}{T}=f, maka ω=2πf\omega=2\pi f. Frekuensi sendiri merupakan banyaknya putaran yang terjadi tiap satuan waktu, f=ntf=\frac{n}{t}.

    Penyelesaiannya menjadi:

    ω=2πf\omega=2\pi f

    ω=2π(nt)\omega=2\pi\left(\frac{n}{t}\right)

    ω=2π(5060)\omega=2\pi\left(\frac{50}{60}\right)

    ω=53π\omega=\frac{5}{3}\pi

    2) Mencari E

    Kasus pada soal meninjau sebuah benda yang bergerak, sehingga energi yang dicari adalah energi kinetik, di mana massanya merupakan gabungan massa Faisal dan sepedanya.

    m=mf+ms=60+12 =72 m=m_f+m_s=60+12\ =72\ \text{}kg

    E=12mv2E=\frac{1}{2}mv^2

    E=12m(ωr)2E=\frac{1}{2}m\left(\omega r\right)^2

    E=12(72)((53π)(0,12))2E=\frac{1}{2}\left(72\right)\left(\left(\frac{5}{3}\pi\right)\left(0,12\right)\right)^2

    E=12(72)(0,2π)2E=\frac{1}{2}\left(72\right)\left(0,2\pi\right)^2

    E=12(72)(0,04π2)E=\frac{1}{2}\left(72\right)\left(0,04\pi^2\right)

    E=1,44π2E=1,44\pi^2 J

    Jadi, energi yang dihasilkan saat 1 menit mengayuh sepeda adalah 1,44π21,44\pi^2 J.

  • Pilgan

    Sepeda motor dan becak memiliki diameter roda masing-masing 50 cm dan 80 cm. Keduanya berjalan di jalan raya. Selama 1 menit, roda sepeda motor berputar sebanyak 5 putaran, sedangkan becak 3 putaran. Perbandingan kecepatan linear sepeda motor dan becak adalah ....

    A

    25 : 24

    B

    18 : 25

    C

    24 : 25

    D

    18 : 15

    E

    15 : 18

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Diameter motor dm = 50 cm = 0,5 m

    Jari-jari motor rm = 0,25 m

    Diameter becak db = 80 cm = 0,8 m

    Jari-jari becak rb = 0,4 m

    Waktu motor tm = tb =t = 1 menit

    Banyaknya putaran roda motor nm = 5

    Banyaknya putaran roda becak nb = 3

    Ditanya:

    Perbandingan kecepatan vm : vbv_m\ :\ v_b = ?

    Jawab:

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r. Kecepatan sudut (ω\omega) adalah hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya, ω=2πT\omega=\frac{2\pi}{T}. Karena 1T=f\frac{1}{T}=f, maka persamaannya menjadi ω=2πf\omega=2\pi f, di mana frekuensi adalah banyaknya putaran setiap waktu, f=ntf=\frac{n}{t}.

    Menentukan perbandingan vm: vbv_m:\ v_b

    vmvb=ωmrmωbrb\frac{v_m}{v_b}=\frac{\omega_m r_m}{\omega_b r_b}

    vmvb=2π fm rm2π fb rb\frac{v_m}{v_b}=\frac{2\pi\ f_m\ r_m}{2\pi\ f_b\ r_b}

    vmvb=fm rm fb rb \frac{v_m}{v_b}=\frac{f_m\ r_m}{\ f_b\ r_b}\ 

    vmvb=(nmt) rm (nbt) rb \frac{v_m}{v_b}=\frac{\left(\frac{n_m}{t}\right)\ r_m}{\ \left(\frac{n_b}{t}\right)\ r_b}\ 

    vmvb=nm rm nb rb \frac{v_m}{v_b}=\frac{n_m\ r_m}{\ n_b\ r_b}\ 

    vmvb=(5)(0,25) (3)(0,4) \frac{v_m}{v_b}=\frac{\left(5\right)\left(0,25\right)}{\ \left(3\right)\left(0,4\right)}\ 

    vmvb=1,25 1,2 =125120=2524\frac{v_m}{v_b}=\frac{1,25}{\ 1,2}\ =\frac{125}{120}=\frac{25}{24}

    25 : 24

    Jadi, perbandingan antara vm : vbv_{m\ }:\ v_b adalah 25 : 24.

  • Pilgan

    Perhatikan gambar berikut!

    Seorang anak laki-laki memutar sebuah bandul dengan kecepatan sudut 30 rpm. Panjang tali bandul tersebut adalah 10 cm. Pada ketinggian 150 cm, tali bandul tersebut putus dan bandul terjatuh. Kecepatan bandul saat sampai ke tanah adalah ... m/s.

    A

    2,5

    B

    6,3

    C

    5,5

    D

    7,3

    E

    6,5

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Tinggi h = 150 cm = 1,5 m

    Sudut θ\theta = 60o

    Kecepatan sudut ω\omega = 30 rpm

    Panjang tali ll = 10 cm = 0,1 m

    Ditanya:

    Kecepatan bandul tiba di tanah vv = ?

    Jawab:

    Kecepatan sudut ω\omega = 30 rpm = 30 rotasi/menit

    1 putaran = 2π\pi rad

    1 menit = 60 s

    ω\omega = (30)(2π60)=π\left(30\right)\left(\frac{2\pi}{60}\right)=\pi rad/s

    Perhatikan gambar di bawah ini!

    Kecepatan linear saat memutar bandul adalah kecepatan awal saat bandul akhirnya putus dan jatuh ke tanah. sehingga

    vputaran=v0v_{\text{putaran}}=v_0

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    1) Menentukan vputaranv_{\text{putaran}}

    vputaran=ωrv_{\text{putaran}}=\omega r (r r\ diambil dari panjang tali)

    vputaran=π(0,1)v_{\text{putaran}}=\pi\left(0,1\right)

    vputaran=0,1πv_{\text{putaran}}=0,1\pi m/s

    vputaran=v0=0,1πv_{\text{putaran}}=v_0=0,1\pi m/s

    Bandul mengalami gerak parabola, sehingga kecepatan yang terbentuk adalah

    vx v_x\ dan vy v_y\ 

    2) Menentukan vxv_x

    vx=v0xv_x=v_{0x}

    vx=v0cosθv_x=v_0cos\theta

    vx=(0,1π)(cos60)v_x=(0,1\pi)(\cos60)

    vx=(0,1π)(0,5)v_x=(0,1\pi)(0,5)

    vx=(0,1)(3,14)(0,5)v_x=\left(0,1\right)\left(3,14\right)\left(0,5\right)

    vx=0,157v_x=0,157 m/s 0,16\approx0,16 m/s

    3) Menentukan vy  v_y\ \ 

    vy2 =v0y2+2g hv_y^2\ =v_{0y}^2+2g\ h

    vy2 =(v0sin 60)2+2gh v_y^2\ =\left(v_0\sin\ 60\right)^2+2gh\ 

    vy2 =(0,1π(0,8))2+2(10)(1,5)v_y^2\ =\left(0,1\pi\left(0,8\right)\right)^2+2\left(10\right)\left(1,5\right)

    vy2 =(0,08π)2+30v_y^2\ =\left(0,08\pi\right)^2+30

    vy2 =(0,0064(3,14)2)+30v_y^2\ =\left(0,0064\left(3,14\right)^2\right)+30

    vy2 =0,063+30v_y^2\ =0,063+30

    vy2 =30,063v_y^2\ =30,063

    vy =30,063=5,48v_y\ =\sqrt{30,063}=5,48 m/s 5,5\approx5,5 m/s

    4) Menentukan vv dengan rumus resultan seperti persamaan di bawah ini.

    v=vx2+vy2v=\sqrt{v_x^2+v_y^2}

    v=0,162+5,52v=\sqrt{0,16^2+5,5^2}

    v=0,0256+30,25v=\sqrt{0,0256+30,25}

    v=30,28=5,5v=\sqrt{30,28}=5,5 m/s

    Jadi, kecepatan bandul saat tiba di tanah adalah 5,5 m/s.

  • Pilgan

    Sebuah cakram dengan jari-jari r berputar dengan kecepatan sudut ω\omega. Tiba-tiba, cakram tersebut menabrak tembok dan memantul. Apabila koefisien restitusi e=0,3e=0,3, maka kecepatan sudut setelah benturan adalah .... (e=(v2v1)(v2v1)e=-\frac{\left(v_2'-v_1'\right)}{\left(v_2-v_1\right)})

    A

    0,2ω\omega rad/s berlawanan arah

    B

    0,3ω\omega rad/s berlawanan arah

    C

    0,4ω\omega rad/s searah

    D

    0,2ω\omega rad/s searah

    E

    0,3ω\omega rad/s searah

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Kecepatan sudut ω=ω\omega=\omega

    Koefisien restitusi e=0,3e=0,3

    Jari-jari r = r

    Ditanya:

    Kecepatan sudut setelah tumbukan ω\omega' = ?

    Jawab:

    Cakram mengalami tumbukan lenting sebagian karena nilai koefisien restitusi e bernilai 0,3 dan hanya cakram yang bergerak baik sebelum maupun setelah tumbukan. Koefisein restitusi dapat dirumuskan dengan:

    e=(v2v1)(v2v1)e=-\frac{\left(v_2'-v_1'\right)}{\left(v_2-v_1\right)}

    v1v_1 dan v1v_1' adalah kecepatan cakram sebelum dan sesudah tumbukan, kemudian v2v_2 dan v2v_2' adalah kecepatan tembok sebelum dan sesudah tumbukan. Tembok tidak bergerak sehingga kecepatannya adalah 0.

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    e=(v2v1)(v2v1)e=-\frac{\left(v_2'-v_1'\right)}{\left(v_2-v_1\right)}

    0,3=(0ω r)(0ω r)0,3=-\frac{\left(0-\omega'\ r\right)}{\left(0-\omega\ r\right)}

    0,3=ω rω r0,3=-\frac{\omega'\ r}{\omega\ r}

    0,3=ωω  -0,3=\frac{\omega'}{\omega\ }\ 

    0,3 ω=ω  -0,3\ \omega=\omega'\ \ (tanda negatif menunjukkan arah berlawanan)

    Jadi, kecepatan sudut setelah menabrak tembok adalah 0,3ω \omega\ rad/s berlawanan arah.

  • Pilgan

    Andi mengendarai sepeda yang bermassa 12 kg. Daya yang dihasilkan Andi selama 1 jam mengayuh sepeda adalah 500 watt. Apabila diameter gir adalah 30 cm dan massa Andi 50 kg, maka kecepatan sudut yang diberikan Andi adalah ... rad/s.

    A

    3.158

    B

    2.056

    C

    3.450

    D

    1.600

    E

    1.500

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Massa sepeda ms = 12 kg

    Massa Andi mA = 50 kg

    Waktu t = 1 jam = 3.600 s

    Diameter d = 30 cm

    Daya P = 500 watt

    Jari-jari r = 15 cm = 15×10215\times10^{-2}

    Ditanya:

    Kecepatan sudut ω\omega = ?

    Jawab:

    Daya adalah besarnya energi yang digunakan tiap satu satuan waktu.

    P=EtP=\frac{E}{t}

    500=E3.600500=\frac{E}{3.600}

    E=(500)(3.600)E=\left(500\right)\left(3.600\right)

    E=1,8×106E=1,8\times10^6 J

    Kerena selama dikayuh sepeda bergerak, maka energi yang digunakan adalah energi kinertik. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena kecepatannya,

    E=12mv2E=\frac{1}{2}mv^2

    Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r.

    Penyelesaiannya menjadi:

    E=12m v2E=\frac{1}{2}m\ v^2

    E=12m(ωr)2E=\frac{1}{2}m\left(\omega r\right)^2, dengan massa total m=mA+ms=50 + 12=62m=m_A+m_s=50\ +\ 12=62 kg

    1,8×106=12(62)((ω)(15×102))21,8\times10^6=\frac{1}{2}\left(62\right)\left(\left(\omega\right)\left(15\times10^{-2}\right)\right)^2

    1,8×106=12(62)(ω)2(225×104)1,8\times10^6=\frac{1}{2}\left(62\right)\left(\omega\right)^2\left(225\times10^{-4}\right)

    1,8×106=(31)(ω)2(225×104)1,8\times10^6=\left(31\right)\left(\omega\right)^2\left(225\times10^{-4}\right)

    1,8×106(31)(225×104)=(ω)2\frac{1,8\times10^6}{\left(31\right)\left(225\times10^{-4}\right)}=\left(\omega\right)^2

    1,8×1066.975×104=(ω)2\frac{1,8\times10^6}{6.975\times10^{-4}}=\left(\omega\right)^2

    1,8×106×1046.975=(ω)2\frac{1,8\times10^6\times10^4}{6.975}=\left(\omega\right)^2

    0,000258×1010=(ω)20,000258\times10^{10}=\left(\omega\right)^2

    2,58×106=(ω)22,58\times10^6=\left(\omega\right)^2

    2,58×106=ω\sqrt{2,58\times10^6}=\omega

    1,6×103=ω1,6\times10^3=\omega

    1.600=ω1.600=\omega

    Jadi kecepatan sudutnya adalah 1.600 rad/s.

  • Pilgan

    Jarum panjang stopwatch seperti pada gambar berputar selama 2 menit. Kecepatan sudut jarum panjang stopwatch adalah ... rad/s.

    A

    π40\frac{\pi}{40}

    B

    π30\frac{\pi}{30}

    C

    π15\frac{\pi}{15}

    D

    π10\frac{\pi}{10}

    E

    π20\frac{\pi}{20}

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Waktu t = 2 t\ =\ 2\  menit = 120 s

    Ditanya:

    Kecepatan sudut ω\omega = ?

    Jawab:

    Satu lingkaran penuh pada stopwatch ditempuh dalam waktu 1 menit atau 60 detik, artinya

    1 putaran = 60 detik. Waktu yang diperlukan oleh partikel untuk menempuh satu lingkaran penuh disebut sebagai periode.

    Jika meninjau hubungan kecepatan sudut dengan periode, maka kecepatan sudut di sini merupakan hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya.

    ω=2π60=π30\omega=\frac{2\pi}{60}=\frac{\pi}{30} rad/s

    Jadi, kecepatan sudut jarum panjang stopwatch adalah π30\frac{\pi}{30} rad/s.

  • Pilgan
    3

    Perhatikan gambar di bawah ini!

    Jari-jari roda A, B, C dan D secara berturut-turut adalah 2 cm, 6 cm, 3 cm dan 4 cm. Apabila kecepatan linear A adalah 6 m/s, maka kecepatan sudut roda D adalah ... rad/s.

    A

    75

    B

    65

    C

    100

    D

    55

    E

    120

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Jari-jari A rA=2r_{\text{A}}=2 cm =2×102=2\times10^{-2} m

    Jari-jari B rB=6r_{\text{B}}=6 cm =6×102=6\times10^{-2} m

    Jari-jari C rC=3r_{\text{C}}=3 cm =3×102=3\times10^{-2} m

    Jari-jari D rD=4r_{\text{D}}=4 cm =4×102=4\times10^{-2} m

    Kecepatan roda A vA=6v_{\text{A}}=6 m/s

    Ditanya:

    Kecepatan sudut roda D ωD=?\omega_{\text{D}}=?

    Jawab:

    Pada kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr. Jika ditulis dalam bentuk matematis, v=ωrv=\omega r, sehingga ω=vr\omega=\frac{v}{r}.

    1) Hubungan roda A dengan roda B

    Pada gambar, roda A dan roda B dihubungkan dengan tali, sehingga kecepatan linearnya sama,

    vA=vBv_{\text{A}}=v_{\text{B}}

    vB=6v_{\text{B}}=6 m/s

    2) Hubungan roda B dengan roda C

    Selanjutnya, roda B dengan roda C adalah sepusat, sehingga kecepatan sudutnya sama,

    ωB=ωC\omega_{\text{B}}=\omega_{\text{C}}  

    vBrB=ωC\frac{v_{\text{B}}}{r_{\text{B}}}=\omega_{\text{C}}

    66×102=ωC\frac{6}{6\times10^{-2}}=\omega_{\text{C}}

    ωC=102=100\omega_{\text{C}}=10^2=100 rad/s

    3) Hubungan roda C dengan roda D

    Roda C dengan roda D dihubungkan dengan tali, sehingga kecepatan linearnya sama,

    vC=vDv_{\text{C}}=v_{\text{D}}

    ωrC=ωrD\omega_{\text{C}\ }r_{\text{C}}=\omega_{\text{D}\ }r_{\text{D}}

    (100)(3×102) = (ωD)(4×102)(100)(3\times10^{-2})\ =\ (\omega_{\text{D}})(4\times10^{-2})

    3= ωD(0,04)3=\ \omega_{\text{D}}(0,04)

    ωD=30,04\omega_{\text{D}}=\frac{3}{0,04}

    =3004=75=\frac{300}{4}=75 rad/s

    Jadi, kecepatan sudut roda D adalah 75 rad/s.

  • Pilgan
    0

    Nurul mengaduk teh hingga gulanya larut selama 2 menit sebanyak 70 putaran. Jika luas permukaan gelas berbentuk tabung yang dia gunakan adalah 4π\pi cm2, maka kecepatan sudut gerakan sendok tehnya adalah ... rad/s.

    A

    1,166π 1,166\pi\ 

    B

    13,166π 13,166\pi\ 

    C

    6,166π 6,166\pi\ 

    D

    3,61π 3,61\pi\ 

    E

    16,6π 16,6\pi\ 

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Luas A = 4π\pi cm2

    Waktu t = 2 menit = 120 s

    Banyaknya putaran n = 70 putaran

    Ditanya:

    Kecepatan sudut ω=?\omega=?

    Jawab:

    Alas gelas berbentuk lingkaran, sehingga untuk mencari jari-jari digunakan persamaan

    A=πr2A=\pi r^2

    4π=πr24\pi=\pi r^2 \

    r2=4r^2=4

    r=2r=2 cm = 0,02 m2

    Kecepatan sudut (ω\omega) adalah hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan waktu tempuhnya.

    ω=2πT\omega=\frac{2\pi}{T}, karena 1T=f\frac{1}{T}=f, maka ω=2πf\omega=2\pi f, di mana frekuensi adalah banyaknya putaran tiap satuan waktu, f=ntf=\frac{n}{t}.

    Penyelesaiannya menjadi:

    ω=2πf\omega=2\pi f

    ω=2π(nt)\omega=2\pi\left(\frac{n}{t}\right)

    ω=2π(70120)\omega=2\pi\left(\frac{70}{120}\right)

    ω=1,166π \omega=1,166\pi\ rad/s

    Jadi, percepatan sentripetal saat nurul mengaduk teh adalah 1,166π 1,166\pi\ rad/s.

  • Pilgan
    0

    Suatu benda berada di posisi 5 rad. Kemudian benda tersebut bergerak melingkar selama 3 detik dengan kecepatan 5 m/s. Apabila jarak benda dengan pusat 2 cm, maka posisi akhir benda adalah ... rad.

    A

    1.000

    B

    1.255

    C

    2.500

    D

    2.555

    E

    1.250

    Pembahasan:

    Diketahui:

    Sudut awal θ0\theta_0 = 5 rad

    Waktu t = 5 s

    Kecepatan vv = 5 m/s

    Jari-jari r = 2 cm = 0,02 m

    Ditanya:

    Posisi akhir θ1=\theta_1= ?

    Jawab:

    Sudut akhir θ1\theta_1 berarti hasil penjumlahan besar sudut awal dengan besar sudut yang ditempuh benda setelah bergerak dengan kecepatan sudut ω\omega dalam waktu t. Untuk kecepatan sudut ω\omega tertentu, kecepatan linear vv sebanding dengan jarak titik dari pusat lingkarannya rr, v=ωrv=\omega r. Sehingga, ω=vr\omega=\frac{v}{r}.

    θ1=θ0+ωt\theta_1=\theta_0+\omega t

    =θ0+vrt=\theta_0+\frac{v}{r}t  

    =5+(50,02)( 5)=5+(\frac{5}{0,02})(\ 5)

    =5+2.5002=5+\frac{2.500}{2}

    =5+1.250=5+1.250

    =1.255=1.255 rad

    Jadi, posisi akhir benda adalah 1.255 rad.


Tidak Ada Komentar

Ayo Daftar Sekarang!

Dan dapatkan akses ke seluruh 157.055 soal dengan berbagai tingkat kesulitan!

Daftar

Masih ada yang belum ngerti juga? Tanya ke kak tutor aja! Caranya, daftar layanan premium dan pilih paketnya.